Publication Search

80,083 articles from 755 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-30 of 30

Analytics

Abdul Malik Azis; Mia Rahmawati Yuwita

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Bahasa kiasan seringkali ditemukan pada karya sastra seperti puisi, drama ataupun lagu. Penelitian ini penulis menganalisis beberapa lagu dengan tema patah hati yang menggunakan jenis Bahasa kiasan metaphor, repetition, hyperbole dan personification. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penelitian ini berasal dari lirik lagu yang mengandung banyak jenis Bahasa kiasan dan menjelaskan hasil analisis data berupa deskripsi. Objek dari penelitian ini adalah Bahasa kiasan yang ada dalam lirik lagu Taylor Swift bertemakan patah hati. Ada beberapa jenis Bahasa kiasan yang memiliki ciri-ciri yang berbeda, yaitu: hyperbole, metaphor, personification dan repetition. Pengumpulan data dengan cara mengelompokkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas, baik website maupun beberapa sumber, jurnal, buku dan arsip. Penulis memilih lagu bertemakan patah hati.  Hasil penulis menyimpulkan bahwa tiga lagu Taylor Swift bertemakan patah hati, gaya bahasa digunakan ialah gaya bahasa methapore pada lagu “Dear John”, repitition pada lagu “This Love” dan personification pada lagu “Back To December”.

Salma Salsa Billa

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian jurnal ini untuk mengetahui gaya bahasa dan makna yang terdapat pada lirik lagu “Dunia Tipu-Tipu” Yura Yunita. Riset terhadap penelitian ini menggunakan analisis data, yaitu dengan mendengarkan lagu yang akan dianalisis, memahami isi lirik tersebut kemudian, mencari kata-kata yang mengandung majas atau gaya bahasa lalu mendeskripsikan makna dari lagu ini yang tertuju kepada teman, keluarga dan orang terdekat maka dari itu kami menemukan beberapa majas yang ada didalam lirik lagu tersebut, penelitian yang kami dapatkan adalah beberapa majas yaitu majas hiperbola, majas paradoks, majas eufimisme, majas metafora, dan majas personifikasi.

Suci Namira; Tepu Sitepu

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan gaya bahasa metafora menurut Michael C. Halley dan makna gaya bahasa metafora yang terkandung dalam lirik lagu pada album Inti Bumi karya Rasukma yang terdiri dari 9 lagu. Adapun data penelitian adalah ungkapan gaya bahasa metafora dan makna gaya bahasa metafora. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan data, dan selanjutnya menganalisis data. Instrumen penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman dokumentasi dengan penabelan dan check list dan ditambah dengan keterangan makna. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca berulang-ulang dengan cermat, menghayati, memahami lirik lagu, mengumpulkan data, menggarisbawahi pada isi lirik lagu, mendeskripsikan hasil temuan, dan menyimpulkan isi penelitian. Hasil penelitian ini ditemukan beberapa ungkapan gaya bahasa menurut Michael C. Halley yang terdiri dari metafora being (keadaan), metafora cosmos (kosmos), metafora energic (energi/tenaga), metafora substance (substansi), metafora terrestrial (permukaan bumi), metafora object (benda), metafora living (kehidupan), metafora animate (hewan/makhluk bernyawa), dan metafora human (manusia), serta makna yang terkandung dalam gaya bahasa metafora tersebut.

Santi Budiyani; Yushi Luthfiyati Fadilah

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini membahasa tentang penggunaan bahasa dan makna yang terkandung pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Labirin”. Yang dirilis pada tahun 2018. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan hasil diskusi berupa penjelasan deskriptif pendekatan secara kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa gaya bahasa yang terkandung pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Labirin”. Langkah pengumpulan data penelitian ini memakai Teknik Pustaka, simak, dan catat. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Labirin”, dalam lagu ini terdapat beberapa gaya bahasa yaitu: (a) majas perbandingan yang terdiri dari hiperbola, personifikasi, metafora, sinekdok, sinestesia, dan litotes (b) majas penegasan yang terdiri dari pleonasme, repitisi, elipsis, dan retoris (c) majas sindiran yang terdiri dari sarkasme, ironi, dan sinisme.

Sekar Kumala Suci; Tarissa Febri Trihapsari

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Jurnal Ilmiah ini akan membahas dan mengupas tentang gaya bahasa dan majas yang terdapat dalam lagu karya seorang seniman, musisi, sekaligus penyanyi Indonesia berbakat, Isyana Sarasvati yang berjudul “LEXICON”. Lagu “LEXICON” sebagai lagu utama dalam album keempat milik Isyana Sarasvati yang dikemas berbeda dari album-album Isyana Sarasvati yang sebelumnya, dimana dalam album Lexicon ini menggunakan genre musik Neo Classic dan rock progresif, sedangkan album Isyana Sarasvati yang sebelumnya menggunakan genre musik pop. Dalam album ini juga Isyana Sarasvati banyak mencurahkan emosi, isi hati dan lebih menunjukkan jati dirinya, ia meluapkan rasa sedih, kekecewaan, kekesalan, kebebasan, kebahagiaan, dan juga harapannya. Album Lexicon terkhusus pada lagu utamanya yang berjudul “LEXICON” dikemas menggunakan memilihan kata yang jarang dan  kosa kata yang menarik juga mengandung banyak gaya bahasa dan majas  di dalamnya, hal itu membuat lagu ini memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Hasil dari penelitian penulis menunjukan bahwa terdapat delapan jenis gaya bahasa dan majas yang berbeda dalam lagu berjudul “LEXICON” ini, diantaranya terdapat majas sebagai berikut; majas metafora, majas alegori, majas personifikasi, majas sarkasme, majas sinisme, majas eufimisme, majas retorika, dan majas sinekdok-totem pro parte.

Siti Mawaddatul Fitriyyah

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian pada artikel ini menunjukkan bahwa pada puisi “Aku ingin melukismu” karya Nenden Lilis Aisyah memiliki majas metafora yang mengandung makna tertentu salah satunya pada kata ‘melukismu’ memiliki arti yaitu ‘mengabadikanmu’ yang selanjutnya dapat disimpulkan dengan pendekatan ekspresif dan metode penelitian deskriptif kualitatif yakni melihat dari sisi pengarang dalam membuat puisi tersebut yang terdapat satu momen atau kenangan pada saat itu yang membuat dirinya ingin melakukan sesuatu yang dapat diabadikan dan adapun hal yang menarik pada pengarang yaitu pengarang tersebut memilih pilihan kata majas yang unik sehingga muncul rasa ingin tahu dari pembaca dan dengan dibuatnya artikel ini bertujuan untuk menemukan makna yang terkandung dalam majas metafora pada puisi tersebut dan maksud atau tujuan dari ungkapan pengarang yang dituju untuk pembaca.

Zahrah Delia Permana

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Dalam setiap peradaban dan kebudayaan manusia terdapat karya sastra hasil dari ejawantah nilai-nilai dalam masyarakat yang berfungsi sebagai pedoman untuk berperilaku, berdasarka moral ataupun nilai positif. Sebagai bagian dari seni, sastra memiliki keindahan di dalam bahasa yang menjadi bahan bakunya. Salah satu genre sastra yaitu puisi, puisi ialah perasaan penyair yang diungkapkan dalam pilihan kata yang cermat, serta mengandung rima dan irama. Berdasarkan pemaparan terdahulu, penulis tertarik untuk melakukan pengkajian yaitu menganalisis majas dan citraan pada puisi karya saini km yang berjudul “Priangan” dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Majas yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah majas alegori, metafora, dan aliterasi. Citraan yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah citraan penglihatan, pendegaran, dan perasa.

Fika Fauziyah Z; Laela Sari; Prasanti Dwigita

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini pada buku Montase Sepilihan Sajak. Puisi tersebut dibahas menggunakan pendekatan stilistika, yakni dengan menganalisis gaya bahasa dan makna diksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menempatkan puisi sebagai data dan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini terdapat gaya bahasa atau majas Metafora, Hiperbola dan Personifikasi. Selain gaya bahasa pada puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini juga terdapat makna referensial, konotatif, denotatif dan kolokasi.

M. Anam Rahardyan; Loekman Mohamadi; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Telaga Mangunan merupakan telaga yang terletak kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar negara, selama bertahun-tahun telaga ini belum di optimalkan padahal memiliki panorama yang eksotis. Perancagan Kawasan Wisata Telaga Mangunan juga dapat mendorong terciptanya lingkungan hidup yang serasi dan harmonis karena wisatawan yang tujuan utamanya berekreasi menginginkan sesuatu, lingkungan yang menimbulkan suasana baru dari kejenuhan kehidupan sehari. Kawasan wisata telaga mangunan di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menjadi Tempat rekreasi dan wisata untuk umum yang di dalamnya terdapat telaga wisata air dan bangunan penunjang seperti Penginapan, Restoran, Gedung serbaguna, cafe, souvenir dan oleh-oleh serta fasilitas penunjang lainnya. Memiliki fungsi dimana Kawasan yang akan di rencang merupakan Kawasan Wisata yang berada di alam dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, maka dapat ditentukan jenis ragam arsitektur yang akan di gunakan pada perencanaan perencangan Kawasan Wisata Telaga Mangunan adaalah jenis ragam Neo Vernakular dengan di kombinasikan sedikit sentuhan arsitektur metafora untuk membentuk suatu bangunan yang sesuai dengan keberadaanya yakni Batik dan memiliki lahan berkontur yang membuat desain Kawasan ini semakin lebih menarik dan menantang. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Putri Rahmawati; Loekman Mohammadi; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Ilmu Astronomi adalah salah satu cabang bidang keilmuan yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (Bintang, Planet, Komet, Nebula, Gugus Bintang atau Galaksi) serta fenomena – fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (Misal Badai Matahari, radiasi latar belakang kosmik). Di Indonesia jumlah bangunan yang memiliki fungsi sebagai Astronomy Centre hanya terdapat di DKI Jakarta yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat. Di Provinsi Jawa Tengah  belum  terdapat  sarana  untuk  mengakomodasi  kegiatan  astronomi, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Kabupaten  Semarang  dipilih  karena  mempunyai  topografi  berupa pegunungan dan jauh dari keramaian Kota Semarang yang cocok untuk menjadi tempat untuk melakukan pengamatan benda langit. Astronomy Center di Kabupaten Semarang merupakan suatu bangunan  yang  berfungsi  untuk  mewadahi  suatu  kebutuhan  wisata edukatif  dan  mengenalkan ilmu pengetahuan astronomi kepada masyarakat umum dan sebagai bangunan  yang  mempunyai  misi mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan Astronomy Centre adalah untuk fasilitas edukasi yang bisa dijangkau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, memiliki desain yang menarik. Dengan  penekanan desain Arsitektur Metafora, dan di peruntukan untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum baik domestik maupun mancanegara yang datang secara individual, group, maupun study tour yang hendak belajar tentang ilmu astronomi.