Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-31 of 31

Analytics

Iqlimah Agustin; Restu Ismoyo Aji

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This community service focuses on designing educational learning with interactive board game media which is a teaching and learning activity, as well as providing board game board media which is designed in such a way as to convey messages and information in the form of waste sorting, thereby trying to improve the quality of learning and also entertainment media. By introducing the concept of environmental cleanliness based on Adiwiyata to children aged 6-7 years, especially for children who attend SDN Penanggungan. This was done because there is still no availability of board game interactive media learning education for children aged 6-7 years and the lack of media facilities and educational toys at Penanggungan Elementary School. This service method uses qualitative methods by collecting data including observations, interviews, focus group discussions and surveys. With the educational learning media interactive board game for sorting organic and inorganic waste, children can enjoy the learning process without having difficulty understanding the information presented and getting bored or bored, and by providing facilities in the form of interactive board media for selecting organic and inorganic waste such as educational toy board games that sharpen motor skills and increase focus on children at school. The results of this service show that this program can provide an understanding of environmental cleanliness regarding the organic and inorganic waste selection system and increase adequate facilities for practical learning activities at Penanggungan Elementary School.

Erna Suwangsih; Indah Nurmahanani; Eko Rubiyanto; Aulia Fitri Syahidah; Fitri Rahmida +3 more

Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The development of the globalization era at present leads to technological advancements in various fields, encompassing economics, social aspects, education, and health. Technological progress brings forth both positive and negative impacts on the environment. One of the negative impacts of technological advancement on the environment is environmental degradation resulting in a decline in the quality of the living environment. The environment constitutes a unified system wherein there exist interrelated interactions among living organisms, objects, and resources. An individual's attitude can determine the favorable or unfavorable conditions and situations that occur within the surrounding environment. The environment must be maintained in terms of cleanliness and beauty with a strong sense of responsibility and a heightened awareness in environmental preservation. However, based on observational findings, it is evident that the attitude of environmental concern among students at a certain State Elementary School in Purwakarta is still lacking. To cultivate a sense of environmental concern, a service initiative is conducted with the aim of providing education regarding environmental awareness, particularly for elementary school students. The outcomes obtained from this service initiative prove to be highly beneficial for the students, as they become more conscious of safeguarding and maintaining the environment around them.

Ika Zutiasari; Wening Patmi Rahayu; Raisa Fitri; Jefry Aulia Martha

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The purpose of this service program is to provide knowledge and skills related to processing waste, especially paper/inorganic waste into products that have a sale value. Participants in this program are 20 fostered residents from Class 1 prisons in Malang. The method of implementing this activity is carried out by providing guidance, in the form of providing material, demonstrations to direct practice. As a result of this training activity, participants can develop products such as vases, tissue boxes, bags, etc. from the rolls of paper they make. The participants were very enthusiastic in implementing the program, because this program is in line with previous programs related to waste management as a zero waste lifestyle education.

Gede Wirata; I Made Dwiantara; Made Kunayanti; Abdul Gafur Ramdhoni; Komang Agoes Udayana Putra

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

 Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak ragam. Terdapat beberapa sektor penting yang berada di Indonesia seperti Sektor pertanian, pendidikan, pembagunaan, objek wisata, dan lainnya. Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia menawarkan ragam jenis dan tempat wisata. Salah satunya Wisata “Alas Pala” Sangeh. Wisata ini merupakan salah satu tempat yang menyediakan objek wisata berupa pemandangan alam yang indah yang merupakan salah satu habitat kera atu monyet yang ada di Bali. Disisi lain sampah merupakan suatu masalah yang membutuhkan penanganan yang benar dan sungguh- sungguh untuk menjaga kelestarian wisata “Alas Pala” Sangeh. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat selaku pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan pengetahuan dalam pemilahan sampah yang dibuang di tempat wisata “Alas Pala” Sangeh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat dan pengelola tempat wisata serta pemberian tempat sampah yang tepat di lokasi ini serta kegiatan bersih-bersih . Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dan pengelola menjadi paham tentang pemilahan sehingga lingkungan “Alas Pala” Sangeh” tetap terjaga dengan baik.  

Dyah Rosiana Puspitasari; Landia Natalie Ayu Pawestri; Fernandoz Jevon Laka; Dominikus Degede Kola Pati; Wahid Bintang Saputra +6 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Pengabdian masyarakat sebagai kegiatan ini merupakan salah satu kewajiban dari Tri Darma perguruan tinggi dimana hal inilah yang menjadi pedoman dan menjadi dasar, Universitas Janabdara Yogyakarta dalam hal ini mahasiswa hadir sebagai bentuk implementasi pengabdian terhadap masyarakat dalam mewujudkan tujuan untuk memberikan pengajaran kepada masyarakat dan membantu masyarakat dalam memanfaatkan serta mengembangkan potensi dari limbah sampah rumah tangga dan mengedukasi masyarakat dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah, karena sampah di masyarakat Padukuhan Kretek tidak terlebih dahulu dipilah dari sampah plastik (an organik) maupun sampah sisa makanan (organik) dan lain-lain namun hanya terbuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibat dari hal tersebut tentu akan berdampak buruk dalam jangka Panjang baik dalam segi Kesehatan, sosial, dan tata kelola lingkungan hidup yang baik. Sampah dapat dijadikan bahan- bahan kreatif dan inovatif apabila pengelolaannya dilakukan secara benar. Pada dasarnya tingkat kesadaran masyarakat akan pemahaman pengelolaan sampah sangat penting yang pada prinsipnya manusia adalah makhluk yang menghasilkan sampah, dan pengelolaan sampah harus dibangun mulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi dan seminar yang dianggap langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran terhadap sampah. Terlepas dari itu penyajian materi dan mempraktekannya secara langsung tentang pengelolaan dan pemilahan sampah, adapun juga sesi tanya-jawab untuk menambah pemahaman kepada orang tua, pemuda/pemudi dan anak-anak, serta dapat membangan paradigma baru dalam melihat sampah. Dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman kepada orang tua, pemuda/pemudi dan anak-anak di Padukuhan Kretek, Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, tentang pengelolaan dan pemilhan sampah, sehingga masyarakat dapat mempraktekan dan mengelola sampah di lingkungan rumah masing-masing. Secara substansial kegiatan pengabdian ini dapat disimpukan sebagai upaya membangun manusia dengan menekankan pada kesadaran diri masing-masing individu maupun kelompok masyarakat sehingga masyarakat benar-benar memanfaatkan sampah yang terdapat di lingkungannya secara khusus maupun lingkungan diluarnya secara umum dengan semaksimal mungkin.    

Dianastiti, Yelma; Ariyanto, Sudirman; Nugraha, Ata; Hadi, Bagas

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga kini belum dapat terselesaikan secara sempurna. Keterbatasan lahan untuk pembuangan membuat permasalahan dalam penanganan sampah menjadi kompleks. Dalam hal ini, bank sampah menjadi alternatif strategi pengelolaan sampah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan perangkat desa dan karang taruna yang memiliki antusias dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan digunakan meliputi sosialisasi dan pembentukan sistem bank sampah, dimana kegiatan pelatihan berperan untuk memberikan pengetahuan terkait cara memilah sampah yang dapat didaur ulang, sedangkan pembentukan sistem bank sampah dilakukan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan pada masyarakat Desa Doroampel. Hasil program pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman yang baik dalam memilah dan memanfaatkan sampah yang berpotensi untuk didaur ulang. Selain itu, proses pendampingan pembentukan sistem bank sampah juga memberikan respon yang baik, dimana warga merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.

Sandika, I Kadek Budi; Ariasih, Ni Kadek; Sutarwiyasa, I Ketut; Lesmana, Putu Surya Wedra; Ginantra, Ni Luh Wiwik Sri Rahayu +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Pemerintahan desa Pecatu belum mampu menangani sampah pada unit jasa pengelolaan sampah secara maksimal karena sampah belum terpilah di sumber timbulannya, mesin yang kurang bagus, serta belum menemukan formula tepat menangani masalah residu. Tujuan Kegiatan PKM yaitu melakukan optimalisasi pengelolaan sampah melalui proses pemilihan. proses edukasi kepada masyarakat sebagai target dari transfer knowledge tata cara pemilahan sampah, karena masyarakat merupakan sumber timbulan dari pengelolaan sampah.  Kegiatan PKM ini memberikan solusi yang ditawarkan dengan sumber daya yang dimiliki adalah sosialisasi, edukasi dan pendampingan pemilahan sampah di sumber timbulan sampah/pelanggan. Hasil penelitian berfokus pada  kegiatan pendampingan program pemilahan sampah ditargetkan pada 5% pelanggan unit jasa pengelolaan sampah, Tahapan pengabdian yang direncanakan adalah persiapan, FGD unsur pemerintahan desa dinas dan desa adat, sosialisasi pemilahan sampah, monitoring pelaksanaan pemilahan sampah disumbernya, serta evaluasi kegiatan. Hasil PKM menunjukkan tingkat pemahaman dan konsistensi masyarakat pada proses pemilahan sampah rerata adalah 63%.

Maria Katarin Daghut Thadeus

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Target produksi sampah pada TPS Kesatrian sebesar 3.6 ton/thn dan produksi kompos untuk TPS Kesatrian sebesar 3 ton/thn hal ini terjadi karena sampah basah di TPS Kesatrian sampai sekarang belum dilakukan pemilahan pada setiap gerobak melainkan di fasilitasi satu gerobak hanya untuk mengangkut sampah basah yang kemudian akan dijadikan kompos, lahan pemilahan yang kurang dan tenaga pemilah masih sedikit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kuantitas, komposisi, serta potensi pengolahan sampah, menganalisis kelayakan pengolahan sampah ditinjau dari analisis teknis operasional. Pengukuran timbulan sampah yang masuk berdasarkan metode Load-count analysis. Pengukuran komposisi sampah berdasarkan metode perempatan (ASTM D5231-92 (2011) serta pembagian komponen sampah berdasarkan US EPA,2012. Pengukuran karakteristik sampah meliputi berat jenis. Hasil analisisis timbulan sampah di TPS Kesatrian diperoleh volume sampah sebesar 18.58 m3/hr timbulan atau 3514.22 kg/hari. Berat jenis rata-rata 189.14 kg/m3 ,Komposisi sampah terdiri 70.08 % sampah basah dan 29.92 % sampah kering, dan berdasarkan skenario 2 potensi reduksi 84.42%,Unit Komposting Kesatrian mempunyai luas lahan sebesar 112 m2. Mempertimbangkan kriteria maka unit komposting kesatrian tidak memenuhi kriteria yaitu luas lahan (minimal    500 m2). Mempertimbangkan skenario maka analisis hanya dilakukan pada Unit Komposting Kesatrian dengan potensi skenario 2 lebih tinggi sebesar 84.43%.Berdasarkan hasil analisis finansial Unit Komposting Kesatrian  dengan Net Present Value menghasilkan nilai positif, sehingga layak dikembangkan.

M. Daeni; Husnul Rizqi

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sampah merupakan persoalan yang kompleks. Pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak besar bagi produksi sampah. Produksi sampah tidak sebanding dengan pengelolaan sampah, dan  luas  lahan  yang  terbatas.  Kota  Semarang  mengelola  sampah  dengan  sistem  sanitary landfill yang  mampu menghasilkan   gas  metana  dari sisa sampah menghasilkan listrik  dan biogas.  Meskipun  sudah  menggunakan  sanitary  landfill  namun  masih  belum  mencukupi. Jumlah dan kualitas SDM, sarana prasarana pengelolaan sampah masih belum mencukupi. Pemerinath Kota Semarang telah pula melakukan pengaturan dengan menerbitkan Perda 6 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi kebijakan khususnya pasal 17 Perda Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah. Penelitian   ini  dilakukan   dengan   metote   deskriptif   kualitatif,   yang   pengumpulan   datanya dilakukan dengan observasi, dan wawancara mendalam didukung data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa   Pemerintah Kota Semarang sudah melaksanakan amanat sebagaimana pasal 17, namun belum optimal, karena produksi sampah yang terus bertambah, belum  sepenuhnya  didudkung  oleh  sarana  prasarana  yang  makin  baik,  kualitas  SDM  yang belum memenuhi dan partisipasi masyarakat yang rendah.

Ahmad, Deni Nasir

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kepada lingkungan masyarakat mengenai perbaikan lingkungan serta menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan mencegah banjir atau longsor dengan akibat terkikisnya tanah di tepian sungai ciliwung dengan menanam tanaman anti longsor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah a. Observasi langsung, b. Melakukan kegiatan perencanaan proyek perbaikan lingkungan dimana kami membagi tim dengan beberapa tugas dan kegiatan yakni, langkah pertama membersihkan aliran sungai ciliwung, langkah kedua penanaman tanaman anti longsor dan terakhir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik. c. Melakukan evaluasi dan shering bersama untuk menemukan kesepakatan bersama dalam melakukan perbaikan lingkungan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terdiri dari : a. peserta diberikan pengetahuan umum mengenai jenis tanaman tepian sungai dan diberikan bibit tanaman yang akan ditanam untuk tanaman pencegah longsor sekaligus untuk penghijauan sekitar tepian sungai kegiatan dilakukan bersama komunitas “ngumpal” (Ngumpul Anak Lintas Ciliwung). b. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim pengabdi membagi 3 kelompok dengan lokasi tugas berbeda-beda dan dengan tugas kelompok yang sama. c. Setelah membagikan kelompok kerja maka tim pengabdi melakukan kegiatan membersihkan sekitar aliran sungai dan kegiatan penanaman pohon atau tanaman tahan longsor. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu : a. Masyarakat sangat menerima dan menyambut secara positif dari kegiatan yang tim pengabdi telah lakukan. b. Masyarakat mulai terlihat peduli dengan mau mendengar penyuluhan dan mengikuti seluruh kegiatan yang telah tim pengabdi rancang untuk kegiatan pengabdian.

Nurraharjo, Eddy; Hadikurniawati, Wiwien; Prihandono, Agung

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Adapun penelitian pendahuluan yang pernah dilakukan diantaranya adalah penelitian yang berkaitan dengan pendeteksian warna, klasifikasi berdasarkan warna tersebut dan penentuan pemilahan berdasarkan kriteria tertentu, mulai dari proses morfologi hingga metode center plotting. Target pada penelitian berikutnya adalah penggabungan analisis dari kedua hasil penelitian sebelumnya dan saat ini, yaitu klasifikasi warna objek dengan metode center plotting dan metode pencacahan objek pada suatu file citra, yang dihasilkan dari perangkat akuisisi data berupa kamera digital dan web camera. Konsep pencacahan objek ini merupakan sekelompok urutan sub proses yang cocok untuk objek yang di-capture dari webcamera dan terbukti dalam implementasinya mampu dilakukan dengan baik. Hasil pengamatan dalam penelitian ini mampu mencacahkan citra berwarna terhadap berbagai bentuk objek yang telah di-capture dengan baik melalui web camera, yang dibuktikan dengan perolehan hasil hingga 100 % dari 31 citra uji, namun hasil sebaliknya saat objek hasil capture dari kamera digital hanya 10 % dari 10 citra uji.   Kata kunci: pencacahan, counter, image processing