Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 4121-4140 of 4,250

Analytics

Priyono, Siswadi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PKM yang berjudul: Megolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pakan dan Pupuk Organik Cair melibatkan kelompok mitra yang bisa bersinergis. merupakan kelompok ibu-ibu ”Ngrekso Tuwuh” yang berkecimpung dalam mengelola sampah rumah tangga, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memanfaatkan sampah rumah tangga yang biasanya dibuat pupuk kompos kemudian dikembangkan untuk dibuat pakan ternak/ikan maupun pupuk cair. Dengan demikian lingkungan menjadi bersih dan sehat, serta mampu menambah penghasilan mitra. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk pakan ternak/ikan dan pupuk cair kemasan serta artikel ilmiah yang dipublikasikan. Untuk mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan sekaligus praktek langsung. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa 1.Kelompok wanita tani ngrekso tuwuh sangat antosias menerima program PKM ini. 2. Pelatihan yang dilakukan telah menghasilkan pakan dan pupuk organik cair serta padat. 3.Telah dibentuk ketua kelompok untuk menangani program ini yaitu ibu suswati.Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi.Kata kunci: Pakan, Pupuk Cair, Sampah

Desi Purwaningsih, Fitri Kurniasari &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Cengkeh merupakan salah satu tanaman yang menjadi sumber alternatif dalam mendapatkan minyak atsiri dan memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Kadar terbanyak dan kualitas yang baik dapat dihasilkan oleh minyak dari bagian bunga dan dahan/tangkai cengkeh. Daun cengkeh memiliki kandungan minyak atsiri 1-4% dan mudah diperoleh Dengan kandungan tersebut memungkinkan untuk dilakukan penyulingan minyak atsiri didalamnya, sehingga daun cengkeh yang sering dianggap limbah memiliki nilai ekonomis tinggi. Kadar eugenol minyak atsiri pada daun cengkeh sekitar 80-85%. Desa Musuk, Boyolali, Jawa tengah merupakan salah satu desa yang hampir semua penduduknya memiliki tanaman cengkeh, namun hasilnya kurang dimanfaatkan secara optimal. Penduduk sekitar lebih aktif berperan sebagai produsen bunga cengkeh dengan menjualnya ke pasar atau ke pengepul, sedangkan daun cengkeh jarang dimanfaatkan. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan tambahan pengetahuan, ketrampilan dan peningkatan di bidang IPTEK untuk memaksimalkan manfaat limbah daun cengkeh dalam menghasilkan minyak atsiri yang berdaya jual tinggi dengan pengadaan alat destilasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kepada kedua mitra kerjasama yaitu mitra Tani “Berkah Jaya” dalam PKM ini akan berkontribusi sebagai produsen minyak atsiri dengan cara destilasi dari limbah daun cengkeh dan mitra “Cahaya Usaha” sebagai distributor /pemasok minyak atsiri dari limbah daun cengkeh.Kata kunci: Limbah Daun Cengkeh, Minyak atsiri, Mesin destilasi

Yusuf, Siti Supeni &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah memberdayakan masyarakat khusunya para guru SMP Widyawacana 1 yang sebagian besar belum banyak yang memahami tentang penulisan karya ilmiah, dan penulisan laporan kegiatan yang lain yang berkaitan dengan pengembangan kompetensinya di bidang peningkatan kompetensi profesi guru. Target khusus PPM ini adala.h para guru SMP Widyawacana 1 di Surakarta yang belum memahami tentang penulisan karya ilmiah. Metode dalam pengabdian ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dalam melakukan inovasi semua program pemberdayaan profesi guru yang akan dilaksanakan dalam satu hari dengan melibatkan dua dosen PPKn FKIP Unisri dan satu mahasiswa, melalui program ketrampilan membuat karya ilmiah dalam menulis artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Kemajuan (Progress) pengabdian ini diukur dari (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktik penulisan proposal dan karyailmiah di akhir pelatihan, dengan menerapkan nilai pre-test dan post-test dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.Kata Kunci: pemberdayaan guru, penulisan karya ilmiah

Alwi Suddin, Yohanes Djoko Suseno &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Masyarakat kita cenderung hudup dalam budaya bekerja yang cenderung mencari aman atau menghendaki adanya Social Harmony. Hal ini sangat bertentangan dengan budaya dari kewirausahaan yang mengandung nilai-nilai seperti pantang menyerah ,berani mengambil re4siko, krersatif dan inovatif (Debbie Liao and Philip Semen, 2004) Industri kecil perumahan seperti makanan, mainan, kerajinan batik ini suadah turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Jejaring/ kelompok usaha kecil) di Sukowati Kabupaten Sragen.Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan dari kelompok usaha kecil adalah dengan memberikan solusi nilai alternative meliputi: difokuskan bekal apa yang harus disiapkan peserta penyu;uhan/pendampingan tersebut benar-benar dilaksanakan, Mengadakan penyuluhan sistem pemasaran dan promosi serta solusi serta distribusi dan keuangannya.,memberikan solusi kepada peserta penyuluhan agar selalu mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha yang professional. Rencana target dengan kondisi secara umum sebetulnya masih banyak potensi yang masih membutuhkan uluran tangan untuk meningkatkan keberadaan kelompok usaha kecil yang tergabung dalam kelompok menjadi pertimbangan kami supaya mampu mengelola usaha dengan baik dan menguntungkan. Capaian Target hasil dari program pengabdian pada masyarakat akan dimasukkan dalam jurnal Fakultas Ekonomi.Kata kunci: strategi pemasaran, jiwa kewirausahaan, usaha kecil.

Martana, Efrain Patola &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, tanaman obat keluarga, dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan tanaman obat keluarga. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai tanaman obat keluarga sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan obat, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/ RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya tanaman obat keluarga. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan tanaman obat keluarga secara benar.Kata Kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, teknik budidaya

Krismi Diah Ambarwati, Dinar Widiana &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pola asuh berpengaruh terhadap perkembangan anak terlebih dengan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pola asuh orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (tunarungu) di Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 4 partisipan (dua pasang orangtua). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan sudah bisa menerima kondisi anak mereka yang tunarungu serta memberikan dukungan langsung diberikan oleh keempat partisipan agar kondisi dan perkembangan anaknya semakin baik. Partisipan membangun komunikasi yang baik dengan anak, orang tua memberikan dukungan terhadap anak, membangun relasi yang baik dengan anak, dan juga melakukan usaha untuk mendisiplinkan anak. Partisipan memiliki harapan agar anak mereka bisa berbicara dan mendengar.Kata kunci: pola asuh, anak berkebutuhan khusus, tunarungu

Teguh Yuwono, Sartono Joko Santosa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kotamadya Surakarta pada tanggal 13 Mei 2018. Adapun sasaran dari Pengabdian ini adalah warga masyarakat yang memiliki tanaman hias dalam pot , dengan metode yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab. Tujuan yang hendak dicapai dalam Pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengertian dan penjelasan agar warga masyarakat yang sering minum kopi tidak membuang limbah ampas kopinya, tetapi dapat memanfaatkannya untuk tanaman hias di pot.Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu agar warga masyarakat desa Sumber dapat memanfaatkan limbah ampas kopi untuk tanaman hias mereka, karena manfaat limbah ampas kopi selain untuk menyuburkan tanaman juga dapat berfungsi sebagai pestisida organik.Kata Kunci: Limbah ampas kopi, Pupuk dan Pestisida, tanaman hias

Hidayat, Tauhid

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal untuk meningkatkan Motivasi Berprestai dan Hasil Belajar TPQ Tentang Terjemah Surat An nas pada Siswa kelas 1 semester I SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 sebanyak 32 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif untuk menunjukan rata–rata skor motivasi berprestasi, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dari hasil observasi tentang motivasi belajar sebelum penelitian hanya 60% pada siklus I menjadi 91% sedangkan Prestasi belajar dari post test mulai nilai 61,3 naik menjadi 69,1 ( siklus-I ) kemudian naik lagi menjadi 80,9 pada siklus – II sedangkan ketercapaian ketuntasan belajar dari 40,6% menjadi 65,6% dan pada Siklus-II menjadi 90,6%, dapat disimpulkan bahwa Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan Hasil belajar, disamping itu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.  sehingga secara bertahap prestasi Tahfidz juz 30 peserta didik dapat meningkat.

Rusmayani, Rusmayani; Qosim, Achmad; Kadir, Romadhon Azizi

Kitab kuning sebagai rujukan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Thailand Selatan umumnya menggunakan bahasa Arab dan Melayu yang di tulis dengan tulisan jawi. Hal ini bertolak belakang dengan bahasa yang digunakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka setiap harinya berbahasa melayu yang berbeda dengan buku-buku agama yang dipelajari Bahasa melayu mereka telah sedikit tercampur dengan bahasa Thailand. Pada pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar semua pelajaran akademik menggunakan bahasa resmi kerajaan Thailand disatu sisi mereka harus mempelajari buku agama yang berbahasa berbeda. Bahasa inilah yang menjadi kendala mereka dalam mempelajari kitab kuning. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Upaya guru bahasa Arab dalam dalam menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning bagi pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School, 2) Faktor-faktor penyebab kurang fahamnya pelajar dalam mempelajari kitab kuning dan cara guru mengajar kitab kuning di Ahmadi Wittaya Foundation School. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penilitian yang digunakan yaitu jenis penelitian naturalistik. teknik pengumpulan data mengunakan tekknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan Reduksi, Penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1) upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Arab cukup maksimal, adapun metode yang digunakan, Tazwidul Mufrodat, Muthola’ah, Muhaddatsah dan Imla’ telah sesuai dengan kebutuhan dalam membelajarkan pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School dalam membantu menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning, 2). Penyebab kurang fahamnya Pelajar dalam mempelajari kitab kuning antara lain karena banyaknya bahasa yang dipelajari, kurangnya minat belajar padapelajar, kurangnya fasilitas media pembelajaran di sekolah, dan metode pembelajaran kitab kuning yang terlalu monoton. Cara guru  mengajar kitab kuning dengan menggunakan metode ceramah dan presentasi disetiap dan diakhir pembelajaran bab.

Fredyarini Soedjiwo, Novena Ade

Pembelajaran bahasa Inggris yang merupakan pelajaran wajib dan harus diikiti dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi sesuai kurikulum yang berlaku di Indosesia saat ini. Persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah sulitnya siswa menerima bahasa kedua yaitu bahasa Inggris dan pendidik yang bukan native speaker, sehingga terkadang pembelajaran yang disampaikan mengalami human error. Dalam mentransformasikan pembelajaran bahasa Inggris melalui media pembelajaran diharapkan mampu mengurangi kebosanan, sulit dalam memahami pembelajaran dan mengurangi human error. Metode dengan menggunakan media sebagai alat transformasi pembelajaran, salah satunya melalui permaianan, slide, dan gambar-gambar yang menarik. Melalui metode tersebut perubahan siswa dalam menerima pembelajaran lebih baik sesuai dengan indikator pada tiap-tiap tingkat pembelajaran. Selain iti siswa bergairah untuk belajar, dapat berinteraksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan dan semangat belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

Anita Trisiana, Felisia Mega Sri Ayu &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pancasila adalah dasar dan Ideologi Negara Republik Indonesia yang ada sejaknegara Indonesia belum berdiri. Pancasila adalah pilar bangsa yang mengandung nilainilaiBermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara. Kedudukan Pancasila sebagai Dasardan Ideologi Negara yaitu sebagai fondamen, filsafat, pikiran yang mendalam,pandangan hidup, dan pemersatu bangsa. Studi ini menggunakan metode deskriptifanalitik yakni dengan menganalisis secara kritis terhadap permasalahan secaramendalam mengenai globalisasi, dengan mengedepankan alternatif penyelesaianpermasalahan melalui Pancasila.Rumusan sila-sila dalam sila Pancasila adalah hukumpositif indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruhlembaga negara, lembaga masyrakat, dan setiap warga negara tanpa terkecuali.NamunPancasila yang begitu penting tidak lagi dipikirkan. Pengaruh globalisai kehidupan yangsemakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Karakteristikglobalisasi yang individual-liberal menggerus nilai-nilai keluhuran Pancasila. Olehkarena itu kita sebagai bangsa indonesia perlu kembali menjadi karakter dasar bangsaIndonesia sendir yaitu Pancasila dan penumbuhan Eksistensi Pancasila yang bernilaifilosofis dan sosiologis menjadi hal perlu di era globalisasi ini.Kata kunci : Eksistensi, Pancasila, Globalisasi

Siti Supeni, Sindi Eka Putri, Yusuf &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan antara pembelajaran PendidikanKewarganegaraan (PKn) dan kegiatan ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) terhadappembentukan karakter siswa MAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018 berbentukdeskriptif kualitatif, dengan strategi studi evaluasi dengan pemberian penilaian untukmenarik suatu kesimpulan yang dilakukan secara struktual kepada responden sebagaisumber informasi untuk keterangan peranan pendidikan kewarganegaraan (PKn) dankegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter siswaMAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Sumber data berupa data primer dan datasekunder. Subyek penelitian antara lain: Wakil Kepala Sekolah, Pembina Rohis, PengurusRohis dan siswa anggota rohis. Obyek penelitian, peranan pendidikan kewarganegaraandan kegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter.Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan datamenggunakan trianggulasi metode. Teknik analisis data terdiri: reduksi data, penyajiandata dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran PKn yang dilaksanakan guru telahberjalan dengan baik, siswa mampu memahami dan mengamalkannya, siswa bisamenghargari orang lain, bisa bertoleransi dengan sesamanya, berkata jujur, bersikap sopandengan orang lain. Kegiatan Rohis telah memberikan peran yang sangat berarti dalampembentukan karakter siswa, program-program yang direncanakan telah dijalankan denganbaik, sehingga siswa bisa terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat positif, seperti halnyamelakukan sholat dhuha, menjalankan sholat wajib tepat waktu, melakukan bakti sosial,berperilaku sopan, dan berperilaku disiplin.Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Kegiatan Rohis, Pembentukan Karakter

Sugiaryo, Wahyu Rama Dhiana &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kedisiplinansiswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswakelas XI MAN 1 Surakarta . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIMAN 1 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa dengan teknikpengambilan sampel menggunakan Random Sampling yaitu sampel random sampling ataucara pengambilan sampel secara undian dimana semua individu dalam populasi baik secarasendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagaianggota sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metodeangket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hubungankedisiplinan siswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpangsiswa. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumusProduct moment dinyatakan valid untuk angket tentang kedisiplinan siswa (X1),pembelajaran pendidikan karakter (X2) dan perilaku menyimpang (Y). Teknik analisis datamenggunakan korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada Hubungan kedisiplinan siswa danpembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswa kelas XI MAN1 Surakarta tahun 2017/ 2018, dibuktikan dengan nilai F hitung yaitu F = 16,689 > F tabel5% = 3,354.Kata kunci: Kedisiplinan, Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Perilaku Menyimpang

Sugiaryo, Sigit Sugeng Riyadi &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pengembangan model literasiuntuk peningkatan Civic Virtue pada siswa SMAN 6 Surakarta tahun ajaran 2017/2018.2). Untuk mengetahui pemanfaatan media sosial pada siswa SMAN 6 Surakarta tahunajaran 2017/2018. 3). Untuk mengetahui pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial untuk meningkatkan civic virtuepada siswa SMAN 6Surakarta tahun ajaran 2017/2018. SMA N 6 Surakarta terletak di jalan Mr. SartonoNo.30 Surakarta, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dengankode pos 57135.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaituWakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Guru PPKn dan siswa SMAN 6Surakartasebagaisubjek. Sedangkan data yang di kumpulkan dalam penelitiam iniadalah data primer dan data sekunder tentang pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial guna meningkatkan civic virtue siswa di SMAN 6 Surakarta.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untukteknik analisis data dengan menetapkan informasi kunci yang merupakan informan yangdipercaya dapat membuka informasi kepada peneliti dalam berwawancara. Setelah itu,perhatian peneliti pada objek penelitian dan memulai membuat instrumen wawancaradeskripsi, jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dankemudian meluas lagi sehingga kemudian dapat di ambil kesimpulan dari narasumberyang disajikan dengan bentuk narasi. Sebelum melakukan wawancara, penelitimelakukan observasi pada kelas 11 MIPA SMAN 6 Surakarta.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pengembangan model literasi terintegrasimelalui rencana pelaksanaan pembelajaran yang di sisipkan dalam setiap pembelajaran.2) pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran PPKn memberi dampakpositif dan dampak negatif. 3) dengan pembiasaan berliterasi dalam pembelajaran yangmemanfaatan media sosial dapat meningkatkan civic virtue siswa sehingga menjadikansiswa berperilaku baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Pengembangan Model Literasi, Media Sosial, CivicVirtue.

Anita Trisiana, Wartoyo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis integrasi Pendidikan Karakter dalampembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan Kedisiplinan mahasiswaUniversitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif,dengan teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa EfektifitasPengintegrasian Kurikulum Pendidikan Karakter dalam Kedisiplinan mahasiswa secaraefektif di terapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan mengabungkan nilai-nilaikedisiplinan di kampus, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikanmahasiswa yang berkarakter kuat dan menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter sebagaipenerus bangsa saat ini. Pola penanaman kedisiplinan, diwujudkan dalam pembiasaanmulai dari kegiatan pembelajaran sampai dengan kegiatan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Kedisiplinan

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita

Jumanto, Ema Butsi Prihastari

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasi melalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anak pintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yang berani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolah saat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagian dari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalam mempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdian ini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru Sekolah Dasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumen tersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasan membuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yang didapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertai tanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Luqman Alhakim, Lusiana Dewi Kusumayati

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pembelajaran bahasa Asing (Inggris) bagi tenaga pendidik untuk mengajarkan mata pelajaran Science dan Mathematics merupakan wujud dari gagasan bahwa penguasaan kedua mata pelajaran tersebut apabila ditunjang dengan ketrampilan bahasa Inggris maka akan menghasilkan luaran yang lebih bermutu dan poin tersendiri sebab bagi pendidik maupun peserta didik, bahasa Inggris tidak hanya di level social settings namun juga pada tataran academic language proficiency. Sekolah Dasar Djama’atul Ikhwan Program Khusus memiliki keunggulan dalam bidang penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran Science dan Mathematics. Hal tersebut mempersyaratkan tenaga pendidik mapel tersebut untuk memiliki kompetensi keahlian berbahasa Inggris baik dalam tataran pedagogik maupun linguistik. Namun, implementasi program tersebut belum terlaksana sesuai dengan target sebab tenaga pendidik belum memiliki pengalaman maupun keahlian berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran tersebut. Dari penjelasan tersebut, pemateri melaksanakan pengabdian “Workshop English Instructional Language Bagi Guru Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan Surakarta” yang menyasar pada ketrampilan English Instructional Language para guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan English Instructional Language guru SD Djama’atul Ichwan, dan menentukan model bahan ajar serta metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan English Instructional language para guru. Hasil pengabdian ini adalah (1) guru SD Djama’atul Ichwan merasa antusias dan termotivasi untuk mempelajari bahasa bahasa Inggris dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi berbahasa Inggris; (2) mereka terbuka dalam menyampaikan permasalahan dalam penggunaan bahasa Inggris sehingga pemateri dapat memberikan alternatif solusi; dan (3) terwujudnya sharing ide dan pengalaman dalam berbahasa Inggris baik khususnya academic English proficiency.Kata Kunci: Science dan Mathematics, English Instructional Language, SD Djama’atul Ichwan

Widhoyoko, Yudhistiro Pandu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berkomunikasi antara pamong Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dengan warganya dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Kantor Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo oleh untuk membantu mempercepat kinerja terutama dalam hal berkomunikasi. Peningkatan kecepatan dan ketepatan berkomunikasi antara pihak Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo dan Warga Kelurahan Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah dengan menawarkan pelatihan pembuatan Blog menggunakan tempalete wordpress gratisan yang mudah dan tidak berbayar sebagai wadah komunikasi dan interaksi kedua belah pihak tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode simulasi dengan mendorong para pamong untuk melakukan pembuatan Blog. Sehingga pemanfaatan teknologi yang dimilki Kantor Purbayan-Baki, Kabupaten Sukoharjo secara optimal dapat dimanfaatkan dan berguna untuk seluruh warga.Kata kunci: Blog, Wordpress, Komunikasi, Pemerintahan