Publication Search

72,841 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 105

Analytics

Bhukkar Adil Sjam; Kahermasari Kahermasari; Arnila Melina; Cherlina Cherlina; Nurmaliza Hasan

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The prevalence of cardiovascular disease in Indonesia continues to increase and is one of the leading causes of death. Some of the risk factors for cardiovascular disease are hypertension, dyslipidemia and diabetes mellitus. These risk factors are not only experienced by urban communities but also occur in people living in rural areas. The purpose of this activity is to determine the incidence of hypertension, diabetes mellitus and cholesterol.Data collection on cardiovascular disease risk factors was carried out by measuring blood pressure, blood sugar levels and total cholesterol levels. This activity was attended by 40 total respondents with an age range of 40-60 years, 14 men and 26 women. Data analysis showed that 72% of respondents had blood pressure above normal. Respondents with normal blood sugar were only 13%, and the rest needed further examination. Cholesterol levels in the high category were 80% and slightly high were found in 20% of respondents. The data shows that the prevalence of risk factors for cardiovascular disease is quite large in the pre-elderly and elderly community in RT 01 RW 21 Tangkerang Tengah, Marpoyan Damai District, Pekanbaru.

Ardhitya Sejati; Arlina Azka; Linda Yunitasari

Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi 2024 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Obesity continues to increase among teenagers requiring special attention from the government and health workers. Obesity in adolescents is associated with an increased risk of diabetes mellitus and hypertension. On the other hand, underweight associated with the risk of anemia. This study aims to determine the correlation between body mass index and haemoglobin levels, blood sugar and systolic blood pressure in teenage girls. This research used cross-sectional study design. The research was conducted at Karya Rini Vocational School in May 2023. The research sample was all female students at Karya Rini Vocational School who were present at the time of the examination and were willing to be respondents. Data were analyzed using Rank Spearman Test. The results of the analysis show that the higher the body mass index, the higher the blood sugar level (r=0.291; p-value=0.023) and the higher the body mass index, the higher the systolic blood pressure in female adolescents (r=0.291; p-value=0.023). There is no relationship between body mass index and levels haemoglobin. However, there is a weak positive and significant relationship between body mass index and blood sugar levels and systolic blood pressure in teenage girls.

Syahrial Dwi Meidiansyah; Maralodia Almira Lubis; Dhea Adelina Br Ginting; Wulan Ratna Nur Kholidiya; Muhammad Rizky Suryadinata +11 more

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2024 FKIP, Universitas Palangka Raya

Diabetes mellitus (DM) is a disease caused by excessive levels of sugar in the blood due to a lack of the hormone insulin. DM screening is done because there are some residents who have the disease. This examination is specifically for the elderly because they also have the potential to be infected without being detected. The activity was carried out using two methods, namely socialization and followed by blood pressure and random blood sugar checks which were carried out in two hamlets, namely Slangak and Semek hamlets. The results of the screening showed that 14.29% of the participants had sugar levels > 200 mg/dl, which means that there is a DM factor, so it is necessary to do short-term prevention to control DM disease.

Christiva Maras; Sarwan Sarwan; Cut Mutiya Bunsal

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2023 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Sugar levels that accumulate in the blood due to not being absorbed well by body cells can cause various organ disorders. If not controlled properly, it can lead to various complications that can be life-threatening. Risk factors that can affect blood sugar levels are food, activity, and weight gain. Therefore, one way to keep blood sugar levels under control is by doing walking therapy activities. The purpose of this study was to determine the effect of walking on the fasting blood sugar levels when in patients with type 2 diabetes mellitus in Tuminting Village, Manado City. This research is a quantitative research with a method used pre-experimental method using a with a pre-test-post test one group design approach. The sample was taken based on the number of respondents obtained as many as 19 people using Purposive sampling. Data collection was done by using blood glucose test tools and observation sheets. The results of data analysis using the Paired sample t-test showed P value of 0.001 or smaller than ≤0.05 which means that the alternative hypothesis Ha is accepted or through walking activities can reduce the fasting blood sugar levels when in patients with type 2 diabetes mellitus.

Endah K, Anggraeni; Siti Mariam; RR Widyorini Indrasti W; Sri Mulyani; Retno Mawarini Sukmariningsih +6 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemerintah saat ini sudah berupaya untuk memperhatikan Kesehatan para lansia, yaitu melalui program- programnya  dari Puskesmas seperti posyandu lansia, namun hal ini masih kurang luas dapat menjangkau para lansia. Hal itu disebabkan karena dengan intensitas kegiatan posyandu yang hanya dilakukan satu kali dalam beberapa minggu oleh karena banyaknya lingkungan dalam cakupan wilayah kerja yang harus dijangkau Puskesmas yang ada di Ds Besani Kec Blado Kab. Batang. Akibatnya para lansia yang mengalami keluhan kembali akan sulit memeriksakan diri ke puskesmas karena masalah kemampuan fisik dan transportasi. Guna mengatasi hal tersebut maka kebutuhan para lansia dalam peningkatan kesehatan diri mereka utamanya melalui Pola Hidup bersih dan sehat (PHBS) sangatlah penting disampaikan, agar para lansia senantiasa sehat dan tidak mudah terserang penyakit.  Dalam mendukung kegiatan ini menggunakan media visual berupa tayangan Power Point dilayar proyektor. Sebelum program ini dimulai peneliti melakukan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Metode yang digunakan antara lain: Pengisian pre-test, Ceramah dan presentasi,Pengisian post-test. Pengisian pre-test lansia yang datang ke posyandu setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan langsung dipersilakan duduk kemudian diarahkan mengisi kuesioner yang sudah diberikan. Ceramah dan presentasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para lansia mengenai PHBS dan gizi seimbang. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Hukum Program Magister  Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Purqoti, Dewi; Rispawati, Baik Heni; Ernawati; Zuliardi; Ilham

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Diabetes terjadi karena menerapkan gaya hidup modern yang cenderung membuat seseorang menyukai hal-hal yang instan. Akibatnya, mereka cenderung malas beraktivitas fisik dan gemar mengonsumsi makanan yang instan, yang memiliki kandungan natrium yang tinggi. Tujuan: mengidentifikasi kadar gula darah pada penyandang DM  di desa kopang. Metode Penelitian: Penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 113 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan besar sampel sejumlah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.  Hasil : Penelitian ini menunjukkan kadar gula darah penyandang DM dalam kategori sedang sejumlah 47 responden (78.3%) dalam kategori tinggi sejumlah 9 orang (15%), dan dalam kategori rendah sejumlah 4 responden (6.7%). Kesimpulan: Masih banyaknya penyandang DM dengan kadar gula darah dalam kategori sedang dan tinggi sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk dapat mengontrol kadar gila darah penyandang DM tipe 2 di desa kopang

Purqoti, Dewi; Rispawati, Baik Heni; Ernawati; Zuliardi; Ilham

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Diabetes terjadi karena menerapkan gaya hidup modern yang cenderung membuat seseorang menyukai hal-hal yang instan. Akibatnya, mereka cenderung malas beraktivitas fisik dan gemar mengonsumsi makanan yang instan, yang memiliki kandungan natrium yang tinggi. Tujuan: mengidentifikasi kadar gula darah pada penyandang DM  di desa kopang. Metode Penelitian: Penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 113 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan besar sampel sejumlah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.  Hasil : Penelitian ini menunjukkan kadar gula darah penyandang DM dalam kategori sedang sejumlah 47 responden (78.3%) dalam kategori tinggi sejumlah 9 orang (15%), dan dalam kategori rendah sejumlah 4 responden (6.7%). Kesimpulan: Masih banyaknya penyandang DM dengan kadar gula darah dalam kategori sedang dan tinggi sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk dapat mengontrol kadar gila darah penyandang DM tipe 2 di desa kopang

Permata, Agung; rahmawati, Rossy; Siwi, Mayang Aditya Ayuning

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar Belakang: Diabetes melitus ialah salah satu penyakit kronik yang memiliki karakteristik atas adanya peningkatan dari kadar glukosa darah yang secara nyata keadaan ini melebihi dari batas normal yang ada. Terlebih dari pada itu terdapat  metabolisme karbohidrat yang cenderung menjadi penyebab utama dari efek defek sekresi insulin yang ada. Untuk menurunkan kadar glukosa diperlukan kepatuhan tinggi oleh pasien. Tujuan: tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum OHO (obat hipoglikemik oral) dengan kadar glukosa dalam darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Implementasi pelaksanaan mengutamakan dari metode penelitian non eksperimental kuantitatif di mana menekankan kepada pendekatan deskriptif. Terlebih daripada itu instrumen dari pengumpulan data yang dilakukan ialah berupa kuesioner utamanya dengan implementasi dari MMAS-8, serta lembar observasi pelaksanaan pemeriksaan dari gula darah puasa (GDP). Hingga penentuan sampel yang telah diambil dalam pelaksanaan penelitian ini sejumlah 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Terlebih daripada itu Pemilihan dari analisis yang nantinya akan diterapkan yaitu univariat dan bivariat utamanya melalui ujian spearman. Hasil: Ditemukan temuan yaitu 40 (50%) responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 31 (38,75%) memiliki ranah tingkat kepatuhan yang sedang, serta pada 9 (11,25%) cenderung tingkat kepatuhan rendah. Dalam kesesuaian tersebut menunjukkan temuan yang nyata terdapat keterkaitan yang kuat yang tidak dapat dipisahkan atas hubungan dari tingkat kepatuhan pada kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 dengan P value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Dengan begitu pada pemahaman ini terdapat hubungan antara kepatuhan minum OHO (obat hipoglikemik oral) dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2

Agustin, Putri Agustin

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2023 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

GDA (Blood sugar), or monosaccharide, is the body's main metabolic that produces energy in the form of ATP (Adenosia triphosphate). Exercise gives it enough energy to produce glucose into ATP (Adenosia triphosphate). This study used the elderly group as the research target. The purpose of this study is to identify how to reduce GDA (blood sugar) levels in the elderly in the Surabaya area and to educate elderly people to pay more attention to their blood sugar so that they can avoid blood sugar disease. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data collection and processing technique applied during the research was the deep interview technique. The research sample was taken from a total of 30 elderly people who were interviewed about blood sugar levels. It is known that the behavior of respondents in the knowledge of GDA (blood sugar) can be classified at a fairly good level. The results showed that out of 30 elderly people (100%) showed an increase in knowledge after the delivery of material which initially 10% increased to 90%. From the results of the discussion, it can be concluded that the implementation of sugar level education with its application is in accordance with the objectives. Researchers hope that the results of the study can be developed so that they are useful and feasible to use.

Padilah Putri Nur Janah; Eska Dwi Prajayanti

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia. Type 2 diabetes mellitus is the most common type of diabetes mellitus, accounting for about 90% of all diabetes cases. If not treated immediately can cause damage to the eyes, kidneys, heart disease, hypertension, stroke and even cause gangrene. One of the non-pharmacological treatments is progressive muscle relaxation therapy. Objective: To determine changes in blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus before and after progressive muscle relaxation therapy. Method: Descriptive method with a case study approach to 2 respondents in Jengglong Hamlet, Karanganyar Regency. The duration of giving progressive muscle relaxation therapy to respondents was 20 minutes in the morning and evening for 7 days from 25 May 2023 to 31 May 2023. Results: The blood sugar levels of the two respondents before applying progressive muscle relaxation therapy were 243 mg/dL and 255 mh/dL. After application, blood sugar levels dropped to 167 mg/dL and 221 mg/dL. Conclusion: The application of progressive muscle relaxation is able to reduce blood sugar levels in both type 2 diabetes mellitus patients in Jengglong Hamlet, Karanganyar Regency.

Anisa Yulia Putri Pramesti; Tri Susilowati

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background : The elderly will experience various declines that have an impact on one of the problems in the endocrine system, namely diabetes mellitus. One of the reasons for lack of physical exercise. Data from Riskesdas 2018, the prevalence of diabetes mellitus diagnosed aged 65 to 74 years is 6.03%. Based on data from PKD Mliwis cadres, there were 76 cases of elderly people with DM. One of the recommended physical exercises for diabetic patients is walking. Walking can help muscles absorb blood sugar in the body. Purpose: To find out the results of implementing walking in the elderly on blood sugar levels in Mliwis Village. Method: This type of case study research uses descriptive research methods. Prior to the research, interviews and observations were carried out through observation sheets (pre-test) and after the intervention, results were observed (post-test). Management of diabetes mellitus by walking is given 3 times in 1 week. This therapy is given for 3 days in 30 minutes at one meeting. Results: Obtained an average reduction in sugar levels in the first respondent by 11,6 mg/dl while the second respondent obtained an average decrease of 16 mg/dl. Conclusion: This walking therapy can reduce blood sugar levels in 2 respondents.

Agnes Felicia Lubis; Yudistira Putra

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Blood glucose levels are something that the general population is aware of and should be tested on a regular basis. These regular checks can help to prevent a rise in diabetes, which has the potential to limit productivity; thus, it is critical to know the level of glucose in the community. Griya Putri Ayu Housing Block T1 to better comprehend the implications. The goal Community service is done out  to raise awareness and information about the importance of regulating blood sugar levels in Griya Putri Ayu Housing Society Block T1, Alang-alang Lebar District, Palembang City. Method: Community service is done out by monitoring blood sugar levels using an autochek. The blood sugar levels of 11 participant were examined. The average blood sugar level of Griya Putri Ayu Housing Block T1 occupants is 108.4 mg/dl, with 1 person having diabetes mellitus because blood glucose levels surpass the normal limit of 250 mg/dLDiscussion: Following screening, residents are found to be better educated about blood glucose levels. It is believed that by doing so, Griya Putri Ayu Housing Block T1, Alang-alang Lebar District, Palembang City residents would become more conscious of the need of leading a healthier lifestyle.  

Cici Lahayati; Dodik Hartono; Achmad Kusyairi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with hyperglycemia characteristics that occurs because abnormality of insulin secretion . Diabetes mellitus can cause eye damage . Study this aim to know the correlation of stability of blood sugar levels with decreased visual acuity in type II diabetes mellitus.This study use analytical study design correlation with approach cross sectional. The technique used purposive with 52 respondents who meet the criteria. The analysis of the data used test Chi-Square. The results of study showed that for stability rate sugar blood of 29 respondents are unstable. Decrease in visual acuity of 23 respondents were in moderate category. The results of the chi-square test of the stability of blood sugar levels with decreased visual acuity in Diabetes Mellitus type II obtained p value = 0.00 0 so that the p -value < = 0.05 . The results of this study indicate a relationship between the stability of blood sugar levels with decreased visual acuity.It can be concluded that unstable blood sugar levels can affect the decrease in visual acuity in Diabetes Mellitus. On the contrary, if blood sugar levels are in a stable range, the risk of decreased visual acuity will decrease.  

Rizki Sari Utami Muchtar; Galuh Eka Safitri; Fitri Fitri; Agnes Monika Hartini

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Diabetes mellitus is a metabolic disorder in which the pancreas does not produce enough insulin and is characterized by hyperglycemia. Tests to diagnose diabetes include fasting blood sugar (FBS), random blood sugar (RBS) , blood sugar 2 hours after eating (GD2PP) and glycated hemoglobin (HbA1C). Purple sweet potato is a non-pharmacological therapy that has a high fiber content, low glycemic index carbohydrates. Dietary foods containing antioxidants, including anthocyanins, can protect pancreatic β-cells from glucose-induced oxidative stress. Administration of purple sweet potato extract can protect pancreatic β-cells from the harmful effects of free radicals. Study shows that purple sweet potato have different glucose level according to how the sweet potato being processed which is  boiled, steamed, grilled and fried purple sweet potato, namely 3.30%, 4.92%, 7.72%, and 7.36%, respectively. So it can be concluded that the lowest glucose content was obtained from the boiled purple sweet potato sample. Anthocyanins that found in purple sweet potatoes (Ipomoea batatas poiret) contain substances  that can control blood sugar levels, thus preventing insulin resistance in people with diabetes mellitus. The purpose of this program for the resident of Kavling Senjulung RT 02 RW 09 is to know  about non-pharmacological prevention of diabetes and start applying it to control blood sugar for people with diabetes mellitus. The implementation method was carried out by providing education related to purple sweet potato processing and demonstrating how to process it and perform medical examination including  blood pressure and random blood sugar (RBS) .  

Erida Fadila; Sumarmi Sumarmi; Dwi Rahayu; Sutrisno Sutrisno

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background: Diabetes Mellitus is called the silent killer, because this disease causes various kinds of complaints and can attack all organs of the body. In Southeast Asia, people with Diabetes Mellitus in Indonesia are ranked 3rd with a prevalence of 11.3%. There are four pillars of diabetes mellitus control including physical activity, diet, pharmacological interventions, and education. Of the four pillars, physical activity is the most effective therapy to prevent blood sugar levels from remaining normal. Physical activities recommended for people with Diabetes Mellitus include walking, cycling, gymnastics and jogging. Purpose:  The purpose of this literature review is to determine the effect of non-pharmacological diabetes mellitus therapy on blood sugar levels.Methode: In the search for data sources the article is carried out through the databases Google Scholar, Publish or Perish and Mendeley. Inclusion of study design using Literature Review. Results: The results of the literature review analysis there are 12 journals that ha stated or the alternative hypothesis is accepted. Conclusion:  So it can be concluded that there is an influence of non-pharmacological therapy (diet and physical activity) diabetes mellitus on blood sugar levels. The effect of physical activity therapy on a decrease in blood sugar levels by 66.6%. And the effect of dietary therapy on reducing blood sugar levels by 33.3%. 

Munawaroh, Aisiah; Varda Arianti

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diabetes adalah penyakit metabolisme kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Indonesia salah satu negara dengan angka penderita diabetes tertinggi. Jumlah penderita diabetes di Indonesia tahun 2021 menduduki peringkat kelima dengan jumlah 19,47 juta. Menurut penelitian, kayu manis mengandung senyawa yang berasal dari flavonoid, dengan khasiat merangsang pankreas untuk memproduksi insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa farmasi Hermina tentang pemanfaatan kayu manis sebagai obat diabetes. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 89 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk menilai tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi politeknik kesehatan Hermina tentang penggunaan kayu manis sebagai obat diabetes. Hasil penelitian ini adalah tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Hermina terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu “Baik” 43 responden (48%), “Cukup” 28 responden (32%) dan “Kurang” 18 responden (20%)

Salsabillah Fatimah Aulia Zulfikar; Nimasya Firstaditya Az-Zahra; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kulit tahu, limbah dari produksi tahu, telah menjadi fokus penelitian dalam industri pangan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi nutrisi, komponen bioaktif, dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan. Tinjauan pustaka dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkini mengenai topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit tahu mengandung nutrisi penting seperti protein dengan asam amino esensial, serat pangan, dan lemak sehat. Selain itu, kulit tahu juga mengandung komponen bioaktif seperti isoflavon dan senyawa polifenol yang memiliki efek menguntungkan pada kesehatan manusia, termasuk aktivitas antioksidan, antikanker, antimikroba, dan antiinflamasi. Pemanfaatan kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak kulit tahu dapat digunakan dalam formulasi suplemen makanan untuk meningkatkan kesehatan tulang, mengontrol kadar gula darah, dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk memvalidasi efek ini dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kesimpulannya, pemanfaatan kulit tahu dalam industri pangan dan kesehatan menawarkan potensi yang menarik. Kulit tahu mengandung nutrisi penting dan komponen bioaktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara menyeluruh efek dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan.

Suriani, Suriani; Alhuda, Alhuda; Roslaini, Roslaini

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang Peran perawat sangat signifikan dalam pencegahan penyakit ulkus diabetikum, melalui edukasi tentang bagaimana melakukan pemeriksaan kaki dan kegiatan perlindungan kaki, memberikan pelayanan kesehatan dan skrining pasien dengan risiko tinggi. Tindakan pencegahan ulkus diabetikum dapat diberikan kepada pasien DM melalui konseling kedepannya dari penatalaksanaan awal DM. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan luka kaki pada penderita diabetes militus. Metode Pelaksanaan dengan cara melakukan penyuluhan tentang pencegahan luka kaki diabetikum pada penderita diabetes mellitus. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 Maret 2023di desa Meunasah Panton adapun peserta yang hadir adalah masyarakat yang memiliki penyakit diabetes mellitus berjumlah 37 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan (1)  melakukan pendataan peserta (2) menjelaskan kepada peserta tentang pentingnya mencegah luka kaki yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes militus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan didapatkan nilai rata-rata Pre tes peserta pengabdian masyarakat ? 40 dengan kategori kurang. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan/penyuluhan kepada peserta didapatkan nilai Post tes peserta rata-rata ? 75 dengan kategori baik. Diharapkan kepada peserta setelah penyuluhan ini dilaksanakan masyarakat mampu menerapkan pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetikum.

kurniasari, maria dyah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (CVD), obesitas, dan diabetes tipe 2 (T2D) meningkat secara dramatis di kalangan orang dewasa muda. Asupan kalori yang meningkat sebagian besar berkontribusi terhadap peningkatan tingkat obesitas di antara populasi umum, yang juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan tingkat diabetes. Massa jaringan adiposa yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan resistensi insulin pada penelitian sebelumnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan T2D dan CVD. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga pada tanggal 23 Agustus 2022. Hasil Peserta pengabdian masyarakat ini berusia antara 18 hingga 22 tahun. Sejumlah mahasiswa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiometabolik seperti seperti peningkatan tekanan darah, kelebihan berat badan, dan peningkatan kadar gula darah kapiler. Pemeriksaan kesehatan secara dini pada dewasa muda serta promosi kesehatan sangat dianjurkan.

Anggun Nurul Chasanah; Suyudi Alimun Hakim; Muhammad Farrel Shaumi; Renty Anugerah Mahaji Puteri

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

In this KKN-UMJ 2022 activity, our group took the theme of health in organizing a work program "Increasing Health Awareness in the Community through Checking Tension and Blood Sugar in RT 04 / RW 08 Rempoa Village", in this work program we chose partners in RT 04 / RW 08 Rempoa Village, East Ciputat District, South Tangerang City, because they saw the rise of hypertension and diabetes in the community. The method of implementation carried out in this activity is carried out by offering an examination of blood pressure (tension) and blood sugar then followed by the presentation of material about blood pressure (tension) and blood sugar. After the check was carried out, the test post was given by distributing a questionnaire that tested public knowledge about blood pressure (tension) and blood sugar. After this work program was carried out, there was a significant increase in public knowledge about blood pressure (tension) and blood sugar.