Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2701-2720 of 2,754

Analytics

Linda Kurniawati, Lilly Candra Eka Putri, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat dan mengandungkarbohidrat, protein, dan lemak sehingga baik dikonsumsi anak-anak sekolah. Bahan baku biskuit adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepungterigu cukup besar. Pemanfaatan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi dalam pembuatan produkpangan akan mengurangi impor tepung terigu, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis bekatul beras merah yaitu dengan mengolah bekatulberas merah menjadi tepung, selanjutnya menjadi biskuit dengan penambahan ekstrak jahe merah, danmenambah nilai gizi biskuit fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi tepung bekatul beras merah (20, 30, dan 40%) dankadar ekstrak jahe merah (0, 2, 4, dan 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuansubstitusi tepung bekatul beras merah dan kadar ekstrak jahe merah yang terbaik adalah pada substitusitepung bekatul beras merah 30% dan kadar ekstrak jahe merah 4%. Perlakuan ini menghasilkan biskuityang mengandung kadar air 3,91%; kadar abu 2,23%; kadar gula total 34,27%; aktivitas antioksidan 85,94%;volume pengembangan 0,36%; warna coklat (3,40); rasa/aroma jahe merah (2,93); memiliki kerenyahanatau tekstur renyah (3,13); dan disukai panelis (3,47).Kata kunci: Biskuit, tepung bekatul beras merah, ekstrak jahe merah, substitusi.

Nanik Suhartatik, Rendra Lukmana Septiaji, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat. Bahan baku cookies adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan tepung terigucukup tinggi. Pemanfaatan tepung biji alpukat akan mengurangi penggunaan tepung terigu dan dapatmengolah limbah dari alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik cookiesdengan substitusi tepung biji alpukat dan tepung jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancanganacak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu rasio tepung biji alpukat (10, 20, 30%) dan tepungjahe (2, 4, 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan rasio tepung biji alpukat 10%dan tepung jahe 2% yang terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan karakteristik sebagai berikut kadar air3,28%, kadar abu 1,53%, kadar protein 5,75%, Kadar lemak 30,60%, Kadar gula 33,36%, volume pengembangan1,07%, warna ( 1,80%), rasa (2,13%), kerenyahan (1,93%) dan disukai panelis (3,80%).Kata kunci: cookies, tepung biji alpukat, tepung jahe, substitusi

Ahmadi, Khairul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melaluipendidikan tinggi program sarjana (S1), Peningkatkan profesionalisme guruberhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau dengan mengikutiPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Profesionalitas guru seringdikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru,sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005,kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu: kompetensi pedagogik,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Modelpengembangan untuk guru meliputi pengembangan guru yang dipandu secaraindividu, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu prosespengembangan/peningkatan, pelatihan, dan pemeriksaan. Budaya dan karakterbangsa perlu dimiliki secara utuh oleh setiap guru yang mengampu mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan. Ini merupakan tantangan bagi seorang guru dalammenanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada para siswa-siswinya.Kata Kunci: Tenaga Pengajar, Profesionalisme

Linda Kurniawati, Aprilana Dwi Ningrum, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit adalah kue kering yang terbuat dari tepung terigu dan merupakan salah satu produk makanan yang populer di masyarakat, biskuit mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehingga bagus dikonsumsi terutama anak-anak. Biskuit yang beredar di pasaran mempunyai kadar protein yang relatif rendah yaitu minimum 9% sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar proteinnya. Pemanfaatan tepung ikan patin sebagai substitusi dalam pembuatan produk pangan akan meningkatkan kandungan protein, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu rasio tepung terigu : tepung ikan patin (90 : 10)%, (85 : 15)%, (80 : 20)% dan kadar ekstrak jahe gajah (4, 6, 8, dan 10%). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula biskuit tepung ikan patin dengan penambahan ekstrak jahe gajah yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan rasio tepung terigu : tepung ikan patin dan kadar ekstrak jahe gajah yang terbaik adalah pada rasio tepung terigu : tepung ikan patin (85 : 15)% dan kadar ekstrak jahe gajah 4%. Hasil biskuit ikan patin yang terbaik mengandung kadar air 1,71%; kadar abu 1,56%; kadar protein 20,54%; kadar lemak 10,45%; aktivitas antioksidan 81,18%; volume pengembangan 0,32%; warna kuning kecoklatan (2,80); rasa amis tidak terasa (1,20); flavour jahe terasa (2,00); memiliki kerenyahan atau tekstur renyah (2,93); dan disukai panelis (2,47).Kata kunci: Biskuit, tepung ikan patin, ekstrak jahe gajah, substitusi.

Merkuria Karyantina, Desi Triwulandari, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan kue kering yang renyah, tipis, datar dan berukuran kecil. Bahan baku cookies adalah tepung terigu. Kulit buah naga dan ampas tahu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan cookies, yang merupakan hal baru dalam industri makanan. Kulit buah naga adalah limbah yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, padahal memiliki antioksidan yang tinggi. Selain itu ditambahkan tepung ampas tahu hasil samping dari pembuatan tahu, ampas tahu memiliki kandungan protein nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan cookies yang mengandung protein tinggi dan antioksidan serta disukai oleh konsumen.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama prosentase tepung ampas tahu (0, 10, dan 20%) sedangkan faktor yang kedua konsentrasi tepung kulit buah naga (5, 10, dan 15%).Hasil penelitian yang optimal adalah kombinasi tepung ampas tahu 10% dan tepung kulit buah naga 4% dengan kadar air air 1,69%, kadar gula total 36,23%, kadar protein 6,61%, aktivitas antioksidan 78,16%, volume pengembangan 1,09%, warna (2,40), rasa (2,00), kerenyahan (2,87) dan disukai panelis (2,73).Kata kunci: ampas tahu, cookies, dan kulit buah naga.ABSTRACT

Merkuria Karyantina, Indriastuti Wiharto, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies adalah jenis biskuit (kue kering) yang biasanya dibuat dari tepung terigu sehingga ketergantunganterhadap impor terigu sangat besar. Pemanfaatan tepung ganyong sebagai bahan substitusi tepungterigu dalam pembuatan cookies akan mengurangi impor tepung terigu dan mendayagunakan bahan panganlokal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji karakteristik cookies dengan substitusitepung ganyong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari2 faktor yaitu : kadar substitusi tepung ganyong (25%, 50%, 75% dan 100%) dan jenis perlakuan pendahuluan(tanpa perlakuan pendahuluan, perendaman Na bisulfit 0,2% selama 20 menit dan blanching uap selama 10menit). Data yang diperoleh dianalisis kimia dan fisika dengan Uji Sidik Ragam dan dilajutkan ke DMRT, untukmengetahui beda nyata antar perlakuan pada tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa cookies yang paling disukai panelis dibuat dari substitusi tepung ganyong 25% dan jenis perlakuanpendahuluan perendaman Na bisulfit 0,2% selama 20 menit dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia(SNI). Hasil analisis menunjukkan bahwa cookies tersebut mempunyai kadar air 3,6953%; kadar abu1,2972%; kadar gula total 20,9976%; dan kadar protein 6,1809%; volume pengembangan 0,7985%; warnacoklat muda (1,8333); rasa sedikit berasa ganyong (1,5833); renyah (2,0833); dan disukai panelis (3,000).Kata kunci : cookies, tepung ganyong, subsitusi, perlakuan pendahuluan.

Linda Kurniawati, Eucharistea Patrina Nugraha, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk gendar atau karak dibuat dari campuran beras (Oryza sativa Linn) dan bleng padat. Bleng padat merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan oleh Departemen Kesehatan karena mengandung boraks. Pemerintah menganjurkan STPP (Sodium Tripolyphosphate) sebagai bahan tambahan pangan yang aman untuk digunakan. Untuk menambah nilai gizi dari karak maka digunakan jenis beras yang lain seperti beras merah dan beras hitam. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan dua faktor pembanding, yaitu konsentrasi penambahan STPP (0; 0,15; 0,30; dan 0,45%) dan variasi jenis beras (beras putih, beras merah, dan beras hitam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karak yang terbaik adalah pada kombinasi perlakuan konsentrasi STPP 0,15% dengan jenis beras putih. Hasil karak yang terbaik mengandung kadar air 12,81%; kadar abu 3,36%; kadar pati 71,63%; kadar amilosa 20,03%; volume pengembangan 68,01%; warna disukai panelis (3,06); rasa berbeda dengan karak kontrol (3,06); sangat renyah (3,86); dan disukai panelis (3,13).Kata kunci: Beras putih, beras merah, beras hitam, karak, STPP

Merkuria Karyantina, Ambrosia Rini Utami, Yustina Wuri Wulandari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk merupakan makanan tradisional yang disukai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahan baku utama pembuatan kerupuk adalah tepung tapioka dan fungsinya dalam proses pembuatan kerupuk sebagai pengikat. Pisang adalah salah satu buah yang digemari masyarakat Indonesia. Buah pisang merupakan produk yang mudah rusak. Salah satu penganekaragaman pengolahan pangan adalah pembuatan kerupuk buah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pembuatan kerupuk pisang dengan faktor rasio berat tepung tapioka-pisang dan jenis bubur pisang.Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap, menggunakan dua faktor pembanding, yaitu berat rasio tepung tapioka-pisang dan jenis pisang. Faktor yang pertama yaitu rasio tepung tapioka-bubur pisang (100-50 g, 110-40 g, dan 120-30 g). Faktor kedua yaitu jenis bubur pisang (pisang raja nangka, pisang tanduk, pisang kepok kuning, dan pisang kepok putih).Hasil penelitian menunjukkan bahwa karak yang terbaik adalah pada kombinasi perlakuan rasio tepung tapioka 100 g-bubur pisang 50 g dan jenis bubur pisang tanduk. Kerupuk pisang ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: kadar air 3,99%; kadar abu 2,35%; kadar pati 56,77%; kadar gula total 56,98%; volume pengembangan 29,63%; warna 2,00 (cokelat kekuningan); rasa 3,73 (rasa pisang terasa); kerenyahan 3,80 (sangat renyah), dan tingkat kesukaan 3,53 (suka).Kata kunci: tepung tapioka, jenis pisang, kerupuk buah.

Februariyanti, Herny; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Salah satu tinjauan yang mendasari penelitian ini adalah sumber data, yang terkadang masih terbatas dan melalui prosedur-prosedur berantai yang rumit, dan hanya dikembangkan oleh para ahlinya saja, mendorong tim peneliti untuk berperan dalam pengembangan lanjut mediasinya melalui sebuah riset sederhana dalam pemanfaatan kendali layanan berbasis situs, atau  lebih  dikenal  dengan  Web  Service  Controller,  dalam  sebuah  komunikasi  data  dan informasi menggunakan perangkat open source,  seperti PHP dan MySQL ini menjadi sasaran pengembangan penelitian saat ini. Tim peneliti berharap dengan peningkatan kemampuan dan analisa ini diharapkan mampu mendukung dan mengembangkan teknologi berbasis Smart City tanpa hanya terkhusus bagi satu sisi saja namun kemanfaatan lanjut yang lebih besar bagi masyarakat, baik masyarakat umumnya maupun masyarakat akademisi pada khususnya.

Mustikasari, Jani

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengembangan pendidikan karakter dalam masyarakat melalui budaya untuk menguatkan sikap spiritual dan sikap sosial. 2) untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam masyarakat melalui budaya untuk menguatkan sikap spiritual dan sikap sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik Kesimpulan/Verifikasi. Sedangkan Teknik interaktif yang meliputi triangulasi sumber data dan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Pengembangan Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat Melalui Budaya Untuk Menguatkan Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar) dapat berkembang dengan baik mulai kesadaran masyarakat sampai pada perilaku di masyarakat. 2) Pengembangan Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat Melalui Budaya Untuk Menguatkan Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar) diharapkan dalam pelaksanaannya dapat mempengaruhi seluruh masyarakat agar mempunyai karakter yang baik, dengan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di masyarakat, sehingga pembiasaan tersebut dapat menjadi karakter di Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Budaya, Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial

Wibisono, Setyawan; Nurraharjo, Eddy; Winarno, Edy

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Pada era sekarang ini Internet of things menjadi latar belakang utama dalam penelitian perangkatkeras maupun dalam pengembangan perangkat lunak. Basis penerapannya pun hingga saat ini sangatberagam, mulai dari lintas sistem operasi, perangkat, bahasa pemrograman dan alinsebagainya. Salah satupenyebab yang menjadi tren saat ini adalah filosofi "Smart City" yang telah menjadi jargon utama dibeberapa kota besar Indonesia.Salah satu sasaran dalam konsep "Smart City" adalah kendali terpusat, dimana semua data diambildari sentra data utama, yang mampu untuk diakses pada semua perangkat yang terhubung padanya danmelalui beragam media komunikasi. Salah satu yang saat ini tren juga dalam mediasi komunikasi adalahperangkat BLE (Bluetooth Low Energy), yang populer. Pengembangan beberapa riset telah menuju padaimplementasinya untuk komunikasi lintas dan antar sistem secara terpadu.Latar belakang inilah yang mampu menjadikan konsep bidirectional communication dalam artikelini, membawa komunikasi antara perangkat Android dan Arduino sebagai upayamengimplementasikannya, dengan hasil baik dan mampu berjalan secara realtime.

Utomo, Agus Prasetyo; Murti, Hari

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Visi misi tahun 2020 untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia membutuhkan upaya nyatadari jajaran manajemen Universitas Stikubank untuk mewujudkanya, oleh karena itu perludiciptakan suatu kerjasama dari semua tingkat manajemen, dan stakeholder yang ada. Modelmanajemen kualitas Malcolm Baldrige Education Criteria for Performance Excellence(MBCfPE) mempunyai konsep dan prosedur yang menetapkan petunjuk dan kriteria yangmembantu perusahaan dalam mengevaluasi aktivitas perbaikan kualitas. Melalui pengukurankinerja dengan model MBCfPE ini, Universitas akan bisa melihat tingkat pencapaian di dalamproses menuju perguruan tinggi kelas dunia. Pengembangan sebuah model pre assessment bagiUniversitas diharapkan dapat membantu memberikan sebuah gambaran awal sejauh manakesiapan Universitas dalam menerapkan manajemen kinerja kelas dunia. Hasil olah datamenunjukkan bahwa manajemen kinerja Universitas secara umum hasilnya cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai score sebesar 668,55 dari skala 1000. Nilai ini menunjukkan bahwa upayayang dilakukan oleh manajemen Universitas untuk memberikan jaminan mutu pada masyarakatsudah cukup baik. Skor tersebut juga menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola yang dilakukanUniversitas cukup sistematis, efektif, dan responsive. Hasil-hasil yang mengacu padapersyaratan-persyaratan mahasiswa dan stakeholder lainya, pasar, dan proses operasional,menunjukkan kinerja dan keunggulan yang baik. Untuk perbaikan kinerja Universitas perludibuat solusi khusus untuk implementasi peningkatan kinerja dari tiap-tiap kategori yangdirasakan kurang nilainya. Sementara itu untuk kategori yang nilainya sudah cukup baik masihperlu untuk terus ditingkatkan. Universitas perlu membangun sistem manajemen kinerja yanglebih baik kedepanya agar visi misi dan tujuan-tujuan strategis dimasa yang akan datang bisatercapai secara efektif dan eisien.

Budiharso, Zuly; Nurraharjo, Eddy; Sukur, Muji; Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Keberadaan perangkat bluetooth telah banyak disematkan pada berbagai perangkat pendukungkegiatan penggunanya seperti printer, scanner, active speaker dan lain sebagainya termasuk salah satuimplementasi perangkat yang hingga saat ini masih menjadi tren dalam sebuah sistem kendali berbasismikrokontroler Arduino beserta penggunaan modul bluetooth sebagai media komunikasinya.Kesederhanaan sistem, kemudahan dapam perawatannya dan murah saat investasinya, menjadi salah satusebab penggunaan sistem berbasis bluetooth ini. Kemudahan yang menjadi tujuannya diantaranya adalahkoneksi yang cepat dan memiliki daya yang cukup kecil saat diaktifkan. Pemanfaatan perangkat bluetoothini juga telah dikembangkan dan berkelanjutan untuk sebuha sistem kendali terpadu.Sementara itu sistem dengan kendali otomatis yang realtime, juga masih menjadi tren dan banyakpula yang menggunakan perangkat bluetooth ini. Untuk itu pada kesemaptan ini tim peneliti akanmencoba mengeksplorasi kemampuan auto-switch pada perangkat bluetooth, untuk dapada dijadikankonsep dasar komunikasi antar perangkat bluetooth berbasis Arduino. Rekayasa pada penelitian ini adalahupaya untuk merancang sistem sederhana dengan menggunakan sebuah server dan multi klien, yangterhubung melalui perangkat bluetooth.Harapan yang ingin dicapai adalah teriptanya sebuah sistem komunikasi kendali berbasis bluetoothdalam operasi auto-switch yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan pengenalan awal dalamkomunikasi data selanjutnya. Indikasi data terhubung diharapkan akan mampu menjadi pra prosespengolahan data lanjut dan keterhubungan komunikasi wireless melalui jaringan inernet akan semakinmeningkatkan daya guna dan kemanfaatannya dalam pengembangan riset-riset berikutnya.Hasil akhirnya adalah berhasil tercipta sistem dasar pengenalan identitas melalui media komunikasi tanpakabel, bluetooth, antara perangkat sistem berbasis Arduino sebagai server dengan perangkat keras sistemkendali berbasis Arduino sebagai klien.

Budiharso, Zuly; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi digital secara umum menyebabkan teknologi sistem kendali berkembangsejalan dengan perkembangan sistem digital. Perubahan Sistem Kendali analog menjadi sistem kendalidigital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya sistem kendali. Dengan berubahnyasistem kendali analog menjadi sistem kendali digital maka jenis perangkat yang digunakan juga berubah.Mikrokontroler merupakan perangkat yang mewakili suatu figur sistem kendali modern yang telahdikemas dalam sebuah chip / rangkaian terpadu. Dengan mikrokontroler perancangan sistem kendali dapatdilakukan lebih efisien. Kemampuan mikrokontroler dalam sistem kendali dilengkapi dengan berbagai fiturpenunjang, diantaranya prosessor, memory, A/D converter, analog/digital input/output dan beberapakemampuan lain untuk mengolah data digital maupun analog.Perancangan sebuah sistem kendali dengan menggunakan mikrokontroler terdiri 3 tahapan. Tahappertama adalah merancang model sistem kendali. Pada tahap ini ditentukan semua parameter yangberhubungan, model sistem kendali, kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Tahap kedua adalahperancangan algoritma untuk menyelesaikan masalah dalam sistem kendali. Pada tahap ini dibuat tahapdemi tahap proses penyelesaian masalah sistem kendali secara rinci dan perancangan program. Tahap ketigaadalah implementasi dan pengujian sistem kendali. Pengujian yang dilakukan adalah dengan mencobasemua fasilitas yang tersedia dalam sistem kendali.Sistem kendali electrical stimulator terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok, yaitu yaitu Power Suply, SistemKendali dan Display. Masing-masing kendali mempunyai masukan dan keluaran yang berbeda. Masukandan keluran sistem kendali terdiri dari masukan dankeluran analog dan digital. Masukan digital berfungsimemberikan sinyal kepada sistem secara digital sedangkan keluran analog dihubungkan dengan perangkatindikator. Kendali sinyal berfungsi memilih jenis sinyal sesuai dengan keluran yang dipilih, yaitu sinyalsinusoidal, segitiga dan kotak.Dengan adanya perubahan sistem kendali dari analog ke digital akan diperoleh beberapa keuntungandiantaranya adalah kemudahan dalam mengoperasikan generator sinyal, akurasi besaran lebih tepat,pengembangan sistem kendali lebih mudah.

Ardhianto, Eka; Handoko, Widianto Tri; Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penggunaan barcode sudah tidak asing lagi. Hal ini adalah untuk memudahkan dalam mengelola inventori, karena barcode ini dapat menyimpan data spesifik sebagai contoh di Unisbank adalah data anggota perpustakaan yang meliputi kode buku, nomor identitas, nama dan lain-lain sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi informasi yang dikodekan dalam barcode dengan mudah. Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, penggunaan barcode kini mulai digantikan dengan QR Code.QR Code adalah image dua dimensi yang merepresentasikan suatu data, terutama data berbentuk teks. QR Code merupakan evolusi dari barcode yang awalnya satu dimensi menjadi dua dimensi. QR Code memiliki kemampuan menyimpan data yang lebih jauh besar daripada barcode.Salah satu data penting dalam kampus adalah ijasah. Ijazah merupakan suatu dokumen yang berfungsi sebagai bukti autentik bahwa seseorang telah menjalani tahap pendidikan secara formal dan berhasil lulus ujian. Ijazah konvensional yang digunakan sekarang adalah ijazah berbentuk fisik sehingga ada kemungkinan ijazah tersebut hilang atau rusak. Proses verifikasi ijazah konvensional sulit dilakukan karena proses tersebut hanyadapat dilakukan oleh pembuat ijazah. Cara yang digunakan untuk melakukan verifikasi keaslian data ijasah saat ini adalah dengan melakukan kontak langsung kepada pembuat ijasah mengenai keaslian pemegang ijasah, serta adanya proses legalisasi tertandatangan dari pembuat ijasah.Dari pelaksanaan penelitian dan pengujian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu: QRCode dapat digunakan untuk menampung informasi data alumni yang besar, Mempermudah pendeteksian keaslian informasi kepemilikan ijazah melalui perangkat mobile, serta QRCode dapat digunakan dengan cepat untuk menverifikasi Ijazah lulusan Universitas Stikubank UNISBANK dengan cepat dan akurat.

Santi, Rina Candra Noor; Eniyati, Sri

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dalam statistika, untuk membuat sebuah data yang akurat dan dapat dipercaya dapat dilakukan sebuah observasi (pengamatan) secara langsung dan bertahap. Statistika dalam praktik, berhubungan dengan banyak angka hingga bisa diartikan numerical description. Perkembangan teknologi terutama di bidang komputer tentunya akan lebih banyak membantu dalam menyelesaikan perhitungan karena banyaknya angka yang mau dihitung atau diselesaikan, selain itu aplikasi yang dibuat juga berguna untuk mempercepat dan menghemat waktu apabila ingin melakukan perhitungan statistika ukuran keruncingan dan ukuran kemiringan dengan menggunakan perangkat lunak. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah prototype yang terdiri dari analisa, desain, pembuatan program, evaluasi dan hasil. Perancangan sistem menggunakan OOD yang terdiri dari use case diagram, class diagram dan sequence diagram. Pembuatan aplikasi dengan menggunakan pemrograman Delphi dan database MySQL. Hasil akhir dari penelitian ini adalah penelitian ini telah menghasilkan aplikasi perhitungan statistika deskriptif yang dapat digunakan untuk menghitung suatu nilai ukuran keruncingan dan ukuran kemiringan dari data tunggal dan data kelompok dalam soal yang menggunakan metode statistika.

Anwar, Sariyun Naja; Nugroho, Isworo; Lestariningsih, Endang

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Aplikasi Semarang Guidance dibuat untuk memberikan informasi lokasi penting bagi masyarakat yang membutuhkan petunjuk jalan lokasi wisata. Hal ini didasarkan pada masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi terdekat tempat-tempat wisata. Penelitian ini menggunakan model pengembangan SDLC. Model analisisnya menggunakan Use Case, Activity, Class Diagram, E-R Diagram dan kamus data. Manfaatnya dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui letak dan posisi geografis tempat wisata terdekat disekitar pengguna beserta informasi pendukung dengan melalui ponsel Android. Dalam aplikasi ini menginformasikan dan visualisasi objek dalam bentuk maps. selain itu terdapat rute untuk menuju objek wisata yang dipilih, pencarian objek wisata, dan menu pendukung lainnya. Aplikasi ini berbentuk mobile application dan juga web service dengan bahasa pemrograman untuk mobile application JAVA dan SQLITE sebagai database, web service PHP dan MYSQL sebagai database.

Yulianton, Heribertus; Sutanto, Felix Andreas; Mulyani, Sri

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Online Public Access Catalogue (OPAC) atau katalog / koleksi perpustakaan dirancang untuk menemukan /menelusuri koleksi yang diinginkan oleh pengunjung perpustakaan dengan lebih mudah. Pengembangan rancangan OPAC lebih difokuskan bagaimana sistem ini dapat memberikan informasi mengenai status koleksi, lokasi koleksi sehingga pengunjung perpustakaan bisa lebih mudah dan dengan lebih cepat menemukan koleksi sesuai tempatnya. OPAC ini dikembangkan dengan menggunakan bootstrap yang mendukung antarmuka berbasis web yang responsif, dan bisa menyesuaikan ukuran layar/monitor.Metode pengembangan sistem ini menggunakan konsep pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC), dengan database MySQL. Aplikasi OPAC dirancang agar bisa diakses oleh pengunjung perpustakaan di dua lokasi yang berbeda, yaitu kampus UNISBANK yang di Mugas, dan kampus UNISBANK yang di Kendeng, dengan memanfaatkan koneksi jaringan. Sistem ini akan mempermudah pengaksesan koleksi perpustakaan seperti pencarian katalog berdasar pengarang, kata kunci, penerbit, melihat ringkasan dari buku, dan memperoleh informasi di perpustakaan mana buk u tersebut berada serta jumlah eksemplar yang masih tersedia.

Prihandono, Agung; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penelitian ini menunjukkan salah satu teknik pemrograman dalam pemanfaatan kelas interface pada bahasa Java untuk pembuatan aplikasi yang dijalankan pada perangkat sistem berbasis android. Dalampembuatannya, aplikasi dipecah menjadi beberapa modul. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan dalam pengembangan kode program itu sendiri. Kelas interface ini bertugas sebagaiperantara antar kelas juga dengan sistem android.

Anwar, Sariyun Naja; Nugroho, Isworo; Supriyanto, Edy

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah, memiliki berbagai fasilitas kesehatan antara lain berupa posyandu yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana merancang model aplikasi rute dan lokasi posyandu secara real time dengan metode geolocation dan formula Haversine. Metode penelitian yang digunakan model siklus hidup pengembangan sistem (Sistem Development Life Cycle). Hasil penelitian ini adalah berupa aplikasi rute dan peta navigasi berbasis mobile Android yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan lokasi, rute dan jarak posyandu. Hasil aplikasi ini penting bagi masyarakat yang membutuhkan petunjuk jalan lokasi posyandu. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan hasilnya akan membantu masyarakat memperoleh informasi rute dan lokasi posyandu di kota Semarang dapat terpenuhi.