Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-31 of 31

Analytics

Ardiansyah Ardiansyah; Wismanto Wismanto; Sakban Sakban

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The aim of this research is to determine the role of the Akhlak faith teacher in shaping the religious character of class III students at MI Muhammadiyah Simpang Kubu Village. This research method uses a qualitative research type. Qualitative research is an inquiry strategy that emphasizes the search for meaning, concepts, characteristics, symptoms, symbols and descriptions of a phenomenon, focused and multimode, natural and holistic in nature. Prioritizes quality, uses several methods, and is presented negatively. Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. For the validity of the data, triangulation techniques are used, namely comparing all the different data obtained. The results of the research show that the role of moral aqidah teachers in shaping students' religious character, especially the values ​​of discipline and responsibility, has increased, although there are still some students who have not changed. The moral aqidah teacher's efforts in forming students' religious character have been maximal even though there are some students who still need to be further directed. The role of the moral aqidah teacher is very important in forming religious character in students.

Nuraini, Nuraini

Pendidikan agama di lingkungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pembentukan perilaku siswa di sekolah dan masyarakat karena tanpa peran dari orang tua di rumah maka pendidikan agama di sekolah dan di masyarakat tidak bisa memberikan peran yang berarti. Yang menjadi masalah dari penelitian ini adalah bahwa masih ditemukan anak dari guru agama yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti terlibat dalam pesta minuman-minuman keras dengan mengajak teman-temanya yang lain, Selain itu ada salah satu keluarga guru agama yang tidak menyekolahkan anaknya sedangkan dia sendiri merupakan guru di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah petama, Mendeskripsikan pemahaman guru agama terhadap makna pendidikan agama. Kedua, Mengidentifikasi Aspek agama yang mendapat perhatian guru agama Islam dalam mendidik anaknya, Ketiga, Mendeskripsikan penanaman aspek tersebut dalam pendidikan dikeluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, pemahaman guru agama tentang makna pendidikan agama adalah pendidikan agama harus berkelanjutan dari mulai SD sampai perguruan tinggi. Kedua, aspek agama yang mendapat perhatian guru agama adalah aspek akhlak dan teori dimana aspek akhlak dipelajari didalam keluarga sedangkan aspek teori dipelajari atau didapat di sekolah. Ketiga, penanaman aspek tersebut dalam lingkungan keluarga adalah mengajar anak ngaji, menyuruh sholat, mengajarkan akhlak yang baik dan lain-lain.

Saribun

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Aqidah Akhlak education is the initial education or religious foundation that children must have from an early age, Aqidah Akhlak education in elementary schools has been integrated into Islamic religious education subjects. This is in accordance with the aim of education, namely to make students as human beings who fear God Almighty and have noble character. Aqidah itself refers to belief and faith in Allah SWT and its practice, and morals are habits and behaviors that depart from self-awareness both in human relationships with God, human relations and the natural environment. Character building has a meaning as an effort that is carried out in earnest to form character or behavior that can become a person's characteristics, whereas to form the character of elementary school students is not an easy thing because elementary school students have different characteristics. Therefore, this study aims to determine the extent to which the role of aqeedah moral education plays a role in building the character of elementary school students. The method used in this research is a literature study method by reviewing journals and previous research using content analysis techniques. Based on the research that has been done, the results show that aqidah moral education has a very important role in building the character of elementary school students.    

Ach. Nur Aulia Akbar; Musawir Musawir

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

One of the Islamic religious education provided by parents to adolescents is Islamic religious education by example, habituation, attention, advice and punishment because through this method children will gain experience and habits from parents in everyday life. However, modernization today has eroded the morals of today's adolescents so that the role of the family is needed wisely in the cultivation of religion from an early age. The purpose of this study is to (1) explain the application of Islamic Education in the family to the formation of adolescent morals in Jemundo Village, Taman District, Sidoarjo Regency. (2) explain the morals of the majority in Jemundo Village, Taman District, Sidoarjo Regency. (3) explain how much influence Islamic religious education has in Jemundo Village, Taman District, Sidoarjo Regency. This research method is quantitative with two populations, namely the informant population and the respondent population and the number of samples as many as 11 informant samples and 32 respondent samples. Data collection techniques in this study are questionnaires, interviews and documentation with data analysis techniques in the form of percentage analysis and product moment This research obtained several results, namely (1) Islamic Religious Education in families in Jemundo Village, can be applied well. This is evidenced by the percentage obtained 74.2%, which shows that Islamic Education in the family is classified as good between 68.01% - 84.01%. (2) The formation of youth morals in Jemundo Village can be categorized as good. This is based on the calculation of the percentage obtained a value of 82.1% classified as very good, which shows that the formation of adolescents is classified as very good, because it is between 84.01 – 100%. (3) Based on the results of the correlation test analysis, rxy calculate for N = 30 obtained a value of 0.564. If consulted in the table "r" product moment available, because there is no N = 30 in the table, then the author takes the nearest N, namely N = 30 equivalent to N = 30 so that the significant level is set at 5% = 0.296. Because r calculate > r table which is 0.564 > 0.296. So the value is significant.

Serliana Sasmita; Yeremia Hia

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pembelajaran formal, non formal dan/atau informal. Pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal berlangsung di TK (Taman Kanak-kanak), rauadutul atfali dan bentuk lain yang sejenis. Sementara itu, Paud berlangsung melalui bentuk pendidikan informal yang disebut KB (kelompok bermain), (TPA) (Taman kanak-kanak dan bentuk lain yang serupa.[1] Dan PAUD Setia Baneara mencoba melakukannya melalui kedua jalur, yaitu formal dan informal, dalam arti tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan tetapi juga mencakup permainan agar anak tidak bosan. Disini dibutuhkan peran seorang guru yang tidak hanya fokus pada dunia pendidikan anak, tetapi juga fokus pada karakteristik anak, seperti anak tidak hanya memiliki kepandaian yang besar, namun juga memiliki akhlak baik.   [1] Pengalaman Penulis,Masa Pelayanan Satu Tahun,(2022-2023).

Prayogi, Arditya; Luri Kuraesin; Syamsul Arifin; Dimas Prasetya

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The existence of the Al-Qura'an Education Park or TPQ is a necessity that is felt to be important to be held in a community environment. This is because TPQ can carry out various important roles, especially in the process of informal education for children in the community. This service activity then aims to assist the formation of TPQ in the Citra-De Afta residential area of Pekalongan Regency as well as institutional strengthening. Community service activities use the PAR method which is carried out in various stages. From the community service activities, the result was the formation of TPQ as a place for religious activities for the children of the housing complex and the emergence of awareness and citizen participation in the existence of the TPQ.

Syarifatunnisa; Ahmad Fuadi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penurunan akhlak peserta didik masa kini ya ng menyebabkan kasus kekerasan kepada guru maupun kepada sesama murid yang muncul di pemberitaan media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan di buku  Ash-Shuffah pada masa Nabi Muhammad dan relevansinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik masa kini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan historis-filosofi. Metode pengumpulan data diperoleh dari buku Ash-Shuffah karya Yakhsyallah Mansur,    jurnal, dan sumber lain yang berhubungan dengan jawaban rumusan masalah. Data  dianalisa dengan memilih data dan mengambil data yang diperlukan, menyajikan data dalam bentuk tulisan, mengklasifikasi data dan mengaitkan antara data konsep pendidikan buku Ash-Shuffa dengan teori-teori pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa didalam konsep pendidikan dalam buku Ash-Shuffah terdapat relevansi terhadap pembentukan akhlak diantaranya ialah relevansi tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, lingkungan pendidikan, dan metode pendidikan Ash-Shuffah terhadap teori pembentukan akhlak peserta didik masa kini.

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Riska Anisa Indriyani; Wahyu Lestari; Farid Setiawan

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan menempati urutan terpenting dalam kehidupan. Sekolah adalah tempat anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan yang bersifat pengetahuan umum dan pendidikan keagamaan pasti dipelajari di sekolah. Keberhasilan pendidikan di sekolah juga mengacu kepada manajemen kegiatan pembelajaran sebagai barometernya. Rumusan masalah yang dikaji dalam artikel ini ialah mengenai pentingnya manajemen pendidikan terhadap pembentukan karakter siswa. Dalam hal pendidikan karakter tentu kita tidak bisa lepas dari pembelajaran agama, yaitu adab dan akhlak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa penting manajemen organisasi dalam pendidikan ini untuk mencetak peserta didik yang berkarakter atau memiliki karakter yang baik. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan, yang diambil dari jurnal, makalah, artikel, buku dan skripsi mahasiswa akhir.  

Sukatin Sukatin; Pahmi Pahmi; Paridatul Hasanah; Resty Nurhalimah; M.Rizki Destrian Ramadhan +1 more

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan agama Islam berpengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifanya library research. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode analisis deskriptif yang dilakukan lewat proses menjelaskan dan menggambarkan pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa secara jelas, objektif dan kritis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama islam berpengaruh pada pembentukan akhlak para siswa. Hal ini didasari bahwa pendidikan agama islam berfungsi untuk Menyediakan dan mengakomodasi pendidikan tentang akidah dan akhlak adalah hal fundamental yang utama dalam pembentukan akhlakul karimah atau akhlak yang baik. Pengaruh pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa dilihat materi yang disampaikan berupa keagamaan yang diperoleh dari akidah, hukum dalam ibadah yang dilakukan sehari-hari diperoleh dari fiqih, pedoman dalam berperilaku diperoleh dari pendidikan akhlak, keteladanan hidup diperoleh dari sejarah umat terdahulu dan pedoman hidup diperoleh dari Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam dan As-sunnah serta lewat keteladanan yang dicontohkan dari guru dalam kehidupan sehari-hari.  

Handoko, Krisno

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh kegiatan pramuka di Gudep Madrasah Aaliyah Negeri Babakan Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun 2016 terhadap peningkatan karakter disiplin dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila an Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, Dalam penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas XI MAN Babakan Lebaksiu yang berjumlah 319 siswa. Sampel diambil dengan teknik random dengan cara Quota random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 15-20 % dari populasi, dengan hasil perhitungan yang berjumlah 67 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Metode angket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengaruh kegiatan pramuka terhadap karakter disiplin.. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertama triangulasi sumber dengan membandingkan apa yang dikatakan siswa dan guru. Triangulasi metode yaitu pembuktian dengan observasi mengenai pelaksanaan kegiatan Pramuka. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kritis komparatif. Pelaksanaan ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1). Kegiatan kepramukaan dapat meningkatkan Karakter Disiplin sebesar 82,30%, yaitu berhubungan dengan pembentukan dan ketercapaian kompetensi warga Negara melalui civic responsibility dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 2). Integrasi nilai- nilai karakter, dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tidak hanya melekat dalam kurikulum, tetapi dapat juga diintegrasikan dalam kegiatan ekstra kurikuler, seperti Kegiatan pramuka. 3). Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.Kata Kunci : Karakter, Disiplin, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pramuka