Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 501-520 of 927

Analytics

Yopi Nugraha; Dinar Rahayu; Deva Hafiansyah Febriana

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Transformasi digital tidak hanya sekedar perkembangan teknologi informasi namun juga mengenai bisnis, orang dan teknologi yang dipandu oleh strategi bisnis yang luas. Dalam suatu organisasi ataupun lingkungann masyarakat pasti memiliki permasalahan dalam hal memaksimalkan tranformasi digital yang dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada pada masyarakat khususnya didesa Cibodas. Pemanfaatan media social diera tranformasi pada Desa Cibodas masih belum maksimal, maka dilakukan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi arahan dalam memanfaatkan media social di era Transformasi digital saat ini. Dengan memanfaat teknologi informasi seperti media social ini dapat membantu dalam menyalurkan kembali informasi dan mencegah perilaku menyimpang yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini. Maka dengan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat membantu masyarakat desa Cibodas untuk dapat meningkatkan produktivitas efisiensi dalam penggunaan media social kedepannya. Sehingga dapat membantu memaksimlakan kegiatan di Desa Cibodas Kecamatan Cikajang dengan efekti dan efisien.

Banyuriatiga Banyuriatiga; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Nove Kurniati Sari; Dwi Santoso +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Jumlah sampah meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Kota Tarakan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara hingga saat ini juga dihadapkan pada persoalan sampah dan upaya yang sudah dilakukan adalah menggalakkan program sampah semesta (Semua Mesti Terlibat) dengan melibatkan masyarakat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik bernilai jual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan praktik lapangan, masyarakat diajak untuk memisahkan sampah organik dari sampah lainnya dan melakukan pengolahan dengan cara mengumpulkan, memisahkan dan mengolah sisa-sisa sampah tersebut menjadi kompos. Dilanjut dengan tanya jawab dan diakhiri dengan umpan balik menggunakan form untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh masyarakat. Diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini dapat terbentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.  

kurniasari, maria dyah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (CVD), obesitas, dan diabetes tipe 2 (T2D) meningkat secara dramatis di kalangan orang dewasa muda. Asupan kalori yang meningkat sebagian besar berkontribusi terhadap peningkatan tingkat obesitas di antara populasi umum, yang juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan tingkat diabetes. Massa jaringan adiposa yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan resistensi insulin pada penelitian sebelumnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan T2D dan CVD. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga pada tanggal 23 Agustus 2022. Hasil Peserta pengabdian masyarakat ini berusia antara 18 hingga 22 tahun. Sejumlah mahasiswa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiometabolik seperti seperti peningkatan tekanan darah, kelebihan berat badan, dan peningkatan kadar gula darah kapiler. Pemeriksaan kesehatan secara dini pada dewasa muda serta promosi kesehatan sangat dianjurkan.

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Dhian Satria Yudha Kartika; Muhamad Raafi Al Hadi Mubarrok; Salma Salsabila Sirsya; Hardiva Aura Jingganingsandya; Khansa Xena Nirwasita +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The development of tourism in each region is indeed a trend that occurs in many districts or cities. Wonomerto Village also has various tourism potentials such as the Sumber Biru Tourism Area and the Tomb of Prince Benowo which have become economic drivers for the local community. The addition of a new spot at Sumber Biru Tourism Area is a good step to continue to increase the attractiveness of this tourist destination. The Participatory Action Research method can be an effective approach in the development process. In this context, community participation can involve them in the planning, decision-making and implementation processes of tourism development projects. Communities can provide valuable input, ideas and local knowledge in identifying tourism potential that has not been fully utilized around the Sumber Biru Tourism Area. In addition, involving the community in tourism development activities can also open up opportunities for them to be involved economically, for example through micro-enterprises or local crafts that support the tourism sector. This can increase the income of the local community and encourage sustainable economic development in Wonomerto Village.         

Charis Christiani

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Bendosari Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal merupakan desa yang mempunyai potensi sebagai desa wisata, hal ini didukung dengan adanya hamparan hutan pinus, air terjun , lingkungan alam yang asri serta tersedianya makanan asli yang dapat dijadikan buah tangan. Agar  dapat menjadi desa  wisata maka desa Bendosari harus mampu menyusun rencana desa wisata dan membentuk lembaga yang akan mengelola desa wisata tersebut. Untuk menunjang tersusunnya rencana desa wisata  Bendosari dan terbentuknya lembaga pengelola desa wisata  Bendosari maka tim dosen dan mahasiswa dari FISIP UNTAG Semarang mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di desa tersebut.  Bentuk kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah sosialisasi yang dilanjutkan dengan pendampingan. Metode yang digunakan adalah Fokus Group Discussion (FGD) dan pendampingan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan cara FGD pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2022 dengan materi perencanaan, kelembagaan dan Perencanaan desa wisata. Selanjutnya selama 6 bulan dilakukan pendampingan dalam penyusunan rencana dan penyusunan kelembagaan desa wisata. Kegiatan pendampingan ini berhasil membentuk suatu organisasi sadar wisata yang diberi nama Kelompok Sadar Wisata Bendosari. Kelompok Sadar wisata Bendosari ini telah berhasil menyusun dokumen rencana desa wisata “Air Terjun Jeglong”.

Marsyaf, Agesha; Tamtomo, Hario; Dani, Rian

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini kami memberikan pelatihan kepada Masyarakat binaan Mitra Asih pada tanggal 20 Juli 2022 dan Alhamdulillah peserta berhasil melakukan semua latihan dan tugas yang diberikan saat pelatihan dan peserta pelatihan dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan praktikum dari sesi pertama sampai sesi akhir dengan baik. Kemudian pelatihan bisnis plan menggunakan bisnis model canvas bisa dipraktekkan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga usaha-usaha home industri terutama dalam hal memulai unit usaha bisa merencanakan usaha dari tahap awal (bisnis plan) dimana masyarakat disana sebelumnya masih kesulitan dalam merencanakan tahap-tahap dalam berwirausaha, sehingga belum punya sebuah model dalam menjalankan bisnisnya, tidak terarah dan tidak bisa merencanakan apa yang akan dilakukan.

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Ahmad Saifulloh Yusuf; F. Tsara Nafisah Yuwono; Fitri Aulia Furuhita; Muhammad Ilham Putra Permana +2 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Gideon S. Budiwitjaksono, dkk. (2022). Pelatihan Kerajinan Batik Dalam Rangka Mewujudkan Kampung Batik sebagai Ikon Khas Kelurahan Pakal. Literasi : Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, Nomor 2. Hal. 675-683. Halim, L., & Yunita, I. (2019). Strategi Pelatihan Hidroponik Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Yang Bernilai Ekonomis. Jurnal Patria, 1(2). Roidah, I. S. (2015). PEMANFAATAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK. Jurnal BONOROWO, 1(2), 43-49–49. Sulistyawati, M. Maulana, F. Tentama, S. Asti, dan T.W. Sukesi. 2019. Pendampingan Pembuatan Sistem Hidroponik dan Pengolahan Sampah Organik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. 3. No. 1. Hal: 77-82. Wibowo, S., & S, A. A. (2013). Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(3), Article 3. https://doi.org/10.25181/jppt.v13i3.180  

Sulistiyani

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian dilakukan di Galeri Omar Batik Srikandi dan Galeri Edukriya Jatisari di Kecamatan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mengembangkan bisnis batik dan mendapatkan pangsa pasar melalui Green Innovation  . Galeri Omar Batik Srikandi dan Edukriya Jatisari menghadapi masalah permintaan yang tetap atau stagnan dengan sedikit permintaan yang tidak berhasil. Dari hasil diskusi antara tim pengabdian dengan masyarakat, Galeri Omah Batik Srikandi Jatisari tetap memaksimalkan inovasi hijau dalam mengembangkan ide-ide yang bersumber dari diri sendiri maupun orang lain., tetapi belum melakukan inovasi secara maximal. Metode pengabdian dilaksanakan melalui konsultasi pengetahuan tentang inovasi  sehingga dapat mengembangkan  inovasi hijau yang meningkatkan gagasan, kreativitas  dan ide ide para anggotanya.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Hirjan, Muhamad; Muslim, Muh Ariadi; Saripudin, Saripudin; Hadiyani, Baiq

Penelitian ini dilakukakan untuk mengetahui Strategi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pembinaan pemasaran produk kerajinan  Rotan di Desa Pajangan  Kabupaten Lombok Tengah. Desa Pajangan memiliki potensi perkembangan rotan yang sangat besar, namun sejauh ini belum dioptimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu upaya untuk mencapai target penjualan dengan menerapkan strategi pemasaran dan penggunaan media pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran dapat dilakukan secara offline dan pemasaran secara online. Dibutuhkan pendampingan kepada masyarakat dalam mengenalkan dan menerapkan pemasaran secara offline dan pemasaran secara online. Pengabdian kepada masyarakat melakukan pendampingan  pada masyarakat desa pajangan untuk mendorong perekonomian. Metode- Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Metode pendekatan (melakukan observasi langsung), diskusi (wawancara pada masyarakat), pengarahan (menyusun konsep strategi pemasaran offline dan online), dan pemberian pendampingan langsung. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan kemampuan memasarkan usaha anyaman rotan menjadi lebih baik dalam upaya mendorong perekonomian masyarakat desa pajangan Kecamatan Kopang Lombok Tengah.  

Fitra Nadhilla Siregar

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah adalah kegiatan berbasis pengetahuan diri yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga dengan tujuan untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan keluarga. Salah satu indikator PHBS dalam rumah tangga adalah penggunaan jamban sehat oleh keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PHBS serentak pada rumah tangga di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan jamban, stimulasi sederhana jamban dan pembentukan kerangka STBM. Populasi sasaran adalah warga Dusun Cung Belut sebanyak 142 Somah. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jamban sehat, pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat meningkat 75%, jumlah warga yang siap membuat jamban sehat sebanyak 6 orang dengan konsep stimulasi, terbentuklah kabinet STBM muda yang beranggotakan 15 orang anak. Kesimpulan gerakan PHBS serentak dalam rumah tangga efektif mengatasi permasalahan PHBS di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Yuni Fitriani; Sri Tanjung Rejeki; Natiqotul Fatkhiyah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah (hemoglobin) kurang dari normal. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Untuk mencegah anemia setiap ibu hamil diharapkan mendapatkan TTD minimal 90 Tablet selama kehamilan Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan kebutuhan zat besi pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 6 Maret 2023 di Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal dengan diikuti  sebanyak 30 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil mengetahui tentang anemia dan bagaimana mencegah terjadinya anemia selama masa kehamilan

Ika Esti Anggraeni; Tri Agustina Hadiningsih

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Senam hamil merupakan terapi latihan gerak dan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan atau prenatal care yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan mental saat menghadapi persalinan agar persalinan normal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan spontan. Kelenturan otot – otot dinding perut dan dasar panggul dapat mengurangi risiko ruptur (robekan) perineum. Ruptur perineum merupakan perlukaan pada jalan lahir yang terjadi pada proses persalinan pervaginam, ruptur perineum ini disebabkan pada saat persalinan perineum mengalami tekanan yang kuat dan mengalami peregangan yang dapat menyebabkan terjadinya ruptur perineum yang disertai dengan adanya perlukaan vagina dengan derajat ruptur yang bervariasi (Syamsiah dan Rosita Malinda, 2018). Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Talang Kabupaten Tegal jumlah persalinan pada bulan Januari – Oktober 2022 adalah sebanyak 121 orang dan 34 (28%) ibu bersalin mengalami ruptur perineum pada saat persalinan pervaginam. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan metode wawancara pada tanggal 01 Maret 2023 dengan 10 ibu hamil di Desa Bengle Wilayah Kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal menyatakan bahwa keseluruhan ibu hamil 100% belum pernah melakukan senam hamil selama kehamilan dan saat posyandu tidak di ajarkan senam hamil. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 06 Maret 2023  di Balai Desa Bengle Wilayah Kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal sebanyak 30 ibu hamil dengan metode demonstrasi dan penyuluhan terkait senam hamil. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil  sangat antusias dan memberikan respon  positif terkait informasi senam hamil dengan alat bantu lembar balik dan leafleat.

Suroto, Suroto; CH Asta Nugraha

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kelompok Studi Pasar Modal Universitas 17 Agustus 1945 Semarang sebagian besar belum menjadi member Bursa Efek Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktik transaksi investasi saham di Bursa Efek Indonesia, sehingga diharapkan dapat mahir dalam melakukan trading saham secara online. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan terkait praktik transaksi investasi saham di bursa efek dengan software profit online trading.   Hasil   yang   diperoleh bahwa  Kelompok Studi Pasar Modal mampu memahami dan menjelaskan instrumen dan menu IDX. Namun, kurang mahir dalam mengoperasional  software  profit online trading dikarenakan keterbatasan waktu yang tersedia dan peserta belum menjadi anggota Bursa Efek.

Anggreini Meylina Putri; Endang Sri Utami

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Laporan keuangan dalam suatu bisnis sangat penting yaitu untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan serta untuk mengetahui jumlah laba atau keuntungan yang diperoleh. Laporan keuangan inilah yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan strategi dan pengambilan keputusan bisnis. Di era society 5.0 ini, masyarakat dituntut untuk dapat hidup berdampingan dengan teknologi, yaitu dengan cara mempelajari, menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, pelaku UMKM di Teras Malioboro 1 masih kurang pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya membuat laporan keuangan dalam menjalankan usaha. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengedukasi pelaku UMKM di Teras Malioboro 1 mengenai pencatatan laporan keuangan digital pada aplikasi BukuKas melalui pelatihan dan pendampingan, sehingga laporan keuangan dapat terorganisir dengan baik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu 1) Survey 2) Pelaksanaan Kegiatan 3) Hasil. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mencatat laporan keuangan secara manual tulis tangan. Maka dari itu pengabdi melakukan pengabdian mengenai edukasi akuntansi digital agar mempermudah pencatatan laporan keuangan dan demi keberlangsungan usaha pelaku UMKM di Teras Malioboro 1.

Asmarini Asmarini; Rita Yunus; Wiri Wirastuti

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan mahasiswa yang terlibat langsung dengan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada UMKM Kacandipa Teratai di Desa sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengendalian persedian bahan baku bagi pelaku UMKM. Memberikan pemahaman tentang perencanaan persediaan bahan baku yang optimal sehingga biaya yang dikeluarkan lebih efisien, dengan kata lain tujuan utama dari pengendalian persedian adalah kelancaran proses produksi dan penjualan dengan menggunakan biaya yang sehemat dan seoptimal mungkin. Metode yang dipakai adalah pendampingan kepada ibu-ibu pelaku usaha Kacandipa Teratai. Hasil dari kegiatan pendampingan bersama ibu-ibu tersebut berhasil meminimalisir pengeluaran, dengan adanya pengendalian persedian bahan baku maka diharapkan sebuah usaha dapat melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang jadi yang kemudian dijual atau dipasarkan sesuai kebutuhan atau permintaan konsumen agar perusahaan mendapatkan laba dari penjualan tersebut, sehingga pengendalian persedian dimaksudkan untuk mengoptimalisasi biaya dan menjaga barang yang disimpan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan agar meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya.

Enda Nawarisa Karina Br Sitepu; Rochmad Bayu Utomo

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengusaha UMKM di Dusun Karanglo Kabupaten Bantul dalam pembuatan laporan keuangan. Metode pelaksanan yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi dengan cara menyampaikan  materi secara langsung kepada pemilik UMKM. Objek pengabdian ini adalah pengusaha Bakpia Karunia. Pada pertemuan pertama diketahui yang menjadi masalah dalam usaha bakpia tersebut adalah ketidakpahaman pengusaha mengenai laporan keuangan, yang mengakibatkan mereka tidak melakukan pembukuan di usahanya. Dengan adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan ini diharapkan pengusaha UMKM mampu menyusun atau membuat laporan keuangan dengan baik dan benar. Respon dari pengusaha UMKM Bakpia Karunia pada kegiatan ini sangat baik dan positif, hal ini terlihat dari ketersediaan pengusaha dalam mengikuti awal sampai akhir kegiatan. Dari kegiatan evalusi yang dilakukan pengusaha UMKM sudah memahami materi mengenai pentingnya pembuatan laporan keuangan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sudah mencapai 70 persen, pemahaman pembuatan buku penerimaan dan pengeluaran kas sebesar 70persen, dan pemahaman mengenai pembuatan laporan laba/rugi mencapai 60 persen.  

Vira Aulia; Zaenal Wafa

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta pada salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu UMKM Telur Asin DMN. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia sempat mengalami krisis perekonomian yang disebabkan karena adanya pandemi COVID-19. Hal ini sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat terutama pada sektor usaha kecil seperti UMKM. Setelah berbagai upaya dilakukan, sekarang perekonomian Indonesia sudah mulai pulih kembali salah satunya dengan adanya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh oleh para pelaku UMKM melalui digital marketing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan melatih para pelaku UMKM terutama pada UMKM Telur Asin DMN bagaimana cara memanfaatkan digital marketing untuk memperluas pemasaran produknya sehingga dapat meningkatkan pendapatan usahanya serta memiliki banyak konsumen dari dalam maupun luar daerah. Kegiatan ini dilakukan karena pelaku UMKM masih minim pengetahuan tentang digital marketing dan pemasaran yang masih menggunakan metode tradisional seperti dititipkan ke warung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan antusias yang positif dari UMKM Telur Asin DMN karena memiliki banyak manfaat bagi usahanya. Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan UMKM Telur Asin DMN dapat memperluas pemasarannya.

Azza Nur Zubaidah; Ika Wulandari

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu Miss Brown dalam mengelola keuangannya secara lebih efektif dan efesien, serta meningkatkan kemampuannya dalam membuat laporan pembukuan keuangan sederhana yang akurat. Pengabdian dilakukan pada produk UMKM keripik brownis Miss Brown yang berlokasi di Desa Mulungan Kulon, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode praktik langsung, dimana Miss Brown diberikan panduan tentang cara membuat daftar pemasukan dan pengeluaran, serta membuat laporan pembukuan keuangan sederhana. Selain itu, pelatihan juga membahas tentang pentingnya menjaga catatan keuangan yang baik dalam mengelola usaha.    Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa Miss Brown mampu membuat pembukuan sederhana yang lebih baik dan mengelola keuangannya dengan lebih baik, sehingga dapat memperbaiki kinerja usahanya. Diharapkan artikel ini dapat memberikan panduan bagi UMKM lain dalam mengelola keuangannya dengan baik dan meningkatkan kinerja usahanya.