Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 801-820 of 976

Analytics

Ahmad Jainuri

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Material cor semen dengan konstruksi tetap sifatnya dan memiliki bentuk yang sangat masif serta memberikan kesan visual yang sangat berat bahkan secara keseluruhan tidak memberikan karakteristik yang sesuai untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang tampak di kawasan taman kota adalah spesifikasi yang terdapat pada bangku taman khusus untuk anak-anak di kota surabaya. Tak jarang, bangku yang diperuntukan untuk anak-anak justru banyak digunakan oleh orang dewasa. Alhasil, banyak bangku yang bisa dikatakan keluar dari tujuan dan sasaran awal pembuatannya. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah observasi lapangan yang didukung oleh beberapa data yang akan dianalisis untuk menilai dan memberikan beberapa paparan dari segi aspek konstruksi yang dijabarkan secara deskriptif. Disusul dengan metode pendekatan estetis yaitu pendekatan khusus yang menekankan pada aspek seni rupa dan desain dalam kaitannya dengan daya tarik aspek estetika dengan memberikan kesimpulan yang dapat dijadikan acuan dalam proses pembuatan bangku taman khususnya untuk anak-anak di masa depan, dan diharapkan mampu memberikan jawaban atas kesederhanaan bentuk dan kelemahan bahan yang terkandung dalam proses pembuatan kursi taman khusus untuk anak-anak secara efektif dan efisien yang berdampak pada biaya produksi.    

Ahmad Malik Abdul Aziz

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Provinsi Lampung memiliki kebutuhan mendesak akan fasilitas rumah sakit jiwa yang mampu menangani pasien dengan berbagai penyebab gangguan jiwa. Rumah sakit jiwa yang ada saat ini hanya dapat menangani pasien yang disebabkan oleh ketergantungan obat, dan belum memiliki lingkungan yang memadai untuk rehabilitasi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa yang dapat menampung dan mewadahi pasien gangguan jiwa dengan membuat lingkungan untuk penyembuhan yang memadai dengan secara tidak langsung memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa dengan membuat lingkungan yang dapat memberi dampak baik bagi pasien gangguan jiwa melalui konsep arsitektur ekologis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survey lapangan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengolah data dengan analisis perencanaan dan perancangan dengan memperhatikan kriteria bangunan ekologis berdasarkan buku arsitektur ekologis versi Heinz Frick. Hasil perancangan berupa rumah sakit jiwa yang menerapkan beberapa elemen arsitektur ekologis, seperti menciptakan area hijau di antara bangunan, memanfaatkan iklim, menyediakan sumber energi dan air, menggunakan bahan yang tahan terhadap perubahan cuaca, dan menciptakan bangunan bebas hambatan.

Bambang Irawan; Mujiburrahman, Mujiburrahman

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber air bersih, perilaku cuci tangan pakai sabun dan penggunaan jamban sehat. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Lingkungan Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima yang berjumlah 673 KK. Sampel dalam penelitian ini 249 KK yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling dan di analisis dengan menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini semua variabel penelitian ini bermakna, yaitu: sumber air bersih berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,000 < 0,05), perilaku cuci tangan pakai sabun berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,000 < 0,05) dan penggunaan jamban sehat berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,002 < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini: 1) Ada pengaruh sumber air bersih. 2) ada pengaruh perilaku cuci tangan pakai sabun. 3) penggunaan jamban sehat. Disarankan:  1) Bagi dinas kesehatan agar membuat kebijakan tentang PHBS dan menyediakan alat penyerap kadar air yang bernama Water Softener. 2) Bagi puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang PHBS. 3) Bagi kelurahan agar membuat program kesehatan tentang PHBS dan mengajukan ke dinas kesehatan. 4) Bagi masyarakat agar mau menerapkan PHBS untuk mencegah terjadinya penyakit, terutama penyakit diare. 5) Bagi Peneliti lain perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian dan variabel yang berbeda untuk mengetahui faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian diare    

Eko Saputra; Jamilah Jamilah; Utin Desy Susiaty

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inquiry untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam e-modul tersebut akan dilhat bagaimana produk awal,  hasil validasi ahli, hasil uji coba, hasil refleksi dan bagaiman produk akhir. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model rancangan 4-D, namun dalam penelitian ini hanya sampai 3-D. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP sebanyak 15 siswa dan 3 orang ahli media dan materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli media dan ahli materi, pedoman wawancara dan observasi, angket respon guru dan respon siswa, dan soal tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian validasi E-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inquiry yaitu validasi media dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebebsar 83,09% dengan kriteria Cukup valid. Hasil penelitian validasi materi diperoleh skor rata-rata 91,67% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan Hasil penelitian validasi etnomatematika diperoleh skor rata-rata 88,98% dengan kriteria sangat valid Yang kedua adalah nilai kepraktisan, dilihat dari nilai angket yang diisi guru dan seluruh siswa yang diakumulasikan sehingga diperoleh persentase sebesar  89,05%  dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya keefektifan, dilihat dari nilai hasil pengerjaan posttest siswa dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 10 orang dari 15 orang dengan persentase  dengan kriteria efektif dengan berpatokan pada nilai KKM sekolah yaitu 70

Galuh Permatasari; Nur Arifatus Sholihah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Merokok berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia sehingga menghambat pembangunan dibidang kesehatan. Hal ini menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membuat kebijakan yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Masalah dari Implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok di STIKES Griya Husada Sumbawa yaitu masih kurang adanya aturan terkait kawasan tanpa rokok. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi peraturan daerah tersebut dalam penerapan kawasan tanpa rokok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris melalui observasi mengamati kegiatan, tingkah laku nonverbal dan dokumentasi dari mengumpulkan dokumen-dokumen terkait. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi peraturan daerah di STIKES Griya Husada Sumbawa sudah cukup berhasil, karena pada umumnya para pegawai /dosen dan mahasiswa/mahasiswi cukup patuh terhadap peraturan daerah kawasan tanpa rokok, meskipun belum ada diberikan batasan tempat kawasan tanpa rokok akan tetapi pengunjung dari luar masih ada beberapa yang kurang paham terkait kawasan tanpa rokok dikarenakan belum  adanya aturan terkait kawasan tanpa rokok jadi perlu adanya aturan yang mendisiplinkan dan penyediaan kawasan khusus merokok.

Irna Devianty; Cindy Hidayat; Herlina Br Sitepu; Horasmiani Damanik; Christine Octavia +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hiperemesis  gravidarum  merupakan ibu  hamil  yang  mengalami  mual muntah  yang  berlebihan, dapat menimbulkan  gangguan aktivitas  sehari – hari sehingga membahayakan kesehatan   bagi   janin   dan   ibu. Survei awal yang dilakukan didapatkan bahwa dari 10 ibu hamil yang berada di klinik tersebut, 5 diantaranya mengalami Hiperemesis Gravidarum Tingkat 1. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan kepada ibu hamil dengan hyperemesis tingkat 1 di Klinik tersebut sesuai dengan pola asuhan kebidanan yang sesuai dengan kasus. Metode penelitian dalam kasus ini adalah metode observasional dengan jenis penelitian studi kasus yang dilakukan selama 3 hari berturut – turut dalam waktu seminggu dengan memperhatikan pola asuhan yang diberikan dalam 3 kali kunjungan dan membandingkan hasilnya setiap kali melakukan kunjungan. Dari hasil survei yang dilakukan, didapatkan dari 10 ibu hamil yang berada di klinik tersebut, 5 diantaranya mengalami Hiperemesis Gravidarum Tingkat 1. Ibu hamil yang terdapat didaerah tersebut merasakan bahwa banyak terjadi perubahan baik itu perubahan pola makan atau nutrisi maupun ke fisik mereka selama mereka hamil. Saran kepada klinik bidan untuk lebih memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan sejak awal kehamilan jika terjadi mual dan muntah yang berlebihan dan kepada instansi pendidikan untuk lebih menambah sumber ilmu untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Dan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan asuhan kebidanan  yang akan diberikan dengan kasus yang sama  

Widra Yeni; Elfindri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Kota Padang Panjang. Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gunung. Sampel dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus adalah balita yang mengalami stunting dan kelompok kontrol adalah balita yang tidak mengalami stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian di analisa menggunakan SPSS for window, untuk analisa data bivariat menggunakan uji Chi Square, sedangkan data multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh ibu, sanitasi dan panjang badan saat lahir berhubungan dengan stunting pada balita dengan nilai p value < 0,05. Jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat pemberian ASI ekslusif dan riwayat penyakit infeksi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan p value => 0,05.

Katarina Alusia; Lugreysia Lugreysia; Reny Intanaria; Siti Hawa Br Barus; Lelisa Putri Sion +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu masalah kesehatan global dan faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan ibu adalah Angka Kematian Ibu (AKI).  Di Indonesia rasio  AKI  sebesar  177  per  100.000 kelahiran hidup pada 2017. Studi kasus ini menggunakan desain observasional deskriptif yang menilai derajat atau tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester ketiga pada ibu Ny. S dengan hamil primigravida trimester ketiga di Klinik Bidan Sartikam Manurung pada 23 Februari sampai Maret 2020. Dimana subjek penelitian merupakan ibu hamil primigravida trimester ketiga. Masalah yang dialami Ny. S, ibu cemas terhadap kehamilannya dikarenakan menghadapi persalinannya. Asuhan kebidanan ibu hamil trimester tiga dengan kecemasan menghadapi persalinan, disarankan kepada Ny. S untuk tetap menjaga pola nurtisinya dengan mengkonsumsi makan makanan bergizi, minum banyak baik berupa susu maupun air putih (8-10 gelas/hari) atau 1 liter susu perhari untuk meningkatkan kekuatan ibu. Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. S Usia 33 tahun, G1P0A0  tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktek secara langsung dilapangan.    

Selvia Assoburu

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul praktek ziarah masyarakat Melayu Palembang ke kubur kiai Marogan. dalam masyarakat Melayu Palembang. Paktik ziarah kubur merupakan sebuah tradisi lokal yang memiliki makna dan nilai yang  penting dan menjadi acuan tingkah laku oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan. Namun, keberadaan tradisi ziarah kubur tersebut terdapat dua pendapat yang kontradiktif di kalangan masyarakat, yaitu mereka yang membolehkan ziarah dan mereka yang melarang. Metode penelitian adalah penelitian deskritif kualitatif dan merupakan jrnis penelitian lapangan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah cicit keturunan kiai Marogan akademisi dan penziarah. Sedangakan teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik ziarah kubur   ke makam kiai Marogan memiliki beragam makna, diantaranya; a) mengenang jasa kiai Marogan dalam mengembangkan Islam; b) berburu berkah dari tokoh yang dikkeramatkan; c) pengobatan, yakni ziarah ke makam kiai Marogan sebagian penziarah diyakini memiliki efek pengobatan bagi jasmani dan rohani yang sedang sakit atau dilanda kekalutan dalam menghadapi kehidupan keseharian; d) melestarikan tradisi Islam, yakni dengan adanya beberapa penziarah yang mengajak keluarga, teman dekat, atau murid-muridnya dan mengajarkan pentingnya ziarah makam para wali; e) wisata religi, yakni sebagian yang merasa dalam berwisata orang tidak harus mengejar kesenangan jasmani, tapi juga kesenangan rohani; f) motif politik baik dalam rangka pencitraan dalam mendulang dukungan politik maupun sebagai upaya mencari restu dan legitimasi dari sosok yang dianggap dekat dengan Allah, hal itu terbukti dengan ramainya para politisi yang berziarah jelang pemilu; g) motif ekonomi.   Kata Kunci: Ziarah Kubur, Kiai Marogan, Mayarakat Melayu

Fadiyah Nur Afifah; Zahira Nadya Hanifa; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan Pendidikan muatan lokal nyunda dalam membangun karakter cinta tanah air yang tujuan utamanya agar anak tidak melupakan budaya daerah asalnya yang semata – mata untuk mempertahankan budaya asli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara di sekolah SDN 213 babakan ciparay. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data hasil observasi, wawancara, penginterpretasian data, dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ tersebut membuat anak tetap mengenal Bahasa daerah, makanan daerah, permainan daerah, dan tata krama daerah ditengah gencarnya budaya luar yang kian masuk ke tanah air. Setelah melakukan penelitian mengenai pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ dalam membangun karakter cinta tanah air tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa begitu pentingnya pembiasaan muatan lokal di sekolah dasar sebagai usaha dalam menanamkan karakter cinta tanah air lewat budaya daerah agar generasi muda tidak lupa budaya daerah asalnya sehingga tetap mengenal dan melestarikan budaya daerahnya tersebut.

Hamid, Herlina

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah terhadap pengawasan Inpektorat Daerah Kabupaten Maros dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah terhadap pengawasan Inpektorat Daerah Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data melalui Quesioner, yaitu menyediakan daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden,kemudian wawancara,yaitu melakukan tanya jawab terhadap responden, dan observasi,yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pada penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Maros cukup baik sesuai standar, norma, prosedur yang diatur dalam Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah namun tidak didukung oleh sumberdaya manusia dan sarana prasarana sehingga tidak dapat diterapkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 adalah substansi hukum sudah sesuai namun tidak didukung oleh struktur hokum dan kultur hukum.

Syafaruddin; randy; achmad

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Hakikatnya,  manusia  akan  memerlukan  fungsi  pengaturan  dalam  berbagai  aspek kehidupan,   termasuk   bermasyarakat   dan   bernegara.   Oleh   karenanya,   kehadiran pemerintahan  serta  pemerintah  menjadi  sesuatu  yang  urgen  bagi  proses  kehidupan manusia  termasuk  di  dalamnya  menyangkut  aspek  ketertiban  umum,  ketentraman masyarakat  yang  pada  kajian  selanjutnya,  merupakan  kebutuhan  dasar  hidup  yang harus  dipenuhi  terlebih  dahulu  sebelum  kebutuhan  dasar  lain  terpenuhi.  Aspek-aspek ini  kemudian  diatur  menjadi  kewenangan  Pemerintah  Daerah  yang  diselenggarakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai perangkat yang ada di daerah. Di sisi lain, keterbukaan zaman dan percepatan di berbagai bidang membuat masyarakat yang  semakin  dinamis  dan  kritis  menginginkan  adanya  perbaikan  dan  peningkatan kualitas  pelayanan  terhadap  publik  termasuk  dalam  bidang  pemerintahan.  Satpol  PP dalam  kewenangannya  menyelenggarakan  tugas  dan  fungsi  yang  ada,  umumnya memiliki  citra  atau image yang  kurang  baik,  karena  selalu  diidentikan  dengan  aparat yang sewenang-wenang, arogan,  kasar, penindas, serta   sering dianggap lebih mengutamakan otot  dari pada otak ketika  melaksanakan  tugas  termasuk  kegiatan penertiban yang paling sering mengangkat citra dan kualitas Satpol PP ke publik.Oleh karenanya, dalam penelitian ini, didasarkan pada kajian konsep tentang betapa penting dan   strategisnya   fungsi   Satpol   PP   maka   perlu   juga   diimbangi   dengan   kualitas pelayanan  saat  bertugas,  secara  khusus  pada  penertiban  aset  pemerintah  daerah. Dengan metode penelitian kualitatif, didasarkan pada hasil wawancara, observasi dan dokumentasi di lapangan,  kualitas  dalam  penelitian  ini  didasarkan  pada  delapan  dimensi  kualitas menurut Garvin yaitu kinerja, fitur, keandalan, kesesuaian, daya tahan, service ability, estetika,dan persepsi kualitas, dan disimpulkan secara keseluruhan kualitas pelayanan Satpol PP (Provinsi   Sulawesi   selatan)   dalam   penertiban   aset   Pemerintah   Daerah Provinsi  Sul-sel sudah  cukup  baik  karena  sudah  sesuai  Standar  Operasional  Prosedur, namun  perlu  untuk  terus  dimaksimalkan  secara  kualitas  terlebih  yang  menyangkut beberapa  hal  dasar  di  antaranya  perihal  pengembangan  SDM  termasuk  standarisasi rekrutmen Satpol PP (dengan mayoritas Tenaga Harian Lepas/Honorer), Pelatihan dan Pendidikan, masalah kewenangan dalam pelaksanaan tugas, pengadaan sarana prasarana serta penganggaran yang masih perlu ditingkatkan.

Norman Alfiat Talibo; Petronela Mamentu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan gadget pada anak sudah menjadi hal yang biasa, bahkan Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi pengguna gadget terbesar di Asia, Namun kecendurangan penggunaan gadget pada anak yang tidak tepat akan menjadikan anak kurang peduli dengan kesehatan dan teman-teman yang ada dilingkungan sekitarnya. perkembagan bahasa dan kemampuan  sosial anak Salah satu fase tumbuh kembang pada anak memiliki ciri dan tugas Perkembagan  seperti keterampilan Orangtua harus mempertimbangkan seperti motorik kasar dan motorik halus, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara pola asuh orangtua otoriter dan demokratis dengan lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekola di Kelurahan Mahawu Lingkungan VII Kota Manado. Metode  Desain penelitiian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Total Poupulasi dalam penelitian berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh populasi. ukur yang diigunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 05Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifakan sebesar (0,00<0,05) hasil penelitian ini menunukan bahwa didapati Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan yang diambil adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dan demokratis terhadap lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekolah. Diharapkan kepada para orang tua dapat menerapkan pola asuh yang demokratis terhadap anak mereka dalam penggunaan gadget.  

Aldira Lindawati; Evi Satispi; Izzatusholekha; Dalila Afif; Dita Rahmaditiani Junaidi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembentukan tim akreditasi sekolah, (2) pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik, (3) faktor penghambat dan pendukung dalam persiapan akreditasi sekolah, (4) quality control dari proses pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik, (5) tindak lanjut persiapan akreditasi sekolah, dan (6) strategi keberhasilan dalam akreditasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SD Islam As-salaf Tahfidzul Qur’an Serpong, Tangerang Selatan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini (1) proses pembentukan tim melalui penunjukan ketua tim oleh kepala sekolah, (2) pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik melalui menghadiri sosialisasi, melakukan checklist instrumen akreditasi, persiapan data akreditasi dan pemenuhan bukti fisik, (3) faktor penghambat yaitu belum adanya tenaga dibidang administrasi sekolah, keterbatasanya waktu, bukti fisik berupa dokumen yang letak nya tidak beraturan dan terkadang tidak adanya bukti berupa foto, fasilitas yang kurang memadai berupa printer, sedangkan faktor pendukung yaitu bantuan dan motivasi kepala sekolah, kerja sama antar tim, dan bantuan stakeholders sekolah (4) quality control melalui pengecekan dan rapat evaluasi, (5) tindak lanjut persiapan dengan membiasakan kelengkapan perangkat sekolah, membuat program sekolah, dan (6) strategi keberhasilan dalam akreditasi sekolah terdapat strategi untuk mendapatkan nilai A dan strategi supaya cepat selesai.

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Antara, I Made Yudi; Putra, Kadek Agus Dwija; Yudhawati, NLP. S; Putra, I Gede Yudiana

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Peningkatan jumlah lanjut usia membutuhkan penanganan yang serius, ini dikarenakan secara alamiah lansia mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi maupun mentalnya. Hasil penetitian yang dilakukan sebelumnya didapatkan hasil bahwa kebanyakan lansia mengalami depresi ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lanjut usia yang tinggal di desa Gumbrih, berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Status Perkawinan dan Tempat tinggal. Metode: Observasional yang bersifat deskriptif, untuk pengambilan datanya menggunakan kuisioner Geriatric Disstres Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan yang dilakukan selama 7 minggu. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian rata-rata berusia 60-69 tahun sebanyak 56,1%, Dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 51,5%, rata-rata berpendidikan terakhir SD (Sekolah Dasar) sebanyak 54,4%, sudah menikah yaitu sebanyak 80,1%, dan tinggal dengan keluarga sebanyak 94,2%. Pada penelitian diperoleh 71,3% yang normal/tidak depresi, 25.7% yang depresi ringan, 1,8%  mengalami depresi sedang dan 0.6% mengalami depresi berat. Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, Berjenis kelamin laki laki, berpendidikan sekolah dasar (SD) dan memiliki tingkat depresi normal (Tidak depresi).

Previari Umi Pramesti; Riza Susanti; Shifa Fauziah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi, yang semuanya berpadu menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Desa Gogodalem merupakan sebuah desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata religi yang cukup besar karena peninggalan dari situs sejarah zaman Tumenggung Niti Negoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keadaan lingkungan eksternal-internal dan mengusulkan strategi pengembangan desa wisata religi Gogodalem. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini. Pembobotan dan penilaian digunakan bersama dengan analisis SWOT sebagai metode analisis. Berdasarkan temuan investigasi, Kawasan Religi di Desa Gogodalem menuntut desain fasilitas penunjang Desa Wisata yang representatif untuk menekankan identitas religi kawasan dan memberikan manfaat seperti rute dengan aksesibilitas yang sesuai. Sehingga, desain komprehensif fasilitas penunjang ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan desa.

Pascal Galih Sadana; I Wayan Andhika Widiantara; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Taman Banjir Kanal Barat merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dibangun pada area bantaran Sungai Banjir Kanal Barat yang dibangun pada 2009. Sebagai ruang terbuka publik aktif,  taman ini merupakan salah satu sarana edukasi dan relaksasi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dengan berbagai aktivitas yang berlangsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan,  berdasarkan jenis ruangnya, karakteristik aktivitas pada Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, aktivitas pada badan air yang diklasifikasikan sebagai  necessary activity. Kedua, aktivitas pada tepi air yang diklasifikasikan sebagai optional activity dan social activity. Keberadaan fasilitas taman, elemen keras (hard scape) serta elemen lunak (soft scape) menjadi satu faktor penentu dalam menunjang aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal Barat.

Bunga Kristihartini; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Klenteng merupakan tempat ibadah bagi orang-orang Tionghoa yang memeluk agama Buddha, Taoisme, dan Konghucu, yaitu sebagai sarana bagi mereka untuk melakukan peribadatan/komunikasi dengan Tuhan, Dewa- dewi, serta roh para leluhur mereka. Bangunan kelenteng termasuk dalam bangunan Arsitektur Cina, sehingga dalam tatanan bentuk bangunannya masih mempergunakan kaidah feng shui. Konsep feng shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang yang menerapkan tatanan ini mendapatkan keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam. Kaitannya dengan bangunan Klenteng adalah mengenai penataan, pemilihan warna, bentuk, serta ornamentasi. Dalam penelitian ini akan mengkaji arsitektur Feng shui pada Klenteng Tiao Kak Sie serta makna ornamentasi yang ada pada klenteng ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metodologi observasi lapangan dan literatur, Analisa hasil-hasil temuan, serta interpretasi. Dari hasil analis maka dapat disimpulkan bahwa Klenteng Tiao Kak Sie adalah bangunan tradisional cina, dimana dari bentuk bangunan masih mempertahankan bentuk asli. Terdapat beberapa elemen penting dalam bangunan seperti halaman depan, altar dewa, impluvium, jangkar raksasa, serta cetiya. Elemen-elemen pada bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai simbolis religious bagi umat budha tionghoa serta bukti sejarah bagi masyarakat Cirebon.

Az Zahra Khairunnisa; Novika Salsabila Virdos; Ratih Dwi Rahmadani; Asep Purwo Yudi Utomo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis frase yang terdapat dalam cerpen “Rumah Yang Terang” karya Ahmad Tohari. Selain itu, untuk mendeskripsikan dan menjelaskan interpretasi sintaksis bahasa dalam kolom sintaksis cerpen Ahmad Tohari “Rumah Yang Terang”, memberikan gambaran terkait dalam hal ungkapan yang digunakan dalam cerpen “Rumah Yang Terang”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk memperoleh data, teknik observasi dipilih sebagai metode pengumpulan data. Hal ini dilakukan dengan mengamati penggunaan bahasa dan teknik mencatat untuk merekam struktur yang dianalisis. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode distribusi. Temuan frasa dari penelitian ini adalah 26 frasa kata kerja, 17 frasa kata sifat, 5 frasa numerik, 8 frasa proposisional, 8 frasa kata benda, 1 frase idiomatik, dan 3 frase keterangan. Manfaat dari penelitian ini adalah kita lebih memahami jenis kalimat dan ciri-cirinya masing-masing.