Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-70 of 70

Analytics

Anak Agung Gede Raka; Ni Luh Putu Trisna Ermawati; Ida Ayu Agung Nusantari; Cokorda Alit Surya Prabawa; Nurul Savika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan pariwisata adalah sebuah usaha pembangunan pada sektor pariwisata yang dilakukan untuk lebih meningkatkan daya tarik sehingga mampu menarik wisatawan yang lebih banyak untuk mengunjungi wisata tersebut. Kegiatan promosi dan rebranding yang baik dalam usaha pengembangan pariwisata akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, mendongkrak pendapatan daerah tersebut serta membantu peningkatan dan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata terfavorit serta menjadi daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Obyek Wisata Sangeh adalah salah satu destinasi wisata yang kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Namun seiring berjalannya waktu, Obyek Wisata Sangeh mengalami penurunan pengunjung yang disebabkan oleh adanya image bahwa Sangeh memiliki monyet yang galak dan kerap kali menyerang wisatawan yang berkunjung dengan mengambil barang milik wisatawan serta tidak adanya pengawasan yang ketat dari pengelola obyek wisata menyebabkan para wisatawan ragu untuk berkunjung. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan rebranding pada Obyek Wisata Sangeh. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam proses rebranding diantaranya yaitu, menjadikan Obyek Wisata Sangeh menjadi obyek wisata yang edukatif, meningkatkan keamanan bagi pengunjung serta dengan meningkatkan upaya promosi. Upaya- upaya pengembangan yang dilakukan oleh pihak pengelola dan pemerintah, akan mendorong dan mempermudah tercapainya proses rebranding yang berusaha diterapkan. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pengunjung yang menjadi tujuan dari rebranding pun dapat tercapai.    

Suwarti, Suwarti; Solichoel, Solichoel; Octafian, Ray

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan Pariwisata merupakan andalan bagi masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata yaitu agrobisnis pariwisata. Desa wisata wonolopo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, merupakan Desa Wisata rintisan dan sudah berkembang yang sangat berpotensi dan memiliki hasil bumi yang tidak dimiliki seperti daerah lain dan mempunyai keunikan tersendiri baik masyarakatnya maupun destinasinya. Dalam pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan model atau konsep On Site dan Off site menggunakan modul pelatihan dan Workshop dalam penyusunan agenda kegiatan. Pengabadian pada masyarakat ini merupakan suatu kegiatan yang berbentuk pelatihan dengan melakukan suveilan terhadap pengembangan pembuatan mengemas Paket Wisata dan pemasaran atau promosi secara Digital, dikaswasan desa wisata Wonolopo oleh masyarakat dan sekitarnya. Kegiatan pengabdain masyrakat ini diharapkan dapat berkelanjutan oleh para pelaku wisata, atau pengusaha pariwisata di Daerah Desa Wisata Wonolopo dan sekitarnya, dalam rangka memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi di seluruh dunia dalam berbagai ukuran dan dimensi. Adanya Sapta Pesona, tujuh syarat yang harus diterapkan dan disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata. Hal ini mengacu pada dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan ketujuh unsur tersebut. Desa Kebaron merupakan salah satu desa di Sidoarjo dengan lokasi wisata kebun jambu biji dan sangat kaya akan produk jambu biji. Di desa Kebaron di Sidoarjo ditanam berbagai varietas jambu biji di lahan seluas 5,5 hektar, ada sekitar 1.200 jambu biji. Salah satu kendala wisata petik jambu di desa Kebaroni adalah berkurangnya pengunjung pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan dan renovasi areal kebun dengan menambah infrastruktur penunjang. Berdasarkan analisis dengan mitra, ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi.

Sri Sulihingtyas Drihartati; Endah Dwi Hayati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kota Lama Semarang telah menjadi salah satu daya tarik wisata yang menarik minat wisatawan baik dari dalam kota Semarang maupun luar kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang merevitalisasi Kota Lama Semarang sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Selain memperbaiki kondisi fisik, pemerintah juga memperbaiki dan meningkatkan fasilitas di Kota Lama Semarang. Salah satunya adalah dengan menyediakan pemandu wisata yang juga memiliki peran penting dalam kemajuan pariwisata. Dengan demikian ketrampilan seorang pemandu wisata juga harus diperhatikan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketrampilan berbahasa dan teknik kepemaduan para pemandu wisata Kota Lama Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan praktek langsung di Kota Lama Semarang. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan ketrampilan berbahasa dan kepemanduan pemandu wisata Kota Lama Semarang meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pariwisata di kota Semarang. Kata Kunci: pariwisata, pemandu wisata, Kawasan Kota Lama Semarang.   Semarang Old Town has become one of the tourist attractions that attracts tourists both from within the city of Semarang and outside the city of Semarang. The Semarang City Government through Badan Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang revitalized Semarang Old City so that it became a comfortable place for tourists to visit. In addition to improving physical conditions, the government also improves and improves facilities in Semarang Old City. One of them is by providing tour guides who also have an important role in the progress of tourism. Thus the skills of a tour guide must also be considered and improved. This community service activity is carried out with the aim of improving the language skills and guidance techniques of the Semarang Old City tour guides. This activity is carried out by providing training and hands-on practice in Kota Lama Semarang. By participating in this activity, it is hoped that the language skills and guidance of the Semarang Old City tour guide will increase and in the end can increase tourism in the city of Semarang. Keywords: tourism. guide., Kota Lama Semarang.

Haniek Listyorini; Sri Yuwanti; Renny Aprilliyani; Henry Yuliamnir; Mokhamad Kholil Aswan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Tourism has become a Leading Sector for the Government. The success of tourism destinations in the current era of society 4.0 cannot be separated from the regional ability to develop information systems and promotions based on digital 4.0. The purpose of this activity is to help the Tourism Office's human resources have the basics of destination marketing and open the paradigm of thinking of the Tourism Office's human resources about the importance of marketing. The method is the lecture method, FGD, and direct practice in the field. The Participants of this activity were 7 people who came from Bimtek, namely the West Kotawaringin Regency Tourism Office. This community service activity was carried out on Saturday and Sunday, 16-17 November 2019. The place for this activity took a place at the College of Tourism Economics in Semarang and the Bandungan area. The result of this dedication is the formation of lecture material which includes the Definition of Tourist Attractions, the Definition of Tourism Destinations, and the Uniqueness of Kalimantan's Tourist Attractions which are worth VRIN.

Amelia, Yessica; Enfent, Theresya Afila

Studia Ekonomika 2022 STIE KASIH BANGSA

Pajak daerah merupakan salah satu sumber penerimaan PAD yang tinggi bila dibandingkan dengan sumber lainnya. Kota Jakarta sebagai pusat ekonomi, budaya, dan politik di Indonesia semakin berkembang dan seiring dengan itu, pemasukan pajaknya juga cukup tinggi berasal dari aktivitas bisnis dan pariwisata. Maka dari itu dapat terdapat kemungkinan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan memiliki persentase yang tinggi dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah tetapi di sisi lain aktivitas bisnis dan pariwisata dapat dikatakan tidak selalu berada pada kondisi yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakontribusi pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Jakarta untuk periode 2014-2018. Variabel dalam penelitian ini yaitu kontribusi pajak hotel, kontribusi pajak restoran, kontribusi pajak hiburan, dan Pendapatan Asli Daerah Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan permintaan informasi publik kepada PPID Provinsi DKI Jakarta dan data yang telah dipublikasikan dalam website ppid.jakarta.go.id berupa Laporan keuangan Pemerintah Daerah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama tahun 2014-2018 secara rata-rata pajak hotel mempunyai kontribusi yang baik terhadap PAD Kota Jakarta,pajak restoran sangat mempunyai kontribusi terhadap PAD Kota Jakarta, dan pajak hiburan kurang mempunyai konribusi terhadap PAD Kota Jakarta.

Wiwid Widiawati; Rizki Nurul Ilmi; Adam samsudin Noor

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The purpose of this study was to determine the effect of promotion on the number of new student registrations at the Tangerang Nusantara Tourism Academy. This type of research is quantitative research. The population used is all prospective students who register in T.A 2021/2022 as many as 140 students of the Tangerang Nusantara Tourism Academy. the sample was selected as many as 80 respondents. determined by using a random sampling technique. The data collection technique used is the distribution of questionnaires in the form of a questionnaire through the google form application. By using simple linear regression analysis. Data analysis used descriptive statistics, namely by looking for correlation coefficients and simple linear regression using t test. This research was carried out on June 1 - August 31, 2022. Based on statistical results using the SPSS 22.00 application, the results showed "there was a significant effect of promotion on the number of prospective student registrations at the Tangerang Nusantara Tourism Academy" with a promotion percentage rate of 33.98% in increase the number of student registrations.

Mesak. E. S. Rahanra

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Fakfak Regency is one of the autonomous regions located in the territory of West Papua Province. Normatively, this district is still classified as an area rich in potential economic resources. If the potential of these resources can be managed and utilized properly, it will certainly make a positive contribution to the increase of Regional Original Revenue. The Tourism sector is one of the potential and strategic sectors for Regional Original Revenue, because this sector is the main source of Regional Tax and Regional Levy revenue.This study aims to find out the amount of Revenue from the Tourism Sector of Fakfak Regency in the last 5 years, to find out the amount of Contribution of Tourism Sector Revenue to the Original Income of the Fakfak Regency Region, how the theory used in the Development of the Tourism Sector as one of the leading sectors for increasing Regional Original Income. The research method used is a qualitative research method. Based on the results of important research findings, in the last five years the tourism sector has received less attention from the local government of Fakfak district, but the tourism sector's revenue has increased every year.    

Sri Yuwanti; Ahmad Mansur; Bagus Reza Hariyadi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

This activity is a community service activity for the people of Purbosari village, Ngadirejo sub-district, Temanggung Regency. as part of the activities of the Central Java Province Bappeda for the 2017 fiscal year. The problem that is being handled is the problem of the loss of livelihoods of the tobacco farming community due to restrictions on tobacco farming and tobacco products. This activity is also an implementation  of  the   Regulation   of  the  Minister  of   Finance of the Republic of Indonesia Number: 28 / PMK.07 / 2016 concerning the Use, Monitoring and Evaluation of Tobacco Excise Production Sharing Funds. The model used is a community-based tourism development model as a form of the tourism sector's creative economy that provides optimal benefits to the community. The service process is carried out by means of efforts to empower the people's economy in the tourism sector with a community-based tourism (CBT) approach or community-based tourism by involving local communities in activities, which include the introduction of tourism potential and training on the utilization of local non-tobacco agricultural potentials to be processed into culinary products and by by tours. The local community is motivated to become the main actor in the management of tourism activities that arise from the utilization of the local potential that exists in the service location. The result of this activity is the achievement of community understanding of tourism as an alternative to activities other than tobacco farming, understanding of local tourism potential, development of tourism activities and tourism support activities in the location.

Idah Kusuma Dewi; Sri Yuwanti; Ahmad Mansur; Laksono Hujianto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The food consumption diversification program for the people of Kwadungan Village is the basis for community-based tourism economic empowerment activities that process cassava plants into various selling-worthy snacks to tourists. The problem faced is the lack of knowledge on how to make cassava based snacks. The community service model is to directly involve groups of women tobacco farmers in utilizing the potential of local agricultural plants to become a typical culinary product of Kwadungan Village. The results of the activity were various snack products from the training of cassava processing such as cassava sticks, cassava croquettes, cassava klapertaart and cassava pastels made by women from tobacco farming groups.