Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 561-580 of 662

Analytics

Stefanus Rikardus Dhajo; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi profesionalisme guru agama katolik dalam kemampuan proses belajar mengajar serta meningkatkan hasil pembelajaran  yang baik. Penelitian   ini   merupakan   penelitian    yang   menggunakan   pendekatan penelitiaan  kuantitatif    dengan  metode  deskriptif.  Data  diperolah  menggunakan angket tertutup. Responden penelitian yaitu guru agama katolik yang mengajar di sekolah dasar negeri kota Palangka Raya berjumlah 5 orang. Dari  hasil  penelitian   yang  telah  dilakukan   oleh   peneliti  kepada  guru pendidikan agama katolik di Sekolah Dasar Negeri Kota Palangka Raya dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama katolik adalah baik.  Hal  tersebut  dilihat  dari  pencapaian  masing-masing  indikator  yaitu  pada indikator 1. kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar adalah 86,6% yang  masuk  pada  kriteria  baik.  Indikator  2.  penguasaaan  materi  yang  diajarkan kepada siswa adalah 65% yang masuk pada kriteria cukup baik. Indikator 3. penguasaan  metode dan  strategi  mengajar adalah  60%  yang masuk  pada kriteria cukup baik. Indikator 4. memberikan tugas-tugas kepada siswa adalah 73,3% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 5. kemampuan mengelola kelas adalah 75% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 6. kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi adalah 80% yang masuk pada kriteria baik. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama Katolik dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya berjalan dengan baik.

Aulia Mutiara Hikmah; Zahara Fadilla

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat pada umumnya ingin berpenampilan menarik di hadapan orang lain. Perawatan yang dilakukan diantaranya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Masyarakat memilih kosmetik biasanya karena harganya murah, iklan kosmetik yang ditampilkan menarik, ataupun melihat efek yang dihasilkan ketika rekan terdekat telah menggunakannya. Padahal, kebutuhan kosmetik tiap orang berbeda-beda bergantung dari jenis kulit orang itu. Masyarakat juga diharuskan jeli dan teliti dalam memilih kosmetik yang aman dan baik untuk dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dan baik dalam memilih kosmetik yang aman dan baik bagi masyarakat agar pembelian kosmetik itu dapat memberikan hasil semaksimal mungkin sehingga penampilan yang diinginkan dapat terwujud. Sosialisasi dilakukan di lingkungan RT 16 RW 04 Kelurahan Rawa Buaya melibatkan ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang berusia dalam rentang 30-60 tahun. Metode yang dilakukan adalah pembagian kuisioner, presentasi materi, dan pembagian flyer yang berisi tips singkat sesuai dengan tema pendidikan. Pengetahuan masyarakat bertambah sebesar 78% setelah dilakukan pemaparan materi.

Ahmad Fahrudin; Eka Maryam

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis review isi artikel sintesa dengan fokus pada daerah penelitian, tujuan, variasi metode, dan temuan. Metode pengumpulan data penelitian mengadopsi desain PRISMA (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses), terdiri dari empat langkah: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan aplikasi publish or perish yang ditautkan langsung ke pencarian Google Cendekia. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 3000 artikel pada periode 2017 hingga 2022. Penelitian ini memutuskan untuk mereview 15 artikel dengan sebaran Pendidikan Fisika Berbasis Etnosains  6 artikel, Pendidikan Fisika Berbasis Budaya 4 Artikel, dan Pendidikan Fisika Berbasis Kearifan Lokal 5 Artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan daerah di Indonesia yang dijadikan tempat penelitian terbanyak yaitu 20% dengan topik pendidikan fisika berbasis budaya, dan pendidikan fisika berbasis kearifan lokal. tujuan penelitian rata-rata adalah mengembangkan produk, menganalisis, mendiskripsikan dan mengembangkan karakter. Metode penelitian yang digunakan juga bervariasi, antara lain: R&D, kualitatif deskriptif, kuasi-eksperimental, dan pendekatan rasch model. Temuan menunjukkan bahwa topik ini menarik untuk dipelajari karena berpengaruh positif terhadap hasil belajar, meningkatkan berpikir kritis, kemampuan literasi sains, meningkatkan kreativitas serta meningkatkan motivasi belajar

Bambang Agus Windusancono; M. Daeni

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Perempuan memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan dunia dan perkembangan manusia setiap era kehidupan manusia. Dengan adanya perkembangan agar  bisa  melakukan  adaptasi  pada  perkembangan zaman,  hal  ini  memberi  peluang perempuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pola asuh  keluarga dan kreatifitasnya sesuai profesi yang ditekuni. Baik buruknya bangsa tergantung pada baik buruknya perempuan dalam membimbing keluarga dalam menjalankan fungsi manusia secara utuh sebagai warga negara yang beretika,berbudaya dan khususnya berjiwa Pancasila di Indonesia. Hal ini juga terlihat dari peran, fungsi, dan Profesi perempuan yang ada disemua bidang kehidupan, mulai dari perempuan dalam keluarga, perempuan dalam masyarakat, perempuan dalam dunia industry, perusahaan, politik, profesi.      Kemampuan              dan keahlian perempuan bisa lebih baik apabila memperoleh pelatihan, Pendidikan dan pengalaman hidup dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh perempuan masa kini dalam penerapan nilai Pancasila. Untuk mendeskripsikan kemampuan perempuan tersebut dalam implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, perlu dilihat dari   data dan kehidupan perempuan di masyarakat. Dalam menyajikan data dari makalah ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan dokumentasi lainnya yang mendukung. Berdasarkan data tersebut didapatkan hasil bahwa peran perempuan sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara yang dimulai dari memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk anak-anaknya atau dengan kata lain “Ibu merupakan perpustakaan pertama seorang anak”. Sehingga dapat disimpulkan terkait  Pendidikan Pancasila adalah perempuan mampu memberi bimbingan dan pendampingan yang pertama dalam pola asuh anak dalam implementasi langsung nilai-nilai Pancasila sejak dini.

Asih Dwi Astuti; Siti Rochmaedah; Rahma Tunny

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi maka anak harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan makanan pendamping ASI diberikan setelah 6 bulan, pemberian ASI berlanjut sampai dengan anak berusia 2 tahun. Pemberian ASI dapat menurunkan angka kematian anak secara global sebesar 10% setiap tahun. Promosi ASI eksklusif adalah upaya intervensi yang efektif untuk mengurangi kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmsa Waplaau Kabupaten Buru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel adalah ibu menyusui yang usia bayinya 7-12 bulan. Besar sampel 71 ibu menyusui dianalisa dengn menggunkan analisa univariat. Hasil: Umur Ibu menyusui dengan kategori tidak berisiko (20-35 tahun), Pendidikan kategori Sekolah Dasar, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Paritas kategori primipara, ekonomi keluarga kategori < Upah Minimum Kabupaten dan Tidak memberikan ASI eksklusif pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Waplau

Vinsensia Gebyar Ritavany; FR. Wuriningsih; FX. Sugiyana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan adalah kebutuhan dasar bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang. Demi peningkatan motivasi dan prestasi belajar dibutuhkan suatu pembelajaran yang mendukung dan metode yang tepat. Untuk itu guru dituntut memiliki kreativitas dalam menggunakan metode dan media ajar yang menyenangkan. Salah satu metode adalah STAD atau pembelajaran kelompok yang mampu menumbuhkan kerja sama dan kreativitas siswa (Gusniar, 2017). Penggunaan metode STAD dan media Youtube ini dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Pius X Magelang dengan pendekatan kuantitatif eksperimen. Tujuan dari penelitian iini adalah (1) Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan metode STAD dan media Youtube di SMK Pius X Magelang. (2) Mengetahui penggunaan metode STAD dan media Youtube dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa SMK Pius X Magelang. (3) Mengetahui pengaruh motivasi belajar dari penggunaan metode STAD dan media Youtube terhadap Prestasi belajar siswa di SMK Pius X Magelang. Pengambilan data dilakukan melalui Pretest, Posttest dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Siswa menyukai pembelajaran dengan metode STAD dan media Youtube karena menyenangkan dan membuat materi mudah dipahami. 2) Skor motivasi meningkat dari 24 menjadi 41 pada materi pertama dan 46 pada materi kedua, serta rata-rata hasil belajar meningkat dari 67,50 menjadi 81,25. 3) Adanya pengaruh motivasi dari penggunaan metode STAD dan media Youtube terhadap hasil belajar sebesar 62%. Simpulan: Motivasi dari metode STAD dan media Youtube berpengaruh terhadap prestasi belajar PAK. Saran: guru dapat menggunakan dan mengembangkan metode STAD dan media Youtube dalam PAK.

Rodiyah, Siti Kholidatur

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In choosing the right learning model, a teacher must pay attention to students' abilities and choose a learning model that can motivate them to learn and develop their potential so they can overcome problems in life. Problem-Based Learning is considered a learning model that can help students maximize their potential and develop skills in solving problems in everyday life. This study aims to critically analyze the application of problem-based learning models in the field of study of Islamic Religious Education. Through a literature study approach, this study focuses on a critical analysis of the basic concepts, principles, and procedures for applying the Problem-Based Learning method in learning Islamic Religious Education. The results of the research show that in order to implement PBL in the learning process, teachers should follow the procedures or implementation stages. The procedure for implementing PBL is divided into several steps, namely: problem orientation, organizing students to study (in groups), investigation or data collection, developing and presenting work results, and finally; evaluation and reflection.

Isna Wahyuseptiana, Yetty; Faila Sufa, Feri; Widjanarko , Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan konsep tentang konsep matematika kepada pendidik anak usia dini untuk menstimulasi  kemampuan matematika sesuai tahapan perkembangannya dan karekteristik usia di lingkungan IGRA kecamatan Gatak. Setiap anak pasti punya potensi yang siap untuk dikembangkan. Semakin dini kita memahami potensi kita, maka akan semakin mudah mengembangkannya. Termasuk potensi kemampuan yang sangat di butuhkan dalam mendukung kegiatan manusia di semua bidang kehidupan. Kemapuan tersebut adalah kemmapuan berpikir matematis yang sangat penting dan saat ini dianggap sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh individu. Memiliki kemampuan berpikir matematika memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam tiap fase kehidupan, baik sebagai pembelajar maupun sebagai profesional.Pendapat para ahli dan hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian stimulasi matematika sejak dini sangat penting untuk mendukung kesiapan pada pendidikan matematika selanjutnya. Berdasarkan pengamatan tampak guru menggunakan metode konvensional dalam stimulasi mengenalkan konsep matematika pada anak usia dini dan berdasarkan wawancara dengan guru mendapatkan perbedaan persepsi dalam memandang pembelajaran matematika dan cara menstimulasi perkembangan matematika anak.Berdasarkan analisis awal dapat diidentifikasi Permasalahan sebagai berikut (1) Masih rendahnya kemampuan berpikir anak dalam memahami konsep matematika. (2). Rendahnya pemahaman Pendidik PAUD dalam melakukan stimulasi dan (3) Pembelajaran yang masih konvensional dalam mengenalkan konsep matematika. Oleh karena itu perlunya kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi berupa: (1) Pemberian stimulasi perkembangan berpikir konsep matematika sesuai tahapan usia (2) Melakukan Sosialisasi capaian pembelajaran konsep Matematika pada anak usia 4-6 tahun dan (3) Pendampingan  Pemberian stimulasi yang inovatif.Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi. Namun sebelumnya dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara pembelajaran matematika di PAUD dan kemampuan anak dalam mengenal matematika. Kuis diberikan kepada guru untuk megetahui sejauh mana pemahaman pendidik tentang stimulasi matematika anak usia dini. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai konsep perkembangan kemampuan berpikir matematika. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing dan diskusi dan dikhiri dengan kuis untuk mengetahui sejauhmana keterserapan pendidik pada materi yang disampaikan. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa apakah kegiatan parenting berlangsung optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematika pada anak.Berdasarkan hasil pre tes dan post tes diketahui ada peningkatan kemampuan anak dalam berpikir konsep matematika sebesar 20%.. Adapun luaran dalam Pengabdian ini adalah  model stimulasi konsep matematika anak usia dini dan  artikel ilmiah dalam jurnal pengabdian nasional. Kata kunci : stimulasi, kemampuan berpikir matematika, anak usia diniÂ

Ngaijan, Ngaijan

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini bertujuan agar PT. Indah Cargo Logistik Semarang dapat menyusun laporan keuangan dengan baik. Perkembangan teknologi informasi saat ini, mempengaruhi berbagai bidang usaha, baik pendidikan  maupun bisnis. Penggunaan akuntansi komputer adalah alat untuk memfasilitasi kegiatan  perusahaan dalam menyelesaikan pemrosesan data secara efektif, efisien, dan akurat. Perusahaan  sangat membutuhkan program aplikasi untuk memfasilitasi pencatatan transaksi yang masih berlangsung dengan Microsoft Excel, kesalahan paling sederhana bahwa kesalahan manajemen  Human Error adalah salah dalam pencatatan sering terjadi, selain memasukkan data secara  manual dan membuat jurnal membutuhkan waktu. lebih panjang dan membutuhkan ketelitian ekstra  dalam proses perhitungan. Ini dapat mengakibatkan tidak seimbangnya buku besar umum dan  laporan keuangan yang dibuat kemudian. Metode pengumpulan data termasuk observasi, wawancara,  dan metode studi pustaka. Penggunaan aplikasi Myob Accounting merupakan penyelesaian masalah alternatif yang  dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga dapat memudahkan perusahaan dalam memproses data  akuntansi, serta memperoleh informasi yang berkualitas, hasil yang lebih akurat, dan waktu yang  digunakan lebih efektif dan efisien.

Yunis Hidayati; Nik Haryanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Kepala sekolah merupakan salah satu elemen dasar bagi kemajuan sekolah. Kinerja kepala sekolah merupakan tanggung jawab pengawasan.  Pengawasan adalah menentukan apa yang telah dicapai, mengevaluasi dan menerapkan tindakan korektif, jika perlu memastikan sesuai dengan rencanaStrategi yang dilakukan oleh pengawas dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah yaitu pemantauan, pemeriksaan, penilaian dan perbaikan. Kinerja kepala harus ditingkatkan dan diprioritaskan.  Kepala sekolah sebagai administrator dan manajer pendidikan memegang kedudukan yang sangat penting, karena merupakan faktor penentu keberhasilan sekolah dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat, ia juga turut menetukan keberadaan sekolah tersebut di tengah-tengah masyarakat dan kemampuan dalam merespon kebutuhan-kebutuhan dan harapan masayarakat. Metode penelitiannya adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah 1) Rencana program kepengawasan dalam meningkatkan kinerja kepala MAN 2 Tulungagung    adalah melakukan identifikasi masalah, menyususn program pengawasan, melaksanakan program kepengawasan, mengevaluasi dan menganalisis hasil pengawasan, serta melakukan pembinaan berdasarkan hasil evaluasi.  2) Pelaksanaan Kepengawasan dalam meningkatkan Kinerja Kepala MAN 2 Tulungagung    adalah: (a) melakukan pembinaan terhadap guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan yang berada di wilayah binaannya, (b) melakukan penilaian terhadap kinerja guru, kinerja kepala madrasah dan kinerja seluruh staf sekolah, dan (c) melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya. 3) Evaluasi dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan dalam meningkatkan Kinerja Kepala MAN 2 Tulungagung  , beberapa langkah kegiatan pengawasan yang harus dijalankan oleh seorang pengawas adalah evaluasi dan tindak lanjut setelah dilakukan penilaian, pembinaan dan pemantauan, selanjutnya melakukan tindak lanjut pengawasan ini dilakukan berdasarkan pada hasil evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan.

Ikhsanudin, Ikhsanudin; Wahyu Setiadi; Mukh Nursikin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Adanya inovasi atau perubahan dalam bidang kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan institusi. Khususnya untuk kurikulum PAI, inovasi juga harus dilakukan dengan tujuan: mewujudkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. Implementasi perubahan yang dilakukan pada era globalisasi lebih bertumpu perubahan material yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam karena masyarakat revolusi 4.0 lebih diwakili oleh kapitalisme dan sosialisme dengan ketergantungan internet. Keagamaan adalah salah satu lembaga yang mewadahi tentang bagaimana pembentukan siswa dengan kepribadian islami yang memiliki ilmu teknologi dan kualitas yang mampu bersaing dalam globalisasi tanpa meninggalkan budaya daerah. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peluang inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi. Metode penelitian adalah studi literature dengan mengumpulkan data-data tertulis dari sumber referensi yang terkait. Hasil tulisan artikel ini memetakan inovasi dan literasi kurikulum PAI, dan tahapan penyusunan kurikulum PAI di era globalisasi.

Fitriyadi, Farid; Indriastiningsih, Erna; Erkamim, Moh

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Customer Relationship Management (CRM) merupakan sebuah strategi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk dapat mengkontrol, pengecekan, menciptakan dan mempertahankan suatu hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan pelanggannya dan mengurangi kemungkinan para pelanggannya pindah ke perusahaan atau rekanan lain. CV Mediatama Percetakan merupakan sebuah perusahaan yang menjual berbagai macam buku pendidikan. CV Mediatama Percetakan membutuhkan sebuah strategi untuk dapat menjalin hubungan dan meningkatkan layanan kepada pelanggannya agar pelanggannya tetap loyal kepada CV Mediatama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah Tampilan Website / Interface Customer Relationship Management (CRM) yang berbasis web pada CV Mediatama agar menjalin hubungan dan meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan. Desain Interface Website  CRM menggunakan model prototype. Dari penelitian ini akan menghasilkan sebuah Desain Interface Customer Relationship Management (CRM) berbasis web yang kemudian akan di uji dengan menggunakan metode pengujian Black-Box ,yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Dengan perancangan dan pembangunan Customer Relationship Management (CRM) ini diharapakan CV Mediatama dan menjalin hubungan yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan layanannya kepada pelanggan.

Kodir, Kodir; Yoga , Adi; Saputri , Prakastiasti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Berbagai pihak telah berupaya mempublikasikan bahaya rokok bagi kesehatan melalui berbagai media namun kebiasaan merokok masih sulit dihentikan. Perkembangan teknologi menjadikan media elektronik sebagai media yang mampu memberikan motivasi melalui media audio visual seperti video. Pendidikan kesehatan dengan media audio visual merupakan salah satu alternatif bagi penyuluh untuk memberikan informasi bahaya rokok melalui unsur suara dan gambar sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih menarik, mudah dicerna, serta meningkatkan motivasi peserta.  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap motivasi berhenti merokok pada mahasiswa. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 52 mahasiswa yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=26) dan kontrol (n=26). Bentuk intervensi berupa pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visual. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat motivasi berhenti merokok adalah Contemplation Ladder (CL). Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi berhenti merokok pada kelompok intervensi sebanyak 6 skala setelah perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna tingkat motivasi berhenti merokok antara kelompok intervensi dan kontrol dengan p=0,000. Hasil penelitian membuktikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual berpengaruh terhadap motivasi berhenti merokok pada mahasiswa. Saran : Pendidikan kesehatan dengan media audio visual direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dalam program berhenti merokok.

Dayaningsih, Diana; Septediningrum W.I

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar belakang: Remaja perempuan mengalami serangkaian perubahan biologis, baik dari anatomis maupun fungsional. Salah satu perubahan biologis pada remaja perempuan adalah pada organ reproduksi yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Keputihan dapat bersifat normal dan tidak normal. Keputihan tidak normal perlu diwaspadai karena merupakan gejala suatu penyakit  reproduksi. Keputihan sering dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi remaja. Penyebab keputihan berkaitan dengan cara kita merawat organ reproduksi. Pengetahuan mengenai keputihan sangat diperlukan untuk menentukan sikap yang akan dilakukan. Pendidikan kesehatan perlu diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat mengubah sikap. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan dan sikap siswi sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan rancangan penelitiannya adalah one-group pratest-posttest design. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebagai instrumen penelitian. Sampel penelitian ini meliputi 120 siswi di SMP Kristen Gergaji Semarang dengan menggunakan cluster sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat Wilcoxon Match Pair Test. Hasil Penelitian: menunjukkan peningkatan jumlah responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan sebesar 67,5% dengan p value 0,000, dan terdapat peningkatan jumlah responden yang memiliki sikap baik sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan yaitu sebanyak 40,83 % dengan p value 0,000. Hal ini menunjukkan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap.

Wahyuni, Fitri; Astuti, Yuni

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar belakang :. Pengetahuan  dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien. Ada suatu fenomena bahwa perawat dalam perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan kurang memperhatikan aspek kebutuhan spiritual. Tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Metode : Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 76 orang, alat pengumpul data  berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien dalam kategori tinggi yaitu sebesar (1,3 %), kategori sedang  (46,1 %) dan kategori rendah (52,6 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit rawat inap RST Bhakti Wira Tamtama dalam kategori rendah. Saran: sebagai seorang perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan spiritual pasien dengan meningkatkan potensi diri melalui jurnal keperawatan, peningkatan pendidikan dan penambahan materi tentang kebutuhan spiritual dalam pendidikan keperawatan.

Aray Pantare Alam; Maria Rio Rita

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling yang terdiri dari 86 pemilik UMKM. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Latar belakang pendidikan merupakan variabel yang paling dominan terhadap penerapan SAK EMKM

Karningsih Karningsih

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsunganya. Salah satu penunjang adalah, adanya motivasi belajar bagi peserta didik yang terstruktur dan terkonstruksi dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Pada awal tahun 2020 dunia pendidikan dihadapkan pada kehadiran Coronavirus   atau biasa disebut COVID-19, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran, semua satuan pendidikan mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran kreatif melalui   daring. Metode ini   dikembangkan secara khusus untuk mengelola pembelajaran online,dan mendistribusikan materi kepada peserta didik, dengan sistem ini dosen berada terpisah dengan mahasiswanya.   Perubahan   metode pembelajaran dari tatap muka   ke online (daring), mempengaruhi motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Pembelajaran daring menjadi delema bagi dosen dan mahasiswa, salah satu permasalahan pembelajaran daring adalah kemandirian belajar mahasiswa di rumah tidak sepenunya dapat terlaksana dengan baik sehingga motiasi belajar mahasiswa ada kecenderungan menurun., dengan   pembelajaran daring ada mahasiswa yang  terkendala signal hal ini menyebabkan materi pembelajaran tidak sepenuhnya diterima dengan baik dan prestasi belajar ada kecenderungan menurun.

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Perkembangan pendidikan pada masa sekarang dipengaruhi oleh globalisasi kehidupan modern, sehingga penggunaan teknologi sudah sangat dibutuhkan dan merupakan suatu kebutuhan. Pada dunia pendidikan kebutuhan pengamatan dalam metode pembelajarn sehingga membangkitkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan aktif dan memahami materi yang disampaikan pendidik. Seorang pendidik harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan pembelajaran sebagai bentuk kualifikasi pendidik dalam pengembangan pembelajaran. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dirumuskan, bagaimana bentuk pengembangan media pembelajaran sebagai kreativitas dalam kualifikasi pendidik? Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pengembangan media pembelajaran sebagai kreativitas dalam kualifikasi pendidik. Sehingga dapat bermanfaat bagi para pendidik lain untuk meningkatkan kualifikasi pendidik dalamkreativitas pengembangan media pembelajaran. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan dijelaskan secara interpretative dan terstrukturdengan menggunakan sampel purposive, untuk memudahkan dalam menggali data berdasarkan informan yang kompetensi di bidangnya. Menggunakan sumber data primer dari informan pendidik di lembaga pendidikan di Denpasar dan data sekunder dari arsip dan referensi yang terkait. Pengumpulan data melalui observasi wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan reduksi data. Hasil penelitian adalah bentuk pengembangan media pembelajarandalam meningkatkan kualifikasi pendidik adalah pendidik menunjukkan ijazah akademik, peran sebagai pendidik, pengembangan media pembelajaran melalui audio visual dan media audio visual, dan kerjasama dengan stakeholder.

Komang Agus Jerry Widyanata; Putu Intan Daryaswanti; Ni Made Diah Pusparini Pendet

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Timbulnya komplikasi dan berujung kematian pada pasien DM (Diabetes Mellitus) ini dikarenakan rendahnya self efficacy dan perilaku perawatan diri pasien DM itu sendiri. Perilaku perawatan diri pasien DM masih rendah dikarenakan kurangnya paparan informasi dan media yang tepat yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perawatan mandiri dirumah. Tujuan: Memberikan pendidikan kesehatan dengan media kalender DM kepada pasien DM agar dapat melakukan perawatan mandiri dirumah dengan tepat. Metode: Pendidikan kesehatan diberikan kepada pasien DM diwilayah kerja puskesmas Sukawati I sebanyak 48 orang dengan pemilihan sampel secara accidental menggunakan metode ceramah diskusi disertai demonstrasian dengan media kalender DM dan dinilai gula darah sewaktu sebelum dan sesudah penerapan kalender DM dalam perawatan diri dirumah. Hasil: . Hasil evaluasi menunjukan hasil 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Nilai gula darah sewaktu peserta sebelum kegiatan menunjukan hasil lebih dari normal dan ada yang masuk dalam kategori gula darah tidak terkontrol (Mean: 183) sedangkan setelah menjalankan program manajemen DM dengan media kalender DM nilai gula darah sewaktu peserta rata-rata masuk dalam kategori terkontrol (Mean:146). Simpulan: penerapan kalender DM sebagai media dalam manajemen DM secara mandiri dapat membantu pasien mempertahankan guladarahnya tetap terkontrol. Program pengabdian ini juga berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan pasien DM dalam manajemen DM secara mandiri.