Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 41-45 of 45

Analytics

Nur Aini Bunyani; Maya F. Roman; Charizal M.A. Manu

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research was carried out at the Laboratory of the Mathematics and Natural Sciences Faculty of the 1945 NTT Teachers' Association University from July to September 2022. With the aim of 1) to determine the effect of papaya leaf extract (Carica papaya) on the death of house flies (Musca domestica). 2) to determine the effectiveness of papaya leaf extract (Carica papaya) against the death of house flies (Musca domestica). The design used in this research was an experimental method for each papaya leaf extract concentration of 1%, 2% and 3% carried out 3 times. . The aim of the experiment was to provide accurate data on the death of house flies (Musca domestica) where the death of house flies that occurred in the study was due to the administration of papaya leaf extract. The results of the research showed that papaya leaf extract could kill house flies. This proves that papaya leaf extract is effective against the death of house flies. The appropriate concentration of papaya leaf extract for the death of houseflies from the tests that have been carried out is at a concentration of 1%, the lowest range and the highest range is 3%.

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Breast milk production can be increased, one way is by consuming vegetables. The types of vegetables that can increase breast milk production include katuk leaves, young papaya leaves, moringa leaves and lembayung leaves. Consumption of young papaya leaves is still rarely done by breastfeeding mothers. Young papaya leaves are a natural plant that acts as a lactogogum because it can increase and facilitate breast milk. Research objective: The effect of giving boiled papaya leaves on breast milk production in postpartum mothers in the working area of the Tinondo District Health Center. East Kolaka in 2021. The type of research used was a quasi-experimental method. The sample in the research was all postpartum mothers who were not breastfeeding smoothly at the Tinondo District Health Center. East Kolaka, namely 21 people using a purposive sampling technique. There is an effect of giving boiled papaya leaves on breast milk production in postpartum mothers in the working area of ​​the Tinondo District Health Center. East Kolaka in 2021 where the results of measuring breast milk production before being given treatment obtained an average value of 3271.43 to an average value of measuring breast milk production of 3590.48 after being given boiled papaya leaves with a sig value (2-tailed) 0.000 < 0.05. Suggestions for health workers should be used as information about the smoothness and production of breast milk for postpartum mothers.

Lisa Potti; Amelia Niwele; Arni Mardiana Soulisa

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tanaman obat merupakan tanaman yang sangat popular yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, yang bila dikonsumsi akan meningkatkan kekebalan tubuh (immune system). Salah satu jenis tanaman yang berkhasiat obat adalah tanaman pepaya, mulai dari daun, buah hingga bijinya. Salah satu bagian dari pepaya yang ternyata juga memiliki khasiat sebagai bahan obat adalah kulit dari buah pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada di dalam kulit buah pepaya (carica papaya L.) Serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstral etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi selama 3 hari dan remaserasi selama 1 hari dengan pelarut etanol 96%. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode difusi agar sumuran digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Larutan dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 50% 100% dan 150% dalam b/v dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif aquadest. Pengamatan yang dilakukan untuk uji skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah pepaya asal Desa Negeri Lima mengandung senyawa tanin, alkaloid dan saponin. Hasil uji antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50% sampai dengan 150% dengan rata-rata diameter zona hambat 16,00 mm sampai dengan 21,50 mm dengan kategori kuat hingga sangat kuat. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak kulit buah pepaya (carica papaya L.) Mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Tri Rettagung Diana; Salma Minkhatun Najibah

Garina 2020 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The addition of papaya with jasmine scent are hopefully become new innovation to candy product.The purpose of this study was to determine the percentage of added papaya and jasmine in candy making, and to determine the level of public preference for candy with jasmine as flavor. Experiments were carried out 3 times to get the best candy formula. The experimental results were tested by untrained panelists to determine the public's acceptance of papaya candy products with jasmine flavoring. The experimental and test results show that the formula and characteristics of the candy are correct and appropriate. The addition of sample 105 jasmine water is the result of 5% jasmine water from papaya juice and sample 115 is 15% jasmine water from papaya juice, preferably compared to sample 125 which is 25% jasmine water from papaya juice. The acceptance of papaya candy with jasmine flowers as aromas to people who prefer a non-pungent aroma. Based on texture and color, there is no difference in percentage. Suggestions during research are to obtain clear candy results at cooking temperature, cooking time, and stirring the dough. Cooking temperatures that are too high can cause caramelization, which is indicated by the appearance of a slightly brownish and unclear dough.

Yannie Asrie Widanti, Fikha Andita Puspitasari, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Buah naga merah merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan, namun kurang disukai karenarasanya yang tidak begitu manis. Buah naga merah juga sangat mudah mengalami kerusakan karenakandungan kadar air yang tinggi. Fruit leather adalah jenis olahan produk makanan yang berasal dari buburdaging buah yang dikeringkan sampai kadar air berkisar 10-15%. Pembuatan fruit leather memerlukan buahyang memiliki kandungan serat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristikfruit leather dengan perbandingan buah naga merah dan pepaya serta mengkaji suhu pengeringan yangtepat untuk mendapatkan karakteristik fruit leather yang baik.Perlakuan yang diberikan meliputi perbandingan buah pepaya: naga merah, yaitu 20:80, 30:70,dan 40:60. Perlakuan yang kedua adalah suhu pengeringan, yaitu 140, 150, dan 1600C. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbandingan buah naga merah - pepaya dan suhu pengeringan berpengaruh nyataterhadap karateristik kimia dan organoleptik fruit leather. Berdasarkan tujuan penelitian diperoleh fruitleather terbaik pada perlakuan perbandingan daging buah pepaya:daging buah naga (20:80) dan suhupengeringan 1400C. Fruit leather yang dihasilkan memiliki kadar air 14,41%, kadar abu 2,91%, kadar gula total48,91%, kadar vitamin C 25,24 mg/100, dan derajat keasaman (pH) 4,83. Uji sensori yang didapatkan padaperlakuan tersebut adalah warna orange kemerahan dengan nilai 3,51, rasa tidak begitu manis dengan nilai3,71, tekstur agak kenyal dengan nilai 2,93, kesukaan keseluruhan sangat suka dengan nilai 3,67.Kata kunci: buah naga merah, pepaya, fruit leather, suhu pengeringan.