Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 90

Analytics

Nurlatifa Nurlatifa; Hamna Vonny Lasanuddin; Andi Nuraina Sudirman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Menua pada lanjut usia adalah suatu proses dimana setiap Manusia akan mengalami kemunduran baik fingsional dan struktur tubuh. Hipertensi  atau  yang  dikenal  dengan  tekanan  darah  tinggi  merupakan  salah  satu penyakit    tidak    menular    yang    berupa    gangguan    pada   sistem   sirkulasi. Aktivitas  fisik  merupakan  pergerakan  anggota  tubuh  yang  dapat  menyebabkan pengeluaran tenaga untuk pemeliharaan kesehatan fisik dan     mental,     serta mempertahankan  kualitas  hidup  agar  tetap  sehat  dan  bugar  sepanjang  hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup Pada Lansia. Desain penelitian menggunakan descriptif correlation dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 50 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan Aktivitas Fisik tertinggi yaitu Tinggi dengan jumlah 18 responden (36,6%), Aktivitas Fisik Sedang 17 responden dengan (34,0%), dan Aktivitas Fisik rendah 10 responden dengan (30,0%).. Sedangkan Kualitas Hidup tertinggi yaitu Baik dengan jumlah 18 responden (36,6%), Sedang 17 responden dengan (34,0%), Buruk denga jumlah 15 responden (30,0%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,002 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup pada lansia. Sehingga di anjurkan bagi lansia untuk bisa meningkatkan aktivitas fisik agar kualitas hidup lansia cenderung akan meningkat.  

Anas Fadli Wijaya; Rian Anggia Destiawan; Ahdiah Imroatul Muflihah

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penyakit terkait metainflamasi terutama untuk penyakit diabetes melitus, hipertensi dan jantung koroner. Kontributor utama terjadinya penyakit tidak menular terkait metainflamasi adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan pola makan dengan konsumsi lemak dan glukosa berlebih, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Masyarakat dengan resiko tinggi tentunya memerlukan skrining dini dan pengetahuan yang memadai tentang penyakit terkait metainflamasi. Skrining dan peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan oleh tenaga laboratorium dengan pemeriksaan laboratorium dan penyuluhan kesehatan. Tujuan pengabdian masayarakat ini adalah untuk skrining dini serta peningkatan pengetahuan untuk mencegah penyakit terkait meta-inflamasi. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan kolestrol total serta edukasi terkait penyakit meta-inflamasi. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh status kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium serta pengetahuan yang baik tentang penyakit meta-inflamasi.

Ahmad Dyan Kurniawan

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kondisi pandemi COVID-19 tahun selama kurang lebih 2 tahun menjadi pembelajaran bagi Indonesia khususnya di bidang kesehatan. Problematika di bidang kesehatan semakin terlihat jelas di era pandemi COVID-19 ini. Suhu tubuh normal berkisar antar 36,5⁰C - 37,5⁰C dan bila melebihi 38,5⁰C maka ada indikasi terinfeksi covid-19 yang kemudian akan diarahkan untuk isolasi baik mandiri atau di tempat yang telah disediakan. Tujuan adanya ruang isolasi adalah untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular yang bisa mewabah. Ruang isolasi adalah ruangan khusus, orang-orang yang bisa masuk ke ruangan ini juga sangat terbatas. Mengingat di ruang isolasi tidak bisa sembarangan keluar masuk, untuk itu dikembangkanlah sistem monitoring yang mampu memantau beberapa parameter yang dibutuhkan agar ruangan tersebut memenuhi standar operasional prosedur. Salah satunya adalah pengelolaan tata udara yang harus dijaga yaitu suhu ruangan dan kelembapan ruangan. Udara dalam ruangan dan kontaminan dalam ruangan minimal 6x pertukaran udara perjam dengan suhu ruangan 24 - 26 C dan kelembaban relatif 40 - 60%. Berdasarkan permasalahan diatas penulis ingin menerapkan Fuzzy logic metode Mamdani pada sistem monitoring suhu dan kelembapan ruangan pasien isolasi Covid-19 berabsis IOT ( Internet of Things ). Hal ini tentunya sangat membantu berbagai pihak mulai perorangan, hingga lembaga kesehatan utamanya rumah sakit umum. Dari pengujian metode Fuzzy Logic tersebut diambil 10 data yang dibandingkan nilainya dengan Matlab, dapat dihasilkan rata-rata error output PWM sebesar 0.1%. Bedasarkan pengujian metode black box yang dilakukan dapat diketahui tampilan sistem sesuai dengan tampilan yang diharapkan, dengan persentase kesesuaian 100%. Untuk pengujian fungsional dapat diketahui tampilan website dapat berfungsi dengan baik pada browser Opera, Chrome, dan juga Microsoft Edge.

Stefanus Gardino Setyo D; Yohanes Firmansyah; Putri Bennya Aisyah; Murni L Naibaho

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 . Data epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, menyatakan terdapat 4265 orang dewasa dan anak dengan COVID-19 yang dirawat di 55 rumah sakit rujukan COVID-19 selama lima bulan pertama epidemi.Vaksin dianggap sebagai alat untuk pencegahan dari penyakit menular. Vaksinasi anak berkontribusi untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Efikasi vaksin dalam mencegah mortalitas pada anak membuat peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai gambaran cakupan vaksinasi COVID-19 pada pasien anak penderita COVID-19 terkonfirmasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian cross-sectional ini bertujuan untuk melihat proporsi penerima vaksin COVID-19 pada anak yang terkonfirmasi COVID-19. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dengan mengambil data kasus anak COVID-19 dengan rentang usia 6-12 tahun. Berdasarkan hasil data yang didapatkan dari wilayah Kecamatan Cempaka Putih didapatkan bahwa Penelitian terdiri dari 366 responden dengan laki-laki 193 (52,7%) dan perempuan 173 (47,3%) serta rerata usia 9,52 (1,90) tahun. Tanda dan gejala COVID-19 umumnya adalah pilek (54,1%), batuk (57,4%),dan demam (44,2%), namun adapula yang datang tanpa gejala (38,5%). Jumlah anak terkonfirmasi COVID-19 yang belum menerima vaksinasi COVID-19 sebanyak 287 (78,4%) responden.  

Norong perangin-angin; Julwansa Saragih; Lismawati Lismawati

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Individu yang menderita penyakit TB Paru sering merasa tidak berdaya, menolak, merasa bersalah, merasa rendah diri, dan menarik diri dari orang lain karena khawatir penyakit yang diderita menular kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan di Rumah sakit Tentara Tingkat IV Pematang Siantar pada bulan bulan Agustus sampai dengan bulan desember 2022. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi korelasional yang mengkaji hubungan antara variabel. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 15 orang, teknik sampel yang digunakan accidental sampling. Skala ukur yang digunakan adalah skala likert dan cara ukur skala rasio. Tehnik pengolahan data dilakukan secara editing, coding, tabulating dengan tehnik analisa data kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan harga diri. Mayoritas responden yang berada pada kategori dukungan keluarga yang kurang sebanyak 6 orang (40 %), dan minoritas kategori dukungan keluarga yang baik sebanyak 4 orang (26,67 %). Mayoritas responden yang memiliki harga diri terganggu 9 orang (60 %), dan minoritas responden memiliki harga diri tidak terganggu 6 orang (40 %). Dukungan keluarga berhubungan secara positif dengan hubungan yang sedang terhadap harga diri pasien TB Paru r hitung 0,5 dengan nilai r tabel 0,027 dengan α = 0,05 maka r hitung 0,5 > r tabel 0,027 sehingga disimpulkan bahwa hipotesa dapat diterima, artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pasien TB Paru yang dirawat Di Rumah Sakit Tentara Tingkat IV Pematang Siantar. Diharapkan kepada perawat agar melibatkan keluarga pasien aktif dalam memberikan saran dan semangat seperti memberikan reward kepada pasien TB Paru untuk mempercepat penyembuhannya, karena yang paling berperan dalam proses kesembuhannya dan harga diri pasien tidak terganggu adalah keluarga.  

Laury M. Ch. Huwae; Prezto S. A. Dabutar; Glaselaria A. Oeijano; Clifford R. Kundiman; Alia U. Mahua +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

The enhancement number of incident non-infectious disease (PTM) is created through the implementation of non-infectious disease health screening and education presentation, especially for the society of Negeri Latuhalat in productive age and elders. This activity is conducted from house to house or door to door. The method that has been utilized is screening implementation also the presentation of education about the non-infectious disease in the society of Negeri Latuhalat. The steps that have been used during the activity are: planning and preparation, health checkup, also the presentation of education. The result of the screening pursuit towards non-infectious disease obtains average participant with stomach circumference above common, there are 55%, IMT overweight 45%, IMT obesity rate I 15%, hypertension 55%, diabetes 15%, high-uric acid 45%, total cholesterol 45%. Therefore, it is needed to provide education for the society of Negeri Latuhalat in allied with the changes in lifestyle for preventing the enhancement number of non-infectious diseases, particularly in productive age and elders.

Ucu Wandi Somantri; Heny Sasmita

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Non-communicable diseases are non-communicable diseases such as diabetes, cholesterol and gout which are public health problems that cause death for 36 million people out of all deaths in the world. Non-Communicable Diseases can be prevented through early detection and risk control factors of Non-Communicable Diseases. Screening aims at early detection and connecting factors. The risk of non-communicable diseases including diabetes mellitus in students of SMK Bina Warga Pandeglang Regency. Non-Communicable Disease screening is carried out by taking blood vessels at the respondent's fingertips which are then tested with an autocheck device. The examination was carried out on 51 respondents who underwent the examination, consisting of 6 men and 45 women. The results of the examination obtained the respondent's blood glucose level so far (normal 42 people and height 9 people).

Ramli, Rachmat

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. Terdapat proses evaluasi Pre Eksperimen dengan desain One Group Pre Test-Post Test. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 17 – 19 Oktober 2022 lokasi penelitian di Akademi Ilmu Gizi YPAG Makassar. Teknik Pengambilan sampel dengan metode Systematic Random Sampling terdapat 61 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan Penyuluhan Kesehatan terdapat 60 siswa (98.4%) mempunyai pengetahuan baik, dan terdapat 1 siswa (1.6%) yang mempunyai pengetahuan cukup. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test setelah diberikan Penyuluhan Kesehatan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, nilai P Value adalah 0,000 yang menunjukan 61 siswa (100%) responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang penyakit menular seksual yang berarti (P value= 0,000 atau P<0,05). Kesimpulan, bahwa Penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan pada pengetahuan remaja tetang penyakit menular seksual di SMPN 5 Bangkala Kabupaten Jeneponto Tentang Penyakit Menular Seksual.

Jesica Pasaribu; Nurul Hasanah; Fifit Hidayuwati

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Di penghujung tahun 2019, wabah Covid-19 muncul. Di Indonesia, penyebaran Covid-19 pertama kali terjadi pada Maret 2020. Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di Asia, yakni menyentuh 139.682 orang. Kajian kebijakan publik tentang karantina kesehatan di tengah pandemi Covid-19 menjadi penting untuk dilakukan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan tersebut, bagaimana implementasinya, dan efektivitas kebijakan tersebut selama implementasinya. Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif. Dimana penelitian ini akan menggunakan pendekatan studi kasus dan dianalisis secara deskriptif. Kajian menyimpulkan bahwa kebijakan karantina kesehatan terkait wabah penyakit menular diwujudkan melalui beberapa undang-undang dan keputusan kebijakan yaitu Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka percepatan penanganan penyebaran CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19), dan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Pelaksanaan karantina kesehatan yang berlaku meliputi pelaksanaan karantina kesehatan, karantina di pintu masuk negara, karantina di wilayah setempat, dan pembatasan kegiatan sosial berskala besar. Kinerja kebijakan yang dilakukan telah memenuhi urgensi kedaruratan kesehatan. Namun, masih ada tumpang tindih antara pendekatan.  

Nourma Mahse; Nur Azizah; Eva Ratna

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Campak (Measles) dan Rubella (MR) adalah penyakit infeksi menular melaluisaluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.  Puskesmas Jambur lak lak yang paling rendah cakupan imunisasi Measles, Rubella (MR) nya rendah yaitu 3,7%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi Measles, Rubella (MR) di Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020. Jenis Penelitian merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 51 orang dengan teknik total sampling dengan menggunakan Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi MR pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara adalah umur (p=0,006) pendidikan (p=0,332), Sikap (p=0,014), sumber informasi (p=0,084). Variabel yang tidak memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi MR pada balita di wilayah kerja Pusekesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020 adalah pendidikan (p=0,332) dan sumber informasi (p=0,084). Diharapkan kepada tenaga kesehatan Di Puskesmas Jambur Lak Lak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020 untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama keluarga yang memiliki anak usia 9 bulan – 15 tahun secara rutin tentang imunisasi Measles.

Sri Widoretno; Andi Abrianto; Raka Lidra Putra; Fajar Putri Fismawati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Jurnal ini meneliti tentang program kegiatan yang dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi di sebuah wilayah, tepatnya di Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Pada April tahun 2022, Indonesia dihebohkan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya, sehingga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Untuk menunjang kegiatan yang berkaitan dengan cara mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dilakukan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada warga. Memandang permasalahan lain yang terjadi, pada penelitian ini juga dilakukan cek kesehatan secara gratis mulai kalangan anak-anak hingga dewasa guna menunjukan pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cek asam urat, kolesterol dan gula darah dengan diskon 15%. Penelitian ini juga ditujukan sebagai solusi atas salah satu bidang usaha dalam perekonomian nasional yaitu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menanggapi masalah yang terjadi pada UMKM, sosialisasi digital marketing pun diselenggarakan untuk warga. Digital marketing merupakan salah satu teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat, yaitu dengan memanfaatkan sosial media yang dianggap sangat berpotensi dalam mendorong kinerja sebuah bisnis. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai ketahanan ekonomi dan sumber daya manusia melalui program yang dilaksanakan.

Irna Juita; Elfindri Elfindri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi  pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Penderita Hipertensi di Puskesmas Agam Barat Kabupaten Agam. Penelitian ini mengunakan metode penelitian (mixed methods)/Metode pengumpulan data kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 728 orang Puskesmas maninjau dan Puskesmas Lubuk Basung 320 orang menggunakan Purposive sampling. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara, telaah dokumen dan observasi pada informan dan penelitian kuantitatif menggunanakan Analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pendidikan, pengetahuan, kemudahan akses dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posbindu PTM oleh penderita hipertensi. Faktor yang yang paling berpengaruh adalah kemudahan akses. Input SDM sudah cukup dan untuk dari segi kualitas perlu dilakukan pelatihan, pembinaan, Dana sudah cukup dari BOK dan Nagari. Tempat sarana dan prasana yang kurang, proses pelaksanaan Pelaksanaan skrining PTM sudah maksimal seperti penyuluhan, pemeriksaan labor dan ditindak lanjuti jika ada masalah yang ditemukan saat pelaksanaa. Output PTM yang baik dan berkelanjutan belum mencapai target sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal, hal ini terlihat masih adanya masyarakat usia 15-59 tahun belum terskrining dengan baik. advokasi dan koordinasi kepada camat dan wali Nagari untuk membentuk Masyarakat dan Kampung Peduli Hipertensi, ambilance desa, peningkatan promosi kesehatan.

Sofiyati Sofiyati

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular dan tidak bisa  disembuhkan. Virusnya menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan saraf) dan  bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen serta kelumpuhan  pada salah satu tungkai. Menurut argumentasi kesehatan dunia (WHO) Campak  telah melumpuhkan sekitar seribu anak setiap harinya dihampir tiap negara di dunia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan  berapa kali anak harus diimunisasi, termasuk daintaranya imunisasi Campak. Pemberian imunisasi pada bayi dan anak tidak hanya memberi pencegahan penyakit pada anak tersebut tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas karena dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain, oleh karena itu  pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak Indonesia.  Imunisasi Campak adalah tindakan memberi vaksin Campak ( dalam bentuk  oral ) atau dikenal dengan nama oral Campak vaccine ( OPV ) yang bertujuan  memberi kekebalan dari penyakit Campak . Imunisasi Campak ini  diharapkan dapat menekan angka kasus Campak di Indonesia, sehingga  masyarakat perlu dibekali dengan informasi agar pengetahuan mereka tentang  imunisasi Campak ini dapat diimplementasikan khususnya bagi ibu yang mempunyai anak balita.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita  tentang imunisasi Campak di Desa Sutawinangun   Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon       

Yuwono, Nadia Renatha; Yulianto, Sri

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Wabah Covid 2019 adalah penyakit menular serta dapat menyerang organ pernapasan yang sangat mematikan di Negara Tiongkok. Masyarakat Indonesia yang terjangkit virus Covid 2019 ini perlu dilakukan peramalan untuk mengetahui jumlah kasus masyarakat yang terjangkit wabah Covid 2019 pada bulan berikutnya. Dengan menggunakan Metode Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, dan Triple Exponential Smoothing ini kita gunakan pada aplikasi RStudio untuk mengetahui nilai parameter α, β, dan γ kita dapat mengetahui perbandingan dari ketiga metode tersebut. Dari ketiga metode tersebut akan menggunakan parameter nilai α, β, dan γ. Dari ketiga metode tersebut dicari nilai SSE yang terkecil. Dengan mengetahui nilai SSE yang terkecil maka akan di dapatkan hasil peramalan yang lebih akurat. Data yang saya gunakan berjumlah 30 periode. Dengan menggunakan 30 periode kita mendapatkan nilai SSE terkecil 33042318. Dengan nilai tersebut kita mendapatkan nilai coefficient 1179.6161 atau masyarakat yang terjangkit wabah covid 2019 pada hari berikutnya berjumlah 1741 orang. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan untuk setiap masyarakat dapat menjaga kesehatannya dengan cara menjaga kesehatan, kebersihan, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sehingga dapat terhindar dari virus covid-19. Dengan menggunakan Metode Single, Double, Triple Exponential Smoothing kita dapat meramalkan kasus covid-19 di Indonesia selama beberapa bulan kedepan.   Abstract – The 2019 Covid outbreak is an infectious disease and can attack the respiratory organs which is very deadly in China. For the Indonesian people who have been infected with the 2019 Covid virus, forecasting needs to be done to find out the number of community cases infected with the 2019 Covid outbreak in the following month. By using the Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, and Triple Exponential Smoothing methods, we use the RStudio application to determine the value of the parameters α, β, and γ we can find out the comparison of the three methods. Of the three methods will use the parameter values ​​ α, β, and γ. From the three methods, the smallest SSE value is sought. By knowing the smallest SSE value, more accurate forecasting results will be obtained. The data that I use is 30 periods. By using 30 periods, we get the smallest SSE value of 33042318. With this value we get a coefficient value of 1179.6161 or the people who were infected with the 2019 covid outbreak on the next day amounted to 1741 people. With this research, it is hoped that every community can maintain their health by maintaining health, hygiene, and consuming healthy and nutritious food so that they can avoid the Covid-19 virus. By using the Single, Double, Triple Exponential Smoothing method, we can predict COVID-19 cases in Indonesia over the next few months.

Sagitarini, Putu Noviana

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Berbagai masalah seperti kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, serta tertularnya penyakit menular seksual adalah akibat yang ditimbulkan jika remaja tidak mengetahui kesehatan reproduksi. Pelayanan kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk mencegah dan melindungi remaja dari perilaku seksual berisiko serta mempersiapkan remaja untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi pada remaja sehingga angka kejadian penyakit menular seksual atau HIV/ AIDS menurun. Metode: Metode  pemecahan  permasalahan  dalam pengabdian  masyarakat  menggunakan  edukasi  oleh  tenaga  kesehatan  pada  remaja. Mekanisme pelaksanaan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan (pemberian materi kesehatan reproduksi), monitoring dan evaluasi, serta refleksi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Simpulan: Kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga remaja bisa berperilaku yang bertanggungjawab dan mampu menyebarkan informasi ke orang yang ada disekitarnya.

Muhammad Rizal Bayu Wicaksono

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Informed consent atau persetujuan tindakan kedokteran/medis bisa disebut sebagai bentuk komunikasi antara dokter dengan pasien atau keluarga pasien. Selain Informed consent, ada juga surat pernyataan pasien yang lain yaitu “Penolakan Tindakan Kedokteran” atau “Informed Refusal”. Dalam situasi pandemi COVID-19 saat in sering terjadi penolakan dari pasien maupun keluarga terhadap prosedur di fasilitas kesehatan. Pasal 56 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa seseorang tidak berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya bagi penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas. Penolakan protokol kesehatan dalam situasi pandemi ini dapat berpotensi dijatuhi sanksi pidana di beberapa undang-undang dan KUHP.

Juli Evianna

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

More than 1 million sexually transmitted diseases (STDs) occur every day. In one year there are an estimated 357 million new sexually transmitted infections (STIs) worldwide. Sexually Transmitted Diseases are a type of reproductive tract infection (ISR) that is transmitted through sexual contact. This writing aims to determine the relationship between mothers' knowledge and attitudes in preventing sexually transmitted diseases and gonorrhea in Lau Lugur Village, Salapian District, Langkat Regency in 2022. The independent variable is mothers' knowledge and attitudes in preventing sexually transmitted diseases and the dependent variable is Gonorrhea. The type of writing used is analytical observational with a cross sectional approach method. The population was 210 mothers and the sampling method used in this writing was Quota Sampling, taking the number of samples determined by the author, namely 33 mothers. The data used in this writing are primary data through questionnaires and checklists and secondary data obtained from the village head. The statistical test used is the chi-square statistical test α=0.000. The results of the analysis showed that of the 33 respondents there were 3 people (9.1%) who had good knowledge, 7 people (21.2%) who had sufficient knowledge. And 23 people (69.7%) had less knowledge. The chi-square statistical results showed that the knowledge value was p=0.000 and the attitude value was p=0.000< α=0.05, which means there is a relationship between mother's knowledge and attitude in preventing sexually transmitted diseases and gonorrhea. It is hoped that mothers in Lau Lugur Village, Salapian District, Regency Steps to increase knowledge about gonorrhea and attitudes towards preventing gonorrhea.

Agus Wibowo; Eva Arief

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria pada hidung dan tenggorokan manusia dan pada beberapa kasus menyerang kulit. Difteri tergolong ke dalam penyakit menular mematikan yang dulu pernah hilang dan sekarang muncul kembali, hal ini di sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai imunisasi lanjutan difteri yang seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali,untuk menghilangkan penyakit difteri secara keseluruhan. Fakta di lapangan banyak masyarakat yang memahami kegunaan dari imunisasi, namun masyarakat masih enggan untuk melakukan imunisasi mandiri. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang di dapat dari penyakit difteri. Keluarga merupakan sebuah sitem terbuka dimana anggota-anggotanya merupakan subsistem. Dukungan adalah sebuah support dan kekuatan di dalam anak untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit difteri. Mendasari asuhan yang berpusat pada keluarga, yaitu fasilitasi keterlibatan orang tua dalam perawatan dan peningkatan kemampuan keluarga (ibu) merawat anaknya.

Rahmanti, Ainnur; Mimin Indah L

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Background The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a program launched by the Ministry of Health to reduce the main risks of communicable and non-communicable diseases (PTM), especially through nutritional interventions for the first 1000 days of life, improving balanced nutrition consumption patterns for the whole family, increasing regular and measurable physical activity. , improve a healthy lifestyle, improve a healthy environment and reduce cigarette and alcohol consumption. Purpose is to improve the health status of the community through early detection of non-communicable diseases (DD-PTM), especially those with diabetes mellitus. Method begins with interviews with health cadres in the Bulustalan village area, followed by early detection programs and fitness exercises. Results:. Result The health checks carried out were anthropometric measurements in the form of height, weight, abdominal circumference, blood pressure measurements and temporary blood sugar measurements. Of the 50 residents who participated in the DD-PTM implementation, as many as 24% of the residents (12 people) just found out that they had pre-diabetes mellitus, 16% (8 people) already knew that they had hypertension and diabetes mellitus, as many as 6% (3 people) ) had an abdominal circumference of more than 100 cm, 54% (27 people) were in good health. Conclusion: Early detection of non-communicable diseases is very important to prevent further complications. Keywords: 

Kristine Dareda; Berthina H. Korah

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Berdasarkan hasil survey awal yanag dilakukan di SMK V Manado diketahui bahwa setiap tahunnya terjadi peningkatan angka drop out dikarenakan beberapa faktor diantaranya pergaulan bebas, dan hamil diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas inovasi metode edukasi  remaja  dalam upaya preventif  penyakit menular seksual ( pms ) /infeksi menular seksual (ims) di SMK V Manado. Metode yang digunakan yaitu pra experimental designs dengan pendekatan rancangan two group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner, selanjutnya diolah menggunakan SPSS dengan uji Statistik yaitu T-Berpasangan. Hasil dalam penelitian yaitu pada metode edukasi secara langsung nilai p=0.005 dan pada metode edukasi menggunakan media internet (whatsapp) nilai p=0.001. Kesimpulan edukasi secara langsung atau menggunakan media internet (whatsapp) masih efektif dilaksanakan.