Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 361-380 of 389

Analytics

Saiful Amin; Anwar Effendi; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Student Center atau yang sering disebut sebagai Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) adalah sebuah tempat dimana mahasiswa dapat berkumpul untuk memanfaatkan waktu kuliahnya untuk hal-hal yang positif dan juga merupakan fasilitas yang melayani mahasiswa, dosen, staf karyawan, alumni, dan para tamu. Student Center disebuah perguruan tinggi bisa dibilang penting, karena di kampus kegiatan mahasiswa bukan hanya sekedar kuliah mencari ilmu saja, akan tetapi juga harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau yang sering dikenal oleh mahasiswa sebagai wadah suatu komunitas kegiatan kampus yang dimana mahasiswa-mahasiswi dapat menyalurkan hobi, ide-ide, aspirasi, dan tenaga mereka yang nantinya dapat berubah menjadi hal yang positif dan bermanfaat. Berangkat dari pengamatan yang penulis lakukan pada mahasiswa UNTAG Semarang secara perorangan maupun kelompok, sebagian kegiatan UKM yang ada di UNTAG Semarang masih bergabung dengan asrama kemahasiswaan UNTAG Semarang. Keadaan ini tentu berdampak pada kurangnya fasilitas utama maupun penunjang terhadap aktifitas kegiatan kemahasiswaan yang ada dalam melakukan kegiatan akademis maupun non-akademis mahasiswa seperti kegiatan olahraga (tae kwon do, pencak silat), kegiatan rohani (UKKI, PMKP), kegiatan kesenian (paduan suara, unit musik), dan kegiatan khusus (menwa, racana, theater)  hingga organisasi badan eksekutif mahasiswa maupun himpunan mahasiswa, membutuhkan tempat berinteraksi bersama untuk mendukung suatu kegiatan mahasiswa.

Chaerul Huda; Loekman Mohammadi; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Di beberapa kota besar Indonesia, sudah banyak beberapa bangunan sekolah maupun universitas yang berbasis keagamaan, termasuk beberapa wilayah yang memiliki sebuah bahkan beberapa bangunan pesantren. Kabupaten Pekalongan yang memiliki total penduduk berjumlah 880.092 jiwa dengan kepadatan mencapai 1.053 jiwa per kilo meter persegi yang mayoritas penduduknya beragama islam. Hal itu terbukti dengan adanya slogan bahwa Pekalongan adalah Kota Santri. Mengingat betapa pentingya pembangunan sebuah pesantren di Pekalongan dengan berbagai keterampilan yang ada di Pekalongan, sudah seharusnya jika Pekalongan memiliki sebuah pesantren modern yang tidak hanya berbasis keagamaan, namun juga keterampilan membatik. Bangunan Pondok Pesantren Modern Berbasis Ketrampilan Membatik di Kabupaten Pekalongan merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi (pendidikan) yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu sosial dan agama namun juga edukasi mengenai ketrampilan membatik. Konsep perancangan dari bangunan ini adalah menciptakan bangunan yang representatif sebagai tempat untuk belajar dan mendapat pengetahuan akan ilmu sosial dan agama serta bekal ketrampilan membatik. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Putri Rahmawati; Loekman Mohammadi; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Ilmu Astronomi adalah salah satu cabang bidang keilmuan yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (Bintang, Planet, Komet, Nebula, Gugus Bintang atau Galaksi) serta fenomena – fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (Misal Badai Matahari, radiasi latar belakang kosmik). Di Indonesia jumlah bangunan yang memiliki fungsi sebagai Astronomy Centre hanya terdapat di DKI Jakarta yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat. Di Provinsi Jawa Tengah  belum  terdapat  sarana  untuk  mengakomodasi  kegiatan  astronomi, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Kabupaten  Semarang  dipilih  karena  mempunyai  topografi  berupa pegunungan dan jauh dari keramaian Kota Semarang yang cocok untuk menjadi tempat untuk melakukan pengamatan benda langit. Astronomy Center di Kabupaten Semarang merupakan suatu bangunan  yang  berfungsi  untuk  mewadahi  suatu  kebutuhan  wisata edukatif  dan  mengenalkan ilmu pengetahuan astronomi kepada masyarakat umum dan sebagai bangunan  yang  mempunyai  misi mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan Astronomy Centre adalah untuk fasilitas edukasi yang bisa dijangkau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, memiliki desain yang menarik. Dengan  penekanan desain Arsitektur Metafora, dan di peruntukan untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum baik domestik maupun mancanegara yang datang secara individual, group, maupun study tour yang hendak belajar tentang ilmu astronomi.

Harsoyo Harsoyo; Christine Diah Wahyuningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perpustakaan bukan hanya sebuah institusi penyedia layanan untuk membaca, namun sebuah proses belajar bagi masyarakat untuk membangun peradapan sebuah bangsa. Perpustakaan merupakan elemen penting bukan hanya dalam dunia pendidikan namun secara luas menjadi jantung bagi pengembangan karakter dan kecerdasan bangsa. Kehadiran perpustakaan masih belum mampu mendorong minat membaca masyarakat. Anggapan bahwa perpustakaan hanya tempat menyediakan buku, bukan tempat belajar, menjadikan perpustakaan kurang diminati. Kebijakan penyelenggaraan  perpustakaan sudah ada, bahkan mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut. Implementasi atas penyelenggaraan perpustakaan inilah yang harus terus diperjuangkan agar makin mendekati tujuan yaitu peningkatan kecerdasan masayrakat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana imlementasi kebijakan penyelengagraan perpustakaan di Kabupaten Rembang. Tujuannya untuk mengekplorasi sejauhmana perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca.

Y. Setyohadi Pratomo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Permasalahan ketenagakerjaan di Kota Surakarta tingginya angka pengangguran. Upaya yang harus dilakukan untuk menurunkan pengangguran salah satunya adalah peningkatan daya saing agar penduduk angkatan kerja di Kota Surakarta memiliki kesempatan kerja. Tujuan penelitian adalah menggambarkan kondisi ketenaga kerjaan di Kota Surakarta, menggambarkan permasalahan ketenaga kerjaan dan merumuskan   strategi, arah kebijakan peningkatan daya saing tenaga kerja di Kota Surakarta dalam rangka mengurangi angka pengangguran. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah Daya saing tenaga kerja di Kota Surakarta kurang karena banyak tenaga kerja yang tidak memiliki sertifikasi. Link and match pendidikan kejuruan (SMK) masi belum terwujud sehingga terjadi penumpukan lulusan SMK yang tidak terserap. Semangat juang Tenaga kerja di Kota Surakarta kurang tinggi untuk memenuhi lowongan pekerjaan di berbagai tempat di Indonesia bahkan di Luar Negeri. Rekomendasi penelitian ini adalah Meningkatkan ketrampilan pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan memberikan   atau mengupayakan sertifikasi keahlian pada tenaga kerja. Link and match pendidikan kejuruan (SMK) harus ditingkatkan agar lulusan sekolah kejuruan segera dapat terserap oleh pasar tenaga kerja.

Rahmad Purwanto W

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan desa wisata berbasis   unggulan desa dan   talenta sosial budaya   telah ditetapkan menjadi   kebijakan strategis dalam   percepatan pembangunan desa dan mengatasi permasalahan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Empat desa di Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara mempunyai ungulan yang tidak terdapat di kawasan lain. Unggulan desa-desa tersebut adalah alam kepulauan, potensi wisata alam dan wisata bahari serta kekayaan laut Karimunjawa. Dari sisi tradisi dan potensi sosial budaya adalah beragam suku bangsa yang memiliki keunggulan budaya baik yang bersifat benda (bangunan rumah, lingkungan tempat tinggal) dan tak benda (mata pencaharian, tradisi, pencak silat, rebana, dongeng, tata karma, perilaku dan upacara tradisi masing-masing suku sangat kaya menjadi potensi wisayta budaya. Membangun kelembagaan BUMDEs, Pokdarwis dan sarana-prasarana pendukung bagi pengembangan lingkungan desa wisata. Hambatan dan tantangan pengembangan desa wisata diselesaikan dengan pengembangan kelembagaan menjadi komitmen dari perangkat daerah Kabupaten Jepara dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha.

Devie, Erviana; Winarno, Edy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Aplikasi Location Based Service (LBS) banyak dikembangkan karena mempunyai kemanfaatan yang sangat penting untuk berbagai hal, tak terkecuali untuk informasi kuliner. Dalam penelitian ini dibuat sebuah aplikasi kuliner dengan menggunakan metode location based service untuk mendapatkan suatu titik lokasi pada aplikasi, aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pengguna mengunjungi berbagai macam kuliner saat berkunjung ke yogyakarta dengan menampilkan estimasi jarak dari posisi awal penggguna ke tempat tujuan.  Penelitian ini memanfaatkan global positioning system pada perangkat android. Pada perancangan ini digunakan rumus haversine untuk menghitung jarak tempuh pengguna dari posisi awal menuju lokasi tujuan secara manual. Hasil dari pengujian yang dilakukan pada salah satu data menunjukan selisih dari jarak tempuh sebanyak ±40km.

Wicaksono, Wibowo; Luthfiarta, Ardytha; Shobri, Hasan

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ini adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang kebandarudaraan. Pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang terdapat sebuah bidang bernama ITC (Information Technology and Communication) bagian yang menangani yang salah satu tugasnya adalah Menyiapkan dan melakukan kegiatan pengoperasian, pemeliharaan dan pelaporan fasilitas IT. PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang menjadi tempat penulis dalam melakukan penelitian untuk proses pembuatan pass bandara baru yang masih dilakukan secara manual. Maka untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi pekerjaan penulis membangun sebuah sistem informasi berbasis web yang mengatur proses pembuatan pass bandara baru.

Kodir, Kodir; Margiyati Margiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pola penyakit mengalami transisi epidemilogi yang awalnya didominasi oleh penyakit menular berubah menjadi penyakit tidak menular (PTM). WHO melaporkan tahun 2013 PTM merupakan penyebab utama kematian di dunia. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2017 juga menyebutkan 55,76 % PTM didominasi penyakit hipertensi, peringkat ke dua diduduki Diabetes Melitus sebesar 20,57% dan sisanya PTM lainnya. Tingginya kejadian PTM ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan  paradigma  sehat  melalui  GERMAS.     GERMAS  merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, dengan cara 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Deteksi dini PTM melalui pemeriksaan kesehatan rutin merupakan salah satu upaya pengendalian PTM yang perlu digencarkan  untuk  mencegah  timbulnya  penyakit  yang  lebih  lanjut  karena  tidak semua penyakit mempunyai gejala yang jelas dan baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tempat pemeriksaan kesehatan yang kurang strategis menjadikan masyarakat   enggan   memeriksakan   diri   sehingga   memicu   peningkatan   PTM. Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah pemeliharaan kesehatan  tidak  efektif  di  atas  antara  lain  melalui  pelaksaaan  “Pemeriksaan Kesehatan   untuk   Deteksi   Dini   PTM   sebagai   Upaya   Mewujudkan   Program GERMAS” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.

Yuni Astuti; Erni Suprapti; Apriliya Dwi S; Badriyatul Khasanah; Dina Farkhana +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Anak remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Perkembangan yang mencolok pada masa remaja usia 10 sampai 19 tahun adalah terjadinya kematangan identitas seksual dan perkembangan organ reproduksi untuk memasuki masa dewasa (Supartini, 2012). Perubahan terpenting yang terjadi pada remaja perempuan adalah haid pertama kali (menarche). Menarche dianggap  sebagai tanda kedewasaan  pada remaja perempuan di beberapa daerah, sehingga mereka dianggap sudah mampu melakukan tugas sebagai seorang wanita. Santrock (2010), menyimpulkan bahwa anak perempuan yang mengalami menarche akan mengalami kondisi psikologis seperti cemas, stres, takut dan beresiko mengalami depresi karena terjadi perubahan fisik setelah menarche. Salah satu cara menghadapi hal tersebut dengan meningkatkan pengetahuan anak melalui pendidikan kesehatan di sekolahan mengenai menarche. Sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk melakukan pendidikan kesehatan karena sekolah merupakan lingkungan terdekat anak setelah lingkungan keluarganya. Sekolah dapat menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan pada anak usia sekolah    

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Anita Trisiana, Luthfi Nur Alfiati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peran guru PPKn dalammembentuk karakter siswa sebagai Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 KaranganomKabupaten Klaten, 2) Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten.Metode penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatankualitatif deskriptif, dalam penelitian ini juga memanfaatkan pendekatan kuantitatif sebagaipelengkap atau pendukung.Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi tunggalterperancang.Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Tekniksampling yang digunakan adalah kombinasi purposive sampling dan snow ball. Teknikpengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalahdengan wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Untuk memperoleh validitas datadigunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakanadalah model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1) Pengumpulan Data,2) Reduksi Data, 3) Sajian Data, 4) Pengumpulan Kesimpulan. Prosedur penelitian yangdigunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tahap Pra Penelitian, 2) TahapPekerjaan, 3) Tahap Analisis Data, 4) Tahap Penyusunan Laporan Penelitian.Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Peranguru PPKn dalam membentuk karakter siswa sebagai Pendukung Revolusi Mental padakasus siswa SMP Negeri 4 Karanganom Kabupaten Klaten melalui perubahan sikap darikomponen pokok dalam teori Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan civicdispotision sebagai kompetensi yang terkait pada Pasal (3) Undang-Undang No. 20 Tahun2003 tentang Pendidikan Nasional dalam mengembangkan dan membentuk watak ataukarakter. 2) Kendala yang dihadapi oleh peran guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten yaitu kurang mampu mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang tidak di anggappenting dari kepribadian, belum adanya good govermance dan good cooperate govermanceserta minimnya mutu law entorcement.Kata Kunci :Guru, PPKn, Revolusi Mental, Karakter

Anita Trisiana, Vivit Dwi Puspitasari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memperoleh gambaran pelaksanaan modelpembelajaran Project Citizen pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3. Penelitian inidilaksanakan pada siswa Kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kebakkramat Tahun 2016/2017.Data dalam penelitian ini berupa karakter kreatif dan disiplin dalam PPKn sebelum dansetelah menggunakan model pembelajaran Project Citizen. Sumber data dalam penelitianini di peroleh dari guru, siswa, interaksi antara siswa dengan guru tempat dan peristiwasedang berlangsung. Prosedur penlitian menggunakan dua siklus yaitu, sikuls I dan siklusII, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, observasi danrefleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan, dokumentasi, wawancara, tes, danmetode observasi. Validitas data menggunakan validitas isi dan validitas kontruksi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan kritis kooperatif.Berdasarkan hasil penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan pada siswaKelas VIII A SMP Negeri 3 Kebakkramat dengan model pembelajaran Project Citizendalam PPkn maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ditunjukan dari kondisi awal ke siklusI dari 6 siswa menjadi 23 siswa peningkatan 17 siswa sebesar 53,13 jadi ketuntasanbelajar pada siklus I sebesar 71,88%. Pada siklus I ke siklus II dsari 23 siswa meningkatmenjadi 25 dengan prosentase sebesar 6,25% ketuntasan belajar pada siklus II sebesar78,13%.Kata Kunci : Karakter Kreatif, Disiplin, Model Project Citizen, PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan

Sunardi, Sunardi; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Sejalan dengan era global ini, saat dibutuhkan informasi yang bersifat mobile. Kemudahan dankecepatan akses saat ini sangat didukung dengan berbagai sarana seperti smartphone. Semakin lama banyakorang yang bermigrasi dalam pemenuhan kebutuhan informasi dari komputer beralih ke smartphone. Halini dikarenakankemudahan dan kepraktisan dalam menggunakannya. Orang tidak harus mengotonggotong laptop dalam mencari informasi, tetapi informasi saat ini telah dalam satu genggaman tangan.Sistem informasi ini dibangun guna mendukung kebutuhan informasi bagi penyelenggarapemerintahan dalam membuat suatu keputusan, adapun informasi yang diolah saat ini berdasarkan kartukeluarga. Aplikasi ini membangun informasi kependudukan pengolahan data perjenis kelamin, programpengolahan data tempat kelahiran, program pengolahan data tahun kelahiran, program pengolahan dataagama, program pengolahan data pendidikan, program pengolahan data status pernikahan, programpengolahan data status hubungan, program pengolahan data kewarganegaraan, program pengolahan dataPekerjaan serta updating data pada kartu keluarga. Hasil dari sistem menunjukkan bahwa kemudahandan validitas data sangat bergantung pada database yang diolah. Sistem ini mampu menyajikan dataolahan yang sangat dibut uhkan oleh para pemanggu pemerintahan. Dari tingkat RT hingga tingkatkecamatan bahkan tingkatan yang lebih tinggi.

Anwar, Sariyun Naja; Nugroho, Isworo; Lestariningsih, Endang

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Aplikasi Semarang Guidance dibuat untuk memberikan informasi lokasi penting bagi masyarakat yang membutuhkan petunjuk jalan lokasi wisata. Hal ini didasarkan pada masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi terdekat tempat-tempat wisata. Penelitian ini menggunakan model pengembangan SDLC. Model analisisnya menggunakan Use Case, Activity, Class Diagram, E-R Diagram dan kamus data. Manfaatnya dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui letak dan posisi geografis tempat wisata terdekat disekitar pengguna beserta informasi pendukung dengan melalui ponsel Android. Dalam aplikasi ini menginformasikan dan visualisasi objek dalam bentuk maps. selain itu terdapat rute untuk menuju objek wisata yang dipilih, pencarian objek wisata, dan menu pendukung lainnya. Aplikasi ini berbentuk mobile application dan juga web service dengan bahasa pemrograman untuk mobile application JAVA dan SQLITE sebagai database, web service PHP dan MYSQL sebagai database.

Budiarso, Zuly; Prihandono, Agung

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi                digital secara umum menyebabkan berkembangnya industri elektronik sejalan dengan perkembangan sistem digital. Perubahan Sistem Analog menjadi Sistem Digital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya industri perangkat elektronik. Dengan berubahnya sistem analog menjadi sistem digital maka jenis perangkat yang digunakan.Sensor merupakan perangkat pendukung untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik. Secara umum semua sensor bekerja secara analog. Besaran yang dihasilkan oleh sensor adalah besaran analog, yaitu berupa arus listrik dengan nilai tegangan tertentu. Agar arus listrik yang dihasilkan sensor dapat diproses secara digital maka besaran tersebut harus diubah menjadi besaran digital.Mikrokontroler merupakan perangkat yang dapat mengolah sinyal digital. Sebuah perangkat yang bekerja secara analog dapat diubah dengan sistem digital dengan cara mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, kemudian mengolah sinyal digital dengan mikrokontroler. Dengan mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, maka semua proses yang ada dalam sistem digital dapat dilakukan. Proses yang dilakukan mikrokontroler dapat berupa sistem kontrol maupun mengubah besaran analog menjadi besaran digital.Sensor ultrasound Parallax merupakan sensor yang dapat digunakan untuk menentukan jarak sebuah tempat dengan suatu objek di tempat lain. Sensor ini menggunakan sinyal ultrasound untuk mendeteksi adanya objek didepan sensor. Sensor terdiri dari pembangkit gelombang dan penerima gelombang. Pada saat bekerja pembangkit gelombang akan memancarkan gelombang ke depan. Jika di depan sensor terdapat sebuah objek, maka gelombang akan dipantulkan oleh objek tersebut dan akan diterima oleh penerima pada sensor. Waktu tempuh gelombang dari sumber sampai dengan penerima merupakan waktu yang diperlukan untuk menempuh dua kali jarak benda dengan sensor. Sehingga waktu tempuh yang diperlukan merupakan setengah dari waktu tempuh gelombang. Kecepatan gelombang suara dalam udara adalah 445 m/detik. Dengan mengetahui waktu tempuh tersebut akan dapat diketahui jarak antara objek dengan sensor.Sinyal yang dihasilkan oleh sensor hanya berupa pulsa listrik dengan frekuensi tertentu. Parallax Ping merupakan seperangkat peralatan elektronik yang berupa sensor ultrasound, pengubah sinyal, dan pembangkit frekuensi. Sinyal dari sensor sudah diubah menjadi sinyal yang dapat diolah oleh mikrokontroler. Dengan mikrokontroler Arduino, sinyal tersebut dapat dijadikan sebagai masukan untuk mengubah nilai-nilai analog menjadi besaran digital. Dengan diubahnya besaran analog menjadi besaran digital maka semua proses digital dapat dilakukan pada sinyal tersebut diantaranya menampilkan hasil di LCD, mentriger indikator, masukan untuk sistem sinyal dan lain-lain.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa jarak terdekat objek yang dapat ditangkap adalah 2,34 cm dan jarak terjauh adalah 374 cm. Dengan kemampuan tersebut maka sensor parallax ping dapat digunakan untuk mengukur jarak resonansi bunyi.

Yulianton, Heribertus; Sutanto, Felix Andreas; Mulyani, Sri

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Online Public Access Catalogue (OPAC) atau katalog / koleksi perpustakaan dirancang untuk menemukan /menelusuri koleksi yang diinginkan oleh pengunjung perpustakaan dengan lebih mudah. Pengembangan rancangan OPAC lebih difokuskan bagaimana sistem ini dapat memberikan informasi mengenai status koleksi, lokasi koleksi sehingga pengunjung perpustakaan bisa lebih mudah dan dengan lebih cepat menemukan koleksi sesuai tempatnya. OPAC ini dikembangkan dengan menggunakan bootstrap yang mendukung antarmuka berbasis web yang responsif, dan bisa menyesuaikan ukuran layar/monitor.Metode pengembangan sistem ini menggunakan konsep pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC), dengan database MySQL. Aplikasi OPAC dirancang agar bisa diakses oleh pengunjung perpustakaan di dua lokasi yang berbeda, yaitu kampus UNISBANK yang di Mugas, dan kampus UNISBANK yang di Kendeng, dengan memanfaatkan koneksi jaringan. Sistem ini akan mempermudah pengaksesan koleksi perpustakaan seperti pencarian katalog berdasar pengarang, kata kunci, penerbit, melihat ringkasan dari buku, dan memperoleh informasi di perpustakaan mana buk u tersebut berada serta jumlah eksemplar yang masih tersedia.