Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 4001-4020 of 4,423

Analytics

Gamar Al Haddar; Kristafia lou

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Bimbingan belajar dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa di Kelurahan Bukit Pinang RT 16, karena dapat membantu melengkapi apa yang dipelajari di sekolah. Hal ini dikarenakan pembelajaran di luar sekolah memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap motivasi belajar siswa. Tujuan pendidikan nonformal adalah untuk meningkatkan minat atau keinginan siswa untuk belajar. Dalam pendidikan nonformal, siswa didorong untuk belajar dengan berbagai cara, dari pendidikan formal pada umumnya. Pendidikan nonformal lebih santai dan memberi siswa ide atau cara baru untuk memahami konsep yang mungkin mereka perjuangkan dalam pendidikan formal, sekaligus lebih menyenangkan. Padahal, belajar dapat menjadi selingan yang menyenangkan bagi siswa, yang tidak hanya dituntut untuk mengingat informasi atau berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis Seorang siswa harus tertarik pada materi pelajaran untuk mempelajarinya lebih lanjut. Ini berarti mereka harus terlibat dalam materi, yang akan membantu mereka menemukan apa yang tidak mereka ketahui. Ada beberapa cara untuk membantu siswa belajar lebih kreatif, termasuk menggunakan metode pembelajaran yang mendorong mereka untuk lebih aktif dalam berpikir dan memecahkan masalah. Peneliti pengabdian ini di lakukan di kelurahan bukit pinang Rt 16, kegiatan bimbingan belajar ini di lakukan dengan memberikan penjelasan atau mengajar tentang berhitung, membaca dan mengulangi pelajaran yang di lajari oleh guru di sekolah. Dalam waktu 3 minggu mengadakan kegitan Bimbingan Belajar pada anak-anak di Kelurahan Bukit Pinang, dengan hasil yang baik dan harapan bisa membantu wawasan anak-anak, dengan mengetahui dan memahami kegiatan Bimbingan Belajar, bisa diterima di lingkungan masyarakat.

Dariyadi Dariyadi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi masyarakat Buton. Tradisi tersebut adalah posuo yang diberlakukan bagi remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilakukan secara bertahap. Setelah pengumpulan data, kemudian melakukan analisis menggunakan pendekatan Miles dan Haberman. Pendekatan tersebut meliputi pengumpulan data, pemilihan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Simpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi posuo masyarakat Buton adalah nilai pendidikan i’tiqodiyah. Nilai i’tiqodiyah dalam ritual posuo perempuan Buton terlihat pada setiap prosesi yang dilakukan. Mengawali dan mengakhiri prosesi posuo dengan memohonkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran, perlindungan, dan keselamatan terhadap para gadis yang di-suo; nilai amaliyah, dalam rtiual posuo, mengajarkan para gadis untuk taat beribadah kepada Allah SWT, mendidik mereka untuk menjadi perempuan yang mampu menjaga tingkah laku, ucapan, dan membekali mereka ilmu dalam berumah tangga; nilai khulukiyah, merupakan nilai yang mengajarkan etika yang baik bagi perempuan-perempuan dalam prosesi posuo. Pengetahuan tentang khulukiyah bertujuan untuk membersihkan diri para gadis dari perbuatan yang dinilai rendah, lalu menuntun mereka untuk menghiasi diri dengan akhlak baik; nilai duwaliyah, pada puncak acara posuo, pihak keluarga menyajikan aneka hidangan untuk dinikmati para undangan. Undangan yang hadir dari berbagai kalangan, keluarga, kerabat, dan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial. Penyelenggara acara posuo akan berbagi rezeki dengan menajikan aneka hidangan makanan dan minuman kepada para tamu undangan yang hadir.  

Sakhat Maulidah; Nurul Qomariyah; Siti Antika Ririn Pratiwi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This article reviews the Implications of Multicultural Education on the Religious Mindset of the Millennial Generation. This article aims to explain the impact of implementing multicultural education on the religious mindset of the millennial generation. The writing of this article uses a type of qualitative research with library research methods. The results of this study are to determine the impact of the implementation of multicultural education on the religious mindset of the millennial generation, namely: (1) improving self understanding and self-concept well. (2) increase sensitivity in understanding other people. (3) respecting religious and cultural differences between groups regarding an event, values, and behavior. (4) open our minds in responding to various issues. (5) Stay away from stereotypical views and try to respect others. With multicultural education, a person will become a good human being and more tolerant of diversity, and not passionate about the religion he adheres to. Therefore, a religious mindset based on multicultural education needs to be instilled as early as possible. This includes an appreciation of the existence of cultural plurality, recognition of human dignity and rights, and development of human responsibility towards the inhabited earth.

Aulia Hassanah

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to analyze the effect of education level and population growth on economic growth in Indonesia for the 2017-2021 period. Economic growth is a process of changing economic conditions that occur in a country on an ongoing basis towards a condition that is considered better for a certain period of time. This research is a quantitative study, the data was processed using panel data analysis consisting of cross sectional data from six provinces and time series data for 2017-2021. The best regression model in this research data is the FEM (Fixed Effect Model) regression model. The results of this study show that simultaneously the variables of Education Level and Population Growth have no effect and are not significant on Economic Growth in Indonesia for the 2017-2021 period. And partially the variables of Education Level and Population Growth have no effect and are not significant on Economic Growth in Indonesia for the 2017-2021 period.

N. Kapita, Syarifuddin; Saiful Do Abdullah; Amal Khairan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Teknologi sudah tidak dapat dihindari lagi, apalagi saat ini Pengajar di tempat pengajian Alqur’an dituntung agar bisa memberikan penilaian yang objektif terhadap anak didikannya dimana teknologi digunakan sebagai penunjang pendidikan nonformal. Jika sebelumnya Pengajar hanya mengandalkan catatan atau notes sebagai media untuk menyimpan nilai anak didik. Namun, untuk era industri 4.0 Pengajar tidak dapat menggunakan itu sebagai media. Aplikasi komputer seperti Micrososft excel dan Micrososft Word dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menyimpan nilai siswa. Aplikasi komputer tidak hanya untuk menyimpan data tetapi juga dapat digunakan Pengajar untuk mengolah nilai akhir siswa sehingga mempermudah kinerja guru mengisi raport. Oleh karena itu dilaksanakan sosailisasi aplikasi komputer berupa penyusunan format raport, pembuatan buku penghubung antara Orang tua dan peserta didik, pembuatan absensi dan jurnal pengajar, dengan mengguanakan Microsoft Word dan Microsoft Excel, adapun Microsoft Power Point digunakan untuk salah satu metode pengajar menyampaikan materi kepada peserta didik.

Ismi Widyaningrum; Linda Linda; Ira Asyura; Minhatul Ma’arif

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di tengah perkembangan dunia dan perubahan global di berbagai aspek kehidupan, keberhasilan generasi muda di masa yang akan datang merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu negara. Mahasiswa merupakan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa yang memiliki intelektual. Pendidikan berperan penting dalam menciptakan keberhasilan mahasiswa. Penyampaian mata kuliah yang berkaitan dengan matematika juga harus menjadi suatu perhatian, dosen dituntut harus bisa mengembangkan materi yang disampaikan, yaitu dengan mengaitkan satu materi ke materi atau konteks lainnya. Pengintegrasian nilai-nilai budaya merupakan suatu bentuk pengembangan nilai nasionalis. Salah satu budaya yang ada di masyarakat dan bangsa Indonesia adalah batik. Hal inilah yang mendasari perlunya dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tujuan memberi pendampingan dalam pemanfaatan motif batik Cikadu sebagai eksplorasi konsep geometri transformasi.

Muhammad Ferry Kurniawan; Maria Botifar; Deri Wanto

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

: Evaluasi dalam pendidikan Islam, secara umum sangat berguna bagi pendidik, peserta didik, ahli fikir pendidikan Islam, politik pengambil kebijakan pendidikan Islam, untuk membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan mempertimbangkan kebijakan yang akan diterapkan dalam sistem pendidikan nasional (Islam). Penelitian Kepustakaan atau Library research adalah telaah kepada beberapa referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan baik telaah pemikiran tokoh dan yang lainnya. Evaluasi yang merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapatdijadikan dasar untuk membuat keputusan. Evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi peserta didik, pendidik, materi pendidikan, proses penyampaian materi pelajaran, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan dengan materi pendidikan.  

Puput Novita Sari; Yayat Suharyat

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to explain the implementation of the demonstration method in learning Islamic religious education at SMA Negeri North Tambun. This research uses a descriptive qualitative approach. Methods of data collection using non-participant observation methods, semi-structured interviews and documentation. The subjects of this study were the principal, Islamic education teachers and class XII IPA students. The data validity was done by using data triangulation technique and source triangulation technique. Data analysis includes data collection (data collection), data reduction (data reduction), data display (data presentation) and conclusion drawing / verification. The result of this research is that in teaching Islamic Education the teacher uses the demonstration method by applying three stages, namely preparation, implementation and evaluation of learning. Preparation for learning the teacher prepares learning tools, formulates goals to be achieved, prepares the necessary tools or media and estimates the time that will be used in learning. The supporting factors are the presence of professional teachers, media, adequate facilities and infrastructure, making it easier for students to understand what is being learned..

Erwin Simon Paulus Olak Wuwur

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Rendahnya literasi membaca siswa menjadi masalah utama dalam pendidikan di Indonesia. Literasi membaca merupakan dasar yang harus ditanamkan dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat minat baca siswa pada sekolah dasar kelas V pada salah satu sekolah swasta di kabupaten Lembata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan ada dua faktor penghambat minat baca siswa sekolah dasar yakni faktor internal yang terdiri dari siswa belum lancar membaca, kurangnya motivasi dan pembiasaan dalam membaca, dan kurang memahami isi bacaan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari lingkungan sekolah yang kurang mendukung, faktor ekonomi keluarga, kurangnnya fasilitas dan kebiasaan siswa bermain gadget.

Rahula Hananuraga

Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Tulisan ini mengkaji tentang peran pendidikan agama Buddha terhadap motivasi dan disiplin belajar siswa. Pendidikan agama Buddha berorientasi dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berkebhinnekaan global yang berlandaskan pada nilai-nilai agama Buddha serta nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dalam ajaran moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan. Motivasi belajar peserta didik dalam agama Buddha dapat dilihat dari enam karakter (cerita) yakni Ragacarita, Dasacarita, Mahacarita, Vitakkacarita, Saddhacarita, dan Budhicarita. Dimana enam karakter tersebut terdapat dalam perilaku seorang individu yang mengalami keadaan batin pada dunia. Disiplin berkaitan dengan tata tertib, aturan, atau norma dalam kehidupan bersama (yang melibatkan orang banyak). Disiplin (aturan moral) untuk mengendalikan diri (samvara), pengendalian bertujuan untuk tidak menyesal (avipattisara), tidak menyesal bertujuan memperoleh kegembiraan (pamuja), kegembiraan bertujuan memiliki kegiuran (piti), kegiuran akan memperoleh ketenangan (pasadhi) sehingga dengan ketenangan akan memperoleh kegembiraan (sukha).

Rahula Hananuraga

Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Tulisan ini mengkaji tentang peran pendidikan agama Buddha terhadap motivasi dan disiplin belajar siswa. Pendidikan agama Buddha berorientasi dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berkebhinnekaan global yang berlandaskan pada nilai-nilai agama Buddha serta nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dalam ajaran moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan. Motivasi belajar peserta didik dalam agama Buddha dapat dilihat dari enam karakter (cerita) yakni Ragacarita, Dasacarita, Mahacarita, Vitakkacarita, Saddhacarita, dan Budhicarita. Dimana enam karakter tersebut terdapat dalam perilaku seorang individu yang mengalami keadaan batin pada dunia. Disiplin berkaitan dengan tata tertib, aturan, atau norma dalam kehidupan bersama (yang melibatkan orang banyak). Disiplin (aturan moral) untuk mengendalikan diri (samvara), pengendalian bertujuan untuk tidak menyesal (avipattisara), tidak menyesal bertujuan memperoleh kegembiraan (pamuja), kegembiraan bertujuan memiliki kegiuran (piti), kegiuran akan memperoleh ketenangan (pasadhi) sehingga dengan ketenangan akan memperoleh kegembiraan (sukha).

Ade Sugiawan; Agus Abdurohim

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa merupakan cermin identitas bangsa. Hal ini berhubungan erat dengan karakter, sikap, maupun kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu karena bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di antara suku bangsa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaulan dalam kehidupan, dan digunakan dalam dunia pendidikan. Keberadaan bahasa gaul pada saat ini, memberikan kekhawatiran pada eksistensi penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, oleh karena itu diperlukan pendidikan karakter di sekolah, agar eksistensi bahasa indonesia bisa tetap terjaga. Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh bahasa gaul terhadap karakter siswa SMKN 3 Bogor. Karena bahasa sangat berpengaruh terhadap etika dan karakter seseorang karena hal ini mencerminkan sebuah kepribadian.

Shovi Yatul Istifadah; Nurul Anam

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Dunia modern menempatkan bahasa inggris sebagai bahasa Internasional yang menuntut setiap negara ketika berada dalam forum Internasional menggunakan bahasa inggris, mengingat akan pentingnya hal tersebut, sehingga menempatkan bahasa Inggris dalam kurikulum pendidikan nasional serta memberikan pelajaran bahasa inggris sejak dini terhadap anak usia dini menjadi penting dan urgen dilakukan. Dalam praktiknya pembelajaran bahasa inggris jelas berbeda dengan pelajaran lain yang sudah familiar dipeserta didik, sehingga dalam hal ini memerlukan metode khusus dalam pembelajarannya yang salah satunya adalah dengan mengajarkan lagu-lagu asing (Inggris) terhadap anak. Dengan demikian anak menjadi lebih suka dan memamahi dengan cepat dan menyenangkan.

Azzam Kautsar; Yayat Suharyat

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

The purpose of this study is to overcome the problem of learning that is not optimal in class XI students of SMA 1 Tambun Utara, and the lack of attractiveness in PAI lessons because the method used is too monotonous so that it makes students feel bored quickly, there are problems in the use of learning media that make student learning outcomes not good. In the case of SMA 1 Tambun Utara, the delivery of material by the teacher in the learning media uses the lecture method, where the teacher is more active in speaking and students tend to be silent to listen, thus making students unable to master the material well. To overcome it all, researchers suggest using new media such as demonstrations, as a way to increase students' interest in learning. The Demonstration Method is a medium that has elements of demonstration. This study is intended to answer the problem "Whether the use of demonstration methods in PAI subjects can improve student learning outcomes at SMA 1 Tambun Utara", these problems are discussed through classroom action research carried out through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Research data obtained through classroom observation and documentation of the results of actions carried out data from effective teachers, with this research it will be known that there will be an increase or decrease in student learning outcomes after the implementation of the demonstration method in PAI subjects at SMA 1 Tambun Utara.

Riana, Nadziri; Mahrusun, Mahrusun; Fawaid, M.

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

Character Education of students in an educational institution today is often neglected because of the impact of technology and lack of supervision by parents and teachers. One of the successes in improving the character education of students is determined by the existence of standardized teachers who have competence through the teacher standardization process. This is what underlies the conduct of research at MI Tawakkal Denpasar Bali which has students whose learning achievement is quite good. The research objectives in this thesis were to determine the implementation of the teacher standardization program at MI Tawakkal, to find out the teacher standardization program in improving the character education of MI Tawakkal students, and to find out the obstacles faced and solutions made in improving the character education of MI Tawakkal students. This type of research is descriptive with a qualitative approach with three data collection techniques, namely: observation, documentation, and interviews. The results of the study reveal that: The teacher standardization program at MI Tawakkal is running well because it is guided by the rules set by foundations and institutions, the Teacher Standardization Program produces quality teachers according to teacher competency standards, so as to improve student learning and character education, and factors. the obstacle is the family that does not fully play a role in implementing character education at home, the negative influence of social media, and the negative environment.  

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

Wiwik Handayani; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan iman anak yang diberikan orang tua dalam keluarga Katolik di Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Melalui studi ini diharapkan agar para orang tua dapat menyadari hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat mendampingi anak agar mencintai dan memperdalam pengetahuan tentang imannya. Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif    kualitatif.  Data  yang  diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni di stasi Santo Paulus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 Pastor Paroki, orang tua dan anak. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan iman anak dalam keluarga Katolik menunjukkan bahwa banyak orang tua memberikan pendidikan iman kepada  anak  itu  tentang  cara  berdoa,  memberikan  nasehat  dan  mengajarkan kepada anak supaya hidup baik. Peran orang tua dalam pendidikan iman anak yaitu dengan memberikan kasih sayang, mengingatkan anak untuk berbuat baik seperti mengajarkan anak untuk menghormati orang yang lebih tua dan sesama manusia, dan mengajarkan cara berdoa. Kegiatan pendidikan iman yang diberikan orang tua kepada anak dalam keluarga Katolik, seperti doa bersama, saat makan, doa pribadi sebelum tidur dan mengajarkan doa-doa pokok dalam Gereja Katolik Seperti Bapa Kami, Salam Maria, Aku Percaya dan Tanda Salib. Jadi pada intinya pola hidup, dan cara hidup orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak- anaknya, begitupula dengan kehidupan imannya, orang tua harus terlebih dahulu mengerti dan tau imannya.

Teguh Prayogo; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini dalam keluarga Katolik, di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalui studi ini para orang tua diharapkan dapat menyadari serta menghayati peran mereka sebagai pendidik bagi anak di dalam keluarga, serta menjadi contoh dan teladan keluarga Katolik bagi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data di peroleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan yang di dapatkan sebanyak 10 informan yang dibagi menjadi dua bagian yaitu tiga orang pekerja pastoral yang berprofesi sebagi katekis di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu, serta tujuh orang yang terdiri dari para orang tua Katolik di Paroki Santo Clemens Puruk Cahu. Langkah-langkah dalam penelitian meliputi proses teknik analisis data metode interaktif, wawancara dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menyatakan   bahwa peran orang tua sebagai pendidik iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu sudah dijalankan dengan baik. Akan  tetapi tidak  dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian orang tua yang kurang menghayati serta menjalankan perannya dengan maksimal. Hal tersebut dikarenakan faktor pekerjaan serta kekompakan dalam mendidik anak di keluarga. Akan tetapi faktor yang menjadi kendala dapat diselesaikan dengan pemahaman serta komunikasi yang baik antara kedua orang tua, sehingga keluarga Katolik diharapkan mampu menjadi contoh serta teladan bagi masyarakat, seperti yang ditunjukkan oleh Keluarga Kudus dari Nazaret.

Daniatul Qoyyimah; Alisa Qutrun Nada; Umar Mansyur

Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Konflik adalah bentuk perlisihan alamiah yang terjadi antara individu maupun kelompok karena mempunyai perbedaan baik sikap, kepercayaan, nilai-nilai, maupun kebutuhan. Konflik tidak harus selalu diartikan sebagai penghancur atau usaha untuk menghancurkan suatu lembaga pendidikan. Adanya konflik di sebuah lembaga pendidikan tentunya tidak dapat dihindari karena konflik diakibatkan karena banyak faktor atau keadaan. Konflik tidak selalu berakibat buruk, tetapi juga bisa berdampak positif, selama dikelola dengan baik. Disinilah kepala madrasah sangat  dibutuhkan untuk mengelola konflik di suatu sekolah yang dipimpinnya. Kepala Sekolah tentunya harus membuat atau menyiapkan strategi agar nantinya permasalahan yang timbul di sekolah tersebut dapat dikendalikan dengan baik dan maksimal. Hal itu sesuai dengan tugas dan fungsi kepala madrasah sebagai penengah, sehingga nantinya konflik tersebut tidak menjadi penghambat madrasah untuk mencapai misi dan tujuannya.

Syahfitriani Ginting; Rival Hanip; Sri Hanipah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Character education in today's era is very important to be applied to elementary school children. Character education is an effort that is applied to instill religious, moral, ethical values ​​in elementary school children through science, assisted by parents, teachers, and the community. This service aims to socialize to parents as the first environment for a child to get an education, how important it is to instill character education values ​​starting at an early age and especially in children at elementary school age. This community service is carried out in RW 8, Mandala Village, Merauke District, Mareauke Regency. This activity is carried out in 3 parts where in each part it uses the lecture method and question and answer discussion with parents. The results of this training are 1) increased understanding of parents about the importance of character education for elementary school children. 2) the increasing desire of parents to implement character education for children in elementary schools