Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 341-360 of 422

Analytics

Sedihati Bu’ulolo; Riste Tioma

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

In the context of the modern church, the leadership role of Christian women has become an increasingly important and complex issue. Despite increasing awareness of the importance of gender equality, there are still challenges and obstacles that hinder the advancement of Christian women in ecclesiastical leadership roles. This article aims to explore the influences and challenges faced by Christian women in ecclesiastical leadership and find solutions to promote their role in the modern church. Therefore, in this study the authors used a qualitative approach by applying a literature review and reflective analysis. A literature review was conducted to gather relevant literature on Christian women's leadership in the modern church, including scholarly articles, books, ecclesiastical journals, and theological sources. Reflective analysis was then carried out to deeply understand the influence that Christian women have on ecclesiastical leadership as well as to identify the challenges they face in the context of the modern church. Based on the literature review and reflective analysis conducted, this article reveals that Christian women have a significant influence in ecclesiastical leadership, including in ecclesiastical decision-making, public service, teaching, and spiritual guidance. However, they also face challenges such as restricted traditional roles, different interpretations of the Bible, gender stereotypes, lack of necessary support and training, and cultural conservatism. Therefore, this article concludes the need to recognize and promote the role of Christian women in ecclesiastical leadership by creating an inclusive environment, providing adequate training, overcoming cultural barriers, and promoting gender equality in the modern church.

Haposan Simanjuntak; Moralman Gulo; Viktor Deni Siregar; Tetty Mardiana Manalu; Mika Manalu

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Church dedication in carrying out God's mission is an obligation that must be carried out because it is the main task and responsibility of church institutions to remain faithful and consistently realize it. The purpose of writing this article is to provide a theoretical contribution through ideas or ideas about how the church's dedication in realizing the mission Allah in the world with the right efforts to maximize the completion of the mandate as a whole. The method used in this paper is the literature review method by collecting data in the form of observations, analysis of books, articles, magazines, websites and other sources related to the topic of discussion and looking at the links from each library source used, and all sources used are described. based on the provisions of the research. The result of this discussion is that the church is able to complete the great commission in the world in the right way, then the church is able to produce quality missionaries with various upbringings that are applied and the church consistently carries out its missions with various predetermined actions

Yus Oktofianus Fanggi

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Dan Kejadian 12:1-9 memberikan penjelasan Panggilan Abraham adalah dasar dan penopang bangsa Israel dalam posisinya sebagai bangsa dan sebagai gereja. bersama Atas panggilan Abraham, bangsa dan gereja dapat bersatu dan seragam Artikel ini berfokus khusus pada sejarah satu orang, yaitu Abraham dan keturunannya. Tuhan tidak kehancuran ciptaannya. Tetapi Dia mulai bekerja dengan satu Umat ​​pilihan-Nya dan umat yang Dia pilih untuk direformasi Di dalam dunia.[1] Kejadian 12:1-9 menjelaskan panggilan Abraham untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Di sana Tuhan melindungi dan memberkatinya. Kejadian 12:1-3 adalah berita panggilan Abraham dan janji Tuhan yang akan diterima Abraham. Kejadian 12:4-9 adalah jawaban atau respon Abraham terhadap panggilan Tuhan. Metode yang digunakan untuk menghimpun data bagi penulisan ini didasarkan pada penelitian perpustakaan dan metode deskriptif. Pada teks Kejadian 12 ini pemanggilan Allah kepada Abraham secara tiba tiba. Pemanggilan itu datang kepada Abraham tanpa petunjuk mengenai waktu, tempat, juga tidak ada keterangan lengkap tentang Abraham selain hanya silsilah singkat dan data keluarga dari ayat-ayat sebelumnya.   [1] Sandy Lane West, Handbook to the Bible (Bandung: Kalam Hidup, 2015), 144.

Doni A

Jurnal DIKMAS 2023 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kelurahan Barong Tongko merupakan salah satu tempat yang berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kelurahan ini walaupun dikatakan sudah maju, namun masih banyak masyarakat yang tidak mau datang beribadah di gereja dan tidak mau ikut kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Oleh sebab itu penulis bersyukur dengan adanya pelayanan  pengabdian kepada masyarakat, penulis bisa melayani mereka secara jasmani dan rohani, yang bedasarkan kasih Kristus. Penulis bersyukur juga karena masyarakat di kelurahan Barong Tongko mau dibimbing dan mau dilayani untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Memang segala sesuatu maslah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan bersama Tuhan Yesus, asalkan kita mau melakukan, berusaha dan berdoa.

Arju Arju; Abad jaya zega

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Dalam agama kekristenan, musik merupakan satu hal yang penting dan mendasar dalam sebuah gereja. Pada bagian ini umat Tuhan dituntut memuji Tuhan dengan menggunakan alat music sebab melalui musik dapat mengantarkan umat erat bersekutu dan intim dengan Tuhan dalam Roh dan kebenaran. Musik membuat umat merasakan sentuhan yang lembut dari Tuhan. Namun, kenyataanya  Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK SETIA di Indonesia) belum memahami pentingnya musik gereja.  Dengan demikian, sekolah Kristen perlu melihat ini sebagai tantangan sekaligus upaya menumbuhkan kerinduan, keinginan, semangat dan antusias mempelajari musik gereja serta meninjaunya dalam Perjanjian Lama terlebih pada kitab Mazmur. Dengan hal ini, penulis menggunakan metode yang peneliti kualitatif. Kesimpuln : setelah hasil diketahui dari atas bahwa manfaat musik gereja dalam pembelajaran SMTK Setia se-Indonesia perlu dikembangan dan diperhatikan. Karna di dalam kegiatan kerohanian maupun Kegiatan berupa mengembangan potensi musik yang dimiliki dan dirasakan oleh SMTK Setia.

Mawarni Gea; Bartolomeus Sihite; Renata Rufiana Gowasa

Jurnal Magistra 2023 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

The purpose of this writing is to explain the importance of community participation in KBG development in St. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. Where the presence of the KBG requires the people within it to become more actively involved in every KBG activity. The problem in this research is how the community participates in the development of KBG in St. Mary's Parish. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. The aim is to encourage congregational participation in the development of KBG in St. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. This research approach is descriptive qualitative. Data collection techniques through interview observation and documentation. The research carried out revealed that KBG is an association of believers consisting of 10-15 families to pray together, share their faith, and listen to the Word of God. In KBG, people are generally less active in KBG activities, sometimes there are also people who are less aware of their duties and responsibilities in KBG. This research shows that through Ecclesiastical Base Community meetings, people can grow their faith in Christ.

Calvin Revormasi Zai; Stenly Reinal Paparang

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

A shepherd must have the same fundamentals as the Lord Jesus, by leading and directing the flock or believers who are always based on high integrity so that the community is always intact. This means that besides believing that the Father (God) is a good shepherd, we are also obliged as His children to have good character. This writing aims to explore the life of a good shepherd in church planting so that from time to time believers remain intact and can increase. The book of John 10:1-21 is the main foundation as well as direction for shepherds to be even better. The integrity of a good shepherd must be able to manifest himself as a servant for all of his sheep. Thus, the community of believers is increasing because of the presence of a servant-hearted shepherd. In this case, keep directing your heart and eyes only to God, not to humans.

Hendrik Gomulya

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Sebagai seorang bapak rohani, yang tugasnya membantu jiwa-jiwa, harus memiliki syarat-syarat khusus, antara lain: dia harus sudah pernah memiliki bergulatan rohani dan pergulatan batin dan mampu menyelesaikannya, memiliki niat murni mencintai keselamatan jiwa-jiwa dan pengalaman penyangkalan diri yang kuat, mampu berdiskresio dengan baik, menjadi orangnya Tuhan, dan seorang pendoa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode survey yaitu metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan tertulis. Data primer diperoleh dari jawaban responden terhadap item-item pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner terkait dengan pengaruh Kepemimpinan bapak rohani yang berintegritas, murni hatinya, tulus hatinya, kualitas para pekerja dan loyalitas atau kesetiaan jemaat terhadap gereja lokal Sinar Holy Glory Church Makassar Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah Kepemimpinan bapak rohani. Sedangkan variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah Integritas, Kemurnian Hati, Ketulusan Hati, Kualitas para pekerja dan Loyalitas/ Kesetiaan. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa Loyalitas / Kesetiaan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Kepemimpinan Bapa Rohani Di Sinar Holy Glory Church Makassar. H1 diterima yang berarti variabel Integritas mempunyai pengaruh secara individual terhadap Kepemimpinan Bapak Rohani di Jemaat Sinar Holy Glory Church di Kota Makassar, H2 diterima yang berarti variabel Kemurnian Hati mempunyai pengaruh secara individual Kepemimpinan Bapak Rohani di Jemaat Sinar Holy Glory Church di Kota Makassar, H3 diterima yang berarti variabel Ketulusan Hati mempunyai pengaruh secara individual terhadap Kepemimpinan Bapak Rohani di Jemaat Sinar Holy Glory Church di Kota Makassar, H4 ditolak yang berarti variabel Kualitas tidak mempunyai pengaruh signifikan secara individual terhadap Kepemimpinan Bapak Rohani di Jemaat Sinar Holy Glory Church di Kota Makassar, H5 ditolak yang berarti variabel Loyalitas/Kesetiaan tidak mempunyai pengaruh signifikan secara individual terhadap Kepemimpinan Bapak Rohani di Jemaat Sinar Holy Glory Church di Kota Makassar.

Kristina Anita Sari Laia; Mozes Lawalata

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Today’s church planting is no longer as expected as the early church. Where they do pioneering on the basis of truth. Church transfers occur due to the existence of a new church that facilitates the church which triggers people to move from the local church to another church. For this reason, this article aims to answer problems that ofthen occur in the church today. This research was written using qualitative  methods, as well as documents to support this writing. Based on the results of the study above, the Apostle Paul’s strategy in carrying out church planting was first, evangelizing to cities, secondly visiting synagogues, thirdly preaching around and fourthly in planting the apostle Paul’s church using his colleagues in church growth. The final conclusion of writing is that the Servant of God. Back to the early church that is based on the truth of God’s Word.    

Kristiani Hulu; Yosia Bello

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2023 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

The term Discipline in worship is widely known among believers, although there are Those who disagree with the word disciplne associated with worshipful matters. Personal. Discipline in worship according to the Christian concept is God’s commandment that must be carried out by everyone who has been redeemed and saved by the Lord Jesus Christ. What are the elements of worship according to the Bible? And what are the benefits of discipline in worship Research using qualitative methods with congregational interviews. The results of the study are tru worship is service to God by offering the whole body, spirit and soul with actions and atitudes full of respect and praise, and obedience with time discipline to build good relationship with God needed discipline Is not arbitrarily keywords: spiritual discipline, personal worship.    

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu pemberdayaan katekis bagi komunitas basis gerejawi. Kehidupan umat Katolik di kota metropolitan memiliki corak yang khas. Kemajuan dan fasilitas yang baik menjadi keuntungan tetapi dapat menjadi hambatan dalam hidup rohani. Salah satu ungkapan hidup rohani ialah keaktifan dalam kehidupan menggereja. Selain relatif kurang keaktifan umat Katolik dalam kepengurusan dan kegiatan gereja, perihal katekese kepada umat yang aktif perlu mendapat perhatian. Namun pemberdayaan tenaga katekis di kota metropolitan kurang mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian memahami pemberdayaan para katekis yang digariskan oleh ajaran gereja bagi kehidupan di kota metropolitan. Dengan cara penelusuran ajaran-ajaran Gereja secara kualitatif digunakan untuk melihat kesinambungan gagasan pastoral yang berulang ditekankan Gereja. Penelitian menawarkan pemberdayaan katekis dalam bentuk kaderisasi mulai dari teritori paroki terkecil.

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

“Kepercayaan dan cintakasih” dua kata yang tidak terpisahkan dan sangat penting dalam tulisan-tulisan St. Theresia dari Lisieux karena mengungkapkan inti dari doktrinnya, dan seperti dua “suar” yang menerangi jalan kekudusannya. Bagi St. Theresia kepercayaan dan cintakasih memiliki hubungan yang dinamis. Kepercayaan itulah yang harus menuntun kita pada Cintakasih. Dalam bahasa St. Theresia, kepercayaan dan cintakasih juga merupakan ungkapan khusus yang menandakan harapan dan kasih. Hal ini terlihat ketika ia menafsirkan kidung pujian cintakasih Paulus (1Kor 13) sebagai pewahyuan Cintakasih di dalam hati (jantung) Gereja. Dalam tulisan-tulisannya kata “kepercayaan” itu sesungguhnya berarti harapan teologis yaitu harapan dalam Kerahiman Yesus Sang Penebus yang tak terbatas. Harapan yang pasti untuk menerima dari-Nya karunia keselamatan kekal, atau “Surga”. Inilah cakrawala harapan yang diajarkan St. Theresia dari Lisieux dalam seluruh hidup dan karyanya.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Santo Yohanes Salib merupakan figur penting dalam teologi spiritual. Dia adalah pujangga Gereja dan menjadi guru hidup rohani. Salah satu ide penting yang diwarikannya kepada kita dewasa ini adalah ajarannya tentang unio transforman. Hal itu disebut persatuan yang mengubah karena jiwa diubah ke dalam Allah. Sesungguhnya dalam sejarah teologi spiritual, persatuan dengan Allah adalah inti dan menjadi akhir dari perjalanan suatu jiwa menuju kepada Sang Pencipta yaitu Allah. Kerenanya unio transforman pertama dan terutama adalah rahmat Allah untuk semua orang Kristen. Hal itu merupakan penggenapan dari rahmat pembaptisan. Dalam hidup praktis ajaran ini dicapai melalui pelaksanaan ajaran Tuhan tentang cinta kasih. Cinta di sini memiliki arti sebagai keutamaan teologal karena hal itu berasal dari Tuhan. Karena itu cinta membawa suatu jiwa yang serius menepuh perjalanan hidup rohani secara langsung bersatu dengan realitas ilahi, yaitu Allah.

Tantani Binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu halangan terbesar bagi manusia untuk mencapai persatuan transforman yang sempurna dengan Allah adalah kelekatan; samaada dalam bidang indrawi maupun rohani. Pertanyaannya, bagaimana mengatasinya? Kelepasan adalah jalan yang bisa membebaskan kita dari kelekatan-kelekatan. St. Yohanes dari Salib sebagai seorang mistikus besar dan pujangga Gereja kiranya dapat memberikan jawaban mengenai persoalan ini.

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

Wiwik Handayani; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan iman anak yang diberikan orang tua dalam keluarga Katolik di Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh. Melalui studi ini diharapkan agar para orang tua dapat menyadari hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat mendampingi anak agar mencintai dan memperdalam pengetahuan tentang imannya. Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif    kualitatif.  Data  yang  diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni di stasi Santo Paulus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 Pastor Paroki, orang tua dan anak. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan iman anak dalam keluarga Katolik menunjukkan bahwa banyak orang tua memberikan pendidikan iman kepada  anak  itu  tentang  cara  berdoa,  memberikan  nasehat  dan  mengajarkan kepada anak supaya hidup baik. Peran orang tua dalam pendidikan iman anak yaitu dengan memberikan kasih sayang, mengingatkan anak untuk berbuat baik seperti mengajarkan anak untuk menghormati orang yang lebih tua dan sesama manusia, dan mengajarkan cara berdoa. Kegiatan pendidikan iman yang diberikan orang tua kepada anak dalam keluarga Katolik, seperti doa bersama, saat makan, doa pribadi sebelum tidur dan mengajarkan doa-doa pokok dalam Gereja Katolik Seperti Bapa Kami, Salam Maria, Aku Percaya dan Tanda Salib. Jadi pada intinya pola hidup, dan cara hidup orang tua menjadi contoh dan teladan bagi anak- anaknya, begitupula dengan kehidupan imannya, orang tua harus terlebih dahulu mengerti dan tau imannya.

Deni Santesa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  partisipasi  orang muda Katolik dalam kehidupan menggereja di Paroki Santo Yosef Kudangan. Permasalahannya adalah orang mudaKatolik kurang menghayati kehidupan menggereja dan kehidupan rohani, sehingga sebagian dari orang muda Katolik lebih mengikuti gaya hidup yang sifatnya duniawi dibandingkan gaya hidup sifatnyarohani.Dengan realita yang nampak maka penulis tertarik untuk mengkaji tema skripsi partisipasi orang muda Katolik dalam keidupan menggereja di Paroki Santo Yosef Kudangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tempat pelaksanaan penelitian di Paroki Santo Yosef Kudangan. Dengan informan yang telah diteliti berjumlah 14 orang yang di kelompokan menjadi 2 yaitu orang muda Katolik dan petugas pastoral. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, profil informan, percakapan dengan informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek.   Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang muda Katolik di Paroki Santo Yosef  Kudangan sudah berpartisipasi dalam kehidupan menggereja, meskipun tidak semua orang muda Katolik menyadari apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab mereka di dalam Gereja. Melalui studi ini diharapkan para orang muda Katolik lebih menghayati iman mereka akan Kristus dan diwujudnyatakan dengan ikut terlibat aktif  dalam tugas pelayanan Gereja.

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Mareta Karunia; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemberian nama baptis kepada anak, mengetahui peran petugas pastoral dalam memberikan pemahaman kepada Orang tua tentang pemberian nama baptis, Menguraikan implikasi bagi karya pastoral katekese tentang pemberian nama baptis kepada anak di Paroki Santo Mikael Tamiang Layang. Penelitian   ini   merupakan   penelitian   kualitatif,   dengan   langkah-langkah sebagai berikut: penentuan tema, wawancara dengan informan, profil informan, refleksi, implikasi, sintesis, prospek. Pada penelitian ini penulis menggunakan kedua jenis sumber data yakni sumber data sekunder dan sumber data primer. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah orang tua Katolik dan Petugas Pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa, orang tua Katolik memiliki pengetahuan tentang apa saja nama baptis yang bisa diberikan. Orang tua Katolik menerapkannya dengan memberikan nama baptis kepada anaknya tetapi, orang tua tidak memahami apa kisah dari nama baptis yang diberikan, serta apa yang dapat diteladani dari nama tersebut, sehingga peran dari nama baptis tersebut sama saja tanpa ada perbedaan dengan nama yang lain. Untuk mengatasi hal tersebut, Gereja Katolik perlu berusaha untuk mengadakan program pembinaan, perlu adanya usaha dari gereja paroki untuk membuat program pembinaan bagi orang tua Katolik yang ingin membaptis anaknya oleh petugas pastoral. Setidaknya dengan adanya program tersebut maka pengetahuan dan pemahaman orang tua Katolik semakin bertambah dan dapat diterapkan ketika hendak membaptis sang anak.

Cici Ramita; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya Paroki St. Petrus dan Paulus Ampah dalam menghidupi persekutuan. Studi ilmiah ini diharapkan dapat menjelaskan cara membangun komunikasi iman Gereja, baik tenaga pastoral, pengurus Gereja, maupun seluruh umat agar terwujud persekutuan yang kokoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang berdasarkan jabatan dalam persekutuan, yaitu pastor paroki, pengurus Gereja, umat, dan orang muda. Proses penelitian melalui tiga tahap, yaitu pra- lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa persekutuan umat Katolik di Stasi Runggu Raya belum kokoh karena kurangnya kesadaran untuk membangun komunikasi iman. Indikator yang ditunjukkan adalah pengurus Gereja dan umat bersikap acuh tak acuh terhadap kepentingan Gereja, sedikit umat yang mau hadir dan terlibat dalam kegiatan persekutuan, lemahnya koordinasi antara petugas pastoral, sesama pengurus Gereja dan seluruh umat. Cara membentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya agar terwujud persekutuan yang kokoh adalah melalui rapat koordinasi antara pengurus Gereja yang dibimbing oleh tenaga pastoral, membangun kerja sama antara pengurus dan seluruh umat, memiliki sikap terbuka dan kesadaran akan tanggung jawab setiap pribadi sebagai anggota persekutuan, saling melayani dan berpartisipasi dalam kegiatan menggereja.