Publication Search

70,876 articles from 631 journals · 2,111 citations tracked

Showing 281-300 of 430

Analytics

Susila, I Komang Dedik; Aryasuari, I Gusti Ayu Istri

ABSTRAK Pembelajaran berdiferensiasi merupakan upaya menyediakan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan minat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan dan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pengajaran ESP dalam kemerdekaan belajar. Subyek dari penelitian ini adalah dua instruktur Bahasa Inggris yang mengajar mata latih English for Culinary dan English for FB Service yang mengajar pada Program Desember tahun ajaran 2022/ 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah interview mendalam. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode analisis data Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keunggulan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran ESP di Mediterranean Bali adalah 1) sajian materi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, preferensi belajar, dan minat peserta didik, 2) memberikan pembelajaran yang bermakna atau berkorelasi dengan kehidupan peserta didik, 3) perasaan untuk mencapai kesuksesan, 4) dan dapat memotivasi peserta didik dalam belajar. Sedangkan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah 1) memerlukan lebih banyak waktu persiapan, 2) mengatur waktu dengan baik, 3) memperlakukan peserta didik dengan ideal, 4) dan kekurangan waktu untuk fokus pada perkembangan individu.

Vira Aulia; Zaenal Wafa

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta pada salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu UMKM Telur Asin DMN. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia sempat mengalami krisis perekonomian yang disebabkan karena adanya pandemi COVID-19. Hal ini sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat terutama pada sektor usaha kecil seperti UMKM. Setelah berbagai upaya dilakukan, sekarang perekonomian Indonesia sudah mulai pulih kembali salah satunya dengan adanya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh oleh para pelaku UMKM melalui digital marketing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan melatih para pelaku UMKM terutama pada UMKM Telur Asin DMN bagaimana cara memanfaatkan digital marketing untuk memperluas pemasaran produknya sehingga dapat meningkatkan pendapatan usahanya serta memiliki banyak konsumen dari dalam maupun luar daerah. Kegiatan ini dilakukan karena pelaku UMKM masih minim pengetahuan tentang digital marketing dan pemasaran yang masih menggunakan metode tradisional seperti dititipkan ke warung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan antusias yang positif dari UMKM Telur Asin DMN karena memiliki banyak manfaat bagi usahanya. Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan UMKM Telur Asin DMN dapat memperluas pemasarannya.

Bayu Widodo; Nur Aziezah; Aditya Wicaksono

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan vokasi mengutamakan keterampilan siswa, menekankan pembelajaran langsung, dan menyelenggarakan proses pembelajaran teoritis secara lebih efektif. Untuk memenuhi kompetensi mereka di bidang jaringan komputer, banyak Sekolah Menengah Kejuruan (TKJ) memfasilitasi siswa bekerja menggunakan peralatan jaringan secara langsung. Sayangnya cara ini tidak terlalu efisien untuk mengajar di Laboratoriun Jaringan, terutama jika ukuran kelasnya sangat besar ataupun terkendala keterbatasan peralatan/ sarana jaringan komputer.  Tujuan dari kegiatan "Pengabdian Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB" yang dilaksanakan di SMKS 5 Bhinneka Karya Boyolali ini adalah memberikan pilihan praktis dan murah untuk melakukan kegiatan praktikum jaringan komputer dengan cara membuat "Laboratorium Jaringan Virtual". Solusi yang diberikan telah membantu mengatasi masalah keterbatasan perangkat keras dan aksesibilitas yang ada di laboratorium jaringan. Laboratorium Jaringan Virtual memberi siswa kemampuan untuk menerapkan instance virtual perangkat jaringan secara nyata.

Nurfadilah Dwi Susanty; Muhammad Nawir; Syamsuriyanti Syamsuriyanti

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The formulation of the research problem is, "Is there a relationship between teacher teaching skills and student learning outcomes at UPT SD Negeri 1 Center Pattallassang, Takalar Regency". Thus this study aims to determine the relationship between teacher teaching skills and student learning outcomes at UPT SD Negeri 1 Centere Pattallssang, Takalar Regency.This type of research includes correlational research which aims to determine the relationship between teaching skills and student learning outcomes at UPT SD Negeri 1 Center Pattallssang, Takalar Regency. The sample used was sixth grade UPT SD Negeri 1 Center Pattallssang Takalar Regency as many as 32 students. Given that this population is large, the authors used purposive sampling. In collecting data used are questionnaires and documentation.The results showed that the teaching skills of teachers and student learning outcomes at school had a close and distinct relationship in the very high category, and there was a positive relationship between teacher teaching skills and student learning outcomes at school.

Zahra Siti Humayra; Alfiyah Zahra Jauza; Husen Indarno Syaifullah; Mahesa Firdaus Gusman; Ramadhane Tepi Al Haq +2 more

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai beauty privilege Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif menggunakan observasi berupa wawancara dan pengisian kuesioner Hasil penelitian yang kita dapat khususnya di zaman milenial ini istilah good looking sangat gencar orang bicarakan, yang mana membentuk suatu stigma beauty privilege. Pada umumnya siswa di sekolah merasakan adanya beauty privilege, mereka juga merasa bahwa hal tersebut memungkinkan adanya hak istimewa di dalam lingkungan sekolah. Menurut salah satu responden yang kami wawancara pun penampilan dan paras yang cantik adalah hal pertama yang orang lihat. Namun, ada juga yang memberi pernyataan bahwa tidak selamanya penghargaan, pujian itu dilihat dari fisik saja, bisa juga dengan mengembangkan kemampuan kualitas diri. Beauty privilege memang bentul adanya di kalangan siswa terutama di dalam sekolah, beberapa siswa memberi pernyatan penampilan dan memiliki paras yang cantik cenderung mendapatkan hak istimewa saat mereka berada di lingkungan sosial. Namun, untuk di lingkungan kegiatan belajar dalam mengajar guru lebih mengutamakan siswa yang berprestasi di akademik. Akan tetapi, orang yang memiliki tampilan menarik dapat dimaklumi untuk memberikan atensi lebih kepada seorang guru karena, hal tersebut dinilai sah bagi beberapa siswa dengan dalih mudah atau lebih nyaman untuk diperdengarkan. Selain itu, dampak terjadinya hak istimewa bagi siswa paras atau penampian yang menarik memengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa sehingga memudahkan mereka dalam bersosialisasi dan diterima.

Kausara Usman

Pentingnya peran guru dalam pencapaian prestasi siswa tidak bisa diabaikan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mengajar, dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Dengan adanya guru yang berkualitas, siswa dapat lebih mudah mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini adalah studi literatur dan analisis data sekunder. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait pendidikan inklusif dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan. Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan data-data yang sudah ada mengenai partisipasi individu dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar-mengajar. Dari hasil analisis penulis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencapaian siswa inklusif setelah dilakukan pelatihan khusus bagi guru-guru mereka. Hasil ini memberikan dukungan kuat untuk pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa. pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu dan kemampuan untuk mengadaptasi metode pengajaran, guru dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja siswa secara keseluruhan..Diferensiasi pembelajaran juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperkuat rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan ide-ide kreatif mereka.

Muhammad Basri; Pebrina Hesty Sagala; Aulia Khairani Br Nasution; Amalia Mahfudza

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekaisaran Ottoman, yang berlangsung dari tahun 1326 hingga 1924, dapat dibagi menjadi tiga periode berbeda: periode ekspansi (1326-1451), masa kejayaan (1452-1568), dan kemunduran dan keruntuhan (1569-1924). Pada masa kejayaan Turki Usmani, pendidikan mulai dikembangkan dan dipusatkan di sekitar madrasah, satu-satunya lembaga pendidikan umum pada saat itu. Lembaga-lembaga ini berfokus pada hafalan daripada pemikiran kritis, dan hanya mengajarkan ilmu agama, meninggalkan kesenjangan dalam pendidikan umum siswa dan bahkan pelajar dewasa. Namun, menjelang akhir pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, reformasi pendidikan dilaksanakan dengan memasukkan metode Barat. Runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah juga membawa konsekuensi yang signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk pengenalan sekularisme, yang menjadi dasar ideologi kapitalis dan mendukung ide-ide seperti demokrasi, nasionalisme, liberalisme, dan hak asasi manusia.  

Priskila Kompong

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The purpose of Christian Religious education in the family is to teach about human relations with God and His creation. Christian Religious Education can be carried out in families, schools and places of worship without being limited by space and time. real to children, so that children understand the purpose of this life. Christian Religious Education in the family is very important to be applied by parents today. One of the roles of Christian Religion education in the family today is to seek the cooperation of fathers and mothers in educating children as well as creating harmony in the family. Therefore, the family is the most important environment in carrying out the social formation of children. So, the role of parents in raising children is very important, not only do children learn and experience growth in the family, but all family members can learn from each other through interaction with each other. However, all of this cannot be separated from the example of parents. in family.

Asrinia Susanti Riu; Rounauly Marbun

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The Bible is the main source of knowledge for every believer, especially for children in education. However, there is a tendency that Christian education prioritizes an educational model that emphasizes humanitarian philosophy so that it tends to no longer make the Bible the main source of Christian education. In obtaining data for writing this article, the author used a qualitative method with a literature review approach. The Bible is a material that should be given to children or society. This means that the teaching of the Bible itself does not only talk about the formation of morality and spirituality, but can also give weight to the main source as Christian education. The Bible is used as the main basis for teaching Christian Education in churches and schools that have a Christian curriculum. This is because the Bible is considered a holy book that contains the basic teachings of Christianity and is the highest authority for Christians. Therefore, in teaching Christian Religious Education, a Christian Religious Education teacher is required to use the Bible as the main source in providing explanations and teaching about the teachings of Christianity.

Anggrini Anggrini; Harnida Wahyuni Adda; Fatlina Zainuddin

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Administrasi yang diperlukan setiap guru untuk kegiatan mengajar pasti akan membantu guru dalam mengelola kegiatan mengajar agar tujuan dari kegiatan mengajar tersebut dapat tercapai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapkan teknologi administrasi dalam knowledge transfer guru yang akan dijadikan tindak lanjut untuk menerapkan teknologi administrasi dan juga untuk mengetahui perkembangan para guru dalam melengkapi administrasi menggunakan teknologi. Metode yang digunakan dalam upaya pencapaian tujuan tersebut yaitu observasi  dengan melakukakan pengamatan langsung dilapangan untuk mengetahui kondisi yang terjadi apa yang butuhkan oleh sekolah dan apa kendala yang terjadi. Melalui knowledge transfer beberapa guru yang sebelumnya kesulitan menggunakan teknologi khususnya laptop perlahan mulai bisa, mereka mulai menyusun administrasi menggunakan teknologi dan menyimpan arsip-arsip di laptop. Dalam program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para guru, khususnya guru SD Inpres Boyaoge dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dalam pelengkapan administrasi menggunakan teknologi.

Misi Astuti Waruruwu; Moses Wibowo

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Menjadi hamba Tuhan adalah kesempatan sempurna yang tidak dimiliki semua orang. Hamba Tuhan adalah orang yang setia dan mengaku di hadapan Tuhan bahwa dia untuk Tuhan. Hamba Tuhan harus memiliki dasar iman dalam pelayanan, terlatih untuk mengajar dan menguasai diri dalam memberitakan Firman Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa hamba-hamba Tuhan mampu melatih dan memimpin domba-domba-Nya seperti yang dilakukan Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik dari domba-domba-Nya. Dalam surat ini, Paulus mengingatkan Timotius agar para hamba Tuhan tidak lagi mengajar di zaman sekarang, karena banyak sekali nabi palsu yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Hasil penelitian ini menggambarkan kompetensi hamba Tuhan dalam menjalankan pelayanannya

Serliana Sasmita; Yeremia Hia

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pembelajaran formal, non formal dan/atau informal. Pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal berlangsung di TK (Taman Kanak-kanak), rauadutul atfali dan bentuk lain yang sejenis. Sementara itu, Paud berlangsung melalui bentuk pendidikan informal yang disebut KB (kelompok bermain), (TPA) (Taman kanak-kanak dan bentuk lain yang serupa.[1] Dan PAUD Setia Baneara mencoba melakukannya melalui kedua jalur, yaitu formal dan informal, dalam arti tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan tetapi juga mencakup permainan agar anak tidak bosan. Disini dibutuhkan peran seorang guru yang tidak hanya fokus pada dunia pendidikan anak, tetapi juga fokus pada karakteristik anak, seperti anak tidak hanya memiliki kepandaian yang besar, namun juga memiliki akhlak baik.   [1] Pengalaman Penulis,Masa Pelayanan Satu Tahun,(2022-2023).

Okpatrioka Okpatrioka; Sopian Sopian

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bukan berarti mengajar masyarakat tentang sesuatu yang terbaik untuk mereka, tetapi melakukan pemberdayaan sebagai sebuah proses pencarian (research) yang dilakukan bersamasama untuk mencari jalan terbaik dalam penyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa trauma healing yang dilakukan pada anak-anak adalah untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mengembalikan kondisi emosional anak-anak pasca bencana, agar dapat membantu semangat kembali seperti sebelum adanya bencana yang terjadi dengan berbagai macam permainan yang dilakukan baik individu maupun kelompok serta pemberian materi yang bertujuan untuk meningkatkan karakteristik pada diri anak. Adapun pelaksanaan trauma healing menggunakan metode Participatory Rapit Appraisal (PRA) atau penilaian desa secara partisipatif yang dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti observasi, survei dan wawancara.    

Nur Azzira; Charles Charles; Iswantir Iswantir; Wedra Aprison

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang melakukan kegiatan masih ada sebagian siswa yang kurang menghargai gurunya, bertutur kata yang tidak baik kepada guru atau kepada orang yang lebih tua. Kemudian disaat bel masuk telah dibunyikan masih banyak dari siswa yang belum masuk ke ruangan kelas. Disaat jam istirahat sudah berakhir masih ada dari siswa yang berkeluyuran di luar kelas, jajan dan sibuk bermain dengan teman-temannya. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penulisan ini  yaitu informan kunci guru Pendidikan Agama Islam Mata Pelajaran Akidah Akhlak, dan informan pendukung adalah tiga orang siswa. Teknik analisis data yang penulis lakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data.Berdasarkan hasil penulisan dapat dipahami bahwa penerapan karakter disiplin di MTs TI Koto Tuo Kumpulan berupa mengerjakan tugas tidak secara individu, mereka mencontek, dalam bentuk pengumpulan tugas tepat waktu masih kurang. Sikap siswa di dalam kelas kurang baik, seperti siswa yang tidak memperhatikan saat guru mengajar di kelas, mereka menguap, mengantuk bahkan menganggu teman di sebelahnya,  keluar kelas, pergi ke kantin, ke luar gerbang, adanya siswa yang datang terlambat datang ke sekolah serta telat masuk ke dalam kelas, masih banyak siswa tidak mematuhi peraturan berpakaian seperti tidak memasukkan baju ke dalam celana, dan membuang sampah sembarangan. Faktor pendukung penerapan karakter disiplin di MTs TI Koto Tuo Kumpulan adalah kerja sama semua guru di MTs TI tersebut dalam menerapkan disiplin kepada siswa, faktor penghambatan dalam penerapan karakter disiplin siswa adalah perilaku siswa itu sendiri yang tidak mau mendengarkan dan menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan di sekolah baik itu peraturan di dalam kelas maupun peraturan di lingkungan sekolah.

Beriaman Ndruru

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Sesuai perintah ajaran kristiani sebagai seorang hamba Tuhan tentang teguran dan nasehat apa yang salah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Berdasarkan tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Paulus tidak dapat menangani hal itu terus menerus, karena ia harus melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Maka ia meninggalkan pembantunya, Timotius, di Efesus untuk mengamankan situasi di situ. Timotius mendapat tugas untuk menasehatkan yaitu bertindak dengan tegas terhadap penyeleweng-penyeleweng di bidang pengajaran. Nasehat adalah kata kerja yang memiliki arti tindakan memanggil seseorang untuk menghibur atau untuk mendamaikan. Rasul Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menegor dan menasehati jemaat yang dilayaninya dengan pengajaran dan penuh kesabaran. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode peneletian kualitatif dengan menggunakan literatur. Berdasarkan pemaparannya, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Timotius ini sangatlah baik untuk dapat digali, mulai sejak ia dibawah  naugan kepemimpinan Paulus hingga dia diangkat menjadi pemimpin. Tentu dalam hal ini, masih banyak hal yang bisa kita temukan dalam sifat-sifat atau ciri-ciri kepemimpinan Timotius yang tersurat yang ada dalam Alkitab dalam membangun jemaat di Efesus.

Aprianto Ruru

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan mengajarkan tentang pencipta langit dan bumi serta Dia sendiri datang kedalam dunia menebus manusia. Karena itu, guru PAK sangat penting di sekolah, untuk memberikan pemahaman  kepada peserta didik, supaya mengerti dan memahami tentang dunia ini. Peserta didik seringkali tidak memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru. Sebab, metode yang digunakan guru PAK kurang efektif dan efesien. Untuk itu guru PAK harus  menerapkan metode inkuiri dalam pembelajaran. Sebab metode inkuiri yang akan mengajak peserta didik mengambil bagian secara aktif di dalamnya.  Metode inkuiri megajak peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisa, memecahan masalah serta memberikan kesimpulan.  Metode inkuiri memberikan manfaat dalam proses pembelajaran. Manfaat tersebut adalah mengatasi kebosanaan, kejenuhan peserta didik untuk belajar dan akan membangkitkan minat peserta didik dalam belajar PAK.

Acep Supriatna; Aida Zahra; Amelia Putri Meilani; Khusaeni, Moch Fahri; Rahma Jamilah +2 more

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pertumbuhan teknologi dan digitalisasi telah membawa dampak signifikan pada kegiatan ekonomi, terutama dengan meningkatnya popularitas ononlinm sebagai bentuk jual beli online. E-commerce memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen, tetapi dapat menyebabkan sifat konsumtif yang berlebihan, khususnya pada siswa. Sifat konsumtif ini dapat memicu gaya hidup hedonisme dan buruknya manajemen keuangan pada siswa. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya memprioritaskan kebutuhan dan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pemahaman siswa tentang e-commerce dan literasi keuangan serta kaitannya dengan sikap konsumtif siswa dan minat wirausaha siswa dalam menggunakan e-commerce. Kuesioner disebarkan melalui Google Form kepada siswa SMA/SMK sederajat. Pertanyaan dalam kuesioner mencakup pengetahuan penggunaan e-commerce, tingkat literasi keuangan siswa, sikap konsumtif dan pengaturan keuangan, serta minat wirausaha dalam menggunakan e-commerce. Penelitian ini menunjukkan bahwa e-commerce banyak digunakan oleh siswa SMA/SMK sederajat dalam kegiatan konsumsi, terutama melalui platform Shopee. Namun, penggunaan e-commerce tidak berpengaruh pada sikap konsumtif siswa karena mereka lebih membeli barang sesuai kebutuhan. Akan tetapi, penggunaan e-commerce berpengaruh pada minat berwirausaha siswa karena mudah diakses dan efektif. Tingkat literasi keuangan siswa berada pada kategori sedang dan siswa memiliki pemahaman dalam mengelola dan mengatur keuangannya dengan baik, sehingga cenderung tidak bertindak konsumtif dalam aktivitas konsumsinya. Literasi keuangan siswa yang baik juga menumbuhkan minat wirausaha.

Hendra Agung Saputra Samaloisa

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tulisan ini mendeskripsikan mengenai signifikansi etika guru Pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan karakter bagi peserta didik dengan menggunakan pendekatan literature. Pentingnya etika bagi guru pendidikan Agama Kristen bukan hanya sekedar mengajarkan tentang pengetahuan, keterampilan, terhadap peserta didik, melainkan mengajarkan tentang bagaimana peserta didik mempunyai karakter yang meonjol dengan iman  kepada sang Juruslamat yaitu Yesus Kristus. Maka dari pada itu untuk menghidupi dan mewujudkan karakter peserta didik guru Pendidikan Agama Kristen terlebih dahulu memahami tentang pengajaran yang hidup di dalam kekristenan yang sesungguhnya di dalam Tuhan.

Dinda Ha Yahya; Junaidi Junaidi; Muhiddinur Kamal; Arman Husni

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa sebagai siswa yang memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran terutama kegiatan melakuka praktik yang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan siswa kurang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti pelaksanaan pendekatan CTL pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dari model pembelajaran kontekstual dan faktor penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan tentang pelaksanaan pendekatan CTL pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti menggunakan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikannya kesimpulan. Untuk menguji kreadibilitas dan kevalidan data peneliti mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai instrumen penelitian yaitu guru, kepala sekolah dan siswa dengan menggukana triangulasi sumber, triangulasi peneliti dan triangulasi metode. Sehingga menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pendekatan Contekstual Teaching and Learning  (CTL) pada mata pelajaran PAI di SMK N 3 Payakumbuh dimulai dari perencanaa guru dalam mempersiapkan pembelajaran dengan membuat RPP yang menjadi pedoman guru dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Pelaksanaan pendekatan CTL adalah siswa mengamati, menganalisis dan menemukan sendiri terkait pembelajaran dalam kegiatan diskusi dan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata sehari-hari. adapun faktor penghambat yang ditemukan adalah alokasi waktu yang singkat, kemampuan guru dalam mengkaitkan pembelajaran, siswa bermain-main saat diskusi, siswa bermain handphone dan siswa perempuan lebih aktf dibandingkan dengan siswa laki-laki.

Mahmud Basuki; Sofiyanurriyanti, Sofiyanurriyanti; Nissa Prasanti; Abdiel Khaleil Akmal; Kasmawati Kasmawati +4 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar di dalam sebuah perguruan tinggi. Selain melaksanakan proses belajar, aktivitas lain mahasiswa juga sangat penting dalam berkontribusi untuk meningkatkan mutu akreditasi program studi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dapat dijadikan point-point kontribusi mahasiswa dalam akreditasi program studi. Metode yang digunakan dalam artikel ini berupa ceramah. Dari hasil ceramah tersebut didapatkan hasil yang sangat berpengaruh terhadap mahasiswa yang langsung merealisasikannya berupa kegiatan sosialisasi promosi program studi ke sekolah menengah atas, dan minat mahasiswa dalam mengikuti kompetisi di luar kampus. Maka dari itu, penyampaian sosialisasi kotribusi apa saja yang perlu dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan mutu akreditasi program studi merupakan hal yang sangat penting. Hal-hal yang perlu dilakukan mahasiswa yaitu (1) meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang apapun, (2) memahami visi misi program studi, CPL, CPMK, fasilitas kampus, aturan kampus, (3) Profil lulusan yang bekerja sesuai bidang dan masa tunggu yang tidak lama, (4) Meningkatkan peminat program studi, dan (5) Adanya ikatan keluarga alumnni yang mendukung kinerja program studi.