This article aims to analyze the financial performance of PT. Unilever Indonesia Tbk during the 2020-2022 period using liquidity ratios and solvency ratios. Liquidity ratios and solvency ratios are used as a tool to evaluate a company's ability to meet short-term and long-term financial obligations. This study collects financial data of PT. Unilever Indonesia Tbk from annual financial reports for the 2020-2022 period. The liquidity ratios used in this analysis include the current ratio, cash ratio, and quick ratio. Meanwhile, the solvency ratios used include the ratio of debt to equity and the ratio of long-term debt to equity
Pelayanan kesehatan merupakan penentu kesehatan seseorang dan yang menjadi perhatian para masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pada saat ini, kesehatan sangat penting dalam menggambarkan profil kesehatan masyarakat di suatu daerah. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas wilayah pesisir sudah berjalan dengan baik atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan data-data dari jurnal yang berhubungan dengan judul pada data base google dan googke scholar. Tahun publikasi sumber yang digunakan yaitu 5 tahun terakhir antara tahun 2018-2023. Hasil dari literature ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan, sikap, fasilitas, perilaku individu, aksebilitas terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan dipuskesmas daerah pesisir. Dan terdapat penghambat seperti akses pelayanan yang cukup jauh untuk dijangkau, pelayanan puskesmas yang kurang memadai, kurangnya menariknya mutu pelayanan yang ada dipuskesmas dan masih ada hal lainnya, sehingga masyarakat pesisir kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas yang sudah ada.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Industri tekstil memiliki dampak besar terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan kimia, air, dan energi, serta produksi limbah berbahaya. Budaya 5R (pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, penggantian, dan pemulihan limbah) dianggap sebagai pendekatan yang efektif dalam mengurangi dampak negatif industri tekstil terhadap lingkungan. Artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan budaya 5R di lingkungan perusahaan tekstil, termasuk faktor internal (kebijakan, komitmen, partisipasi), faktor eksternal (peraturan, tekanan pemangku kepentingan, teknologi), dan faktor budaya (nilai-nilai, sikap, kesadaran). Metode penelitian menggunakan tinjauan pustaka dan analisis terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut memainkan peran penting dalam keberhasilan implementasi budaya 5R di perusahaan tekstil.
Breast milk contains various nutrients needed in the process of growth and development of infants. Exclusive breastfeeding, namely that babies are only given breast milk, without any liquid or solid food except vitamins, minerals or drugs in the form of drops or syrup until the age of 6 months. The main obstacle to achieving correct exclusive breastfeeding is the lack of proper knowledge about exclusive breastfeeding for mothers. Objective: A mother must have good knowledge of breastfeeding. The purpose of this study was to reveal the effect of social support on exclusive breastfeeding behavior, the influence of knowledge of breastfeeding mothers on exclusive breastfeeding behavior, as well as the effect of social support, knowledge of breastfeeding mothers on exclusive breastfeeding behavior. Methods: The research method used is quantitative, namely cross sectional analytic survey method. Results:The results of the analysis show that first, the direct effect of social support on exclusive breastfeeding behavior is 34.6% and the remaining 63.4% is influenced by other variables. Second, the effect of social support on the knowledge of breastfeeding mothers is 11.8%, the remaining 88.2% is influenced by other variables. Third, the effect of knowledge of breastfeeding mothers on exclusive breastfeeding behavior is 9.9% and the remaining 90.1% is influenced by other variables. Conclusion: this study is the influence of social support, knowledge of breastfeeding mothers on behavior of giving exclusive breast milk.
Business legality plays a very important role in running a business, because the legality of a business is a form of licensing from the implementation of business activities provided by the authorized party to the business owner. The legality also acts as a benchmark that the business established can be said to be feasible, legal and ongoing. The problem that is often encountered in the surrounding community, especially Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), is that understanding the importance of having legality and how to make legality for their business causes them not to have business legality. Therefore, this service activity aims to provide understanding to the community in the form of socialization of what business legality is and provide assistance in terms of making business legality, especially for business actors in the Sentul village area. The method carried out in this assistance activity is divided into three stages, in the first stage the group 28 KKN-T UPN "Veteran" East Java conducts surveys and interviews regarding the business legality that has been owned by business actors in Sentul village, the next stage is conducting socialization activities regarding the importance of having business legality and the final stage is providing assistance in making a Business Identification Number (NIB) online through Online Single Submission.
The results obtained by this activity are an increase in the understanding of business actors in Sentul village regarding the importance of having business legality.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ambiguitas kata, frasa, atau kalimat yang ada pada surat kabar sinar indonesia baru penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah surat kabar atau koran. Wujud data penelitian ini berupa penggalan kalimat pada surat kabar sinar indonesia baru. Penyediaan data digunakan dalam penelitian ini adalah tekni pustaka dan teknik pembacaan. Teknik penyajian formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kalimat surat kabar sinar indonesia baru mengandung ambiguitas yang meliputi ambiguitas gramatikal leksikal dan fonetik. Ambiguitas gramatikal berjumlah 4 makna, ambiguitas leksikal 11 makna, ambiguitas fonetik 12 makna.
The application of responsibility accounting has a very important role, with the aim of evaluating work results and generating feedback so that future cooperative operations can be better. Accountability accounting can help assess financial performance so that the proper use and use of financial resources can be identified. With performance appraisal it can be known the condition of the cooperative in evaluating the results of activities so that it can be used to measure success in KUD Tani Wilis. This study aims to determine the application of profit center responsibility accounting in assessing financial performance. In this study the data used are primary data in the form of an overview, vision and mission, as well as cooperative organizational structure, and secondary data in the form of profit center accountability reports. Sources of data collection in the form of interviews and documentation with quantitative descriptive analysis techniques.
The results of this study indicate that the application of responsibility accounting in KUD Tani Wilis is inadequate because it is not fully in accordance with the requirements of responsibility accounting. The results of financial performance in terms of profit center based on the analysis of Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, and Net Profit Margin show unfavorable financial performance results. Cooperatives need to implement responsibility accounting in accordance with responsibility accounting requirements by separating controllable and uncontrollable costs, as well as providing account codes for these accounts in the accountability report so that it makes it easier for cooperative managers to control costs and see who is responsible if irregularities occur. Cooperatives must also pay more attention to the increase in cost of goods sold, and minimize production costs and operational costs as well as optimize sales/revenues and evaluate business costs or operational costs, so as to increase profits. By evaluating business costs or operational costs carried out by cooperatives in an effort to increase efficiency where economic resources can be used effectively so that costs are not wasted so that the profits obtained are more optimal and can improve the financial performance of cooperatives.
Kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa mengakibatkan kurangnya ide-ide dan pendapat mereka dalam beragumentasi secara inovatif dan kreatif yang nampak dalam presentasi tugas dan menghasilkan karya.jurnal ini menggunakan metode penelitian studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan artikel, jurnal, buku-buku, dan akses internet sebagai sumbernya. jurnal ini bertujuan untuk mengetahui dampak kurangnya minat baca para mahasiswa, dampak rendahnya minat baca mahasiswa dan cara meningkatkan minat baca remaja. Adapun hasil yang diperoleh dalam panelitian ini yaitu dampak rendahnya minat baca mahasiswa dapat mempengaruhi kurangnya kemampuan mereka dalam penguasaan bidang ilmu pengetahuan dan cara menikatkan minat bacamahasiswa meningkatkan layanan perpustakaan di sekolah dan lingkungan masyarakat ketersediaan bahan bacaan memungkinkan tiap orang untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya. Adapun simpulan dari penelitian ini dampak dari kurangnya minat baca di kalanggan mahasiswa dapat mempengaruhi kemajuan bangsa dan sumberdaya manusianya.
Micro, small and medium enterprises (MSMEs) do not understand the importance of accountability, they have not been able to prepare financial reports based on financial accounting standards for micro, small and medium enterprises (SAK EMKM), and the use of digital technology in preparing financial reports has not been properly utilized by business actors. MSMEs. This community service activity aims to increase the perceptions of MSMEs in Cupak Village, Ngusikan District, Jombang Regency, East Java Province regarding the urgency of financial accountability for the business being carried out along with literacy in implementing SAK EMKM using digital, user-friendly accounting media. The method uses lectures, training and mentoring, the objects of community service activities are MSMEs actors in Cupak Village, Ngusikan District, Jombang Regency, East Java Province. The results achieved from this activity are increased understanding of the importance of business accountability and the implementation of financial records in accordance with SAK EMKM with user friendly digital accounting media. The mentoring fund training program makes MSMEs actors in Cupak Jombang understand the importance of accountability, this mentoring program makes MSMEs actors familiar with digital accounting information systems.
. Jika berbicara mengenai hukuman mati dalam perspektif hak asasi manusia, terdapat beberapa pro dan kontra atas hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi, karena banyak yang berasumsi bahwa hukuman mati melanggar hak asasi manusia. Sesuai dengan isi pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945 yakni ‘’setiap orang berhak untuk hidup dan berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya’’. Secara doktriner tidak ada yang salah dengan alibi itu. Akan tetapi untuk menjawab bahwa di dunia nyata ada pihak-pihak yang merampas nyawa orang lain dengan atau tanpa alasan yang hakiki, oleh karena itu disebutkan doktrin itu harus diperdalam maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Efektivitas Hukuman Mati terhadap Tindak Pidana Korupsi di Indonesia serta Penghapusan Hukuman Mati terhadap Tindak Pidana Korupsi di Indonesia. Metode penelitian yang menjadi alas dasar dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan metode studi pustaka sebagai Metode pengumpulan data. Penelitian ini menemukan bahwa hukuman mati sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan. Hal ini dipertegas karena hukuman mati melanggar Hak Asasi Manusia yang telah diatur dalam Pasal 28 A UUD 1945 dan Undang-Undang No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan, serta perlindungan dari penyiksaan merupakan hak asasi setiap manusia. Hukuman mati juga dianggap tidak sesuai dengan tujuan pemidanaan serta ditambah sebuah fakta bahwasannya tidak ada hubungan yang linear antara hukuman mati terhadap koruptor dengan rendahnya tingkat korupsi dan sudah seharusnya kita menghapus hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi
Based on survey results, school-age children generally lack an entrepreneurial spirit. Therefore, it is necessary to provide basic education regarding the importance of instilling an entrepreneurial spirit from an early age to students at SD Negeri Kauman 2. So that the expected solution from this dedication is to provide basic education and the benefits of having an entrepreneurial spirit. The method for this dedication activity is to use the Observation Method. The results achieved in this community dedication activity. First, there is awareness among students about the importance of entrepreneurship from an early age; Second, the development of students' creativity which is manifested in the form of handicrafts such as beads and tie dye batik. Third, students are inspired to do entrepreneurship as a form of appreciation for the results of their hands.
This study aims to determine the effect of the implementation of the KIS Program policy on improving the quality of public health services at the UPTD Pammana Health Center, Pammana District, Wajo Regency.
The type of research used in this research is survey research, namely a collection of information that is carried out by compiling a list of statements submitted to respondents in the form of a sample from a population, with the main data collection technique being a questionnaire with a quantitative approach method.
The results showed that the Policy Implementation of the KIS program at UPTD Pammana Health Center, Pammana District, Wajo Regency, was at an ideal score of 1,089. This generally illustrates that the Policy Implementation of the KIS program at the UPTD Pammana Health Center is in a good category. Meanwhile, the quality of health services at the UPTD Pammana Health Center, Pammana District, Wajo Regency, is at an ideal score of 1,393 which generally illustrates that the quality of health services at the UPTD Pammana Health Center is in the very good category. Overall the implementation of the Healthy Indonesia Card program policy contributed strongly to improving the quality of public health services with a total of r = 0.637. There is a positive and significant influence between the implementation of KIS program policies on improving the quality of health services at the UPTD Pammana Health Center, Pammana District, Wajo Regency.
This article aimed at finding out the types of language styles and how it is used by the main character. The object of this article is the main character’s utterances when he speaks with his daughter and his male friends in Hotel Transylvania 2 Movie. The data were collected by the method of documentation and note-taking. The descriptive qualitative and quantitative techniques were applied in accordance with the problems of this article. The theory applied in this article is the theory of language styles introduced by Joos (1967). Based on the article finding, the main character, Dracula, used three types of language styles when talking with his daughter, Mavis, and his male friends, Frankenstein, Wayne, Griffin, and Murray. An intimate style is dominantly used by Dracula when he speaks with Mavis; on the other hand, the casual style is mainly used when he speaks to his male friends. The application of language style by Dracula shows that the relationship affects an individual’s choice of language style. Moreover, a consultative style can be used among insiders to deliver information. In addition, the findings prove that interjection can be the characteristic of the casual or intimate style.
Diabetes Mellitus is a group of chronic metabolic disorders due to abnormal metabolism of carbohydrates, fats, and proteins, characterized by hyperglycemia which is results in long-term microvascular, macrovascular and neuropathic complications. Oral antidiabetic therapy is the main pharmacological therapy to treat type II diabetes mellitus. This therapy can be oral antidiabetic therapy. Thus, to find out the effectiveness of either combination or single of antidiabetics on diabetes mellitus patients, researchers conducted a studies of inpatients at RSUD Madiun.
This study included as non-experimental observational study with a cross-sectional study design at RSUD Caruban. Data were collected from Medical Records in October 2018. The sampling method that used in this study was non probability with purposive sampling technique, so there are 58 patients as a total sample.
The results showed that the effectiveness of controlling blood sugar levels when using an effective single ADO was Metformin, because Metfomin was able to reduce blood sugar levels with an average length of stay of 6.17 and the effectiveness of controlling blood sugar levels when using an effective combination of ADO was Metformin and acarbosa, because Metfomin and acarbosa are able to reduce blood sugar average length of stay 7 days inpatient.
Technological developments are increasing rapidly in the world of education, therefore human skills must also go hand in hand with these technological developments. But besides that, there are also educators or teachers who have not taken advantage of the sophistication of this technology, so that it can also affect student learning interest. So that it requires a memorable learning process that is interesting and fun which aims to increase student learning interest. An example of an interesting and fun learning media is the powtoon learning media, which combines interesting audio, visual and animated media elements. So that in this study the aim was to find out whether there was an influence from the use of powtoon learning media on learning interest in fifth grade students at SDN Socah 1. The type of research used by researchers was a type of qualitative research, with descriptive quantitative and descriptive qualitative data analysis methods, in this study also used interview techniques, tests, observation, and documentation for data collection. Then the results will show that the powtoon-based learning media has the effect of increasing students' interest in learning, especially in science subjects, because it is considered interesting and fun so that capturing material is easy to understand.
Surat berharga negara (SBN) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Dalam penerbitan SBN tersebut, pemerintah menjamin pembayaran keuntungan secara berkala dan pengembalian nilai pokok investasi pada saat jatuh tempo. Adanya aplikasi yang mempermudah transaksi di pasar modal menjadi kan banyak investor memulai trading dipasar modal SBN berhasil menggaet beragam profesi dan generasi yaitu tingkat risiko yang rendah karena minimnya risiko gagal bayar. Kelebihan SBN yaitu imbal hasil yang lebih tinggi dan pengenaan pajak yang lebih rendah dari bunga deposito.Keteledoran pihak pengelola SBN yang menerbitkan SBN di internet menjadikan peluang pihak yang tak bertanggungjawab untuk memalsukan SBN demi kepentingan pribadi.Pihak pengelola SBN menyatakan bahwa SBN yang asli diterbitkan dalam bentuk perdagangan tanpa warkat yang artinya tidak ada bentuk fisik berupa surat sertifikat saham atau obligasi atau hardcopy lainnya. SBN yang asli hanya diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (@KemenkeuRI) dan kepemilikan SBN dapat diketahui melalui Mitra Distribusi (Midis).
The purpose of this study is to determine the impact of ownership structure, dividend policy, and sales growth on financial performance, as well as the simultaneous effect of ownership structure, dividend policy, and sales growth on financial performance. The data used in this study consists of secondary data derived from annual financial reports which can be accessed via the official website www.idx.co.id. The population used in this study are pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2018-2021 period. The sample used in this study uses a saturated sampling method. The analysis used in this study is multiple linear regression, using SPSS 22 software. The results of this study indicate that dividend policy has an effect on financial performance while ownership structure and sales growth have no effect on financial performance
The development of world globalization at this time has resulted in all countries having to be able to adapt to the changes that have occurred. One of the impacts of globalization is the growing development of international markets which has led to more open export and import activities between countries. Export activities are activities of selling goods abroad, while import activities are the opposite, namely activities of buying goods from abroad. The development of import and export can improve the country's economy if it is managed effectively. Commodities that are often exported and imported are the non-oil and gas sector. Non-oil and gas itself stands for non-oil and gas. Export and import activities in the non-oil and gas sector in each province tend to be different and fluctuate, one of which is in West Java Province. This analysis aims to determine the development of the non-oil and gas export-import sector in West Java Province. The research method used in this analysis is to use qualitative methods by collecting data using literature study techniques collected through data from West Java BPS (Central Statistics Agency) regarding non-oil and gas exports and imports according to Goods Class (Millions USD) in 2013-2017. The results of this analysis show that (1) the export-import performance of the group of non-oil and gas goods in West Java Province from 2013 to 2017 shows an instability that can be seen in the value of imports, then an increase in the value of exports; (2) The trade balance shows a positive value, meaning that foreign trade in the non-oil and gas sector is dominated by exports.
This study aims to understand the Production Process of the Islamic Pedia Program at Salam TV Jl. Darmo, Ujung Serdang, Kec. Tj. Morawa, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The research method used is a qualitative approach, using 1 informant as sources for data collection. The results obtained from this study are that the production process for the Islam Pedia program on Salam TV has several production stages, namely the pre-production process, the production process and the post-production process. In the pre-production process, the creative team drafted the concept, created the title, created the script, prepared materials starting from pictures and videos. The production stage is searching for photos from Google and videos from YouTube at sources that are trusted to be edited and combined with voice recordings (vo), this is done to support the script that has been written according to the theme being discussed. The post-production stage is uploading videos (media publicity) by the broadcast team (MCR) to YouTube, official Instagram greeting TV and other official websites and conducting evaluations through feedback from the public.