Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 441-460 of 538

Analytics

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Dyah Ayu Fatmawati; Aufa Izzuddin Baihaqi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Community empowerment programs play an important role in improving community welfare and economic empowerment. One form of this program is the collaboration between LMI and YBM PLN to develop a tempeh chips business in Keniten Village. The purpose of this research is to analyze the results and impact of community empowerment programs. This research was conducted using field research methods or field research. The results of the research show that this community empowerment program has succeeded in providing significant social and economic impacts for the people of Keniten Village. The community experienced an increase in income and economic welfare from the tempeh chips business. As a result, recommendations are made to expand market access, improve technicalities- develop more effective marketing strategies. In conclusion, the collaboration between LMI and YBM PLN in the community empowerment program in Keniten Village has had a positive impact on the development of the tempeh chips business and economic community empowerment.  

Muhammad Fikry Ardiansyah; Ackmal Rafli; Sarah Wulanfiani; Laraswati Ramadhani; Syarif Maulana

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Our Community Service Program is about "Creating a Literacy Corner for Developing Potential Early Childhood (PAUD) and Education on Environmental Hygiene and How to Wash Hands Correctly." they do not constantly look at gadgets or cellphones and it is hoped that reading interest in Indonesia can increase again because our reading interest is in the 60th place out of 61 countries about reading interest, which means only 0.0001% or only 1 person who is interested to read therefore the literacy corner program itself can be a breakthrough for young people so that interest in reading does not disappear but instead develops in the future, Then as for our second program where we focus on the cleanliness of the surrounding environment through; Not littering, Cleanliness in terms of dressing, And how to wash hands properly and correctly. Because there are still many people who are not aware or still take it lightly about cleanliness in the surrounding environment, therefore we care about it as well as a form of prevention from disease outbreaks that continue to haunt us all this time.

Irfan Rahmanu

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pemberdayaan adalah jalan menuju partisipasi, dan partisipasi menentukan dampak ocial dan ekonomi dari program pengembangan masyarakat. Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program CSR Lembaga Keuangan Mikro Panas Bumi dan dampaknya terhadap kondisi ocial ekonomi masyarakat. Program keuangan mikro di Kabupaten Kabandungan bekerja sama dengan  LKMS Kartin. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Desa Cihamerang yang meliputi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, serta karyawan perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 45 responden yang mewakili masyarakat Desa Cihamerang dan ocialn informan diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap pemangku kepentingan memiliki jenis dan tingkat keterlibatan yang berbeda. Semakin tinggi keterlibatan anggota dewan keuangan mikro dalam setiap tahapan pelaksanaan program, semakin besar pula dampak ocial dan ekonominya..

Sofi Yulia Rakhmawati

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to identify how the development of human capital can be improved through optimizing the School Activity Plan and Budget (RKAS) in an effort to improve school quality. Through a qualitative approach, data was collected through observation, interviews, and analysis of documents related to the implementation of the RKAS at SMKN 3 Tuban. The results of the research show that developing human capital through optimizing RKAS has the potential to improve school quality. Funds allocated wisely for teacher and student training programs, as well as extracurricular support and collaboration with other schools and industry visits, were able to develop teacher and student competencies. Optimal implementation of RKAS plays an important role in facilitating human capital development by ensuring proper allocation of funds and programs that are relevant to school needs.

Guntur Nugroho; As'at Pujianto; Chusnul Azhar; Fathurrahman Kamal; Ghoffar Ismail +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Community service programs have been implemented at the head of the Muhammadiyah Sawit Boyolali branch. The purpose of the community service program is to plan the development of da'wah through the development of Muhammadiyah business charity  within the PCM Sawit Boyolali company. From the results of discussions held by the service team and management of the PCM Branch Leadership, it was agreed that the development of Muhammadiyah business charity was realized by planning the PCM Multipurpose Building. The problem that arises is that the land that will be used as the location for the construction of the Multipurpose Building is not yet available. The effort made is to invite all company residents to participate in the construction building. From the joint efforts of the Muhammadiyah Sawit branch leader, Boyolali received waqf land from company residents in the PCM Sawit environment. With the waqf land from the company's residents, the problems faced related to the location of the building placement have been solved.  

Muh Andis Hidayatullah; Nawung Asmoro Girindraswari; Utari Yolla Sundari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The ability to understand and utilize technology, especially for learning media, is very supportive in learning more creative Tridimensional designs. Information Technology is a method that should be used in the learning process, it is hoped that it will optimize the learning of fine arts in the Sendratasik study program. The purpose of this research is to develop references for learning the three-dimensional nirmana and increase the competence of students in the Sendratasik Study Program at the University of Palangka Raya in learning fine arts, namely the tri-dimensional nirmana. In this study used the Research and Development (R&D) method. The Research and Development stage is the development of learning references by making tridimensional nirmana infographics using the Canva application. Until a nirmana infographic design is produced. Then the Development stage is continued by presenting the results of the infographic design through a workshop to determine the level of student understanding of the three-dimensional nirmana learning references.

Dewi Puspa Arum; Indah Sari Dwi Agustin; Hendrik Cahyono; Rizky Rianto; Santi Eka Rahmawati +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The aim of this digital marketing training activity is to increase participants' knowledge in terms of utilizing digital platforms, as well as provide alternative livelihood options for participants to increase their income. Therefore, the identity of the product itself is needed in the industrial era 4.0. This research method was carried out offline using two sessions, namely, an explanation regarding labeling and digital marketing and practicing how to make labels. Therefore, KKN students carry out a work program in the form of regular assistance to MSME business actors related to making labels to make attractive packaging. The training for labeling and digital marketing has gone according to the wishes and expectations of two parties, namely the owner of the Soybean Crackers "BERKAH" UMKM and also from the East Java UPN "Veteran" Community Service Students. It is hoped that the holding of this training can support and further develop MSMEs in the Bendo Village area, Kepanjen Kidul District, Blitar City.

Anita Wulandari; Ikfina Rosyada Kamila; Rizkiyatul Awwalu Bil Khikmah; Bahtiar Arifuddin Fadturahman; Gerry Mario Alexis Martua Manalu +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

In today’s modern era, the development of small and medium-sized enterprises (SMEs) must be able to innovate in order to attract the attention of consumers and maintain their efforts. Many UMKMs experienced a decline in sales and could not grow even bankrupt during the Covid-19 pandemic last year. These conditions make the UMKM perpetrators have to think to be able to survive for the sake of their efforts. The transition of offline shopping to online (digitalized) in modern times will make it easier for UMKM to expand marketing access. The role of digital technology has a significant impact on UMKM. Emerging technological paradigms leverage the potential of a stronger and more sustainable UMKM. Social media and e-commerce can be the sales container of UMKM offenders. The aim of the community empowerment program on UMKM in the Middle East is to provide support for digital marketing training as an effort to develop and expand the technology-based marketing network (digital). After doing this dedication, it is hoped that the UMKM perpetrators in the Middle Coral Coral will continue to synergize for the sustainability of UMKM and the development of the economy of the community.

Aziza Rusda; Andi Herman Jaya; Harnida W. Adda

Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Sibalaya Selatan Village has 6 SMEs consisting of culinary SMEs, selling/product SMEs and service SMEs. South Sibalaya Village does not yet have policies or programs related to the development of MSMEs in South Sibalaya Village. In the development of MSMEs, there is a need for cooperation between internal parties, namely business actors and external parties, namely the government to optimize their potential and improve the economy. This is what prompted research on the role of the village government in the development of MSMEs in South Sibalaya Village.

Petrisia Tawasako; Fatlina Zainuddin; Niluh Putu Evvy Rossanty

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran literasi siswa pada GLS di SD Inpres Boyaoge, penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi Subjek penelitian terdiri dari siswa SD Inpres Boyaoge. Dari hasil pengamatan  di temukan bahwa di SD Inpres Boyaoge telah memiliki kegiatan program literasi melalui 3 tahap yaitu; fase pembiasaan, fase pengembangan dan fase pembelajaran hal ini dapat di terpkan kepada seluruh siswa gar mampu mengembangkan pelajaran yang tepat sehingga dapat terlaksana dengan baik dan juga meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa sutuhnya.

Joni Laksito; Agus Wibowo

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pembelajaran yang dapat digunakan untuk merevolusi sistem pendidikan tradisional dalam bidang hukum menggunakan pembelajaran simulasi metaverse.  Pembelajaran berbasis simulasi melibatkan pembuatan skenario realistis dalam lingkungan yang aman dan terkendali untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dapat diterapkan pada situasi dunia nyata, terlebih lagi, lingkungan online yang terbentuk semenjak pandemi covid muncul membuat berbagai institusi pendidikan doipaksa untuk terus berevolusi dalam penggunaan platform digital yang semakin canggih. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik dan holistik dan dievaluasi lebih lanjut untuk mengalisis dan memberikan saran perubahan pada kurikulum pendidikan tinggi dibidang ilmu hukum sehingga alat yang diusulkan dapat digunakan lebih luas lagi pada berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat peningkatan pembelajaran mahasiswa lintas kurikulum profesi khususnya bidang hukum terlebih lagi dimasa pandemi covid dengan memanfaatkan ruang virtual yang memiliki suasana dunia nyata, sehingga menjembatani bentuk pembelajaran antara program akademik dan pengembangan profesi berkelanjutan

Maria Atik Sunarti Ekowati; Kristyana Dananti; Sri Wening

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

The rapid development of Information Technology encourages Pagerjurang- Melikan MSME residents to always develop creations and have creativity in achieving maximum results in all fields. The need for easy, fast and timely information has become a way of life for humans, in the current 4.0 to 5.0 era. The rapid business competition forced the owners of the Pagerjurang - Melikan pottery craftsmen to find the right media to sell their products and innovate to develop more attractive and highly marketable types and forms of products. Purpose of Outreach Socialization Development of Website-Based Prototype Company Profile Umkm Pottery and Ceramic Entrepreneurs Pagerjurang Melikan Bayat – Wedi Klaten. Website is an internet application that can be accessed by almost all people today. The purpose of implementing PkM activities is to design and develop a website-based prototype company profile for Umkm Pottery and Ceramic Entrepreneurs Pagerjurang Melikan Bayat – Wedi Klaten. Because the sales made by MSMEs are still traditional, although there are some who have used the WA group and Facebook, but have never used a website application. The company profile prototype development method is waterfall, namely through several stages starting from planning and data collection, system design with Data Flow Diagrams (DFD), Entity Relationship Diagrams (ERD), programming in PHPMySQL and XAMPP languages. Results of the Company Profile Website for UMKM Pottery Pager Jurang - Melikan Pay -Wedi Klaten, Outcome of implementing the Website which is expected to help provide solutions to problems encountered during the process carried out by UMKM manually.

Sri Porwani; Yohanes Susanto; RA Zubaidah; M Bambang Purwanto; Despita Despita

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pengabdian keada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada para pelaku usaha perempuan yang menggeluti kain batik di sentra tenun kota palembang.  Pendekatan pengabdian ini menggunakan metode wawancara, observasi, studi lapangan dan praktek lapangan, Hasil pengabdian ini terkait dengan pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan nonformal terdapat beberapa proses mulai dari penyadaran hingga peningkatan minat perempuan untuk terlibat dalam pemberdayaan, proses penyadaran dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, program selanutnya adalah mendrong dan mengajak perempuan untuk berpertisipasi dalam program tersebut dengan mensosialisasikan kepada masyarakat luas, Proses tranformasi pengangetahuan dan keterampilan dilakukan dengan pelatihan sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan yang diseuaikan dengan kondisi perempuan dan dilakukan dengan metode praktek penyampaian materi membatik yang tujuannya adalah upaya untuk meningkatka kemandirian perempuan dalam pengembangan batik dan sekaligus upaya memperbaiki kualitas produksi batik yang mampu bersaing di pasaran nasional dan internasional.

Rio Widiawan; Suryadi Samudra; Harnida Wahyuni Adda

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

KangVifo merupakan bisnis baru yang tengah menghadapi beberapa kendala dalam menjalankan bisnisnya. Beberapa masalah yang dihadapi adalah formula pemasaran yang tidak dapat diandalkan, arus pendapatan yang tidak stabil, dan kekurangan keterampilan profesional di antara karyawan. Penelitian yang dilakukan selama enam bulan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi partisipan serta wawancara, menemukan bahwa pengembangan sumber daya manusia belum dilakukan secara sistematis, sehingga menjadi hambatan utama bagi kemajuan bisnis. Namun, KangVifo telah mengambil beberapa langkah untuk mengembangkan keterampilan karyawan, seperti berpartisipasi dalam program mentoring dan memberikan kesempatan pada semua anggota untuk berlatih di lapangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengimplementasikan program pengembangan sumber daya manusia yang terstruktur untuk meningkatkan kinerja karyawan dan meningkatkan kualitas layanan. Diperlukan juga peningkatan kesadaran karyawan akan pekerjaan mereka, penguatan rasa ingin tahu, dan sikap responsif terhadap perubahan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan secara keseluruhan.

Astuti Muh.Amin

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Guru harus mampu mengidentifikasi sejauh mana pengajaran yang diberikan kepada siswa terkait dengan pengembangan pembelajaran selama dan setelah pasca pandemi Covid-19. Pengembangan proses sains dalam pembelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan calon guru biologi. Mereka dituntut agar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mewujudkan desain pembelajaran yang inovatif, melatih keterampilan sains serta mengamodasi kebutuhan belajar abad 21. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Tahapan kegiatan terdiri dari observasi kebutuhan, pemberian materi pelatihan, pendampingan di kelas, pendampingan praktikum, refleksi dan diskusi interaktif, pembagian kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya  peningkatan kemampuan pengetahuan dan pemahaman terkait model pembelajaran inovatif dan praktikum sains siswa SMA AL-Khairat Kota Ternate, Maluku Utara.

Putri Yuliana; Muh Riswandi Palawa

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah dinilai sangat mendukung untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Dapat dibuktikan UMKM menjadi salah satu program pemerintah yang memperkokoh perekonomian. UMKM Zahra merupakan usaha mikro kecil menengah yang menawarkan produk berupa keripik pisang, terletak di Desa Kotarindau kecamatan Dolo kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi masalah serta memberikan solusi atas apa yang dihadapi pada UMKM Zahra kemudian menyusun strategi dalam pengembangan pemasaran UMKM keripik Zahra, sebagai salah satu sektor unggulan dalam membantu peningkatan perekonomian UMKM Zahra. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisis berdasarkan SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari UMKM Zahra. Hasil penelitian ini mengetahui bahwa terdapat permasalahan pada UMKM Zahra Desa Kotarindau seperti minimnya promosi dari UMKM Zahra serta tidak adanya pemasaran pada sosial media berupa marketplace facebook dan instagram pada UMKM tersebut sehingga pengembangan pemasarannya belum terlaksana dengan baik. Sedangkan solusi yang tepat yaitu dengan menggunakan strategi WO strategi yang memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan yang ada. Kegiatan MBKM ini menghasilkan pemasaran door to door, pemasaran melalui maerketplace facebook dan akun Instagram, logo serta pembaharuan sarana dan prasarana UMKM Zahra.  

Nursanty, Eko; Agus Wibowo; Rahmad Purwanto; Putra Inter Perdana Waruwu

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Soft skills are non-technical skills that relate to how people operate, engage with coworkers, solve problems, and manage the task for which they are responsible. Soft skills are required for future leadership jobs and will influence their effectiveness in managing teams to execute diverse initiatives. Furthermore, the capacity to show attentiveness and empathy to clients indicates a dedication to solving problems or meeting their requirements. To strengthen the ability to work with others and positively impact one's profession, a soft skills development program was held for the community in Wonoplumbon Urban Village, Mijen Sub-district, Semarang City, and its stakeholders comprising of RW leaders. This activity aims to achieve one of the Sustainable Development Goals, namely that governments, workers' organizations, and employers all over the world work to improve workers' employability, place young people in decent productive jobs, and increase company productivity through higher quality and relevant training.

Musdiansyah putra; Siti Aisyah

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Di negara indonesia ini, permasalahan ketenagakerjaan ini memiliki berbagai permasalahan, di antaranya ialah kepercayaan diri yang kurang, kualitas tenaga kerja yang rendah serta lapangan pekerjaan yang sulit hingga berimplikasi terhadap krisis global. Namun, tidak melibatkan upaya pengembangan sumber daya manusia yang bertalenta dan berdaya saing di tengah permasalahan yang kompleks. Kondisi kondisi kerja di Indonesia tentunya akan semakin memburuk. Dengan demikian, segala bidang perlu pembenahan diri baik dari segi kualitas maupun kuantitas pekerjaan, salah satunya adalah bidang teknologi las. UPT Praktek Kerja Kabupaten Deli Serdang, sebagai instansi pemerintah yang mengadakan beberapa jenis pelatihan,  yang di antaranya ialah berupa teknik pengelasan, yang mana ini dianggap akan dapat menyebabkan proses dalam mengembangkan sektor ketenagakerjaan ini semakin cepat. Penelitian ini tujuannya ialah agar dapat mengetahui pelaksanan dari pelatihan untuk keterampilan dari las listrik untuk menaikkan persaingan dan kapasitas dari para tenaga kerja tersebut. Jenis penelitian ini terintegrasi secara kualitatif dan kuantitatif. Topik penelitian sebanyak 10 responden, terdiri dari 10 peserta pelatihan. Observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi sebagai sarana pengumpulan data, dan data yang terkumpul ini dilakukan pengolahan dan penganalisisan dengan mempergunakan rumus koefisien korelasi product-moment. Hasil survey menunjukkan bahwa pelatihan las memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas tenaga kerja masyarakat dalam peningkatan kualitas tenaga kerja masyarakat di Balai Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Kabupaten Deli Serdang.

Miranda, Zukarnain; David, Felix

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau PAMSIMAS merupakan program penyediaan air bersih yang dilakukan oleh organisasi swadaya masyarakat. Salah satunya terdapat di Dusun Sentul. Salah satu masalah yang terjadi dalam pengelolaan PAMSINAS adalah pengelolaan administrasi yang masih menggunakan cara-cara manual. Hal itu menyebabkan pengelolaan data membutuhkan waktu yang sangat lama dan seringkali terjadi kesalahan atau human error. Masalah lain dengan adanya administrasi manual tersebut, terkadang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap data yang dihasilkan manajemen. Untuk itulah penelitian ini mengusulkan pengembangan aplikasi untuk membantu administrasi PAMSINAS sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan metode prototyping. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun tersebut sudah sesuai dengan keinginan pengguna dan telah memenuhi kebutuhan fungsional yang ditetapkan.