Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-33 of 33

Analytics

Fahrozi Fahrozi; Febri Nur Pramudya; Mira Yanuarti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2024 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Research on marketing efficiency analysis of white oyster mushrooms (Pleurotus Ostreatus) in Air Rambai Village, Curup District, Rejang Lebong Regency aims to determine marketing channels, and analysis of marketing margins, as well as to determine whether the marketing efficiency of white oyster mushrooms in Air Rambai Village, Curup District.This research was conducted in March 2022 in Air Rambai Village, Curup District, Rejang Lebong Regency with farmers in Air Rambai Village. Data analysis used in this research is marketing channel analysis, marketing margin analysis, and marketing efficiency analysis. This data analysis was used for farmers and the 12 retailer respondents in Air Rambai Village, Curup District, Rejang Lebong Regency.Based on the results of data analysis, it can be seen that the marketing channel of white oyster mushrooms in Air Rambai Village, Curup District, Rejang Lebong Regency has two marketing channel patterns where the first marketing channel pattern sells white oyster mushrooms directly to end consumers, and the second marketing channel pattern is farmers sell to traders. retailers and then traders resell to final consumers. The marketing margin in the first marketing channel is Rp. 0, while in the second marketing channel it is Rp. 11,583. and the marketing efficiency of white oyster mushrooms in Air Rambai Village, Curup District, Rejang Lebong Regency is said to be efficient.

Priti Sera; Blasius Manggu

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mold oyster is one _ product growing agriculture _ in demand by consumers Because mark nutrition and deliciousness. Study This aim For analyze influence quality products and promotions to interest buy repeat mold oysters _ Study This use method survey with spread questionnaire to consumer mold oysters in various regions. Collected data analyzed use method statistics descriptive and multiple linear regression Analysis results show that quality product own influence significant to interest buy repeat consumer mold oysters _ Promotion own influence positive to interest buy repeat mold oysters. Findings study This give implication practical for producer mold oyster in increase interest buy repeat consumer. Producer need focus on effort enhancement quality product, incl use technique good cultivation, selection _ material quality raw materials, and attractive packaging. Besides that, manufacturers also have to pay attention to an effective promotion strategy For communicate superiority product to consumer. Studies it also delivers donation theoretical with confirm that quality products and promotions play role important in influence interest buy repeat consumer. Study furthermore can involve variable else, like price and image brand, for expand understanding about influencing factors _ interest buy repeat in context product agriculture other.

Sriyanto, Sriyanto; Harimurti, Fadjar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2023 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pokoh Hamlet, Ngijo Village, Tasikmadu District, Karanganyar has various potentials, one of which is the cultivation of white oyster mushrooms. The main constraints on the marketing aspect and the tight competition of oyster mushroom craftsmen. The PKM team intends to help Partners provide marketing strategy development training. With this training, partners are expected to have better marketing skills. The PkM activity was held on Saturday 25 March 2023 with the aim of providing training in developing marketing strategies. This training activity received a positive response from Partners. From the results of the question and answer, Partners have understood the material related to marketing strategy development. The results of this training are expected to be a provision for Partners in developing their business and making a major contribution to sales and profits.

Devi Riri Yuliyani; Alfi Muklis Kurniawan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Tujuan penelitan ini adalah bertujuan untuk melatih mahasiswa/i dalam Berwirausaha, wirausaha adalah untuk kegiatan yang memerlukan sikap mental yang kuat serta keberanian dan keuletan untuk mencoba, sehingga menciptakan suatu produk yang dari tidak berharga menjadi berharga, dari tidak menarik menjadi menarik, tentunya dalam suatu usaha harus adanya Skills (keterampilan). Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali. Percobaan pertama yang dilakukan gagal, percobaan kedua menghasilkn produk jamur krispie yang kurang gurih dan uji coba ketiga dengan berhasil,tetapi bukan merupakan takaran yang pas untuk menghasilkan 33 pcs jamur atau 2 Kg jamur krispie, percobaan keempat menghasilkan produk jamur krispie 2 Kg yang siap di packing dan menghasilkan 33 pcs jamur krispie yang sudah di packing dan siap dipasarkan.

Karyono Karyono; Fifi Hanafi; Rina Mutiara

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Potensi Desa Bojongmangu yang letaknya berada di wilayah pedesaan dengan tata geografis yang masih asri dikelilingi oleh pegunungan tentunya memiliki potensi dibidang pertanian yang cukup besar. Produksi hasil pertanian di daerah ini salah satunya yaitu Jamur Tiram. Dengan adanya potensi pertanian tersebut menarik perhatian dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Bangsa untuk melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat di.Desa Bojongmangu. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada usaha.produk.olahan makanan.berbentuk cemilan berbahan dasar jamur yang diupayakan memiliki prospek penjualan yang baik dan menghasilkan keuntungan.bisnis.yang menjanjikan sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Bojongmangu Selain itu produk ini diupayakan mempunyai masa simpan yang tahan lama dan memiliki.jangkauan pemasaran.yang.lebih luas. Kegiatan.pengabdian.kepada.masyarakat ini dilaksanakan dari tanggal 17 Juli – 21 Agustus 2022 yang berlokasi di Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Sebagai tanaman organik yang kaya akan kandungan gizi, Jamur tiram memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Jamur tersebut mengandung senyawa imunomodulator yaitu beta-glucan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, yakni sebagai.anti tumor, anti.jamur, membantu proses diet, mengatur sistem kekebalan tubuh, juga mampu mengurangi efek lipid darah.dan gula darah. Tim kami berhasil mengolah jamur tiram menjadi.produk makanan yang memberikan alternatif sehat dan mudah kepada konsumen dengan menyuguhkan produk cemilan berbahan dasar jamur. Pengolahan jamur krispi ini tidak.menggunakan bahan pengawet dan selalu menerapkan sanitasi (kebersihan) dan juga proses produksi yang bersih.

Yopit Oktavia; Febri Nurpramudya; Gracia Gabrienda

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini untuk (1) Menentukan faktor internal (IFE) dan faktor eksternal (EFE) usahatani jamur tiram putih di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong selama pandemi covid-19. (2) Merumuskan strategi yang  tepat  dalam pengembangan usahatani jamur tiram putih di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong selama pandemi covid-19. Metode penelitian ini di lakukan secara kuantitatif dan menggunakan kuesioner. penentuan lokasi dilakukan secara (purposive) di usahatani jamur tiram putih Ibu Utami Asih di Kelurahan Air Bang. Analisis yang digunakan adalah IFE, EFE, MATRIKS SWOT. Hasil dari penelitian ini faktor internal yang menjadi kekuatan utama usahatani Ibu Utami Asih adalah lokasi usaha strategis, keadaan keuangan yang dimiliki perusahaan stabil, mampu membuat baglog sendiri. Faktor kelemahan adalah banyaknya stok (apabila adanya panen raya), tingginya tingkat kegagalan dalam produksi, jamur tiram tidak bisa bertahan lama. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar pada usahatani Ibu Utami Asih adalah luasnya pangsa pasar, memiliki nilai jual yang tinggi, cepatnya balik modal. Faktor ancaman adalah adanya pesaing baru, adanya petani jamur baru yang menurunkan harga, tingginya biaya di tingkat pembuatan baglog. alternatif strategi yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam usahatani jamur tiram putih milik Ibu Utami Asih. Alternatif yang diperoleh adalah strategi agresif lebih fokus kepada strategi S - O (Strengths – Opportunitie)    

Kurnianingsih kurnianingsih; Citra Dewi Purnamasari

Garina 2022 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The availability of healthy and unhealthy snacks in schools affects the selection of children's snacks. One of the foods that can be processed into snacks/school food is sausage., so that it can be used as healthy food, meat sausage ingredients can be replaced with vegetable ingredients such as oyster mushrooms and tempeh. With the addition of kenikir as fiber and yellow yam flour as adhesive. This study has the objectives of (1) Knowing the level of public preference for sausage products from oyster mushrooms, tempeh, kenikir and yellow yam flour. (2) Knowing the sausage formula from oyster mushroom, tempeh, kenikir and yellow yam flour which is the most preferred by the community. (3) Knowing the process of making sausages from oyster mushrooms, tempeh, The method used in this study is the method of literature, experiments, documentation, and sensory testing. The percentage of using oyster mushrooms and tempeh in making sausages is 90%:10%, 80%:20%, and 70%:30%, of the mushroom weight. The results showed that the sausage product was the most preferred with a ratio of 90% oyster mushrooms and 10% tempeh. As a suggestion, further research is needed to determine the nutritional content of oyster mushroom sausage, tempeh, kenikir and yellow yam flour

Qoidul Khoir

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) is one of the commercially edible mushrooms, has high economic value and is prospective as a source of income for farmers. Along with the increasing demand for oyster mushrooms, business opportunities for oyster mushrooms have promising prospects. Based on this, it is necessary to provide counseling and assistance for the production of Oyster Mushroom cultivation in Jambesari Village. The purpose of this service program is through education and demonstrations on how to manufacture and process mushroom growing media (baglog), sterilize mushroom growing media inoculate mushroom seeds into baglog, maintenance, harvesting and packaging in order to build an oyster mushroom cultivation business to improve the community's economy and make it as a superior product. The results of community service in counseling and assisting in oyster mushroom production are: 1). Partners are able to make oyster mushroom growing media by utilizing organic waste which is abundant, cheap and easy to obtain from the surrounding environment, namely sawdust so that sengon wood waste can be utilized so that it can make the environment cleaner and free of waste. 2). Cadres/target groups have expertise in oyster mushroom cultivation. 3). Increasing public knowledge that oyster mushroom products can be used to add nutrition or menus can also increase family income.

Nurraharjo, Eddy; Sukur, Muji; Budiarso, Zuly

Dinamik 2022 Universitas Stikubank

Sistem kendali telah banyak diterapkan dan dimanfaatkan untuk membantu kinerja manusia seiring dengan perkembangan kebutuhannya. Segenap bidang yang tanpa terkecuali pada bidang kajian utama hal ini adalah bidang pertanian. Sasaran utama dlam kajian ini adalah para petani penggerk dan pembudidaya tanaman produktif jamur.                 Banyak pelaku dalam budidaya jamur tiram ini seolah-olah mulai usaha lalu berhenti, dimana beberapa kendala terjadi dan mengakibatkan penurunan aspek kualitas dan kuantitas hasil panen. Salah satu pengaruh utama dan terbesar adalah perubahan dan perbedaan iklim atau cuaca dari suatu musim ke musim berikutnya, dan dari tata letak geografissuatu daerah dengan daerah lainnya.                 Sementara itu dari bidang keilmuan spesifik yaitu ilmu komputer telah mengkaji tersendiri sebuah sistem dengan metode sistem pendukung keputusan, dan hal inilah yang akan menjadi bidang implementasi pada sebuah sistem bantu lapisan masyarakat pertanian, dengan melakukan penerapan SPK pada sistem kendali terpadu dan terprogram, terkait dengan permasalahan utama yaitu variabel suhu, kelembaban dan intensitas cahaya.                 Realisasi perangkat bantu yang menggunakan algoritma sistem pendukung keputusan terpadu tercipta dengan berhasil membuatnya dalam model alat kontrol menggunakan sensor Light Depending Resistor (LDR) dan sensor suhu beserta kelembaban. Hasil yang diperoleh berdasarkan fungsionalnya adalah nilai rata-rata suhu 25 - 31oCelcius, tingkat intensitas cahyaa pada 200 lumen dan kelembaban berkisar pada 25% - 81% RH. Sistem mampu berjalan dengan sempurna menggunakan kendali mikro Arduino dan telah terimplementasi pada beberapa lokasi mitra petani pembudidaya jamur tiram.

Luthfiyan, Itmamur Roghib; Nurraharjo, Eddy; Yulianton, Heribertus

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas pangan yang sangat diminati masyarakat selain kandungan nutrisinya yang tinggi jamur tiram juga dapat diolah menjadi berbagai ragam makanan, Jamur tiram tumbuh baik pada temperatur 16 - 30°C dan kelembaban relatif 80 – 95%, Intensitas cahaya yang optimum bagi jamur tiram yaitu intensitas cahaya rendah, atau bahkan tanpa adanya cahaya. Akan tetapi, pada saat fase tubuh buah dewasa jamur tiram tidak dapat tumbuh pada kondisi cahaya gelap, melainkan dapat tumbuh dengan optimal pada lingkungan yang agak terang. Menyikapi masalah diatas maka dari itu penulis ingin mencoba melakukan percobaan penelitian dengan menerapkan pencahayaan dalam ruangan (box) dengan tiga jenis warna lampu yaitu merah (Red), hijau (green) dan biru (blue). dan perlu adanya suatu alat yang dapat melakukan monitoring, serta pendataaan pertumbuhan tanaman jamur tiram yang kemudian akan diambil datasetnya. Alat monitoring dan pendataan secara realtime dengan menggunakan multi sensor berbasis arduino untuk pendataan pertumbuhan jamur tiram ini dibuat sistem aplikasi android sebagai media untuk pemantauanya, data yang ditampilkan di aplikasi monitoring adalah hasil pembacaan dari beberapa sensor yang dipakai antara lain dari sensor load cell, sensor ultrasonik, serta sensor LDR dan sensor DHT11, Sistem monitoring dan pendataan multi sensor ini juga memiliki fitur untuk melakukan penyimpanan data, hasil data disimpan di penyimpanan internal smartphone, sehingga dari data tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan dari obyek yang sedang dimonitoring tersebut.

Yannie Asrie Widanti, Rizky Mahendra Nursanto, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nugget merupakan produk olahan makanan dalam bentuk beku yang mengalami pemasakan sampaisetengah masak (precooked), siap saji, serta telah berkembang di dunia dan diminati oleh masyarakat luas.Tekstur nugget pada dasarnya empuk khas daging serta tergantung pada bahan dasar pengisinya. Beberapapenelitian tentang nugget untuk membentuk tekstur yang disukai konsumen, nugget banyak disubtitusidengan banyak jenis ikan dan sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang optimaldalam pembuatan nugget ikan hiu dengan penambahan jamur tiram terhadap karakteristik kimiawi danorganoleptiknya.Perlakuan yang diterapkan meliputi perbandingan ikan hiu: tepung terigu (105g:60g; 75g:90g; dan45g:120g) dan jamur tiram (Putih, Kuning, dan Coklat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahanikan hiu dan jamur tiram berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia (karbohidrat, kadar abu, kadarair, kadar lemak, dan kadar protein). Hasil uji organoleptik dari nugget berbeda tidak nyata. Hasil penelitiandiperoleh kadar karbohidrat total (by difference) 29,97-57,42%, kadar air 27,7-59,31%, kadar abu 1,38-2,40%,kadar protein 6,13-24,31%, kadar lemak 0,06-0,08%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaikadalah perlakuan ikan hiu : tepung terigu 105g : 60g dan jamur tiram putih yang menghasilkan nugget ikanhiu dengan kadar air 43,2%, kadar abu 1,85%, kadar protein 24,21%, kadar lemak 0,06%, kadar karbohidrat3,58%, rasa jamur (1,30), tekstur juicines (0,88), aroma ikan hiu (1,43), dan kesukaan keseluruhan (2,56).Kata kunci : Nugget, ikan hiu, tepung terigu, variasi jamur tiram.

Sukur, Muji; Jananto, Arief; Khristianto, Teguh

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Pengelolaan jamur tiram memang masih memiliki komoditas andalan bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Namun beragam kendala telah menghadapkan petani pembudidaya dengan berbagai upaya penerapan teknologi kekinian. Salah satunya adalah pengendalian dan pengelolaan area kumbung jamur dengan pengaturan teknologi elektronik. Perlunya penerapan standar operasional dan prosedur guna mendukung penerapan teknologi ini sebagai salah satu upaya pendekatan kondisi alamiah diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap produktifitas budidaya yang berkelanjutan dan tidak mengenal musim. Beberapa standar yang diterapkan adalah penggunaan perangkat elektronik dengan merek “UNOUMI” telah terimplementasi dan mampu mendukung pembudiaya di berbagai lokasi seperti Pati, Malang, Semarang, Tegal dan Ambarawa.

Linda Kurniawati, Tri Murti Handayani, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Abon merupakan makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat yang dibuat dari bahan hewani. Seiring berkembangnya zaman, gaya hidup vegetarian mulai menjadi tren di masyarakat. Kebutuhan pangan dari bahan non hewani tersebut memberi peluang bisnis untuk mengolah abon dari bahan nabati jamur tiram putih(Pleurotus ostreatus) yang dapat diterima dan disukai konsumen.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, dengan dua faktor perlakuan, yaitu persentase berat jamur tiram (90%, 80%, dan 70%) dan variasi jenis bahan campuran (koro pedang, keluwih, dan nangka muda).Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kombinasi perlakuan persentase berat jamur tiram dan jenis bahan campuran yang paling tepat, sehingga dihasilkan formulasi abon nabati yang berkualitas dan disukai konsumen.Berdasarkan analisis kimia dan uji organoleptik maka dapat direkomendasikan bahwa Formulasi Abon Nabati (Si bona) yang menghasilkan produk abon nabati yang berkualitas dan disukai konsumen adalah kombinasi perlakuanpersentase berat jamur tiram 70% dengan variasi jenis bahan campuran koro pedang. Abon tersebut memiliki karakteristik:kadar air5,12%; kadar abu 3,00%; kadar protein 8,30%; kadar lemak 10,78%; warna coklat (2,73); disukai baik rasa (2,93) maupun secara keseluruhan (3,06).Kata kunci: Nabati, abon, jamur tiram.