Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 581-600 of 642

Analytics

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Cici Ramita; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya Paroki St. Petrus dan Paulus Ampah dalam menghidupi persekutuan. Studi ilmiah ini diharapkan dapat menjelaskan cara membangun komunikasi iman Gereja, baik tenaga pastoral, pengurus Gereja, maupun seluruh umat agar terwujud persekutuan yang kokoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang berdasarkan jabatan dalam persekutuan, yaitu pastor paroki, pengurus Gereja, umat, dan orang muda. Proses penelitian melalui tiga tahap, yaitu pra- lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa persekutuan umat Katolik di Stasi Runggu Raya belum kokoh karena kurangnya kesadaran untuk membangun komunikasi iman. Indikator yang ditunjukkan adalah pengurus Gereja dan umat bersikap acuh tak acuh terhadap kepentingan Gereja, sedikit umat yang mau hadir dan terlibat dalam kegiatan persekutuan, lemahnya koordinasi antara petugas pastoral, sesama pengurus Gereja dan seluruh umat. Cara membentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya agar terwujud persekutuan yang kokoh adalah melalui rapat koordinasi antara pengurus Gereja yang dibimbing oleh tenaga pastoral, membangun kerja sama antara pengurus dan seluruh umat, memiliki sikap terbuka dan kesadaran akan tanggung jawab setiap pribadi sebagai anggota persekutuan, saling melayani dan berpartisipasi dalam kegiatan menggereja.

Suhartono Suhartono

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Sains bertujuan untuk menghasilkan sesuatu yang digunakan untuk kehidupan nyata dan memenuhi kebutuhan manusia. Proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini merupakan hasil dari penemuan dan penelitian yang dilakukan manusia sebelumnya. Sebenarnya perkembangan tersebut diawali dengan rasa keingintahuan manusia yang sangat besar bahkan Paul Leady mengatakan “Man is curious  animals”. Sains dalam arti luas ada sebelum era modern dan dalam peradaban sejarah. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana peranan dampak IPTEK terhadap iman Agama Kristem dikaji menurut pandangan alkitabiah. 2) untuk mengetahui dan menganalisis bentuk permasalahan yang dihadapi khususnya sejauh mana tanggungjawab orang Kristen dalam menghadapi IPTEK. Pada penelitian ini, Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan IPTEK dalam pandangan Alkitab dapat ditemukan dalam Amsal 1:5, “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan”.  Berdasarkan kutipan ayat ini maka dituntut untuk setiap pribadi orang percaya (sebutan lain bagi orang Krisen) menjadi bijak dalam mendengar lalu menjadi orang yang suka belajar (menambah ilmu). Sehingga kecanggihan gadget tidak disikapi dengan negatif namun dengan pertimbangan yang bijak. Tuhan menghendaki segala pekerjaan untuk kebutuhan dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebab Tuhan sendiri yang memberikan pengertian dan pengetahuan, keahlian, dalam berbagai pekerjaan kepada seseorang (Kel.35:31). Sebagai mitra Allah maka manusia diberi kemampuan untuk mengetahui namun tetap dalam rasa hormat dan tunduk terhadap otoritas Allah Sang Pencipta (Ams.1:7). Iman Kristen memberikan dasar kepada kita untuk menerima perkembangan IPTEK yang ada dalam iman Kristen yang menjadi dasar IPTEK adalah Tuhan.

Markus Amid

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Adat is a way of life that has been passed down from generation to generation, sometimes considered sacred, so that when religion with rules/teachings that are considered new by the community becomes a new way of life, it becomes a problem to be considered as throwing away custom, or people who have forgotten the land, or are arrogant. , fanatic or dubbed uncivilized. From a religious perspective, Christians are divided into several interpretations. The attitude of rejection, which considers customs a sin with the assumption that everything in the world is sin (1 John 2:15-16). Meanwhile, other interpretations are fully accepting of adat. Custom is a gift from God, the fall of man into sin has damaged and confused traditional values, customary values need to be tested with the Word of God. This study uses a qualitative methodology with an interview and literature approach. The result of the research is that Christians should not reject customs, they only need to sort out what is contrary to God's word and what is not contrary to God's word. Customs that are contrary to God's word must be abolished, while customs related to God's word must be cultivated. Conclusion: Christian faith must be above customs because Christian faith is directly related to faith in Christ

Iman Mujiarto; Eddi Indro Asmoro; Kundori Kundori

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

PT. AIC uses a manual system in engine maintenance management. This makes it difficult to access in measuring the rate of damage, for acceleration information in maintenance management. This problem requires an identification to provide an effective machine maintenance management information system. The MTBF value will be able to detect machine damage, especially the piccanol gamma loom machine. The MTBF value can see the damage to the machine by looking at the condition of the machine, the data history of machine damage, the number of machine failures that occurred in a certain period. The MTBF value of the machine can control the reliability and know the life of the machine. Action maintenance can be done before the machine is damaged. After calculating the MTBF value of the piccanol gamma loom machine, it is still relatively small so the machine is still often damaged.

Muthia Reiha Nurfadilah; Fathia Rizki Zahra Ratu Sania

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Dalam Al Qur’an ada dua kata yang tidak pernah terpisahkan, yaitu iman dan amal shaleh. Pada saat sekarang ini banyak seorang muslim yang mengaku beriman tetapi tidak mengerjakan amal shaleh secara berkelanjutan. Seolah-olah keimanan hanya dijadikan topeng untuk meraih keuntungan tertentu. Padahal iman dan Amal Shaleh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena apabila salah satu dari keduanya tiada maka kesempurnaan dari salah satunya akan berkurang. Iman tanpa amal itu hampa sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Iman adalah fondasi sedangkan amal adalah implementasi. Apabila kita berfikir ataupun bertindak hanya mementingkan diri sendiri, maka rizki dari Allah Swt akan di sempitkan, maka dari itu sebaiknya kita berfikir dan bertindak jangan hanya untuk diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui maksud dari “Makna ceramah Ust Adi Hidayat “Antara Berilmu dan Beramal”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menggunakan riset kepustakaan. Secara garis besar Berilmu yaitu memiliki pengetahuan atau kepandaian, orang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan atau kepandaian dan Beramal adalah perbuatan atau pekerjaan baik yang mendatangkan manfaat bagi diri juga orang lain yang dilaksanakan sesuai syariat dengan penuh keikhlasan.

Solihun Azim

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research is entitled "The Concept of Faith According to Islam and Catholicism". As for the focus of this research, there are three sub-problems, namely: 1) what is the concept of faith according to Islam and Catholicism, 2) what is the similarity of faith according to Islam and Catholicism, 3) how is the difference in faith according to Islam and Catholicism. This type of research is comparatively qualitative. Comparatively qualitative is doing analysis to find and find similarities and differences in phenomena. This research is focused on the literatures and library materials related to the research title, namely the concept of faith according to Islam and Catholicism. The approach used is a normative theological approach. Has two sources of data consisting of: primary and secondary sources. The primary data sources in this study were sourced from the Koran and the Bible. Meanwhile, secondary data sources are supporting data such as books or other scientific works as well as various writings ranging from books, journals, websites, theses and so on. The results of this study are the similarities and differences in Islam and Catholic Christianity related to faith, namely; First, in terms of understanding about faith, these two religions have the same meaning, although they differ in terms of language, but have the same meaning if taken from the Qur'an and the Bible, because basically these come from the same root. Second, they both believe that God created the universe, and that God also created humans, although they differ in terms of the pronunciation and the way of believing in it. Third, these two religions both believe in several prophets and apostles who are believed to be messengers of God to reveal His glory to mankind. Like the prophet Adam and his wife Eve were the first humans created by God after creating the world. Fourth, believe in the Day of Judgment or life after death. which is clearly different from the way you believe in it or what you believe in.  

Simon Sabtaria Putram Juliet; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tulisan ini mengulas hasil penelitian kami tentang bagaimana peran orang tua dalam bina lanjut iman anak pasca komuni pertama di Stasi Santa Clara Bana-Narui, Paroki Santo Santa Theresia Lisieux Saripoi Keuskupan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santa Clara Bana-Narui, pada Mei 2022. Total Informan 18 orang, yang terdiri atas 8 orang tua, 8 anak, ketua umat dan Pastor Paroki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua tetap memperhatikan pembinaan iman anak setelah komuni pertama walaupun tidak maksimal. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman orang tua tentang makna Ekaristi untuk pertumbuhan iman anak. Menyikapi kenyataan ini, maka perlu dilaksanakan katekese keluarga tentang ekarsiti terutama bagi keluarga yang anaknya menerima komuni pertama. 

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama “Misi Meratus”. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah, Stasi Bernadus Ka’ar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari  1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat Ka’ar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya, Gereja Ka’ar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat Ka’ar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat Ka’ar seluruhnya. Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat Ka’ar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia.

Teguh Iman Santoso; Muhammad Rozali; Riri Hanifa

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Tri Dharma of Higher Education requires lecturers to carry out research, teaching and community service. Therefore as a form of lecturer's moral responsibility to the community to improve knowledge through formal and non-formal education. Our team of lecturers will carry out community service in the form of making training on the internet in the form of webminars that are very suitable to reach audiences during this pandemic. The coaching material that will be delivered by the lecturer team includes the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO application for research for students and lecturers (S1, S2, S3). The purpose of this training is to introduce SEM (Structural Equation Modeling) Applications Generalized Structure Component Analyst and how to use and process data through the GSCA-PRO application. So far, students and lecturers are still patterned with a regression analysis, by studying SEM students and lecturers will have the freedom in making the research model. The benefit that can be taken from training on the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO Application for research for students and lecturers is that there are other options offered to students and lecturers in terms of doing research.

Salaki Reynaldo Joshua; Yuri Vanli Akay; Kenneth Yosua Rumawas Palilingan; Henry Valentino Florensius Kainde; Heilbert Armando Mapaly +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat, gereja memiliki jangkauan yang luas berbagai kegiatan dan transaksi untuk mengakomodasi kebutuhan jamaat, keduanya dalam hal kegiatan gerejawi dan transaksi keuangan gereja. Gereja juga akan memiliki sejumlah besar data dengan kompleksitas yang besar dan cukup tinggi. Dalam kondisi tersebut, seharusnya gereja memiliki penyimpanan data yang terintegrasi dan terpusat untuk memfasilitasi penyimpanan, pengelolaan, dan penyajian data. Pada kesempatan ini tim pengabdian masyarakat mengembangkan dan melaksanakan pelatihan sistem informasi keuangan berbasis web guna membantu organisasi gereja GMIM Imanuel Walian Tomohon dalam pengelolaan keuangan gereja.    

Rian Permatasari; Fabriyan Fandi Dwi Imaniawan; Hidayat Muhammad Nur

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Entering an increasingly advanced era, the role of information technology is very important in various sectors. Currently, many business people have used information technology as a system in an agency or company. CV. Untung Maju Bersama is a company engaged in the sale of snacks and basic necessities. In its journey, the system used is still using a manual system. To maximize the sales system, therefore an analysis of the sales system design was made using the prototyping method to help improve the existing system. The system used on this website has three users, namely admin, sales, and delivery who have different access rights and have different tasks according to their respective job descriptions. In the analysis of this information system design, a prototyping method is used where the design made must be in accordance with the system to be built. Several features will be added in this proposed design system which did not exist in the previous system, namely the addition of an item tracking feature. This feature allows customers to see how far their orders have been processed. It is hoped that the design of this system can help CV. Untung Maju Bersama in maximizing sales and data management.  Keywords: information systems, order systems, tracking systems, prototyping

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Rialestari Rialestari; Meryantje Anabokay; Esau Yesyurun Tang

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kreativitas guru PAK memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan rohani peserta didik. Oleh karena itu diperlukan pengajaran karena melalui pengajaran yang kreatif, inovatif dan inspiratif untuk dapat memberi pemahaman yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Itu sebabnya guru PAK perlu melihat kebutuhan peserta didik dengan harapan bahwa dasar-dasar iman Kristen dapat betul-betul dipahami dan diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Tujuan penelitian ini ialah guru PAK perlu mengajar, membimbing, memperkenalkan Tuhan kepada peserta didik, dan membentuk karakter peserta didik sehingga karakternya seperti karakter Kristus dalam pribadinya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi penelitian kuantitatif dengan pendekatan wawancara, penyebaran angket, dan kepustakaan. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,301 dan signifikansi pada α = 0,05. Melalui hasil pengujian hipotesis untuk melihat keberartian korelasi yang diperoleh t hitung = 4,812 > t tabel = 3,065. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif  dan signifikan, kreativitas guru PAK dengan pertumbuhan rohani peserta didik di SDN 07 Tubang Raeng. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien detrminasi sebesar 0,350 atau sebesar 35% sedangkan 65% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain yang tidak diteliti oleh penulis. Hal ini berarti bahwa varibel kreativitas guru PAK berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani peserta didiK di SDN 07 Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Elisabeth Marito Gultom; Sugiyana Sugiyana; Wuriningsih Wuriningsih

Adolescence is when a person begins to learn to be an adult human being. Therefore, there is a need for coaching. On the other hand, adolescence also experiences resilience. For this reason, faith formation is needed. This also happened to the students of St. Fransiskus Vocational School Semarang. Therefore, faith-building at St. Fransiskus Vocational School affects student resilience. To discuss this problem, the researcher conducted a study entitled The Correlation Between Faith Development and Resilience in Catholic Adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang as the subject of the study was a Catholic student at St. Fransiskus Vocational School Semarang. The method used is descriptive quantitative with correlational techniques. This research was conducted from July to September 2021. The variables of this research are independent variables of Catholic faith development and dependent variables of adolescents. The research population was all St. Fransiskus Vocational School Semarang students, and samples were taken using simple random sampling techniques. The theoretical basis used is the theory of faith development and adolescent resilience. The results showed that the calculated r-value (rxy) was 0.6373, which was included in the relatively strong or high category (the calculated r-value was 0.41 - 0.70). Based on the data analysis, it was concluded that there is a correlation between faith development and resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School in Semarang. The percentage of contribution of faith development to resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang is 40.61%, based on calculations using the product-moment correlation formula.

Elisabeth Marito Gultom; Sugiyana Sugiyana; Wuriningsih Wuriningsih

Adolescence is when a person begins to learn to be an adult human being. Therefore, there is a need for coaching. On the other hand, adolescence also experiences resilience. For this reason, faith formation is needed. This also happened to the students of St. Fransiskus Vocational School Semarang. Therefore, faith-building at St. Fransiskus Vocational School affects student resilience. To discuss this problem, the researcher conducted a study entitled The Correlation Between Faith Development and Resilience in Catholic Adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang as the subject of the study was a Catholic student at St. Fransiskus Vocational School Semarang. The method used is descriptive quantitative with correlational techniques. This research was conducted from July to September 2021. The variables of this research are independent variables of Catholic faith development and dependent variables of adolescents. The research population was all St. Fransiskus Vocational School Semarang students, and samples were taken using simple random sampling techniques. The theoretical basis used is the theory of faith development and adolescent resilience. The results showed that the calculated r-value (rxy) was 0.6373, which was included in the relatively strong or high category (the calculated r-value was 0.41 - 0.70). Based on the data analysis, it was concluded that there is a correlation between faith development and resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School in Semarang. The percentage of contribution of faith development to resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang is 40.61%, based on calculations using the product-moment correlation formula.

Sri Atikah; Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Yoram Andhika Imanuel; Dahlia Mangantar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Creativity if poorly developed from an early age can adversely affect future life. A child who cannot develop his creativity will lose confidence in him in the future because he feels in him there is nothing to be encouraged about. Promoting a child's creativity requires stimulus using a teaching strategy or method. The need for creativity to be developed at an early age is because at this age the child-children have the ability to respond to everything from the outside quickly. In addition to clean and healthy living behaviors (PHBS) in the school ward are conscious efforts of students and teachers to prevent disease, freeing a healthy environment from illness. The stages of brain development in preteens occupy the fastest possible position of up to 80% of brain development. The goal of devotion is to foster creativity and deliver health education in children of an early age. Public service activities have been conducted in the temple of hosana pineng district of minahasa sulawesi north on April 26, 2022. The development of children's creativity and PHBS application, through education and simulations. Applying the method of playing "slime" was one of the educational forms of preserving optimum development or growth of children ata very early age through creative, interactive and integrated play that jugan "slime" was a tool the teacher could observe and observe. Learners are also taught to do simple things as a child's routine of daily activities as an effort to maintain good health (washing hands and brushing teeth).The result of this PKM activity on the development of early childhood creativity in the creativity attainment indicator is that 16 children have a high level of creativity that shows the results are beginning to grow (MB) and 4 children show the undeveloped results (bb). As for PHBS children-a very early age children were especially conscious when teaching them how to wash their hands and brush their teeth.