Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 4081-4100 of 4,324

Analytics

Wahyuni, Fitri; Astuti, Yuni

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar belakang :. Pengetahuan  dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien. Ada suatu fenomena bahwa perawat dalam perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan kurang memperhatikan aspek kebutuhan spiritual. Tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Metode : Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 76 orang, alat pengumpul data  berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien dalam kategori tinggi yaitu sebesar (1,3 %), kategori sedang  (46,1 %) dan kategori rendah (52,6 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit rawat inap RST Bhakti Wira Tamtama dalam kategori rendah. Saran: sebagai seorang perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan spiritual pasien dengan meningkatkan potensi diri melalui jurnal keperawatan, peningkatan pendidikan dan penambahan materi tentang kebutuhan spiritual dalam pendidikan keperawatan.

Agust A. Laya; Kristine Dareda

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hypertension or often also called high blood pressure can also be defined as persistent blood pressure, where the systolic pressure is above 140 mmHg and the diastolic pressure is 100 mmHg. In 2018 North Sulawesi was recorded as the first rank with hypertension sufferers with a total of 13.5% or around 315 thousand people and Manado City ranked second with the number of cases reaching 1,541. The purpose of this study is to find out whether there is an effect on health education by poster media on the knowledge of hypertension management in the community in the village of Ternate, Tanjung. The research design is using proposive sampling in determining the sample size, and finding a sample of 15 people to be taken and using the Mc Nemar test to get the results. This research is classified as a quasi-experimental pre and post test design. From the results using the McNemar test, it appears that there are changes before and after the counseling is given, where there are 11 people whose level of knowledge increases after being given counseling with a percentage of 73.3%. given health education with poster media in the kelurahan ternate tanjung and analyzed before and after the influence on public knowledge with poster media in the Kelurahan Ternate Tanjung.

Aray Pantare Alam; Maria Rio Rita

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling yang terdiri dari 86 pemilik UMKM. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa latar belakang pendidikan, sosialisasi SAK EMKM, dan pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan SAK EMKM. Latar belakang pendidikan merupakan variabel yang paling dominan terhadap penerapan SAK EMKM

Agus Bahrudin

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Negara Indonesia mulai memasuki suatu masa emas berupa era bonus demografi yang mana    perlu ditindaklanjuti melalui serangkaian aksi-aksi kebijakan yang  mampu membawa manfaat yang optimal. Dari hasil proyeksi jumlah penduduk Kota Tegal bonus demografi berada pada tahun 2020 dengan rasio ketergantungan sebesar 50.42 %.dan tahun 2021 denan rasio ketergantungan sebesar 52.06 %. Kebijakan dan program yang dilakukan melalui pendidikan berkualitas, Program Generasi Berencana, pendidikan  kependudukan    untuk  mengubah  pola  pikir  masyarakat  dan  meningkatnya  kesadaran mengenai isu kependudukan, serta pendidikan keterampilan  sebagai jalur meningkatkan kualitas SDM unggul dan siap bekerja. Kebijakan ketenagakerjaan dikelola melalui pemberdayaan tenaga kerja dengan melatih wirausaha, akses permodalan dan pelatihan UMKM. Pengembangan usaha sektor informal lokal daerah, seperti pengembangan usaha-usaha kerajinan dan UMKM di Kota Tegal

Tuti Rahmawati; Dewi Marfuah; Silvia Ika Rahmawati

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Status Gizi merupakan unsur yang sangat penting bagi kesehatan lansia. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 50 tahun ke atas dan rentan terhadap gizi. Asupan energi yang cukup dan seimbang memegang peranan yang sangat penting dalam status gizi dan kesehatan lansia dalam jangka panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi lansia dan mengukur status gizi lansia. Kegiatan sosialisasi masalah gizi lansia telah dilakukan di Desa Jetis Kadipiro, Surakarta yang diikuti oleh 17 lansia dengan rentang usia 50-65 tahun. Ada dua kegiatan utama yaitu edukasi gizi pada lansia menggunakan media leaflet dan power point, dan mengukur status gizi berdasarkan berat badan menggunakan timbangan digital stamping dan tinggi badan menggunakan mikrotoa kemudian menghitung indeks massa tubuh atau IMT untuk mengetahui status gizi lansia, dari pretest dan posttest yang dilakukan pada saat pemberian pendidikan gizi terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia. Ditemukan juga bahwa rata-rata kategori status gizi lansia adalah obesitas. Hal ini tidak berbanding lurus dengan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan tingkat pengetahuan lansia rata-rata berada pada kategori baik. Upaya yang perlu dilakukan adalah pengaturan jenis dan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh lansia. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dan penilaian status gizi sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia. Adanya pendidikan gizi dan pengkajian status gizi dapat memberikan pemahaman tentang jenis dan pola asupan gizi yang tepat pada lansia.

Karningsih Karningsih

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsunganya. Salah satu penunjang adalah, adanya motivasi belajar bagi peserta didik yang terstruktur dan terkonstruksi dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Pada awal tahun 2020 dunia pendidikan dihadapkan pada kehadiran Coronavirus   atau biasa disebut COVID-19, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran, semua satuan pendidikan mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran kreatif melalui   daring. Metode ini   dikembangkan secara khusus untuk mengelola pembelajaran online,dan mendistribusikan materi kepada peserta didik, dengan sistem ini dosen berada terpisah dengan mahasiswanya.   Perubahan   metode pembelajaran dari tatap muka   ke online (daring), mempengaruhi motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Pembelajaran daring menjadi delema bagi dosen dan mahasiswa, salah satu permasalahan pembelajaran daring adalah kemandirian belajar mahasiswa di rumah tidak sepenunya dapat terlaksana dengan baik sehingga motiasi belajar mahasiswa ada kecenderungan menurun., dengan   pembelajaran daring ada mahasiswa yang  terkendala signal hal ini menyebabkan materi pembelajaran tidak sepenuhnya diterima dengan baik dan prestasi belajar ada kecenderungan menurun.

Mutia Rafika Agustin; Alfi Rahmi; Rini Yuli Marlina

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari pendidikan, baik itu pendidikan disekolah maupun diluar sekolah. Pada dasarnya, Bimbingan dan Konseling lebih banyak dijumpai dan dikenali di satuan pendidikan formal. Namun, seharusnya pendidikan informal juga membutuhkan layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pendidikan informal sudah di implementasi layanan bimbingan dan konseling di MDA Jihadul Muhtadin yang berlokasi di Jorong Koto Tinggi Nagari Surian kab. Solok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implementasi bimbingan dan konseling di pendidikan informal seperti MDA. Selain itu, juga untuk melihat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi layanan bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dekskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan BK di MDA Jihadul Muhtadin berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan. BK yang diterapkan merupakan BK komprehensif. Tantangan dalam implementasi BK di MDA ini adalah materi layanan yang akan dipersiapkan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan santriwan dan santriwati dan harus menarik. Adapun hambatan yang dirasakan dalam implementasi BK di MDA adalah kurangnya SDM atau guru BK disana.

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

Adi Siswanto; Husni Bt Salam

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to describe the procedure for managing incoming and outgoing mail in the General and Personnel section. The type of research used is descriptive qualitative, namely the author describes the results of observations, interviews, documentation and analyzes the data obtained in the field. The author of this final project is the result of research conducted from May to June 2020. The results showed that the process of managing incoming and outgoing letters in the general and staffing section, namely incoming mail, starts from receiving letters, scheduling letters, directing letters, storing letters. While the outgoing letter starts from drafting the letter, approval of the letter concept, typing the concept, giving the coordination stamp, signing the letter, recording the letter, storing the letter. The procedure for managing letters at the education office is running optimally.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Perkembangan pendidikan pada masa sekarang dipengaruhi oleh globalisasi kehidupan modern, sehingga penggunaan teknologi sudah sangat dibutuhkan dan merupakan suatu kebutuhan. Pada dunia pendidikan kebutuhan pengamatan dalam metode pembelajarn sehingga membangkitkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan aktif dan memahami materi yang disampaikan pendidik. Seorang pendidik harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan pembelajaran sebagai bentuk kualifikasi pendidik dalam pengembangan pembelajaran. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dirumuskan, bagaimana bentuk pengembangan media pembelajaran sebagai kreativitas dalam kualifikasi pendidik? Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pengembangan media pembelajaran sebagai kreativitas dalam kualifikasi pendidik. Sehingga dapat bermanfaat bagi para pendidik lain untuk meningkatkan kualifikasi pendidik dalamkreativitas pengembangan media pembelajaran. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan dijelaskan secara interpretative dan terstrukturdengan menggunakan sampel purposive, untuk memudahkan dalam menggali data berdasarkan informan yang kompetensi di bidangnya. Menggunakan sumber data primer dari informan pendidik di lembaga pendidikan di Denpasar dan data sekunder dari arsip dan referensi yang terkait. Pengumpulan data melalui observasi wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan reduksi data. Hasil penelitian adalah bentuk pengembangan media pembelajarandalam meningkatkan kualifikasi pendidik adalah pendidik menunjukkan ijazah akademik, peran sebagai pendidik, pengembangan media pembelajaran melalui audio visual dan media audio visual, dan kerjasama dengan stakeholder.

Marthen Timisela; Nimrod Baab

Jurnal DIKMAS 2021 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Civic education plays an important role in shaping the morals and character of the nation's children, especially in the midst of the increasingly strong current of globalization. This article aims to explore the importance of civic education in the context of Jayapura City, by emphasizing the moral and ethical aspects that need to be instilled in the younger generation. Through literature review and data analysis, this article seeks to provide insight into how civic education can be a tool for building the morals of the nation's children in the era of globalization.

Asmarita Asmarita; Hamid Abdurrahman; Agnita, Utami

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Social and emotional development of young children is affected by many stimulating factors, and one of those factors is early childhood education however, not all preschool children have the opportunity to attend early childhood education. This study was aimed at comparing children’s social and emotional development of those who attend and do not attend early childhood education. Method: This comparative study was carried out using cross sectional approach among 72 participants divided into 2 groups: 36 participants who attend early childhood education and 36 participants who do not attend early childhood education. Consecutive sampling technique was applied to select samples. Results: Non-parametric statistical test employed was Mann Whitney test, whose comparison value of children attending and not attending early childhood education was Pvalue 0.000; the emotional comparison value was Pvalue 0.040, so it can be concluded that there were differences in social and emotional development between children who attend early childhood education and those who do not attend early childhood education. Conclusion: Early childhood education can help stimulate development on children. Parents should pay more attention to their children’s social and emotional development, whereas if parents cannot be the medium to support children’s social and emotional development, they should engage their children to early childhood education.         

Komang Agus Jerry Widyanata; Putu Intan Daryaswanti; Ni Made Diah Pusparini Pendet

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Timbulnya komplikasi dan berujung kematian pada pasien DM (Diabetes Mellitus) ini dikarenakan rendahnya self efficacy dan perilaku perawatan diri pasien DM itu sendiri. Perilaku perawatan diri pasien DM masih rendah dikarenakan kurangnya paparan informasi dan media yang tepat yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perawatan mandiri dirumah. Tujuan: Memberikan pendidikan kesehatan dengan media kalender DM kepada pasien DM agar dapat melakukan perawatan mandiri dirumah dengan tepat. Metode: Pendidikan kesehatan diberikan kepada pasien DM diwilayah kerja puskesmas Sukawati I sebanyak 48 orang dengan pemilihan sampel secara accidental menggunakan metode ceramah diskusi disertai demonstrasian dengan media kalender DM dan dinilai gula darah sewaktu sebelum dan sesudah penerapan kalender DM dalam perawatan diri dirumah. Hasil: . Hasil evaluasi menunjukan hasil 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Nilai gula darah sewaktu peserta sebelum kegiatan menunjukan hasil lebih dari normal dan ada yang masuk dalam kategori gula darah tidak terkontrol (Mean: 183) sedangkan setelah menjalankan program manajemen DM dengan media kalender DM nilai gula darah sewaktu peserta rata-rata masuk dalam kategori terkontrol (Mean:146). Simpulan: penerapan kalender DM sebagai media dalam manajemen DM secara mandiri dapat membantu pasien mempertahankan guladarahnya tetap terkontrol. Program pengabdian ini juga berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan pasien DM dalam manajemen DM secara mandiri.

Ni Made Diah Pusparini Pendet; Komang Agus Jerry W; Putu Intan Daryaswanti

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Adequate level knowledge is necessary in providing proper first aid on chronic disease emergency. This community service aimed to improve the level of knowledge on chronic disease emergency management in Tibubeneng Village, North Kuta, Badung-Bali. Method: An-online-ninety-minutes-health education session was delivered to 22 participants using a PowerPoint and video media. Wilcoxon statistical analysis applied to know the mean difference of the knowledge level before and after the health education session. Result: Finding indicated no significant effect of health education of knowledge level improvement on chronic disease emergency management (p=0.78). Recommendation: We suggest conducting routine health education and interactive sessions such as simulation to enhance the knowledge on chronic emergency disease management.        

Devi Riri Yuliyani; Amalia Nurul Azizah; Diyah Noviyanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pada hakikatnya seorang pria juga berhak untuk mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi, Akan berbeda apabila seorang pria tadi memiliki bakal ilmu yang mumpuni salah satunya dengan mengenyam pendidikan perguruan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana. Hal tersebut berlandaskan bahwa seorang pria nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang nantinya akan dididik menjadi sosok yang bermanfaat bagi manusia. malalui sosialisasi ini tim pelaksana berharap bisa membangun pemikiran positif terkait pendidikan yang juga berhak didapatkan, bahkan hingga mendapatkan gelar sarjana. Bukan dilihat dari gelarnya, akan tetapi seseorang yang memiliki gelar sarjana apabila dalam prosesnya ia mengikuti dengan baik, maka melahirkan kemanfaatan yang nyata bahkan untuk kebaikan di masyarakat apabila di aplikasi dengan baik

Sari Pulungan, Dina Delda; Jumari, Jumari; Muhayat, Imam

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya informasi yang lengkap, baik dari buku-buku maupun naskah-naskah kajian keagamaan tentang permasalahan dan perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam khususnya di Bali. Juga, keunikan-keunikan di Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar yang ditemukan dari studi pendahuluan. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020?; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Dari deskripsi lokasi penelitian membuktikan adanya kesigapan, kepatuhan, dan kecermatan yayasan terhadap kondisi internal dan eksternal yayasan. Selain mengalami evolusi yang demikian pesat, Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar juga mengalami stagnasi dan involusi pada beberapa aktivitasnya, dan 2) Kendala terbesar yang dihadapi yayasan, yakni; penyediaan lahan dan bangunan, persetujuan ijin dari lingkungan, serta kesiapan SDM yang profesional, qualified, dan kompeten. Solusi yang dilakukan yayasan, yakni; dengan sewa kontrak lahan, topangan dana dari usaha yayasan, pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar maupun pejabat terkait, dan meminta bantuan tenaga ahli termasuk guru dan staf dari Jawa.

Maryamin, Sofian; Mansur, Ely; Gunawan, Agus Hendra

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Pendayagunaan ZIS di BMH Denpasar Bali.2) Program rintisan sebar da’i membangun negeri di BMH Denpasar Bali. 3) Kendala yang dihadapi oleh BMH Denpasar Bali dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i membangun negeri. Metode penelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 6 orang yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam pendayagunaan ZIS di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali memiliki 3 nilai, yaitu : pengalokasian, sasaran dan pendistribusian. Sedangkan untuk program sebar da’i membangun negeri memiliki 3 nilai yaitu : sosial, pendidikan dan dakwah. faktor penghambat dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i adalah : perolehan dana ZIS yang menurun diakibatkan pandemi covid-19, kurangnya SDM baik yang ada di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali dan kurangnya SDM di pondok sebagai tenaga pendidik, lingkungan yang masih dimayoritasi masyarakat hindu sehingga proses pendidikan melalui program ini kurang maksimal, jauhnya dari pusat perkotaan sehingga mempersulit layanan kesehatan dan kurangnya sarana dan prasarana yang ada di pondok.

Sutoyo, Sutoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

       Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung konsekuensi logis untuk dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk  : (1) menghasilkan profil   pembelajaran pendidikan Pancasila yang saat ini berlangsung; (2) Mengetahui penguatan karakter mahasiswa melalui pembelajaran pendidikan Pancasila ;(3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter mahasiswa.          Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Strategi penelitian menggunakan sudi kasus tunggal. Subjek penelitian ini adalah para dosen Pancasila dan mahasiswa yang menempuh mata kuliah pendidikan Pancasila. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik trianggulasi. Data yang terkumpul  dinalisis dengan teknik interaktif.        Hasil penelitain dapat disimpulkan bahwa : (1). Pembelajaran pendidikan Pancasila dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan. Masih ada dosen yang mengajar belum seseuai dengan kompetensinya.. Pada umunya dosen dalam mengajar masih menggunakan model pembelajaran konvensional melalui metode ceramah bervariasi; (2) Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah memiliki peran yang strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa; (3) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi pembelajaran pendidikan Pancasila dalam penguatan pendidikan karakter  yaitu : (a) dosen pengajar; (b) mahasiswa; (c) materi pembelajaran ;  (d) sarana  prasarana; dan (e) lingkungan.      Kata kunci : Pembelajaran,  Karakter, Pendidikan Pancasila

Arif Nurhuseini, Wahid

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Dalam penelitian ini membahas tentang implementasi pendidikan ketarunaan dalam visi dan misi di SMK Negeri 1 Sragen dan SMK Negeri 2 Sragen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen yang terpaku terhadap sistem pembelajaran dan kurikulum di SMK Negeri 1 Sragen dan SMK Negeri 2 Sragen. Data data yang telah dikumpulkan dari website resmi kemudiam di analisis dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebuah karakter itu penting untuk di bentuk, dengan adanya pelatihan ketarunaan visi dan misi sekolah akan mudah untuk dicapai. Jadi, pelaksanaan pelatihan ketarunaan sangat berpengaruh terhadap tercapainya visi dan misi sekolah. Â

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.