Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 21-40 of 837

Analytics

Weka Tyas Puspita; Arina Mufti Ruchana; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya melalui sikap saling menghargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan sikap saling menghargai di kelas IV SDN 1 Kepanjenlor serta dampaknya terhadap hubungan antar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap saling menghargai melalui perilaku sopan, saling membantu, dan berbagi dengan teman. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang perlu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Fransiska Jeslina Vianey Jisen; Hasim As’ari

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Perkembangan teknologi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital. Namun, masih terdapat pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam melakukan pengelolaan keuangan usaha secara terstruktur. Permasalahan tersebut ditemukan pada UMKM Ubi Cilembu Madu Oven Lumintu dan Warung Madura Sembako Amanda di wilayah Condongcatur yang masih menggunakan pencatatan manual dalam kegiatan usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan berbasis digital menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi BukuWarung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2026, 5 Mei 2026, dan 20 Mei 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM mulai memahami pentingnya pencatatan keuangan usaha secara teratur serta mampu mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi BukuWarung. Penggunaan Microsoft Excel membantu UMKM Ubi Cilembu dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana secara lebih rapi, sedangkan aplikasi BukuWarung membantu Warung Madura dalam mengelola transaksi usaha dan pencatatan hutang pelanggan secara lebih praktis. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara lebih teratur dan mudah dipahami.

Nabila, Tasya Alfia Salsa; Somadi Somadi

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya penyimpanan dan meningkatnya stok mati pada Delyana Hijab, yang menunjukkan belum optimalnya pengelolaan persediaan bahan baku. Ketidaksesuaian antara jumlah bahan baku dan kebutuhan produksi menyebabkan pemborosan biaya serta menurunkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan material yang optimal melalui pendekatan forecasting dan Material Requirement Planning (MRP). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis meliputi peramalan permintaan, penyusunan Master Production Schedule (MPS), Bill of Materials (BOM), perhitungan kebutuhan bersih (MRP), serta penentuan ukuran pemesanan melalui metode lot sizing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode regresi linier menghasilkan tingkat kesalahan peramalan terendah sehingga mampu memproyeksikan kebutuhan produksi dengan lebih akurat. Penerapan MRP menghasilkan perencanaan kebutuhan bahan baku yang lebih terarah dan sesuai dengan jadwal produksi. Pada tahap lot sizing, metode Lot For Lot (LFL) menjadi yang paling efisien dengan total biaya persediaan sebesar Rp108.669.000. Dalam penerapannya, jumlah pemesanan bahan baku mengikuti kebutuhan bersih tiap periode, misalnya kebutuhan kain katun berkisar 5-7 roll per minggu dan dipesan dalam jumlah yang sama tanpa kelebihan stok. Pola ini mampu menekan penumpukan persediaan dan mengurangi risiko stok mati karena bahan baku langsung digunakan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menentukan kebutuhan material yang optimal telah terjawab melalui penerapan metode Lot For Lot yang mampu menghasilkan kuantitas pemesanan yang tepat dan efisien.

Wiwik Tiswiyanti; Selviana Ramadhani

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Piutang pelanggan Indihome yang tidak tertagih merupakan salah satu permasalahan yang berdampak langsung terhadap arus kas dan stabilitas keuangan perusahaan. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menjelaskan tata cara penagihan piutang pelanggan Indihome di Telkomsel Branch Jambi, mengidentifikasi media komunikasi yang digunakan pada setiap tahapan penagihan, serta mengetahui kendala yang dihadapi. Metode penulisan yang digunakan pada laporan ini adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan pada divisi BCR (Billing Collection Retention) Indihome Telkomsel Branch Jambi. Hasil pembahasan menunjukan bahwa penagihan dilakukan secara bertahap mulai dari pendataan pelanggan menunggak, pengiriman informasi tagihan, pengingat setelah jatuh tempo, penagihan via media komunikasi, pemberian surat peringatan, penagihan oleh tim CTB (Caring Territory Base), hingga isolir sementara layanan. Media komunikasi yang digunakan meliputi telepon, WhatsApp, dan email, dengan telepon dan WhatsApp sebagai media yang paling efektif. Kendala utama yang ditemui yaitu nomor pelanggan tidak aktif, pelanggan tidak merespon, serta penundaan pembayaran akibat kendala ekonomi. Pembaruan data pelanggan secara berkala dan peningkatan intensitas follow-up diperlukan untuk meminimalkan risiko piutang tak tertagih.

Amelia, Ivana; Fachruzzaman, Fachruzzaman; Fadli, Fadli; Hanif, Padlim

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Pengelolaan anggaran daerah memerlukan sistem pengendalian internal yang efektif serta penerapan manajemen risiko yang terintegrasi untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan secara optimal. Namun, pada praktiknya masih banyak pemerintah daerah menghadapi persoalan berupa rendahnya kualitas perencanaan, lemahnya pengawasan, ketidaktepatan prioritas belanja, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya fiskal. Penelitian terdahulu umumnya membahas pengendalian internal dan manajemen risiko secara terpisah, sedangkan kajian mengenai sinergi keduanya dalam pengelolaan anggaran daerah, khususnya pada daerah dengan kapasitas fiskal terbatas, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara internal control dan manajemen risiko dalam pengelolaan anggaran pada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal control telah berjalan secara normatif melalui fungsi pengawasan APIP. Namun, penerapan manajemen risiko masih bersifat administratif dan belum menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan anggaran. Temuan ini menunjukkan kebaruan bahwa integrasi pengawasan internal berbasis risiko menjadi model penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Syifa Ilmi Beandira Putri; Ari Khusumadewi

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Di PPK Alif Laam Miim, observasi menunjukkan bahwa santri kelas 7 dan 9 terus mengalami masalah mengelola waktu, seperti menunda tugas dan bingung karena jadwal bertabrakan. Dengan menggunakan triangulasi dan analisis tematik, studi kasus ini menggunakan wawancara dan observasi terhadap lima santri dan satu guru BK. Hasil menunjukkan bahwa budaya pesantren, disiplin, dan interaksi dengan layanan BK dipengaruhi oleh manajemen waktu. Guru BK berperan penting dalam menetapkan prioritas, membuat rutinitas, dan mendorong disiplin. Perubahan, seperti jadwal yang lebih terorganisir, sangat membantu santri. Meskipun penelitian terbatas pada sampel kecil dan satu lokasi, keberhasilan lebih dipengaruhi oleh kualitas interaksi konselor daripada disiplin semata.

Floren Sartika Ayu Humendru; Palupiningtyas, Dyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital dalam sistem pembayaran telah mengubah lanskap pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penggunaan pembayaran digital terhadap praktik pengelolaan arus kas dan transparansi keuangan UMKM. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel diterapkan, melibatkan 14 pemilik/manajer UMKM di Kota Semarang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembayaran digital mentransformasi pengelolaan arus kas melalui percepatan settlement (85,7%), otomatisasi pencatatan (92,8%), dan peningkatan efisiensi biaya (78,6%). Transparansi keuangan meningkat melalui ketersediaan audit trail digital (100%), pemisahan keuangan pribadi-usaha (71,4%), dan akurasi pencatatan (85,7%). Permintaan pelanggan dan kemudahan penggunaan menjadi pendorong utama, sementara gangguan konektivitas dan keterbatasan literasi digital menjadi penghambat. Penelitian ini memperkaya literatur adopsi fintech dengan perspektif kualitatif mengenai dampak pasca-adopsi pembayaran digital terhadap pengelolaan keuangan UMKM.

Rayden Soegiarto; Elvira Wijaya

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang, merupakan salah satu bangunan yang memiliki arsitektur Indische Empire Style. Arsitektur Indische Empire Style merupakan arsitektur yang bukan murni arsitektur Belanda, tetapi sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Arsitektur Indische Empire Style hadir melalui karya arsitek Belanda dan diperuntukkan bagi bangsa Belanda yang tinggal di Indonesia, pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Bangunan Landhuizen Kelengan dibangun pada awal abad ke 18, tetapi tidak ada data pasti mengenai tahun berdirinya bangunan tersebut. Fungsi awal bangunan ini merupakan sebuah rumah tinggal dari seorang pejabat VOC (Vereeniging van Oost-Indische Compagnië) yang bernama Tuan Klein, kemudian berpindah tangan kepada Be Biauw Tjoan, seorang pedagang, pebisnis, serta pemimpin masyarakat Tionghoa (opsir) di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya karakter arsitektur Indische Empire Style pada bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran, pengambilan foto, serta dokumentasi  secara langsung di lapangan. Hasil penelitian pada bangunan Landhuizen Kelengan berupa temuan elemen penyusun fasad pada bangunan yang berarsitektur Indische Empire Style.

Nyethrea Baby; Yesita Ragil Kusuma Ningrum; Dela Tri Mulyani; Anandika Cahaya Putra Juliawan; Silvia Sindi Mareta +5 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lingkungan rumah yang memiliki tempat penampungan air tanpa pengelolaan yang baik berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui penerapan perilaku 3M serta penggunaan larvasida abate pada wadah air yang sulit untuk dikuras. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Program GEMA (Gerakan Bersama Hapus Jentik) yang mengintegrasikan edukasi 3M dan pemberian abate sebagai langkah pengendalian jentik nyamuk di Desa Sambung. Program dilaksanakan pada tanggal 19–21 Januari dengan metode edukatif partisipatif melalui kunjungan rumah ke rumah. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan keberadaan jentik, pemberian abate pada tempat penampungan air tertentu, serta edukasi mengenai penggunaan abate dan penerapan 3M. Evaluasi observasional dilakukan pada 22 Januari. Kegiatan ini menjangkau 1.360 rumah di empat dusun. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan lebih dari separuh rumah masih ditemukan jentik nyamuk. Setelah intervensi, persentase rumah yang berpotensi terdapat jentik mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Program GEMA efektif dalam menekan potensi keberadaan jentik nyamuk serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD.

Regita Dwi Sufiana; Zaneta Ghea Azzahra; Rani Amelia; Masturoh

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan Negara, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa remaja merupakan aset atau modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa di masa depan. Oleh karena itu, kesehatan remaja perlu dijaga agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, produktif dan berkualitas. Metode penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode PAR menggunakan beberapa teknik, antara lain; pertama, observasi, focus group discussion (FGD), Sharing Knowladge, wawancara mendalam, pelatihan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pertama, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMADAN) tahun 2026 di Panti Asuhan Ma'had Tahfidz Al Anwar, Desa Tegalandong, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, berhasil memberikan edukasi kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan gizi kepada 63 peserta anak dan remaja. Kedua, diskusi menekankan bahwa kesehatan reproduksi, PHBS, dan gizi merupakan aspek krusial bagi remaja, terutama dalam mencegah masalah seperti anemia, stunting, dan penyakit menular. Ketiga, secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjadi pemicu bagi remaja untuk menerapkan pola hidup sehat, meskipun diperlukan evaluasi lebih lanjut dan penguatan bahan gizi untuk dampak yang maksimal.

Avita Anggraeni; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Financial Risk, dan Capital terhadap Opini Audit, dengan Earning sebagai variabel intervening dan Reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai variabel moderasi, pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan data panel dari 15 bank yang dipilih secara purposive sampling, sehingga diperoleh 75 observasi bank-tahun. GCG diproksikan dengan jumlah Dewan Direksi dan Komite Audit; Financial Risk diproksikan dengan Non-Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR); Capital diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR); Earning diproksikan dengan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE); dan Opini Audit diukur dengan skor 1–5 berdasarkan jumlah catatan tambahan auditor. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan SmartPLS dengan konstruk formatif dan prosedur bootstrapping 5.000 resample. Hasil penelitian menunjukkan Financial Risk dan Capital berpengaruh negatif signifikan terhadap Earning, sedangkan GCG tidak berpengaruh signifikan. GCG dan Capital berpengaruh signifikan meskipun dengan arah negatif terhadap Opini Audit, sementara Financial Risk dan Earning tidak berpengaruh signifikan. Earning tidak terbukti memediasi pengaruh variabel eksogen terhadap Opini Audit, dan Reputasi KAP tidak terbukti memoderasi hubungan Earning-Opini Audit, meskipun berpengaruh positif secara langsung terhadap Opini Audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada industri perbankan yang sangat teregulasi, opini audit lebih ditentukan oleh kewajaran penyajian laporan keuangan dan kredibilitas auditor dibandingkan kinerja profitabilitas semata.

Nining Tunggal Sri Sunarti; Reni Tri Lestari

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Status gizi ibu dan anak merupakan indikator penting kesehatan masyarakat dan berperan besar dalam pencegahan anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan stunting. Rendahnya literasi gizi serta keterbatasan kemandirian ibu dalam melakukan deteksi dini status gizi masih menjadi tantangan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai gizi seimbang serta kemampuan deteksi dini status gizi ibu dan anak melalui edukasi berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui observasi awal dan pengembangan media edukasi digital. Pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan langsung, diskusi interaktif, serta pengenalan aplikasi edukasi gizi dan deteksi dini pertumbuhan anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini melibatkan 22 ibu sebagai peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta pada kategori pengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang setelah intervensi. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi gizi seimbang berbasis teknologi informasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi ibu dan berpotensi mendukung deteksi dini masalah gizi secara mandiri. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.

Rahmalia Ayu Isnaini; Rimba Rahmawati; Nurul Oktavia Ramadani; Sharla Martiza; Zhaima Saputri +1 more

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2026 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This research aims to analyze student learning activities in Mathematics through observational studies at SD Inpres 1 Koya Timur. Student learning activities are an essential aspect in determining the success of learning, particularly in Mathematics, which requires active student involvement in the processes of thinking, reasoning, and problem-solving. This study uses a qualitative approach with observation methods and a systematic literature review. Data were obtained through observations of fifth-grade students' learning activities during Mathematics lessons, supported by relevant literature analysis. The results show that student learning activities include visual, verbal, writing, mental, and emotional activities. Some students displayed active involvement through activities such as asking questions, answering questions, discussing, and completing assignments; however, there were still students showing passive involvement. Factors influencing student learning activities include the role of the teacher, teaching methods, the use of media and learning materials, the classroom environment, and student characteristics. This research concludes that the student learning activities in Mathematics classes at SD Inpres 1 Koya Timur are categorized as fairly active, but improvements are necessary by implementing student-centered learning strategies to make Mathematics learning more effective and meaningful.

Yolenta Klarina Ewinda Dhei; Claudius Novan; Robertus Lili Bile

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Syncope or fainting is an emergency condition that commonly occurs during sports activities due to reduced blood flow and oxygen to the brain. Rapid and appropriate management is essential to prevent further complications. This study aims to determine the syncope management procedures following sports activities performed by healthcare professionals at primary healthcare facilities. This study employed direct observation and structured interviews with healthcare workers at Puskesmas Boba, Ngada on November 28, 2025. Observed aspects included initial patient condition, initial actions, vital signs examination, medical assistance provision, condition monitoring, and follow-up actions. Healthcare workers performed management according to first aid procedures by positioning patients supine, elevating both legs, loosening tight clothing, checking vital signs using sphygmomanometer and stethoscope, providing oxygen and fluids when necessary, and monitoring until condition stabilized. Main causative factors of syncope were dehydration, physical fatigue, hypoglycemia, and anemia. Syncope management requires systematic actions and adequate medical equipment. Preventive education for athletes and the community, as well as collaboration among healthcare workers, coaches, and physical education teachers is crucial to prevent recurrence.

Fadilawati Khairunnisa; Lia Rosmala Schiffer; Agus Dharma; Yonav Partana

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk bukaan terhadap kondisi termal bangunan Masjid Jami Al-Hurriyah di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis kualitatif, bukan untuk pengujian statistik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, pengukuran suhu udara menggunakan termometer digital, serta analisis visual terhadap pola aliran udara pada setiap lantai bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bukaan yang terbatas di lantai dasar menyebabkansirkulasi udara tidak optimal dengan suhu berkisar antara 27,6–29,3°C; (2) penggunaan bukaan lebar berbahan kaca di lantai satu meningkatkan suhu ruang hingga 29,1°C akibat paparan radiasi matahari; dan (3) keberadaan bukaan vertikal berupa skylight di lantai dua mampu menciptakan mekanisme stack ventilation yang lebih efektif dengan suhu ruang berkisar antara 26,8–27,3°C. Meskipun demikian, seluruh lantai bangunan belum memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan SNI, yaitu 22,8–25,8°C. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi desain pasif, seperti optimalisasiventilasi silang, pengendalian radiasi matahari melalui elemen peneduh, serta pemilihan material bangunan yang mampu mengurangi perpindahan panas, guna meningkatkan kenyamanan termal pada bangunan masjid di iklim tropis.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Achmad Muhaimin, Nadzifurrohman; Aniq Barlian, Akhmad; Muldiyana, Tya

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian di apotek yang berperan besar dalam menjamin kualitas, stabilitas, dan keamanan obat sampai ke tangan pasien. Khususnya pada obat-obatan yang termasuk kategori High Alert dan Look-Alike Sound-Alike (LASA), penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error) yang berpotensi menimbulkan efek samping serius hingga membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyimpanan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengocok penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang, Kabupaten Pemalang, berdasarkan standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional langsung dan wawancara terstruktur kepada tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek. Evaluasi dilakukan terhadap aspek identifikasi, penandaan khusus, dan pemisahan fisik pada penyimpanan obat High Alert dan LASA. Hasil pengamatan Kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan obat LASA di Apotek Kaligelang yang mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, diperoleh bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai. Untuk obat High Alert, diperoleh Jumlah Total Prosentase 80% sudah sesuai, Sedangkan untuk obat LASA, diperoleh Jumlah Total Prosentase 75% sudah sesuai. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang mencapai rata-rata 77,5%, menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat berisiko tinggi di apotek ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah terjadinya kesalahan pengobatan di lingkungan Apotek.

Astari Herdiani; Dyah Titisari Widyastuti

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Pusat Kota Lama Toboali merupakan kawasan historis yang menyimpan nilai-nilai spasial, sosial, dan budaya yang penting dalam sejarah urban Kepulauan Bangka Belitung. Transformasi yang terjadi dari masa kolonial hingga kini telah mengubah banyak elemen pembentuk citra kota yang mempengaruhi persepsi kolektif masyarakat terhadap identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan elemen-elemen pembentuk citra kota berdasarkan teori Kevin Lynch (paths, edges, districts, nodes, landmarks) serta bagaimana perubahan tersebut berdampak terhadap karakter kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif dengan metode historis-interprektif, observasi lapangan, wawancara mendalam, cognitive mapping, dan analisis konten. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perencanaan kota berkelanjutan dan strategi pelestarian kawasan historis Toboali.  

Yuliana Welmina Landang; Aloysius N.Y.Mawo; Robertus Lili Bile

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Injuries represent a common health issue associated with physical activity in both recreational and competitive sports settings. Appropriate initial management is essential to prevent complications and to facilitate optimal recovery. This study aims to describe the management of minor sports injuries at the Surisina Primary Health Center based on observational findings Sports and structured interviews with healthcare professionals. The study employed direct observation and structured interviews involving physicians and nurses at Surisina Primary Health Center on November 24, 2025. The findings indicate that sports injury management at the primary healthcare level involves a systematic initial assessment, comprehensive physical examination, and the implementation of simple immobilization techniques tailored to the type and severity of injury. Common injuries treated include sprains, muscle cramps, contusions, lacerations, ankle injuries, and minor fractures. Despite limitations in the availability of immobilization equipment, healthcare services were delivered effectively, supported by adequate patient education on injury care, warning signs, and activity recommendations during recovery. This study demonstrates the critical role of primary health centers in providing initial sports injury management and serving as practical learning sites for students in physical education and health programs.