Publication Search

73,319 articles from 707 journals · 2,111 citations tracked

Showing 501-520 of 522

Analytics

Mariah Ulfah; Apriliyani, Ita; Yusri Fatimah, Hana

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan yang bertujuan agar terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil  mengenai persiapan fisik, terutama berkaitan dengan mekanika tubuh. Mekanika tubuh diberikan karena merupakan aspek penting untuk menjaga kestabilan otot rangka yang semakin teregang akibat kehamilan. Untuk megetahui keberhasilan pelaksanaan pengabdian, tim mengukur melalui pretest, demonstrasi dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan ibu hamil meningkat dilihat dari nilai yang didapatkan yaitu dari 69,1%  menjadi 80%.

Andi Hasnah; Suriani Tahir

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Anxiety in the face of labor cannot be separated from the knowledge and readiness of the mother before delivery. Mothers who have good knowledge and readiness about childbirth will take care of their pregnancy and prepare whatever is needed to face childbirth, so as to minimize maternal anxiety before delivery. Anxiety arising from lack of knowledge, such as information about pregnancy and childbirth, will have an impact on maternal unpreparedness, and will trigger a high rate of pathological pregnancies and increase the number of maternal and child deaths. (Rohani et al, 2013).

Sagitarini, Putu Noviana

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar belakang: Status gizi adalah salah satu ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi pada ibu hamil. Salah satu akibat yang bisa ditimbulkan apabila asupan nutrisi tidak tercukupi pada ibu hamil dapat menyebabkan Kurang Energi Kronis (KEK). Wanita hamil berisiko mengalami KEK jika memiliki lingkar lengan atas (LILA) <23,5 cm. Pengetahuan ibu hamil tentang gizi bisa mempengaruhi ibu dalam pemenuhan nutrisi, sehingga mempengaruhi status gizi ibu hamil. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang gizi dengan status gizi ibu hamil Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner  dan pengukuran LILA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi dengan status gizi ibu hamil dengan nilai p= 0,001 Simpulan: Pengetahuan tentang gizi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Dengan pengetahuan gizi yang baik maka ibu hamil cenderung memenuhi asupan nutrisi selama hamil sehingga status gizi juga baik. K    

Siti Rochmaedah

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Rasa cemas selama kehamilan khususnya pada periode trimester ketiga disebut dengan sindrom persalinan (childbirth syndrome), sindrom persalinan ini dapat berupa ketakutan akan proses persalinan dan bagaimana keadaan bayi yang akan dilahirkan dan hal ini lebih sering terjadi pada primigravida. Kecemasan yang dialami primigravida dapat dikurangi dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan hidroterapi. Salah satu bentuk hidroterapi yaitu rendam kaki dengan air hangat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu primigravida di Kecamatan Seram Utara Barat. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan desain one grup pretest posttest design. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 15 responden. Alat penelitian menggunakan lembar kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh hidroterapi terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu primigravida di Kecamatan Seram Utara Barat dengan p value 0,001 < 0,05. Kesimpulan: tekhnik hidroterapi (rendam kaki dengan air hangat) dapat mengurangi tingkat kecemasan primigravida dalam menghadapi persalinan di Kecamatan Seram Utara Barat.

Mukhlidah Hanun Siregar; Ratu Diah Koerniawati

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACTBackground: Essential Fatty Acids (EFAs) are one of the nutrients that are essential for the body growth and development of the brain. Omega-3 is a type of EFA and has a rele to form the immune system and development of the brain a fetus. Purpose: Therefore, this study was conducted to analyze the intake of omega-3 in pregnant women and to explore the types of local foods and ingredients that are often consumed and are source of omega-3. Methods: This study used a cross sectional design, and data were obtained by interviewing respondents using a characteristic questionnaire, food recall and semi-quantitative FFQ for the last 6 months. Results: The results showed that the average intake of omega-3 for pregnant women in trimester 3 was 0.126 grams per day. Types of food that are a source of omega-3 are fish, especially sardines, milkfish, tuna, and anchovies. The frequency of these food sources was 1-2 times per week. The average intake of omega-3 in pregnant women was still very low compared to the recommended RDA from MoH which is 1.4 grams every day. Conclusion: So, it is necessary to consider taking fish oil supplements for pregnant women adjusting to status of pregnancy.Keywords : Omega-3; Pregnancy; Stunting ABSTRAKLatar Belakang: Essensial Fatty Acid (EFA) merupakan salah satu asupan zat gizi yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak. Omega-3 merupakan salah satu jenis EFA yang memiliki peran dalam membentuk sistem imunitas dan perkembangan otak pada janin. Tujuan: Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis asupan omega-3 pada ibu hamil serta mendalami jenis makanan dan bahan pengan lokal yang sering dikonsumsi dan merupakan sumber pangan omega-3. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dan data diperoleh dengan wawancara kepada responden menggunakan kuesioner karakteristik, food recall dan FFQ semi kuantitaitf 6 bulan terakhir. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata asupan omega-3 ibu hamil trimester 3 sebesar 0,126 gram per hari. Jenis makanan yang merupakan sumber omega-3 adalah ikan utamanya ikan sarden, bandeng, tongkol, dan teri. Frekuensi konsumber jenis makanan tersebut 1-2 kali per minggu. Rata-rata asupan omega-3 pada ibu hamil masih sangat rendah dibandingkan dengan anjurkan AKG yaitu 1,4 gram. Simpulan: Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan pada ibu hamil sesuai dengan status kehamilan.Kata kunci : Omega-3; Kehamilan; Stunting

NLP Arista Candra Dewi; Ni Made Sintha Pratiwi; Ni Luh Seri Astuti

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Anxiety is a feeling of discomfort, a feeling of fear caused by anticipation of danger. The impact of anxiety is bad for mother and fetus, so it needs to do intervention for resolving the anxiety. Pregnant gymnastics is one way to reduce anxiety in pregnant women. The purpose of this study knowing the effect of pregnancy exercise on the level of anxiety in prenatal mothers in the third trimester at the RSIA Cahaya Bunda Gerokgak Tabanan.Method: The desaign used the pre-experimental design of one pretest posttest group, the research subjects were prenatal mothers in the third trimester, with non probability sampling used a purposive sampling method. The research instrument with the HARS questionnaire. Statistical tests used the Wilcoxon Test, with a confidence level of 95% and p <0.05.Results: The results of the pretest were moderate anxiety of 63.3% and severe anxiety 36.7%, after the intervention, the results of the posttest score were mild anxiety (60.0%), no anxiety (36.7%) and moderate anxiety (3.3%). The Wilcoxon analysis test results get a value of ? = 0,000 and the value of ? is smaller than ? (5%) or 0.05, it means there is a significant effect of pregnancy exercise on the level of anxiety in prenatal mothers in the third trimester.Conclusion: There was a decrease in the level of anxiety before the intervention was given and after the intervention was given, so that there was the influence of pregnancy exercise on the anxiety level of prenatal pregnant women in the third trimester.Keywords: Anxiety leve;, Pregnant gymnastic; Prenatal in the third trimester

Hery Prambudi; Usdiyanto Usdiyanto; Solikhah Solikhah; Citania Nurkholifah

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Pregnancy can cause the body to be very susceptible to low hemoglobin levels, which during pregnancy require sufficient iron for the body. If the body loses iron, anemia will occur, because the body requires the intake of foods that contain iron. Anemia itself where the value of the hemoglobin level is less than the normal value or below the normal value. So if a pregnant woman has a hemoglobin level below the normal value, she will be prone to anemia. The risk of anemia during pregnancy can occur in the fetus because it can affect the growth and development of the fetus and baby, as well as babies born prematurely or with reduced body weight. Dates are a fruit which contains many benefits for the body, one of which is to prevent anemia. The content of the date palm itself contains nutrients for the body such as protein, vitamin A, vitamin C, thiamine, ribovalfin, nicotinic acid, and iron. To determine hemoglobin levels in pregnant women before and after giving dates. The research method used this time was preexperimental with a one-group pre-test post-test research design. While the examination using the cyanmethemoglobin method. The results of the study of hb levels before being given dates with an average result of 11.94 and after being given dates the average result was 12.65 which showed an increase in hb levels. Data analysis using the Paired Sample Test statistical test obtained the results of sig (2 tailed) of 0.207 or > 0.05. From the results of the statistical analysis of the Paired Sample Test, it can be said that Ho is accepted, which means that there is no significant effect on the administration of dates on hemoglobin levels before and after.  

Ruri Maiseptya Sari I; Dewi Aprilia Ningsih; Metha Fahriani; Suhita Tri Oklaini

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: The main cause that resulted in the emergence of many victims due to the earthquake disaster was the lack of knowledge of community preparedness about disasters and the lack of community preparedness in anticipating the disaster. Purpose: This Community Service aims to increase knowledge about the preparedness of pregnant women in dealing with the earthquake and tsunami disaster in the work area of the Pasar Ikan Health Center in Bengkulu City. Methods: This activity was carried out by distributing leaflets, conducting counseling and evaluating activities, the implementation of this activity was carried out in the work area of the Bengkulu City Fish Market Health Center from November 25 to November 28, 2021 with a total of 24 pregnant women participating. Results: In the implementation of the activities that we carried out, there was an increase in the knowledge of pregnant women after the Preparedness education was carried out in the event of an earthquake and Tsunami. Where the average before the counseling was done was 45 percent, it increased to 80 percent after the counseling was done. In addition, pregnant women also seemed enthusiastic during the counseling session, this can be seen from the response of pregnant women in the question and answer session Conclusion: From the results of this service activity, there was an increase in knowledge of pregnant women about preparedness during disasters, especially earthquakes and tsunamis.    

Aprilya Roza Werdani; Justiyulfah Syah; Putri Ranatul Agustri

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In 2018, Basic Health Research (Riskesdas) data showed that the prevalence of wasting in children under five in Indonesia was 10.2%, while in the age group under two years (baduta) it was higher, namely 11.7%. Nutrition Status Monitoring Data for 2017 also shows that the prevalence of wasting in under-fives is higher, which is 12.8% when compared to the toddler group, which is 9.5% (Ministry of Health RI, 2018). Based on the WHO classification, wasting in the underdog group in Indonesia is categorized as a serious public health problem, with a prevalence in the range of 10-14%. Malnutrition that occurs in 1,000 HPK, besides being at risk of inhibiting physical growth (failure to thrive) and being susceptible to disease (metabolic disorders: DM. Hypertension, obesity), also inhibits cognitive development (motor cognitive impairment) which will affect the level of intelligence and productivity of children in the future.    

Nurannisa Fitria Aprianti; Siti Naili Ilmiyani; Nurlathifah N. Yusuf; Apriani Susmita Sari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekurangan Energi Kronik merupakan keadaan seseorang yang menderita ketidakseimbangan asupan gizi (energi dan protein) yang berlangsung lama dan menahun. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energy kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Suela Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik dengan desain case control pada bulan Januari-Maret 2021.Jumlah sample dalam penelitian ini kelompok kasus sebanyak 53 orang dan Kelompok Kontrol sebanyak 53 orang total sampel sebanyak 106 pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dan instrument menggunakan form ekstraksi, pengambilan data menggunakan rekam medik, Analisa data menggunakan uji statistic chi squarre dan uji statistic multivariat dengan regresi logistic. Hasil: Hasil analisis statistic diperoleh Pekerjaan ρ=0,004, Umur ρ=0,001,  Paritas ρ value =0,000, Jarak Kehamilan ρ value =0,001, IMT ρ value =0,000,  Status Anemia ρ value =0,001 memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK, sedangkan Pendidikan ρ= 0, 548 tidak berhubungan dengan kejadian KEK. Analisis statistic multivariat diperoleh factor yang paling dominan yaitu IMT p= 6,893, C.I.95% 2.232-21.287. Kesimpulan: Faktor Pekerjaan, Umur, Paritas, Jarak Kehamilan, IMT dan status anemia memiliki hubungan yang signifikan dengan KEK. Faktor paling dominan penyebab KEK yaitu IMT.    

Purnama Sari, Dian; Nurlelah Aprilia Iskandar

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Abortus merupakan salah satu penyebab langsung angka kematian ibu. Kejadian abortus di Provinsi Jawa Barat tertinggi 22.90%. Kejadian abortus di PMB Bidan E mengalami peningkatan, sedangkan angka kehamilan remaja mengalami penurunan. Mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian abortus di PMB Bidan E tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah Case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di PMB Bidan E tahun 2020. Total sampel adalah 104 ibu hamil terdiri dari 52 kasus dan 52 kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh diambil dari rekam medik ibu hamil dari bulan Januari-Desember tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan Chi-Square.Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kehamilan remaja dengan kejadian abortus (p=0.031), ada hubungan paritas dengan kejadian abortus (p=0.010), ada hubungan pekerjaan dengan kejadian abortus (p=0.006), tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian abortus (p=0.324). Ada hubungan kehamilan remaja, paritas, dan pekerjaan dengan kejadian abortus. Tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian abortus.

Lia Nurliana; Fifi Musfirowati; Achmad Machron Chaerulfallah; Trikawati Trikawati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Demam kadang dialami oleh ibu hamil, hanya saja dalam kondisi hamil dan menyusui ibu tidak boleh sembarangan dalam memilih obat terutama obat dipasaran dan warung yang sebagian besar dikombinasikan dengan zat aktif lain yang belum tentu aman buat kehamilan. Kondisi ini tentu menjadikan pengetahuan ibu hamil dan tindakan swamedikasi obat demam menjadi penting untuk didalami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan ibu ketika dalam masa kehamilan dan menyusui dalam penggunaan swamedikasi obat demam pada masyarakat pulomerak-Banten. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian Cross-Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat Banten selama 6 bulan yakni Februari-Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu hamil dan menyusui yang mengalami demam di masa kehamilan dan melihat tindakan swamedikasinya ketika demam sebanyak 100  orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dengan penggunakan teknik total sampling. Uji  hipotesis  dilakukan  menggunakan  uji  Chi  square dimana Nilai  P  dianggap bermakna apabila p< 0,05.Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 maka dapat dikatakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan swamedikasi terhadap obat demam semasa kehamilan. Hasil analisis penelitian ini diperoleh nilai OR = 16,667, artinya bahwa pengetahuan mempunyai peluang sebesar 16,667 kali untuk dapat memengaruhi tindakan swamedikasi obat demam dalam masa kehamilan. Kesimpulan penelitian  bahwa terdapat  hubungan Ibu hamil dan menyusui yang mengalami demam di masa kehamilan dan tindakan swamedikasinya ketika demam memiliki hubungan secara signifikan.

Silvia Mona; Susanti Susanti

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kunjungan antenatal care ialah suatu kegiatan yang perlu dilakukan dimana tujuannya sebagai langkah pendeteksian secara dini terkait ada tidaknya komplikasi saat proses kehamilan. Kunjungan ini dapat dilaksanakan sebanyak 4 kali selama proses kehamilan, yang mana dilakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin guna menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah guna mengetahui faktor apa saja yang memberikan pengaruh atas perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kesehatannya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah deskriptif dimana dengan melakukan pendekatan cross sectional dimana dalam melakukan pengukuran variabel hanya dilakukan sekali saja pada suatu waktu. Dalam penelitian ini sebanyak 20 ibu hamil berperan menjadi sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwasanya hal yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan kesehatan ialah pengetahuan (p=0,001 < 0,005) dan dukungan suami (p=0,008 < 0,005).    

Armiyanti Nur; Siti Komariah; Aulia Furkania

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Monitoring nutrition and health during the First 1000 Days of Life (HPK) in Pacellekang Village is very important to prevent stunting. However, during the pandemic, many posyandu were forced to stop their activities because they were in the red zone. The assistance program for malnourished pregnant women (KEK) aims to improve the health and nutritional status of KEK pregnant women in Makassar City. Community service activities are carried out online using Zoom meetings, WhatsApp groups and Google Forms. The results of the service show that most of the knowledge and attitudes of pregnant women regarding nutrition and health are classified as good. The majority (85.2%) of pregnant women had carried out pregnancy checks at least four times with a midwife or doctor during pregnancy. Apart from that, 88.9% of pregnant women regularly take blood supplement tablets. Around 85.2% of pregnant women follow the principles of balanced nutrition in their daily diet. However, 55.6% of pregnant women who frequently experience nausea and vomiting tend to lose their appetite and skip meals and snacks. Based on program monitoring in October, there were records that two pregnant women were unable to provide exclusive breastfeeding (IMD) due to premature birth (separation care), and young mothers (under 20 years) felt anxious when breast milk did not come immediately after delivery, so they gave Formula milk.    

Juana Linda Simbolon; Sulastry Pakpahan

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still quite high,based on the results of SUPAS in 2015, the MMR was 305/ 100,000 live births.Efforts to decrease of MMR can be done by ensuring that every mother can access quality health services for pregnant women because every pregnancy has the risk of complications. Integrated antenatal services are carried out including health counseling, antenatal care, case management and follow-up, preparation for delivery and planning for referrals in case of pregnancy. In the initial researchconducted in Hutaginjang Village, Muara, there were still pregnant women who did not have their pregnancy checked according to the minimum pregnancy standards. Purpose: Screening and pregnancy risk factors is indispensable for early pregnancy and the potential for emergency pregnancy. Methods: Activities carried out by integrated and free pregnancy examinations for pregnant women include measuring weight / height and arm  ircumference, vital signs, physical examination, Hb examination, urine protein and glucose, provision of IEC about nutritional fulfillment, overcoming complaints of pregnant women in trimester IIII,preparation for delivery and administration of iron supplements as well as preparation for referrals for mothers who experience complications in their pregnancy. Results: The activity was carried out without any obstacles, with 18 mothers having their pregnancies checked. The results of the examination found several risk factors for pregnancy, namely age under 20 years and above 35 years of parity, history of delivery by sectio, height below 145 cm, anemia,preeclampsia, breech location, hyperemesia gravidarum, gestational diabetes and gemelli pregnancy. Each mother received communication, information and education related to  maintaining and improving health during pregnancy and  giving iron tablets. Conclusion:Screening and control of pregnancy risk factors is needed to detect early whether the pregnancy is at risk and has the potential for emergency pregnancy, so that the mother can pass her pregnancy well and give birth to a healthy baby.   

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Antenatal care or pregnancy examination is a service provided to pregnant women by carrying out pregnancy examinations and supervision to optimize the mental and physical health of pregnant women so that they are able to face childbirth, postpartum, preparation for giving breast milk (ASI) and the return of normal reproductive health. In this COVID-19 pandemic situation, there are many restrictions on almost all routine services including maternal and neonatal health services. For example, pregnant women are reluctant to go to community health centers or other health service facilities because they are afraid of being infected. The aim of the research is to determine the influence of the Covid-19 Pandemic on Pregnant Women's Anc Visits at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency. The type of research used is a cross sectional study. The sample was 80 pregnant women who visited ANC at the Tanasitolo Community Health Center, Wajos Regency, where random sampling was used as a sampling technique. The results of the research show that based on the chi square statistical results, a p value = 0.000 < ? = 0.05 is obtained, which indicates that there is an influence of the Covid-19 pandemic on ANC visits of pregnant women at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency. The conclusion is that there is an influence of the Covid-19 pandemic on ANC visit of pregnant women at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency.    

Jane Leo Mangi

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga  terhadap  pengetahuan pengelolaan  makanan lokal Bagi Balita di Desa Noepesu. . Besar sampel 120 ibu yang mempunyai balita untuk kelompok eksperimen dan 60  orang ibu balita sebagai kelompok control 60 orang.Hasil penelitian  variable pengetahuan gizi (X1) mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku gizi ibu dengan koefisien regresi sebesar 0,333. artinya bahwa apabila pengetahuan gizi meningkat sebesar 1 persen maka perilaku gizi akan meningkat sebesar 0,333 persen. Simpulan dari penelitian ini pemberdayaan keluarga berpengaruh terhadap pengetahuan  ibu dalam memanfaatkan makanan local untuk balita  

Utaminingtyas, Farida; Pebrianthy, Lola

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Backgroud: Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are symptoms that often occur in 60-80% Primigravida and 40-60% Multigravida. The causes of nausea and vomiting vary, among others, due to hormonal changes in the body, psychological, to lifestyle. The purpose of this study was to determine the description of knowledge of trimester 1 pregnant women about emesis gravidarum. Methods: This research design uses descriptive research type. The sample of this study was the first semester pregnant women who came to have their pregnancy examined at the Rasoki Labuhan Public Health Center in August 2018, amounting to 30 people. The sampling technique uses accidental sampling. The research instrument was in the form of questionnaire sheets and mother's MCH handbook. Results: Data processing techniques starts from editing, coding, tabulation and finally data analysis. From the total of 30 respondents, 7 (23.3%) data have good knowledge, 16 (53.4%) respondents have sufficient knowledge and 7 (23.3%) respondents who have less knowledge about emesis gravidarum. It is expected that first trimester pregnant women will seek more complete information on emesis gravidarum.

Erwin Kurniasih; Rini Komalawati

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: One of the causes of high maternal and infant mortality rates (IMR) is anemia of pregnancy and chronic energy deficiency (KEK). Anemia and KEK in pregnant women can increase the risk of low birth weight babies (LBW), premature birth, maternal and infant mortality and stunting (short children).To prevent this from happening, it is necessary to carry out screening and Fe supplementation as a preventive measure to prevent anemia in pregnancy. Activity This community service aims to screen for anemia and KEK  pregnant women and women of childbearing age (WUS) as well as the provision of Fe supplementation for prevent iron deficiency anemia. Method: The method used is involving community as a form of empowerment such as measuring LiLA and levels of hemoglobin (Hb), BMI, and distribution of Fe supplementation. Besides that, it is also done education about anemia in pregnancy. The population in this activity is women aged fertile 15-40 years, a total of 42 people in Sambirobyong Hamlet, Pangkur Village,Ngawi Regency. Results: The results show that from 42 women of childbearing age in the hamlet Sambirobyong were screened, there were 3 people (7%) women of childbearing age temporary anemia 1 person (2%) with anemia status plus KEK. From 4 WUS people for age <20 years as many as 2 people (50%) with 1 person condition pregnant with anemia and 1 non-pregnant with anemia. While 2 people(50%) aged >35 years with 1 pregnant condition with anemia + KEK and 1 non-pregnant people with anemia. There is 1 person (2%) experiencing the risk of SEZ. Conclusion: Screening results show that anemia and KEK are more common WUS group aged <20 years and >35 years. It is necessary to carry out periodic evaluations every months and giving Fe supplementation to WUS who are still anemic and the risk of KEK and education on the importance of quality nutrition to prevent these complications. 

Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kehamilan merupakan bagian dari proses maturasi perempuan yang memiliki berbagai risiko kesehatan. Kehamilan risiko tinggi menjadi faktor utama peningkatan AKI dan AKB di Indonesia. Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara terdapat mempunyai warga dengan kondisi hamil  risiko tinggi. Ibu memeriksakan kehamilannya di Puskesmas, namun pelayana yang diberikan masih sebatas Antenatal Care yang dilakukan rutin setiap bulannya. Karakteristik keluarga ibu hamil juga  tidak memahami cara perawatan sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan program pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan. Program tersebut berupa Kelompok Pendamping Kehamilan Resiko Tinggi (KP-KRT) berbasis  continuity of care untuk menurunkan resiko –resiko yang terjadi pada Ibu hamil. Methode pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu yaitu (1) Sosialisasi, (2) Peningkatan kompetensi, (3) Latihan ketrampilan atau pelaksanaan kegiatan, dan (4 ) Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari pelaksanaan PKM dapat teridentifikasi ibu hamil yang mengalami resiko tinggi, didirikannya rumah kehamilan sejahtera, meningkatkan kompetensi kader melalui pelatihan, dan terbentuknya alur rujukan ibu hamil resiko tinggi. Kesimpulan, pentingnya pendampingan pada ibu hamil untuk menurunkan resiko yang terjadi pada kehamilan. Saran, diperlukannya pemantauan dan follow up dari pemerintah khususnya puskesmas setempat untuk menjaga keberlangsungan dari program KP-KRT.