Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 681-692 of 692

Analytics

Ikhwani Ikhwani; Supriyatin Supriyatin; Misika Alam

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Abstract. Gout often attacks people over the age of 30, this is because at that age the declining esterogenous levels can cause uric acid levels in the blood to increase. High uric acid levels can be overcome with a variety of treatments including nonpharmacological treatment in the form of giving pineapple juice. Prevention that can be done to keep uric acid levels normal is by limiting purine foods, choosing low-purine foods, avoiding taking drugs, and taking vitamin C supplements including consuming pineapple juice. The purpose of this study was to determine uric acid levels before and after giving pineapple juice and to determine the difference in results before and after giving pineapple juice on uric acid levels in menopausal women. The research method was pre experiment and the method of examining uric acid levels using the POCT method. The population in the study were 25 menopausal women aged 45-55 years in RW 3 Kaliwadas Village, Cirebon Regency. The sample in the study was 22 menopausal women, with the sampling technique using purposive sampling. Data from the examination of uric acid levels before and after the administration of pineapple juice obtained the results of 21 samples that experienced a decrease (95.45%) and 1 sample that experienced an increase (4.45%) with an average uric acid level before 5.6 mg/dL with the highest level of 8.4 mg/dL and the lowest level of 4.7 mg/dL and the average after 5.3 mg/dL with the highest level of 8.4 mg/dL and the lowest level of 3.7 mg/dL. The research data were analyzed using a normality test and paired sample T-test obtained Sig. (2-tailed) 0.000 <0.005. based on this study it can be concluded that there is an influence on uric acid levels before and after being given pineapple juice.

Nurhayati Nurhayati

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The purpose of this study was to analyze the effect of learning creativity and emotional intelligence on economic mathematics learning achievement of students at Stie Ganesah Jakarta. This research is a quantitative survey research with a correlation approach. The respondents in this study were first semester students of the STIE Ganesha Economics study program. The data were obtained by giving the students' learning creativity and emotional intelligence questionnaires. This is evidenced by the value of Sig = 0.011 <0.05 and t count = 2.696. The magnitude of the correlation number is 0.389 with a determination of 0.151. This means that the magnitude of the relationship between X1 and X2 variables to Y is 0.389 with a medium category. The magnitude of the effect of X1, X2 on Y is 15.1% where the variables of learning creativity and emotional intelligence together affect the variable of student achievement in mathematics economics by 15.1% while the rest is influenced by other variables.

Wiwi Rumaolat

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ketidakpatuhan (non-compliance) dan ketidaksepahaman (non-corcondance)  pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang obat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan obat untuk terapinya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Health Education tentang cara penyuntikan insulin pada pasien Diabetes Mellitus diwilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Populasi berjumlah  118 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dengan teknik Purposive Sampling. Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 5,25 dan posttest sebesar 7,80, ini menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 2,55. Dengan demikian, nilai rata-rata pada posttest lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata pada pretest. Dari hasil Uji Paired Sample t-Test menunjukkan bahwa nilai sig. 2 tailed (p-value) sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwa ada efekktifitas Health education tentang Cara  Penyuntikan Insulin pada pasien Diabetes Mellitus. adanya efektifitas Health Education tentang cara penyuntikan insulin pada pasien Diabetes Mellitus diWilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah.

Yustiana Dwirainaningsih

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu, menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada responden untuk mencari data yang berhubungan dengan penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah purposive sampling Karena jumlah populasi yang terbatas yaitu sebanyak 98 responden, maka dalam penelitian ini semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Jadi dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil uji validitas pada penelitian ini seluruh variabel yang meliputi variabel kepercayaan pada atasan (X1), gaya kepemimpinan islam (X2), kinerja SDM (Y1) dan lingkungan kerja (Y2) dinyatakan valid karena nilai Sig(2-tailed) < Alpha 0.005. Hasil pengujian hipotesa 1 mendapatkan bahwa variabel kepercayaan pada atasan ternyata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SDM. Bila melihat nilai sig variabel gaya kepemimpinan Islam mempunyai nilai sebesar 0.001 < 0.05 Yang ini berarti bahwa variabel gaya kepemimpinan islam berpengaruh terhadap kinerja SDM. Dari Tabel Anova diketahui bahwa nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil dari Alpa (0,05). Dari Tabel  Coefficients  diketahui bahwa t hitung untuk kepercayaan pada atasan adalah sebesar   3,623.   Dengan tingkat kesalahan   α= 0,05   dan n=98   diperoleh nilai t Tabel sebesar 1,660, maka berdasarkan hasil perhitungan ternyata t hitung > t Tabel maka Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) ditolak . Ditolaknya hipotesis nol menunjukkan bahwa pada tingkat keyakinan 95% terdapat pengaruh antara kepercayaan pada atasan terhadap gaya kepemimpinan.

Aghus Jamaludin Kharis; Ary Dwi Anjarini; Aria Mulyapradana; Aria Elshifa

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penataan ruang kantor menjadi suatu kebutuhan dari perkantoran saat in, fungsi tata ruang kantor memberikan nilai tambah bagi kelangsungan dalam aktifitas perusahaan yang mampu menjadikan kinerja dan produktivitas yang dihasilkanpun akan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. CV Andromeda Multi Sarana merupakan perusahaan baru dan berkembang dalam penanganan tata ruang kantor  masih tergolong sederhana  dan  terlihat masih banyak  yang harus  diperbaikin  serta kinerja karyawan yang belum optimal sehingga berdampak pada produktivitas kerja yang dihasilkan oleh karyawannya. Secara tidak langsung tujuan perusahaan belum dapat tercapai sesuai dengan keinginan perusahaan. Riset ini untuk mengetahui pengaruh penataan ruang kantor dan kinerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV Andromeda Multi Sarana. Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji t dan f serta analisis regresi. Analisa di riset ini menggunakan program SPSS. Hasil riset ini yakni terdapat pengaruh antara tata letak kantor dengan produktivitas kerja karyawan sebesar t=3,841 dan sig. 0,000 dan ada pengaruh antara kinerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan sebesar t=3,507 dan sig. 0,001. Agar maksimal dalam produktivitas karyawan maka perusahaan perlu memperhatikan standar penempatan jumlah karyawan dengan luas ruang kerja dan kesesuaian jenis pekerjaan serta kerjasama dalam bekerja.

Wismarini, Th. Dwiati; Khristianto, Teguh

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Pemodelan spasial adalah representasi ataupun model spasial dari data yang digunakan danmerupakan penggambaran suatu bagian muka bumi. Pemodelan spasial dapat digunakan untukmenyelesaikan suatu masalah dari dunia nyata dan memodelkannya. Pemodelan ini terdiri dari berbagaivariabel yang dipetakan secara digital dan disesuaikan sistem proyeksi maupun koordinatnya denganmelibatkan aspek resolusi dan sistem klasifikasinya.Maka salah satu sarana bantuan yang sering digunakan untuk melakukan kegiatan dalam rangkamemperoleh gambaran situasi muka bumi atau informasi tentang ruang muka bumi yang diperlukan, yangdapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah yang terdapat dalam ruang muka bumi yangbersangkutan, diperlukanlah Sistem Informasi Geografis (SIG). Kegiatan tersebut merupakan rangkaiankegiatan yang meliputi mengumpulkan, menata, mengolah, menganalisis hingga menyajikan data/faktayang terdapat dalam ruang muka bumi yang kemudian sering disebut sebagai data/fakta geografis/spasial.Terungkap juga bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti mampu menyediakan informasi datageospasial untuk setiap objek di permukaan bumi secara cepat. Sekaligus juga mampu menyediakansistem analisa keruangan yang akurat.Maka dalam penelitian ini, yang mengharapkan dapat menghasilkan suatu visualisasi darizona/daerah rentan banjir di kota Semarang berikut informasi tingkat rentan pada masing-masing zonajuga informasi indikator-indikator banjirnya, dibutuhkan suatu pengolahan data spasial melalui prosesanalisa spasial untuk bisa mengintegrasikan data-data yang dibutuhkan, yang sifatnya lebih dari satu danmerupakan data komprehensif. Adapun proses analisa spasial ini akan mengimplementasikan prosessuperimpose yang dalam SIG dinamakan Overlay. Metode yang akan digunakan dalam Overlay yaitujoin-UNION dan join-INTERSECTION.Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu pemodelan spasial baru yang akan menjadisebuah Peta Tematik Digital dan dinamakan Peta Tematik Zonasi Tingkat Rentan Banjir di KotaSemarang.

Wismarini, Th. Dwiati; Sukur, Muji

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Daerah rentan banjir adalah daerah yang mudah atau mempunyai kecenderungan untuk terlanda banjir. Maka kawasan rentan banjir merupakan kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana banjir. Daerah atau kawasan tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan geomorfologi khususnya aspek morfogenesa, karena kenampakan seperti teras sungai, tanggul alam, dataran banjir, rawa belakang, kipas aluvial, dan delta yang merupakan bentukan banjir yang berulang-ulang yang merupakan bentuk lahan detil yang mempunyai topografi datar, sesuai karakteristik penyebab banjir.Sedangkan tingkat kerentanan banjir dapat ditentukan berdasarkan paramater-parameter yang berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Dari beberapa penelitian mengenai banjir, telah diketahui bahwa kondisi lahan seperti penutup lahan, topografi, dan geomorfologi juga curah hujan, sebagai salah satu unsur iklim yang utama adalah merupakan faktor-faktor berpengaruh dalam menentukan terjadinya banjir di Indonesia.Terungkap juga bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti mampu menyediakan informasi data geospasial untuk setiap objek di permukaan bumi secara cepat. Sekaligus juga mampu menyediakan sistem analisa keruangan yang akurat. Selain itu, siapapun dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengantisipasi dampak bencana baik untuk respon darurat, pemulihan pasca bencana, penetapan strategi mitigasi bencana, ataupun perencanaan pembangunan berkelanjutan.Maka dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan ulasan contoh-contoh parameter, metoda dan tahapan langkah dalam penentuan tingkat kerentanan banjir secara geospasial. Dalam hal ini, parameter rentan banjir yang ditentukan berdasarkan aspek lingkungan, dapat diterapkan untuk data geospasial indikator banjir dan yang nantinya akan dibentuk berupa data yang komprehensif antara data spasial dan atributnya data non spasial. Kemudian penentuan tingkat kerentanan banjir menggunakan metoda Analisis Weighted Scorring dalam perhitungan penentuan tingkatan parameter-parameter rentan banjir dan Analisis Penentuan Tingkat Rentan Banjir, sehingga menghasilkan model klasifikasi tingkat rentan Banjir.Hasil akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu model klasifikasi tingkat rentan banjir yang terlihat implementasinya dalam model data tabel untuk data geospasial tingkat rentan banjir.

Wismarini, Dwiati; Khristianto, Teguh

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Perkembangan Aplikasi SIG tidak hanya secara jumlah namun hingga keanekaragaman jenis aplikasinya juga. Sedangkan pengembangan aplikasi SIG selanjutnya pun mengarah pada aplikasi berbasis WEB, yang lebih dikenal dengan nama WebGIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan aplikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Web-GIS merupakan gabungan antara design grafis pemetaan, peta digital dengan analisa geografis, pemrograman komputer, dan sebuah database yang saling terhubung menjadi satu bagian web design dan web pemetaan. Kebutuhan akan keberadaan serta penyediaan data dan informasi yang lengkap, akurat, cepat dan juga dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya pengelolaan dan pengoptimalan potensi dan pendayagunaan sumber daya wilayah daerah pada kabupaten Grobogan yang mendukung peluang daerah kabupaten Grobogan bagi pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya wilayah tersebut, terutama bagi Matapencaharian penduduk desa, selain juga mendorong minat para calon investor dalam memilih dan memutuskan pilihan berinvestasi, maka dipandang perlu adanya sebuah apikasi SIG berbasis WEB tersebut. Sedangkan Pemodelan Aplikasi berbasis WebGIS untuk Informasi dan data Geospasial Potensi dan Pendayagunaan sumber daya wilayah pada kabupaten Grobogan sebagai upaya pengembangan mata pencaharian penduduk desa, yang dihasilkan dalam penelitian ini, dimaksudkan adalah dalam rangka dapat mendokumentasi, merepresentasi data geospasial potensi dan pendayagunaan sumber daya wilayah kabupaten Grobogan secara komprehensif, sehingga dapat bermanfaat untuk mendistribusi dan mengambil data dan informasi secara online bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan dalam pengambilan keputusan.   Kata kunci : Pemodelan Aplikasi, Sumber Daya Wilayah, Mata Pencaharian, WebGIS

Wismarini, Th.Dwiati; Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Perhitungan debit air dilakukan untuk mengetahui laju aliran puncak pada Sistem Drainase . Metode yang digunakan untuk memperkirakan laju aliran puncak (debit banjir) adalah metode Rasional, dimana metode ini umum dipakai karena sangat simpel dan mudah penggunaannya, namun penggunaannya terbatas untuk DAS-DAS dengan ukuran kecil, yaitu kurang dari 300 ha. Analisis  intensitas seragam dan merata di seluruh DAS selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (tc) DAS.  Beberapa metode untuk memperkirakan laju aliran puncak (debit banjir) , lebih banyak ditentukan oleh ketersediaan data. Data yang digunakan sebagai indikator menentukan wilayah yang berpotensi rawan banjir berdasarkan indikator, Debit Air DAS, Curah Hujan, Topografi,dan  penggunaan lahan. Analisa pada sistem drainase untuk menentukan wilayah yang berpotensi banjir dengan memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografi.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Masyarakat membutuhkan informasi mengenai bank yang dirasa masih kurang di semarang, baik berupa lokasi kantor maupun jenis produk pelayanan yang ditawarkan secara cepat dan akurat. SistemInformasi Geografis (SIG) mampu mengatasi permasalahan ini dengan cara pengguna memasukkan nama bank melalui input pencarian, kemudian sistem akan memberikan informasi yang diinginkan oleh pengguna. Sedangkan SIG berbasis web mampu memberikan informasi secara lengkap kepada nasabah dandapat diakses secara online oleh masyarakat melalui media internet. Penelitian ini merancang suatu aplikasi berbasis SIG yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser yang mampu memberikan informasi mengenai lokasi, jenis-jenis layanan produk jasa yang ditawarkan pada BCA wilayah Semarang.Penelitian ini dimulai dengan memperoleh data-data yaitu data primer dan data sekunder yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan SIG kemudian melakukan rancang bangun SIG danmengimplementasikannya pada suatu web secara keseluruhannya. Perencanaan kebutuhan SIG terdiri dari metode pengumpulan data, data spasial dan data non spasial/atribut. Data spasial berupa lokasi BCA yang ditunjukkan dengan peta kota Semarang dan layer-layer peta yang terdiri dari layer wilayah, layer jalan, layer lokasi dan sebagainya. Sedangkan data non spasial terdiri dari data lokasi dan produk jasa pada kantor BCA wilayah Semarang. Perancangan SIG berbasis web terdiri dari perancangan proses dan perancanganhalaman web. Perancangan proses yang memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi dihasilkan, yang terdiri dari proses pembuatan peta, editing peta dan pembuatan database. Sedangkan perancangan halaman web memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi akan ditampilkan. Implementasi aplikasi SIG ini memerlukan hardware, software dan brainware.

Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi tidak hanya menangani peta atau gambar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan menangani database dalam volume besar. Konsep database merupakan pusat dari SIG dan merupakan perbedaan utama antara SIG dan sistem drafting sederhana atau sistem pemetaan komputer yang hanya dapat memproduksi keluaran berupa grafik yang baik. Pengembangan Database Sistem Informasi yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial , dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan.

Handayani U.N, Dewi; Soelistijadi, R.; Sunardi, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan sistem informasi berbasis computer yang digunakan secara dijital untuk menggambarkan dan menganalisa ciri-ciri geografi yang digambarkan pada permukaan bumi dan kejadian-kejadiannya. Sistem Informasi Geografi menghasilkan aspek data spasial dan data non spasial. Data geografi yang sudah terkomputerisasi berperan penting menemukan perubahan bagaimana menggunakan dan mengetahui informasi tentang bumi. Karakteristik utama sistem informasi geografi adalah kemampuan menganalisis sistem seperti analisa statistik dan overlay yang disebut analisa spasial yaitu dengan menambahkan dimensi ‘ruang (space)’ atau geografi. Analisa Spasial dilakukan dengan mengoverlay dua peta yang kemudian menghasilkan peta baru hasil analisis. Proses Analisa Spasial meliputi kegiatan membuat buffer disekitar titik (point), garis (line) dan area (polygon), menganalisis peta dengan titik, garis dan area dengan proses overlay mengunakan metode intersection, union, identitas, hapus, dan klip. Analisa proximity merupakan analisa geografis yang berbasis pada jarak antar layer menggunakan metode Shortest Path Trace, yaitu menganalisis untuk menemukan jarak terpendek dari dua lokasi menggunakan metode Flood Trace, yaitu mengetahui posisi jarak sebuah titik pada arah yang sama dalam radius tertentu.