Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 461-480 of 529

Analytics

Hamu, Fransiskus Janu

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan dari artikel pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempromosikan pemahaman multikultural, menghormati perbedaan, dan kesiapan untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama di kalangan umat, guna meningkatkan kualitas iman Katolik dalam masyarakat multikultural. Untuk mencapai hal ini, mengadopsi pendekatan moderasi menjadi sangat penting. Konsep moderasi dapat bervariasi di berbagai konteks, tetapi melibatkan pengakuan akan keberadaan sudut pandang yang beragam, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, serta penolakan terhadap kekerasan sebagai sarana untuk memaksakan kehendak. Pendidik agama Katolik memainkan peran penting dalam menyebarkan dan membina budaya moderat dalam masyarakat, dengan tujuan akhir mencapai harmoni dan perdamaian. Hal ini dapat dicapai dengan memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang, saling menghormati, dan saling memahami antar komunitas agama. Selain itu, penyuluh agama Katolik bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman umat tentang agama-agama lain, sambil mendorong kolaborasi dan kerjasama antara komunitas agama demi kemajuan masyarakat. Dengan memeluk prinsip-prinsip moderasi, para pembimbing agama Katolik berkontribusi pada perkembangan moral dan etika individu dalam komunitas iman Katolik.

Junaedi, Achmad

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak: Bimbingan spiritual merupakan proses pemberian bantuan kepada individu secara terarah, berkelnajutan dan sistematis agar dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal, berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur’an dan hadits sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Hasil pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat khususnya kepada para lansia diperoleh bahwa sebelum dilakukan penyuluhan belum teridentifikasi pemahaman lansia tentang bimbingan spiritual setelah dilakukan penyuluhan, lansia mampu memahami tentang bimbingan spiritual dan berkomitmen untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.. Hasil secara keseluruhan diperoleh bahwa dengan dilakukannya penyuluhan khususnya tentang upaya dalam memberikan bimbingan spiritual sangatlah berguna, karena setelah diberikan penyuluhan lansia mampu mengingat kembali memori tentang sang penciptanya dengan mengingat dan membaca sholawat, dzikir, do’a, dan tata cara wudlu’ yang selama ini dirasakan dan dengan penyuluhan yang sudah dilakukan, lansia berkomitmen untuk selalu  melaksanakan sholat 5 waktu baik bermajaah ataupun sholat sendirian, memperkuat iman dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan lebih baik lagi.      

Andreas Jimmy; Bernard Antonius Rahawarin; Sandi Nugroho

This article highlights the important role of catechism in developing the faith of young Catholics in the modern era. This study uses a theological analytical discourse methodology to analyze the role of catechism as a medium for building faith. Catechesis is a means used by the Church to communicate the teachings of faith to the people. Through catechesis, the Church can provide effective accompaniment of faith to young people. This study focuses on the problems faced by young people today. They are the next generation of the Church who need special attention because they are very vulnerable to being influenced by the fast and swift currents of modernity. Therefore, an effective assistance effort is needed for them. The research findings show that young people, who are in a period of searching for identity, tend to get bored easily and are quickly satisfied. In this context, catechesis as a form of faith formation is an effective choice and responsive to the lifestyle of today's youth. Through catechesis, young people can gain a deeper understanding of the teachings of the faith, strengthen their relationship with God and develop a strong Christian identity. Digital catechesis, which combines technology with messages of faith, can be a relevant and attractive medium for young people. In conclusion, digital catechesis has a significant role in developing the faith of young Christians. In facing the challenges of modern times, the Church needs to use catechesis as an effective strategy to assist young people in strengthening their faith. By utilizing technology and adapting the right content, digital catechism can be an effective tool in forming a young generation who are firm in their faith and ready to face the changing times.

Andreas Jimmy; Bernard Antonius Rahawarin; Sandi Nugroho

This article highlights the important role of catechism in developing the faith of young Catholics in the modern era. This study uses a theological analytical discourse methodology to analyze the role of catechism as a medium for building faith. Catechesis is a means used by the Church to communicate the teachings of faith to the people. Through catechesis, the Church can provide effective accompaniment of faith to young people. This study focuses on the problems faced by young people today. They are the next generation of the Church who need special attention because they are very vulnerable to being influenced by the fast and swift currents of modernity. Therefore, an effective assistance effort is needed for them. The research findings show that young people, who are in a period of searching for identity, tend to get bored easily and are quickly satisfied. In this context, catechesis as a form of faith formation is an effective choice and responsive to the lifestyle of today's youth. Through catechesis, young people can gain a deeper understanding of the teachings of the faith, strengthen their relationship with God and develop a strong Christian identity. Digital catechesis, which combines technology with messages of faith, can be a relevant and attractive medium for young people. In conclusion, digital catechesis has a significant role in developing the faith of young Christians. In facing the challenges of modern times, the Church needs to use catechesis as an effective strategy to assist young people in strengthening their faith. By utilizing technology and adapting the right content, digital catechism can be an effective tool in forming a young generation who are firm in their faith and ready to face the changing times.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Ngifat Khoerunnisa; Adina Anisnaeni Rizqina; Arinda Oktariski Setyaningsih; Azizah Nur Imani; Edy Suryanto

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Every literary work has a message and meaning contained so that every reader can take lessons from the work, one of which is poetry. The purpose of this research is to analyze the elements or symbols of romance found in the Four Collections of Poetry by WS Rendra. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data sources used came from a book entitled Four Collections of Poetry in the Romance section of the Kakawin Kawin chapter by WS Rendra, namely (1) Love Letters; (2) Green Serenada; (3) Blue Serenada; (4) Episodes; (5) Serenade Violet; (6) Under the Moon; (7) White Serenade; (8) Black Serenade; (9) Gray Serenada, (10) Red Serenada; and (11) Letter to Mother: About Her Prospective Son-in-law. While the data sought is a symbol of romance. Data collection was carried out by document analysis using the method of taking notes and literary analysis, while to test the validity of the data using theoretical triangulation techniques. The results of this study found that there are various romantic symbols in the book entitled Four Collections of Poetry in the Kakawin Kawin chapter Romance section by WS Rendra.

Adolfitri Bella; Herlince Rumahorbo

Encouraged by the motivation of serving His congregation in Corinth, through the Apostle Paul, God’s  servant who was entrusted with establishing, guiding, and advising God’s people there in God’s word which reads : “Though I have the gift of prophecy and know all mysteries and have all knowledge; and though I have faith perfect to move mountains, yet I have no love, I am utterly useless” (TB 1 Cor 13:2). So, with the motivation because I love God's congregation, who have mistaken the spiritual gifts that God has bestowed or have wrong perceptions, I wrote a paper with the title "Using spiritual gifts as a form of building congregations", so that we all know that the gifts that are God gives is to have noble intentions and goals.  

Adolfitri Bella; Herlince Rumahorbo

Encouraged by the motivation of serving His congregation in Corinth, through the Apostle Paul, God’s  servant who was entrusted with establishing, guiding, and advising God’s people there in God’s word which reads : “Though I have the gift of prophecy and know all mysteries and have all knowledge; and though I have faith perfect to move mountains, yet I have no love, I am utterly useless” (TB 1 Cor 13:2). So, with the motivation because I love God's congregation, who have mistaken the spiritual gifts that God has bestowed or have wrong perceptions, I wrote a paper with the title "Using spiritual gifts as a form of building congregations", so that we all know that the gifts that are God gives is to have noble intentions and goals.  

Putra Imanuel Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

History of the Development of Philosophy We can conclude that Philosophy, as a scientific discipline that questions the nature of existence, knowledge, values, and reality, has gone through a long journey and is full of revolutionary thoughts throughout human history. The development of this philosophy not only reflects changes in human views of the world, but also emerges as a response to intellectual challenges, social changes, and scientific developments that have occurred from time to time. The earliest period in the history of the development of philosophy is the philosophy of ancient Greece. In ancient Greece, philosophers such as Thales, Socrates, Plato, and Aristotle introduced fundamental questions about the universe, ethics, politics, and knowledge. They try to understand the universe and human place in it through reason and reason. After the Greek classical period, philosophy underwent changes during the medieval period. During this time, Patristic and Scholastic philosophy became dominant. Patristic philosophy is closely related to early Christian thought and the influence of Church Fathers such as St. Augustine. At the same time, Scholastic philosophy, influenced by the work of Aristotle, attempted to integrate philosophy with Christian theology. The next period in the history of philosophy is the Age of Enlightenment, during which philosophy underwent major shifts. Philosophers such as Descartes, Kant, and Voltaire advocated ideas of rationality, freedom, and scientific progress. They challenge traditional dogma and authority and advance knowledge through rational thinking and the scientific method. The development of modern philosophy also includes schools such as German idealism led by figures such as Kant, Hegel, and Schopenhauer. They focus on thinking about consciousness, ideals, and oneness in search of an understanding of reality. In the 19th and early 20th centuries, important schools such as empiricism and utilitarianism emerged. Philosophers such as John Locke, David Hume, and Jeremy Bentham stressed the importance of experience and utility as the foundations of knowledge and ethics. Then, pragmatism and the analytic school, pioneered by figures such as William James, Bertrand Russell, and Ludwig Wittgenstein, put forward the practical use of knowledge and language in achieving a better understanding. Contemporary philosophy involves various schools of thought. Schools such as phenomenology (Husserl), existentialism (Sartre, Camus), hermeneutics (Gadamer, Ricoeur), and structure.      

Sulaiman Romadhon; Agung Setyawan

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Model Project Based Learning berpengaruh untuk dapat meningkatkan hasil belajar PAI materi iman kepada malaikat kelas III di SDN BANYUANYAR 01. Penelitian ini dilakukan guna untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas III di SDN BANYUANYAR 01 dengan menggunakan Model Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan secara 2 siklus . peneliti menggunakan desain penelitian model Kurt Lewin . desain penelitian ini mempunyai 4 aspek yaitu : a). Perencanaan/Planning b). Tindakan/acting c). Pengamatan/Observing d). refleksi/Reflecting . Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN BANYUANYAR 01. Peneliti mengambil penelitian di kelas III pada mata pelajaran PAI SD. Sekolah ini terletak di JL. Mutiara, Kec. Sampang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Siswa kelas III berjumlah sebanyak 15 siswa. Terdiri dari 8 siswi perempuan dan 7 siswa laki-laki. Pada penelitian ini diperoleh hasil belajar siswa  kelas  III pada materi  Iman  kepada malaikat setelah diterapkannya model pjbl telah mengalami peningkatan. Jika   pada   pra   siklus   rata-rata   nilai   siswa   hanya   mendapatkan   nilai 72,4 (Cukup), maka pada siklus I telah meningkat menjadi 74.8 (Cukup), lalu ditingkatkan lagi untuk mencapai indikator kinerja menjadikan rata-rata nilai siswa  pada  siklus  II menjadi  88,6 ( Baik). dengan demikian, hasil yang diperoleh telah mencapai keberhasilan. dan diharapkan setelah adanya penelitian ini guru dapat menerapkan Model Project based learning pada pelajaran PAI materi Iman Kepada malaikat agar dapat menarik minat siswa serta dapat mengembangkannya menjadi pelajaran yang membuat siswa aktif dalam pembelajaran.

Nasrani Winowa’a; Ronaully Marbun

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Christianity is a unique religion, because Christianity is a faith-based religion. Christianity is not a religion with a core of behavior, but the basis of Christianity is Faith. RC Sproul also said that Christianity is Faith because it has the core of faith and because it often talks about the Christian Faith. It is called a faith because there is a knowledge confirmed or believed by its followers. So the quality of Christianity is the quality of being completely in Christ through faith

Noor Iffatin Nadhifah; Siti Imaniatul Muflihatin

JUREKSI (Journal of Islamic Economics and Finance) 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Employment service companies which are familiarly known as outsourcing in Indonesia have recently emerged a lot, one of the advantages of this company is that a company that needs additional workers in its company can quickly get workers according to the criteria desired by the company. Apart from that, the company also doesn't need to be bothered with things like employee recruitment. Companies that provide labor services to be employed by other companies that request labor or companies that provide workers

Alo Jakaria

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Social media has become an important part of modern human life and has influenced various aspects of life, including religion. In the context of the Christian faith, social media can be used as a medium for teaching and spreading religious messages. The purpose of this research is to explore the effectiveness of social media as a medium for teaching Christian faith. This research was conducted by surveying social media users who follow Christian accounts and are active in participating in online religious activities. Respondents were given a questionnaire to assess their experience in using social media as a medium for teaching Christian faith, including the type of content they liked and their level of involvement in online religious activities. The results of this study indicate that social media can be effective as a medium for teaching Christian faith. Respondents indicated that they had high levels of involvement in online religious activities and that they preferred to obtain religious information and teaching through social media rather than traditional sources such as books or seminars. The types of content most liked by respondents were quotes from the Bible, teaching videos, and personal religious experiences. However, this research also shows that the effectiveness of social media as a medium for teaching Christian faith can be influenced by various factors, such as the quality of the content and the user's trust in information sources. Therefore, there needs to be continuous monitoring and evaluation of content posted on social media so that the religious messages conveyed can be well received by social media users.

Novriani Rabeka Manafe; Ayu Matni Pitronela Bonat; Dewi I. N. Bili Bora; Gracia M. N. Otta

International Journal of Education and Literature 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The aims of this research are: (1) to identify the types of language interference in learning English, (2) to find out the most dominant example of the mother tongue in learning English, and (3) to investigate the causes of interference in learning English. The research employed a descriptive qualitative method with selected twenty students from the seventh grade as the respondents. This research used observation, interview, recording, and note-taking, for data collection while employing document analysis to analyze the gathered data. This study was conducted in the following procedure, (1) observation (2) interview (3) documentation. From the self-introduction by the respondents, the researcher found that there were three types of language interference made by seventh-grade students namely phonological, grammatical, and lexical interference. The findings also showed that the most dominant example of the mother tongue in learning English made by seventh-grade students is phonological interference. The analysis also revealed that the causes of language interference, there were students’ background and the students’ limited mastery of the English vocabulary

Paskalis Romanus Langgu

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara bentuk musikologis, pemahaman syair dan pembawaan dinamika di dalam lagu di dalam gereja Katolik. Bentuk lagu Anak Domba Allah karya Gab Edy Langgu yang menggunakan motif lagu Manggarai Timur gelang lite cela d' sebagai bagian dari ordinarium misa. Lagu Anak Domba Allah adalah bentuk lagu yang secara musikologis dibuat untuk misa yang sering digunakan oleh umat awam dan rohaniwan. Bentuk lagu ini tidak dipahami oleh semua orang di gereja tersebut. Metodologi yang digunakan adalah sebuah penelitian musikologis terhadap bentuk lagu Anak Domba Allah, yang dikatikan antara makna syair dan dinamika di dalam lagu tersebut. Lagu ini memiliki potensi untuk diterima dan digunakan untuk membantu umat beribadah dalam penghayatan iman mereka. Peran gereja-gereja Katolik di Kota Kupang adalah menyanyikan lagu pujian ordinarium anak Domba Allah ini.    

Fictor M.Dethan; Marniati Tanesab; Melki Manu; Yuninggsi Pehejes

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the influence of the school environment on the growth of faith and morality among Christian students at Elpida Senior High School Noelbaki. The research is based on the premise that a Christian school is not merely an institution for knowledge transfer, but also a formative environment for spiritual and moral development. The study employed a quantitative approach with a survey method. The population included all students of Elpida Senior High School Noelbaki, while the sample consisted of 80 purposively selected students. The research instrument was a five-point Likert scale questionnaire covering spiritual, social, and academic aspects of the school environment. Data were analyzed using simple linear regression to determine the effect of the school environment on students’ faith and moral growth. The results revealed that the school environment has a positive and significant influence on students’ spiritual and moral development (t = 5.36, p < 0.05). A Christian-based school environment encourages students to live in obedience, love, and responsibility toward others. This study concludes that faith and moral education are not only taught theoretically but also modeled through school culture, teacher-student relationships, and a spiritually nurturing atmosphere.

Igo Satria; Malik Malik

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan.  Itulah sebabnya Sproul menuliskan bahwa, iman dibangun di atas dasar alasan yang sudah dipikirkan dengan matang, koheren, konsisten, dan bukti empiris yang absah. Namun ada juga kelompok yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar alat untuk sampai kepada tujuan keselamatan itu sendiri. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan tentang pengertian iman secara umum, enjelaskan tentang kontribusi pengajaran dari perspektif Reformed mengenai keselamatan bagi pertumbuhan iman Kristen, menjelaskan apa apilkasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pandangan Agama Kristen mengenai iman adalah beriman kepada Yesus Kristus atau yang disebut orang yang beriman hanya kepada Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan. Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Iman yang menuju kepada Tuhan untuk mendapatkan keselamatan yang kekal melalui Yesus Kristus

Misi Astuti Waruruwu; Moses Wibowo

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Menjadi hamba Tuhan adalah kesempatan sempurna yang tidak dimiliki semua orang. Hamba Tuhan adalah orang yang setia dan mengaku di hadapan Tuhan bahwa dia untuk Tuhan. Hamba Tuhan harus memiliki dasar iman dalam pelayanan, terlatih untuk mengajar dan menguasai diri dalam memberitakan Firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa hamba-hamba Tuhan mampu melatih dan memimpin domba-domba-Nya seperti yang dilakukan Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik dari domba-domba-Nya. Dalam surat ini, Paulus mengingatkan Timotius agar para hamba Tuhan tidak lagi mengajar di zaman sekarang, karena banyak sekali nabi palsu yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Hasil penelitian ini menggambarkan kompetensi hamba Tuhan dalam menjalankan pelayanannya

Arieli Harefa

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Filsafat mengambil bagian penting dalam rasio manusia ribuan tahun yang lalu  dalam sejarah manusia. Dalam perjalanan pelayanan rasul  Paulus filsafat merupakan tantangan yang diperhadapkan dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat kolose. Mencampur baurkan filsafat yang kosong dan palsu terhadap ajaran rasul tentang yesus kristus adalah sebuah problematika iman yang harus segera dicegah supaya iman orang Kristen di kolose tidak tergoncangkan terhadap injil yesus kristus.  Untuk menyelidiki permasalahan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese dan library research. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ajaran filsafat yang beredar pada masa Paulus ketika pelayanan di kolose, serta maknanya bagi orang percaya masa kini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan para ahli mengenai filsafat yang kosong dan palsu dalam jemaat kolose. Penelitian ini diharapkan mampu menyadarkan iman orang percaya terhadap ajaran filsafat yang beredar dizaman sekarang ini.

Hendra Agung Saputra Samaloisa

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tulisan ini mendeskripsikan mengenai signifikansi etika guru Pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan karakter bagi peserta didik dengan menggunakan pendekatan literature. Pentingnya etika bagi guru pendidikan Agama Kristen bukan hanya sekedar mengajarkan tentang pengetahuan, keterampilan, terhadap peserta didik, melainkan mengajarkan tentang bagaimana peserta didik mempunyai karakter yang meonjol dengan iman  kepada sang Juruslamat yaitu Yesus Kristus. Maka dari pada itu untuk menghidupi dan mewujudkan karakter peserta didik guru Pendidikan Agama Kristen terlebih dahulu memahami tentang pengajaran yang hidup di dalam kekristenan yang sesungguhnya di dalam Tuhan.