Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 261-280 of 296

Analytics

Dewi Ratna Sari

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara amenitas dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan di Taman Margasatwa Semarang, serta untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan wisatawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis kuantitatif sedangkan desain penelitiannya adalah regresi dan korelasi yang terdiri dari satu faktor atau lebih. Data yang digunakan ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Alat dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian merupakan responden sebanyak 100 pengunjung Taman Margasatwa Semarang. Berdasarkan hasil SPSS, hipotesis (baik secara parsial maupun simultan) pada taraf teruji signifikan dan positif berpengaruh dengan persamaan regresi, Y = 0,395 X1 + 0,191 X2 serta terbukti bahwa variabel amenitas berpengaruh paling besar terhadap variabel Y (kepuasan wisatawan) dengan koefisien regresi sebesar 0,395. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari dua variabel Amenitas dan Aksesibilitas, Amenitas yang paling berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan di Taman Margasatwa Semarang. Jadi apabila amenitas baik, maka kepuasan wisatawan meningkat.

Argalesta Satria Kusumadharta

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengelolaan Homestay di Desa Wisata Candirejo Kabupaten Magelang dikelola oleh pihak asing maupun pihak pribumi.Pengelolaan Homestay tersebut dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing yang berkunjung di Desa Wisata Candirejo. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif analisis kualitatif yaitu berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti kemudian dikumpulkan secara sistematis dari data pengelolaan Homestay untuk wisatawan mancanegara, lalu dianalisis secara lisan maupun tulisan.

Andreas Dian Eko

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang selama ini diterapkan di Tuk Gong Adventure, mengetahui kondisi minat kunjung terhadap promosi berbasis sosial media yang diterapkan di Tuk Gong Adventure, dan untuk mengetahui strategi promosi berbasis sosial media guna meningkatkan minat kunjung wisata di Tuk Gong Adventure. Lokasi penelitian ini berada di desa Karang Ampel, Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Penelitian mengenai strategi promosi berbasis sosial media guna meningkatkatkan minat kunjung wisatawan di Tuk Gong Adventure Kabupaten Magelang, merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, penelitian deskriptif ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan atau status tertentu dan berusaha menggambarkan fenomena sosial tertentu. Peneliti dalam hal ini mengembangkan konsep dan menghimpun fakta tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis. Penelitian ini digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang.

Mansur, Ahmad; Supriyadi, Andhi; Soekami, Solichoel; Trenggono, Trenggono

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Wisata kuliner yang bertujuan untuk menikmati suatu sajian makanan baik dari proses mengolahnya maupun siap dinikmati dan dimakan, salah satu wisata yang paling di cari oleh para wisatawan. Apalagi di Indonesia yang memiliki banyak varians jenis menu makanan di setiap daerah yang ada di Indonesia dan memiliki cita rasa yang lezat dan nikmat. Bumi Perkemahan adalah tempat di alam terbuka, di mana para pemakai dapat mendirikan kemah-kemah untuk keperluan bermalam dan melakukan kegiatan sesuai dengan motivasinya. BUPERTA (Bumi Perkamahan Pertanian), merupakan potensi yang harus di kemas di poles supaya memiliki nilai jual di desa wisata guna bisa meningkatkan pendapatan di desa tersebut sehingga bisa sebagai daya tarik wisata

Tuwuh Adhistyo W; Krisnawati Setyaningrum N; Aletta Dewi Maria

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

This community service activity helps managers of tourist villages in the city of Semarang aim to help increase local culinary innovation in the city of Semarang and create new menu creativity and be able to provide significant changes for the better. This activity was carried out on March 1, 2019 at the smart home of the Kandri Tourism Village, Semarang, which was attended by 30 people consisting of tourism village managers in the city of Semarang. The conclusion of this community service activity is that participants' knowledge of local culinary innovations increases, participants are able to repair and upgrade packaging to attract consumer interest, and participants are able to apply what was given during the training.

Supriyadi, Supriyadi; Dewi, Novita; Maemunah, Neni; Endra Cita , Errick; Ma’sum, Zuhdi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The implementation of community service aims to increase the knowledge and skills of participants in processing rhizomes into a fresh and healthy drink, rhizome types are believed to have benefits and efficacy to help improve health. Improving the knowledge and skills of participants can be done by providing training through demonstrations and mentoring by giving participants the opportunity to try making fresh and healthy drinks made from rhizomes. The implementation of this community service activity was attended by PKK members in Sidorejo Village, Jabung District, Malang Regency with a total of 31 participants. This activity takes place for 2 days, starting from 04 to 05 September 2021 at the DEWISRI Tourist Location (Desa Wisata Sidorejo Indah). The first day of community service activities; participants were given a pre-test before the presentation of the material, the results of the pre-test showed that most of the participants' knowledge of making fresh and healthy drinks made from rhizomes was still lacking. Then after the pre-test presentation of the material and demonstration from the video. second day activities; participants were given a post-test and participants were given the opportunity to practice making fresh and healthy drinks made from rhizomes, in practice the participants were evaluated by the presenters with a check list sheet. Based on the results of the post-test and practice, it was shown that the knowledge, skills and abilities of the participants had increased. After the community service activities take place, it is hoped that participants can process rhizome ingredients into a fresh and healthy drink to increase family immunity, besides that participants can also produce these drinks and sell them.

Muhammad Dandi Yahya; Eko Nursanty; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus ini mempunyai latar belakang mengembangkan area wisata air di sekitar bendungan. Mengangkat sektor pariwisata untuk wisatawan yang berkunjung ke Kudus dengan menggunakan konsep perancangan dasar sebagai tumpuan untuk membantu menopang ekonomi daerah dan masyarakat sekitar Kabupaten Kudus. Tujuan perancangan untuk meningkatkan ekowisata yang ada pada Bendungan Logung serta mengedukasi masyarakat untuk menjaganya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas dari sarana prasarana yang  tersedia di kawasan wisata air Bendungan Logung di Kudus. Memiliki kondisi tapak yang berkontur sangat membantu Analisa desain untuk menentukan zoning dan gubahan massa pada desain bangunan. Menggunakan konsep Arsitekur Neo Vernakular yang mengusung tema kearifan lokal pada Kabupaten Kudus, sehingga membuat hasil perancangan pada desain semakin menarik dan membuat terciptanya nuansa kearifan lokal pada desain. Material yang digunakan juga menjadi daya tarik dengan menggunakan batu bata ekspos dan kayu. Perancangan Pengembangan Kawasan Wisata Air Bendungan Logung yang berlokasi di Kudus adalah sebuah kawasan wisata air yang berada di lingkungan Bendungan Logung yang terdiri dari beberapa wahana watersport, restoran, cottage, dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan berguna untuk daya tarik dari sektor pariwisata dan perekonomian. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Shofia Ulfa Agustina; Sumarwanto; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Kegiatan komersial yang berada di kota Semarang banyak didominasi kegiatan perdagangan dan jasa yang tersebar dibeberapa bagian kota dan ditunjang pula dengan lingkungan perdagangan yang merupakan sub-sub pusatnya. Dengan melihat ketersediaan prasarana dan sarana perdagangan dan jasa komersial lain merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian kota Semarang dimana Semarang sendiri sebagi pusat kota. Central Park Mall Di Semarang Dengan Gaya Arsitektur Hijau ini yang diharapkan dapat menjadi ragam pilihan pusat perbelanjaan dengan suasana baru di Kota Semarang yaitu Green Shopping Atmosphare dan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa untuk pengembangan wisata kota di Kota Semarang. Penekanan konsep desain yang akan direncanakan pada Central Park Mall di Semarang adalah menerapkan konsep arsitektur hijau atau Eco-Building dan Arsitektur Modern dimana desain bangunan akan memiliki interaksi antara indoor dengan outdoor. Icon utama Central park Mall adalah Mall ini memiliki Park atau Taman yang berada di tengah bangunan sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti bersosialisasi dengan teman/ keluarga atau orang terdekat, bersantai, wisata kuliner dan menikmati kopi di coffeshop, selain taman yang ada di sekitar bangunan. Memiliki konsep bangunan seperti angka delapan yang memberikan kesan tidak terbatas membuat desain ini terlihat lebih modern dan kontekstual.

Mohammad Hilman Fauzi; Djoko Darmawan; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Masjid biasa diartikan tempat sujud, dan sebutan masjid di Indonesia adalah musala, langgar, atau surau, yang diperuntukkan bagi masjid yang tidak digunakan untuk salat Jumat, dan biasanya berukuran kecil. Potensi dalam perancangan Masjid Raya di Pulau Madura diantaranya banyaknya Masyarakat yang mayoritas beragama Muslim juga banyaknya pondok pesantren yang tersebar di Pulau Madura, kemudian dengan menanggapi adanya potensi wisata religi juga wisata alam. Pendekatan filosofi terhadap Masjid Raya Jawa Timur di Pulau Madura yaitu merupakan bangunan yang menjadi pusat dari pelaksanaan ibadah berjamaah yang berisi ruang lapang yang berisi shaf luas sebagai tempat untuk ibadah. Mempunyai tujuan memberikan wadah kepada masyarakat Indonesia khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur di Pulau Madura dalam memfasilitasi kegiatan peribadatan. Dengan menggunakan Konsep Arsitektur Modern dan Arsitektur Islam membuat desain Masjid Raya ini memberikan kesan yang elegant dan simetris, serta penggunaan material batu alam dari kearifan lokal menjadi desain Masjid Raya ini semakin terlihat sederhana dengan mementingkan fungsi agar terlihat kontekstual dan ikonik. Masjid Raya ini mewadahi sebuah kegiatan ibadah islami pada masyarakat sekitar yang berfungsi untuk melakukan kegiatan peribadatan juga menjalin ukhuwah Islamiyah dan insaniyah. Pengaplikasiannya dilakukan baik secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini dapat berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Akhmad Mulyadi; Teguh Imam Rahayu

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Isu desa dengan segala sumber daya yang dimiliknya sudah bergulir sejak lama, untuk menjawab itu semua maka, pemerintah mengeluarkan  UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dengan segala optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada sehingga menjadi solusi terhadap permasalahan desa, Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan  serta menganalisa Pengembangan  Potensi Desa Menuju Desa Wisata Di Desa Bermi kecamatan Mijen Kabupaten Demak dengan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, dengan mengacu pada teori dan analisis SWOT (Strength, Weaknesess, Opportunity, dan Threath).   Pengembangan potensi desa sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli desa, tumbuh dan berkembangnya desa wisata bukan semata-mata peran dari satu stakeholder saja, namun perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Keinginan Pemerintah Desa Bermi bersama masyarakat dalam pengembangan potensi desa menuju desa wisata belum dapat terwujud. Hal ini dikarenakan pemerintah desa belum membuat aturan baik berupa Peraturan Desa ataupun Peraturan Kepala Desa tentang desa wisata. Potensi yang dapat dikembangkan sejak lama ada adalah Sumur Gandeng, ini bisa menjadi modal utama sebagai maskot, icon, dan jargon Desa Bermi, “ke Sumur Gandeng, Pasti ke Bermi”, Inovasi  desa menuju desa wisata belum tertata, hanya penambahan bangunan pintu gerbang masuk ke halaman Sumur Gandeng. Pengunjung   yang datang ke Sumur Gandeng hanya orang yang memiliki kepentingan khusus (ritual) bukan menjadi pengunjung yang menikmati keindahan lokasi wisata. Partisipasi masyarakat Desa Bermi masih dipengaruhi oleh sesepuh desa dan masih bersifat partisipatif pasif atau “sendiko dawuh”. Pengelolaan desa wisata dilakukan oleh Pemerintah Desa, hanya dibantu beberapa orang dari masyarakat yang tugasnya hanya bersifat menjaga kondisi lingkungan di sekitar Sumur Gandeng.

Hadi, Syamsul; Dewi, Idah Kusuma; mansur, ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Branjang memiliki kekayaan alam yang bagus untuk sektor pertanian, khususnya sektor padi, palawija dan buah Kondisi masyarakat Desa Branjang saat ini merupakan masyarakat heterogen dimana mata pencaharian masyarakat Desa Branjang sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang hingga kini. Desa Branjang telah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata oleh Bupati Ungaran karena potensinya sebagai daya tarik wisata dinilai dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyarakat Desa Branjang. Salah satu pendukung kegiatan event gelar budaya adalah gelar produk UMKM dari pelaku usaha di desa Branjang. Panitia event menyediakan 10 stand yang diberikan kepada pelaku usaha dengan sistim sewa stand. Semua produk UMKM yang dipasarkan di stand dikelola oleh BUMDes UNTUNG MAKMUR

Katrini Endah Pamungkas; Nina Mistriani; Sri Mulyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati menjadi trend wisata saat ini yaitu wisata alam di Hutan Pinus Pangonan. Hutan Pinus ini merupakan wisata Alam yang berada di pegunungan Muria, lebih tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Hutan pinus Pangonan merupakan lahan milik Perhutani yang sangat potensial. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari Pangonan. Dari kajian melakukan penelitian mengenai Hutan Pinus Pangonan untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Pati. Masyarakat dan Pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengelolaan daya tarik Hutan Pinus Pangonan. Daya tarik wisata Hutan Pinus Pangonan ini masih belum maksimal untuk anggaran yang dikeluarkan, sehingga membutuhkan suatu kerjasama yang maksimal antara pengelola dengan pemerintah daerah Kabupaten Pati. Perkembangan pariwisata dengan trend global back to nature terus mengalami peningkatan. Sebab pada umumnya pengembangan pariwisata di daerah tentu memiliki motivasi pada kemanfaatan ekonomi yaitu devisa bagi daerah, negara, serta peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan, bahwa fasilitas yang sudah memadai menjadi faktor pendukung untuk dikembangkannya menjadi sebuah destinasi unggulan dengan konsep ekowisata. Pengembangan atraksi di Hutan Pinus Pangonan harus menjadi fokus utama dalam pengelolaannya.

Anwar, Fuad; Yunianto, Mohtar; Purnomo, Fendi Aji

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Wonorejo Village, which is located in the Polokarto District, Sukoharjo Regency, is one of the central villages for convection products, almost 75% of the population is entrepreneurs in the convection business, the decline in turnover has been very significant since the Covid 19 pandemic in mid-2020, the most affected is in the product marketing process. company results. Initial efforts to restore the economy and increase the bargaining power of the Village have been carried out by initiating development into a Convection Tourism Village. The steps that have been taken are to carry out an inventory of convection throughout the village and develop a marketplace, the results obtained are that 80 convection businesses have been recorded and an e-commerce web has been created whose address is wisatakonveksi.com, as a follow-up to this effort is to conduct sales process training and socialize the existence of this marketplace.

PEMAYUN, A.A. ISTRI SHANTI LAKSEMI

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ubud adalah sebuah desa adat sekaligus menjadi destinasi wisata yang terdapat di daerah kabupaten Gianyar. Ubud terkenal diantara para wisatawan mancanegara pengaruh pandemi virus Covid-19 ini cukup memberikan dampak buruk utamanya di bidang ekonomi, seperti hal nya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang dengan menurunnya produktifitas dalam memiliki usaha dan menurunya pariwisata yang awalnya menjadi daya Tarik di Ubud. Pandemi Covid-19 ini telah menghancurkan sisi terpenting ekonomi dalam mengatasi permasalahan ini, maka dalam pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan strategi pemasaran. Maka dari itu dapat dilakukan Pelatihan Penggunaan Sistem Marketplce yang memanfaatkan fasilitas Sosial media untuk mampu bersaing dengan UMKM lainnya dimasa pandemi seperti ini. Pelaku UMKM bisa mulai berubah dalam membangkitkan usaha-usahanya dan menyesuaikan diri di era new normal dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) di dalam bisnisnya. Manfaat dari dilakukannya KKN bagi mahasiswa yaitu memberikan pengalaman belajar maupun melatih agar mahasiswa dapat lebih terampil dalam memecahkan masalah yang ada di luar kampus

Nimas Ihza Fahdini; Haniek Listyorini

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Terdapat beberapa Faktor yang mempengaruhi keputusan berkunjung. Dalam penelitian ini dibatasi pada Produk, Harga, Tempat dan Promosi terhadap keputusan berkunjung karena keputusan berkunjung membawa kemajuan bagi pengelola. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh produk terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh harga terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh tempat terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh promosi terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang dan menjelaskan pengaruh bersama-sama variabel produk, harga, tempat dan promosi terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 99 responden. Teknik pengumpulan data studi pustaka. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji model, uji hipotisis sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Harga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Tempat tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Produk, harga, tempat dan promosi bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang.

M. Anam Rahardyan; Loekman Mohamadi; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Telaga Mangunan merupakan telaga yang terletak kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar negara, selama bertahun-tahun telaga ini belum di optimalkan padahal memiliki panorama yang eksotis. Perancagan Kawasan Wisata Telaga Mangunan juga dapat mendorong terciptanya lingkungan hidup yang serasi dan harmonis karena wisatawan yang tujuan utamanya berekreasi menginginkan sesuatu, lingkungan yang menimbulkan suasana baru dari kejenuhan kehidupan sehari. Kawasan wisata telaga mangunan di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menjadi Tempat rekreasi dan wisata untuk umum yang di dalamnya terdapat telaga wisata air dan bangunan penunjang seperti Penginapan, Restoran, Gedung serbaguna, cafe, souvenir dan oleh-oleh serta fasilitas penunjang lainnya. Memiliki fungsi dimana Kawasan yang akan di rencang merupakan Kawasan Wisata yang berada di alam dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, maka dapat ditentukan jenis ragam arsitektur yang akan di gunakan pada perencanaan perencangan Kawasan Wisata Telaga Mangunan adaalah jenis ragam Neo Vernakular dengan di kombinasikan sedikit sentuhan arsitektur metafora untuk membentuk suatu bangunan yang sesuai dengan keberadaanya yakni Batik dan memiliki lahan berkontur yang membuat desain Kawasan ini semakin lebih menarik dan menantang. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Tina Riskiana; Loekman Mohamadi; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Kesenian  merupakan  salah  satu  dari  kebudayaan  dari  suatu  daerah  yang berupa art visual (yaitu karya dari sebuah kegiatan), kesenian sendiri diciptakan oleh manusia untuk  memenuhi  dan menunjukan  keindahan  yang  terinspirasi  dari alam setempat maupun kebudayaannya. Gedung Kesenian Pasundan di Kabupaten Pasundan ini bersifat wisata yang memberikan ilmu pengetahuan mengenai Kesenian Pasundan dan sebagai bentuk fasilitas pelestarian Kesenian Pasundan di Kabupaten Kuningan. Gedung Kesenian Pasundan bertujuan sebagai wadah bagi masyarakat khususnya para seniman Kabupaten Kuningan untuk mempertunjukan karya seni dan mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan kesenian seperti wayang, angklung, dan nembang. Konsep desain yang digunakan pada Gedung Kesenian Pasundan  adalah  menerapkan  konsep  Arsitektur  Neo-Vernakular  dengan  olahan bentuk yang di kombinasikan dengan struktur atap Space Frame, sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan gaya arsitektur setempat namun tetap memperhatikan aktifitas di dalam nya. Penggunaan unsur Arsitektur Neo-Vernakular dijadikan sebagai daya Tarik desain yang dimana penggunaan pada desain diaplikasikan pada bentuk atap dan fasad bangunan, beberapa unsur kebudayaan yang ada seperti gunungan wayang digunakan pada bagian pintu masuk bangunan, serta secondary skin dari kayu dan bukaan pencahayaan yang lebih banyak untuk memanfaatkan iklim sekitar. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Agung Pangarso; Daniel Bayu Anggara

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2021 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Kajian dilakukan pada Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang yang terdampak berhentinya kegiatan pariwisata akibat pandemi sejak Maret 2020. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi masyarakat di masa pandemi Covid-19 melalui keberlanjutan penghidupan. Analisis dilakukan pada aspek ketahanan warga melalui beberapa sumber penghidupan. Hasil studi menunjukkan bahwa bencana pandemi memberikan kejutan tiba-tiba sehingga aktifitas pariwisata berhenti, kemudian memberikan tekanan kepada warga yang kehilangan pendapatan. Warga desa wisata mempunyai kapasitas bertahan hidup dengan melakukan strategi adaptasi sebagai bentuk respon untuk pulih ke kondisi semula atau menyesuaikan diri baik sosial, ekonomi, dan teknologi agar lebih mudah menghadapi tekanan saat pandemi. Strategi adaptasi untuk bertahan adalah dengan memanfaatkan secara efektif bantuan sosial pemulihan ekonomi dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi; membaca dan memenuhi kebutuhan pasar di masa pandemi; dan adaptasi pada jenis wisata alam di masa pandemi. Strategi adaptasi tersebut dapat menjadi sumber penghidupan berkelanjutan yang bisa mendorong tumbuhnya alternatif keragaman penghidupan maupun peralihan penghidupan.

Khotibul Umam

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengembangan kemampuan dan pemberian motivasi sebagai bentuk peningkatan kinerja karyawan pada destinasi wisata kampoeng djowo sekatul Kendal, skripsi progam strata 1 (S1) dengan peminatan manajemen sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI).rumah makan kampoeng djowo sekatul selain dikenal dengan berbagai menunya yang komplit dan harganya yang tidak begitu mahal, tempat ini tergolong nyaman untuk makan sambil beristirahat dengan udara yang sejuk dan di kelilingi berbagai bangunan rumah joglo yang ber nuansa jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelatihan dan Pemberian motivasi karyawan pada Desa wisataKampoeng Djowo Sekatu Kendal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi.Teknik penentuan informan yang digunakan oleh penulis adalah purposive sampling.Manager, divisi umum, serta para staff karyawan merupakan informan dalam penelitian ini.Penulis menggunakan teknik triangulasi sebagai teknik untuk menguji keabsahan data. Hasil dari penelitian menujukkan metode yang digunakan terbukti efektif, seperti proses pelatihan calon karyawan yang menggunakan metode pelatihan sambil bekerja, sedangkan dalam proses pengembangan karyawan, metode yang digunakan oleh Desa wisataKampoeng Djowo Sekatul adalah metode rotasi pekerjaan, persiapan untuk pengganti dan juga memakai kembali metode pelatihan (pelatihan sambil bekerja).

Julian Andriani Putri; Wenefrida Ardhian Ayu Hardiani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The Covid-19 pandemic has had a significant impact on all industrial sectors in Indonesia, and one of them is the country's tourism sector since the beginning of 2020 and consequently has had a tremendous impact on tourism villages in Indonesia. A survey conducted by the Desa Wisata Institute (2020) of 97 tourist villages throughout Indonesia noted that no less than 92.8% of villages (or around           population in these villages continued to maintain their profession. the original. It is  undeniable  that tourism  contributes  a large amount  of  income  so  that  this pandemic has caused the tourist villages to suffer losses of tens to hundreds of millions of rupiah. Nearly 99% of tourism villages in Indonesia were closed due to the implementation of social restriction policies which resulted in the cancellation of visiting guests and in the end it had a long-term effect on tourism entrepreneurs in tourist villages such as restaurant entrepreneurs, homestay owners, craftsmen, artists. For this reason, in order to help revive the existence of the Tourism Village in the community, in the community service of STIEPARI Semarang this time the goal is in Sikasur Village, Pemalang Regency, this program was held with the aim of helping tourist villages raise their ranks and providing a forum for community service for the academics involved. CHS (Cleanliness, Health, Safety) which in the new normal era is considered very important to be implemented in various tourist destinationsThese community service activities include location surveys, Forum Group Discussion (FGD), and outreach. The results of this activity are expected to make Sikasur Tourism Village begin to adapt and develop in this new normal era