Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-40 of 44

Analytics

Muhammad Iqbal, Lalu

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi asbabun nuzul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam menghadapi tantangan dan dinamika era digital. Asbabun nuzul, yang merujuk pada latar belakang historis turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, memiliki peran signifikan dalam memperkuat pemahaman konteks teks dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, keberadaan teknologi informasi menawarkan berbagai kemudahan dalam mengakses sumber-sumber Islam, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan, seperti informasi yang terfragmentasi dan potensi misinterpretasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam pada guru PAI di beberapa sekolah menengah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi asbabun nuzul dalam pembelajaran PAI mampu memperkaya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur'an yang relevan dengan tantangan modern, seperti etika bermedia sosial, pengelolaan konflik, dan penguatan moderasi beragama. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi digital guru, kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif, serta pengaruh media sosial yang sering kali mendistorsi narasi Islam. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAI yang lebih kontekstual dan berbasis digital, pelatihan guru terkait literasi digital Islam, serta kolaborasi dengan platform teknologi untuk menghadirkan konten asbabun nuzul yang autentik dan menarik. Dengan langkah ini, asbabun nuzul dapat menjadi media efektif dalam membangun pemahaman agama yang relevan dan kontributif di era digital.

Zahra Siti Humayra; Alfiyah Zahra Jauza; Husen Indarno Syaifullah; Mahesa Firdaus Gusman; Ramadhane Tepi Al Haq +2 more

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai beauty privilege Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif menggunakan observasi berupa wawancara dan pengisian kuesioner Hasil penelitian yang kita dapat khususnya di zaman milenial ini istilah good looking sangat gencar orang bicarakan, yang mana membentuk suatu stigma beauty privilege. Pada umumnya siswa di sekolah merasakan adanya beauty privilege, mereka juga merasa bahwa hal tersebut memungkinkan adanya hak istimewa di dalam lingkungan sekolah. Menurut salah satu responden yang kami wawancara pun penampilan dan paras yang cantik adalah hal pertama yang orang lihat. Namun, ada juga yang memberi pernyataan bahwa tidak selamanya penghargaan, pujian itu dilihat dari fisik saja, bisa juga dengan mengembangkan kemampuan kualitas diri. Beauty privilege memang bentul adanya di kalangan siswa terutama di dalam sekolah, beberapa siswa memberi pernyatan penampilan dan memiliki paras yang cantik cenderung mendapatkan hak istimewa saat mereka berada di lingkungan sosial. Namun, untuk di lingkungan kegiatan belajar dalam mengajar guru lebih mengutamakan siswa yang berprestasi di akademik. Akan tetapi, orang yang memiliki tampilan menarik dapat dimaklumi untuk memberikan atensi lebih kepada seorang guru karena, hal tersebut dinilai sah bagi beberapa siswa dengan dalih mudah atau lebih nyaman untuk diperdengarkan. Selain itu, dampak terjadinya hak istimewa bagi siswa paras atau penampian yang menarik memengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa sehingga memudahkan mereka dalam bersosialisasi dan diterima.

Kausara Usman

Pentingnya peran guru dalam pencapaian prestasi siswa tidak bisa diabaikan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mengajar, dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Dengan adanya guru yang berkualitas, siswa dapat lebih mudah mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini adalah studi literatur dan analisis data sekunder. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait pendidikan inklusif dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan. Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan data-data yang sudah ada mengenai partisipasi individu dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar-mengajar. Dari hasil analisis penulis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencapaian siswa inklusif setelah dilakukan pelatihan khusus bagi guru-guru mereka. Hasil ini memberikan dukungan kuat untuk pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa. pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu dan kemampuan untuk mengadaptasi metode pengajaran, guru dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja siswa secara keseluruhan..Diferensiasi pembelajaran juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperkuat rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan ide-ide kreatif mereka.

Puput Tri Agustine; Widya Pratiwi

Potensi yang dimiliki peserta didik dapat ditinjau dari hasil belajarnya. Hasil belajar peserta didik cenderung berbeda-beda, hal ini disebabkan berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yang paling mempengaruhi dalam proses belajar siswa adalah faktor keluarga, karena keluarga yang berperan langsung dalam proses belajar dan cara belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mengetahui tingkat ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 2) Mengetahui yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 3) Mengetahui pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori kecenderungan variabel yang masuk kategori rendah sebanyak 3 responden atau sebesar 13 %, masuk kategori sedang sebanyak 20 responden atau sebesar 87 % dan tidak ada yang masuk kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi orangtua di MA Ma’Arif NU Cimanggu dalam kategori sedang. Dari 23 responden diketahui sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa  mendapatkan nilai dengan kategori amat baik, sebanyak 19 atau sebesar 82,6% siswa mendapatkan nilai dengan kategori baik, sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa mendapatkan nilai dengan kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapat nilai dengan predikat kurang. Secara umum bisa peneliti simpulkan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu adalah baik. Ada pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan nilai signifikansi 0,003. Persamaan regresinya dapat ditulis : Y = 61,247 + 0,440X. Nilai R atau nilai korelasi antar variabel sebesar 0,593 atau 59,3%. Sedangkan nilai R Square 0,352 mengandung pengertian bahwa pengaruh tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi di kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu sebesar 35,2%.

Miranti, Indira Pipit; Cahyani, Arinda Nur; Yuliana, Rini Dwi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Jatisaba memiliki geografis berupa pegunungan dan termasuk Desa yang memiliki lahan hutan yang cukup luas. Wilayah yang termasuk ke dataran tinggi ini sebenarnya memiliki potensial yang tinggi sebagai tempat wisata reiligi tetapi pada dasarnya kualitas promosi dari Desa Jatisaba masih kurang gencar sehingga hal tersebut belum terealisasikan. Hal ini membuktikan bahwa sampai pada saat ini belum ada perkembangan terkait dengan pembangunan tempat wisata religi karena kurangnya sosialisasi. Selain itu potensi yang dimiliki Desa Jatisaba yaitu adanya usaha UMKM berupa Home Made keripik pisang kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang ada di Desa Jatisaba memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu berjalannya proses pemanfaatan dan pembuatan baik keripik pisang. Sehingga mampu mengubah atau membentuk wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad dan kemampuan perilaku berinovasi menjadikan sistem usaha yang maju. Pemilihan desa ditentukan karena adanya permintaan dari perwakilan guru-guru TK dan Paud untuk penyuluhan tentang permasalahan yang belum terselesaikan.

Yulifah Salistia Budi; Elita Endah Mawarni; Roudlotun Nurul Laili; Muhammad Nashir

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam pembelajaran yaitu kondisi, metode, dan hasil pembelajaran. Oleh sebab itu guru harus mengupayakan supaya kegiatan belajar mengajar bisa berjalan sesuai harapan, dan dapat mencapai hasil yang optimal. Beradsarkan hasil wawancara para guru masih mengalami kesulitan mengembangan model pembelajaran bagi peserta didik yang menyebabkan siswa bosan dan cenderung kurang tertarik mengikuti pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi guru melalui metode Quantum learning model SHINE (Spiritual, Humanis, Intelligence, Nasionalis, dan Emosional). Sasaran program ini adalah para guru TPQ, SD/MI, dan SMP/Mts se kabupaten Banyuwangi sejumlah 150 orang. Kegiatan workshop Smart Teaching ini menambah wawasan dan referensi bagi para guru untuk membuat model pembelajaran lebih bervariasi sehingga para siswa tidak bosan dan lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran.    

Elmi Masfufah; Erna Sari; Asshofarul Munafi’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efektivitas proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh peran guru dalam pengelolaan kelas. Hal ini menantang bagi guru untuk mengelola kursus, keragaman kepribadian siswa, kebutuhan, dan gaya belajar. Dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dan efisien, sebuah kelas harus dikelola. Pengajar berusaha untuk menggunakan potensi kelas, memperhatikan siswa secara dekat, dan mengenal mereka satu per satu dalam mencegah munculnya perilaku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar. Pembelajaran sebagai proses memiliki strategi dengan pengelolaan kelas dalam upaya mengefektifkan pembelajaran. Pengajar berupaya menciptakan dan memelihara lingkungan dan kondisi pembelajaran yang t, ideal, dan membahagiakan guna menjamin proses pembelajaran yang efisien dan pembelajaran yang tujuan berhasil dipenuhi. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan teknik pengelolaan kelas yang meningkatkan hasil dan proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari perpustakaan dan bersifat deskriptif kualitatif. Menurut sejumlah penelitian yang telah efektif dalam mengevaluasi, tantangan utama pengajaran adalah mengelola persiapan, demonstrasi, dan pengelolaan proses dan hasil akhir untuk evaluasi diri. Namun, penting untuk ditekankan bahwa instruktur harus memahami model pembelajaran berbasis masalah untuk menerapkan teknik diskusi, presentasi, dan diskusi kelompok yang efisien di kelas.

Nursyahdia Harahap

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK,  koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda – beda, adanya bukti 15 siswa (7 laki – laki dan 8 perempuan) mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier, (2)  Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu, (3) Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Berdasarkan pada temuan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kematangan karier siswa kelas X dapat ditingkatkan melalui bimbingan karier, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK MAN 1 Padang Lawas Utara.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Fadilla Aini Nasution; Sarah Ramadhani; Muhammad Basri

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode Rasulullah dalam aktivitas pengajaran adalah bentuk Pertanyaan logis atau pasional metode Ini biasanya, beliau tempuh dalam rangka Menyadarkan Seseorang, tentang kebenaran Metode berdiskusi ini mengenai Pemecahan masalah Sebagai mana Pula Rasulullah berdiskus, Kepada Para Sahabatnya memberikan Pengabaran fentang perilalu melalui teladan yang baik dan Pengajaran oleh keesaan Allah.Ada banyak metode dalam pengajaran yang diterapkan Oleh guru di  Salah satunya metode diskusi metode ini menekankan pada Interaksi antara sesama Peserta didik dan juga guru dalam Membahas atau mencari solusi Pembelajaran materi. Rasulullah SAW merupakan salah satu contoh dari beberapa amalan pembelajaran yang baik. Sebelum mengajar, guru harus menjelaskan kepada siswa tentang keutamaan ilmu dan pencarian ilmu, sehingga siswa merasa membutuhkan ilmu. Kemudian menggabungkan pengajaran dan pendidikan, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi menumbuhkan perilaku peserta didik menjadi manusia yang berakhlak baik. metode pembelajaran yang sesuai yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, kemudian evaluasi. Guru juga harus memperhatikan dan memuji siswa agar siswa merasa dihargai dalam meningkatkan pembelajarannya. Selain itu, guru harus mengetahui potensi dan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat menilai tingkat belajar siswa.

PIPIT IRAWATI

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dampak yang paling menonjol pada pandemi Covid-19 adalah penutupan sekolah dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring. Guru memberikan bahan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet. Guru hanya memberikan bahan pembelajaran melalui zoom padahal peran guru di sekolah bukan hanya memberikan bahan pembelajaran tetapi juga mengasah bakat minat anak. Setiap anak itu unik dengan kemampuan yang luar biasa untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya. Guru dalam mengembangkan bahan pembelajaran juga harus memperhatikan potensi anak.Tujuan dari jurnal non penelitian ini adalah peran guru untuk mengembangkan bakat minat siswa di sekolah. Memaksimalkan potensi anak berkaitan dengan bakat dan minat anak juga perlu berkolaborasi dengan orang tua untuk mewujudkan bakat tersebut.

Muani, Muani

Penelitian ini membicarakan tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap sosial siswa Madrasah. kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi membentuk sikap sosial siswa dalam Pembelajaran PAI di Madrasah. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi wawancara dilakukan terhadap guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, Siswa, Komite, Tokoh Masyarakat. Observasi dilakukan dengan melihat tindakan siswa ketika berada di dalam maupun diluar kelas, dan mengamati kondisi sekolah dan segala objek penelitian di sekolah. Teknik analisa data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengimplementasikan sikap sosial siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sikap sosial yang diterapkan antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan dan peduli sesama.

Nikodemus

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Pada hakikatnya pendidikan bagi kebanyakan orang adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan, atau suatu sarana untuk mengembangkan potensi diri, Zaim Elmubarok member pandangan bahwa Pendidikan adalah proses menanamkan dan mengembangkan diri pada peserta didik tentang hidup.  Pendidikan sangat penting bagi anak-anak karena dengan pendidikan anak-anak akan di ajarkan bagaimana menjadikan dirinya dewasa dan memeimpinnya kearah kedewasaan. Senada dengan itu Ester Putri Setiyowati mengatakan bahwa pendidikan juga merupakan upaya dan psikomotorik. Oleh karena itu membangun aspek kognisi, afeksi, dan dalam mengembangkan seluruh potensi siswa, potensi itu meliputi kognitif, afektif psikomotorik secara seimbang dan berkesinambungan adalah nilai pendidikan paling tinggi.

Sunyoto Sunyoto; Sudarman; Mudjiyono; Septian Yudha Kusuma; Hani Krisnawati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan yang semakin membaik, tidak diikuti dengan kesadaran warga dalam kepatuhan pembayaran pajak secara tepat waktu dan sesuai dengan penghasilannya. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kepatuhan wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak di KPP Pratama Pekalongan yang masih kurang. Melihat visi misi Kabupaten Pekalongan, memberikan suatu dorongan kepada masyarakat untuk terus meningkatkan potensi sumber daya yang ada, misalnya di bidang pertanian, perdagangan, perkebunan, bahkan di bidang pendidikan. Meningkatnya pemanfaatan potensi sumber daya akan menjadikan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kesadaran dan kepatuhan warga Kabupaten Pekalongan terhadap pajak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan dapat memberikan pengenalan dan dorongan bagi para guru untuk mengenalkan dan menerapkan pentingnya melaksanakan kepatuhan perpajakan, baik terhadap sesama guru, pada siswa, maupun lingkungan sekitar.

Ulil Hamam

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan Strategi aktifitas guru dalam pembelajaran perubahan hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. (2) Mendeskripsikan Strategi materi ajar hasil ketrampilan siswas di SMK Negeri 1 Demak. 3) Mendeskripsikan Strategi interaksi pembelajaran ketrampilan di SMK Negeri 1 Demak.             Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian, (1). Strategi aktivitas guru dalam pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Aktifitas guru dalam pembelajaran hasil ketrampilan telah berjalan sesuai peraturan yang berlaku di SMK Negeri 1 Demak. Guru-guru yang professional dan mempunyai kompetensi unggulan akan menghasilkan kulaitas lulusan yang diharapkan unggulan juga. Guru yang menguasai materi dan mempeunyai aktifitas yang memadai menjadi nilai tambah dan potensi positif bagi sekolah. Karena hasil ketrampilan tanpa ditunjang profesionalitas tenaga pengajar maka hasilnya akan kurang maksimal. Intinya guru yang kompeten di bidang hasil ketrampilan siswa relative akan menghasilkan lulusan yang kompeten pula. (2) Strategi aktivitas materi ajar dalam pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Materi ajar pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak sesuai dengan tujuanya sudah dikelola dengan standar mutu pendidikan diharapkan akan akan menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia Industri, lulusan yang kompeten dan siap menghadapi persaingan dengan berbekal kemampuan hasil ketrampilan siswa. (3) Strategi interaksi pembelajaran ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Pembelajaran hasil ketrampilan interaksi dan hubungannya dengan pembelajaran hasil ketrampilan siswa dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, standar kompetensi, standar kompetensi mata pelajaran, dan SKL hal ini akan menghasilkan system pembelajaran dan efiensi pembelajaran yang baik. Interaksi yang positif antara pembelajaran biasa dangan hasil ketrampilan siswa akan menghasilkan pembelajran hasil ketrampilan siswa yang lebih bermutu dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan di SMK negeri 1 Demak.

Isna Wahyuseptiana, Yetty; Faila Sufa, Feri; Widjanarko , Paulus

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan konsep tentang konsep matematika kepada pendidik anak usia dini untuk menstimulasi  kemampuan matematika sesuai tahapan perkembangannya dan karekteristik usia di lingkungan IGRA kecamatan Gatak. Setiap anak pasti punya potensi yang siap untuk dikembangkan. Semakin dini kita memahami potensi kita, maka akan semakin mudah mengembangkannya. Termasuk potensi kemampuan yang sangat di butuhkan dalam mendukung kegiatan manusia di semua bidang kehidupan. Kemapuan tersebut adalah kemmapuan berpikir matematis yang sangat penting dan saat ini dianggap sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh individu. Memiliki kemampuan berpikir matematika memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam tiap fase kehidupan, baik sebagai pembelajar maupun sebagai profesional.Pendapat para ahli dan hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian stimulasi matematika sejak dini sangat penting untuk mendukung kesiapan pada pendidikan matematika selanjutnya. Berdasarkan pengamatan tampak guru menggunakan metode konvensional dalam stimulasi mengenalkan konsep matematika pada anak usia dini dan berdasarkan wawancara dengan guru mendapatkan perbedaan persepsi dalam memandang pembelajaran matematika dan cara menstimulasi perkembangan matematika anak.Berdasarkan analisis awal dapat diidentifikasi Permasalahan sebagai berikut (1) Masih rendahnya kemampuan berpikir anak dalam memahami konsep matematika. (2). Rendahnya pemahaman Pendidik PAUD dalam melakukan stimulasi dan (3) Pembelajaran yang masih konvensional dalam mengenalkan konsep matematika. Oleh karena itu perlunya kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi berupa: (1) Pemberian stimulasi perkembangan berpikir konsep matematika sesuai tahapan usia (2) Melakukan Sosialisasi capaian pembelajaran konsep Matematika pada anak usia 4-6 tahun dan (3) Pendampingan  Pemberian stimulasi yang inovatif.Pada kegiatan pengabdian ini digunakan metode diskusi. Namun sebelumnya dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara pembelajaran matematika di PAUD dan kemampuan anak dalam mengenal matematika. Kuis diberikan kepada guru untuk megetahui sejauh mana pemahaman pendidik tentang stimulasi matematika anak usia dini. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai konsep perkembangan kemampuan berpikir matematika. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing dan diskusi dan dikhiri dengan kuis untuk mengetahui sejauhmana keterserapan pendidik pada materi yang disampaikan. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa apakah kegiatan parenting berlangsung optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematika pada anak.Berdasarkan hasil pre tes dan post tes diketahui ada peningkatan kemampuan anak dalam berpikir konsep matematika sebesar 20%.. Adapun luaran dalam Pengabdian ini adalah  model stimulasi konsep matematika anak usia dini dan  artikel ilmiah dalam jurnal pengabdian nasional. Kata kunci : stimulasi, kemampuan berpikir matematika, anak usia diniÂ

Hartini, Sri; Suryanti, Hera Heru Sri; Utami, Ferisa Prasetyaning; Wiharko, Triyarsi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Adanya covid-19 mengubah strategi pembelajaran yang awalnya dilakukan secara tatap muka di sekolah berubah menjadi program pembelajaran secara daring. Tugas orang tua di masa pandemi ini memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan belajar kepada anak. Orang tua akan berperan seperti halnya guru disekolah untuk mengontrol dan mengawasi anak dalam proses pembelajaran dirumah. Kondisi orang tua di SDN Kestalan No.5 Surakarta memiliki kendala terkait strategi efektif untuk melakukan pendampingan belajar bagi anak dirumah. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan Individual Learning-Centered (ILC). Pendekatan ini berfokusi pada aktivitas belajar anak yang memahami keunikan dan potensi anak dalam belajar. Metode yang dapat digunakan pada pendekatan ini adalah sharing information, experience based dan problem-solving based. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah orang tua telah memahami cara untuk melakukan pendampingan pembelajaran secara efektif ditinjau dari gaya belajar anak, kedekatan emosi anak, pemahaman kemampuan dan potensi anak dan komunikasi efektif.Kata kunci:Pendampingan belajar, invidividual learning centered

Mariana Rita; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang pentingnya peran guru pendidikan agama Kristen dalam mengatasi kenakalan peserta didik  di SMP Kristen Setia Bakti Empaong. Guru PAK adalah seorang yang berperan untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik, serta berperan  penting untuk mengatasi kenakalan peserta didik.

Sheilla Susanti; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang “Pentingnya Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Pernikahan Dini Peserta Didik  di Sekolah Menengah Pertama Kristen Setia Bakti empaong. Guru PAK adalah seorang p-endidik, pengajar, pembimbing, penmgarah, penilai, dan pengevaluasi dalam mengembangkan potensi peserta didik. Guru PAK sangatlah berperan  penting untuk mengatasi pernikahan dini peserta didik.

Endang Dwi Wahyuningsih; Sudarman Sudarman; Hani Krisnawati; Mudjiyono Mudjiyono; Praditya Dewi A

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan yang semakin membaik, tidak diikuti dengan kesadaran warga dalam kepatuhan pembayaran pajak secara tepat waktu dan sesuai dengan penghasilannya. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kepatuhan wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak di KPP Pratama Pekalongan yang masih kurang. Melihat visi misi Kabupaten Pekalongan, memberikan suatu dorongan kepada masyarakat untuk terus meningkatkan potensi sumber daya yang ada, misalnya di bidang pertanian, perdagangan, perkebunan, bahkan di bidang pendidikan. Meningkatnya pemanfaatan potensi sumber daya akan menjadikan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kesadaran dan kepatuhan warga Kabupaten Pekalongan terhadap pajak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan dapat memberikan pengenalan dan dorongan bagi para guru untuk mengenalkan dan menerapkan pentingnya melaksanakan kepatuhan perpajakan, baik terhadap sesama guru, pada siswa, maupun lingkungan sekitar.