Publication Search

68,793 articles from 593 journals · 1,699 citations tracked

Showing 581-600 of 653

Analytics

Prasta Mahrifatika; Ilham Akbar Darmawan

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penggunaan motor listrik dengan kontaktor sebagai pengendalinya dapat menyebabkan arus (starting) motor melonjak saat start pertama dihidupkan. Dalam perkembangan teknologi, Variable Speed Drive (inverter) berfungsi untuk mengurangi konsumsi energi listrik dalam mengendalikan kecepatan putar motor listrik dengan mengubah prinsip frekuensi inputnya, sehingga dapat memungkinkan upaya penghematan konsumsi energi dan peningkatan produksi terhadap kapasitas pabrik. Penggunaan motor listrik yang fungsinya sebagai penggerak mesin merupakan contoh penggunaan motor listrik yang tidak efisien dan membutuhkan energi yang cukup besar, Selain itu, penggunaan motor listrik masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan mengguakan kontaktor. penggunaan kontaktor dapat menyebabkan arus (starting) motor melonjak saat start pertama dihidupkan. Lonjakan arus start yang cukup besar ini juga berdampak pada pemborosan konsumsi daya. Namun, lonjakan ini dapat di minimalkan dengan memodifikasi teknik pengendaliannya yaitu menggunakan VFD. VFD dapat mengatur lonjakan arus startin sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, yaitu dengan cara mengubabh frekuensinya.    

Arief Tukiman Hendrawijaya; Lutfi Ariefianto; Fuad Hasan

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Upaya peningkatan kesejahteraan petani-peternak dikabupaten jember saat ini merupakan salah satu program pemerintah daerah dengan kepemimpinan Bupati yang baru menjadi hal yang masuk dalam kategori utama dan pertama, maka dari itu pemerintah tidak segan segra mengajak para gabungan kelompok tani dan peternak untuk meningkatkan kualitas produksi. Jika kualitas dan kuantitas produksinya meningkat akan meberikan dampak yang secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan para petani dan peternak khusunya di kabupaten Jember. Dengan berwirausaha di sektor pertanian dan petrnakan akan memberikan edukatisi bagi para generasi muda bahwa mencari pekerjaan itu tidak harus migrasi ke kota besar lainya namun bisa di cipatan sendiri di daerah sendiri denganberbasis pada potensi lokal. Serta memberikan image bahwa melaui sektor ini pemuda bisa menjemput kesuksesan sedini mungkin. Universitas Jember yang siap menjadi BLU bekerja sama dengan Pemda Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (UNEJ), memberikan kesempatan melalui proram pengabdian kemitraan turut menjawab dan kontribusi terhadap permasalahan dalam pemberdayaan masyakat khususnya petani dan petrnak yang tergabung dalam komunitas 2S Farm. Berdasarkan data dan informasi yang didapatkan pada Masyarakat di Desa Ambulu Jember Kelompok Peternak kesulitan pakancberkualitas sehingga produktivitas daging dan susuckambing perah sangat rendah. Pakan ternak hanya didapatkan dari hasil merumput tiap harinya tanpa memperhitungkan kebutuhan ternak., Perrmasalahan-permasalahan yang sering dihadapi peternak dalam budidaya kambing perah yaitu: (1) kualitas pakan yang diberikan masih tergolong rendah dan pakan pakan komersil mahal. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi kualitas dan kualitas bahan baku pakan yang ada terutama dari hijauan rumput dan legum. (2) Pakan alternatif darilimbah pertanian tidak termanfaatkan karena  pengetahuan peternak mengenai pengolahan pakan dan peningkatan gizi pakan terbatas. Keterbatasan alat seperti mesin chopper yang digunakan dalam mencacah (3) Pemeliharaan yang masih tradisional serta biaya produksi yang kurang termonitoring dengan baik maka perlu diambil langkah untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan dan manajemen pakan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Berdasarkan hasil analisis tim pengusul terhadap permasalahan yang dialami mitra, maka pada kegiatan pengabdian tahun ini, tim pengusul merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan mitra. Solusi yang ditawarkan untuk permasalah mitra adalah melalui teori Triple Better Program oleh Patrick Boyle : (1) Informasional melalui penyuluhan kepada mitra tentang potensi limbah pertanian sebagai pakan fermentasi peningkat kualitas dan kuantitas produksi ternak, (2) Institusional melalui Kegiatan Pelatihan Kepada Mitra cara mengolah limbah pertanian menjadi pakan fermentasi yang sesuai dengan kebutuhan ternak, dan Pelatihan dan penyuluhan tentang pengorganisasian kelompok dan manajemen bisnis yang baik dan 3) Developmental  yakni melakukan monitoring tingkat keberdayaan mitra dari segi ekonomi.    

Dariyadi Dariyadi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi masyarakat Buton. Tradisi tersebut adalah posuo yang diberlakukan bagi remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilakukan secara bertahap. Setelah pengumpulan data, kemudian melakukan analisis menggunakan pendekatan Miles dan Haberman. Pendekatan tersebut meliputi pengumpulan data, pemilihan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Simpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi posuo masyarakat Buton adalah nilai pendidikan i’tiqodiyah. Nilai i’tiqodiyah dalam ritual posuo perempuan Buton terlihat pada setiap prosesi yang dilakukan. Mengawali dan mengakhiri prosesi posuo dengan memohonkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran, perlindungan, dan keselamatan terhadap para gadis yang di-suo; nilai amaliyah, dalam rtiual posuo, mengajarkan para gadis untuk taat beribadah kepada Allah SWT, mendidik mereka untuk menjadi perempuan yang mampu menjaga tingkah laku, ucapan, dan membekali mereka ilmu dalam berumah tangga; nilai khulukiyah, merupakan nilai yang mengajarkan etika yang baik bagi perempuan-perempuan dalam prosesi posuo. Pengetahuan tentang khulukiyah bertujuan untuk membersihkan diri para gadis dari perbuatan yang dinilai rendah, lalu menuntun mereka untuk menghiasi diri dengan akhlak baik; nilai duwaliyah, pada puncak acara posuo, pihak keluarga menyajikan aneka hidangan untuk dinikmati para undangan. Undangan yang hadir dari berbagai kalangan, keluarga, kerabat, dan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial. Penyelenggara acara posuo akan berbagi rezeki dengan menajikan aneka hidangan makanan dan minuman kepada para tamu undangan yang hadir.  

Cristhoper Noveno Ambertaso Putra; Muchtadi , Muchtadi; Hartono, Hartono

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research aims to produce learning media for the Ethnomathematics Student Worksheet on Traditional Market Snacks in Pontianak City on the flat-sided building material that reaches the level of validity, practicality, and effectiveness. This study uses a 4D design model, which is modified into 3D, namely define (definition), design (design), development (development), without using the fourth stage, namely disseminate, because this refers to the initial goal of this research is to develop valid, practical and effective media contained in the third step of the development of this model, namely development. The subjects in this study were students of class VIII SMP Suster Pontianak with a total of 20 students. The instruments used in this study were validation sheets, questionnaires, and test questions. Based on the results of the first study, the validation of the Ethnomathematics Student Worksheet with an average value of 84,76% from expert activities was very valid with a very good category. The second is the value of practicality, seen from the value of the questionnaire filled in by the teacher, the percentage is 97% with very practical criteria. to see the effectiveness of the ethnomathematics-based student worksheet learning media compared to the Likert scale index, with a percentage of 81.11% in the very effective criteria.    

Rini Yanti; Muchtadi Muchtadi; Hartono Hartono

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Judul dari penelitian ini adalah Etnomatematika dalam Tradisi Upacara Adat Maruba  di Kerajaan Hulu Ai’k Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. Fokus penelitian ini adalah untuk menemukan 1) Apa saja alat-alat yang digunakan pada tradisi upacara adat maruba yang mengandung unsur matematika? 2) Apa saja aktivitas upacara adat maruba yang mengandung unsur matematika?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif kualitatif! Bentuk penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk menghimpun atau menganalisis data berbagai fenomena-fenomena yang menjadi subjek penelitian di sini peneliti memberikan pertanyaan-peratanyaan dan tes yang terstruktur kemudian data dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk mengetahui kebenaran yang terdapat pada lokasi penelitian. Data dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumen. Hasil penelitian menuajukan bahwa alat-alat tradisional tradisi upacara maruba dikerajaan hulu sungai etis Dayak krio yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah yaitu ketawak/ gerantung, mangkok tanah, kain batik, tempayan, bosi/parang, ancak, piring keramik,pahar, tanduk kerbau, dan kain kuning, adapun materi matematika yang dapat mengunakan alat-alat tradisional tradisi upacara adat maruba di kerajaan hulu sungai etis Dayak krio tersebut adalah, namgun datar, bangun ruang, dan oprasi bilangan bulat. Selanjutnya, ada enam aktivitas yang terdapat didalam tradisi upacara adat maruba dikerajaan hulu aik suku Dayak krio  yang mengandung unsur matematika antara lain aktivitas  duduk gae, begamal betabuh menari maigal, beramu, pencucian benda pusaka, buang sial tolak bala, dan aktivitas timang tanduk sengiang holing rata-rata materi matematika yang termuat adalah materi membilang, mengukur, dan oprasi hitung, penjumlahan dan perkalian.

Dani Manesah; Aji Purnomo

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Judul penelitian ini adalah Analisis Model Budaya Pada Film Dokumenter Kampoeng Kunyit Sutradara Dwi Chita Suci. Film adalah suatu bentuk seni yang mengandung informasi dan hiburan Ini berisi representasi atau makna dari apa yang ditampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan atau memaknai budaya lokal Melayu yang terdapat pada film Kampoeng Kunyit melalui mise en scene yang menampilkan budaya Melayu. Jenis pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif  dan menggunakan analisis isi berdasarkan model budaya Edgar H. Schein. Edgar H. Schein membagi model budaya ini menjadi dua kategori, seperti Budaya Benda dan budaya bukanlah benda. Sementara hasil penelitian ini menunjukkan adanya bahwa pada film documenter Kampong Kunyit Sutradara Dwi Chita Suci   ditemukan adanya representasi dua tanda kebudayaan antara lain: (a) budaya dan seni (b) bahasa (c) kekayaan budaya yang terdiri dari makanan Minuman lokal (papeda dan sopi) dan budaya tak berwujud, yaitu: (a)kepercayaan/ritual tradisional (b) hubungan pribadi.

Afrizal Norcahya Putra; Suparno; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditi hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan sumber pendapatan bagi petani dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengembangan ekonomi pada beberapa wilayah. Indonesia adalah salah satu negara eksportir bawang merah di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi nutrisi POC dan macam media terhadap bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara konsentrasi POC terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara macam media tanam terhadap Pertumbuhan bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan 11 Desember  2021 sampai  5 February 2022. Bertempat Digreenhouse universitas islam kadiri-kediri, kelurahan maniserenggo, kota kediri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perlakuan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan setiap faktor di lakukan tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam media dengan 3 level yang di lambangkan (M) dan faktor kedua adalah konsentrasi POC nasa yang dilambangkan (D) yang di ulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi konsentrasi nutrisi POC dan macam media media tanam pada variabel pengamatan jumlah daun di umur tanaman 35 hst hasil uji lanjut DMRT rerata terpanjang 46.80 cm .Pada perlakuan tunggal konsentrasi nutrisi POC ada pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 35 hst dengan rerata tertinggi 38.16 helai, sedangkan  Perlakuan tunggal macam media tidak ada pengaruh.

Kadek Damayanti; Sri Yuwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, mesatua di Bali (mendongeng cerita rakyat Bali) kian ditinggalkan. Hal ini dapat menimbulkan hilangnya budaya tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya bagi anak-anak, padahal mesatua dapat membantu menyampaikan pesan moral kepada anak-anak, sekaligus membentuk karakter anak. Namun, dengan adanya upaya pelestarian budaya tradisonal, mesatua mulai dihidupkan kembali seiring dengan berkembangnya media digital. Mesatua yang semula lisan, diceritakan langsung oleh orang tua kepada anak telah berkembang dalam karya sastra tulisan berupa buku (tulisan), dan kini berkembang menjadi visual yang marak di media digital dengan cerita bergambar yang menarik untuk anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhan penggunaan data sebagai bahan penelitian, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif  untuk menggambarkan fenomena perubahan yang terjadi dari pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, dokumen dan studi dokumen. Kebudayaan Mesatua Bali dalam proses pelestariannya telah mengalami fenomena perubahan dalam 3 periode, yaitu; periode lisan, periode menulis, dan periode visual.

Octaviani Gita Putri; Denny Asmara

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan potensi pariwisata yang mempesona bahkan dua diantaranya masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO serta kaya akan atraksi seni tradisional. Oleh karena itu Karanganyar sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit yang bertaraf nasional maupun internasional. Berdasarkan metode analisis yang didasarkan pada survei obyek wisata, kajian pustaka, dan melakukan wawancara pada wisatawan, dan menggunakan teori Atraksi, Akses dan Amenitas (3A), maka didapatkan bahwa potensi pariwisata di Karanganyar yang sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik tersebut belum diikuti dengan pengembangan yang maksimal. Sehingga dengan mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan Atraksi, Akses dan Amenitas tersebut, maka potensi pariwisata di Karanganyar dapat semakin berkembang pesat, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.    

Abdul Haris Muchtar; Asri Pertiwi; Muhammad Adzandra Kostrada; Hani Ismalia; Istifachatus Salamah +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses interaksi belajar mengajar yang dilakukan oleh SMA Perguruan Cikini masih terbilang sangat tradisional dan belum memanfaatkan teknologi dengan cukup baik. Learning Management System atau LMS. Dengan adanya LMS untuk SMA Perguruan Cikini siswa dan guru serta administrasi sekolah bisa melakukan proses belajar mengajar dan menyampaikan informasi kepada seluruh warga sekolah. Selain itu proses belajar mengajar pun juga terbilang efektif karena guru bisa langsung memberikan materi secara langsung dan siswa bisa mendownload materi tersebut secara langsung di dalam website LMS tersebut Pada tahap program yang dilaksanakan dalam pembuatan serta pengembangan dari LMS untuk SMA Perguruan Cikini ini yaitu Observasi lokasi sekolah untuk memudahkan tim pengembang dalam melakukan interaksi dan sistem kerja yang efisien, Lalu menganalisa kebutuhan, hambatan, serta permasalahan yang terjadi pada SMA Perguruan Cikini dalam proses belajar dan mengajarnyaProgram pembuatan LMS untuk SMA Perguruan Cikini ini adalah untuk meningkatkan kualitas dari pembelajaran serta interaksi antara guru dan siswa di SMA Perguruan Cikini. Di Dalam Program ini team pengembang berusaha memaksimalkan LMS untuk bisa dipakai dengan baik serta menjadi sistem andalan dan sistem percontohan untuk sekolah sekolah lain yang ada di jakarta ini, Khususnya sekolah SMA Perguruan Cikini lain yang bisa memakai sistem ini dengan menyesuaikan teknologi sistem yang sudah ada didalam LMS tersebut. Untuk jangka waktu pendek pihak SMA Perguruan Cikini akan memasukkan seluruh database Siswa & Guru yang akan dimasukkan kedalam sistem tersebut. Pihak sekolah akan mulai memasukkan satu persatu data data informasi murid yang saat ini masih menjadi penyimpanan data secara tradisional mulai ingin melakukan migrasi data secara modern untuk dimasukkan kedalam LMS Perguruan Cikini yang sudah dibuat ini. Selain itu pun juga nantinya guru akan mulai menyimpan seluruh materi yang akan disediakan untuk bisa diakses oleh seluruh siswa yang akan melihat materi dari SMA Perguruan Cikini tersebut.    

Noormah Juwita; Nelawati Radjamuda; Ria A.J.Rotinsulu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Kombos didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di laksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja di lanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu kader mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterampilan bagi kader posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.

Ike Fitrah Atul Chabibah; Berthina Hermien Korah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Paniki Bawah didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu pelatihan dan penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah yang kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan Posyandu Lima meja dengan sasaran Balita se kecamatan Mapanget. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 5-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja dilanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. hari ke 3 : Pelayanan Posyandu Se Kecamatan Mapanget. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu Kader Mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, Meningkatkan keterampilan bagi kader Posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, Meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.

Alya Takwarina Cahyani; Maliki Aji Prakoso; Murdiansyah Herman

CiDEA Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada saat ini dunia semakin berkembang dan kemajuan IPTEK tidak bisa dihindarkan karena hampir seluruh kehidupan berkaitan dengan teknologi. Termasuk pembayaran melalui telepon seluler telah menjadi cara pembayaran termudah, menggantikan cara pembayaran tradisional. Kemajuan teknologi menyebabkan konsumen bergantung pada seluler karena lebih cepat, lebih mudah, dan praktis untuk melakukan transaksi sehari-hari dengan menggunakan ponsel. E-wallet adalah salah satu metode yang kuat untuk melakukan pembayaran melalui online, pengguna sadar bahwa menggunakan e-wallet dapat membantu transaksi keuangan menjadi sederhana dan cepat. Dalam hal aplikasi keuangan, keamanan/ kerahasiaan privasi sangat penting di era digital di antara kelompok generasi milenial.

Siti Salma; Mutmainnah Mutmainnah; Amir Fatah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Keberadaan tanaman sebagai obat sudah dikenal sejak ribuan tahun lampau. Penggunaan dan cara pengolahan yang benar dari tanaman obat dapat membantu mengobati dan mengurangi masalah kesehatan masyarakat. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan kurangnya pengetahuan dan pengembangan tumbuhan obat tradisional di lingkungan masyarakat sehingga diperlukan “Swamedikasi dan Pelatihan Pembuatan Infusa Tanaman Herbal Di Desa Ilo-Ilo Kelurahan Pandu Kecamatan Mapanget” dari tumbuhan yang berada di sekitar lingkungan.. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, diskusi, tanya jawab dan pelatihan tentang pembuatan sediaan herbal berupa infusa dari berbagai tanaman yang berada di sekitar lingkungan seperti daun afrika, daun gedi, daun jeruk, rimpang jahe, rimpang kunyit, buat tomat, buah lemon, bunga rosella kepada masyarakat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dapat melakukan swamedikasi dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan terhadap penyakitnya sendiri.

Selvia Assoburu

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul praktek ziarah masyarakat Melayu Palembang ke kubur kiai Marogan. dalam masyarakat Melayu Palembang. Paktik ziarah kubur merupakan sebuah tradisi lokal yang memiliki makna dan nilai yang  penting dan menjadi acuan tingkah laku oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan. Namun, keberadaan tradisi ziarah kubur tersebut terdapat dua pendapat yang kontradiktif di kalangan masyarakat, yaitu mereka yang membolehkan ziarah dan mereka yang melarang. Metode penelitian adalah penelitian deskritif kualitatif dan merupakan jrnis penelitian lapangan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah cicit keturunan kiai Marogan akademisi dan penziarah. Sedangakan teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik ziarah kubur   ke makam kiai Marogan memiliki beragam makna, diantaranya; a) mengenang jasa kiai Marogan dalam mengembangkan Islam; b) berburu berkah dari tokoh yang dikkeramatkan; c) pengobatan, yakni ziarah ke makam kiai Marogan sebagian penziarah diyakini memiliki efek pengobatan bagi jasmani dan rohani yang sedang sakit atau dilanda kekalutan dalam menghadapi kehidupan keseharian; d) melestarikan tradisi Islam, yakni dengan adanya beberapa penziarah yang mengajak keluarga, teman dekat, atau murid-muridnya dan mengajarkan pentingnya ziarah makam para wali; e) wisata religi, yakni sebagian yang merasa dalam berwisata orang tidak harus mengejar kesenangan jasmani, tapi juga kesenangan rohani; f) motif politik baik dalam rangka pencitraan dalam mendulang dukungan politik maupun sebagai upaya mencari restu dan legitimasi dari sosok yang dianggap dekat dengan Allah, hal itu terbukti dengan ramainya para politisi yang berziarah jelang pemilu; g) motif ekonomi.   Kata Kunci: Ziarah Kubur, Kiai Marogan, Mayarakat Melayu

Ni Komang Ayu Artiningsih

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Dalam pengelohan makanan untuk Teknologi Pangan perlu dan dibutuhkan pewarna alami karena pewarna sintesis sangat berbahaya bagi tubuh kita, maka paling tepat dalam penggunaan pewarna adalah pewarna alami. Makanan yang kita lihat dan kita sering beli dipasaran tradisional dan mall-mall adalah membutuhkan zat pewarna,  tanpa pewarna maka segala jenis makanan maupun minuman tidak akan punya daya tarik bagi konsumen, karena dengan pewarna maka produk akan manaikkan harga jual disamping eksotik dan daya tarik dari makanan tersebut. Buah Naga dari warna kulit kemerahan yang menarik  dan jarang di manfaatkan, biasanya banyak yang dimanfaatkan adalah isi dari buah naga tersebut, sehingga kulitnya menjagadi limbah yang tentu mengganngu lingkungan dan pandangan kita. Lingkungan saat ini banyak sekali kendala yang di hadapi, salah satunya adalah sampah yang menumpuk dan berkepanjangan,  masalah itu menjadi delema dalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintah dalam pengelolaannya. Karena dengan jumlah penduduk yang selalu berkembang  maka sampah juga akan semakin banyak dan secara otomatis membutuhkan penangan yang baik pula. Dengan adanya beban lingkungan  yang semakin kedepan semakin rumit ditanggulangi, dan setiap saat semakin menumpuk, maka penulis mengangkat salah satu limbah lingkungan yaitu limbah kulit buah naga, untuk di manfaatkan menjadi zat pewarna  alami makanan. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan kulit buahn naga (hylocereus Undatus)yang berwarna merah merona, dengan metode ekstraksi dan hasil ekstraksi di uji laboratorium, dengan pengujian pH, uji sinar, stabilitas zat warna antosianin kulit buah naga. Hasil uji yang diperoleh adalah : pH 6 dan tingkat absorbennya  0.5445, sedangkan uji sinar UV pada hari ke6 menghasilkan 1.5566 nm (nanometer). Jadi kesimpulannya adalah pengguanaan zat warna alami dari limbah kulit buah naga bagus digunakan untuk pewarna alami makanan.  

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

ASRIFITRIANI, ASRIFITRIANI; Zubair, M. Zubair

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

This study aims to determine the implementation of the banjar begawe tradition and the implementation of Pancasila values ​​in East Suwangi Village, Sakra District, East Lombok Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The subjects in this study were the community of cultural actors, namely members of the Banjar Begawe and the informants in this study were the head of the Banjar Begawe and religious leaders. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study regarding the implementation of the banjar begawe tradition and the implementation of Pancasila values ​​in East Suwangi Village, Sakra District, East Lombok Regency, among others, are as follows: the implementation process includes, preparation stage, implementation stage, stage, closing. The preparatory stage consists of deliberation, and preparing tools and materials. The implementation stage consists of a begawe (party) event. The closing stage consists of praying and remembrance together and eating together. The timing of the implementation of the banjar begawe tradition is uncertain, but the benchmark is if one of the family members of the banjar begawe is married, mate (died), or is going to hold another celebration. the parties involved are members of the banjar begawe, family and relatives who hold the begawe event, and religious leaders. implementation of Pancasila values ​​in the banjar begawe tradition in East Suwangi Village, Sakra District, East Lombok Regency.

Bunga Kristihartini; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Klenteng merupakan tempat ibadah bagi orang-orang Tionghoa yang memeluk agama Buddha, Taoisme, dan Konghucu, yaitu sebagai sarana bagi mereka untuk melakukan peribadatan/komunikasi dengan Tuhan, Dewa- dewi, serta roh para leluhur mereka. Bangunan kelenteng termasuk dalam bangunan Arsitektur Cina, sehingga dalam tatanan bentuk bangunannya masih mempergunakan kaidah feng shui. Konsep feng shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang yang menerapkan tatanan ini mendapatkan keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam. Kaitannya dengan bangunan Klenteng adalah mengenai penataan, pemilihan warna, bentuk, serta ornamentasi. Dalam penelitian ini akan mengkaji arsitektur Feng shui pada Klenteng Tiao Kak Sie serta makna ornamentasi yang ada pada klenteng ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metodologi observasi lapangan dan literatur, Analisa hasil-hasil temuan, serta interpretasi. Dari hasil analis maka dapat disimpulkan bahwa Klenteng Tiao Kak Sie adalah bangunan tradisional cina, dimana dari bentuk bangunan masih mempertahankan bentuk asli. Terdapat beberapa elemen penting dalam bangunan seperti halaman depan, altar dewa, impluvium, jangkar raksasa, serta cetiya. Elemen-elemen pada bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai simbolis religious bagi umat budha tionghoa serta bukti sejarah bagi masyarakat Cirebon.

Irvan Fadly; Muh Farras Rasyiq

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Dalam sebuah kota di Jawa, alun-alun umumnya merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan yang menjadi bagian salah satu elemen yang ada di setiap kegiatan manusia. Oleh karenanya setiap manusia baik secara individu dan kelompok kerapkali melakukannya. Hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit sepanjang peradaban. Kota bisa dibilang sebagai tempat yang padat dan dihuni oleh orang-orang yang heterogen (beraneka ragam) baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan. Kota Blora memiliki ruang terbuka yang juga dimiliki oleh kota-kota lain. Alun alun Blora sendiri merupakan salah satu landmark yang ada di Blora. Berada pada tengah kota membuat alun alun Blora ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kota karena hampir semua jalan terpusat ke Taman alun alun Blora ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara ruang fisik yang tercipta dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berkelanjutan masyarakat yang menggunakannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan proses analisis studi kasus di Kota Blora. Penelitian ini menemukan elemen-elemen fisik yang ada sebagai penanda sebuah alun-alun kota dan beberapa kelompok penggunaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, berupa aktivitas-aktivitas yang telah menjadi tradisi dan telah dikembangkan sesuai perkembangan ruang yang tersedia.