Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 5601-5620 of 5,839

Analytics

Wulansari, Bety; Hanik, Nur Rokhimah; Nugroho, Anwari Adi

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Biologi Pada Siswa Kelas X IPA 6 SMA Negeri 1 Tawangsari Tahun Pelajaran 2017/2018.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi/ pengamatan, tes/ teknik penilaian, dan dokumentasi. Setelah diadakan tindakan kelas, pada siklus I hasil belajar kognitif sebesar 57%, aspek afektif sebesar 41% dan aspek psikomotorik 33%. Dari siklus I ketuntasan belajar dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik belum memenuhi kriteria tuntas, perlu dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II hasil belajar kognitif sebesar 71%, aspek afektif 46% dan aspek psikomotorik 51%. Pada siklus II telah mengalami peningkatan, tetapi hasil belajar kognitif dan aspek afektif belum mencapai ketuntasan, maka dilanjutkan pada siklus III. Pada siklus III mengalami peningkatan dengan hasil belajar kognitif sebesar 77%, aspek afektif 60% dan aspek psikomotorik 66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model PBL disertai mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar biologi.Kata Kunci: Hasil Belajar Biologi, Mind mapping, Problem Based learning (PBL).

Astuti, Ria Widi; Prasasti, Pinkan Amita Tri

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang dilakukan di SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelas tiga. Kelas tiga SDN Miri berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan 20 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dalam bentuk posttest yang disediakan dalam kelompok kontrol atau kelas eksperimen. Data diperoleh dari hasil belajar siswa nilai postes. Uji validitas suatu masalah dengan menggunakan tabel korelasi r, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Spearman-Brown. Berdasarkan penelitian dilakukan perbedaan penelitian dalam hasil yang diperoleh, seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil uji-t dengan ? = 5% diperoleh Tobs = 1.68205> 5.990 dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar menggunakan pendekatan Appoarch Scientific untuk memperoleh hasil belajar sains lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode konvensional. Jadi penggunaan model ini efek singnifikan pada hasil belajar IPA siswa kelas tiga SDN Kismantoro Miri Kabupaten Wonogiri.Kata kunci: Pendekatan Pembelajaran ilmiah, Keterampilan Proses Sains.

Purwanto, Agus

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Kualitas siswa dalam Program Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara tidak dalam kualitas tertinggi. Tetapi kompetensi kelulusan standar diperlukan di tingkat yang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dalam kegiatan belajar. Peningkatan aktivitas pembelajaran telah dilakukan melalui pendekatan saintifik berbasis lesson study pada mata kuliah sistematika tumbuhan tinggi melalui 4 siklus. Setiap siklus memiliki tahapan perencanaan-lihat-lihat. Data diperoleh dari deskripsi tahapan plan-do-see dan analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi rencana itu layak dan teliti. Implementasi do bahwa perkuliahan dapat mengatur waktu dengan baik, memberikan motivasi dan ketepatan pada kesalahpahaman yang disampaikan oleh mahasiswa; selain itu, aktivitas belajar siswa dan kemandirian mereka selama kegiatan belajar semakin meningkat. Implementasi see dapat meningkatkan kolaborasi antar dosen dalam menyusun rencana selanjutnya. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah berdasarkan studi pelajaran dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam melakukan kegiatan belajar siswa, meningkatkan kegiatan belajar siswa dan meningkatkan kemandirian siswa.Kata kunci: keterampilan belajar, lesson study, pendekatan saintifik

Ratnasari Ratnasari; Tria Puspita Sari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar Belakang: Pemilihan kontrasepsi yang digunakan oleh wanita perlu mempertimbangkan pengaruh metode tersebut terhadap fungsi reproduksi sekaligus kesejahteraan umum. Alat kontrasepsi pil dan suntikan mempunyai permasalahan atau efek samping paling utama yaitu gangguan pola haid. Hasil studi pendahuluan pada akseptor KB pil dan suntik kombinasi didapatkan 2 dari 5 akseptor KB Pil Kombinasi mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Sedangkan akseptor KB Injeksi Kombinasi 1 dari 5 orang mengalami siklus haid yang tidak teratur. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Kerjo. Sampel yang diambil adalah akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 60, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisa data pada analisis bivariat menggunakanT test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan siklus menstruasi akseptor KB pil kombinasi mayoritas normal (90%). Sedangkan siklus menstruasi pada akseptor KB injeksi kombinasi mayoritas juga normal (90%). Analisa bivariat padaperbedaan siklus menstruasi akseptor kb pil dan injeksi kombinasi menunjukkan nilait hitung lebih kecil dari t tabel (0,192 < 1,67065). Sehingga tidak ada perbedaan siklus menstruasi antara KB pil dan injeksi kombinasi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi.

Reni Rahayu; Munaaya Fitriyya

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia terutama atonia uteri dan ruptur perineum. Tujuan studi kasus ini meresume asuhan kebidanan ibu bersalin primigravida dengan senam hamil terhadap pencegahan ruptur perineum dan mengidentifikasi efektivitas senam hamil terhadap ruptur perineum pada ibu bersalin primigravida. Metode penelitian studi kasus ini menggunakan metode observasional deskriptif  yang dilakukan di Puskesmas Kebakkramat I pada bulan Maret sampai April 2016 pada ibu bersalin primigravida dengan senam hamil melalui teknik pengumpulan  data primer dan sekunder dengan format asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan 7 langkah varney dan melaksanakan latihan senam hamil sesuai dengan SOP serta nama inisial dan surat persetujuan. Hasil penelitian didapatkan responden yang mengikuti senam hamil sejak usia kehamilan 28 minggu dengan frekuensi dan ketepatan pelaksanaan mampu mengurangi resiko terjadinya ruptur perineum sampai dengan derajat IV bersamaan dengan pelaksanaan persalinan yang aman dan nyaman. Kesimpulan senam hamil cukup efektif untuk mengurangi resiko terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin primigravida.

di, Arben

Wacana Hukum 2019 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

AbstractThis research has purposes of knowing the interpretation of the supplementary worker rights definition after Constitutional Court Decision Number 67/PUU/XI/2013. This research has also purposes of knowing the preventive legal protection of the supplementary worker rights after the Decision of Constitutional Court No. 67/PUU-XI/2013. The results of this research are, firstly, the supplementary rights of worker are classified into: (a) normative, meaning that the supplementary rights which are provided and regulated by acts, such as severance payment, gratuity and compensative payment. (b) non-normative rights, meaning other rights are provided and regulated by the parties in accordance with the agreement in the employment agreement or collective labor agreement. Secondly, there are already legal protection of supplementary non-salary rights in Decision of Constitutional Court No. 67/PUU-XI/2013 but they are not completely protective because the supplementary rights of the worker are not included in separatist creditor payment.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, penafsiran definisi hak-hak lainnya dari pekerja/buruh Pasca putusan Mahkamah konstitusi Nomor 67/PUUXI/2013. Penelitian ini juga untuk mengetahui, perlindungan hukum preventif terhadap hak-hak lainnya dari pekerja/buruh Pasca putusan Mahkamah konstitusi Nomor 67/PUUXI/2013. Hasil penelitian ini adalah pertama, hak-hak lainnya pekerja/buruh dibagi menjadi: (a). bersifat normatif, adalah hak-hak lain yang diberikan dan diatur oleh Undangundang, misalnya uang Pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan (b). Hak hak lainnya yang tidak bersifat normatif, berarti diberikan dan diatur oleh para pihak menurut kesepakatan baik dalam Perjanjian Kerja (PK) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Kedua, perlindungan hukum hak-hak lainnya dari pekerja/buruh Nomor 67/PUU-XI/2013 sudah ada namun tidak sepenuhnya terlindungi, dikarenakan hak-hak non upah pekerja/buruh dikecualikan pembayarannya oleh kreditur Separatis.

Febi Diningtyas Listyawati, Sri Winarti, Murtiningsih &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mie gluten free merupakan mie yang dibuat dari tepung selain terigu yang baik bagi anak penyandangautis. Gadung dan mocaf memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga baik dikembangkan untuk produkmie bebas gluten. Salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik mie gadung-mocaf yaitu denganpenambahan gliserol sebagai plasticizer (pemlastis). Selain itu, guna memperbaiki tampilan mie dilakukanpenambahan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaikantara tepung gadung-mocaf dan penambahan gliserol untuk menghasilkan mie yang disukai konsumen.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu proporsitepung (gadung:mocaf) (80%:20%; 70%:30%; 60%:40%) dan penambahan gliserol (1%; 2%; 3%). Data-datayang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam, bila terdapat perbedaan nyata dilakukan uji duncan(DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah proporsi tepung gadung: tepung mocaf60%:40% dan penambahan gliserol 1%, yang menghasilkan mie kering dengan karakteristik kadar air 7,20%;kadar abu 1,49%; kadar pati 68,59%; kadar amilosa 12,55%; daya patah 10,44%; daya rehidrasi 118,89%; cookingloss 2,85%; dan elastisitas 29,24%. Hasil uji sensoris adalah nilai rata-rata warna 3,90 (agak suka); rasa 3,75(agak suka); tekstur 3,70 (agak suka); dan aroma 3,60 (agak suka). Hasil perlakuan terbaik dianalisa kadarprotein adalah 3,02%, warna L 48,6; a*24,4; b*14,2 dan aktivitas antioksidan 385,00 (mg/ml).Kata kunci : mie kering, tepung gadung, tepung mocaf, gliserol.

Yustina Wuri Wulandari, Novea Stevani, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nori merupakan olahan yang berbentuk lembaran kering yang terbuat dari rumput laut merah berjenisPorphyra. Rumput laut jenis ini tidak dapat ditemukan di Indonesia, karena hanya dapat tumbuh di Negarayang beriklim sub-tropis. Penelitian ini merupakan upaya inovasi untuk mengganti bahan baku pembuatannori menggunakan daun kangkung yang banyak dan mudah ditemukan di Indonesia. Tujuan penelitianini adalah untuk memperoleh produk nori kangkung dengan perbedaan lamanya waktu pengeringan danpenambahan konsentrasi karagenan terhadap karakteristik nori daun kangkung.Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktoryaitu lama waktu pengeringan (8, 10, dan 12 jam) dan perbandingan penambahan karagenan (0,5; 1; dan 1,5%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lamanya waktu pengeringan 12 jam dengan penambahankaragenan 1% yang hampir menyerupai nori komersial dan paling disukai. Nori kangkung dengan perlakuantersebut memiliki kadar air 12,673%; kadar abu 5,230%; kadar gula total 5,676%; kadar serat kasar 7,603%;uji kekuatan tarik 7,7167 N/; warna (3,8533); kerenyahan (2,900); tekstur (3,700); flavor kangkung (2,513);dan tingkat kesukaan keseluruhan (3,113).Kata kunci: Karagenan, pengeringan,nori, kangkung

Nanik Suhartatik, Rizky Khaerul Ikhwan, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biji wijen merupakan salahsatubahan nabati yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatantubuh. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan produk olahan wijen adalah denganfermentasi seperti olahan susu dalam bentuk yoghurt. Namun pada proses pembuatan yoghurt, susuwijen tidak mampu membentuk gel sehingga perlu adanya penambahan gelling agent untuk membantupembentukan gel pada yoghurt susu wijen. Salah satu bahan pembentuk gel tersebut adalah susu skim.Dengan adanya penambahan skim dalam proses pembuatan yoghurt diharapkan dapat memperbaiki teksturyoghurt yang dihasilkan, sehingga dapat menemukan formulasi terbaik yang disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama persentasebijiwijen (8, 10, dan 12%) sedangkan faktor yang kedua persentase susu skim (2, 4, dan6%). Hasil penelitian yang optimal adalah kombinasi perlakuan persentase biji wijen 12% dan persentasesusu skim 6%. Yoghurt susu wijen tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut: aktivitas antioksidan44,99%; kadar protein 11,70%; gula total 4,70%; pH 4,9; kadar lemak 1,33%; warna ungu (3,73); rasa asam(3,07), tekstur agak cair (2,27), aroma sedikit aroma yoghurt (2,73) dan panelis suka (3,00).Kata kunci: Biji wijen, susu skim, tekstur, yoghurt

Yannie Asrie Widanti, Hangga Wahyudi, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Moringa olifiera yang kita kenal dengan nama Kelor adalah salah satu tanaman yang bergizi, sejakdahulu dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman yang berkhasiat. Daun kelor dalam pembuatanteh sangat bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung kandungan flavonoid sebagai antioksidan danantiinflamasi. Tanaman kelor sudah dikenal luas di Indonesia, khususnya didaerah pedesaan, tetapi belumdimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dengan rasio daun kelordan rosela (1:1, 2:1, 1:2) sedangkan faktor yang kedua lama pengeringan (60, 80, 120 menit). Tujuan penelitianini adalah untuk menghasilkan teh kering yang bersifat fungsional dan mengandung antioksidan tinggiserta disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan rasio daun kelor dan rosela 1:2adalah yang paling optimal, selain karena aktivitas antioksidan yang tinggi dan agak disukai berdasarkanuji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar abu 6,33%, aktivitas antioksidan 64,59%, fenol 2,21%,pH 4,79, serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu 2,87 (sedikit suka).Kata kunci: Antioksidan, teh, kelor, rosela, pengeringan.

Yannie Asrie Widanti, Dobby Rohmadianto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Zea mays L. sacharata adalah nama latin dari tanaman jagung yang banyak dibudidayakan oleh petanidi Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bagian buah, sedangkan rambut jagung masih banyakdibuang atau menjadi limbah. Rambut jagung mempunyai kandungan vitamin B (niasin, riboflavin dantiamin) dan kaya akan mineral (abu, alumunium, krom, kobalt, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium,selenium, natrium, saponin, tanin, dan flavonoid). Selain itu rambut jagung dapat digunakan sebagai obattradisional sebagai peluruh air seni, penurun tekanan darah tinggi dengan senyawa yang diduga berperanadalah saponin.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagung-roseladan lama pengeringan yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama dengan konsentrasi rambut jagung dan rosela (85:15, 70:30, 55:45) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (1,5; 2; 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagungdan rosela 55:45 dengan lama pengeringan 2,5 jam adalah yang paling optimal, karena kandungan aktivitasantioksidan yang tinggi dan disukai berdasarkan uji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air1,72%, aktivitas antioksidan DPPH 90,63%, aktivitas antioksidan FRAP 97,35%, total fenol 24,24 mg asamgalat/100ml, vitamin C 0,50 mg/100g, pH 2,00 serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu3,67 (suka). Lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, vitamin Cdan pH, sedangkan pada kadar air dan total fenol lama pengeringan tidak berpengaruh.Kata kunci: Antioksidan, teh, rambut jagung, rosela, pengeringan.

Yannie Asrie Widanti, Erik Lukman, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Aloe barbandensis miller yang kita kenal dengan nama lidah buaya adalah tanaman yang dapat tumbuhdengan cepat dan mudah dibudidayakan. Lidah buaya memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi, anti jamur,anti bakteri untuk mengontrol tekanan darah. Tanaman lidah buaya sudah dikenal luas di Indonesia,khususnya di daerah pedesaan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2faktor. Faktor pertama dengan rasio kulit lidah buaya dan rosela (2:1, 1:1, 1:2) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (60, 70, 80 menit). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan teh kering yang bersifatfungsional dan mengandung antioksidan tinggi serta disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukkankombinasi perlakuan rasio kulit lidah buaya dan rosela 1:3 dengan lama pengeringan 60 menit adalah yangpaling optimal. Pemilihan ini didasarkan pada aktivitas antioksidan yang tinggi dan disukai konsumen. Padaperlakuan ini dihasilkan kadar air 7,91%, kadar abu 5,12%, total fenol 20,67%, aktivitas antioksidan 55,98%,pH 2,00, serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu 3,40 (suka).Kata kunci: Antioksidan, teh, lidah buaya, rosella, pengeringan.

Akhmad Mustofa, Rossida Setya Aji Amanda, Yannie Asrie Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kulit ari kedelai dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan atau tambahan makanan yangfungsinya untuk memenuhi kebutuhan protein dan serat pada makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitianini adalah untuk menghasilkan cookies yang memiliki sifat fungsional dan mengurangi penggunaantepung terigu sebagai bahan pembuatan cookies serta dapat menghasilkan cookies yang bergizi tinggi.Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktoryaitu perbandingan tepung kulit ari kedelai dan tepung terigu dan penambahan puree pisang ambon.Faktor pertama perbandingan berat berat tepung kulit ari kedelai dan tepung terigu (1:9, 2:8 dan 3:7 Faktorkedua penambahan puree pisang ambon sebesar 6, 8 dan 10%. Hasil pnelitian ini menunjukan kombinasiperbandingan tepung kulit ari kedelai dengan tepung terigu 2:8 dan puree pisang ambon 10% adalahyang paling optimal selain mengandung serat yang cukup yaitu sebesar 10,95% juga disukai para panelis.Perlakuan ini menghasilkan cookies dengan kadar air 4,59%, kadar gula 31,72%, kadar serat kasar 9,53%,kadar protein 7,75%, Warna kuning keemasan 3,07, tekstur renyah 3,27, rasa dan aroma pisang 3,67 dankesukaan keseluruhan 3,87 (paling disukai).Kata kunci: Cookies, kulit ari kedelai, puree pisang ambon , serat

Yannie Asrie Widanti, Naradhita Dewi Marganingsih, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Antioksidan merupakan senyawa yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh karena fungsinya sebagaipenangkap radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh.Daun katuk, rosella, dan jahe termasuk tanaman yangkaya antioksidan.Salah satu usaha untuk memperoleh sumber antioksidan secara praktis adalah denganmengolah daun katuk, bunga rosella dan jahe menjadi minuman fungsional.Penelitian ini bertujuan untukmenentukan formula minuman fungsional katuk-rosella dan penambahan ekstrak dari berbagai jenis jaheyang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen.Penelitian dilakukan dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor.Faktor pertama dengan perbandingan daun katukdan rosella (90:10, 80:20, 70:30) sedangkan faktor yang kedua yaitu variasi jenis jahe (jahe emprit, jahegajah dan jahe merah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi daun katuk: rosella 80:20 dengan ekstrak jahe merah 8% merupakan perlakuan terbaik didasarkan pada aktivitasantioksidan dan uji organoleptik terbaik yang terdapat pada minuman. Pada perlakuan ini dihasilkan pH2,83, padatan terlarut 15,46%, aktivitas antioksidan DPPH 54,65%, total fenol 0,98 mg GAE/100ml, vitaminC 68,82 mg/100ml, serta uji organoleptik terhadap flavor jahe 2,13, flavor katuk 1,86, rasa asam 2,73, warna3,65 dan kesukaan keseluruhan 2,20.Kata kunci:antioksidan, minuman fungsional, daun katuk, rosella, jahe

Raden Sugiarto, Irma Laxiana &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sampai saat ini perkakaoan Indonesia cenderung meningkat baik luas areal maupun jumlah produksidan masih didominasi oleh Perkebunan Rakyat, namun peningkatan produksi tersebut ternyata tidakdiimbangi dengan penyiapan sarana pengolahan yang memadai dan cocok untuk diterapkan di PerkebunanRakyat. Permasalahan di tingkat internasional mutu biji kakao Indonesia adalah mutu yang masih dianggaprendah. Salah satu penyebab rendahnya mutu biji kakao Indonesia adalah keasaman relatif tinggi (pHkurang dari 5,5). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara pemeraman buah denganmodifikasi kotak fermentasi yang menghasilkan pH biji kakao kering 5,5. Perlakuan dalam penelitian ini:fermentasi biji kakao di dalam kotak kecil (K), fermentasi biji kakaodiantara kotak dalam dan kotak luar (A),dan fermentasi dalam kotak tanpa sekat (B). Yangdikombinasikan dengan pemeraman buah dengan variasilama pemeraman; 0 hari (H0); 4 hari (H4)dan 6 hari (H6). Rancangan dalam penelitian ini menggunakanmetode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan 3 kali ulangan yang berarti ada 27 unit percobaan(3x3x3). Pengamatanselama fermentasi adalah pH dan suhu timbunan biji.Analisa yang dilakukan padabiji kakao kering:kadar air,pH, indeks fermentasi dan nilai uji-belah.Data yang diperoleh ditabulasi dandianalisis varian. Jika terjadi perbedaan nyata dengan selang kepercayaan 5% dilanjutkan dengan Uji Duncan’sMultiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemeraman buah 4 hari dalam kotak antara(A)menghasilkan biji kakao kering dengan pH berkisar 5,5 dan kadar air 7,5 % yang sesuai StandarMutu(SNI: 2323:2008) yang ditetapkan.Kata kunci : fermentasi;kakao;pemeraman buah

Setyoko, Heru

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pelajaran memperbaiki sistem bahan bakar Diesel. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.  Peningkatan ditunjukkan pada keaktifan dan hasil belajar siswa dalam memperbaiki system bahan bakar diesel. Keaktifan belajar siswa dari prasiklus ke siklus I, meningkat dari 56,25% menjadi 69,44%, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91.67%. Peningkatan lainnya terjadi pada hasil belajar aspek pengetahuan dari prasiklus meningkat dari nilai rata-rata sebesar 72,85 meningkat menjadi 77,54 pada siklus I dan menjadi 85.14 pada akhir siklus II.  Jumlah siswa yang tuntas pada prasiklus sebanyak 17 siswa meningkat pada siklus I menjadi 26 siswa, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 36 siswa, dengan hasil belajar aspek pengetahuan prasiklus ke siklus II meningkat sebanyak 19 siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada  mata pelajaran ”Memperbaiki sistem bahan bakar diesel” siswa SMK di Sragen.

Juwariyah, Siti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  matematika  melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak  tahun pelajaran 2016/ 2017  sebanyak 36 siswa, sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjekpelaku tindakan adalah guru matematika kelas IX D selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan prestasi belajar  matematika siswa kelas IX D SMP Negeri 1 Gatak tahun pelajaran 2016/ 2017. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  matematika siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 68,9, pada siklus I sebesar 79,4 dan pada siklus II sebesar 83,7. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 50%, pada siklus I sebesar 69,5% dan pada siklus II sebesar 91,7%.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Yesus ditampilkan Injil Markus sebagai karakter yang misterius. Studi tentang kemisteriusan pribadi Yesus semakin menanjak belakangan ini sejak Wrede mengungkapkan teori tentang “Rahasia Mesianis”-nya. Analisis karakter Yesus secara naratif  dalam  artikel  ini  merupakan  salah  satu  upaya  terfokus  untuk  membantu mengungkit beberapa aspek dari “Rahasia” ini. Saya menggunakan metode analisis karakter yang dirancang oleh Malbon, yang berfokus pada performa karakter, dalam hal ini Yesus. Analisis ini menaruh perhatian pada apa yang karakter-karakter lain katakan kepada dan tentang Yesus; apa tanggapan Yesus; apa yang Yesus lakukan, serta apa karakter-karakter lain lakukan sebagai tanggapan atas kata dan tindakan Yesus. Pembahasan hanya dibatasi atas Mrk 4:35-8:30 karena dalam bagian inilah terjadi proses identifikasi  karakter  Yesus  yang  berpuncak  pada  pengakuan  Petrus  atas  Kemesiasan Yesus. Proses ini tampak terkait secara hakiki dengan tonggak peristiwa misi pertama Yesus ke seberang, yang notabene merupakan daerah orang non-Yahudi. Hasil dari studi ini menunjukkan karakter Yesus yang familiar, meneguhkan beberapa fakta yang sudah ada sebelumnya, sekaligus menyajikan aspek-aspek yang mungkin mengejutkan.

Sutanto, Felix Andreas; Yulianton, Heribertus; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Kelulusan merupakan hal yang pasti terjadi dalam akhir proses sebuah pendidikan. Mendapatkan predikat wisudawan terbaik merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa diakhir masa studinya. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank, setiap semester selalu dihadapkan pada proses tersebut. Penetapanwisudawan terbaik dari FTI Unisbank memiliki lebih dari satu kriteria yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),Nilai Prestasi yang diperoleh dari Kartu Rencana Prestasi (KRP), masa studi siswa yang bersangkutan, dansertifikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan bertaraf internasional. Metode yang digunakan untuk membantu menentukan wisudawan terbaik adalah metode TOPSIS. Pemilihan metode tersebut karena beberapa alasan salah satunya adalah kemudahan penerapan. Implementasi metode TOPSIS atas masalah tersebut diterapkan dengan membuat sebuah aplikasi berbasis web. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode TOPSIS, adalah alternatif/wisudawan yang memiliki skor tertinggi dari hasil perhitungan akhir.

Retnowati, Retnowati; Listiyono, Hersatoto; Purwatiningtyas, Purwatiningtyas; Wedaningsih, Alana Sharfina; Rahmaziana, Liana

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Indonesia telah menerapkan Open Government Data (OGD) sejak tahun 2008, yaitu ketika Undang-UndangKeterbukaan Informasi Publik (UU KIP) No. 14 tahun 2008 disahkan. Penerapan UU KIP bagi segenap badanpublik, termasuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mulai diberlakukan pada tahun 2010, melalui PPNomor 61 tahun 2010. Pengelola KIP di Indonesia dilakukan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi(PPID), yang dilaksanakan melalui surat keputusan (SK) pimpinan tertinggi pada badan publik, dimana ketikakonteksnya adalah pemerintah daerah, maka SK ditandatangani oleh Walikota atau Bupati. Secara faktual, Indonesiadimasukkan ke negara yang telah menginisiasi penerapan KIP tetapi berpotensi menghadapi kendala keberlanjutanpenerapannya. Sampai dengan tahun 2017, jumlah kota yang telah menunjuk dan memiliki PPID masih sebesar86,73% (85 kota dari 98 kota) se Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya persoalan atau faktor-faktor yangmempengaruhi kesediaan atau kesiapan (readiness) untuk mengadopsi sistem baru di dalam ruang lingkupkelembagaannya. Penelitian ini bermaksud untuk untuk mengeksplorasi tentang kesiapan (readiness) untukmengadopsi pengelolaan KIP untuk memberikan layanan informasi dan dokumen kepada masyarakat. Hasilnyadiketahui bahwa faktor komitmen organisasi dan pengelola menjadi bagian dari rendahnya kualitas readinesspengelolaan KIP. Direkomendasikan melalui hasil pendekatan Soft Systems Methodology (SSM), agar dilakukanstrategi readiness organisasi dan pengelola melalui penguatan tata kelola dan penguatan individu dengan dukunganinfrastruktur dan pendanaan yang memadai.