Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 35261-35280 of 35,304

Analytics

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tata kelola TI atau IT (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakan pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat ini proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi IT Governance ini dibuat guna meningkatkan kinerja TI layanan akademik yang ada di UNISBANK, dimana aktivitas layanan akademik tersebut menjadi tanggung jawab kerja suatu biro yang bernama BAAK dan pengadaan dan pengelolaan TI yang ada  menjadi tanggung jawab suatu divisi yaitu P2ICT. Perancangan IT Governance dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) versi 4.0, Dalam penelitian ini hanya dibahas 2 domain dari 4 domain yang ada di COBIT dengan pembahasan dibatasi pada tingkat control process saja, tidak membahas aktivitas-aktivitas yang terdapat di setiap control process. Domain yang dipilih dalam penelitian ini untuk dibuatkan rekomendasi pengelolaan TI adalah domain Deliver and Support (DS), Monitor and Evaluate (ME). Dari pemetaan model maturity tersebut diperoleh bahwa tingkat maturity untuk DS mendidik dan melatih users berada pada level maturity 4 (diatur), sementara untuk DS mengelola data berada pada tingkat maturity 3 (ditetapkan), Domain untuk Monitor dan evaluasi kinerja TI berada tingkat maturity 3 (ditetapkan). Berdasarkan pemetaan maturity tersebut dirancang rekomendasi IT Governance untuk masing-masing control process agar tingkat maturity dari masing-masing control process tersebut bisa lebih baik. Berdasarkan visi, misi, tantangan masa depan, dan tingginya harapan manajemen UNISBANK terhadap proses IT COBIT, dapat disimpulkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan UNISBANK setidaknya tingkat maturity pengelolaan IT yang dilakukan harus berada pada tingkat 4 – diatur (managed) dimana proses di monitor dan diukur manggunakan indikator tertentu.

Astuti, Rif’ah Dwi

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study analyzes the effect of receive, tariffs and quality perceptions of the learning process and service to increase interest. The formulation of the questions examined in this study were 1). What impact will influence the perception of market acceptance for graduates of interest in selecting majors AN? 2). What impact do perceptions influence the rates of interest specified AN AN chose? and 3). What impact will influence the perception of the quality of the learning process and service in the AN of interests to choose majors AN? Furthermore, variables and indicators of research is also based on previous research.A model has been developed and three hypotheses have been formulated to address this research problem. The sampling technique was purposive sampling and quota sampling. Respondents from this study amounted to 100 respondents, where respondents were students of the Department AN Semarang State Polytechnic. Data analysis tool used is Structural Equation Modelling (SEM) in AMOS 16.0.The results of this study data analysis shows the model and research results were well received, and further research is proving the influence of perception on the market acceptance of graduates AN interest in the Department of the AN is positive an  significant. Effect of tariff AN Perception of interest in the Department of the AN is not significant. Then the influence of the effectiveness of advertising on consumer buying behavior is positive and significant. And the influence of the learning process and service quality in the AN of interest in the Department is positive and significant.

Aqmala, Diana

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Salesperson plays an important role for the survival of the company. The roleof salespeople in the Multi Level Marketing company is a distributor, which will promoteproducts and business plan. Distributor is very important because of the high competition between companies who also want to increase product sales. The key of success in MLM companies depends on how the company is able to improve the performance of distributors.Problem of this research is how the characteristic Distributors, companies support and organization learning affect the performance of MLM distributors. Sampling technique used was purposive sampling method that used as many as 50 people Tianshi distributors in Semarang.The results of data analysis showed that there is significant influence between the characteristic distributors, companies support and Organization Learning to the performance MLM distributor.

Wahyudi, Eko Nur; Jananto, Arief; Narwati, .

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Jumlah PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah mencapai jumlah 231 buah dengan jumlah bidang ilmu sebanyak 16 buah dan program studi yang dibuka mencapai 153 buah. Dari data mahasiswa baru yang diterima selama 5 tahun terakhir, yaitu 2005 – 2009 menunjukkan adanya kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan pada beberapa program studi. Berdasarkan data tersebut di atas dan dengan menggunakan teknik data mining diharapkan trend mahasiswa baru dapat diketahui berdasarkan bidang ilmu dan program studi yang dipilihnya, dengan demikian orientasi penerimaan mahasiswa baru dapat diprediksi di masa yang akan datang, khususnya pada program studi yang banyak peminat dan program studi yang kurang peminat.

Listiyono, Hersatoto; ., Sunardi; Khristianto, Teguh

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Decision support system of credit giving is a computer-based information system that can be used as a tool for manager of the credit department to decide received  whether or not the loan application that submitted by customers. In the decision support system of credit giving uses principles of assessment called the 5 C. The 5 C are character, capacity, capital, collateral,  dan condition. Principles of  the 5 C will be taken for credit giving consideration. While preference for the weighting of criteria using Analytical Hierarchy Process. Overall, the existing process on the decision support system  of  credit giving is manager assigned the criteria, sub criteria, sub-sub criteria and the score. Then manager give preference of criteria to generate criteria weights. The data has been inputted by manager is used by staff of credit department  to perform the assessment so that can be produced a credit decision is received or rejected.

Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Perlu dipahami bahwa format atau desain suatu laporan sangatlah penting berkaitan dengan penyusunan suatu program. Program yang disusun dengan menggunakan suatu bahasa pemrogramantertentu harus memperhatikan bagaimana nantinya laporan data / informasi yang diolah akan disajikan. Terdapat beberapa kepentingan dan kebutuhan terhadap format laporan yang disajikan dari hasil program komputer, khususnya pihak manajemen yang akan mengambil keputusan berdasarkan laporan tersebut. Adakalanya justru pihak yang berkepentingan yang menentukan bagaimana format laporan harus dibuat. Seperti halnya pernah diuraikan pada tulisan sebelumnya mengenai algoritma format laporan, kali ini akan diuraikan mengenai program serta hasil yang diharapkan dari format laporan tersebut. Berikut ini akandiberikan deskripsi mengenai format laporan yang diharapkan, kemudian dari deskripsi tersebut dibuat program dan ditampilkan hasil programnya. Dengan demikian akan dapat dilakukan evaluasi apakah program yang dibuat sudah benar dan sesuai dengan deskripsi format laporan yang diharapkan.

Diartono, Dwi Agus

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Dalam pengoperasian sehari – hari sebuah warnet memerlukan suatu sistem billing yang berfungsi untuk menentukan besarnya pulsa pelanggan yang telah terpakai, perhitungannya didasarkanpada durasi waktu akses internet yang dilakukan oleh pelanggan. Pada warnet dengan sistem pembayaran biasa, pembayaran dilakukan ketika seseorang telah selesai mengakses internet. Pelanggan menuju operator dan membayar sesuai dengan lama waktu akses internet. Besarnya pembayaran yang dilakukan olehpengguna tercatat dalam database server yang terkoneksikan pada seluruh komputer klien yang digunakan untuk mengakses internet. Secara otomatis server akan melakukan perhitungan pulsa dan akan menghentikan akses internet bila pulsa telah habis. Jadi, operator tidak perlu menunggu sampai pelanggan selesai, baru kemudian memberikan tagihan.

Utomo, Agus Prasetyo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Teknologi informasi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi perusahaan untuk membantu aktivitas-aktivitas yang ada di dalam perusahaan. Banyak cara yang bisa dilakukanperusahaan untuk menerapkan teknologi informasi yaitu, membeli, membangun sendiri, atau menyerahkan ke pihak lain untuk pengembangannya. Penerapan teknologi informasi melalui pengolahan data secara elektronis (Electronic Data Processing/EDP) mau tidak mau akan memberikan dampak terhadap prosesauditing dan sekaligus proses pengendalian intern perusahaan. Untuk memastikan bahwa pengendalian intern dalam proses pengolahan data secara elektronik (electronic data processing/EDP) telah dilakukan dengan baik dan benar maka perusahaan harus menjalankan fungsi audit terhadat sistem tersebut. Fungsiaudit dilakukan oleh seorang Auditor, baik itu Auditor internal maupun Auditor eksternal. Di dalam melakukan kegiatan audit, seorang auditor sudah memiliki standard kerja sendiri, dengan harapan seorang auditor mampu bertindak secara independent dan dapat dipercaya. Hasil audit dari auditor dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan sistem dan efektifitas terhadap pengendalian internal.

Eniyati, Sri

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Metode adalah “prosedur untuk melakukan sesuatu”, sedang metodologi adalah “studi mengenai metode”. Sistem berbasis komputer harus merupakan hasil dari suatu analisis dan dirancangsebaik mungkin. Orientasi objek merupakan salah satu pendekatan pemrograman yang memandang persoalan menggunakan model-model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Ada banyak metode pengembangan sistem yang berorientasi objek.Metode Fusion merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak berorientasi objek “generasi kedua”. Fusion dikembangkan untuk menyediakan satu pendekatan secara sistematik bagi pengembangan perangkat lunak berorientasi objek yang mengintegrasikan dan mengembangkan beberapa pendekatan yang ada.

Munawaroh, Siti

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Universitas Stikubank Semarang merupakan salah satu Perguruan Tinggi ang cukup besar di Jawa Tengah yang dalam hal ini mempunyai suatu tujuan yaitu untuk meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang berkualitas. Untuk mencapai tujuannya itu, Universitas Stikubank Semarang harus juga memperhatikan tujuan dari subsistem-subsistem yang ada didalamnya, yang nantinya akan saling terkait. Salah satu sistem yang ada di dalam Universitas Stikubank Semarang adalah Sistem Persediaan Alat Tulis Kantor. Sistem persediaan alat tulis kantor merupakan suatu sistem yang tujuannya adalah menyediakan segala kebutuhan alat tulis kantor yang dibutuhkan bila ada suatu kegiatan di Universitas Stikubank Semarang dan pada akhirnya nanti bisa membuat suatu laporan yang dapat digunakan untuk evalusi pada waktu-waktu yang akan datang bila ada kegiatan di Universitas Stikubank Semarang.

Februariyanti, Herny

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Salah satu kunci keberhasilan pengaman sistem informasi adalah adanya visi dan komitmen dari pimpinan top manajemen. Upaya atau inisiatif pengamanan akan percuma tanpa hal ini. Dengan tidak adanya komitmen dari top manajemen, berdampak kepada investasi pengamanan data. Selain itu keberhasilan juga ditentukan seperti proses desain, implementasi, konfigurasi, dan pemakaian. Untuk itu diperlukan standar dan manajemen yang memadai agar kemanan dapat dilakukan secara memadai pula.Standar kompetensi dapat dilakukan sesuai dengan TKTI jika menggunakan standar Nasional. Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Selain itu standar ISO yang merupakan standar internasional dapatditerapkan yaitu menggunakan ISO 17799 dan ISO 27000 serta turunannya. Manajemen operasi keamanan harus memenuhi beberapa hal penting yaitu kontrol dan proteksi, monitoring dan auditing, serta pemahaman tentang threat dan vulnerabilitas.

Jananto, Arief

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Informasi sebagai keluaran(output) sebuah system informasi akan sangat bernilai guna tinggi jika memenuhi tiga hal kualitas yaitu relevan, akurat dan tepat waktu. Untuk mencapai kualitas tersebut dan menyesuaikan dengan tuntutan jaman yang serba cepat maka akses informasi yang cepat menjadi faktor utama yang harus dipenuhi. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi, dicatat dalam suatu media penyimpanan. Sebagai bahan baku dari informasi, maka kecepatan akses informasi sama dengan kecepatan akses data tersebut. Semakin cepat dan mudah akses terhadap data maka penyajian informasi sebagai kebutuhan dari manajemen untuk mengambil keputusan juga dapat ditingkatkan.Kecepatan akses data dapat ditingkatkan dengan banyak cara, selain dari sisi perangkat kerasnya (hardware) dapat juga dilakukan dari sisi perangkat lunaknya (software) lebih khusus pada programaplikasinya. Teknologi Optimasi Query Rushmore sebagai salah satu teknologi untuk meningkatkan kecepatan akses data dapat dijadikan alternative pemecahan masalah kinerja sebuah aplikasi khususnya berhubungan dengan sebuah basis data.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi berbasis wireless pada saat ini sudah begitu banyak, baik digunakan untuk komunikasi suara maupun data. Karena teknologi wireless memanfaatkan frekwensitinggi untuk menghantarkan sebuah komunikasi, maka kerentanan terhadap keamanan juga lebih tinggi dibanding dengan teknologi komunikasi yang lainnya. Berbagai tindakan pengamanan dapat dilakukan melalui perangkat komunikasi yang digunakan oleh user maupun oleh operator yang memberikan layanan komunikasi. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Secara garis besar, celah pada jaringan wireless terbentang di atas empat layer di mana keempat lapis (layer) tersebut sebenarnya merupakan proses dari terjadinya komunikasi data pada media wireless. Keempat lapis tersebut adalah lapis fisik, lapis jaringan, lapis user, dan lapis aplikasi. Model-model penanganan keamanan yang terjadi pada masing-masing lapis pada teknologi wireless tersebut dapat dilakukan antara lain yaitu dengan cara menyembunyikan SSID, memanfaatkan kunci WEP, WPA-PSK atau WPA2-PSK, implementasi fasilitas MAC filtering, pemasangan infrastruktur captive portal.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Murti, Hari

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi informasi atau komputer pada UKM bukan tanpa resiko, apalagi jika perangkat tersebut terpasang dalam basis jaringan dan internet. Operasi pemanfaatan teknologi informasi pada UKM dimungkinkan terdapat perbedaan dibanding dengan bisnis dengan skala besar (enterprise). Perbedaan pendekatan penerapan TI dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh UKM. Namun keamanan komputer memiliki standar yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanannya. Data atau informasi dianggap aman jika memenuhi persyaratan berupa kerahasiaan (confidentiality), integrasi (integraty), dan Otentikasi (othentication). Persyaratan tersebut merupakan bagian dari aspek keamanan yang harus dipenuhi. Model pengendalian resiko dan pembebasan dari bahaya ancaman keamanan terhadap sumber daya informasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencegahan (preventive) dan penyembuahan atau perbaikan (recovery/corrective). Model pengendalian tersebut harus dapat diimplementasikan oleh UKM baik pada bagian front-office maupun back-office. Upaya perlindungan terhadap perangkat teknologi ionformasi harus dimulai dari atasan (top manjemen). Tanpa danya kemauan dari top manajemen maka tidak mungkin system keamanan dapat diimplementasikan. Top manajemen pada UKM dapat memutuskan prioritas manajemen atau manfaat keamanan sistem informasi. Setiap ukuran keamanan yang dirancang manajer usaha kecil dan menengah untuk menjaga keamanan komputer dan sistem informasi UKM harus diterapkan system keamanan secara yang komprehensif terhadap semua system yang berpotensi terhadap hilangnya keamanan computer. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pengendalian keamanan berupa pengendalian dan proteksi, melakukan  monitoring dan auditing, serta selalu memahami masalah-masalah yang muncul terhadap ancaman dan serangan. Kata kunci : UKM, implementasi, keamanan, dan pengendalian

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Masyarakat membutuhkan informasi mengenai bank yang dirasa masih kurang di semarang, baik berupa lokasi kantor maupun jenis produk pelayanan yang ditawarkan secara cepat dan akurat. SistemInformasi Geografis (SIG) mampu mengatasi permasalahan ini dengan cara pengguna memasukkan nama bank melalui input pencarian, kemudian sistem akan memberikan informasi yang diinginkan oleh pengguna. Sedangkan SIG berbasis web mampu memberikan informasi secara lengkap kepada nasabah dandapat diakses secara online oleh masyarakat melalui media internet. Penelitian ini merancang suatu aplikasi berbasis SIG yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser yang mampu memberikan informasi mengenai lokasi, jenis-jenis layanan produk jasa yang ditawarkan pada BCA wilayah Semarang.Penelitian ini dimulai dengan memperoleh data-data yaitu data primer dan data sekunder yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan SIG kemudian melakukan rancang bangun SIG danmengimplementasikannya pada suatu web secara keseluruhannya. Perencanaan kebutuhan SIG terdiri dari metode pengumpulan data, data spasial dan data non spasial/atribut. Data spasial berupa lokasi BCA yang ditunjukkan dengan peta kota Semarang dan layer-layer peta yang terdiri dari layer wilayah, layer jalan, layer lokasi dan sebagainya. Sedangkan data non spasial terdiri dari data lokasi dan produk jasa pada kantor BCA wilayah Semarang. Perancangan SIG berbasis web terdiri dari perancangan proses dan perancanganhalaman web. Perancangan proses yang memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi dihasilkan, yang terdiri dari proses pembuatan peta, editing peta dan pembuatan database. Sedangkan perancangan halaman web memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi akan ditampilkan. Implementasi aplikasi SIG ini memerlukan hardware, software dan brainware.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) “Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti “writing” (tulisan). Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yangdigunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat. Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Dengan enkripsi data disandikan (encrypted) dengan menggunakan sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga sebuah kunci yang sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk kasus private key cryptography) atau dengan kunci yang berbeda (untuk kasus public key cryptography).

Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Hard Disk Drive (HDD) atau biasa dikenal dengan harddisk saja adalah sebuah media penyimpanan sekunder pada sebuah komputer. Meskipun disebut sebagai media penyimpanan sekunder namun pada kenyataannya fungsinya adalah sangat penting bahkan tidak bisa ditinggalkan lagi untuk kebutuhan sebuah komputer. Hal tersebut sangat jelas mengingat kebutuhan akan software berupa program maupun aplikasinya, serta data yang diolah membutuhkan media penyimpanan yang sangat besar, yang tidak cukup hanya ditampung oleh sebuah media penyimpanan utama berupa ROM (Read Only Memory) dan RAM (RandomAccess Memory).Sebagai salah satu media penyimpanan sekunder (selain disket, flashdisk, compact disc, disk tape, dll), selain memiliki kemampuan untuk menyimpan data yang sangat besar, yaitu dalam ukuranGiga Byte (GB), harddisk juga memiliki kelebihan lain diantaranya adalah kecepatan akses, baik dalam membaca maupun menulis data, serta ketahanannya dalam menyimpan data secara fisikuntuk jangka waktu yang cukup lama.

Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi tidak hanya menangani peta atau gambar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan menangani database dalam volume besar. Konsep database merupakan pusat dari SIG dan merupakan perbedaan utama antara SIG dan sistem drafting sederhana atau sistem pemetaan komputer yang hanya dapat memproduksi keluaran berupa grafik yang baik. Pengembangan Database Sistem Informasi yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial , dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan.

Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Laboratorium bahasa yang masih menggunakan teknologi analog, mengandalkan media pita kaset untuk memutar suara. Walaupun media ini punya kelebihan di investasinya yang murah, tetapi padapenggunaan jangka panjang media ini menjadi jauh lebih mahal dari pada teknologi digital. Kaset akan turun kualitas suaranya setiap kali dimainkan, dan lama kelamaan kaset akan hilang data suaranya. Pada Laboratorium bahasa berteknologi digital semua materi audio video yang tersimpan, disimpan dalam format digital. Laboratorium ini menggunakan PC sebagai Konsole pengendali (Master Kontrol). PC lebih mudah, murah didapat dan banyak aplikasi multimedia pendukung. Selain menggunakan PC, Laboratorium bahasa berteknologi digital juga menggunakan peralatan berbasis komputer (embeded system) yang lebihkecil dan ringkas.