Publication Search

69,914 articles from 605 journals · 1,760 citations tracked

Showing 21-27 of 27

Analytics

Idris Miftakhul Huda

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan komponen daya tarik wisata yang terjadi di Semarang Zoo, serta kondisi saat ini dan hambatan dan peluang yang terjadi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,dan dokumentasi. Analisis kualitatif menggunakan pengolahan data dari hasil temuan data, kemudian di analisis dan dikembangkan hingga mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Semarang Zoo sudah mengalami pengembangan komponen daya tarik wisata, dengan penambahan atraksi, perbaikan amenitas, dan pengembangan aksesbilitas.Selain itu ditemukan bagaimana upaya peluang dan hambatan dalam pengembangan komponen daya tarik wisata serta saran untuk lebih baik lagi dalam pengembangan komponen daya tarik wisata.

Katrini Endah Pamungkas; Nina Mistriani; Sri Mulyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati menjadi trend wisata saat ini yaitu wisata alam di Hutan Pinus Pangonan. Hutan Pinus ini merupakan wisata Alam yang berada di pegunungan Muria, lebih tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Hutan pinus Pangonan merupakan lahan milik Perhutani yang sangat potensial. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari Pangonan. Dari kajian melakukan penelitian mengenai Hutan Pinus Pangonan untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Pati. Masyarakat dan Pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengelolaan daya tarik Hutan Pinus Pangonan. Daya tarik wisata Hutan Pinus Pangonan ini masih belum maksimal untuk anggaran yang dikeluarkan, sehingga membutuhkan suatu kerjasama yang maksimal antara pengelola dengan pemerintah daerah Kabupaten Pati. Perkembangan pariwisata dengan trend global back to nature terus mengalami peningkatan. Sebab pada umumnya pengembangan pariwisata di daerah tentu memiliki motivasi pada kemanfaatan ekonomi yaitu devisa bagi daerah, negara, serta peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan, bahwa fasilitas yang sudah memadai menjadi faktor pendukung untuk dikembangkannya menjadi sebuah destinasi unggulan dengan konsep ekowisata. Pengembangan atraksi di Hutan Pinus Pangonan harus menjadi fokus utama dalam pengelolaannya.

Chandra Istiani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Untuk UNESCO World Heritage Site 2020 Dalam Upaya Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan” ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui potensi internal kondisi Kawasan Kota Lama Semarang, 2) Mengetahui potensi eksternal berupa atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan ancilliary di Kawasan Kota Lama Semarang, 3) Mengetahui upaya revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang ditujukan untuk menata Kawasan Kota Lama Semarang agar terlihat lebih tertata dari segi infrastruktur jalan, infrastruktur bangunan, dan infrastruktur sosial. Pembenahan dilakukan agar Kawasan Kota Lama Semarang menjadi daya tarik wisata yang nyaman bagi para wisatawan.

Ray Octafian; Amaniar Istiqomah

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan di daya tarik wisata Curug Lawe Kalisidi Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan wisatawan berdasarkan komponen pariwisata yang ada seperti atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancillary di Curug Lawe Kalisidi, kondisi komponen pariwisata yang kurang memadai namun mampu menarik wisatawan untuk datang baik pribadi maupun berkelompok. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil dan dipilih dalam penelitian sebanyak 86 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kelompok sadar wisata yang ada di Curug Lawe Kalisidi. Data yang diperoleh, diolah dengan menggunakan program SPSS 16 For Windows. Hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi R2 square sebesar 0,665. Hal ini menunjukkan bahwa semua komponen pariwisata mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 66,5%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk kepuasan wisatawan perlu didukung dengan peningkatan seluruh komponen pariwisata yang ada.

Ikhwanto , Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata? 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Hal ini relevan dengan teori benntuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat menurut Hutomo, namun terdapat bebarapa tambahan poin penting yang belum diungkapkan pada teori tersebut, misalnya pemasaran dan kerja bakti seperti yang terjadi pada Desa Wisata Tlogoweru. Sedangkan, Pengimplementasian bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka mempercepat terwujudnya keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Tlogoweru. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Edipeni Pramusinto; Sri Mulyani Wahono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Upacara adat tradisional Sekaten merupakan salah satu bentuk peninggalan kebudayaan Jawa yang dapat dijadikan atraksi wisata budaya yang potensial dan diharapkan memberikan pengaruh yang besar bagi pengembangan & pembangunan Kepariwisataan Daerah bahkan Nasional. Implikasi tersebut dapat kita lihat pada penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan pengembangan di Kodya Surakarta di samping itu juga untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam upacara adat tradisional Sekaten serta letak nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan. Keterkaitan antara upacara adat tradisional Sekaten dengan perkembangan kepariwisataan di Kodya Surakarta terlihat pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan lebih mengarah pada bentuk-bentuk atraksi pariwisata yang ternyata mampu mengundang banyak wisatawan untuk datang, tidak hanya wisatawan nusantara/domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara. Realita ini apabila dilestarikan dan dikembangkan secara kontinu akan berdampak positif terhadap pengembangan dan pembangunan kepariwisataan daerah bahkan nasional, karena dari penyelenggaraan upacara adat tradisional Sekatenakan muncul komponen-komponen kebutuhan wisatawan yang lain, seperti: akomodasi, makan, minum, transportasi dan jasa penunjang lainnya. Dalam kaitan ini suksesnya kegiatan Sekaten tergantung pada unsur yang terlibat, yakni :pemerintah, swasta dan masyarakat dan keterlibatan tersebut harus bersifat saling mendukung dan menguntungkan. Bermuara dari uraian tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa upacara-upacara adat tradisional yang hidup pada masyarakat kita, seperti halnya: Sekaten, dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan dan pembangunan kepariwisataan di tanah air.

Dyah Palupiningtyas; Heru Yulianto

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2018 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to analyze and explain the influence of Attractions, Activities, Amenities, and Accessibility (4A) on tourist satisfaction at Taman Nusa Bali which is experiencing unfavorable conditions including a decrease in the level of tourist visits every year, besides that there are several conditions of tourism components that need to be improved. The sample used in the study was 100 respondents. The research data was processed by quantitative statistical analysis using multiple regression analysis to determine the effect of the independent variable on the dependent variable. The results of the regression analysis show that an increase in variable 4A will increase tourist satisfaction. The results of the multiple regression analysis test show a significant F value, the adjusted R2 square coefficient value of 0.604 indicates that all 4A variables have a significant effect on tourist satisfaction together with a close relationship of 60.4%. This shows that to increase tourist satisfaction it is necessary to increase all tourism components in order to increase tourist satisfaction in the next period.