Pengaruh strategi pasar internasional yang diadopsi oleh perusahaan ritel PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart) di Indonesia. Dalam studi kasus ini, kami fokus pada industri perdagangan modern untuk menggambarkan bagaimana strategi pasar internasional berkontribusi terhadap pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan. Dari Hasil review mengenai penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pasar internasional yang diterapkan oleh Alfamart memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan dan posisinya di pasar ritel Indonesia. Beberapa strategi yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain ekspansi geografis, diferensiasi produk, penggunaan teknologi informasi, dan kemitraan dengan pemasok lokal. Dan kami juga menemukan bahwa ekspansi geografis menjadi salah satu faktor kunci dalam strategi pasar internasional Alfamart. Dengan membuka toko-toko baru di berbagai daerah di Indonesia, Alfamart berhasil mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas dan meningkatkan kehadirannya di tingkat nasional. Selain itu, diferensiasi produk dan penggunaan teknologi informasi telah membantu Alfamart menarik pelanggan dengan menyediakan produk yang beragam dan meningkatkan efisiensi operasional.Selain itu, kemitraan dengan pemasok lokal juga terbukti berhasil dalam strategi pasar internasional Alfamart. Dengan bekerja sama dengan pemasok lokal, Alfamart dapat menawarkan produk-produk lokal yang relevan dengan preferensi pelanggan di masing-masing daerah. Hal ini tidak hanya meningkatkan hubungan dengan pemasok lokal, tetapi juga memberikan keuntungan kompetitif bagi Alfamart dalam menghadapi pesaing di pasar ritel.Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pasar internasional memiliki dampak positif yang signifikan pada pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan ritel seperti Alfamart. Dalam konteks industri perdagangan modern di Indonesia, strategi tersebut dapat meningkatkan kehadiran pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan ritel lainnya juga dapat mengadopsi strategi serupa untuk mencapai keberhasilan di pasar internasional.
Krisis ekonomi global merupakan suatu peristiwa yang mana keadaan sektor ekonomi pasar dunia mengalami penurunan drastis sehingga mempengaruhi sector-sektor lain di seluruh dunia. Krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat lalu menyebar ke negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia khususnya di kota Surabaya. Dampak yang dirasakan dari krisis ekonomi pada perekonomian di Surabaya yaitu angka inflasi yang tinggi sehingga penyaluran kredit bank lemah akibat masih tingginya cost of fund dan daya beli masyarakat juga akan menurun sehingga terjadi pengurangan belanja investasi dan member dampak pada penurunan PDB, dampak selanjutnya yaitu melemahnya nilai Rupiah berpengaruh pada aktivitas perdagangan ekspor lemah dan turunnya harga komoditas terutama pada sektor industry-industri. Krisis ekonomi tahun 2008 di Indonesia memberikan pengaruh pada perekonomian khususnya di kota Surabaya, akibat dari adanya krisis ekonomi, perekonomian kota Surabaya mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi terutama pada sektor makro ekonomi. Pada masa krisis ekonomi tersebut kota Surabaya mengalami penurunan nilai tukar yang cukup tajam dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian makro seperti kurs / nilai tukar uang, pengangguran, hutang luar negeri, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data dari badan pusat stasistik (BPS), Indonesia mengalami kontransi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020. Hal ini menyebabkan perekonomian mengalami deflasi atau penurunan drastis karena perkembangan ekonomi di Indonesia mempunyai pergerakan yang kurang stabil. Perubahan yang terjadi dipengaruhi adanya pandemi covid-19.Pemerintah indonesia mengeluarkan kebijakan guna mengurangi penyebaran virus covid-19. Namun kebijakan tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah konsumsi rumah tangga. Konsumsi di Indonesia yang tidak terkendali menyebabkan perekonomian mengalami penurunan, untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memulihkan perekonomian, pemerintah melaksanakan kebijakan dan membangun kerjasama dengan masyarakat ataupun pelaku usaha UMKM sebagai peran utama pada pergerakan pemulihan ekonomi Indonesia dan mendorong percepatan efektivitas ekonomi disetiap daerah. (Nainggolan, n.d.)
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah yang tersebar di berbagai daerah seperti minyak dan gas bumi. Sebagai salah satu penyokong terbesar perekonomian negara untuk pembangunan nasional, industri hulu migas berpengaruh terhadap pendapatan negara dan ketenagakerjaan wilayah kerja lapangan migas. Kegiatan hulu migas memberikan kontribusi secara langsung sekitar Rp672 triliun terhadap pendapatan negara. Hal tersebut didukung oleh pemerintah dan pihak terkait melalui pembaruan lifting minyak dan gas bumi pada tahun 2022 dan menghasilkan pencapaian melebihi target dari US$9,95 menjadi US$18,19 untuk penerimaan negara. Ditinjau dari segi ekspor dan impor migas nonmigas, nilai ekspor pada awal 2023 lebih tinggi dari impor, sehingga Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$3,87 miliar. Nilai ekspor yang cukup tinggi didominasi oleh nonmigas. Namun, ekspor migas lebih berpengaruh secara signifikan karena memiliki trend pertumbuhan ekonomi yang stabil. Penyerapan tenaga kerja di wilayah kerja tercatat sebesar 91% dan dipengaruhi oleh faktor investasi migas.
Previous research or relevant research is very important in a research or scientific article. Previous research or relevant research serves to strengthen the theory and phenomena of the relationship or influence between variables. This article reviews the factors that influence cash holding, namely the cash conversion cycle, sales growth and company size, a study of financial management literature. The purpose of writing this article is to build a hypothesis on the influence between variables to be used in further research. The results of this literature review article are: 1) the cash conversion cycle has an effect on cash holding; 2) sales growth affects cash holdings; and 3) company size has an effect on cash holding.
Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan dengan pesat, sehingga anak prasekolah memerlukan optimalisasi perkembangan motorik kasar salah satunya dengan menggunakan senam. Perkembangan motorik merupakan salah satu aspek pertumbuhan anak-anak yang begitu jelas dan terlihat, kadang-kadang kita menerimanya begitu saja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peranan senam irama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kajian pustaka pada sumber-sumber terpercaya seperti artikel jurnal, buku dan semakin banyak kegiatan yang bervariatif dan inovatif maka peluang untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak sehingga dapat berkembang dengan optimal. Implikasi temuan dari tulisan ini memberikan gambaran dari mengembangkan fisik motorik kasar pada anak usia dini melalui olahraga senam senam irama .
this study aims to determine and analyze the effect of capital structure, company growth and dividend policy on firm value in manufacturing sector companies listed on the indonesia stock exchange. The population in this study are all manufacturing sector companies listed on the indonesia stock exchange during the 2017-2021 observation period is 80 companies. The number of samples in this study were 16 companies with a total of 80 observations. Sampling in this study using purposive sampling technique. This study uses secondary data obtained from the indonesian stock exchange website. Methods of data analysis using multiple linear regression and statistical t-test. The results of the study show that, capital structure has a positive and insignificant effect on company value. Company growth has a negative and insignificant effect on company value. Dividend policy has a significant positive effect on company.
This study aims to determine the effect of profitability, liquidity, company growth, company size, and leverage on the bond ratings of companies listed on the IDX for the period 2018 – 2022. The samples used in this study were 9 companies. The sampling method uses purposive sampling method. Sources of data are secondary data in the form of annual financial reports of companies listed on the IDX and Indonesian stock rankings. The data analysis technique in this study used the SPSS version 29.0 application with several kinds of tests, namely the classic assumption test, among others, Multicollinearity Test, Heteroscedasticity Test, Normality Test and partial hypothesis test (t test) and simultaneous test (f test). The results showed that profitability has an effect on bond ratings, liquidity has no effect on bond ratings, company growth has no effect on bond ratings, company size has no effect on bond ratings, and leverage has an effect on bond ratings
Macroeconomics is the study of economic activity in a country. Macroeconomic indicators are inflation, unemployment, and economic growth. The purpose of this study is to see the effect of unemployment and inflation on economic growth in North Sumatra. This study uses the multiple regression method where the data is taken from 1998-2022 per semester. Finally, this study only shows that unemployment has a significant effect on economic growth, while inflation has no significant effect on economic growth.
Poverty is a problem in a complex and multidimensional economy. Therefore it is necessary to find a solution to overcome or at least reduce the level of poverty. This study aims to analyze the effect of the level of economic growth on the level of poverty in the province of North Sumatra. The author uses library research instruments, documentation studies, internet browsing, where the data taken is secondary data from related agencies, especially the Central Bureau of Statistics of North Sumatra, and in analyzing the data using a simple linear regression analysis technique. The results of data processing show that economic growth has a negative and significant effect on poverty rates in the province of North Sumatra.
Teori ini menjelaskan tentang adanya tingkat pengangguran dalam terhadap relevansi tingkat tengan kerja yang mengalami sebuah wacana dalam pemberdayaan masyarakat yang menimbulkan jumlah penduduk miskin terbanyak dalam mengatasi adanya pemberataskan kemiskinan dalam relevasi tenaga kerja ini sebagai tingkat pertumbuhan dalam membangun manusia dalam makro ekonomi yang cukup kuat selama lebih dari satu dekade ini secara berlahan telah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Namun, dengan kira-kira dua juta penduduk Indonesia yang tiap tahunnya terjun ke dunia kerja, adalah tantangan yang sangat besar buat pemerintah Indonesia untuk menstimulasi penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah; pengangguran muda (kebanyakan adalah mereka yang baru lulus kuliah) adalah salah satu kekhawatiran utama dan butuh adanya tindakan yang cepat. Dengan jumlah total penduduk di Indonesia dalam terjadinya permasalahan perekonomian menjadi salah satu permasalahan yang sensitif dalam kehidupan masyarakat, karena dengan adanya gangguan dalam perekonomian secara otomatis masyarakat merasakan kesulitan dalam menjalankan kehidupan serta akan berdampak atau memicu permasalahan lainnya, seperti kesehatan, sosial dan lain sebagainya. Dengan demikian, masyarakat memprioritaskan memenuhi kebutuhan primer kemudian kebutuhan sekunder dengan menggunakan prinsip berbasis ilmu ekonomi. Isu-isu penting (yang merupakan tanggung jawab pemerintah) adalah penguatan sumber daya manusia Indonesia (sumber daya manusia mengacu pada pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan seorang karyawan). Ini berarti bahwa investor lebih suka berinvestasi di negara lain (di mana kualitas pekerja lebih tinggi), sehingga menyebabkan hilangnya peluang dalam hal penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Limbah organik dari sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pupuk organik cair (POC). Secara umum pupuk organik cair mengandung unsur hara seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium serta C-Organik yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pupuk organik cair dari limbah organik berupa sisa makanan terhadap pertumbuhan awal tanaman kangkumg darat dan konsentrasi POC yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan awal dari tanaman kangkung darat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memberikan 3 perlakuan berdasarkan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang berbeda, yaitu P1= 50%, P2= 75%, P3= 100%. Penelitian dilakukan selama 1-2 bulan. Hasil penelitian pada perbandingan kosentrasi pupuk organik cair (POC) memperlihatkan terdapat beda signifikan terhadap pertumbuhan kangkung darat, yaitu pada tinggi batang, lebar daun dan panjang daun yang diberi perlakuan tidak sama. Perlakuan paling tepat yaitu perlakuan P1 dengan jumlah konsentrasi pupuk organik cair (POC) sebesar 50% (9,52 ml POC + 191,48 ml air) dengan hasil pengukuran tinggi batang 17,5 cm, lebar daun 1,1 cm, dan panjang daun 3,4 cm.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh industri kecil terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Malang. Melihat dari segi geografis, wilayah tersebut dekat dari bahan baku untuk industri. Hasil analisis menunjukkan pengaruh industri kecil terhadap pertumbuhan ekonomi ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan PDRB Kabupaten Malang naik stabil di setiap tahunnya dari periode 2010 sebesar 41.342.862,10 menjadi 64.819.044,55 di tahun 2018 salah satunya akibat berkembangnya industri kecil yang ada. Pertumbuhan industri kecil ini dapat dilihat dari bertambahnya unit usaha industri kecil hingga di angka 1.527 di tahun 2018. Dengan banyaknya usaha industri kecil tersebut maka berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja dan nilai investasi sebagai modal yang juga bertambah untuk mendapatkan produktivitas yang lebih besar. Dari faktor-faktor tersebut berdampak pada pengaruh industri kecil terhadap PDRB Kabupaten Malang yang terus bertambah secara signifikan.
Analisis kinerja keuangan desa dengan menggunakan rasio keuangan daerah menjadi sangat relevan dalam mengidentifikasi masalah keuangan, melihat kinerja desa, serta langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan Desa Sarimekar menggunakan rasio keuangan daerah yang telah terstandarisasi. Dengan menggunakan rasio keuangan daerah, peneliti akan mengevaluasi tingkat kemandirian keuangan desa, efisiensi pengelolaan anggaran, dan efektivitas dana desa.Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Sarimekar tahun anggaran 2020-2022. Rasio keuangan daerah yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Belanja, dan Rasio Pertumbuhan.Dari hasil tabel perhitungan dapat dilihat bahwa rasio kemandirian Desa Sarimekar masih tergolong sangat rendah, Desa Sarimekar pada tahun 2020 sebesar 56,74% dalam hal ini efektivitas Desa Sarimekar tergolong tidak efektif dan pada tahun 2021-2022 rasio efektivitas sebesar 100% dengan kategori efektif, efisiensi Desa Sarimekar tergolong kurang efisien, belanja Desa Sarimekar tergolong kurang maksimal, dan rasio pertumbuhan tergolong kurang maksimal.Rasio Kemandirian sangat rendah dikarenakan belum maksimalnya pendapatan asli desa yang diterima terdapat beberapa sumber pendapatan yang pengelolaannya belum dilaksanakan secara maksimal dan pada tahun 2020 tidak efektif dan pada tahun 2021-2020 efektif karena telah mencapai target, pada setiap tahunnya tidak signifikan karena tidak ada pertumbuhan, pada tahun 2021 mengalami penurunan yang drastis sehingga tidak terjadi pertumbuhan di Desa Sarimekar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja keuangan Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr tahun anggaran 2018 sampai dengan tahun 2021. Perhitungan ini dilakukan dengan memanfaatkan rasio keuangan yang meliputi rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, dan analisis pertumbuhan pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio. Data sekunder yang digunakan dalam analisis ini yaitu Laporan Keuangan dari Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr Tahun 2018-2021. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rasio kemandirian YPYI tahun anggaran 2018-2021 sudah baik, rasio efektivitas menunjukkan sangat efektif, rasio efisiensi menunjukkan kurang efisien, sementara analisis pertumbuhan pendapatan tahun anggaran 2018-2021 menunjukkan ketidakstabilan pada tahun anggaran tersebut.Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan dengan meningkatkan potensi ekonomi daerah, kualitas sumber daya.
The example of faith from parents greatly impacts the firmness of the faith of children when they are adults. Therefore, the purpose of this research is to help parents implement their exemplary faith effectively. For this reason, the researcher examines the exemplary figures of Ayub and Yusuf in setting an example of their faith when they were in a downturn. So that their example can be used as a reference for Christian parents in particular. In addition to the exemplary faith of Bible figures, the author also examines the psychology of child development. This is meant to help parents to be able to provide an example of their faith in accordance with the development of their child so that the example becomes effective and has a significant impact. This research also provides knowledge on how parents implement this example holistically based on Bible knowledge and also the psychology of child development. So that the right ways are known for parents in giving exemplary faith to their children.
The purpose of this research is to ascertain how poverty affects Surabaya's ability to develop economically. In this research, the degree of poverty, economic development, inflation, and unemployment in Surabaya are covered. The data used in this research are quantitative, or provided as numbers, making them first simpler to understand or compare. The data analysis approach in this research involves multiple linear regression to gather data and information, while SPSS22 is used to analyse the data. By employing software to verify the statistical significance of variables, data analysis was completed. The author additionally makes use of secondary data, data collection methods, and the documentation method while gathering and processing information from Surabaya City's Central Statistics Agency (BPS).
This research aims to uncover the role of qualitative factors in driving the economic growth of Indonesia. The factors examined include community empowerment, business development, and the role of the manufacturing sector. Based on literature analysis, previous research, and relevant journals, the findings indicate that these factors have a significant influence in promoting inclusive, sustainable, and positively impactful economic growth for the society. Community empowerment through business development has been proven to enhance income, create job opportunities, and strengthen local-level economic growth. Research also indicates that the manufacturing sector plays a crucial role in generating value-added, absorbing workforce, driving innovation, and developing related sectors.
Transformasi struktural pada sektor industri mengacu pada perubahan fundamental dalam komposisi, organisasi, dan operasi industri sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan perubahan lingkungan bisnis. Konsep transformasi struktural ini melibatkan proses transformasi yang luas dalam struktur industri yang ada, termasuk pergeseran dalam jenis industri yang mendominasi, perubahan dalam rantai pasokan, dan adaptasi terhadap inovasi baru.
Salah satu konsep transformasi struktural yang penting adalah diversifikasi industri. Diversifikasi mengacu pada pengembangan dan ekspansi kegiatan produksi dan bisnis ke sektor-sektor baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas portofolio produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, atau dengan masuk ke industri yang berbeda secara keseluruhan. Diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor atau pasar tertentu, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru untuk perusahaan.