Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 41-49 of 49

Analytics

Ade Chita Putri Harahap; Ade Bagus Suponco; Addilla Addilla; Ade Putri Wijaya; Alifia Azizah Ilmi +5 more

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

In this article we include material related to cyber counseling media which is useful for shaping the character or attitude of each student, in this case the development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of human life, including in the field of education . Students in today's digital era tend to be more accustomed to using technology and the internet in everyday life, so it is important to utilize this technology in education. Schools as educational institutions have an important role in shaping students' attitudes and personalities. One aspect that is important to note is the mental health of students. However, there are limitations to conventional counseling services provided by schools, such as limited time and counselors, and the difficulty of student access to counseling locations. Utilization of cyber counseling media can also shape students' modernization attitudes. Students will be accustomed to using technology in everyday life, including in obtaining counseling services. This can help students to improve digital literacy and technology skills which are important in today's digital era

Wibisono, Wawan

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tari Jathilan, sebuah seni tradisional Jawa yang memiliki makna budaya dan digunakan dalam upacara adat, telah mengalami transformasi yang signifikan di era modern. Pengaruh modernisasi dan perubahan ekonomi telah mengubah tari Jathilan menjadi ajang mencari uang di perempatan lampu merah. Fenomena ini mendorong perdebatan tentang dampaknya terhadap martabat budaya dan nilai-nilai tradisional. Beberapa mengkhawatirkan penurunan martabat budaya dan perubahan persepsi masyarakat terhadap tari Jathilan, sementara yang lain melihat potensi pemberdayaan budaya melalui transformasi ini. Dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya yang terus berubah, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mendorong transformasi ini dan dampaknya terhadap budaya lokal menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendorong transformasi tari Jathilan menjadi ajang mencari uang serta mengkaji implikasi sosial, budaya, dan ekonomi dari transformasi ini. Dengan menggali pemahaman tentang transformasi tari Jathilan, penelitian ini berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan seni tradisional di masa depan.

Luthfiyah, Arin; Rodiah, Ita

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kemajuan dan perkembangan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. perkembangan bersamaan dengan modernisasi juga berkembang ditengah masyarakat dengan membawa beragam dampak positif dan negative. Begitu pula di bidang perpustakaan, Pustakawan dituntut agar terus beradaptasi dengan kemajuan zaman, semakin berkembangan zaman semakin banyak pula perubahan-perubahan yang terjadi khususnya di Perpustakaan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Perpustakaan di suatu lembaga tidak hanya sebatas gedung dan ruang untuk menyimpan koleksi, tetapi dapat berfungsi sebagai pusat rujukan penelitian ataupun riset bagi para pemustakannya. Agar perpustakaan berfungsi sebagai wahana penelitian serta menjadi pusat rujukan penelitian, maka pustakawan beserta pimpinan lembaga perlu berinovasi dengan membangun dan mengembangkan layanan PKT-TYME Corner di lembagannya. Melalui layanan PKT-TYME Corner, fungsi perpustakaan sebagai wahana penelitian menjadi nyata dan peran pustakawan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin strategis dan diperlukan sinergi yang kuat dari beragam pihak untuk mewujudkannya.

Fajrin, Wahyutri Imelda; Jumari, Jumari; Hidayat, Tauhid

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

Digitalisasi data di era modernisasi akan memudahkan guru dan siswa untuk belajar sehingga akan berdampak pada prestasi belajar. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh antara digitalisasi data sekolah dengan prestasi belajar siswa SD Muhammadiyah 2 Denpasar, 2) pengaruh antara kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa di SD Muhammadiyah 2 Denpasar, 3) pengaruh antara digitalisasi data dan kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa di SD muhammadiyah 2 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas lima berjumlah 140 siswa, dan jumlah sampelsebanyak 104 siswa dengan teknik proporsionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment dan analisis korelasi ganda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh antara digitalisasi data dengan prestasi belajar siswa dimana t hitung > t table sebesar 2,195>1,983 taraf signifikansi 5%. (2) terdapat pengaruh antara kinerja guru dengan prestasi belajar siswa dimana t hitung > t table sebesar 2,195 > 1,983 taraf signifikansi 5%. (3) terdapat pengaruh didigtalisasi data dan kinerja guru dengan prestasi belajar siswa dimana nilai Fhitung >Ftabel sebesar 5,648 >3,08 dengan taraf signifikansi 5% . Dari hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara : 1) digitalisasi data sekolah terhadap prestasi belajar siswa SD Muhammadiyah 2 Denpasar, 2) kinerja guru terhadap prestasi beajar siswa SD Muhammadiyah 2 Denpasar, 3) Digitalisasi data sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa SD Muhammadiyah 2 Denpasar.

Eka Sri wahyuni; Anik Huzaimah

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The existence of the SKB of three ministers of social, economic, political, cultural and national civilization and for Muslims the three ministerial SKB has meaning, first, the occurrence of social and vertical mobility of madrasa students which so far has been limited to traditional educational institutions (madrasas and Islamic boarding schools), and secondly, opening up opportunities for the possibility of santri children entering the area of ​​work in the modern sector. The existence of Islamic education policies during the New Order era brought changes to Islamic education and the life of the nation, especially Muslims. The birth of a three-ministerial SKB stating that madrasah alumni could continue their education in public schools both at home and abroad. And that was born from the process of modernizing Islamic education which began in the early 20th century. In line with the development of social and economic institutions, the Muslim modern elite mostly live in cities, are highly educated, have religious knowledge, work in the New Order bureaucracy and in various secular modern institutions, the social and religious position of the modern Muslim elite makes them have social access. and strong politics. And they spread a lot to membership in the DPR both through Islamic and nationalist parties such as Golkar and others.

Nurhasanah, Lanny; Siburian, Bintang Panduraja; Fitriana, Jihan Alfira

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi merupakan suatu peristiwa yang menimbulkan banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat terutama generasi muda. Kemudahan dalam mendapatkan informasi mengubah pola pikir generasi muda menjadi lebih modern. Hal ini, dapat mempengaruhi minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Oleh karena itu, penulisan paper ini bertujuan untuk memaparkan tentang pengaruh modernisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia di era globalisasi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu dengan studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai referensi baik sumber primer dan sekunder yang relevan dengan generasi muda dan kesenian tradisional di era globalisasi. Hasil dari kajian penelitian menunjukkan bahwa arus globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan dan pola pikir generasi muda menjadi lebih modern, pemikiran ini membuat sebagian dari mereka berpikir bahwa sesuatu yang tradisional seperti kesenian tradisional itu sesuatu yang kuno sehingga ketertarikan dan minat mereka terhadap kesenian tradisional mulai berkurang dan mulai melupakan kesenian tradisional. Faktor lainnya adalah banyaknya generasi muda yang menganggap kesenian dari negara asing itu lebih baik dan lebih menarik daripada kesenian tradisional Indonesia, dan juga kurangnya kesadaran mereka akan pentingnya mempertahankan kesenian tradisional yang merupakan identitas nasional Indonesia.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.

Anita trisiana, Indah Nuri Lestari, Fadila Damayanti &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara politik danmahasiswa pada era moderenisasi terhadap ideologi politik, di era ini gerakanmahasiswa terhadap politik bisa dikatakan terbatas atau kurang, karena hal tersebut bisadilihat dari keikutsertaaan para mahasiswa dalam pemilu dan demokrasi lainnya. Selainitu, kurangnya pemahaman terhadap pentingnya politik dan anggapan dari setiapindividu terhadap politik bahwa politik tidak akan merubah kehidupannya.Padahalpartisipasi mahasiswa juga dibutuhkan apalagi sebagai penerus bangsa yang harusmempertahankan dan menjunjung tinggi ideologi negara. Metode yang digunakanadalah metode Deskriptif. Di dalam negara kita salah satu istilah yang palingkontroversial dalam setiap perkembangan pemikiran adalah ideologi politik. Dalammasyarakat luas bahkan sampai berbagai negara. Moderenisasi merupakan hasilkomersialisasi dan indusrialisasi, namun proses ini berlangsung melalui dukunganbirokrasi (politik). Dengan demikian variabel politik bisa dikatakan lebih penting dibandingkan ekonomi, seperti halnya di indonesia saat ini yang sedang marak kasuspolitik dari pada ekonomi masyarakat indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lainyang sibuk memikirkan kemajuan dan kemakmuran ekonomi negaranya. Maka dari ituperlu diadakan sosialisasi politik terhadap seluruh mahasiswa tentang pentingnyapolitik dalam suatu negara.Kata kunci : Ideologi politik, Era modernisasi, Mahasiswa.

Ernadewi Kartika Sari, Riyani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna Eka Karya yang beralamat di desa Slametan RT 10, RW 04, Gatak, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dari tanggal 13 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Pengabdian ini dengan berlandaskan pada sebuah penyadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya manusia sebagai sumber daya yang sangat berpotensi, maka dari itu, penting adanya sebuah peningkatan ilmu pengetahuan terutama bahasa. Hal itu akan mendampingi mereka dalam proses modernisasi yang semakin banyak membutuhkan pemahaman dan pengertian yang lebih. Penting bagi mereka untuk mendapatkan ilmu bahasa untuk menghadapi modernisasi yang semakin maju. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pembelajar bahasa adalah pemikiran bahwa belajar bahasa asing sukar dan membosankan. Bagi mereka yang telah bekerja, belajar bahasa asing dengan mendatangi lembaga bimbingan belajar juga kurang fleksibel waktunya, di masyarakat belum terdapat platform interaktif sebagai media pembelajaran, biaya yang mahal serta beberapa permasalahan lain yang banyak dihadapi oleh pembelajar bahasa. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut maka aplikasi mobile untuk belajar Bahasa khususnya bahasa Inggris hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih efektif, efisien dan fleksibel dalam masalah waktu. Para pembelajar bahasa juga dapat belajar bahasa asing dimanapun dan kapan saja mereka suka. Dengan hadirnya Aplikasi mobile tersebut, maka diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia baik di kota dan pedesaan yang mampu menguasai bahasa asing dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Kata Kunci : Digital Lietarcy, Aplikasi Belajar Bahasa di smarthpone