Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 541-560 of 561

Analytics

Yulia ulfah nurjanah; Chairani dwi febri; Arthiva iska c; Mustika indah nazwa bachmid; Yayat suharyat

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mengenai kepemimpinan, komunikasi merupakan peran penting dalam memimpin karena dengan adanya komunikasi saat memimpin dapat terciptanya pemahaman yang sama yang akan dicapai dengan bersama-sama. Keberadaan pemimpin adalah sebuah titik terang dari suatu keberhasilan yang akan tercipta. komunikasi merupakan dasar dalam hidup manusia karena manusia merupakan ciptaan tuhan yang hidupnya juga saling ketergantungan dengan manusia lainnya, dengan terciptanya suatu komunikasi yang baik saat memimpin akan membuahkan kelancaran didalamnya. Didalam penilitian ini dapat ditemukan bahwa : komunikasi merupakan hal yang dasar bagi kehidupan manusia, kepemimpinan sangat penting untuk dapat  mempengaruhi atau mengubah perilaku dengan komunikasi seperti yang perintahkan oleh Allah swt dalam Q.s At-thaha;44 kepada nabi musa dan harun ketika berkomunikasi menggunakan gaya bicara Qaulan layina yaitu perkataan lemah lembut dengan fir’aun untuk dapat membuat jiwa dan hatinya tersentuh, begitupun ketika nabi Ibrahim memimpin kaumnya untuk menmpengaruhi kaumnya menyembah Allah swt melalui komunikasi dengan bahasa kaumnya untuk dapat dipahami oleh kaumnya.

Riska Anisa; Syahrul Affan

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Super memory system adalah suatu system untuk memperkuat daya ingat dengan mempertinggi tingkat perhatian dan dengan membagikan perhatian dengan menggunakan tehnik daya ingat yang disebut manipulasi otak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidika Agama Islam di kelas VIII SMP IT Jannatul Firdaus dengan penerapan metode metode super memori system sesuai dengan rencana yang telah dibuat, Hasil belajar siswa kelas VIII SMP IT Jannatul Firdaus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi menjelaskan Kitab-kitab Allah, setelah penerapan Metode Super Memori System pada siklus I meningkat menjadi 47,22 (17 siswa) dengan persentase ketuntasan sebesar 20 % dan persentase ketuntasan belajar belum mencapai 85 %. Dan siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 77,08 (26 siswa) dengan persentase ketuntasan 75% dengan selisih peningkatan dari siklus I menuju siklus II sebesar 20%. Dan siklus III nilai rata-rata siswa mencapai 80,69 (32 siswa) dengan persentase ketuntasan 88,88% dengan selisih peningkatan dari siklus II menuju siklus III sebesar 13%. Dengan demikian siklus III mengalami peningkatan, sehingga peneliti berkesimpulan bahwa tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya.    

Abdul Gani Jamora Nasution; Hasny Delaila Siregar; Nepri Handayani Siregar; Nina Aldila Berutu

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Peristiwa Isra' Mi'raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram pada malam hari, dan dibawa oleh malaikat Jibril ke Sidaratul Muta untuk menghadap Allah SWT secara langsung dan tanpa halangan apapun, dengan tujuan untuk mendapatkan perintah dari Allah SWT. Allah SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu. Waktu siang dan malam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberikan informasi tentang isra' mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam buku SKI di MI, bagaimana masyarakat menyikapi peristiwa tersebut, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari isra' mi'raj ini. kejadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa peristiwa Isra' Mi'raj adalah umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat fardu lima waktu. Hikmah dari peristiwa ini adalah sebagai berikut: Orang sukses harus melalui perjuangan yang berat. Selain itu, beliau memerintahkan beliau untuk melaksanakan shalat dengan tujuan mencegah umat Islam dari perbuatan tercela di dunia dan akhirat.    

Raden Fietra Universalia Adikusumah; Adela Futri Fiziani

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

This research reviews the meaning of Ust Hanan Attaki's lecture entitled "The Gap of Shaitan Entering the Human Heart" through a Youtube page uploaded by Ust Hanan Attaki's personal Youtube account. This study aims to find out the gap in shaitan entering the human heart. As is already known that shaitan will tempt humans until the end of time. Shaitan will do everything possible to tempt people and invite them to go to hell with them. It began when God created the first man who was the Prophet Adam AS. Allah Almighty commanded the angels and shaitans to kowtow to men. All angels were always obedient to God's commands and prostrated themselves to the first man, the Prophet Adam AS, while shaitan was reluctant to kowtow because he felt better because he was created from fire while man was created from a clod of earth. The pride of the shaitan caused Allah to impose the punishment that the shaitan took out of heaven. However, shaitan pleaded for the punishment to be suspended by vowing he would tempt people until the end of time. Therefore, shaitan both in the form of jinn and man always tempts to do things that Allah Almighty forbids.

Muthia Reiha Nurfadilah; Fathia Rizki Zahra Ratu Sania

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Dalam Al Qur’an ada dua kata yang tidak pernah terpisahkan, yaitu iman dan amal shaleh. Pada saat sekarang ini banyak seorang muslim yang mengaku beriman tetapi tidak mengerjakan amal shaleh secara berkelanjutan. Seolah-olah keimanan hanya dijadikan topeng untuk meraih keuntungan tertentu. Padahal iman dan Amal Shaleh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena apabila salah satu dari keduanya tiada maka kesempurnaan dari salah satunya akan berkurang. Iman tanpa amal itu hampa sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Iman adalah fondasi sedangkan amal adalah implementasi. Apabila kita berfikir ataupun bertindak hanya mementingkan diri sendiri, maka rizki dari Allah Swt akan di sempitkan, maka dari itu sebaiknya kita berfikir dan bertindak jangan hanya untuk diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui maksud dari “Makna ceramah Ust Adi Hidayat “Antara Berilmu dan Beramal”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menggunakan riset kepustakaan. Secara garis besar Berilmu yaitu memiliki pengetahuan atau kepandaian, orang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan atau kepandaian dan Beramal adalah perbuatan atau pekerjaan baik yang mendatangkan manfaat bagi diri juga orang lain yang dilaksanakan sesuai syariat dengan penuh keikhlasan.

Alwi Sofyan; M Ilham Rahmani Riyadi; Gladis Wahyu Raydinata

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV02) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus corona ukurannya sangat kecil tidak kelihatan mata, penularannya bisa melalui udara/airbone, bukan hanya melalui droplet/percikan batuk saja. Corona itu makhluk ciptaan Allah SWT berupa virus. Virus itu bisa dikatakan setengah makhluk hidup dan setengah makhluk mati, jika sudah masuk ke tubuh maka akan bermutasi secara genetik.Virus Corona disebut juga Covid-19 telah menjadi perbincangan di segala media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Google, dll. Virus ini bisa menyerang siapa saja mulai dari kalangan bayi hingga lansia dan banyak sekali faktor penyebab terus bertambahnya pasien Covid-19 salah satunya dari ketidaksadaran masyarakat tentang Covid-19 membuat pemerintah dengan mudah mengidentifikasi kasus. Dalam hal ini program pertama yang telah saya laksanakan adalah mengajak para lansia untuk melakukan kegiatan senam sehingga sistem pada tubuh manusia bisa bekerja sebaik mungkin dengan bantuan paparan sinar matahari. Berdasarkan pertumbuhan year on year, sumber pertumbuhan ekonomi indonesia pada triwulan pertama 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53%. Hal ini wajar mengingat dengan adanya anjuran untuk tidak keluar rumah maka banyak orang mengakses pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi. Jadi untuk program kedua yang telah saya laksanakan adalah pemberian sembako kepada lansia dan masyarakat yang kurang mampu, mengingat di desa yang saya tempati mayoritas mata pencahariannya adalah petani. Dimana sebagian dari mereka ada yang tidak bisa pergi ke sawah dikarenakan karantina mandiri.

Safitri Said; Ibnu Rawandhy N. Hula

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study analyzes the intrinsic elements of a novel that is widely read by the Indonesian people because it contains Teenlit and Chicklit simultaneously. This research uses a type of literature study research. Data collection was carried out by the method of documentation from primary sources in the form of a novel entitled "The Forbidden Heaven". The data were analyzed by reading, recording, classifying, and analyzing the seven intrinsic elements. The results of this study show that; 1) The theme of the novel is quite interesting, and strongly inspiring with contradictory diction. 2) Characterization involves sixteen roles, consisting of the main character and auxiliary with the role of the protagonist and tritagonist. 3) The setting of setting presents several places in Jakarta, Bogor, Kuala Lumpur, and Palestine, but is more dominated by Betawi culture, campuses, and proselytizing organizations. 4) The plot presents a story of togetherness that results in love between Najma and Faisal, is separated by studies and eventually proposed by the one who is also the older brother. 5) The style of the novel language is more dominated by the language of the parable the diction used although less touching, but the reader can feel the emotions built with the spiritual narrative of ruhani. 6) Point of view, the author presents various events with a single and second-person first-person point of view, a singular and plural first-person point of view, as well as a mixture. 7) The main mandate of the novel includes three things, namely; a) Intelligent understanding between qadar and taqdir, through mujahadah, endeavor, prayer, and taqarrub because a soul mate is a difficult thing to predict and part of His (Allah) provisions, b) Keep learning and studying wherever and whenever the breath is still blowing, c) Being an inspirational human being, benefiting others, equip themselves for a more eternal hereafter.

Selvia Assoburu

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul praktek ziarah masyarakat Melayu Palembang ke kubur kiai Marogan. dalam masyarakat Melayu Palembang. Paktik ziarah kubur merupakan sebuah tradisi lokal yang memiliki makna dan nilai yang  penting dan menjadi acuan tingkah laku oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan. Namun, keberadaan tradisi ziarah kubur tersebut terdapat dua pendapat yang kontradiktif di kalangan masyarakat, yaitu mereka yang membolehkan ziarah dan mereka yang melarang. Metode penelitian adalah penelitian deskritif kualitatif dan merupakan jrnis penelitian lapangan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah cicit keturunan kiai Marogan akademisi dan penziarah. Sedangakan teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik ziarah kubur   ke makam kiai Marogan memiliki beragam makna, diantaranya; a) mengenang jasa kiai Marogan dalam mengembangkan Islam; b) berburu berkah dari tokoh yang dikkeramatkan; c) pengobatan, yakni ziarah ke makam kiai Marogan sebagian penziarah diyakini memiliki efek pengobatan bagi jasmani dan rohani yang sedang sakit atau dilanda kekalutan dalam menghadapi kehidupan keseharian; d) melestarikan tradisi Islam, yakni dengan adanya beberapa penziarah yang mengajak keluarga, teman dekat, atau murid-muridnya dan mengajarkan pentingnya ziarah makam para wali; e) wisata religi, yakni sebagian yang merasa dalam berwisata orang tidak harus mengejar kesenangan jasmani, tapi juga kesenangan rohani; f) motif politik baik dalam rangka pencitraan dalam mendulang dukungan politik maupun sebagai upaya mencari restu dan legitimasi dari sosok yang dianggap dekat dengan Allah, hal itu terbukti dengan ramainya para politisi yang berziarah jelang pemilu; g) motif ekonomi.   Kata Kunci: Ziarah Kubur, Kiai Marogan, Mayarakat Melayu

Hafidz Syuhud; Kawakib

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Philosophically about the concept of mashlahah al-Ghazali, is not just an effort to gain benefits or avoid mafsadat. But more than that, the real key to maslahah lies in maintaining maqashid al-syari'ah al-khamsah, namely the guarantee of safety or preservation of religion, soul, mind, lineage, and property. The meaning of freedom from the perspective of maslahah al-Ghazali is a person's mental attitude that describes a sincere and sincere acceptance in carrying out an obligation as a manifestation of his religious awareness. Freedom has absolutely nothing to do with choice, because it is a positive response from an individual in carrying out his duties as a servant of Allah, whether he chooses it or not. So the essence of freedom here is sincerity. Namely, the ability to carry out the provisions of the Shari'ah without feeling any pressure. This is the freedom of fiqhiyah, a nuance of freedom that releases a person from fear, anxiety and worry, as well as all forms of worldly 'miracle' bonds, which are born as a psychological effect of one's loyalty in carrying out divine values ​​sincerely and correctly.    

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Yahyo Yahyo

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Artikel ini mengkaji tentang konsep pernikahan yang digali dari Alkitab. Pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk mengkaji perihal konsep pernikahan dalam Alkitab. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dalam menggali data perihal topik penelitian. Dari penggalian data di dapat bahwa Dalam kehidupan rohani tubuh kita adalah milik Allah tetapi dalam pernikahan adalah milik dari pasangan kita. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pernikahan memiliki kekuatan dalam kehidupan manusia untuk saling bersekutu sehingga tercipta; hubungan pernikahan yang dinamis, serta bersifat total Allah menghendaki agar suami isteri baik dalam kasih, dalam ketaatan, dalam memikul beban, serta pengabdian kepada Allah.

Abdurrohman Al Asy’ari

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The research seeks to reveal the perspective of the truth about God, is library research with a philosophical inquiry approach. Primary data sources are from the Al-Qur'an and hadith, strengthened by secondary data from other literature, then analyzed for interpretation, comparison and reflection. The research resulted in the conclusion: Proving the truth of God is not only a topic of discussion for Western philosophers, but also Muslim philosophers and theologians, such as Muslim philosophers and theologians who were followers of the Mu'tazilah and al-Ash'ariyah. This proof is divided into two propositions, First, Argument a novitate mundi (dalil al-huduts), which emphasizes the temporality of the universe, and has actually been used popularly by Muslim theologians with a general procedure, proving the temporality of the universe, second, the postulate of possibility (dalil al-imkan), focuses on arguments from contingency. These two proofs confirm that God is real. In this way, the thoughts of Muslim philosophers increasingly strengthen the existence of the reality of God. After the formula for the nature of salbiyah is applied to all Gods, it can be seen that all Gods are void Gods, except Allah SWT who is true.  

Septinus Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Bisnis merupakan usaha yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Ada berbagai pandangan yang menyatakan bisnis itu kotor, pandangan ini merupakan pandangan yang salah karena bisnis pekerjaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dari sudut pandangan reform menjelaskan bahwa berbisnis merupakan panggilan dari Allah. Pekerjaan yang dilakukan manusia baik dalam Gereja maupun di luar  merupakan perintah yang diberikan Tuhan. Dalam Alkitab tidak ada perintah atau larangan untuk berbisnis namun bisnis dapat dilakukan sesuai dengan prinsip Friman Tuhan. Orang percaya yang terlibat dalam praktik bisnis agar memahami bahwa bisnis itu anugerah dari Allah dan berbisnis merupakan panggilan dari Allah. Oleh karena itu, orang percaya seyogianya menggunakan bisnis.

Sama'un Sama'un; Ahmad Bahrudin; Ach. Ghufron

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Children are the next generation of the nation. Therefore they must receive serious attention and education from an early age. Early childhood is a child who is zero years old or from birth to approximately eight years old. At this age is a period that greatly influences the next stage. However, whether we are aware of it or not, today many parents feed their children too much on their formal education. Many are not aware of the benefits of learning spirituality as a support in forming moral character in children. Guidance that is practical to use without the need to add to the burden on children's minds, namely by getting used to starting or ending activities by reciting blessings. So that they feel peace of mind and always remember and can bring up a sense of love for the Messenger of Allah from an early age.

Raihanah Raihanah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mental health is very influential in the teaching and learning process, therefore it is important to maintain mental health so that the learning process runs effectively, one way to heal mental disorders such as emotional wounds is to do self-healing. This study discusses the comparison of the implementation of self-healing in Islamic boarding school students and students in public formal schools. By using a comparative research method with a qualitative approach and the data obtained through filling out a questionnaire (questionnaire) and interviews of 5 students and 5 students of state junior high schools. The results of the study show that there are differences in the implementation of self-healing in junior high school students and students based on where they are, the conditions and situations they are experiencing, students use self-healing more by drawing closer to Allah and putting their trust in God, while junior high school students are more able to do self-healing. Self-healing that students cannot do, such as using a mobile phone, is due to the rules that exist in Islamic boarding schools.

Robingun Suyud El Syam; Siti Lailiyah; Robiah Adawiyah; Salis Irvan Fuadi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Manusia hidup di dunia sebagai khalifah (perwakilan), maka ia mesti menyelami hakikat atas tugas tersebut. Melalui pendekatan historis kosmologis diketahui, bahwa Allah telah menciptakan makluk sebelum manusia di muka bumi yakni entitas jin. Entitas ini mempunyai amanah dari Allah, mengelola bumi dan beribadah pada-Nya. Namun entitas itu gagal, memiliki perilaku merusak dan saling membunuh sehingga kedamain sulit diwujukan. Maka Allah mengganti mereka dengan manusia, melanjutkan amanah pengeloaan bumi dan beribadah. Belajar dari entitas jin, manusia sebagai pengganti (khalifah) mesti menjaga dunia dan taat beribadah agar amanah tersebut bisa ditunaikan.  

Bachrul Ulum

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research report is motivated by the large number of sharia financial institutions that have emerged and the increasing number of sharia banks that provide financial services while meeting the increasingly diverse needs of society. With the current abundance of sharia banking, there are accusations that sharia banking is a conventional bank that only has a sharia label attached to it. However, nowadays sharia banks always try to implement Islamic values based on Sharia principles. Sharia banking has a big influence on people's economic activities. Various sharia banking products are expected to be able to encourage and accelerate people's economic progress in accordance with Islamic principles. In Islamic principles, economic activity cannot be separated from the postulate of faith in Allah SWT and even becomes a built in control for economic actors. From here, sharia banking was built and designed to improve the standard of human life. Sharia banking is expected to become an alternative and even a decisive solution for the development of the national economy, especially for Muslims.

Ferdinand Sitinjak; Tonahati Tonahati; Nathan Houn

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang dihadapi oleh dunia saat ini, apakah itu pencemaran air, sampah ataupun udara, semuanya itu sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Ketika Allah menciptakan langit, bumi dan manusia serta segala isinya, Ia berkata, “sungguh amat baik.” Kemudian Allah berhenti pada hari yang ke-tujuh dan memberkati hari perhentian-Nya tetapi belum ada semak apapun di bumi, sebab Allah belum menurunkan hujan dan belum ada manusia untuk mengusahakan tanah itu. Selanjutnya Allah membuat taman Eden dan menempatkan manusia yaitu Adam yang dibentuk-Nya dari tanah. Kepada Adam Dia memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Dalam perjalanan kehidupan Adam, Allah memberikan kepadanya Hawa, yang diciptakan-Nya untuk menjadi  penolong yang sepadan bagi  Adam dalam tugas memelihara dan mengusahakan taman itu. Tetapi oleh karena dosa, mereka mengabaikan perintah Tuhan ini bahkan mengksplorasi untuk  mengambil manfaat dari bumi diatas maupun isi yang didalamnya untuk perkembangan kehidupan dan kreasi pikiran manusia. Dituliskan didalam kitab Kejadian 4:21-22 tentang keturunan Adam yang mulai mengeksplorasi bumi untuk mengambil mineral dari dalamnya, “Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.”  Dosa telah membuat hati manusia mengeras sehingga muncul sifat egoistik untuk memuaskan dirinya sendiri dengan menjarah bumi dengan segala isinya. Sehingga benar apa yang dituliskan dalam kitab Yesaya 24:4-6 .. “Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, merubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap

Alex Karamoy; Jenerul Roe-Roe

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tuhan Allah yang menciptakan alam semesta dan manusia merancangkan kehidupan yang sempurna, dan kehidupan itu adalah dari kekekalan hingga kekekalan, kehidupan yang tidak mengenal kematian, kehidupan dengan Allah. Tetapi dosa telah memisahkan manusia dari Allah, manusia harus mengakhiri rancangan semula dan manusia yang merupakan ciptaan mahkota itu harus mengalami kematian dan mereka hidup dalam dosa. Segala upaya yang dilakukan oleh manusia tidak dapat memulihkan keadaan semula, manusia tetap terpisah dari Allah. Allah sang penguasa tunggal semesta tidak pernah gagal, Ia memulihkan kehidupan serta hubungan manusia dengan Allah, dengan mengorbankan tubuhNya sendiri sebagai tebusan atas dosa manusia. Allah datang kedunia dalam wujud manusia, Yesus Kristus yang menghapus dosa dunia. KaryaNya menetapkan sebuah hukum yang baru, yang dapat tertulis didalam hati manusia, Bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat manusia. Dan semua karya ilahi ini dapat diterima hanya dengan iman.