Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 91

Analytics

Restu Gulo; Mei Mesrawati Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Melakukan kekerasan terhadap murid, suka membeda-bedakan status suku dan ras serta melayani dengan motivasi yang salah dengan berfokus pada kepentingan diri sendiri merupakan pelayanan yang dilakukan tanpa kasih. Tujuan dari artikel ini adalah membahas wujud kasih Yesus yang dapat diteladani oleh guru pendidikan agama kristen yang kurang merealisasikan kasih terseut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian wujud kasih Yesus yang perlu diteladani oleh guru agama kristen adalah sebagai berikut: Tidak pilih kasih terhadap murid, peduli dengan murid, kesabaran, suka mengampuni, rela berkorban dan teladan dalam pengajarannya.

Doni A

Jurnal DIKMAS 2023 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kelurahan Barong Tongko merupakan salah satu tempat yang berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kelurahan ini walaupun dikatakan sudah maju, namun masih banyak masyarakat yang tidak mau datang beribadah di gereja dan tidak mau ikut kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Oleh sebab itu penulis bersyukur dengan adanya pelayanan  pengabdian kepada masyarakat, penulis bisa melayani mereka secara jasmani dan rohani, yang bedasarkan kasih Kristus. Penulis bersyukur juga karena masyarakat di kelurahan Barong Tongko mau dibimbing dan mau dilayani untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Memang segala sesuatu maslah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan bersama Tuhan Yesus, asalkan kita mau melakukan, berusaha dan berdoa.

Arieli Harefa

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Filsafat mengambil bagian penting dalam rasio manusia ribuan tahun yang lalu  dalam sejarah manusia. Dalam perjalanan pelayanan rasul  Paulus filsafat merupakan tantangan yang diperhadapkan dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat kolose. Mencampur baurkan filsafat yang kosong dan palsu terhadap ajaran rasul tentang yesus kristus adalah sebuah problematika iman yang harus segera dicegah supaya iman orang Kristen di kolose tidak tergoncangkan terhadap injil yesus kristus.  Untuk menyelidiki permasalahan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese dan library research. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ajaran filsafat yang beredar pada masa Paulus ketika pelayanan di kolose, serta maknanya bagi orang percaya masa kini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan para ahli mengenai filsafat yang kosong dan palsu dalam jemaat kolose. Penelitian ini diharapkan mampu menyadarkan iman orang percaya terhadap ajaran filsafat yang beredar dizaman sekarang ini.

Hendra Agung Saputra Samaloisa

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tulisan ini mendeskripsikan mengenai signifikansi etika guru Pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan karakter bagi peserta didik dengan menggunakan pendekatan literature. Pentingnya etika bagi guru pendidikan Agama Kristen bukan hanya sekedar mengajarkan tentang pengetahuan, keterampilan, terhadap peserta didik, melainkan mengajarkan tentang bagaimana peserta didik mempunyai karakter yang meonjol dengan iman  kepada sang Juruslamat yaitu Yesus Kristus. Maka dari pada itu untuk menghidupi dan mewujudkan karakter peserta didik guru Pendidikan Agama Kristen terlebih dahulu memahami tentang pengajaran yang hidup di dalam kekristenan yang sesungguhnya di dalam Tuhan.

Emanuel Kristinus Ndruru; Yuliusman Laia

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The teaching profession is generally recognized as a very respectable, noble and noble profession because the purpose of education is to develop a virtuous and competent human personality. PAK teacher professional development takes place with reference to the description of the profession and life of Jesus as an archetype. There is no more perfect model because the Lord Jesus is the Great Teacher and the truth. The example of the Lord Jesus as the Great Teacher is the main reference for the development of the PAK teacher profession. One effective way to explore and improve these skills is through self-assessment. The PAK teacher evaluation form refers to the description of Jesus as the Great Teacher. Thus, teachers must be able to guide students so that they are ready to face real life and can even become role models. In writing, the writer used a qualitative approach and was chosen as the method used in this study. The purpose of this article is for PAK teachers, which refers to professional educators whose main task is to educate, teach, guide, train, and evaluate student learning outcomes.

Linus Syah Putra Gulo; Yeremia Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di dalam Perjanjian Baru, kitab Ibrani adalah salah-satu kitab yang banyak mengutip teks Perjanjian Lama dan menyinggung tentang iman. Bahkan kitab ini sendiri yang mendefenisikan iman. Para penulis Perjanjian Baru lebih cenderung menggunakan versi Ibrani teks masoretik teks, dengan berbaga metode penafsiran tradisi Yahudi kuno. Metode penafsiran, misalnya: historis, preteris, furutis, idealis. Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode kualitaif yang, bentukanya eksegeis. Eksegesis adalah metode untuk menemukan dan memahami pesan dari sang penulis. untuk memahami penggunaan Perjanjian Lama di alam Perjanjian Baru, khususnya tentang teks-teks yang berbicara tentang Eskatologi atau kedatangan Tuhan yang kedua kali. Dari berbagi persepektif masih banyak yag harus digali, mulai daris sisi soteriologinya dan eskatologinya. Tujuan penulisan artikel ini, untuk menjelaskan makna penggunaan kutipan Perjanjian Lama di dalam Perjanjian Baru oleh si penulis dan kaitan-nya dengan iman yang tekun dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Penulis menggambarkan penggunaaan Perjanjian Lama oleh penulis di dalam ayat 10:37-38, kemudian, Penulis akan menguraikan korelasinya dengan iman yang tekun terhadap orang Kristen masa kini dalam hal menantikan kedatangan Kristus yag kedua kalinya.

Septinus Hia

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Agama-agama yang ada di Indonesia memiliki kepercayaan masing-masing. Salah satunya agama Kristen yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang telah menebus dan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga kelompok Kristen yang tidak sependapat dengan pandangan tersebut seperti Saksi Yehuwa. Pengikut Saksi Yehuwa tidak percaya dengan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Kristen pada umumnya. Saksi Yehuwa memiliki cara pandang tersendiri tentang Tuhan bagi mereka hanya ada satu Tuhan yaitu Yehuwa dan Yesus bukanlah Tuhan atau penebus dosa umat manusia melainkan Yesus hanya ciptaan dan hanya menebus dosa Adam saja. Saksi Yehuwa yang dipelopori oleh Charles Taze Russell (pendiri Saksi Yehuwa) mulanya bernama Siswa-Siswa Alkitab yang telah ada sejak tahun 1931. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan Tuhan mana yang disembah oleh Saksi Yehuwa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil yang ditemukan ialah umat Kristen menyembah kepada Tuhan Yesus sebagai Allah yang hidup sedangkan Saksi Yehuwa menyembah pada Allah yang menebus Adam pada masa PL. Kesimpulan: Tuhan yang benar dan hidup yang telah berinkarnasi di dalam Yesus Kristus; yang harus disembah oleh Saksi Yehuwa dan orang Kristen pada umumnya bahkan orang-orang non-Kristen.       

Netty Netty

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Konsep mengerjakan keselamatan itu sangatlah penting karena mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar itu berarti orang percaya lagi menghidupi iman, berjalan sebagai seorang pengikut Kristus, hidup sebagai seorang murid Kristus. Dan berbicara mengenai keselamatan, maka keselamatan merupakan inti berita injil. Karena keselamatan itu adalah anugerah Allah tanpa anugerah Allah maka manusia tidak akan mendapat keselamatan. Keselamatan mencakup seluruh aspek kehidupan kristiani, baik hubungan dengan Allah, maupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Tujuan penelitian ini ialah setiap orang percaya harus mengerjakan keselamatan selama di dunia ini supaya mendapatkan kehidupan yang kekal. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah mengerjakan keselamatan bukan kehendak orang percaya tetapi berdasarkan anugerah dan kehendak-Nya. Kesimpulan: keselamatan kekal mutlak dianugerahkan oleh Yesus Kristus kepada orang percaya yang terus-menerus setia melakukan perintah-Nya sampai mati. Mengerjakan keselamatan sebagai bukti cinta kasih orang percaya kepada Kristus Yesus. 

Junaidi Junaidi

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Surat Paulus kepada jemaat di Roma merupakan surat yang paling unik diantara surat-surat lainnya. Dari keunikan itu bermunculan polemik tentang pokok-pokok pengajaran yang ditulisnya kepada jemaat di Roma menjadi tema yang muktahir diantaranya ialah ‘kebenaran Allah, kebaikan Allah, kedaulatan Allah, kasih karunia (anugerah) Allah, dan hukum Allah.’ Kristus Yesus menjadi sentral pemberitaan merupakan kekuatan Injil tidak terbantahkan oleh siapapun. Kematian Kristus adalah alasan kuat dalam pemberitaannya sekalipun mereka sudah percaya baik dari golongan Yahudi maupun Yunani atau orang bersunat dan tidak bersunat bahkan hukum Taurat tidak dapat diperbandingkan dengan kematian Kristus yang memberi jaminan keselamatan hidup yang kekal. Tujuan penelitian ini ialah dibenarkan, diperdamaikan dan dimerdekakan oleh kematian Kristus Roma 5-8 karena inti berita yang khas sebagai dogma teologi bagi orang yang percaya kepada-Nya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi kualitatif dan analisis deskriptif serta pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ialah menarasikan tentang praktik apologetika karena diperhadapkan pada permasalahan pokok pengajaran iman kepada Yesus Kristus, melainkan umat manusia harus menyadari bahwa Kristus yang diutus oleh Bapa ke dalam  dunia untuk menyelamatkan orang berdosa sebab hanya Allah saja yang dapat menyelamatkan umat-Nya bukan manusia mencari keselamatan dengan berbagai cara yang ditempuhnya.    

Reni Herayani Manik; Sofia Sri Soradinah Wau; Ibelala Gea

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Writing this article is based on the fact that there are still many Christian leaders today who abuse their leadership without seeing the context of their faith in God's love. Therefore the purpose of writing this scientific work is how readers can emulate Jesus' leadership in the Gospel of John, the method used in writing this article is qualitative analysis through literature study by analyzing how Jesus' leadership example is very relevant for today's Christian leadership, which can be taken through books, articles. Bible and journal. The conclusion from the results of this study is that the leadership that Jesus did cannot be denied and doubted for today's Christian leaders, because he proved that he had shown how to be a quality leader even though Jesus himself could master what he wanted but not with Jesus who always humble.

Runa Runa; Marthen Mau; Gianto Gianto

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Skripsi ini membahas tentang upaya guru PAK dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik. Spiritualitas merupakan hubungan pribadi manusia dengan Allah. Spiritualitas peserta didik sangat perlu untuk terus ditingkatkan agar mampu bertumbuh dewasa dalam Yesus Kristus atau dewasa secara rohani. Oleh karena itu perlu adanya upaya guru PAK untuk membimbing peserta didik khususnya yang ada di SDN Manggam, sehingga peserta didik merasa tertolong spiritualnya tetap mengalami perubahan dan peningkatan spiritualitas ke arah yang semakin baik.  Penelitian dan penulisan skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menggunakan teknik pengolahan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan penulisan skripsi ialah supaya ada perubahan dan peningkatan spiritual melalui iman dalam pengenalan akan Allah yang semakin baik dari peserta didik. Dan untuk mencapai hal tersebut, upaya guru pendidikan agama Kristen sangat dibutuhkan dan berperan penting dalam membimbing, mengarahkan, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Rumusan teori hasil penelitian ialah bahwa adanya upaya seorang guru pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik akan membawa peserta didik semakin mengenal Allah sehingga mencapai kedewasaan dalam Yesus Kristus. Kemudian kesimpulan yang didapatkan ialah guru pendidikan agama Kristen harus berupaya untuk meningkatkan spiritual peserta didik yang merupakan tugas utama dari guru pendidikan agama Kristen agar peserta didik menjadi pribadi yang beriman hingga mencapai kedewasaan spiritual yang semakin baik dalam Kristus.

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

“Kepercayaan dan cintakasih” dua kata yang tidak terpisahkan dan sangat penting dalam tulisan-tulisan St. Theresia dari Lisieux karena mengungkapkan inti dari doktrinnya, dan seperti dua “suar” yang menerangi jalan kekudusannya. Bagi St. Theresia kepercayaan dan cintakasih memiliki hubungan yang dinamis. Kepercayaan itulah yang harus menuntun kita pada Cintakasih. Dalam bahasa St. Theresia, kepercayaan dan cintakasih juga merupakan ungkapan khusus yang menandakan harapan dan kasih. Hal ini terlihat ketika ia menafsirkan kidung pujian cintakasih Paulus (1Kor 13) sebagai pewahyuan Cintakasih di dalam hati (jantung) Gereja. Dalam tulisan-tulisannya kata “kepercayaan” itu sesungguhnya berarti harapan teologis yaitu harapan dalam Kerahiman Yesus Sang Penebus yang tak terbatas. Harapan yang pasti untuk menerima dari-Nya karunia keselamatan kekal, atau “Surga”. Inilah cakrawala harapan yang diajarkan St. Theresia dari Lisieux dalam seluruh hidup dan karyanya.

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

Resiana Resiana; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran bapak  sebagai  benteng  keluarga  Katolik  di  Stasi  Santo  Yakobus  Penda Asam. Alasan penulis  mengambil judul ini karena berangat dari sebuah keprihatinan   yang   mendalam   melihat   bahwa   sebagian   bapak   kurang memiliki sebuah tanggung jawab terhadap keluarga. Melalui studi ini diharapkan agar kaum bapak—bapak dapat menyadari peran mereka sebagai benteng keluarga katolik dan dapat menjalankan peran mereka dalam keluarga, serta dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anggota keluarga.   Jenis   penelitian   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan yang didapat 11 informan. Langkah-langkah dalam penelitian meliputi penentuan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran seorang bapak secara umum dalam keluarga Katolik di Stasi Santo Yakobus Penda Asam menunjukan sikap tanggung jawab yang ideal terhadap anggota keluarga mereka masing—masing dengan tetap setiap menjalankan peran mereka sebagai  benteng keluarga katolik  meskipun  tidak semua bapak—bapak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan yang diharapkan. Suka dan duka dalam menjalankan bahtera rumah tangga Katolik  tentu  banyak  namun  tetap  dijalani  dengan  penuh  setia  dan tanggung jawab. Adapun upaya yang dilakukan sebagai benteng keluarga dengan tetap setia terhadap panggilan hidup berkeluarga. Implikasi bagi karya pastoral dan katekese yaitu dapat menambah pengetahuan keluarga Katolik terutama bagi bapak—bapak dalam kehidupan berumah tangga, dengan demikian keluarga Katolik dapat mengikuti suri teladan keluarga Kudus Nazaret Yesus, Maria, dan Santo Yosef.

Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama “Misi Meratus”. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah, Stasi Bernadus Ka’ar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari  1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat Ka’ar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya, Gereja Ka’ar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat Ka’ar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat Ka’ar seluruhnya. Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat Ka’ar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia.

Veronika Pina; Henni Somantik; Markus Amid; Eliantri Putralin

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Tanggung jawab gembala sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang sangat dibutuhkan dalam hidup berjemaat, karena jemaat merupakan bagian dari masyarakat luas yang harus hidup rukun. Tujuan penelitian untuk mendorong gembala Sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat di GSJA Anugerah SP IV Jangkang supaya jemaat tetap hidup dalam kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data dan informasi yang diperoleh kata atau narasi kemudian dapat dideskripsikan, dinarasikan, dan dijelaskan agar maknanya semakin jelas. Sumber data berasal dari para informan yaitu gembala sidang, majelis jemaat, dan anggota jemaat GSJA dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan data dari penelitian ini adalah: (1) Gembala sidang memotivasi jemaat agar hidup rukun; (2) gembala sidang dapat mengunjungi Jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang; (3) gembala sidang mengajar jemaat agar hidup percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; (4) harapan gembala sidang agar seluruh anggota jemaat dapat menguasai diri dari dosa, selalu berdoa, dan mendukung gembala dalam pelayanan. Kesimpulan: gembala sidang GSJA Anugerah SP IV Jangkang telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dalam membimbing dan mengarahkan jemaat berdasarkan pengajaran Yesus Kristus. 

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.

Handri Geradus; Andreas Andreas

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di masa Pandemi setelah pemerintah mengumumkan PSBB semua sektor kegiatan dibatasi secara ketat, tidak hanya kantor-kantor, rumah makan dan toko yang tutup, namun juga tempat ibadah, terutama gereja. Semua umat Kristen di Indonesia mengikuti peraturan itu dengan beribadah  di rumah saja ataupun melalui Daring. Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Apalagi  ketika itu sudah memasuki Tri Hari Suci yang mengenang kesengsaraan  Tuhan Yesus yang didera, disalibkan dan wafat di kayu salib, sebelum akhirnya dipercaya bangkit dan dirayakan pada hari Paskah. Pada masa pandemi, sebagian gereja  memang  masih ada yang tetap dibuka untuk para jemaatnya terutama gereja yang anggota jemaat tidak lebih dari 30-40 orang, dengan protokol yang sangat ketat, yaitu  sebelum memasuki gereja di cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer, harus memakai masker, tidak bersalam-salaman, duduk berjarak kurang lebih 1 sampai 1.5 meter, dan ibadah dipersingkat hanya satu jam dan paling lama satu setengah  jam yang biasanya beribadah selama dua jam. Pada Pandemi di gereja POUK melaksanakan ibadah memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu ibadah secara daring yaitu dengan Live Streaming. Disinilah akan kelihatan apakah jemaat masih memiliki kesetiaan kepada Tuhan ketika ibadah dilaksanakan secara daring atau Live Streaming atau sebaliknya semakin jauh dari Tuhan.                                

Arta Veronika Naibaho

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Gereja adalah komunitas orang percaya yang di hadirkan oleh Tuhan di tengah  dunia ini , yang terus mengembara dalam menghadapi kemajuan dan tantangan zaman teknologi. Maka melalui tantangan teknologi yang terus maju dan berkembang gereja jangan sampai kehilangan jati diri dalam berteologi dan terus mewartakan kebenaran yang hakiki yaitu Yesus Kristus. kemajuan teknologi di zaman saat ini menjadi tantangan bagi setiap gereja yang harus membuka diri dengan perkembangan zaman ini, agar tidak ketinggalan zaman yang maju dan berkembang yang mempunyai dampak positif maupun negative. Dalam situasi saat ini gereja Tuhan haruslah menjadi garam dan terang dan haruslah menjalankan fungsinya. Dan melalui kuasa otoritas Tuhan maka gereja terus menunjukan eksistensinya untuk menjawab tri tugas gereja yaitu; Bersekutu, bersaksi, dan melayani.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Misteri salib Kristus yang menebus dan menyelamatkan semua manusia, dunia, dan alam semesta, kerap disalahmengerti oleh sebagian orang pada zaman mutakhir ini. Mereka mengklaim bahwa tangisan kematian Yesus di atas kayu salib dianggap sebagai ungkapan putus asa, kutukan dan penderitaan orang yang berdosa. Selain itu, mereka berpendapat bahwa dalam peristiwa salib, terjadi keterpisahan dalam misteri Allah Tritunggal. Tentu saja, pernyataan tersebut tidak benar. Sesungguhnya, Allah menyatakan cinta dan kerahiman-Nya yang sempurna dalam peristiwa salib bagi pembaruan hidup seluruh makhluk ciptaan-Nya.