SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 341-360 of 387

Analytics

Hirmawati Hirmawati; Abdul Kadim Masaong; Fadli Syamsuddin

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Pada penderita diabetes melitus yang memiliki pengetahuan yang baik memungkinkan penderita dapat mematuhi segala apa yang telah dianjurkan oleh petugas kesehatan seperti diet yang telah ditentukan untuk penderita diabetes melitus tersebut.Penelitian ini untuk menggambarkan kepatuhan diet pencegahan DM pada pasien DM di Puskesmas Tilamuta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa  responden berdasarkan Pengetahuan terhadap Kepatuhan Diet, terbanyak Pada Kategori sedang dengan jumlah 27  responden (70.0%), Responden berdasarkan Sikap terhadap Kepatuhan Diet, terbanyak Pada Kategori rendah dengan jumlah 18  responden (60.0%), Responden berdasarkan Motivasi terhadap Kepatuhan Diet terbanyak Pada Kategori rendah dengan jumlah 18  responden (60.0%), Responden berdasarkan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Diet, terbanyak Pada Kategori rendah dengan jumlah 27  responden (90.0%).Saran dalam penelitian ini diharapkan Responden lebih meningkatkan Pengetahuan, sikap, motivasi dan dukungan keluraga dalam menjalankan diet DM agar kadar glukosa darah tetap terkendali untuk mencegah komplikasi.      

Gledis Riskilawati Laboro; Andi Akifa Sudirman; Andi Nur Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan bahan alami sebagai terapi alternatif sangat membantu untuk menekan biaya terapi dan perawatan bagi klien diabetes mellitus. Salah satu jenis terapi yang paling baik dan mudah didapat untuk penderita diabetes mellitus adalah susu kedelai. Tujuan penelitian ini untuk pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar gula pada penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy experimen. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Analisis data menggunakan uji paired sample t test. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan nilai p-value = 0,000 < dari nilai α 0,05, artinya Ha diterima dan H0  ditolak, maka ada pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Kesimpulannya, susu kedelai mengandung protein, isoflavin dan serat yang tinggi yang bermanfaat terhadap penurunan kadar glukosa darah. Saran diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan untuk masyarakat berupa terapi nonfarmakologi yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes mellitus.    

Jayanti Djrami; Amelia Niwele; Novita Polpoke

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang diakibatkan oleh kurangnya insulin atau terjadinya resistensi insulis. Daun kersen (Muntigua calabula L) merupakan salah satu tanaman herbal yang berfungsi sebagai antidiabetes. Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang ada pada daun kersen dan mengetahui apakah daun kersen efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah serta konsentrasi berapakah yang paling efektif terhadap penurunana kadar glukosa darah pada mencit (Mus muscullus) yang diinduksi aloksan. Maka metode yang digunakan ialah metode eksperimental dengan rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap. Dilakukan pengujian fitokimia untuk melihat kandungan metabolit sekunder daun kersen mengandung senyawa tanin, flavanoid, saponi dan trepenoid. Setelah itu dilakukan pengukuran pada mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan akuadest sebagai control negatif, metformin sebgai control positif dan ekstrak daun kersen dengan konsentrasi yg berbeda-beda 65%, 70% dan 75% kemudian didapatkan hasil dari penelitian, setelah data diuji mengunakan uji-T (test uji) dan diuji mengunakan paired sampel test, dari hasil uji diketahui bahwa nilai p=0,003 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai probalitas yakni ,0,05 jadi disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kersen terhadap pengaruh penurunankadar gula darah dilihat dari nilai signifikanya 0,003. Sehingga didapatkan bahwa ekstrak metabolit sekunder daun kersen dapat menurunkan kadar gula darah dan konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah adalah konsentrasi 70%.

Sarwan Sarwan; Zainar Kasim

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes Mellitus (DM) is a disorder in the processing of carbohydrates in the body, caused by a lack of hormone of insulin so that the carbohydrate cannot be used by the cell to be converted into energy. The purpose of this research was to find out the effect of the DM Gymnastic on fasting Blood Sugar Level in patients with type II DM at the Tuminting Public Health Center. The Research was conducted by using an analytic descriptive method that is cross sectional in characteristic. The sample was 17 respondents taken by using an Purposive Sampling. Instruments used in taking sample were pretest-posttest Blood Sugar Observating sheets and the SOP of DM Gymnasic. Data analysis used a statistic test of paired t-test. The result showed that from the paired t-test, it was obtained P=0,002. The average value of Blood Sugar level before performing DM Gymnastic was 145,41. Then, the average value after doing the DM Gymnastic was 129,71. The conclusion of this research that there is an effect of the DM Gymnastic on fasting Bloood Sugar Level in patients with type II DM at the Tuminting Public Health Centre.

Rizkan H. Djafar; Sarwan Sarwan

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Foot sensitivity is very important for people with Diabetes Mellitus because of the risk causing trauma, because there is a decrease in sensitivity, the feet of people with diabetes mellitus often do not feel stimulation, and wounds often occur so that they can make the wound bigger and smelly or diabetic ulcers occur and make sufferers experience a decrease in self-confidence.The purpose of this research is to know the effects of diabetic foot exercise on foot sensitivity of patients for Diabetes mellitus Type 2 at Talawaan Health Centre. This research is quantitative study through using experimental research. Involving the sample of 15 respondents and  used the sampling technique with total sampling. Collecting and processing using the Wilcoxon test with P Value of 0.001 with value (? = 0.05). The result of this study indicates that Ha is accepted, and Ho is rejected. The conclusion of study that can be drawn is that there is an effect that foot exercise therapy on has patients with Diabetes Mellitus Type 2 in the Talawaan Health Centre.

Anita Sriwaty Pardede

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perubahan demografi akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan lanjut usia (lansia) baik secara individu maupun dalam kaitannya dengan keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia harus diupayakan agar kelompok lansia tetap mempunyai kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjadi sumberdaya manusia yang optimal. Masalah gizi yang umum terjadi pada lansia selain kekurangan gizi juga kelebihan gizi  yang memacu timbulnya  penyakit degeneratif  seperti penyakit  jantung  koroner,  hipertensi,  diabetes  mellitus,  batu empedu, gout (reumatik), ginjal, sirosis hati dan kanker. Sehingga dengan peningkatan status gizi pada lansia diharapkan keadaan kesehatan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan (Dep.Kes. RI, 2000).             Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana variabel terikat (dependen) yaitu Status Gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik lansia (umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan tingkat pendapatan), perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan sebagai variabel bebas (independen). Penulis melakukan observasi atau pengukuran  pada  saat bersamaan dan wawancara food recall. Penelitian dilakukan di Wredha Rineksa daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok dengan jumlah 110 orang lansia. Pemilihan lokasi dengan alasan Wredha Rineksa merupakan rumah singgah (sekarang disebut Pos Pembinaan Terpadu). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah : Kuesioner tentang karakteristik lansia, perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan, Format Form Food Recall 24 jam, Alat ukur Tinggi Badan yaitu Microtoise dan Berat Badan dengan timbangan Seca Digital, KMS Lansia.             Hasil penelitian adalah : Sebagian besar (56,4%) lansia di Wredha Rineksa (WR) daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok berstatus gizi normal, dengan rata-rata IMT 23,5 kg/m² dengan nilai terendah 16 kg/m² dan tertinggi 32,8 kg/m², sedangkan status gizi lebih dengan IMT > 25 kg/m²  adalah  33,6% ; Karakteristik lansia umur > 60 tahun (59,1%), perempuan (73,6%), berstatus kawin (71,8%), berpendidikan menengah (50,9%), tidak bekerja (84,5%), dan tingkat pendapatan rendah  sebanyak 62,7%. Sebagian besar lansia tidak mempunyai kebiasaan merokok (91,8%), dan aktivitas fisik  dengan aktivitas sedang 37,3%. Asupan Konsumsi lansia di WR rata-rata kurang dari Angka Kecukupan Gizi, hanya asupan protein yang lebih dari AKG. Asupan rata-rata konsumsi energi pada laki-laki 87,73% dan perempuan 95,5% dari AKG ; rata-rata konsumsi karbohidrat pada laki-laki 89% dan perempuan 91% dari AKG ;  rata-rata konsumsi protein pada laki-laki 138% dan perempuan 131% dari AKG ;  rata-rata konsumsi lemak pada laki-laki 83,6% dan perempuan 77,8% dari AKG. Pada penelitian ini didapatkan  hubungan yang bermakna antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan asupan energi dengan status gizi.    

Datin Suhailah; Yesi Hasneli N; Herlina Herlina

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan jumlah penderita sangat tinggi  didunia. Penyakit diabetes ini merupakan penyakit yang memerlukan waktu cukup lama untuk diobati serta dapat membuat penderitanya merasa putus asa akan kesembuhannya. Untuk penatalaksanaan pengobatan diabetes ini dukungan keluarga sangat dibutuhkan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sail Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan  Berdasarkan dari tabel 8 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar dukungan keluarga baik yakni 62 responden (51,7%) dan 58 responden (48.3%) menunjukkan dukungan keluarga buruk. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang diberikan kepada penderita diabetes berada pada kategori dukungan yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan disarankan kepada masyarakat (khususnya yang menderita diabetes melitus) dan keluarga agar dapat memberikan dukungannya dalam penatalaksanaan pengobatan pada penderita diabetes mellitus.    

Mamay Mamay; Lia Mar’atiningsih; Aceng Ali Awaludin; Regawati Rizkina

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus yang tidak dikontrol dengan baik akan menghasilkan berbagai komplikasi penyakit salah satunya yaitu dislipidemia. Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolisme pada lipid yang ditandai dengan tingginya kolesterol total dan trigliserida. Jika tubuh kelebihan kadar trigliserida akan mengakibatkan resistensi insulin sehingga metabolisme gula darah akan terganggu. Pada penelitian ini bertujuan untukk mengetahui korelasi kadar trigliserida dan GDP pada Penderita DM tipe 2 di RSUD dr Slamet Garut. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 orang penderita DM tipe 2 telah berpuasa 8-12 jam. Pemeriksaan glukosa darah puasa dengan metode GOD – PAP dan trigliserida dengan metode GPO -PAP. Dari hasil penelitian terdapat 5 orang (17,9%) responden mempunyai kadar GDP normal dan 23 (82,%) responden mempunyai kadar GDP tinggi dan 11 (39,3%) responden mempunyai kadar trigliserida normal dan 17 responden (60,7) mempunyai kadar trigliserida tinggi. GDP dan Trigliserida menunjukan pola positif, artinya semakin tinggi GDP, maka kadar trigliserida pada penderita DM tipe 2 semakin tinggi. Hubungan tersebut sedang dengan Pearson’s correlation sebesar 0.427. Hasil statistic menunjukan p=0.024 yang berarti p<0.05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kadar GDP dan trigliserida pada pasien DM tipe 2 di RSUD dr Slamet

Jamila, Nur; Eppy Setiyowati; Alvianita Suherman; Salsa Dinda Sabila; Rohematussoleha +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kasus yang kerap terjalin pada lanjut usia diabet jika minimnya support sosial menyebabkan terkandang penderita terlambat buat berobat. Minimnya kontrol dari sosial menyebabkan masih banyak lanjut usia dengan diabet sedikit minimnya data. Tujuan penelitian ini guna menguji yang dimana apakah terangkainyadorongan disela sela dukungan sosial dengan taat kontrol dan kepatuhan mengkonsumsi obat. Metode penelitian tersebut  memakai cross-sectional, dan responden sebesar 30 responden, variabel dependent yaitu dukungan sosial dan variabel independen yaitu kepatuhan kontrol dan taat mengkonsumsi obat. Pengumpulan data memakai  kuesioner Medication Adherence Scale (MARS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan selanjutkan dilakukan uji statistik spearmen- rho. Hasil dari riset menunjukan bahwa tingkatan dorongan sosial rendah sebesar 80%, serta kepatuhan kontrol tidak patuh sebesar 56,7%, sebaliknya tingkatan kepatuhan obat patuhan sebasar 56, 7%, terpaut correlation ditemui terdapatnya ikatan antara kepatuham kontrol dan kepatuhan meminum obat yaitu mutu p value 0,02 (<0,05). Kesimpulan membuktikan bahwa adanya rangkaian dukungan antara kepatuhan kontrol serta kepatuhan meminum obat terhadap lansia.

Fauziyyah, Idda; Eppy Setiyowati; Erna Ni’matus Sa’diyyah; Novianti Fatimatus Zahro; Mutmainnah Mutmainnah +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus adalah kesehatan global, insiden, morbiditas, serta mortalitasnya lebih besar diantara lansia daripada yang lebih muda. Karena diabetes ialah penyakit kronis yang membutuhkan pergantian gaya hidup serta kepatuhan diet yang signifikan, dukungan sosial ialah faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan penderita dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis dukungan sosial dan kualitas hidup lansia penderita DM di daerah kerja Karangrejo Sawah Kelurahan Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan crosss-ectional. Pengambilan sampel sebanyak 32 lansia, menggunakan kuesioner Multidimensional Scale Of Perceived Social Supportdan Diabetes Quality of Life . Data yang terkumpul disebarluaskan oleh SPSS dan dianalisis pearson chi-square untuk membangun adanya hubungan dukungan sosial dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat dukungan sosial tinggi sebesar 59,4%, sedangkan tingkat kualitas  hidup sedang sebesar 59,4%, terkait correlation ditemukan adanya hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup dengan p value 0,06 (<0,05). Hasil penelitian yaitu terlihat bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada lanjut usia diabetes mellitus.

Urafidah, Sifa; Eppy Setiyowati; Ananda Yulistiya Kartini; Sitti Lathifatul Isniah; Riska Puspita Rahmawati +2 more

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seiring bertambahnya usia seseorang, kondisi fisiknya akan memburuk. Kecemasan dapat mengakibatkan perubahan pada kondisi fisik dan psikis. Tujuan Penelitiaan ini bertujuan menganalisis suatu hubungan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Metode penelitian menerapkan desain cross sectional. Populasi penelitian ialah lansia di Desa Klurak, Candi, Sidoarjo. Dengan menggunakan metode total sampling, jumlah sampel sebesar 33 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket Connor and Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dengan 5 indikator untuk mengukur resilience dan kuesioner  Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan 14 indikator penilaian untuk mengukur kecemasan. Hasil penelitian uji statistik p-value 0,018 dengan menggunakan uji Spearman, artinya terdapat hubungan signifikan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Kesimpulan, semakin baik resilience yang dimiliki oleh lansia dengan diabetes mellitus maka kecemasan akan semakin berkurang, begitu pula sebaliknya. Saran yang diharapkan kepada peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian yang lebih intensif pada lansia dengan jumlah sampel yang lebih besar, yang akan memperoleh hasil lebih signifikan dan dapat menjadi acuan teori dimasa mendatang

Rahmawati, Andini; Eppy Setiyowati; Rizma Yuhana Defitri; Naadiyah Roebbi Musfirah; Putri Nur Fadilah +1 more

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan..pada seseorang yang biasanya ditandai.dengan peningkatan gula darah. Resilience digambarkan sebagai proses beradaptasi dengan baik dalam menghadapi sikap positif dan strategi yang efektif termasuk mengembangkan kesadaran diri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan self awareness pada lansia DM. Metode Penelitian menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan 33 subjek memenuhi..kriteria yaitu inklusi dan ekslusi pada lansia. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan.bahwa lansia dengan resiliensi sedang sebanyak 20 responden (60,6%), dan lansia dengan self awareness kurang sebanyak 25 responden (75,8%). Pada correlation ditemukan adanya hubungan antara resiliensi dengan self awareness dengan nilai p-value sebesar 0,016 (p < 0,05). Kesimpulan. Dengan demikian dapat disimpulan penelitian ini adanya hubungan resiliensi dengan self awareness, dimana semakin rendah tingkat resiliensi pada lansia, maka semakin.rendah juga self awareness yang dimiliki lansia dengan DM tersebut.

Fitriyah, Elly; Eppy Setiyowati; Caesario Dimas Aditya; Aprilia Nurika Putri; Lailil Ika Feby +2 more

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus (DM) ialah kadar gula darah mencapai angka yang melebihi batas normal. Resiliensi dapat diartikan sebagai proses keberhasilan agar penderita DM dapat beradaptasi dengan stress dan penyakitnya, sehingga perawat diri dalam penyakit tersebut menjadi baik. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana korelasi resiliensi terhadap self-care pada lansia dengan DM. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan observasi analitik terhadap 33 lansia, pengambilan sampel menggunakan total sampling, intrumen pada 2 variabel menggunakan kuesioner yang memiliki kriteria yang berbeda dalam menentukan tingkatan skor untuk menghitung besar penilaian responden terkait variabel tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi sedang sebesar 57,6%, sedangkan tingkat self-care buruk sebesar 63,6% terkait corelation ditemukan adanya hubungan antara resiliensi dengan self-care menggunakan besaran p value : 0.016(p < 0,05). Hasil penelitian yaitu  adanya tingkat ketahanan pada orang lanjut usia terkait dengan kualitas perawatan yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri; Dengan kata lain, kurang ketahanan dikaitkan dengan perawatan diri yang lebih baik.

Laury M. Ch. Huwae; Prezto S. A. Dabutar; Glaselaria A. Oeijano; Clifford R. Kundiman; Alia U. Mahua +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

The enhancement number of incident non-infectious disease (PTM) is created through the implementation of non-infectious disease health screening and education presentation, especially for the society of Negeri Latuhalat in productive age and elders. This activity is conducted from house to house or door to door. The method that has been utilized is screening implementation also the presentation of education about the non-infectious disease in the society of Negeri Latuhalat. The steps that have been used during the activity are: planning and preparation, health checkup, also the presentation of education. The result of the screening pursuit towards non-infectious disease obtains average participant with stomach circumference above common, there are 55%, IMT overweight 45%, IMT obesity rate I 15%, hypertension 55%, diabetes 15%, high-uric acid 45%, total cholesterol 45%. Therefore, it is needed to provide education for the society of Negeri Latuhalat in allied with the changes in lifestyle for preventing the enhancement number of non-infectious diseases, particularly in productive age and elders.

Wiwi Rumaolat; Windarti Rumaolat; Mohammad Dahlan Sely

International Journal of Medicine and Health 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The main problems that often occur in people with Diabetes Mellitus (DM) are stress and an increase in blood sugar. Uncontrolled stress for a long time can lead to an increase in blood sugar levels, which can lead to various complications. One of the physical activities that can be done with relaxation is Progressive Muscle Relaxation (PMR) is an intervention that can be done in people with diabetes. The purpose of the study was to determine the effect of Progressive Muscle Relaxation (PMR) on increasing stress and blood sugar levels. The research design used a quasi-experimental approach with a pre-post-test control group design approach. The sample consisted of 36 respondents who were divided into 18 intervention groups and 18 control groups. The group was given a therapeutic intervention for 1 week with a duration of 2 times a day, namely in the morning and afternoon for 10-15 minutes. The instruments used are a glucometer, blood sugar level observation sheet, and Diabetes Distress Scale (DDS) questionnaire. Data analysis used the Wilcoxon test and Paired t-test to see pair data. Then for the research group, the data used the Man-Whitney Test. The results showed that there was a significant effect on decreasing blood pressure (p=0.013) and that there was an effect on decreasing blood sugar levels (p=0.034). Conclusion: Progressive Muscle Relaxation (PMR) affects reducing stress and blood sugar levels in Type 2 DM patients.

Hubaybah Hubaybah; Muhammad Iqbal; Budi Aswin; Ismi Nurwaqiah Ibnu; La Ode Reskiaddin

International Journal of Medicine and Health 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

CTS is one of the diseases that occurs in many workers so it is often referred to as work-related Carpal Tunnel Syndrome. The high number of informal workers allows for high accidents in the workplace. The purpose of this study is to discuss the risk factors for the incidence of CTS in informal sector workers. This research is a descriptive research with the literature review method. The literature search strategy uses a prism flow chart, and inclusion and exclusion criteria. The databases used include: PubMed, Taylor and francis, and Google Scholar. From the 20 articles, 19 of them used the cross-sectional type of research, and 1 article used the case-control type of research. The types of informal work obtained from the 20 articles are: motorcycle taxi drivers, farmers, batik and bead craftsmen, blacksmiths, stone breakers, meatball sellers, coconut peelers, woodcarvers, tailors, angkot drivers, small-scale convection, hairstylists, and butchers. Overall, the journal articles obtained discuss related to the risk factors for the incidence of CTS in informal sector workers. Repetitive movements, length of service, length of work, hand posture (awkward), age, gender, and body mass index were found to influence the incidence of CTS in informal sector workers. Meanwhile, grasping work and a history of diabetes mellitus were not found to be related to the incidence of CTS in informal sector workers.

Hartono, Dodik

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan supervisi medis berkelanjutan serta edukasi perawatan secara mandiri, apalagi dalam masa pandemic covid. Pada masa pandemi covid seseorang yang memiliki penyakit bawaan memiliki resiko tinggi untuk lebih cepat tertular penyakit covid dan bisa menyebabkan kematian. Maka dari itu penderita diabetes mellitus perlu melakukan manajemen yang baik untuk menjaga kesehatannya, meskipun tidak datang ke pelayanan Kesehatan. Manajemen diabetes yang dapat dilakukan meliputi kontrol glukosa darah, pola makan, olahraga, minum obat teratur dan perawatan kaki. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan pasien dalam penatalaksanaan diabetes dengan cara manajemen diabetes mellitus. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan cara memberikan konseling manajemen diabetes mellitus kepada pasien saat pelaksanaan posyandu di balai Desa Karangbong. Pemberian edukasi dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan memberikan edukasi secara langsung bersamaan dan secara individu kepada pasien. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 tim dosen dan 5 mahasiswa keperawatan. Hasil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penderita diabetes dapat memahami dan meningkatkan kemampuannya tentang manajemen penatalaksanaan diabetes mellitus secara mandiri, khususnya dimasa pandemi. Pasien diabetes mellitus dapat melakukan melakukan manajemen diabetes mellitus dirumah dengan cara melakukan pengecekan kadar glukosa darah seminggu sekali, selalu melaksanakan aktivitas fisik, menjaga pola makan, minum obat sesuai aturan dan melakukan perawatan kaki setiap hari untuk mencegah terjadinya luka ulkus diabetes.   

Sukma Sahreni; Kasih Purwati; Dicky Pratama

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Background: Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease caused by damage to the pancreas in production or insulin cannot work effectively. Purslane Leaf Extract (Portulaca Oleracea) can help lower blood sugar levels. The purpose of this study was to analyze the effect of purslane leaf extract (Portulaca Oleracea) on blood sugar levels in alloxan-induced rats as a diabetes model.Methods: The rats in this study were 30 rats divided into 5 groups, each group consisting of 6 rats. The negative control group was only given aquadest and standard rat feed, while the other group was induced with 35 mg/200gBW of alloxan. The positive group was treated with standard rat diet, treatment group 1 was given purslane leaf extract at a dose of 60 mg/200grBB, treatment group 2 was given purslane leaf extract at a dose of 90 mg/200grBB and treatment group 3 was given purslane leaf extract at a dose of 110 mg/200grBW rats. Analysis of the results used the Kruskall Wallis test followed by Post Hoc Mann Whitney analysis. Results: The results of the Kruskal Wallis test on blood sugar levels showed that there was an effect after administration of purslane leaf extract among the five treatment groups p= 0.000 (p<0.05). The results of the Mann Whitney test showed that purslane leaf extract had effective antidiabetic at a dose 60 mg/200grBB p= 0.011 (p<0.05).Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that purslane leaf extract can reduce blood sugar levels.    

Ria Ceriana; Nova Zarmi Putri; Cut Yuliana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kulit buah rambai (Baccaurea motleyana) merupakan salah satu bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang telah dinduksi aloksan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan dalam penggunaan tumbuhan sebagai obat herbal agar tidak menimbulkan efek berbahaya yang tidak diinginkan, maka perlu dilakukan uji toksisitas pada hati mencit. Hati merupakan organ tubuh sasaran zat toksik karena memegang peranan penting dalam proses metabolisme tubuh. Rancangan penelitian dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Glibenklamid), dan ekstrak etanol      kulit buah rambai dengan dosis bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, 1600 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dan apabila perlakuan berpengaruh maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai berpengaruh nyata terhadap kerusakan pada sel-sel hati mencit diabetes berupa hiperemi dan hemoragi. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai uji toksisitas sub kronis dan kronis terhadap pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai. Penelitian lanjut yang dapat dilakukan yaitu pengujian toksisitas pada organ lainnya seperti ginjal, otak, jantung, limpa dan lain-lain.

Siska Pindi Triani; Anik Enikmawati; Yuli Widyastuti

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus (DM) salah satu penyakit yang prevalensinya terus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara maju ataupun negara sedang berkembang, Indonesia menempati urutan ke 4 tertinggi di dunia. Diantara berbagai propinsi yang ada di Indonesia, Jawa Tengah memiliki prevalensi DM yang cukup tinggi..Senam kaki diabetes adalah senam yang dilakukan untuk membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot paha serta mengatasi keterbataan pergerakan sendi.Senam kaki diabetes mampu meningkatkan sensitivas kaki.Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui adanya pengaruh pemberian senam kaki terhadap tingkat sensitivas pada pasien Diabetes Mellitus.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasy Eksperiment) dengan pendekatan pretest postest. Teknik Sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah responden adalah 15. Intrumen penelitiannya adalah kuesioner. Uji analisa menggunakan uji Wilcoxon.Hasilnya sesudah pemberian senam kaki, sensitifitas kaki dengan kapas paling banyak yaitu ada 8 responden (62%) dan sensitifitas kaki dengan sikat ada 5 responden (38%). Ada pengaruh pemberian senam kaki terhadap peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitusdengan ρ value 0,001 (< 0,05). Nilai Z sebesar – 3.419 menunjukkan bahwa tingkat pengaruh termasuk sangat rendah dengan nilai probabilitas 0,03% dan dibuktikan dengan table Z. Ada pengaruh pemberian senam kaki diabetes terhadap peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitus.