Publication Search

73,097 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 73

Analytics

Solehudin; Nur Eni Lestari; Irma Herliana

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penyakit asam urat (gout) adalah gangguan metabolik yang sering dialami oleh lansia, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, keterbatasan gerakan, serta penurunan kualitas hidup. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian, yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri yang parah. Faktor risiko utama termasuk pola makan yang kaya purin, obesitas, gangguan ginjal, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Namun, banyak lansia yang kurang memahami penyebab, gejala, dan penanganan penyakit ini dengan baik, sehingga kondisi mereka seringkali memburuk. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam merawat penyakit asam urat secara mandiri. Program ini diselenggarakan melalui penyuluhan kesehatan yang interaktif, dengan materi yang mencakup etiologi penyakit asam urat, manifestasi klinis, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta berbagai strategi pengelolaan yang efektif. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah modifikasi gaya hidup, yang meliputi diet rendah purin, hidrasi yang cukup, serta pentingnya aktivitas fisik. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap terapi medis yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah yang interaktif, sesi tanya jawab, dan distribusi leaflet informatif untuk memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah RW 05 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh sejumlah lansia yang aktif berpartisipasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang penyakit asam urat dan bagaimana cara merawatnya. Lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola kondisi mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan lansia dapat lebih mandiri dalam mengelola asam urat, mengurangi frekuensi serangan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Arini Putri Antika; Zul Andriatha; Firmansyah Firmansyah; Attiya Istarini; Erny Kusdiyah

Jurnal Ilmu Kesehatan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Preeclampsia is a condition of hypertension occurring after 20 weeks of gestation, accompanied by organ dysfunction and proteinuria. Preeclampsia is classified into Early Onset Preeclampsia (EOPE), which occurs before 34 weeks of gestation, and Late Onset Preeclampsia (LOPE), which occurs after 34 weeks of gestation. EOPE carries a higher risk of maternal and fetal complications compared to LOPE. This research aims to analyze the complications in mothers and fetuses with EOPE and LOPE that were terminated at RSUD Raden Mattaher Jambi between 2020 and 2022. This descriptive research was conducted in the Medical Records Department of RSUD Raden Mattaher, Jambi, involving 82 patients who experienced both maternal and fetal complications with EOPE and LOPE that were terminated. Sampling was carried out using the total sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The results of this research showed that the prevalence of EOPE was 69.5%, while LOPE accounted for 30.5%. Maternal complications were more commonly found in EOPE cases, including eclampsia (42.1%), HELLP syndrome (36%), premature rupture of membranes (14%), placental abruption (14%), and maternal mortality (5.3%). Fetal complications in EOPE included Respiratory Distress Syndrome (RDS) (10.5%), prematurity (26.3%), low birth weight (29.8%), Intrauterine Growth Restriction (IUGR) (10.5%), and Intrauterine Fetal Death (IUFD) (1.8%). The perinatal mortality rate in EOPE was 7%, with asphyxia recorded in 12.3% of cases. EOPE is more frequently encountered than LOPE and is associated with more severe maternal and fetal complications. Early detection and management of EOPE are crucial to reducing complications and improving pregnancy outcomes.

Andika Rizqiana Putri; Septi Tri Aksari; Norif Didik Nur Imanah; Yuli Sya’baniah Khomsah

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm dan berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bubur kacang hijau dalam meningkatkan LILA pada ibu hamil dengan KEK. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada satu subjek, Ny. L, usia 33 tahun, dengan usia kehamilan 18+6 minggu. Intervensi dilakukan dengan pemberian bubur kacang hijau sebanyak 200 ml dua kali sehari selama 10 hari. Hasil menunjukkan peningkatan LILA dari 22 cm menjadi 23 cm. Bubur kacang hijau yang kaya protein, asam folat, vitamin, dan mineral terbukti efektif meningkatkan status gizi ibu hamil. Intervensi ini dapat dijadikan terapi komplementer dalam penanganan KEK.    

Dwi Rahayuningtyas, Galuh

SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Gangguan pada tidur adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada kuantitas, kualitas, dan atau durasi tidur. Gangguan tidur yang umum terjadi adalah insomnia dan sleep apnea. Jika tidak ditangani, insomnia maupun sleep apnea dapat menjadi kronis dan mengakibatkan terkena gejala penyakit yang lebih serius lainnya seperti hipertensi, depresi, penurunan fisik dan juga fungsi fital yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Dengan adanya sebuah sistem yang dapat membantu prediksi diagnosis gangguan tidur akan membantu mengetahui gangguan tidur yang diderita dan dapat ditangani dengan segera. Proses prediksi dilakukan menggunakan metode klasifikasi algoritma Naïve Bayes Gaussian. Berdasarkan pengujian data training dan data uji didapatkan akurasi sebesar 85,3%. Hal tersebut membuktikan bahwa klasifikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes Gaussian tergolong baik untuk memprediksi gangguan tidur.

Lince Nainggolan; Umi Eliawati; Elvi Murniasih

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Deviations from normal that directly cause pain and death for the mother and baby. The high maternal mortality rate is caused by high risk, namely women with 4T conditions (pregnancies that occur at too young an age, too old an age, too close a pregnancy distance, too many children). This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women about the 4T factors with pregnancy complications in the Tanjung Unggat Community Health Center working area. The research design used in this research is cross sectional analysis. The sampling technique in this research was accidental sampling of 38 people. The results of research conducted on 38 respondents conducted in August 2024 showed that 22 respondents had sufficient knowledge with a p value of 0.002, where there was a relationship between knowledge and high risk pregnancy (4T) at the Tanjung Unggat Health Center. Meanwhile, there were 25 respondents who had a positive attitude and the risk of pregnancy complications with a p value of 0.000, where there was a relationship between attitude and high risk pregnancy (4T) at the Tanjung Unggat Community Health Center. It is hoped that respondents will better understand the concept of high risk of 4T during pregnancy and be more concerned about the mother's health when planning the next pregnancy.

Erna Wati; Ester Simanullang; Febriana Sari

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Unhealthy pregnancies will affect the health of the mother and baby, which can lead to fatal pregnancies and even obstructed labor and breastfeeding. So in pregnancy, care is needed during pregnancy which needs to be monitored by carrying out routine ANC so that early examination or detection can be carried out since pregnancy. The aim of the research is to find out in depth what factors influence complications in pregnancy at the Terangun Nursing Health Center in 2024. This research uses a descriptive design with a quantitative type of research using case control research and a retrospective approach where the research takes data from the past. . The research sample was pregnant women who experienced complications and who did not experience pregnancy complications. Research results Age influences the occurrence of complications in trimester pregnancies with the results of the chi-square statistical test on maternal age, namely ρ=0.006<0.05. Parity influences the occurrence of complications in the third trimester of pregnancy with the results of the chi-square test, namely ρ=0.020<0.05. Pregnancy spacing influences the occurrence of complications in the third trimester of pregnancy using the chi-square test, namely ρ=0.018<0.05. Research suggestions: It is hoped that health workers, especially midwives in hospitals, will be able to provide counseling and education regarding the danger signs of complications that may occur in the third trimester of pregnancy..

Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas  didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta  tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.

Sri Tanjung Rejeki; Yuni Fitriani; Natiqotul Fatkhiyah; Sania Alifatimah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita, namun kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai risiko dan komplikasi, baik bagi ibu hamil maupun janin. Setiap tahun, sejumlah wanita meninggal dunia akibat masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, atau komplikasi selama masa kehamilan. Komplikasi-komplikasi ini, baik yang bersifat fisiologis maupun patologis, dapat berpotensi meningkatkan AKI dan AKB. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap faktor-faktor risiko kehamilan dan pemantauan kondisi ibu hamil sangat penting untuk menurunkan angka kematian tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi potensi risiko pada ibu hamil adalah dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR).. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya deteksi dini faktor risiko selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah pengisian KSPR pada 31 ibu hamil. Dari 31 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini, sebagian besar (58%) dalam kategori Kehamilan Risiko Tinggi (KRT), jumlah 18 orang.

Sim, Alfred Sutrisno; Santoso, Alexander Halim; Kusuma, Kanaya Fide; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Destra, Edwin

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2024 Universitas Muhammadiyah Manado

Neuropati diabetik merupakan komplikasi kronis yang sering dialami oleh individu dengan diabetes, terutama pada kelompok usia lanjut, dan disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Edukasi dan skrining gula darah puasa menjadi langkah preventif yang penting untuk mengurangi risiko neuropati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk melaksanakan edukasi dan skrining gula darah puasa pada lansia. Edukasi mencakup pengenalan faktor risiko neuropati diabetik, penerapan pola hidup sehat, dan deteksi dini melalui skrining gula darah. Hasil: Kegiatan ini melibatkan peserta usia lanjut yang mengikuti sesi edukasi dan pemeriksaan gula darah puasa. Sebagian besar peserta memahami pentingnya menjaga kadar gula darah sebagai upaya pencegahan neuropati. Hasil skrining menunjukkan bahwa edukasi kesehatan terkait gula darah puasa berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya pengelolaan glukosa darah. Skrining yang dikombinasikan dengan edukasi memberikan pengetahuan yang mendalam dan mendorong gaya hidup sehat pada kelompok ini. Skrining kadar gula darah puasa efektif dalam mendeteksi risiko neuropati diabetik serta meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya kontrol gula darah sebagai upaya preventif.  

Sari, Triyana; Sitorus, Ribka Angeline Hariesti; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Obesitas adalah kondisi di mana seseorang memiliki berat badan melebihi batas normal akibat penumpukan lemak berlebih dalam tubuh. Obesitas berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, yaitu suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat memberikan respon kepada insulin secara efektif. Oleh sebab itu, edukasi dan skrining rutin pada kelompok lanjut usia dalam rangka mendeteksi dan mengelola resistensi insulin pada tahap awal merupakan hal yang sangat penting. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode PDCA (Plan-Do-Check-Act), yang mencakup edukasi tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen berat badan, serta skrining kadar insulin. Berdasarkan kegiatan ini, edukasi dan skrining terbukti penting dalam mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup lanjut usia.

Baety, Nimas Citra Nur; Pinanggih, Kartika Indarti; Fitria, Mifta Anisa; Rahayu, Sri

Nursing Applied Journal 2024 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Hipertensi seringkali terjadi di masyarakat yang menyebabkan kecacatan dan kematian. Penting sekali self management behaviors untuk meningkatkan perawatan secara mandiri oleh pasien hipertensi agar dapat terhindar dari komplikasi penyakit stroke Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self management behaviours pasien hipertensi komorbiditi stroke. Metode yang akan digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan self management behaviors questionnaire versi Bahasa Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini yaitu pasien hipertensi dengan komorbiditi stroke sebanyak 89 partisipan. Rumah sakit yang akan digunakan yaitu RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran self management behaviour pada pasien hipertensi di RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen sebagian besar berada pada kategori cukup yaitu 41 orang (46,1%), sedangkan pada kategori baik didapatkan sebanyak 27 orang (30,3%) dan pada kategori kurang sebanyak 21 orang (23,6%).

Sim, Alfred Sutrisno; Alifia, Khalisya; Aditya, Vincent; Christian, Farell; Destra, Edwin

jurnal ABDIMAS Indonesia 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan sering terjadi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan berbagai komplikasi kesehatan. Apolipoprotein A dan B diketahui memiliki hubungan dengan depresi, sehingga dalam upaya pencegahan dan pengelolaan depresi pada lansia, perlu dilakukan skrining apolipoprotein A dan B. Maka dari itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act) untuk memastikan keberlangsungan kegiatan ini dan meningkatkan kualitas kegiatan dengan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan edukasi kesehatan mengenai pentingnya nutrisi dan aktivitas fisik, serta dukungan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pada lansia, didapatkan kadar apolipoprotein A rata-rata adalah 155.59 mg/dL dan apolipoprotein B rata-rata adalah 93.2 mg/dL. Sebanyak 59.1% lansia tidak mengalami depresi, sementara 20.4% mengalami depresi ringan, 9.7% depresi sedang, dan 10.8% depresi berat. Deteksi dini merupakan hal yang penting sehingga individu dapat mencari yang tepat dapat membantu mengelola kadar apolipoprotein, mengurangi risiko depresi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kurniawan, Restu Aji; Daryaswanti, Putu Intan

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi di mana fungsi ginjal menurun. Salah satu terapi dari gagal ginjal kronik adalah hemodialisa. Pasien GGK yang menjalani hemodialisa tentu harus mengikuti penatalaksanaan salah satunya yaitu diet. Kepatuhan diet dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik (ggk) dengan hemodialisa di Rumah Sakit X Ubung. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah jenis non probability sampling yaitu purposive sampling, dengan jumlah responden 60 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner kepatuhan diet sejumlah 13 pertanyaan. Analisa data yang digunakan peneliti yaitu dengan analisa univariat dan hasil yang diperoleh menggunakan program IBM SPSS Statistic 25. Hasil : Hasil penelitian dari 60 responden adalah sebanyak (85%) patuh terhadap diet. Proporsi tertinggi usia 46-59 tahun sebanyak 26 orang (43,3%). Sebagian besar subyek berjenis kelamin laki – laki sebanyak (61,7%). Dari tingkat pendidikan sebagian besar berada pada tingkat pendidikan SMA sebanyak (40%). Sedangkan jenis pekerjaan, sebagian besar responden Wiraswasta yaitu sebanyak (55%) dan Lama Hemodialisa sebanyak (50%) menjalani hemodialisa selama 1-24 bulan. Simpulan : Pasien sudah banyak yang patuh terhadap diet yang dianjurkan oleh tenaga medis. Untuk mempertahankan kepatuhan dapat dilakukan dengan pemberian edukasi setiap selesai hemodialisa. Peran tenaga medis dan pasien serta keluarga sangat dibutuhkan dalam menjaga kondisi pasien selama program hemodialisa.

Ernawati Ernawati; Joshua Kurniawan; Gunaidi, Farell Christian; Fernando Nathaniel; Ranindita Maulya Ismah Amimah +1 more

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Obesity, characterised by excessive or abnormal fat accumulation, poses significant health risks. The prevalence of obesity in Indonesia's adult population increased from 14.8% in 2013 to 21.8% in 2018, with central obesity rising from 26.6% to 31%. Contributing factors include genetics, lifestyle, psychological stress, and socioeconomic status. Although the Body Mass Index (BMI) is a standard measurement for assessing obesity, BMI does not accurately reflect the composition or distribution of body fat. Therefore, additional anthropometric measurements such as waist and hip circumference are essential. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Action) methodology to screen for obesity in adults at Kalam Kudus Middle School, West Jakarta. Of the 129 participants, 26 people (20.16%) were overweight and 35 people (27.14%) were obese. Waist circumference indicated central obesity in 61 women (47.29%) and 19 men (14.73%). Hip circumference showed that 9 men and women (6.98%) had a high risk of metabolic disease. Anthropometric measurements provide important insights into obesity and its health implications, emphasising the need for regular screening and lifestyle modification.

Dina Sagahum Thahura; Riski Oktafia; Eli Herningsih

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Komplikasi persalinan sectio caesarea (SC) berisiko mengalami infeksi dan dehisensi luka. Infeksi dan dehisensi luka post SC akibat kegagalan proses penyembuhan luka insisi setelah operasi. Salah satu intervensi untuk mengatasi dehisensi luka post sectio caesarea dengan menerapkan MOLUSI yaitu perawatan luka dehisensi post sectio caesarea, mobilisasi dini dan konsumsi nutrisi tinggi protein.  Studi kasus ini bertujuan untuk melihat hasil penerapan MOLUSI untuk mempercepat proses penyembuhan luka pada ibu post sectio caesaria dengan luka dehisensi. Penelitian ini menggunakan metode case report dengan pre-post intervensi.  Sampel penelitian ini sebanyak 1 ibu post sectio caesaria dengan dehisensi luka yang dirawat di Rumah Sakit RSUD Tjitrowardojo purworejo. Intervensi  yang dilakukan dengan penerapan MOLUSI yaitu perawatan luka dehisensi, mobilisasi dini dan konsumsi nutrisi tinggi protein yang dilakukan selama 3 hari. Hasil menunjukkan setelah dilakukan intervensi MOLUSI (perawatan luka dehisensi post sectio caesarea, mobilisasi dini dan konsumsi nutrisi tinggi protein), luka dehisensi membaik  dengan skala REEDA dari skala 10 menjadi skala 5.  Intervensi MOLUSI (Mobilisasi, Perawatan Luka, dan Nutrisi) efektif dapat mempercepat penyembuhan luka dehisensi pada pasien post sectio caesarea.    

Dewi Nur Sukma Purqoti; Dian Istiana; Zaenal Arifin; Baiq Ruli Fatmawati; Ilham Ilham

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

. Diabetes mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that are commonly found in society today, this disease has increased the number of cases very rapidly from year to year. Therefore, one intervention is needed to prevent and control DM, one of which is how to control blood sugar levels so that complications do not easily occur. Method: This community service method is carried out in the form of providing health education about controlling blood sugar levels and preventing complications in DM cases by means of lectures and distributing leflets after that followed by questions and answers and discussions. Results and Conclusions: from the results of the service, it can be concluded that Health Education with lecture methods and distributing leflets can increase public knowledge about controlling blood sugar levels and preventing DM complications, so that the community is expected to be able to implement blood sugar level control and prevention of complications in the DM case itself.

Dwi Handoyo; Nita Yunianti Ratnasari; Heni Purwaningsih

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2024 FKIP, Universitas Palangka Raya

Shivering is one of the complications that often occurs after anesthesia due to impaired body thermoregulation. This condition can cause discomfort, increase oxygen consumption, and prolong the patient's recovery period. Education about shivering is very important for patients and families so that they understand the causes, risks, and how to handle it. This education program is carried out using a counseling method that involves educational media in the form of leaflets and demonstrations of effective handling techniques, such as the use of warm blankets, giving warm fluids, and relaxation techniques. Evaluation is carried out by measuring the level of understanding of patients and families before and after education, through a prepared questionnaire. The evaluation results showed a significant increase in understanding about shivering and how to handle it, both in theory and practice. This increase shows that the education provided is effective in increasing the readiness of patients and families in dealing with post-anesthesia shivering. This program is expected to reduce the negative impact of shivering and accelerate the patient's recovery process.

Sulistyaningrum, Danny Putri; I'ien Noer'aini; Naylul Izza

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2024 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal bagi pasien dengan diagnosa medis gagal ginjal kronik, utamanya pada stadium akhir. Terapi ini dilakukan sepanjang hidup sehingga pasien rentan mengalami ketidakseimbangan masalah baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. Lamanya terapi hemodialisa memberikan respon yang berbeda – beda pada setiap pasien. Timbulnya perasaan kesepian akibat kurangnya support keluarga, kekhawatiran yang berlebihan terhadap komplikasi, bahkan ansietas dan stress terhadap ancaman kematian. Apabila tingkat spiritual pasien rendah, maka pasien tidak akan mendapatkan tujuan hidup dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama hemodialisa dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Desain penelitian ini cross sectional yang melibatkan 62 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis statistic menggunakan uji spearman rank menunjukkan bahwa ada hubungan lama hemodialisa dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien yang menjalani terapi hemodialisa (p= 0.000).

Ainnur Rahmanti; Syurrahmi Syurrahmi; Lu’Luah Feby Purwanti

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus and heart disease are the main causes of morbidity and mortality in the elderly (elderly). The elderly need early detection and health promotion to reduce the risk of NCD complications and improve quality of life. This activity aims to increase awareness and understanding of elderly people in Barusari Village regarding the importance of early detection and control of NCDs, as well as providing health education through community-based health promotion. Implementation Method: Free Health Check: Carry out a health check to detect early signs of NCDs, such as measuring blood pressure, blood sugar levels, and checking cholesterol. Community-Based Health Promotion: Holding a health promotion campaign involving community leaders, elderly families, and health workers to create an environment that supports a healthy lifestyle for the elderly. Results: Increased public awareness about the importance of early detection and prevention of NCD complications. Elderly people who take part in health checks gain knowledge about their health conditions and are given referrals to health facilities if necessary. Conclusion: This activity was successful in increasing elderly participation in early detection and health promotion, as well as forming a community that is more concerned about controlling NCDs in the elderly group.

Solehudin Solehudin; Lannasari Lannasari

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Hipertensi memerlukan manajemen yang baik untuk mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Manajemen ini tidak hanya mencakup pengelolaan medis secara langsung oleh individu yang mengidap hipertensi  tetapi juga melibatkan peran keluarga sebagai sistem pendukung yang kritis. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan dan pengelolaan individu yang mengalami Hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada mayarakat yaitu pemeriksaan tekanan darah dan memberikan penyuluhan kesehatan. Hasil kegiatan ini ditemukan beberapa warga masyarakat yang mengalami Hipertensi. Pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Manajemen hipertensi meliputi beberapa hal yang saling berkaitan, terutama pencegahan dan merapkan pola hidup sehat di masyarakat. Edukasi kepada masyarakat sebaiknya dilakukan secara terus menerus dilakukan oleh petugas kesehatan.