Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 501-506 of 506

Analytics

Rahmadhani, Sari

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aimed to examine the effect of disclosure of intangible assetsin the banking company. Disclosure of intangible assets is an importantconcern for modern accounting disclosures aimed determine the ability of anintangible asset in improving profitability, productivity and marketvaluation. New types of intangibles such as employee competence,relationships with customers, simulation models, administration andcomputer systems are not recognized in the financial reporting model andconventional management. Testing of intangible assets is done by using thecomponents of capital, namely Physical Intellectual Capital, Human Capital,Structural Capital.This research was conducted by a quantitative method using secondarydata. The population of this study was obtained from the banks listed on theIndonesia Stock Exchange in the period 2008 - 2011. The study sample was12 Banks are selected using purposive sampling method. Analysis techniquesused is by using multiple linear regression model using SPSS. The resultsshowed results provide empirical evidence that the Physical capital does notaffect the profitability, productivity, and penilaiaan banking market inIndonesia. While human capital affect the profitability and marketpenilaiaan, but has no effect on the pebankan produkivitas. Structural capitaldoes not affect the profitability and market penilaiaan, but the effect on theproductivity of banking in Indonesia.

Murdapa, Purnama Andry

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to examine and analyze the effect of workload,compensation and intrinsic motivation on employee productivity (studies onPT. Bank Perkreditan Rakyat Agung Sejahtera Semarang).The method usedin this sampling technique is to use a census or a sample saturated. Thesample used in this study was 50 respondents who constitute the entirepopulation. The method of data analysis used is multiple linear regressionanalysis. The results of the t test, workload, compensation and intrinsicmotivation positive and significant impact on employee productivity. F testresults indicate that all the independent variables have a significant effecttehadap employee productivity. The coefficient of determination (R2) of 0.510which shows that 51% of employees' work productivity variable can beexplained by the independent variable workload, compensation and intrinsicmotivation, while the remaining 49 % is explained by other variables.

Puspita, Mutiara Eka

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang menjalankan usaha di bidang manufaktur kosmetik dan memasarkan hasil produksinya baik ke pasaran domestik maupun ekspor. Selama ini PT XYZ khususnya di Depertement Purchasing belum menerapkan sistem penilaian kinerja yang komprehensif untuk karyawannya. Sistem penilaian PT XYZ masih dilakukan secara subjektif sehingga pemberian insentif untuk setiap karyawannya menjadi kurang objektif sehingga berakibat pada ketidakpuasan karyawan dan menurunnya produktivitas kerja. Dalam jurnal ini dilakukan perancangan form penilaian kinerja dengan berbasis kompetensi Spencer dan PDI untuk level staff Purchasing. Adapun langkah-langkah proses perancangan form penilaian kinerja dimulai dari penentuan kriteria penilaian, penentuan tingkat kepentingan tiap kriteria dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dan penyusunan form penilaian kinerja. Penentuan kriteria penilaian dilakukan dengan menggabungkan antara kriteria penilaian yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta aspek kompetensi yang ada di dalam kamus kompetensi (Spencer-PDI). Berdasarkan pengolahan data, didapatkan hasil pembobotan untuk masing-masing kriteria penilaian kinerja yaitu keterampilan administratif sebesar 13.72%, pengetahuan organisasi sebesar 21.87%, strategi organisasi sebesar 15.59%, komunikasi sebesar 21.60%, kemampuan interpersonal sebesar 6.71%, kepeminpinan sebesar 5.23%, kemampuan berfikir sebesar 6.55%, motivasi diri sebesar 4.37%, dan motivasi sebesar 4.37%. Sistem pemberian insentif memiliki range penilaian untuk hasil penilaian kinerja dengan nilai akhir sangat kurang dan kurang tidak diberikan insentif, untuk nilai akhir cukup diberikan insentif sebesar 0.5 kali gaji, untuk nilai akhir baik diberikan insentif sebesar 1 kali gaji, dan untuk nilai akhir sangat baik diberikan insentif sebesar 2 kali gaji sesuai dengan budget maksimal yang diberikan perusahaan.    Kata kunci : Penilaian kinerja, Kompetensi, Analytical Hierarchy Process (AHP), Insentif

Astuti, Ratna Puji

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2017 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

The ranking of sukuk has an important meaning for the company ,financial ratios are used to see where the company rankings are included inboth rankings are investment grade . One of the reasons that made itattractive in the research on the rating agencies sukuk is the development ofIslamic finance is rapidly increasing, so that more sukuk has been done on theratings performance also makes bath Islamic financial institutions issuingsukuk . Sampling purposive sampling method used by the Sharia Boardcriteria (BUS) and Sharia (UUS) listed in the BI and have entered theranking Valuation found 6 companies . This research was conducted in theperiod 2008-2012. The data used is the data that has been published by eachcompany . The process of data analysis multiple regression analysis . Theresults showed that the Liquidity , Productivity and Profitability affect thesukuk ratings

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah

haifan, mohamad

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2015 Institut Teknologi Indonesia

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ke tiga di dunia setelah Negara Pantai Gading dan Ghana. Volume dan nilai ekspor hingga tahun 2010 cenderung meningkat, namun didominasi ekspor dalam bentuk biji kakao, sementara produk olahan kakao Indonesia masih belum berkembang. Ekspor dalam bentuk biji kakao mengakibatkan  kurangnya ketersediaan  bahan baku industri dalam negeri yang diindikasikan oleh  kinerja industri yang bekerja di bawah kapasitas terpasang. Pemerintah Indonesia  menerapkan regulasi melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar bertujuan membatasi ekspor biji kakao untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberlakuan PMK Nomor 67/PMK.011/2010 terhadap kinerja industri pengolahan dan ekspor olahan kakao. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pada periode tahun 2008-2012 rata-rata peningkatan produksi kakao nasional sebesar 2,8 persen/tahun dengan rata-rata produktivitasnya masih sangat rendah sebesar 506,4 kg/Ha. Volume ekspor biji kakao periode tahun 2008-2010 terjadi kenaikan rata-rata sebesar 2,4 persen/ tahun, namun pada tahun 2011-2012 terjadi penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 15,6 persen/tahun. Sementara itu, beberapa kinerja industri pengolahan kakao dalam negeri pada tahun 2010 bekerja di bawah kapasita terpasang karena kurangnya ketersediaan bahan baku, sedangkan pada periode tahun 2011-2012 terjadi peningkatan produksi mendekati kapasitas terpasang. Dapat disimpulkan bahwa pemberlakuan PMK Nomor 67/PMK.011/2010 cukup efektif yang diindikasikan oleh penurunan volume ekspor biji kakao, kenaikan kinerja industri dan ekspor olahan kakao