Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 41-60 of 90

Analytics

Indah Kartika Sari; Maryani Setyowati

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Basil Mycobacterium Tuberculosis adalah penyebab utama penyakit menular yang dikenal sebagai Tuberkulosis Paru. RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang memiliki 125 pasien TB paru pada tahun 2021. Tujuan penelitian adalah menganalisis persebaran kasus TB di Kota Semarang menurut jenis kelamin, usia, per kecamatan. Penelitian ini adalah penelitian deskripsi melalui observasi data sekunder. Pembuatan peta menggunakan aplikasi (QGIS). Hasil menunjukkan Sebagian besar kasus TB Paru adalah pada laki – laki, kelompok usia dewasa dan anak, dan domisili di Kecamatan Ngaliyan, Semarang Barat, Tugu, dan Mijen. Faktor yang berhubungan dengan TB Paru adalah kebiasaan merokok, pola hidup kurang sehat, status gizi, kurang istirahat, rumah tidak sesuai standar, lingkungan tidak sehat, interaksi sosial, perbedaan tingkat pengetahuan, dan Pendidikan. Saran penyuluhan kesehatan tentang penyakit TB Paru sebaiknya dilakukan di Kecamatan dengan kasus tertinggi di Kota Semarang. Peta persebaran kasus TB dapat digunakan untuk mengetahui informasi dan memantau perkembangan persebaran kasus TB di Kota Semarang.

Bryan; Saputri, Theresia Ratih Dewi

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2024 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum terjadi di dunia. Salah satu penyebab umum hipertensi adalah pola makan yang tidak sehat. Dalam menanggapi hal tersebut, Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) disarankan sebagai pola makan yang efektif untuk mengurangi tekanan darah. Meskipun telah terbukti efektif, penderita hipertensi masih belum dapat menerapkan pola makan tersebut secara konsisten. Salah satu faktor penghambat penerapan pola makan DASH adalah ketidaktahuan penderita hipertensi dalam memodifikasi pola makan sesuai anjuran yang ada. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang pembuatan aplikasi pola makan DASH bagi penderita hipertensi berbasis mobile yang dapat memberikan rencana makan sesuai pola makan DASH. Rencana makan dalam jangka waktu tujuh hari yang dibuat setiap harinya meliputi sarapan, makan siang, dan makan malam. Menu makanan akan dirancang dan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan kalori harian. Penderita juga dapat memantau asupan natrium sesuai dengan makanan yang telah dikonsumsi. Sebelum mengembangkan aplikasi, usability testing dilakukan menggunakan metode heuristic evaluation untuk mengevaluasi desain pada prototype. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode waterfall model dengan arsitektur BLoC. Aplikasi mobile dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Dart, framework Flutter, Bloc, Firebase, dan Edamam untuk sistem operasi Android. Pengujian black box kemudian dilakukan dengan metode functional testing. Setiap fitur yang diujikan berhasil berjalan sesuai yang diharapkan dan dinyatakan lolos pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Milda dapat digunakan oleh penderita hipertensi untuk menjalankan pola makan sehat dengan memberikan rencana makan sesuai dengan pola makan DASH. Rencana makan yang diberikan mendorong penderita hipertensi untuk memulai atau mencoba kembali pola makan DASH. Selain itu, variasi menu makanan yang menarik juga mendorong penderita hipertensi untuk lebih konsisten dalam menjalankan pola makan DASH.

Ermi Lilianda Alang; Diah Ayu Dwi Satiti; Ninick Corea Fernandez

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Background: Reproductive health is complete physical, mental and social well-being in all matters relating to reproductive systems and functions and processes and not just conditions that are free from disease and disability. One of the reproductive health problems that we are often familiar with is sexually transmitted infections. Sexually Transmitted Infections (STI) are infectious diseases that are transmitted mainly through sexual contact, and are currently still a public health problem throughout the world, both in developed (Industrial) countries and in developing countries. Research Objective: To determine the effect of health promotion about STI (Sexually Transmitted Infections) on community knowledge, in this case teenagers in Pukdale Village, East Kupang District. Research Method: This type of research uses the Quasi Experiment One Group Pre Test-Post Test method, using the Wilcoxon analysis test. This research was conducted in October 2023. Using a total sampling of 45 respondents as samples. The questionnaire used consisted of 20 statement items. Results: The relationship between health promotion and adolescent knowledge of sexually transmitted infections, before health promotion regarding STIs was carried out, 2 respondents (4.4%) had good knowledge, 14 respondents (31.3%) had sufficient knowledge, and 29 respondents (64.4%) had good knowledge. less and after health promotion regarding STIs was carried out, 17 respondents (37.8%) had good knowledge, 20 respondents (44.4%) had sufficient knowledge, and 8 respondents (17.8%) had poor knowledge. The relationship results use the correlation test ρ = 0.000 < 0.05. Conclusion: There is a significant relationship between health promotion and public knowledge, in this case teenagers, regarding Sexually Transmitted Infections after health promotion is carried out.

Ayu Hendrati Rahayu; Castaka Agus Sugianto; Dini Rohmayani

Journal of New Trends in Sciences 2024 CV. Aksara Global Akademia

The rapid spread of infectious diseases remains a major global health threat, and early detection is vital to minimize their impact. This research investigates the role of predictive modeling using big data in the early detection of infectious disease outbreaks. The primary objective of this study is to assess the effectiveness of big data systems in forecasting potential outbreaks and the implications of these forecasts for public health systems. The study employs machine learning-based predictive models to process large health datasets, including electronic health records, sensor data, and social media information. The results demonstrate that the predictive model achieved an accuracy rate of 87%, significantly surpassing traditional methods in terms of early detection. By integrating various data sources such as medical records, sensor networks, and real-time digital traces, the system is capable of providing more accurate, timely predictions, which can greatly improve the ability of public health authorities to respond effectively to emerging health threats. Furthermore, the application of big data in public health not only improves the speed of response but also enhances the allocation of resources, allowing for more targeted and efficient interventions. Despite these successes, challenges remain, particularly in relation to data quality, privacy, and regulatory issues, which could hinder the broader implementation of such systems. Thus, collaboration between government agencies, healthcare institutions, and technology developers is essential to overcome these obstacles and ensure the sustainable integration of big data into public health infrastructures. This research highlights the significant potential of big data to transform public health responses, offering valuable insights for future epidemic management strategies.  

Yadi Putra; Fauziah Fauziah; Yunita Yani; Jahra Salsabila; Zarra Zattira +1 more

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Non-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases that cannot be transmitted from person to person. Deaths from NCDs are expected to continue to rise worldwide, with the greatest increase occurring in developing and poor countries. Non-communicable diseases (NCDs) cause the death of approximately 35 million people each year. Non-communicable diseases can be prevented by doing regular physical activity. The purpose of community service activities is to increase public understanding of routine physical activity to avoid non-communicable diseases. The activity was carried out on Thursday, January 18, 2024 for 60 minutes. Participants in community activities are mothers. The activity was held at the Lamglumpang village mosque. The implementation of this activity with the opening of the event by the village head, introductions, distribution of pre-test questionnaires, provision of material for 30 minutes followed by a question and answer discussion and distribution of post-test questionnaires. The results of the pre-test and post-test showed an increase in community understanding of physical activity against non-communicable diseases. Understanding of physical activity pres-test amounted to 1.40% and post-test understanding amounted to 1.53%. understanding of physical activity increased after being given socialization to the community.

Ainnur Rahmanti; Syurrahmi Syurrahmi; Lu’Luah Feby Purwanti

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus and heart disease are the main causes of morbidity and mortality in the elderly (elderly). The elderly need early detection and health promotion to reduce the risk of NCD complications and improve quality of life. This activity aims to increase awareness and understanding of elderly people in Barusari Village regarding the importance of early detection and control of NCDs, as well as providing health education through community-based health promotion. Implementation Method: Free Health Check: Carry out a health check to detect early signs of NCDs, such as measuring blood pressure, blood sugar levels, and checking cholesterol. Community-Based Health Promotion: Holding a health promotion campaign involving community leaders, elderly families, and health workers to create an environment that supports a healthy lifestyle for the elderly. Results: Increased public awareness about the importance of early detection and prevention of NCD complications. Elderly people who take part in health checks gain knowledge about their health conditions and are given referrals to health facilities if necessary. Conclusion: This activity was successful in increasing elderly participation in early detection and health promotion, as well as forming a community that is more concerned about controlling NCDs in the elderly group.

Dewi Nur Sukma Purqoti; Zaenal Arifin; Istiana, Dian; Fatmawati, Baiq Rulli; Ilham +1 more

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Non-communicable diseases (NCDs) are currently the biggest cause of death. According to WHO, NCDs are the leading cause of death in the world, where in 2016 as many as 71% of deaths were caused by non-communicable diseases. Based on the type of disease causes of death include cardiovascular disease (31%), cancer (16%), chronic respiratory disease (7%) and diabetes mellitus (3%).WHO data also shows that the mortality rate due to non-communicable diseases in the Southeast Asian region is quite high, which is around 23% when compared to European countries (17%) and America (15%), proper control of diit can reduce the incidence of NCDs. Method: This method of community service is carried out in the form of providing education about the right diit for non-communicable disease control by means of lectures and distributing leflets followed by questions and answers and discussion. Conclusion: from the results of the service, it can be concluded that the education provided can increase public knowledge about non-communicable diseases, so that the community is expected to be able to prevent and handle NCDs themselves with the right diit arrangements

Ribek, Nyoman; Labir, Ketut; Suardani, Ni Luh Ketut

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background:The high number of cases of death due to cervical cancer in Indonesia is exacerbated by the arrival of sufferers to health services at an advanced stage of > 70%. Efforts can be made to reduce risk factors for cervical cancer through primary prevention efforts. Purpose:The aim of community service is to increase teenagers' knowledge and attitudes about cervical cancer, with educational methods through audiovisual media. Method: This community service is carried out through audiovisual method counseling. This activity begins with identifying knowledge and attitudes or a pre-test about cervical cancer. The activity continued with counseling using video media about preventing cervical cancer and a post test after the counseling was carried out in one room in the School. Result: The level of knowledge before education was mostly sufficient 72 people (72%) and the attitude category was sufficient 70 (70%). After education there was a good increase in knowledge from 28 (26%) to 91 people (91.0%), while attitudes also existed an increase from 5 people with good attitudes to 87 people (87%). Conclusion:It is hoped that health workers will increase educational activities using audio-visual methods about cervical cancer. The public, especially young women, are expected to seek information from print and electronic media about cervical cancer.  

Heriziana Hz; Santi Rosalina; Hamyatri Rawalillah

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2023 PPNI UNIMMAN

One of the preventive measures to prevent infectious diseases is the implementation of family PHBS. Family PHBS includes giving birth assisted by health workers, giving the baby exclusive breast milk, weighing the baby every month, the baby getting basic immunizations, using clean water, the family following the family planning program, hypertension sufferers taking medication regularly, TB sufferers being treated regularly, all family members registered with JKN , family members with mental disorders are not neglected, use healthy latrines, and do not smoke in the house.

Derry Trisna Wahyuni S; Cut Aliza Ramadhani; Alif Rahman Habibi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kucing merupakan hewan yang sangat banyak di gemari sebagai hewan peliharaan di rumah. Kucing dapat menularkan penyakit zoonosis yaitu toxoplasma yang di sebabkan oleh parasit Toxoplasma gondi. Toxoplasma gondi merupakan parasit intraseluler dari golongan protozoa yang bersifat parasit obligat, di mana kucing berperan sebagai hospes definitive. Fases kucing diambil di perumahan citramas dan kampung tengah, fases kucing selanjutnya dilarutkan kedalam aquadest kemudian dihomogenkan, setelah itu diamati dibawah mikroskop. Hasil pengamatan yang dilakukan di laboratorium menunjukkan di perumahan kampung tengah terdapat 2 kucing yang terinfeksi parasit Toxoplasma gondii dan di perumahan citramas tdk ditemukan kucing yang terinfeksi parasit ini. Terinfeksinya kucing di kampung tengah kemungkinan diakibatkan oleh lingkungan yang kotor dan makanan (daging dan Ikan) dikonsumsi oleh kucing tersebut masi setangah matang. Pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat agar dapat memperhatikan lingkungan dan makanan yang di konsumsi oleh kucing tersebut.

Derry Trisna Wahyuni S; Cut Aliza Ramadhani; Alif Rahman Habibi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kucing merupakan hewan yang sangat banyak di gemari sebagai hewan peliharaan di rumah. Kucing dapat menularkan penyakit zoonosis yaitu toxoplasma yang di sebabkan oleh parasit Toxoplasma gondi. Toxoplasma gondi merupakan parasit intraseluler dari golongan protozoa yang bersifat parasit obligat, di mana kucing berperan sebagai hospes definitive. Fases kucing diambil di perumahan citramas dan kampung tengah, fases kucing selanjutnya dilarutkan kedalam aquadest kemudian dihomogenkan, setelah itu diamati dibawah mikroskop. Hasil pengamatan yang dilakukan di laboratorium menunjukkan di perumahan kampung tengah terdapat 2 kucing yang terinfeksi parasit Toxoplasma gondii dan di perumahan citramas tdk ditemukan kucing yang terinfeksi parasit ini. Terinfeksinya kucing di kampung tengah kemungkinan diakibatkan oleh lingkungan yang kotor dan makanan (daging dan Ikan) dikonsumsi oleh kucing tersebut masi setangah matang. Pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat agar dapat memperhatikan lingkungan dan makanan yang di konsumsi oleh kucing tersebut.

Ulfa Nur Maa’idah; Devita Tunjung Pamungkas

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diabetes melitus suatu masalah kesehatan masyarakat yang merupakan salah satu dari empat penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Pengobatan diabetes mellitus dilakukan dengan dua acara yaitu terapi medis dan non medis. Salah satu terapi non medis yaitu konsumsi buah-buahan dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar glukosa darah penurunan dan kenaikan setelah mengkonsumsi sebelas jenis buah-buahan, yaitu : Kurma, Alpukat, Pisang Kepok, Apel Malang, Jeruk, Tomat, Pepaya, Jambu, Pisang Rebus, Belimbing Manis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data dengan cara mengukur kadar glukosa darah dengan dua eksperimen dengan riwayat diabetes mellitus dan satu ekeperimen tanpa riwayat diabetes mellitus dengan sebelas jenis buah. Eksperimen berpuasa selama enam jam dimulai pada malam hari, pengecekan darah awal dilakukan setelah ekeperimen melakukan puasa minimal selama enam jam. Selanjutnya eksperimen di beri salah satu jenis buah dengan kisaran 200 gram ditimbang secara seksama untuk dikonsumsi setiap hari satu kali. Pengecekan darah kedua, dilakukan setelah dua jam eskperimen mengkonsumsi buah yang ditentukan. Hal ini dilakukan secara terus menerus setiap hari, sampai seluruh jenis buah yang ditentukan sebanyak sebelas jenis dinyatakan selesai. Penelitian ini dilakukan  di Desa Karas, Kabupaten Magetan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbandingan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi sebelas jenis buah tersebut, pada ketiga eksperimen. Jenis buah yang mengalami kenaikan kadar glukosa darah terbesar adalah buah kurma golden valley, dan yang mengalami penurunan kadar glukosa darah cukup besar sesudah pemberian buah Naga Merah, Belimbing Manis, dan Jambu Biji. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga buah tersebut yaitu Merah, Belimbing Manis, dan Jambu Biji adalah buah yang aman dikonsumsi untuk penderita Diabetes Mellitus.

Abbad Nailun; Justin Gilbert

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2023 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Data management in dental clinics is an important component in realizing a data processing system in dental clinics. Manual data management has many weaknesses, apart from taking a long time, its accuracy is also less acceptable, because the possibility of errors is very large. With the support of current data processing system technology, manual data processing work can be replaced with a data processing system using a computer. Apart from being faster and easier, data management also becomes more accurate. When processed, accurate data will produce accurate data. Accurate data is very useful for making decisions, both for management and others.

Nur Hayati; Hamsia L Waru

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the relationship between knowledge of sexually transmitted diseases and external reproductive hygiene practices in women of childbearing age. The research design is a cross-sectional study. Sampling was carried out using non-probability sampling with purposive sampling technique, and the sample size was determined using the Isaac and Michael tables with an error rate of 5% so that a total sample of 32 women of childbearing age was obtained in Liwuto Village, Kokalukuna District, Baubau City from December 2022 to January 2022. The results showed that age characteristics (p = 0.084) had no significant relationship with respondents' knowledge, while education characteristics (p = 0.001) had a substantial relationship with WUS knowledge. While the level of expertise (p-value = 0.001 <α = 0.05) shows a significant connection to external reproductive hygiene practices in WUS. It is hoped that the puskesmas and the health office will continue to improve the provision of health education through counseling on reproductive health.

kurniasari, maria dyah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (CVD), obesitas, dan diabetes tipe 2 (T2D) meningkat secara dramatis di kalangan orang dewasa muda. Asupan kalori yang meningkat sebagian besar berkontribusi terhadap peningkatan tingkat obesitas di antara populasi umum, yang juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan tingkat diabetes. Massa jaringan adiposa yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan resistensi insulin pada penelitian sebelumnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan T2D dan CVD. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga pada tanggal 23 Agustus 2022. Hasil Peserta pengabdian masyarakat ini berusia antara 18 hingga 22 tahun. Sejumlah mahasiswa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiometabolik seperti seperti peningkatan tekanan darah, kelebihan berat badan, dan peningkatan kadar gula darah kapiler. Pemeriksaan kesehatan secara dini pada dewasa muda serta promosi kesehatan sangat dianjurkan.

Ainnur Rahmanti; Novita Wulan S; Anisa Mutiara Hanani; Auliya Rahma Putri; Ni Kadek Krisna Dwi Patrisia +2 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a program launched by the Ministry of Health to reduce the main risk of infectious and non-communicable diseases (NCDs), especially through nutritional interventions in the first 1000 days of life, improving balanced nutritional consumption patterns for the whole family, increasing regular and measurable physical activity. , improve healthy lifestyles, improve a healthy environment and reduce cigarette and alcohol consumption. Interview data showed that the majority of people, 48%, rarely had their health checked as early as possible, residents would go to the nearest health center if signs and symptoms of illness began to appear. Integrated counseling on prevention of emergency non-communicable diseases, Hypertension and Diabetes Mellitus, is carried out in one day, residents are gathered in the Mijen Village hall. The activity begins with simultaneous fitness exercises, then continues with a health check. The health checks carried out include anthropometric measurements in the form of height, weight, abdominal circumference, blood pressure measurements and random blood sugar measurements. Of the 50 residents who took part in the implementation of integrated counseling on the prevention of non-communicable disease emergencies. Hypertension and Diabetes Mellitus, as many as 24% of residents (12 people) just found out that they suffer from pre-diabetes mellitus, 16% (8 people) already know that they suffer from hypertension and diabetes mellitus, as many as 6% (3 people) have a stomach circumference of more than 100 cm, 54% (27 people) were in good health. Residents were quite enthusiastic about the activities carried out. The data obtained in the integrated counseling activity for preventing emergency non-communicable diseases, hypertension and diabetes mellitus, was submitted to the Mijen Community Health Center as a recap of data on the health status of the target area. The data obtained will be followed up by motivating residents to have their health checked at the Mijen Health Center.

Yerry Soumokil; Herlin Sinai

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Latar Belakang: Permasalahan ISPA masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular di dunia. Hampir 4 juta orang meninggal karena infeksi saluran pernapasan akut tiap tahun. Pemberian herbal tradisional sebagai terapi non farmakologi dapat digunakan sebagai terapi pendamping perawatan medis dalam menangani ISPA pada balita. Kandungan herbal jahe dan madu dikenal dapat menurunkan tingkat keparahan batuk di malam hari sehingga mengurangi gangguan tidur. Kualitas tidur yang baik dapat memperbaiki kondisi ISPA sehingga tidak terjadi komplikasi yang lebih buruk. Tujuan: Memberikan edukasi terkait minuman herbal jahe dan madu sebagai pendamping obat farmakologi terhadap kejadian ISPA. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran serta cepatnya respon.. Hasil : Klien memahami dan mengerti tentang manfaat dan teknik terapi pemberian minuman jahe merah dan madu. ,Klien memahami dan mengerti tentang langkah-langkah melakukan terapi pemberian minuman jahe merah dan madu sebagai pendamping obat farmakologi. Saran: Diharapkan dapat digunakan sebagai obat herbal yang aman tanpa menimbulkan efek samping

Rona Febriyona; Fadli Syamsuddin; Oktaviani Dela K. Tantu

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang cukup tinggi dan penyakit menular yang terus meningkat, gaya hidup pada lansia menjadi faktor penyebab hipertensi karena kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan buruk seperti merokok, kebiasaan minum kopi dan stress, serta kurangnya pengontrolan tekanan darah secara rutin. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini lansia hipertensi yang terdata di Puskesmas Limboto Barat. Sampel berjumlah 76 orang dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang gaya hidup baik mayoritas mengalami hipertensi derajat 2 sebesar 35,5% dan responden yang gaya hidup tidak baik mayoritas mengalami hipertensi derajat 2 sebesar 31,6%, serta nilai p-value yaitu 0,006 (<(<α 0,05) terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik gaya hidup, maka tekanan darah lansia dengan hipertensi dapat terkontrol atau tidak tinggi.  

Kristine Dareda; Dian Pratiwi Iman

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Hipertensi merupakan satu dari penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian prematur di dunia. Dalam masa pandemi COVID-19, hipertensi muncul dengan cepat sebagai komorbiditas utama yang berpotensi terkait dengan peningkatan mortalitas Covid-19. Dukungan keluarga pada penderita hipertensi dapat meningkatkan kesehatan serta meningkatkan kepatuhan terhadap praktik perawatan diri yang terkait dengan manajemen kontrol tekanan darah. Ibu PKK merupakan tonggak yang utama dan memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga sehingga diharapkan dapat membuat anggota keluarganya hidup lebih sehat dan sejahtera. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu PKK tentang hipertensi, faktor risiko dan bahayanya. Serta memberikan pelatihan agar Ibu PKK dapat melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 28 Juni 2022, bertempat di Kantor Kelurahan Tewaan, Kec. Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.  Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ditutup dengan penyerahan tensimeter serta foto bersama antara pemateri dengan seluruh peserta dan perangkat kelurahan   Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan darah  

Mohamad Nuralfitriansyah Amu; Haslinda Damansyah; Andi Akifa Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Demam Berdarah Dengue atau sering disingkat sebagai DBD yang dalam bahasa medisnya lebih dikenal dengan istilah Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 79 responden dan sampel pada penelitian ini berjumlah 79 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo sebanyak 58 responden (73,4%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan sebanyak 21 responden (26,6%) dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo sebanyak 58 responden (73,4%) dengan tingkat pengetahuan kurang.