Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 2921-2940 of 2,946

Analytics

Ayu Istiana Sari, Riyani &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Alif Smart Surakarta pada 30 Agustus-1 September 2018 yang dihadiri oleh semua Guru KB, TK Yayasan Alif Smart Surakarta yang beralamat di Kadipiro, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.. Belajar Bahasa inggris bagi anak-anak usia dini sangatlah penting karena masa ini adalah masa keemasan dalam melakukan proses pembelajaran yang efektif. Dalam menjawab tantangan dunia, anak-anak Indonesia sudah seharusnya mempersiapkan diri. Dengan demikian, pendidikan bahasa Inggris yang dimulai sejak dini bukanlah hal yang dapat disepelekan. Pengajaran pendidikan usia dini memiliki banyak manfaat, di antaranya anak-anak dapat belajar dengan lebih efisien dan mendapatkan ilmu pengetahuan lebih melalui aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dan menarik. Baik melalui seni peran, musik maupun aktivitas lainnya yang interaktif. Kemudian muatan yang di berikan sejak dini lebih mudah tertanam dibandingkan dengan saat mereka dewasa. Untuk dapat membelajarkan bahasa inggris secara efektif kepada siswa usia dini, guru harus dapat menguasai berbagai metode yang menarik sehingga anak tidak cepat bosan dan materi pelajaran dapat diterima secara maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan berbagai metode menarik dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.Kata Kunci: TEYL, Speaking and Listening,

Sumardiono, Lusiana Dewi Kusumayati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan para guru di TK Negeri Gemolong akan variasi metode pembelajaran yang diterapkan oleh para guru TK Negeri Gemolong. TK Negeri Gemolong terus melakukan pengembangan baik fasilitas maupun SDM. Salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu menjalin kerjasama dengan tim pengabdian Program Studi Bahasa Inggris UNISRI untuk mengadakan workshop tentang metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak dan secara bervariasi diimplementasikan di kelas membuat anak-anak belajar tanpa beban dan tidak mudah bosan. Metode pelaksanan pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan praktek latihan menggunakan metode Whole Brain Teaching dengan rekan sejawat. Tim pengabdian UNISRI memberikan teori dalam bentuk ceramah, memberi contoh penerapan Whole Brain Teaching di kelas, kemudian para guru diminta menirukan dan mempraktekkan penerapan metode tersebut. Hasil dari pengabdian ini diharapkan bahwa kesadaran akan pentingnya penggunaan metode yang tepat dapat meningkat. Para guru dapat menggunakan metode Whole Brain Teaching sebagai salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan dikelas.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Whole Brain Teaching, Taman Kanak-Kanak

Supriyanta, Bambang Ali Kusuma &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkawinan merupakan peristiwa penting bagi kehidupan manusia, oleh sebab itu peristiwa ini harus diabadikan atau didokumentasikan atau dicatatkan pada Kantor Pencatat Nikah (KUA atau Kantor Catatan Sipil). Adanya pencatatan atau akta resmi, apabila dikemudian hari ada masalah (warisan, anak sah atau bukan dan lain-lain) menjadi bukti terjadinya perkawinan atau pernikahan di antara para pihak. Dengan demikian ada perlindungan hukum di antara kedua belah pihak, khususnya untuk anak-anak dan isterinya. Mengingat hal yang demikian, maka perkawinan atau pernikahan seharusnya dibuat akta resmi perkawinan atau akta resmi.Kata kunci: Akta, Perkawinan, Manfaat

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita

Marjam Desma Rahadhini, Lamidi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada para anggota karang taruna Sinoman Rejosari Bersatu (SiRestu) dukuh Rejosari, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil tema: ”MENCIPTAKAN PRODUK INOVATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KAIN BAGI KARANG TARUNA SIRESTU, DUKUH REJOSARI, DESA TERAS, KECAMATAN TERAS, KABUPATEN BOYOLALI”. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1. Membuka wawasan bagi anak-anak muda Sirestu agar mampu membaca peluang yang ada di sekitarnya, 2. Meningkatnya pengetahuan bagi anggota Sirestu dalam memanfaatkan limbah kain dari pabrik/industri, yang bisa diberdayakan menjadi produk yang bernilai jual tinggi, 3. Meningkatnya pengetahuan dari anggota Sirestu tentang aneka macam produk yang dapat dihasilkan dari limbah kain, 4. Kegiatan ini dapat berlanjut, sehingga organisasi karang taruna Sirestu bisa lebih berdaya guna karena adanya kemitraan dengan tim pengabdian dari Unisri. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pemilihan obyek pengabdian kepada masyarakat dengan memperhatikan peluang yang ada yaitu limbah kain dari indutri yang demikian banyak, tetapi masyarakat (pemuda) belum ada yang tertarik, 2. Penyampaian materi Penyuluhan tentang bagaimana menghasilkan produk inovatif yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan limbah kain, 3. Penyampaian materi tentang bagaimana cara-cara pemasaran produk inovatif tersebut, 4. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal setiap peserta tentang limbah kain. Setelah penyuluhan selesai dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan peserta tentang menciptakan produk inovatif dengan memanfaatkan limbah kain.Kata kunci: produk inovatif, limbah kain

Putro, Eko Adi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

There are symptoms of children in Alif Tsalatsa Surakarta experienced communication apprehension from the counseling interview conducted by the author to some children in the boarding school is a number of children when chatting with friends, as if the conversation is cornered him and then away from the crowd and choose alone when his friend was just joking. In addition one of the children said that if communicating with his friend even if it was just a casual conversation he felt confused to position himself, if gathered together in a small group between lodgers look worried, depressed from the sweaty hands, and nervous looking confused in starting the conversation and was afraid the topic was unattractive. In addition, if there is a problem with his friend, the student does not dare to express his heart. He prefers silence because when spoken of he is afraid of tipping the problem and afraid if the child is abandoned his friends.The training of group guidance services is able to cope with communication apprehension (In Children In Alif Tsalatsa Surakarta). Method of Implementation in this community service activities is with the provision of services group guidance. by using the game in this activity is in every meeting will discuss the topic of the task of the theme of communication in the process of its activities inserted game put forward by Suwarjo and Eliasa are: a) chain word; b) Our Picture; c) Trips of the Three Disabled; d) Continue my story; e) Standing Together. The Meaning of the Game has to do with the theme presented.Key Words ; Group Guidance, Communication Apprehension

Jumanto, Ema Butsi Prihastari

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasi melalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anak pintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yang berani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolah saat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagian dari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalam mempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdian ini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru Sekolah Dasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumen tersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori dan praktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasan membuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi serta penutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yang didapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertai tanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif

Ernadewi Kartika Sari, Riyani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna Eka Karya yang beralamat di desa Slametan RT 10, RW 04, Gatak, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dari tanggal 13 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Pengabdian ini dengan berlandaskan pada sebuah penyadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya manusia sebagai sumber daya yang sangat berpotensi, maka dari itu, penting adanya sebuah peningkatan ilmu pengetahuan terutama bahasa. Hal itu akan mendampingi mereka dalam proses modernisasi yang semakin banyak membutuhkan pemahaman dan pengertian yang lebih. Penting bagi mereka untuk mendapatkan ilmu bahasa untuk menghadapi modernisasi yang semakin maju. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pembelajar bahasa adalah pemikiran bahwa belajar bahasa asing sukar dan membosankan. Bagi mereka yang telah bekerja, belajar bahasa asing dengan mendatangi lembaga bimbingan belajar juga kurang fleksibel waktunya, di masyarakat belum terdapat platform interaktif sebagai media pembelajaran, biaya yang mahal serta beberapa permasalahan lain yang banyak dihadapi oleh pembelajar bahasa. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut maka aplikasi mobile untuk belajar Bahasa khususnya bahasa Inggris hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih efektif, efisien dan fleksibel dalam masalah waktu. Para pembelajar bahasa juga dapat belajar bahasa asing dimanapun dan kapan saja mereka suka. Dengan hadirnya Aplikasi mobile tersebut, maka diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia baik di kota dan pedesaan yang mampu menguasai bahasa asing dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Kata Kunci : Digital Lietarcy, Aplikasi Belajar Bahasa di smarthpone

Akhmad Mustofa, Benigne Octori Rosselinda Yannie Asrie Widanti

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Nugget ikan merupakan salah satu produk olahan ikan, yang terbuat dari daging ikan giling denganpenambahan bumbu-bumbu dan dicetak, kemudian yang dilumuri dengan pelapis (coating dan breading)yang dilanjutkan dengan penggorengan. Nugget biasanya digunakan sebagai lauk, sebagai sumber proteinsehari-hari, khususnya bagi anak-anak. Pemanfaatan ikan patin dan ampas tahu sebagai substitusi dalampembuatan produk pangan akan meningkatkan kandungan protein, serta lebih meningkatkan kandungangizinya. Buah bit adalah salah satu bahan pangan yang bermanfaat sebagai pewarna alami. Pigmen yang adadalam buat bit merah adalah betalain. Betalain merupakan golongan antioksidan, yang jarang digunakandalam produk pangan dibanding dengan antosianin dan betakaroten sehingga perlu dimanfaatkan secaramaksimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaiturasio ikan patin : ampas tahu (50 : 50), (60 : 40), (70 : 30) dan kadar buah bit (10, 20, dan 30%). Penelitian inibertujuan untuk menentukan formula nugget ikan patin : ampas tahu dengan penambahan buah bit yangmemenuhi standar SNI dan disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuanikan patin : ampas tahu dan buah bit yang terbaik adalah pada rasio ikan patin : ampas tahu (60 : 40) dengankadar buah bit 10%. Hasil nugget ikan patin yang terbaik mengandung kadar air 59,348%; kadar lemak1,250%; kadar protein 9,211%; warna merah muda (2,533); rasa amis sedikit terasa (2,600); aroma ampas tahusedikit terasa (2,467); dan disukai panelis (2,467).Kata kunci: Nugget, ikan patin, ampas tahu, buah bit, substitusi.

Linda Kurniawati, Lilly Candra Eka Putri, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat dan mengandungkarbohidrat, protein, dan lemak sehingga baik dikonsumsi anak-anak sekolah. Bahan baku biskuit adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepungterigu cukup besar. Pemanfaatan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi dalam pembuatan produkpangan akan mengurangi impor tepung terigu, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis bekatul beras merah yaitu dengan mengolah bekatulberas merah menjadi tepung, selanjutnya menjadi biskuit dengan penambahan ekstrak jahe merah, danmenambah nilai gizi biskuit fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi tepung bekatul beras merah (20, 30, dan 40%) dankadar ekstrak jahe merah (0, 2, 4, dan 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuansubstitusi tepung bekatul beras merah dan kadar ekstrak jahe merah yang terbaik adalah pada substitusitepung bekatul beras merah 30% dan kadar ekstrak jahe merah 4%. Perlakuan ini menghasilkan biskuityang mengandung kadar air 3,91%; kadar abu 2,23%; kadar gula total 34,27%; aktivitas antioksidan 85,94%;volume pengembangan 0,36%; warna coklat (3,40); rasa/aroma jahe merah (2,93); memiliki kerenyahanatau tekstur renyah (3,13); dan disukai panelis (3,47).Kata kunci: Biskuit, tepung bekatul beras merah, ekstrak jahe merah, substitusi.

Saidatul Mar’ah

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2017 UNIVERSITAS STEKOM

After doing research in KB and TK Anak Pintar, it can be seen that there are obstacles that are owned by TK B teaching teachers in delivering the material. The obstacle faced is where children are easily bored with conventional learning methods used by teachers plus there is no learning media at the school. To anticipate these obstacles, learning media are needed that can increase children's interest in learning and can eliminate the boredom of conventional learning. The purpose of this study is to find out how and the benefits of Macromedia Director MX 2004 in the world of education. The method used in the Research and Development (research and development) method, starts from (1) potential and problems, (2) data collection, (3) learning media design, (4) learning media validation, (5) revision of learning media, ( 6) trial of learning media, and (7) application. The results showed that the developed media had fulfilled the requirements and fulfilled the requirements to be used, this was seen from the results of the validation carried out by media experts namely 90% and material experts 92.5% and Kindergarten B teachers 92.5%. By displaying 6 learning materials that are accompanied by 5 questions in each material, it is also equipped with instructions for use, profiles of teachers and KB staff and Kindergarten Smart Children and also vision and mission.

Linda Kurniawati, Aprilana Dwi Ningrum, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit adalah kue kering yang terbuat dari tepung terigu dan merupakan salah satu produk makanan yang populer di masyarakat, biskuit mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehingga bagus dikonsumsi terutama anak-anak. Biskuit yang beredar di pasaran mempunyai kadar protein yang relatif rendah yaitu minimum 9% sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar proteinnya. Pemanfaatan tepung ikan patin sebagai substitusi dalam pembuatan produk pangan akan meningkatkan kandungan protein, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu rasio tepung terigu : tepung ikan patin (90 : 10)%, (85 : 15)%, (80 : 20)% dan kadar ekstrak jahe gajah (4, 6, 8, dan 10%). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula biskuit tepung ikan patin dengan penambahan ekstrak jahe gajah yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan rasio tepung terigu : tepung ikan patin dan kadar ekstrak jahe gajah yang terbaik adalah pada rasio tepung terigu : tepung ikan patin (85 : 15)% dan kadar ekstrak jahe gajah 4%. Hasil biskuit ikan patin yang terbaik mengandung kadar air 1,71%; kadar abu 1,56%; kadar protein 20,54%; kadar lemak 10,45%; aktivitas antioksidan 81,18%; volume pengembangan 0,32%; warna kuning kecoklatan (2,80); rasa amis tidak terasa (1,20); flavour jahe terasa (2,00); memiliki kerenyahan atau tekstur renyah (2,93); dan disukai panelis (2,47).Kata kunci: Biskuit, tepung ikan patin, ekstrak jahe gajah, substitusi.

Akhmad Mustofa, Ariska Dian Pertiwi, Yannie Asrie Widanti &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mie adalah produk makanan yang sangat terkenal dan disukai berbagai kalangan dari mulai anak-anak hingga orang dewasa. Mie merupakan makanan yang mengandung protein yang berasal dari bahan utamanya yaitu tepung terigu protein tinggi. Substitusi tepung kacang merah akan meningkatkan kandungan protein dan meningkatkan kandungan gizi mie kering.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dalam peningkatan nilai gizi protein mie kering yang disukai konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu rasio tepung terigu : tepung kacang merah 85:15; 75:25; 65:35; dan kadar ekstrak bit 20; 30; 40; 50%. Dari penelitian yang sudah dilakukan kombinasi perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan gizi protein serta yang disukai konsumen adalah pada perlakuan substitusi tepung kacang merah 15% dan kadar ekstrak bit 50%. Mie yang dihasilkan memiliki karakteristik sebagai berikut : kadar air 5,24%; kadar abu 2,24%; kadar protein 15,66%; aktivitas antioksidan 17,62%; angka asam 3,61 mg KOH/g minyak; warna merah muda terang (2,26); aroma agak langu (2,20); tekstur agak kenyal (2,26); dan kesukaan keseluruhan menunjukkan disukai oleh panelis (3,06).Kata kunci: mie, tepung kacang merah, ekstrak bit, substitusi.

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah

Sukur, Muji; Purwaningtyas, Purwaningtyas; Al Amin, Imam Husni

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Setiap rumah tangga perlu melakukan perencanan keuangan yang baik agar tujuan rumah tanggga jangka pendek dan jangka panjang dapat tercapai. Perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak dan lain- lain. Penghasilan kita perlu dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan juga kebutuhan di masa depan. Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Dengan demikian, rancangan aplikasi budgeting merupakan suatu alat yang membantu didalam pengendalian biaya rumah tangga karena dapat memberikan informasi bagi keluarga mengenai berhasilnya (efektivitas) setiap rencana.

Karimah, Nurrotul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga melalui nilai-nilai budaya Jawa di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. 2) Mengetahui penerapan pendidikan karakter anak dalam keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. 3) Mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga melalui nilai-nilai budaya Jawa di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen.P enelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah orang tua dan anak pada keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan karakter melalui nilai-nilai Budaya Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga dilaksanakan oleh orang tua kepada anaknya menggunakan media uang, nasehat, keteladanan orang tua, pembiasaan. 2) Penerapan pendidikan karakter anak dalam keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen anak belum mampu menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter yang diajarkan oleh orangtuanya secara optimal. Di mana dari hasil penelitian masih ada beberapa anak yang masih berbohong atau tidak berbicara jujur. 3) Hambatan-hambatan bagi orangtua dalam memberikan pendidikan karakter yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal berupa kurang intensitasnya komunikasi dalam keluarga disebabkan kesibukan orang tua yang bekerja, dan kurang harmonisnya hubungan dalam keluarga. Sedangkan hambatan eksternal berupa pengaruh teknologi informasi dan pengaruh lingkungan sosial masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-Nilai Budaya Jawa.

Wismarini, Th. Dwiati; Hadiono, Kristophorus; Yulianton, Heribertus

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Secara ekonomi informasi terhadap produk akan lebih dikenal secara luas dimana dan kapan saja dengan informasi yang lebih lengkap dan dapat diperbaharui dengan memanfaatkan media Web sebagai promosiDibandingkan dengan brosur atau pameran, media online menyediakan informasi berkelanjutan dan berkesinambungan. Dimana dengan menyediakan informasi secara online UKM hanya memerlukan satu buah produk beserta spesifikasinya sebagai sample selanjutnya memberikan layanan pemesanan order. Komunikasi dengan buyer dapat dilakukan dengan murah dan cepat melalui e-mail, meskipun dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh.Perancangan WEB sebagai media untuk mempromosikan produk edukasi bagi anak hanya bersifat  mendampingi tidak menggantikan pameran yang sudah menjadi agenda tahunan tetapi untuk menjaga kelangsungan informasi dan memperbaharui informasi produk yang belum dimiliki oleh UKM ini.

Eniyati, Sri; Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan usaha layanan masyarakat milik pemerintah, letaknya yang strategis dan dekat dengan masyarakat terutama di daerah pedesaan. Tidak hanya melakukan layanan kesehatan umum, namun strategis sebagai pintu utama pembangunan kesehatan keluarga utamanya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB). Pendataan, pemrosesan data, dan penyajian informasi selama ini masih banyak dilakukan manajemen konvensional. Akibatnya sering menjadi hambatan dan ketidak akuratan dalam pendataan dan pelaporan, sehingga fungsi pengambilan keputusan pada setiap level manajemen juga terkendala. Untuk itu penelitian ini bertujuan merekayasa sistem informasi KIA dan KB dalam usaha peningkatan manajemen layanan kesehatan masyarakat, yang nantinya dapat diimplementasikan di setiap Puskesmas. Untuk menghasilkan sistem yang baik dan memenuhi kebutuhan pengguna (user) maka penelitian ini menggunakan model pengembangan sistem siklus hidup (SDLC). Model analisis dan desain yang digunakan adalah analisis dan desain terstruktur. Model ini mempermudah dalam pengembangan dan memudahkan bagi user untuk memahami sistem yang akan dikembangkan. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam melakukan pendataan, pemrosesan, pengarsipan, serta penyajian informasi dan pelaporan, dalam rangka membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bidang KIA dan KB di Puskesmas.   Kata Kunci : Sistem Informasi, KIA, KB, Puskesmas

Widiastuti, Tri Wahyu

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract:Law enforcement to juvenile delinquency, need looking children with all distinctivenesscharacteristic although child was maturation but situation or environment caninfluence his behaviour. So we must different appreciation and sanction treatment tochild and mature. The goal of law enforcement are defence (protection) to childrenwith concern to the best children, in order to the best future for children.Key word: Law enforcement, juvenile delinquency.

Ardhianto, Eka; Hadikurniawati, Wiwien; Winarno, Edy

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi image processing mengalami kemajuan yang pesat. Penerapan teknologi tersebut merambah berbagai bidang. Kamera digunakan untuk menangkap suatu gambar atau suatu kejadian. Gambar atau kejadian yang telah ditangkap oleh kamera memiliki informasi. Informasi tersebut kemudian diolah melalui media computer dengan bantuan perangkat lunak sehingga dapat digunakan untuk membantu manusia melakukan kegiatan yang spesifik. Sepeti halnya pengolahan video untuk membuat film. Sekitar pada tahun 1996, anda mungkin masih ingat dengan film anak anak yang berjudul “Space Jam” yang mana film tersebut adalah hasil penggabungan antara objek nyata yang diperankan oleh pemain basket Michael Jordan dan tokoh animasi “Looney Tones” seperti Bugs Bunny, Tweety, Silvester Cat dan lainnya. Pada tahun 1997, Azuma menggagaskan adanya penggabungan antara suatu objek nyata dengan objek virtual yang memiliki bentuk 3 Dimensi (3D) dengan lingkungan luar yang nyata secara real-time yang saat ini dikenal dengan sebutan Augmented Reality (AR). Dalam perkembangannya, perangkat AR menjadi bermacam macam, salah satunya adalah ARToolkit. ARToolkit adalah software library, untuk membangun augmented reality (AR). Aplikasi ini adalah aplikasi yang melibatkan overlay pencitraan virtual ke dunia nyata. Dalam menggunakan ARToolkit, diperlukan sebuah marker untuk mendeteksi penempatan objek virtual. Dengan bantuan marker tersebut, kita dapat memunculkan objek virtual pada perangkat visual komputer. Dari percobaan yang dilakukan, perangkat ARToolkit dapat dirancang dengan berbagaimacam objek virtual dengan menggunakan lebih dari satu macam marker yang disediakan. Sehingga mampu menghasilkan multi objek yang divisualkan secara bersama.   Kata Kunci : Augmented Reality, Virtual Reality, ARToolkit