Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 61-80 of 87

Analytics

Apriani, Desak Gede Yenny; Putri, Desak Made Firsia Sastra; Supartha, I Gede Nyoman Ardi; Febriani, Ni Putu Ayu Dina

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: One important aspect of the development process is gross motor development, namely body movements using large muscles. Gross motor skills are the ability to move various parts of the body that involve the activity of the large muscles on command and regulate body movements against various influences from outside and from within the body. Interviews conducted by researchers with 10 mothers who had children aged 1-3 years found seven mothers who said they did not provide stimulation to their children, such as not inviting their children to play because they had to work, not teaching children how to stand or learn to walk according to the child's age. Purpose: The purpose of this study was to find out the description of gross motor skills in toddlers (1-3 years old) in the Working Area of the Tabanan III Health Center. Methods: This research is a descriptive analytic study using a cross-sectional approach. Respondents were selected based on purposive sampling, namely all mothers who had children aged 1-3 years at the Posyandu, Tabanan III Health Center, as many as 83 people using an observation sheet. Results: This study shows that the description of gross motor skills development in the Posyandu Work Area of the Tabanan III Health Center is in the normal category as many as 57 respondents (68.7%) while those in the abnormal category are as many as 26 respondents (31.3%). It was also found that most of the mothers were >30 years old, most of the mothers had graduate education, and most of the children were male. Conclusion: Gross motor development skills in toddlers (age 1-3 years) in the Posyandu Working Area of the Tabanan III Health Center are in the normal category  

Ayu Wulansari; Ika Wulandari; Debby Febrianti

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi pelatihan kepada siswa-siswi SMK untuk memperdalam pemahaman dan menambah wawasan mengenai perpajakan sehingga bisa menambah keterampilan yang dimiliki. Program dari SMK adalah mempersiapkan calon lulusan yang siap untuk bekerja. Namun lulusan SMK masih menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi. Tim pengabdian kami memilih SMKN 1 Pemalang sebagai lokasi pelatihan yang dilaksanakan pada 06 November 2021 sampai dengan 11 Desember 2021, yang akan dibagi menjadi enam kali pertemuan setiap hari Sabtu. Metode yang dilakukan yaitu pelatihan dengan tiga tahap. Tahap yang pertama adalah persiapan, tahap selanjutnya pelatihan dan tahap yang terakhir adalah evaluasi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini yaitu memperdalam pengetahuan mengenai perpajakan dan bisa mempraktikannya langsung melalui soal kasus yang diberikan. Pelatihan ini akan menambah keterampilan mengenai perpajakan yang nantinya bisa digunakan dalam dunia kerja.

Uci Pramida; Dety Mulyanti

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan memerlukan kinerja karyawan yang optimal dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keterampilan, pengetahuan, motivasi, dan lingkungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi peningkatan kinerja karyawan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yaitu dengan melakukan tinjauan terhadap artikel, jurnal, dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan di rumah sakit, antara lain pelatihan dan pengembangan karyawan, pemberian insentif dan reward, peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar departemen, serta peningkatan kualitas lingkungan kerja. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa strategi pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan strategi yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan di rumah sakit. Pelatihan dan pengembangan karyawan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien. Selain itu, pemberian insentif dan reward juga dapat meningkatkan motivasi karyawan, sehingga mereka lebih termotivasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Kesimpulannya, strategi peningkatan kinerja karyawan di rumah sakit perlu diimplementasikan secara efektif dan terencana, dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari strategi tersebut. Dalam jangka panjang, strategi tersebut dapat meningkatkan kinerja karyawan, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit dan memberikan kepuasan kepada pasien.  

Setyaningsih, Agus; Zulliati, Zulliati; Hidayah, Nurul

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

One of the causes of MMR and AKB in Indonesia mostly occurs due to hypertension (25%). Prevention of preeclampsia is by screening pre-eclampsia in pregnant women at >20 weeks gestation. The role of cadres is very important in helping midwives to detect high-risk pregnant women. The purpose of the study was to determine the effectiveness of health education on the use of pre-eclampsia screening on cadre skills in detecting high-risk pregnant women in posyandu working areas of Tanta Health Center. This research method includes experimental research using pre-experimental designs type Pretes-Posttest Design. The population is posyandu cadres for pregnant women and toddlers in the Tanta Health Center work area as many as 80 people with sampling techniques with Quota Sampling as many as 40 respondents. The data analysis technique uses the Wilcoxon signed Rank test. The results showed that there was a difference between cadres' skills in detecting high-risk pregnant women before and after health education about the use of pre-eclampsia screening.

Musdiansyah putra; Siti Aisyah

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Di negara indonesia ini, permasalahan ketenagakerjaan ini memiliki berbagai permasalahan, di antaranya ialah kepercayaan diri yang kurang, kualitas tenaga kerja yang rendah serta lapangan pekerjaan yang sulit hingga berimplikasi terhadap krisis global. Namun, tidak melibatkan upaya pengembangan sumber daya manusia yang bertalenta dan berdaya saing di tengah permasalahan yang kompleks. Kondisi kondisi kerja di Indonesia tentunya akan semakin memburuk. Dengan demikian, segala bidang perlu pembenahan diri baik dari segi kualitas maupun kuantitas pekerjaan, salah satunya adalah bidang teknologi las. UPT Praktek Kerja Kabupaten Deli Serdang, sebagai instansi pemerintah yang mengadakan beberapa jenis pelatihan,  yang di antaranya ialah berupa teknik pengelasan, yang mana ini dianggap akan dapat menyebabkan proses dalam mengembangkan sektor ketenagakerjaan ini semakin cepat. Penelitian ini tujuannya ialah agar dapat mengetahui pelaksanan dari pelatihan untuk keterampilan dari las listrik untuk menaikkan persaingan dan kapasitas dari para tenaga kerja tersebut. Jenis penelitian ini terintegrasi secara kualitatif dan kuantitatif. Topik penelitian sebanyak 10 responden, terdiri dari 10 peserta pelatihan. Observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi sebagai sarana pengumpulan data, dan data yang terkumpul ini dilakukan pengolahan dan penganalisisan dengan mempergunakan rumus koefisien korelasi product-moment. Hasil survey menunjukkan bahwa pelatihan las memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas tenaga kerja masyarakat dalam peningkatan kualitas tenaga kerja masyarakat di Balai Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Kabupaten Deli Serdang.

Kadir, Abdul; Syaukani, Muhammad; Zulfadhilah, Muhammad; Mambang, Mambang; Prasetya, Septyan Eka

Dinamik 2023 Universitas Stikubank

Penghargaan terhadap kinerja perawat memerlukan pengakuan sebagai penghargaan perbaik perawat di RSUD Balangan. Namun, evaluasi kinerja perawat RSUD Balangan dilakukan secara subjektif, yang menimbulkan masalah bagi organisasi karena evaluasi subjektif sering dianggap terlalu sederhana dalam merepresentasikan kemampuan sebenarnya dari seorang perawat. Perlu ada semacam aplikasi pendukung keputusan untuk membantu menghindari evaluasi subjektif (DSS). Penelitian ini menggunakan sepuluh kriteria, masing-masing dengan sub-kriterianya sendiri untuk memilih pengasuh terbaik, termasuk pengetahuan, kemampuan kerja, tanggung jawab pribadi, disiplin, keterampilan komunikasi, inisiatif, kerja tim, akuntabilitas, dan kecerdasan manajemen. Kriteria ini disempurnakan menggunakan metode Profile Matching. Temuan penelitian ini menyarankan bahwa DSS dengan metode Profile Matching dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam memilih layanan terbaik untuk RSUD Balangan. Kesulitan dengan penelitian termasuk menggunakan kriteria yang tidak konsisten untuk menentukan faktor penelitian mana yang digunakan dan faktor penelitian mana yang digunakan untuk menjelaskan rangkaian hasil pertama. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan hibrida atau tidak.

Mesi Dewi Wanti; Salmi Wati; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi Afrinaldi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang satu kelompok dengan memperhatikan keheterogenan kelompok, berkerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1 SMK Negeri 1 Koto Baru serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw di kelas XI Multi 1, wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas XI Multi 1 serta  dokumentasi seperti RPP. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengembangan yang diterapkan kurang sesuai dengan teori yang telah dijabarkan oleh Rusman seperti guru membagi kelompok dengan cara berhitung yang membuat kelompok kurang heterogen yang mana salah satu ciri khas kooperatif adalah kelompok yang berbentuk heterogen, lalu di dalam kelompok ada yang beranggota 6 orang yang disebab kan oleh kondisi atau jumlah siswa yang berlebih. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, setelah persentasi guru mengevaluasi dengan memberikan tugas latihan secara individu dan selesai mengerjakan latihan guru memberikan penjelasan materi yang masih diragukan lalu guru menutup pembelajaran. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw, faktor penghambat yaitu saat penempatan kelompok membutuh kan lebih banyak waktu, siswa kurang serius dalam berdiskusi sehingga membuat anggota kelompok lain terganggu, dan ada juga siswa kurang percaya diri saat berdiskusi. Faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw yaitu memicu siswa lebih aktif serta bebas mengemukakan pendapat saat diskusi, meningkatkan daya ingat siswa, meningkatkan hasil belajar, membuat siswa lebih percaya diri, dan meningkatkan keterampilan kerja sama dalam kelompok saat berdiskusi.

Anis Fatihatul Madaniah; Infadzah Al Shidqi; Torik Mabruri; Sahlani Sahlani; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berpikir adalah aktivitas kebiasaan manusia yang memungkinkan manusia mengatasi keterbatasan nya sehingga manusia dapat mengarahkan dirinya dan tindakannya ke arah yang lebih baik di masa depan. metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penelitian buku, majalah artikel ilmiah yang diperoleh dari media elektronik seperti internet dan google scholar. peran pendidikan karakter dalam membentuk kemampuan befikir kritis generasi muda di Indonesia sangat lah penting untuk dibahas. aspek perilaku yang mentargetkan perubahan adalah perubahan cara berpikir, berperilaku, dan bertindak lebih baik mengembangkan keterampilan inovatif generasi muda. hal ini tidak terlepas dari kesadaran setia negara akan potensi generasi mudanya. untuk meningkatkan kecerdikan dan harmoni teknologi dan industrialisasi dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan soft skill generasi muda di setiap negara memiliki metode dan indikasi yang berbeda. “Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta. dengan mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di tengah masyarakat. keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual”. dunia kerja tidak hanya memprioritaskan pada kemampuan akademik (hard skills) yang tinggi saja, tetapi juga memperhatikan kecakapan dalam hal nilai-nilai yang melekat pada seseorang atau sering dikenal dengan aspek soft skills. oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus meningkatkan keterampilan mereka dan menyadari pentingnya mengembangkan soft skill agar lebih kompetitif baik di tempat kerja, di dunia akademis maupun di dunia lingkungan masyarakat nya.  

Alimatul Fitri Assholekhah; Anisa Fitriani; Sarwono Sarwono; Sidiq Ali Fatoni; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual karena keistimewaannya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sebagai kaum intelektual, tentunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Baik dari Hard skill dan soft skill sebagai keterampilan nilai-nilai spiritualnya. Namun, disamping itu terdapat suatu tantangan ataupun masalah yang seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan, gangguan, ketidakpuasan, atau kesenjangan. Dalam dunia kerja, mahasiswa akan mengalami suatu tantangan dalam proses kuliah dan kerjanya. Mahasiswa harus mampu untuk mengatur dan mengelola waktunya dengan baik. sehingga diantara keduanya dapat berjalan dan tidak mengganggu aktivitas atau kegiatan yang lainya. Maka dari itu pemecahan masalah adalah suatu proses ilmiah seseorang yang melalui sebuah fase dari pemahaman masalah untuk kemudian mencari informasi yang diperlukan untuk diputuskan solusi pemecahannya dan dievaluasi solusinya. Artinya bahwa seseorang yang menghadapi suatu masalah harus mencari sumber informasi dari akar permasalahan tersebut terlebih dahulu. Sehingga seseorang itu akan dengan mudah memutuskan sebuah solusi yang akan dipakainya dalam memecahkan suatu masalah.

Ayi Najmul Hidayat; Toha Konidin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Balai latihan kerja (BLK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan non-formal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejauh mana strategi dan inovasi pembiayaan pendidikan pelatihan kerja di BLK Komunitas Ponpes Al-Aitaam Bandung. Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Ponpes AL-Aitaam Bandung adalah Lembaga pelatihan yang didirikan karena adanya bantuan dari pemerintah melalui Kemenaker pada tahun 2019. Bantuan yang diberikan pemerintah meliputi gedung workshop, peralatan pelatihan, operasional kelembagaan dan program pelatihan serta pelatihan bagi instruktur dan pengelola BLK komunitas. Pada dasarnya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun menyebabkan kurang mandirinya BLK tersebut dalam melaksanakan program pelatihan karena bergantung pada bantuan kegiatan dari pemerintah.Upaya yang harus dilakukan oleh  Balai Latihan Kerja (BLK ) Komunitas Ponpes AL-Aitaam Bandung agar dapat memiliki kemandirian dalam menjalankan program pelatihan tanpa ketergantungan terhadap bantuan pemerintah adalah membuat setrategi, inovasi dan menggali sumber-sumber pembiayaan pelatihan dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada di BLK. Strategi pembiayaan pendidikan di Balai Latihan Kerja (BLK ) Komunitas Ponpes AL-Aitaam Bandung hendaknya mengacu pada jaminan apa yang bisa diberikan satuan pendidikan kepada konsumen. Kalau konsumen merasa mendapatkan kepastian jaminan dengan program-programnya, maka sudah dapat dipastikan konsumen sanggup menanggung biaya yang dibutuhkan. Di sini letak strategis lmbaga diperankan untuk membaca kemauan publik terhadap layanan Balai Latihan Kerja (BLK ) Komunitas Ponpes AL-Aitaam Bandung.    

Peta Murni; M. Sahlan; Yostia Fatma; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Penelitian ini merupakan salah satu tugas pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 3 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Setiap guru yang mengikuti program ini harus melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya perubahan proses pembelajaran pada masa pandemic ini, dimana pembelajaran dilakukan secara daring mengakibatkan berbagai  permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Keterbatasan dalam proses  pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik menurun sehingga banyak diantara peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil  belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dilaksanakan secara Blended Learning (Singkron-Asingkron). Proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan pada tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap  perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian terlihat adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik, ini terlihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan lembar kerja peserta didik. Persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai nilai di atas atau sesuai KKM pada aspek pengetahuan di Siklus I adalah sebesar 75% dan pada siklus II adalah sebesar 88% dan pada siklus III 90 %, dapat dilihat peningkatan presentasi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 13%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar pada aspek keterampilan dapat dilihat dari hasil  belajar pra siklus yaitu sebesar 78% dan pada siklus II adalah 100%, terjadi  peningkatan sebesar 22% untuk hasil belajar aspek keterampilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  

Suci Rahmaida Sihombing; Sukriani Hasibuan; Yuda Mulia Ramadhan Sitepu

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan suatu wadah dimana kegiatan belajar masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan, keterampilan/keahlian, hobi, atau bakatnya yang dikelola dan diselenggarakan sendiri oleh masyarakat sekitar. Salah satu contohnya yaitu sebuah Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Paud Kartini Sidodadi  Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah-masalah pendidikan masyarakat serta kebutuhan akan pendidikan masyarakat, definisi PKBM terus disempurnakan terutama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan lembaga, sasaran, kondisi daerah serta model pengelolaan. Faktor penunjang keberhasilan pengembangan program PKBM di Paud Kartini Sidodadi  Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu meliputi: a) kemampuan mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan masyarakat (warga belajar), b) melayani kebutuhan dan minat warga belajar dalam kegiatan yang bervariasi atau sesuai kebutuhan dan minatnya, c) memobilisasi sumberdaya yang ada di masyarakat, d) membangun kemitraan dan kerjasama secara terbuka secara terbuka dengan berbagai lembaga atau oranisasi, sehingga PKBM mampu mengembangkan berbagai aktivitas pembangunan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan lokal, e) memonitor perkembangan kegiatan serta keberhasilan sehingga dijadikan dasar pengembangan program ke depan, f) mencatat berbagai kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang dikelembagaan  PKBM.

Ayi Najmul Hidayat; Nana Ismelani

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

  Abstrak. Balai Latihan Kerja merupakan gedung yang digunakan sebagai tempat berlatih dan menambah ketrampilan untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja. Pelatihan yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja berguna untuk membekali keterampilan kepada peserta dalam berbagai bidang kejuruan dan memberikan motivasi untuk berusaha mandiri. Balai Latihan Kerja dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pelatihan kerja yang berdedikasi mencetak tenaga kerja yang siap terjun ke dalam dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian Peran BLK Kabupaten Purwakarta dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sudah cukup efektif, hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah alumni BLK Kabupaten Purwakarta yang telah diterima bekerja di perusahaan karena kondisi Purwakarta dengan banyaknya indutri maupun berwirausaha sendiri sesuai bidangnya masing - masing, bahwa dari empat peran BLK Kabupaten Purwakarta semuanya sudah mencapi target walaupun ada beberapa kekurangan dalam hal pengadaan instruktur.   Kata kunci: 

Rudi Purwana; Mariana Mariana; Asrul Asrul; Afina Muharani Syaftriani; Ani Rahmadhani Kaban

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

In this study, English language learning through outbound activities aimed to enhance students' cooperation and communication skills at SMK Negeri 2 Binjai in 2022. The research focused on utilizing outbound activities as a method to improve students' English language proficiency by fostering teamwork and effective communication. The objectives included evaluating the effectiveness of outbound activities in enhancing students' cooperation and communication skills, assessing students' perceptions towards English learning through outbound, and identifying the implications of incorporating outbound activities in English language education. Methods involved observation, interviews, and surveys to gather data on students' participation, perceptions, and learning outcomes. Findings indicated a significant improvement in students' cooperation and communication skills after engaging in outbound activities. The study concludes that incorporating outbound activities in English language learning can effectively promote teamwork, communication, and language proficiency among students.

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.  

Mona Rian Manik; Tetty Lumbantoruan; Hotma Bugis; Sara Widora Purba; Salda May Tantri +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Neonatus adalah Bayi Baru Lahir yang berusia 0 sampai dengan 28 hari WHO (Word Health Organization, 2015).Ciri-ciri bayi baru lahir yang sehat yaitu bayinya bergerak aktif, berat lahir sekitar 2.500 – 4000 gram, memiliki warna kulit yang mencerahkan, segera menangis ketika lahir, memiliki suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5C. Tali pusat merupakan tali penghubung yang memanjang dari umbilicus sampai ke permukaan fetal plasenta. Pada tali pusat terdapat funikulus umbilicalis yang terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilikus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus. Dalam sister kerjanya tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara plasenta dan bagian tubuh janin supaya mendapatkan asupan oksigen, makanan, dan antibody dari ibu. Pada umumnya umbilicus atau tali pusat saat satu minggu setelah bayi lahir dan luka sembuh dalam lima belas hari (Baety, 2011). Tujuan: penelitian untuk memberikan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020.  Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan cara pengambilan primer menggunakan pedoman wawancara terstruktur dan pemeriksaan langsung kepada Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Data disajikan dalam bentuk management helen varney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Asuhann yang tepat diberikan pada by Ny M yaitu memberikan asuhan kebidanan dengan Memberikan ibu penkes PerawatanTali Pusat. Saran:  kepada petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan yang tepat Bayi Baru Lahir tentang Perawatan tali pusat.  

Ayi Najmul Hidayat; Raden Riki Barkah Zulfikar; Muhammad Danil

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu unsur untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas yaitu melalui Pelatihan Kerja, disini dapat diketahui bahwa pelatihan menjadi salah satu faktor yang penting. Pelatihan merupakan bagian dari terciptanya SDM yang berkualitas dengan didesain secara sistematik dalam pengembangan program suatu instansi atau organisasi. Sebuah pelatihan juga harus mempunyai arah atau tujuan yang jelas agar pelatihan sesuai dengan rencana apa yang diharapkan. Untuk dapat melaksanakan pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan dan rencana pelatihan yang diharapkan maka pelatihan disini membutuhkan manajemen pelatihan yang sesuai. Penelitian ini berangkat dari ketertarikan Peneliti atas Manajemen Pelatihan Tenaga Kerja di LPK Bina Gatara Muda Dalam Mengembangkan Produktivitas Masyarakat Garut Utara, karena Manajemen adalah sebuah tonggak dalam pelaksanaan suatu kegiatan dimana keberhasilan suatu kegiatan itu tergantung bagaimana manajemen atau pengelolaan kegiatan tersebut. Pada umumnya Sumber Daya Manusia yang baik akan sangat mempengaruhi sosial dan ekonomi suatu masyarakat yang baik pula. Disini pelatihan kerja menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada diluar sekolah. Memasuki pasar kerja saat ini juga sangatlah ketat persaingannya, dan ini perlu diperhatikan dan tidak bisa dianggap sepele karena bisa menimbulkan masalah-masalah baru nantinya. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Gatara Muda merupakan salah satu lembaga yang menangani masalah pelatihan kerja bagi para pencari kerja di wilayah Garut Utara, itu telah berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan dan kualitas Sumber Daya Manusia lewat pelatihan guna ke depan mampu bersaing dalam memasuki dunia pasar kerja Untuk penyelenggaraan programnya LPK Bina Gatara Muda perlu memiliki manajemen pengelolaan yang baik supaya hasil dari penyelenggaraan programnya sesuai dengan yang diharapkan dan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat yang ada di wilayah Garut utara. Oleh karena itu peneliti ingin menggali informasi dan temuan hasil penelitian yang berkaitan dengan Manajemen Pelatihan Kerja di LPK Bina Gatara Muda dalam Mengembangkan Produktivitas Masyarakat Wilayah Garut Utara.  

Ike Fitrah Atul Chabibah; Berthina Hermien Korah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Paniki Bawah didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu pelatihan dan penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah yang kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan Posyandu Lima meja dengan sasaran Balita se kecamatan Mapanget. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 5-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja dilanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. hari ke 3 : Pelayanan Posyandu Se Kecamatan Mapanget. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu Kader Mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, Meningkatkan keterampilan bagi kader Posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, Meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.

Noormah Juwita; Nelawati Radjamuda; Ria A.J.Rotinsulu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Kombos didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di laksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja di lanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu kader mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterampilan bagi kader posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.

Widyawati, Ivana Kusum; Prisusanti, Retno Dewi; Ikawati, Fita Rusdian

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang : Setiap orang yang mempunyai komitmen dalam bidang kesehatan dan memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui Pendidikan bidang kesehatan adalah tenaga kesehatan untuk jenis orang tertentu yang perlu diberi wewenang untuk melakukan pekerjaan kesehatan. Pada pembagian tugas pokok masih terdapat ketidakseimbangan karena seluruh petugas yang tidak memandang dari lulusan apapun melakukan tugas rangkap. Metode : Metode yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan jumlah tenaga berdasarkan kebutuhan adalah WISN dan ABK-Kes ini metode terbaru yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan SDMK fasilitas kesehatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tujuan dari perhitungan dengan menggunakan metode WISN dan ABK-Kes yaitu mengetahui kebutuhan tenaga kerja yang mana lebih efisien untuk digunakan di suatu fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja pada Instalasi Rekam Medis. Hasil : Hasil penelitian adalah pada RS Bhirawa Bhakti ada 10 tenaga kerja yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Rekam Medis dibagian depan yang bertugas melayani pasien dan rekam medis bagian belakang yang bertugas mengkoding dan indexing. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian, solusi yang diusulkan adalah diharapkan RS Bhirawa Bhakti menambah jumlah tenaga kerja rekam medis sesuai dengan hasil perhitungan ABK-Kes karena lebih terstandar dan ideal.