SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 21-26 of 26

Analytics

Soni Supriyanto

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh emotional intelligence, kreativitas pegawai terhadap kinerja pegawai generasi Y di Sekretariat Daerah Kabupaten Blora dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel pegawai generasi Y di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora sebanyak 46 responden. Metode analisis data diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji partial (uji t), uji serempak (uji F), uji R square dan uji analisis jalur dengan mengunakan alat statistik SPSS 22. Hasil uji t sebagai berikut : emotional intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kreativitas pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Emotional intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kreativitas pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel emotional intelligence, kreativitas pegawai, dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji R square menunjukkan bahwa 82,9% variasi dari kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh emotional intelligence, kreativitas pegawai, dan kepuasan kerja dan sisanya sebesar 17,1% dijelaskan variabel-variabel lain diluar model penelitian, misalnya komitmen organisasi, disiplin kerja, kepemimpinan, dan lain lain. Hasil uji analisa jalur menunjukkan bahwa pengaruh langsung emotional intelligence terhadap kinerja lebih besar dari pengaruh tidak langsung emotional intelligence terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Sedangkan pengaruh langsung kreativitas pegawai terhadap kinerja lebih besar dari pengaruh tidak langsung kreativitas pegawai terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil pengaruh total untuk meningkatkan kinerja akan lebih efektif apabila melalui peningkatan emotional intelligence.

Nur Vita Nugraheni

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui dan menganilisis pengaruh:  a) budaya organisasi terhadap komitmen organisasi; b) motivasi kerja terhadap komitmen organisasi. c) kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. d) budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. e) motivasi kerja terhadap kinerja pegawai;. f) kepuasan kerja terhadap kinerja. g) komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Blora. Kinerja adalah hasil dari fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama suatu periode waktu tertentu. Kinerja dalam hal ini menunjukkan hasil kerja yang dicapai seseorang setelah melakukan tugas pekerjaannya yang dibebankan oleh organisasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data primer berasal dari hasil angket dan observasi. Variabel yang diigunakan dalam penelitian ini adalah budaya organisasi (X1), motivasi (X2), kepuasan kerja (X3), komitmen organisasi (X4/Y1) dan Kinerja (Y2).  Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Blora,sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan adalah: Uji validitas, realiabilitas, uji asumsi klasik, regresi berganda, analisis jalur, uji t, uji F  dan uji determinasi. Hasil penelitian ini adalah 1) budaya organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi, (thitung  1,895 > dari ttabel 1,684 dan   nilai signifikasi 0,065>0,050). 2) Motivasi kerja berpengaruh dan signifikan terhadap komitmen organisasi (thitung  variabel motivasi kerja 2,280>dari ttabel (1,684)  dan nilai signifikasi 0,028>0,050). 3)  Kepuasan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komimen organisasi (thitung  kerja 0,141 < dari ttabel  1,684,   dan nilai signifikasi 0,889>0,050). 4) Budaya organisai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (thitung  variabel budaya organisasi sebesar 2,517 > dari ttabel (1,684)  dengan nilai signifikasi 0,016 <0,050). 5) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. (thitung  motivasi kerja sebesar 2 ,766 > dari ttabel (1,684)  dengan nilai signifikasi 0,008>0,050). 6. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap  kinerja (thitung  variabel kepuasan kerja sebesar 2,042 > dari ttabel (1,684)   dengan nilai signifikasi 0,047<0,050) 7. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan sgnifikan terhadap kinerja (thitung  variabel komitmen organisasi sebesar 2,479 > dari ttabel (1,684)   dengan nilai signifikasi 0,017<0,050).

Nurul Aflah Harahap; Khairina Tambunan

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berikut suatu data dari kementerian koperasi maupun UMKM pada tahun 2014, terdapat sebanyak 57,8 jt pelaku UMKM di indonesia pada tahun 2017. Diperkirakan beberapa tahun kedepan jumlah pelaku UMKM akan terus bertambah dan UMKM memiliki peran serta strategis dalam perkembangan ekonomi nasional. UMKM juga berperan sebagai  distribusi hasil dan sejauh ini telah berkontribusi sekitar 57,60% produk domestic bruto (PDB) serta memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja sebanyak 97% dari seluruh tenaga kerja nasional ( profil bisnis UMKM oleh LPPI dan BI, 2015). Dari data yang tercantum pad badan puasat statistic menunjukkan bahwa setelah krisis ekonomi tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak berkurang, UMKM bertambah, bahkan menyerap 85jt hingga 107jt pekerja hingga tahun2012. Dari jumlah tersebut UMKM menduduki jumlah sebanyak 99,99%, selebihnya sekitar 0,01% atau 4.968 unit ialah pengusaha besar. Contohnya dari kebijakan UMKM dipemerintah kabupaten blora terkait dengan peran UMKM terhadap pembangunan, secara khususnya dikabupaten blora sendiri. Banyak Langkah dan proses yang harus dilewati agar mencapai tujuan tersebut, sehingga dibutuhkan keseriusan antara pihak terkait maupun Kerjasama antar daerah. Bentuk nyata populisme ekonomi merupakan dalam suatu bentuk dukungan kepada UMKM, sehingga produksi UMKM tidak hanya dipasarkan dipasar local namun merambah kepasar yang lebih luas. Selain itu jika terdukung menggunakan informasi teknologi, pemasaran produk tidak lagi terhambat oleh waktu maupun tempat. Kata Kunci : , , 

Purwanto, Adi; Nurati, Dian Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bureaucracy has a heavy duty to implement the government’s vision and mission. Therefore, reliable, integrated, honest, capable, and high-motivation personnel are required. Bureaucratic reform should be implemented using master plan of human resource with massive bureaucratic simplification, because the existing bureaucratic is too long. The position of ASN (State Civil Apparatuses) will be based on functional position only, requiring more skill and competency. In bureaucratic reform, ASN faces a problem, that is, government’s plan to remove structural post of echelons III and IV. The government wants to break the too long procedure in bureaucracy and expect to accelerate decision making and to accelerate public service when bureaucratic reduction is implemented. There are some solutions to the problem discussed, among others: a. amending ASN Law, particularly related to ASN position and ASN management; b. reorganizing the institutional structure (central and regional) in order to adapt to the bureaucratic function needed; c. reinforcing the integrated carrier building for ASN personnel emphasizing more on functional position; d. the establishment of work relation pattern and inter-function coordination that can project the quick and simple bureaucratic working system; changing ASN personnel’s mindset into work professionalism-orientation based on merit system. Internal expectation in the discussion resulting from this socialization includes: a) Regency Government gives inadequate socialization to ASNs, so that they have not understood completely the echelon removal policy; b) the echelon officials approaching pension age can accept the echelon removal policy; c) the young and productive echelon officials prefer structural position because they get more facilities and wellbeing than they do in functional position; d) potential staffs often attend education and training, have visionary perspective, and prefer functional position because they can get position promotion more quickly impacting on the increasing income; e) the staffs without structural position prefer functional position because their pension age can be up to 60 years. Recommendation and expectation to be obtained from this socialization is that all ASNs in DLH Blora will acquire complete information on echelon removal plan and keep their working spirit

Mariyani, Anna

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pada saat pembelajaran tematik PKn dalam konsep bangga sebagai anak Indonesia banyak sekali siswa kelas III SD Muhammadiyah Blora yang mendapatkan nilai yang kurang optimal. Dari hasil observasi, guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga kurang menunjang keaktifan siswa dan kurang fokus terhadap materi pelajaran. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki proses pembelajaran, dengan menggunakan model problem based learning diharapkan membantu siswa dalam memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarnya. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi langkah-langkah dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning dalam pembelajaran tematik PKn. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SD Muhammadiyah Blora dengan jumlah siswa 35. Hasil penelitian ini banyak mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar.dari hasil obeservasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 57%, dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84%, dengan kategori Amat baik. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus 36, siklus I 75,2, dan siklus II meningkat menjadi 92, Sehingga dari hasil yang dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran tematik PKn pada konsep bangga telah berhasil dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Rekomendasi kepada guru sebagai acuan untuk menyusun RPP dalam meningkatkan kemampuan profesional dalam mengajarkan materi PKn bagi siswa di kelasnya, serta memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning.Kata Kunci: Pembelajaran problem based learning, Penelitian Tindakan Kelas, PKNABSTRACTAt the time of thematic civic learning in the concept of being proud as Indonesian children, there were many grade III students at SD Muhammadiyah Blora who received suboptimal grades. From the observations, the teacher uses learning methods that are less varied so that they do not support student activity and are less focused on subject matter. Therefore, to improve the learning process, using a problem based learning model is expected to help students improve and improve their learning outcomes. The specific purpose of this research is to identify the steps and improve student learning outcomes through the problem based learning model in the thematic learning of Civics. This type of research used was Classroom Action Research conducted at SD Muhammadiyah Blora with a total of 35 students. The results of this study experienced an increase in activity and learning outcomes. From the results of observation of student activity in the first cycle that was 57%, with enough categories and had increased in the second cycle to 84%, with a very good category. While the average value of student learning outcomes in pre-cycle 36, cycle I 75.2, and cycle II increased to 92, so that from the results it can be concluded that learning using the problem-based learning model of learning in the Civics thematic learning on the concept of pride has been successful with increasing student learning outcomes. Recommendations to teachers as a reference for developing lesson plans in improving professional abilities in teaching Civics material to students in their classrooms, as well as broadening teachers' insights and knowledge in applying problem based learning learning models.Â

Carorin, Carorin

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2018 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Dalam pelaksanaan otonomi daerah Pemerintah Kabupaten/Kota pada umumnya mempunyai 3fungsi yaitu alokasi, distribusi dan stabilisasi. Pelaksanaan fungsi Pemda di bidang alokasi antaralain adalah memberikan pelayanan dan fasilitas publik, yang diwujudkan dalam pembangunanterminal di Desa Widorokondang Kabupaten Pati. Dengan dibangunnya terminal ini akanmendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati dan mendukung perkembangan kotasekitarnya, mengingat Kabupaten Pati letaknya cukup strategis yaitu berbatasan denganKabupaten Kudus, Jepara, Grobogan,Blora dan Rembang. Lokasi penelitian ini adalah DesaWidorokondang Kabupaten Pati. Adapun alat analisis yang digunakan Analisis net present value(NPV), Analisis payback period, Analisis Return on Investment (ROI), Analisis hasilpengembalian (internal rate of return)/IRR serta analisis kerjasama Pemerintah-Swasta.Kesimpulan yang diperoleh adalah Potensi kepadatan lalu lintas tinggi di kawasan ini akanmemberikan peluang pemasukan (Cash In Flow) sebesar Rp 149.743.501. Biaya investasipembangunan di kawasan ini sebesar Rp29.515.745.000. Dengan batas masa investasi 25tahun, maka didapatkan :DF 10%, Payback periode adalah 23 tahun, DF 12%, tidak layak (diatas 25 tahun), DF 14%, tidak layak (di atas 25 tahun)