Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model penerapan pendidikan karakter gemar membaca melalui program literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, dan guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter gemar membaca melalui Program Literasi Sekolah di SDN 89 Pekanbaru, SDN 135 Pekanbaru, SDN 17 Pekanbaru, SDN 035 Taraibangun dilaksanakan melalui: 1) Fase pembiasaan yang meliputi pembiasaan membaca selama 10-15 menit dan kegiatan lain yang dapat membangun budaya literasi serta pengondisian lingkungan fisik ramah literasi; 2) Fase pengembangan yang meliputi pengembangan kemampuan literasi melalui berbagai kegiatan non akademis serta pengupayaan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi literat; 3) Fase pembelajaran yang meliputi pelaksanaan pembelajaran menggunakan beragam strategi literasi dan pengupayaan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literat melalui pengembangan keprofesian.
Menghadapi tantangan dan peluang di pasar ini, Indonesia telah mengadopsi berbagai strategi. Fokus utama strategi ini termasuk peningkatan produksi domestik, diversifikasi energi, peningkatan infrastruktur migas, dan kerja sama regional dan internasional. Meskipun telah dilakukan upaya yang signifikan, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti peningkatan efisiensi produksi, mengurangi ketergantungan pada impor migas, peningkatan daya saing global, dan menghadapi perubahan kebijakan. Dalam rangka menghadapi tantangan ini, rekomendasi termasuk peningkatan investasi, perbaikan kebijakan energi, penguatan regulasi perdagangan, dan pengembangan kapasitas pengelolaan sumber daya migas. jurnal ini memberikan wawasan bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor migas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
public health is an important issue that requires serious attention from business people, especially in the food sector. This study aims to explore healthy product development strategies in the context of food entrepreneur business as an innovative approach to improve people's nutritional status. Through a qualitative approach with case studies of several successful food entrepreneurs, this study analyzes the strategies used in the development of healthy products and their implications for improving the nutritional status of the community. The results showed that the selection of high-quality raw materials, the use of modern production technology, creative promotion, and cooperation with related parties are some of the effective strategies in the development of healthy products in the food entrepreneurial business.
Sumbawa Besar Regency is one of the regencies in the West Nusa Tenggara region which has very abundant forestry resources. The forest is used as a business engaged in the extraction of forest products which is processed into various kinds such as Sumbawa oil which is produced in Kelungkung Village, Batulanteh District. The raw materials for making Sumbawa oil are obtained directly from the mountains and forests in the region which are efficacious as traditional medicines. The purpose of this study was to obtain a strategy and determine strategic priorities in the development of the Sumbawa oil agro-industry in Kelungkung Village, Batulanteh District. The stages of this research started with a field study by interviewing Sumbawa oil agro-industry players in Kelungkung Village, Batulanteh District. The analytical method used is SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and the QSPM matrix to obtain strategic priorities. Based on the results of the study, it was found that the position of the Sumbawa oil agro-industry was in quadrant I, namely supporting an aggressive strategy. Furthermore, based on the research results obtained by the QSPM matrix, 9 alternative strategies were obtained, and the prioritized strategy was to maintain and improve product quality according to tradition as a natural medicine that was of interest to consumers.
This study aims to explain the importance of developing teacher professional competence as a key factor in improving student learning outcomes. In the context of education, the teacher's role is not only limited to conveying subject matter, but also involves the ability to plan, implement and evaluate the learning process. In an era of education that continues to develop, teachers must be able to face new challenges that arise, such as technological developments, curriculum changes, and the diverse needs of students. Therefore, teachers need to continue to develop their professional competence in order to meet the increasingly high demands and expectations from society, students, and the education system. The development of teacher professional competence includes various aspects, such as in-depth academic knowledge, effective teaching skills, ability to adapt to change, and a positive professional attitude. Teachers who have good professional competence are able to present a conducive learning environment, facilitate productive interactions between students, and provide constructive feedback. In this study, an analysis was conducted of various methods and strategies for developing teacher professional competence, such as training, supervision, mentoring, and collaboration between teachers. In addition, the factors that influence the success of teacher professional competence development are also discussed, including school leadership support, a conducive work environment, and teacher motivation in self-development. The results of the study show that the development of teacher professional competence has a significant effect on student learning outcomes. Teachers who have good professional competence are able to design interesting lessons, choose strategies that suit the needs of students, and provide effective feedback. This has a positive impact on the involvement of students in learning and increasing their academic achievement.
Penelitian ini menganalisis tentang optimalisasi pengelolaan BUMDes Niagara Desa Wangisagara Kabupaten Bandung dalam pengembangannya yang awalnya Desa Wangisagara termasuk dalam desa tertinggal hingga meraih omset 30 M per tahun. BUMDes didirikan oleh pemerintah desa dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa. Pemerintah Desa Wangisagara dinilai berhasil dalam strategi mengembangkan BUMDes Niagara yang menjadikan Desa Wangisagara menjadi percontohan di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana optimalisasi pengelolaan BUMDes Niagara Desa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan BUMDes Niagara memberikan manfaat bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat desa tidak terlepas dari partisipasi masyarakat desa terhadap jalannya BUMDes Niagara.
Pengembangan kelembagaan, partisipasi dan kemandirian kelompok tani memiliki peranan dan andil yang sangat penting dengan pembangunan peternakan. Tujuan penelitian yaitu:(1) strategi dan upaya memperbaiki manajemen serta merubah pola pikir anggota kelompok tani. (2) menganalisis pengaruh pengembangan kelompok tani yang masih belum terstruktur. (3) mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam menumbuhkan kemandirian dan partisipasi anggota kelompok tani. (4) mengetahui dan menganalisis langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menciptakan hubungan sosial serta komunikasi yang intens. Rumusan masalah dalam penelitian : (1) strategi yang akan dilakukan dalam upaya memperbaiki manajemen serta merubah pola pikir anggota kelompok tani. (2) upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kelompok tani yang masih belum terstruktur. (3) upaya yang dapat dilakukan dalam menumbuhkan kemandirian dan partisipasi anggota kelompok tani. (4) langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menciptakan hubungan sosial serta komunikasi yang intens. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan instrumen pengumpul data meliputi angket, kuesioner dan wawancara. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 155 responden dari anggota kelompok tani.
Selama lebih dari dua tahun, penduduk Indonesia berada dalam situasi yang sangat kritis akibat dampak dari penyakit Corona virus Disease 2019 atau lebih dikenal dengan COVID-19. Minimnya kesadaran masyarakat tentang cara pencegahan COVID-19 menyebabkan masyarakat Indonesia mengalami dampak yang tidak konsisten di berbagai bidang kehidupan. Begitu juga untuk usaha kecil dan menengah yang memiliki banyak pembatasan di tempat mereka selama COVID untuk menjaga kelangsungan bisnis. Salah satu tempat yang terdapat beberapa UMKM adalah pasar LARANGAN SIDOARJO. Banyak pedagang telah memutuskan untuk tutup karena pandemi COVID. Namun setelah melewati adanya pandemi, para pedagang UMKM memulai usahanya dengan strategi baru. Karena di masa new normal, akan banyak perubahan yang terjadi di berbagai bidang, terutama terkait pemasaran di pasar. Namun, di era New Normal ini bisa dijadikan angin segar untuk memulai pengembangan usaha, bahkan saat mereka menyusun strategi baru untuk beradaptasi dengan kondisi yang berlaku atau New Normal. Di era new normal juga banyak pesaing, terutama persaingan dengan perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi resiliensi umkm past COVID terutama pada pasar LARANGAN SIDOARJO. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitaif dengan analisis data, observasi lapangan, dan wawancara.
Development of products and services to the community is the key to success in business ventures. UD. Barokah is a business that is engaged in meeting the primary needs of the community, namely in the form of selling various kinds of products, both in the form of sales of wholesale and retail. Sales have been carried out effectively by utilizing competitive business opportunities with various business plans. In achieving sales targets, UD Barokah carries out various strategies and innovations on an ongoing basis in order to maintain business existence and compete with other entrepreneurs. Efforts to build communication with customers through creating Whatshap groups and services in a timely manner are important keys in attracting and retaining customers.The main objective of this research is to find out the business strategies and innovations implemented by UD Barokah in achieving sales targets. The specific objective of this research is to learn to run a business, find out the factors that influence the development of UD Barokah's business, and make creations and innovations in developing business and market opportunities.
Radya Pustaka Museum is said to be the oldest museum in Indonesia. Radya Pustaka Museum is currently experiencing a setback in terms of tourist visits. This is due to two things, namely; 1. Pull factors or from the museum side, (collection, arrangement, promotion, interior design, interpretation, digitization). 2. Driving factors or from the visitor's side, (motivation drops, shifts in interest, lack of references). This study aims to determine the potential of the Radya Pustaka Museum as a tourist destination, along with efforts to develop the area into an integrated tourist destination. This research was conducted using a qualitative method in the Sriwedari Park area in general and the Radya Pustaka museum in particular. Data collection techniques were carried out by observations, interviews and document studies. Based on the results of data collection, it can be concluded that: (1) the Radya Pustaka Museum has the potential to be used as a cultural tourism destination, (2) a tourism attraction and tourist attraction development strategy is needed, (3) a tourism and regional development strategy is needed as well as good marketing support.
Kalirungkut Village is an area that has various potentials. One of the superior potentials of the village located in Rungkut District, Surabaya is Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Many MSME actors have joined the Kalirungkut MSME Association. Association member products are dominated by food and beverages. In addition, there are several MSMEs selling crafts. On the other hand, running a business is not an easy thing. Many MSME actors are constrained, both internal and external constraints. Based on surveys and observations, the main problem faced by members of the Kalirungkut MSME Association is marketing which is still simple and traditional so that it affects the slow, even stagnant, development of MSMEs. Therefore, the East Java MBKM "Veteran" UPN "Veteran" KKNT Group of 85 took the initiative to organize digital marketing socialization which aims to provide knowledge and skills to market products digitally. This socialization had a positive impact in the form of increasing the awareness of MSME actors to start engaging in digital marketing.
Development of products and services to the community is the key to success in business ventures. UD. Barokah is a business that is engaged in meeting the primary needs of the community, namely in the form of selling various kinds of products, both in the form of sales of wholesale and retail. Sales have been carried out effectively by utilizing competitive business opportunities with various business plans. In achieving sales targets, UD Barokah carries out various strategies and innovations on an ongoing basis in order to maintain business existence and compete with other entrepreneurs. Efforts to build communication with customers through creating Whatshap groups and services in a timely manner are important keys in attracting and retaining customers.The main objective of this research is to find out the business strategies and innovations implemented by UD Barokah in achieving sales targets. The specific objective of this research is to learn to run a business, find out the factors that influence the development of UD Barokah's business, and make creations and innovations in developing business and market opportunities.
Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai dampak dari kebijakan sektor migas di perusahaan Pertamina. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan memahami efek-efek kebijakan tersebut terhadap perusahaan dan berbagai aspek terkait seperti kinerja keuangan, operasional, lingkungan, dan hubungan sosial. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data sekunder, studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan sektor migas memiliki dampak yang signifikan pada perusahaan Pertamina. Dampak tersebut mencakup perubahan dalam pendapatan perusahaan, efisiensi operasional, peningkatan atau penurunan tingkat emisi dan dampak lingkungan lainnya, serta pengaruh terhadap hubungan sosial dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh sebab itu, kesimpulan dari penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dampak-dampak yang dihasilkan oleh kebijakan sektor migas di perusahaan Pertamina, yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan strategi di masa depan.
Micro, Small Enterprises, dUMKM) play an important role in the community's economy, especially in creating jobs and driving economic growth. However, MSMEs often face challenges in dealing with increasingly fierce competition and changes in market trends. In the digital era that continues to develop, the development of digitalization of MSME businesses has become an urgent need to increase their competitiveness. The development of digitalization of MSME businesses opens up great opportunities for business growth and development. By using digital technology and online platforms, MSMEs can expand their market reach and reach potential consumers in various regions. Through digital marketing, MSMEs can promote their products or services more efficiently than traditional methods. In addition, by leveraging digital data and analytics, MSMEs can better understand consumer behavior and optimize their marketing strategies. However, the development of digitalization of MSME businesses also faces several challenges. One of them is limited access and understanding of digital technology. Many SMEs do not have sufficient knowledge or resources to utilize technology effectively. In addition, data security and privacy are important concerns for MSMEs in adopting digitization. MSMEs also have to face increasing competition from large companies that have greater resources to invest in digital technology.
Technological developments are closely related to various types of trade systems in Indonesia, especially in export-import activities. This phenomenon is closely related to the use of technology in technology-based modern SMEs. The development of technology with various existing applications is the right choice because it makes international trade increasingly have a very broad market scope. The paradigm shift in international trade develops through the application of technology so that it is not outdated and looks boring. The export-import activities of an MSMEs require media that makes these MSMEs increasingly known by many people and is increasingly widespread with the development of digital technology
Tourism and the creative economy are sectors that are promising and have a great opportunity to support the economy, so they need to be a top priority. However, the reality is that the development of creative economy-based tourism potential has faced many problems, such as inadequate human resources and even insufficient promotion, so that many domestic and foreign tourists are not aware of the existence of unique and attractive destinations in East Java. Preliminary case studies have been carried out involving 25 communities to analyze the problems that occur in tourism and the creative economy in East Java Province. Based on the results of the study, the development of e-tourism-based promotions is crucial amidst the rise of technological developments. The Vacancy website is an e-tourism-based promotion that can accommodate the needs of tourism and the creative economy in East Java. In addition, promotion is also a major factor in supporting the introduction of creative economy-based tourism. This Vacancy website is able to provide accurate information related to tourism and the creative economy and facilitate accessibility to destinations with the support of various existing features such as recommendations, accommodation, regional culture, and other complete features.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Digital marketing can be a solution to solving problems that have been experienced by MSME actors, namely product marketing problems. Especially in Musir lor Village, Kec. Rejoso, Kab. Ngajuk, East Java Province, where there are several UMKM that have the potential to be developed to become more productive. However, the lack of understanding of digital marketing causes these UMKM to not develop further on a large scale. This is based on the results of observations and the implementation of location surveys in the village of Musir Lor which is a form of research method in the analysis of problems with Musir Lor UMKM owners, namely the lack of awareness of the residents of Musir Lor Village about the importance of Business Identification Numbers, as well as the lack of understanding in increasing business value. or the image of a product to support product quality improvement and increase the interest of potential consumers in an UMKM product. Some UMKM build businesses with minimal knowledge of UMKM business owners causing a lack of knowledge about product brands. Therefore, in branding or rebranding a product, it must be understood that an attractive, unique and easily recognized design is very important. Therefore, several alternative strategies that need to be considered in building a brand are logos that are appropriate to the line of business, banners and business stamps, more attractive and modern packaging designs. In this modern and technological era, it is certainly not far from operating digital applications that must be understood by UMKM business actors as a form of effort to increase the development of an UMKM, such as operating an online marketplace, social media and operating a financial management application to manage finances in a structured manner.
This study aims to determine the strategy for developing the natural tourism potential of Kebon Kopi tourism as a camping ground located in the Sumber Gogor area, Mangirejo Hamlet, Wonosalam Village, Jombang Regency. This research will use qualitative methods, observation, interviews, and literature study. The results of the study indicate that the supporting factors in the Kebon Kopi tourist attraction as a camping ground are very supportive for further development, while the deficiencies that exist need to be considered and handled seriously so as not to hinder the development of Kebon Kopi tourism as a camping ground. In addition, the strategy that needs to be carried out in developing Kebon Kopi tourism objects as camping grounds is the presence of new ideas and collaboration with the government, private sector, and academics.
Community empowerment programs play an important role in improving community welfare and economic empowerment. One form of this program is the collaboration between LMI and YBM PLN to develop a tempeh chips business in Keniten Village. The purpose of this research is to analyze the results and impact of community empowerment programs. This research was conducted using field research methods or field research. The results of the research show that this community empowerment program has succeeded in providing significant social and economic impacts for the people of Keniten Village. The community experienced an increase in income and economic welfare from the tempeh chips business. As a result, recommendations are made to expand market access, improve technicalities- develop more effective marketing strategies. In conclusion, the collaboration between LMI and YBM PLN in the community empowerment program in Keniten Village has had a positive impact on the development of the tempeh chips business and economic community empowerment.