Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 41-44 of 44

Analytics

Dzikri Kurniawan; Naila Aisyah Putri; Sheily Novitasari; Siti Hawa’ Octaviani; Mu’tasim Billah +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Group 02 KKN-T MBKM UPN "Veteran" East Java located in Banjaragung Village, Bareng District, Jombang Regency provided assistance on digital marketing and business legality to improve the quality of MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) products. There are still many MSMEs in Banjaragung Village that do not have NIB, are halal certified, and also don’t take advantage of the current digital marketing. The purpose of this service activity is to improve the development of MSMEs in Banjaragung Village, Bareng District, Jombang Regency through digital marketing assistance and MSME business legality. The assistance program for making digital marketing includes making social media such as Instagram Business, e-commerce Shopee and Tokopedia, making stickers for new packaging, and making banners for MSMEs. Business legal assistance in the form of assistance provided by the group 02 KKN-T MBKM in the manufacturing process, as well as collecting various data needed to meet the requirements for making NIB and Halal Certification. With assistance regarding digital marketing and business legality, this business is able to expand market reach and increase consumer confidence in the products being marketed, so that it is able to achieve the goals expected of MSME players in Banjaragung Village.  

Taufikurrahman Taufikurrahman; Afifah Ulul Azmi; Dinda Griselda Azura Gestyaki; Dhiya' Ayu Adibah; Rachmanita Eza Putri Wiyandari +1 more

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Technological developments in the current industrial era 4.0 are inevitable, especially in the business sector. The rapid dissemination of information has an impact on the process of the business itself. This is the most important point for business people, starting from the increase in sales volume and profits from usual. Digital marketing is one of the marketing media to market businesses in the form of services, labor, and others that are now in great demand by the wider community. Therefore with digital marketing, it can make it easier for people to run their business with marketing and sales techniques that are different from before. Advances in technology, especially in the field of information create new concepts in the field of marketing. The Smille Bouquet (SME) Small and Medium Enterprise actor from Kedungdalem Village initially carried out offline marketing which was carried out by marketing sales during graduation events, as well as other events that could be visited to market the bouquet. However, entering this digital marketing era, Smille Bouquet (SME) Small and Medium Enterprise actors also take advantage by marketing through social media such as Instagram, Shopee and Whatsapp. Smille Bouquet (SME) Small and Medium Enterprise choose online marketing or take advantage of digital marketing because it can increase sales volume and develop the business so that it is better known by the wider community.

Siti Aisyah; Aris Kukuh Prasetyo; Ayu Wulandari; Rizki Anggiani Simbolon; Muhammad Rifki Damanik

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2023 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Digital marketing seperti Shopee bisa digambaran sebagai proses terjadinya transaksi antara si penjual dengan si pembeli untuk melakukan jual beli secara online. Keunggulan yang bisa didapatkan dengan media digital Shopee akan memudahkan para penjual barangnya untuk melauan digital marketingnya dengan sangat mudah dan murah serta terjangkau banyak pelanggan tanpa dibatasi dan bisa menjadi potensi berkembangnya usaha dimasa depan. Pada Toko K’Sia Fashion hanya berjualan secara offline saja sehungga belum melaukan berjualan secara online. Pendampingan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini tujuannya untuk memberitahukan pengenalan dan penjelasan mengenai Shopee, membuat akun toko Shopee serta cara mengapload produknya di marketplace Shopee kepada Owner Toko K’Sia Fashion untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Metode yang digunakan ialah Metode pelaksanaan yang merupakan metode adanya pelatihan kepada masyarakat UMKM untuk memberitahukan materi mengenai cara menggunakan Shoppe, membuat akun Toko Shopee sampai mengapload barang Shopee di marketplace Shopee untuk dapat meningkatan penjualannya yang bisa diakses menggunaan smartphone bisa dibawa kemana saja dan kapanpun. Dan hasil didapat pada pengabdian masyarakat ini ialah membuat owner toko K’Sia fashion untuk mampu menggunakan marketplace shopee dengan menghasilkan Toko K’Sia fashion secara online melalui aplikasi Shopeenya

Sagita, Gita; Raphael Wijaya, Zeffanya

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Pandemi covid-19 telah menghadirkan berbagai tantangan khususnya bagi pelaku UMKM. Pergeseran cara melakukan pemasaran offline ke online nampaknya memaksa UMKM untuk dapat mengikuti perubahan tersebut. Saat ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM baru sekitar delapan juta pelaku usaha atau 13% dari seluruh UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam bisnisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan digital marketing yang dilakukan oleh Bakmi Tando 07 dan apa kendala yang dihadapi saat menerapkan digital marketing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan observasi terhadap pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan digital marketing dilakukan dengan memposting produk di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan status Whatsaap. Selain itu juga membangun kemitraan dengan Go-Food, Grab-Food, dan Shopee-Food untuk menambah platform pemasaran produk secara digital dan kemudahan dalam pesan-antar makanan. Kendala yang dihadapi dalam menerapkan digital marketing adalah koneksi internet yang tidak stabil, keterlambatan dalam pengiriman, serta masalah internal karena kurangnya SDM akibat pesanan yang banyak karena promosi di media sosial.