Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 1,605

Analytics

Zebua, Anistuti; Sandra, Elitzha; Angrayni, Nuria; Sakinah, Sakinah; Nevaldi, Fiken +3 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Pargarutan Julu Village, East Angkola District, South Tapanuli does not yet have a waste disposal site (TPS), causing residents to habitually dump waste into rivers and burn it around residential areas. In addition, the lack of knowledge about natural disaster mitigation is a problem that needs to be addressed urgently. Objective: This community service activity aims to increase public knowledge and awareness through education on waste management (sorting organic and inorganic waste, impacts of river pollution, and the 3R principle: Reduce, Reuse, Recycle) and natural disaster preparedness (floods and fires). Methods: The activity was conducted outdoors in the village at night using lecture, PowerPoint presentation, and interactive discussion methods, involving 35 participants consisting of children and village residents of Pargarutan Julu. Results: The activity showed high enthusiasm from participants, with many questions raised during the interactive discussion sessions. There was an increase in community understanding of the importance of waste sorting, the dangers of dumping waste into rivers, the application of the 3R principle, and steps for preparedness against flood and fire disasters. Conclusion: The participatory outdoor educational approach effectively improved knowledge and awareness of Pargarutan Julu Village residents regarding proper waste management and natural disaster preparedness, and encouraged sustainable behavioral change in the community.

Alya Maha Devi Tahta Amrina; Gladys Greselda Gosal

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In an increasingly competitive business environment, particularly within the tourism industry, an organisation's ability to innovate and design effective strategic planning has become a critical factor in sustaining and improving organisational performance. This study aims to analyse the effect of innovation and strategic planning on organisational performance at Kampung Coklat Blitar Educational Tourism. This study employed a quantitative approach, with data collected through questionnaire distribution involving 53 respondents. The sampling was conducted using a saturated sampling technique (census), in which all members of the population were used as research samples. The sampling criteria consisted of senior-level active employees with a minimum of eight years of work experience and managers at Kampung Coklat Blitar Educational Tourism. Data analysis was carried out using the SPSS software. The results of the study indicate that innovation has a positive and significant effect on organisational performance with a P-value of 0.006 and a T-statistic of 2.869. Furthermore, strategic planning also has a positive and significant effect on organisational performance with a P-value of < 0.001 and a T- statistic of 5.573.

Nurrahman Fajrul Sinrang; Firman Husain

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2026 Universitas Muhammadiyah Manado

Child marriage remains a significant issue negatively impacting the health and quality of the younger generation, particularly through the increased risk of stunting in children. This article discusses the results of an educational outreach titled “Marriage Is Not Just About Legality: Legal Education on Marriage Dispensation and Its Implications for Stunting Prevention Among Students,” conducted at SMA Negeri 3 Parepare. The outreach aimed to raise students’ awareness about the relationship between minimum marriage age, marriage dispensation, and the health impacts on children, especially the risk of stunting. The methods employed included deconstruction, brainstorming, material delivery, reconstruction, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Results demonstrated a significant improvement in students’ understanding from both medical and legal perspectives. The discussion focused on analyzing the contradictory legal norms regarding minimum marriage age and marriage dispensation, which frequently lead to implementation challenges. This outreach underscores the importance of integrating legal education and reproductive health as a preventive strategy to reduce child marriage and prevent stunting. Consequently, the program contributes to shaping a healthy, legally aware younger generation capable of making mature and responsible marriage decisions.

Rahman; Mersatika H, Agnes Mersatika H; Wulandari, Windi; Tanzil, Zahra Sa’ada Fatiyyah; Damayanti, Yunita Dewi +1 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tingginya tekanan akademis yang dialami mahasiswa berpotensi menambah tingkat stres serta berbagai masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, sangat penting untuk melaksanakan upaya pencegahan dan promosi melalui pendidikan mengenai kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek pendidikan kesehatan mental dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa di Universitas Halu Oleo, Kendari, tentang kesehatan mental dan stres yang berkaitan dengan akademik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-eksperimental yang melibatkan pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok dengan partisipasi sebanyak 76 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui aplikasi Quizizz, baik sebelum maupun setelah sesi edukasi kesehatan mental yang dilakukan secara online melalui Zoom Meeting, dengan dukungan materi dari PowerPoint dan diskusi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan, dari 6,83 pada pre-test menjadi 8,71 pada post-test. Analisis menggunakan uji t berpasangan mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor yang diperoleh sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kesehatan mental melalui platform daring efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kesehatan mental serta tekanan akademik. Pembelajaran kesehatan mental bisa berfungsi sebagai salah satu pendekatan pendorong dan pencegahan yang mendukung pengembangan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa, dan dapat diperluas sebagai program yang berkelanjutan dalam konteks perguruan tinggi.

Pratama, Cici; Dinata, Gunawan Septa

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan perifer nervus fasialis (N VII) yang bersifat akut dan umumnya idiopatik. Penelitian ini bertujuan untuk  melaporkan kasus tentang gambaran klinis dan tata laksana Bell’s palsy perifer sinistra pada pasien anak usia 3 tahun. Jenis penelitian ini penelitian studi kasus melaporkan kasus Pasien datang dengan keluhan wajah asimetris sejak dua hari sebelum pemeriksaan, ditandai dengan sudut mulut kiri menurun, kesulitan menutup mata kiri (lagoftalmus), serta gangguan saat makan dan minum. Tidak ditemukan riwayat trauma, infeksi sistemik, maupun kelainan neurologis lain. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum baik dengan tanda vital dalam batas normal. Status neurologis menunjukkan parese nervus fasialis sinistra tipe lower motor neuron, ditandai ketidakmampuan mengerutkan dahi kiri, lipatan nasolabial menghilang, dan senyum asimetris, tanpa keterlibatan saraf kranialis lainnya. Diagnosis ditegakkan sebagai Bell’s palsy perifer sinistra dengan diagnosis banding stroke iskemik dan sindrom Ramsay Hunt. Penatalaksanaan meliputi pemberian kortikosteroid (prednison), vitamin B kompleks, serta edukasi latihan otot wajah. Evaluasi lanjutan menunjukkan perbaikan bertahap dan pasien sembuh total dalam 14 hari tanpa komplikasi. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan terapi adekuat pada Bell’s palsy anak untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan fungsi saraf fasialis.

Haliza, Nur; Yusran, Sartiah; Bahar, Hartati

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tingginya kebiasaan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan siswa dalam memilih jajanan yang sehat dan aman. Kondisi ini menyebabkan anak berisiko mengonsumsi makanan yang tidak higienis, mengandung bahan berbahaya, serta terkontaminasi mikroba yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti diare, mual, muntah, hingga keracunan pangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media game edukasi ular tangga terhadap peningkatan perilaku dalam mengonsumsi jajanan sehat.  Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental (Pre-Experimental) melalui pendekatan one group pre test post test design. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan media permainan ular tangga edukatif, kemudian Data dianalisis menggunakan uji parsial (uji t). Hasil penelitian Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel pengetahuan dan sikap memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000, sedangkan tindakan sebesar 0,001, dimana seluruh nilai Sig. < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media game edukasi ular tangga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan tindakan siswa dalam mengonsumsi jajanan sehat di SDN 96 Kendari. Media permainan edukatif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan partisipatif sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran

Susanti, Susan; Badi’ah, Atik; Dedi, Blacius

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Latar Belakang: Kekurangan Energi KRONIS (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan, serta bayi berat lahir rendah. Data di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir menunjukkan masih tingginya jumlah ibu hamil dengan KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir, dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian KEK yang diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan KEK adalah pola konsumsi. Ibu hamil dengan pola konsumsi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang memiliki pola konsumsi baik. Simpulan: Penelitian ini adalah kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, dengan pola konsumsi sebagai faktor dominan. Diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi dan pemantauan status gizi secara rutin untuk menurunkan kejadian KEK.

Karimuna, Siti Rabbani; Indri, Gracia; Inun; Nurzana; Ocin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kebersihan lingkungan kampus merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana akademik yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih sering ditemukan sehingga mencerminkan rendahnya kesadaran lingkungan dan kepatuhan mahasiswa dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesadaran lingkungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam membuang sampah pada tempatnya di Kampus Universitas Halu Oleo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (81%), berusia 20 tahun (37%), dan berasal dari semester 6 (63%). Sebagian besar responden memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang sangat baik (72%), kepatuhan membuang sampah pada tempatnya yang sangat baik (78%), serta menilai faktor lingkungan kampus berperan dalam mendukung pengelolaan sampah (53%). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik cenderung memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dalam membuang sampah pada tempatnya. Kesimpulannya, kesadaran lingkungan berperan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa untuk menjaga kebersihan kampus. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, serta penguatan kebijakan kampus guna meningkatkan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa.

Putranto, Ivan Brian; Daramatasia, Wira; Ramadhani, Rahmaniah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Penggunaan vape semakin meningkat pada kalangan remaja dan mahasiswa, termasuk mahasiswa kesehatan yang seharusnya memiliki pemahaman lebih baik mengenai dampak kesehatan penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape pada mahasiswa kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan kategori pengetahuan yang dominan adalah kategori baik (41,5%) dan sikap tidak mendukung terhadap penggunaan vape (70,2%). Hasil uji Somers’ d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape (p=0,045) dengan koefisien korelasi sebesar -0,146 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sangat lemah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa, maka sikap terhadap penggunaan vape cenderung semakin tidak mendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat mendukung terbentuknya sikap yang tidak mendukung terhadap penggunaan vape sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif mengenai bahaya vape pada mahasiswa kesehatan

Marfi, Wa Ode Elsa; Majid, Ruslan; Akib, Nurhijrianti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Minuman manis merupakan minuman yang mengandung kadar gula tinggi dan apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi minuman manis pada anak sekolah masih cukup tinggi sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terkait bahaya konsumsi minuman manis. Salah satu metode edukasi yang dapat digunakan yaitu melalui media video dan leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang bahaya konsumsi minuman manis di SD Negeri 6 Raha. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan two group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 6 Raha sebanyak 160 siswa, dengan sampel sebanyak 114 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa tentang bahaya konsumsi minuman manis.

Marini Marini; Hesti Setiorini; Lussyefrida Yanti; Andry Sartika

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Elderly people are a vulnerable group experiencing declining body functions and an increased risk of degenerative diseases, requiring promotive and preventive efforts to maintain their health. One alternative is the utilization of kitchen spices as herbal drinks because they contain various bioactive compounds that are beneficial for health. However, knowledge among the elderly regarding the benefits and processing methods of herbal ingredients is still limited. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of elderly participants in utilizing kitchen spices as herbal drinks at LKS Payung Besurek Bengkulu City. The method used a participatory approach through educational sessions, interactive discussions, and direct practice in preparing herbal drinks. The results showed high enthusiasm from participants during the activities. Around 85% of participants experienced increased understanding of the health benefits of kitchen spices. Participants were also able to independently prepare herbal drinks using easily available local ingredients. In addition, the activity generated positive social impacts, including improved interaction, increased awareness of healthy lifestyles, and greater independence in maintaining health through natural ingredients. Therefore, this education program is an effective community-based health empowerment strategy for the elderly.

Tetelepta, Josi Petrosina; Mulyanti; Ester

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Stunting dan malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada wilayah endemis, termasuk Kabupaten Nabire, Papua. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko infeksi malaria dan gangguan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria di wilayah kerja Puskesmas Kimi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Kelompok kasus terdiri atas balita stunting yang memiliki riwayat malaria dalam satu tahun terakhir, sedangkan kelompok kontrol merupakan balita dengan status gizi normal dan tanpa riwayat malaria. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kondisi lingkungan rumah, serta penelusuran data kesehatan. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakteristik lingkungan fisik rumah berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria (p<0,05). Faktor yang terbukti berasosiasi meliputi tipe bangunan rumah, jenis lantai, penggunaan kawat kasa pada ventilasi, kondisi lingkungan di dalam rumah, serta kondisi lingkungan sekitar rumah yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam meningkatkan paparan terhadap malaria yang selanjutnya dapat memengaruhi status kesehatan dan pertumbuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berpotensi meningkatkan risiko stunting melalui peningkatan kejadian malaria dan penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting di daerah endemis malaria perlu diintegrasikan dengan perbaikan kualitas perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, pengendalian vektor, serta edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Yeni; Karimuna, Siti Rabbani; Hikmawati, Zainab

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya motivasi serta kurangnya dukungan positif dari teman sebaya. Edukasi kesehatan melalui media audio visual dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya rokok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 kendari tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 796 siswa dengan sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motivasi meningkat dari 18,18 menjadi 28,75, dukungan teman sebaya meningkat dari 19,72 menjadi 27,93, serta perilaku merokok meningkat dari 19,30 menjadi 29,47 setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value = 0,000) (<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 Kendari Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan melalui media audio visual efektif dalam meningkatkan motivasi, dukungan teman sebaya, dan perubahan perilaku merokok pada siswa.  

Alvy Nur Hidayati; Ayu Aminatussyadiah; Rara Febrian Aurilawati

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

A common health problem, especially in developing countries, is anemia. This is common among adolescent girls due to their lack of knowledge about anemia. This puts them at risk of developing anemia, particularly because menstruation is a contributing factor. Providing health education is expected to change behaviors toward a healthy lifestyle and contribute to preventing anemia among adolescent girls. This community service activity was held on May 26, 2026, at SMK Bhakti Indonesia Medika, and was attended by female students of childbearing age. The methods used included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and sharing sessions. Pretests and posttests were used as evaluation materials to measure the increase in students' knowledge. The average pretest score was 7, while the average posttest score was 12, indicating a 5 point increase in knowledge about anemia among adolescent girls. The students demonstrated interest and enthusiasm during this activity. The results and conclusions of the e-booklet-based education program proved to be an effective alternative medium for increasing students' knowledge about anemia prevention. It is hoped that similar education can be implemented sustainably to improve the quality of healthy life in adolescent girls.

Rhadika Wahyu Kurnia Ningrum; Alvy Nur Hidayati; Ho Soyen

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

Sexuality education is crucial for equipping adolescents and fostering healthy, responsible behavior. Lack of knowledge and understanding regarding sexuality education can increase the risk of sexual behavior, which can impact physical and mental health, and reduce concentration during learning. This activity aims to increase the knowledge of students at SMK Bhakti Indonesia Medika in Pangkalanbun Regency regarding education on preventing sexual harassment in the school environment. The outreach activity was conducted in May 2026 with 43 students aged 15-16 years, using a pretest-posttest method, leaflets, and PowerPoint presentations. The results showed an increase in the average student knowledge score from 50 to 95 after the education. The majority of students were 16 years old, and some had boyfriends. These findings indicate that the education provided in schools is very effective and useful as a warning to take the first step in preventing sexual harassment in the school environment for adolescents. This education can be recommended for regular replication to strengthen a safe and responsive school culture to child protection issues.

Depita Kardiati; Risna Dewi; Ferizaldi Ferizaldi; Syarifah Chairunnisak; Jamiati KN

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

A safe and inclusive learning environment is an important factor in supporting the educational process. However, various forms of bullying behavior, such as teasing, giving negative nicknames, and social exclusion, are still found in schools and may hinder the creation of a comfortable and child-friendly learning environment. This community service activity aimed to improve students’ understanding of bullying and its impacts, as well as to instill the values of mutual respect as an effort to create a safe and inclusive learning environment. The activity was conducted at SD Negeri 2 Muara Batu, Aceh Utara Regency, through the XXXVIII Community Service and Empowerment Program (KKN-PPM) of Malikussaleh University in 2026. The methods used were educational and participatory approaches implemented through preparation, implementation, and evaluation stages. The activities were carried out through socialization sessions, discussions, question-and-answer sessions, simulations, and educational games. The results showed an improvement in students’ understanding of the forms, causes, and impacts of bullying, including verbal, physical, and social bullying. In addition, students demonstrated more positive attitudes, such as increased awareness of respecting differences, treating peers with respect, reducing teasing behavior, and developing empathy and concern for others. The activity also received positive responses from the school, as it was considered supportive of character education and the creation of a more conducive learning atmosphere. Therefore, anti-bullying education through educational and participatory approaches can serve as an effective strategy for creating a safe, comfortable, and inclusive learning environment for elementary school students.

Aurelius Gelu; Ines Genoveva Hane; Maria Regina Moi Pea; Natalia Imelda Seran; Marylin S. Junias +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Keamanan dan kesehatan di tempat kerja adalah salah satu hal penting dalam membentuk suasana kerja yang aman, terutama bagi pekerja bongkar muat (TKBM) yang menghadapi risiko kecelakaan kerja yang cukup besar. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi standar merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di area pelabuhan. Namun, hasil pengamatan di Pelabuhan Tenau menunjukkan masih ada pekerja yang mengenakan APD tidak sesuai standar SNI dan tidak menggunakan APD secara lengkap saat bertugas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendidikan penggunaan APD terhadap pengetahuan keselamatan kerja pada pekerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tenau. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 28 responden dengan alat penelitian berupa kuesioner yang berisi 10 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan edukasi, rata-rata responden berhasil menjawab dengan benar 6 pertanyaan (60%) dan memberikan jawaban salah pada 4 pertanyaan (40%). Setelah mendapatkan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan di mana sebagian besar responden dapat menjawab dengan benar sebanyak 9 pertanyaan (90%) dan jawaban salah berkurang menjadi 1 pertanyaan (10%). Berdasarkan hasil studi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan APD berdampak pada peningkatan pengetahuan keselamatan kerja bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Sehingga, diperlukan pengawasan dan pendidikan secara berkala mengenai pemakaian APD yang memenuhi standar SNI untuk meningkatkan keselamatan kerja di area pelabuhan.  

oktaviani, fifin; Oktaviani, Fifin; Muliana, Helda; Candra, Heldi

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Substance and prescription drug misuse among adolescents continues to escalate and demands targeted preventive strategies within the school setting. This community service activity aimed to enhance students’ knowledge about the hazards of drug abuse through an interactive, school-based educational intervention. The program was conducted on 11 November 2026 at SMA Negeri 7 Kota Batam, involving fifty grade-X students as participants. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The intervention combined interactive lectures, real-case illustrations, and two-way discussion, with knowledge measured using a content-validated questionnaire covering ten indicators. The mean score improved from 55.2 (pretest) to 86.3 (posttest), a gain of 31.1 points, while the proportion of correct answers across indicators rose from 48.6-62.9% to 80.0-91.4%. The largest gains appeared on items concerning rational drug use and the importance of professional health guidance, whereas the legal-consequence indicator improved more modestly. Interactive, contextually relevant education proves effective in elevating adolescent knowledge of drug abuse hazards, with stronger gains on experience-near content than on abstract regulatory aspects.

Novitasari, Dwi; Endah Tri Wahyuningtyas; Dina Anggraeni Susesti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel pengabdian ini menyajikan program partisipatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dan kebun hidroponik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Betro. Program dirancang berdasarkan kondisi awal berupa kebiasaan membuang sampah campur, belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, serta masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui analisis situasi, sosialisasi 3R, pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana, pembuatan demplot hidroponik, serta pendampingan kader. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action dan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan unsur PKK, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang pengelolaan sampah, munculnya kebiasaan memilah sampah dari rumah, terbentuknya titik kumpul sampah anorganik yang bernilai jual, serta pemanfaatan kebun hidroponik sebagai media belajar lingkungan dan sumber sayur rumah tangga. Integrasi kedua program mendorong perubahan perilaku yang lebih nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Mahmuda Pancawisma Febriharini; Hadi Karyono; Krismiyarsi; Siti Mariyam

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anak merupakan amanah dan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan secara optimal dari segala bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi ekonomi melalui pekerjaan yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Meskipun hukum Indonesia telah mengatur perlindungan anak melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, masih ditemukan rendahnya pemahaman anak dan masyarakat mengenai hak-hak anak dalam dunia kerja. Kegiatan penyuluhan hukum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum anak-anak di Panti Sosial Anak Tawangmangu mengenai hak anak, batasan pekerjaan yang diperbolehkan bagi anak, serta perlindungan hukum terhadap praktik eksploitasi anak. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, ketentuan pekerja anak, dan mekanisme perlindungan hukum apabila terjadi pelanggaran hak anak. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu membangun kesadaran hukum sejak dini sehingga anak-anak dapat memahami hak dan kewajibannya serta terhindar dari berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan pelanggaran hak anak.