Publication Search

70,511 articles from 610 journals · 1,760 citations tracked

Showing 241-260 of 306

Analytics

Neni Lusianah; Ade Irma Purnamasari; Bani Nurhakim

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Akomodasi merupakan orientasi sosial yang bermakna keutuhan sosial demi menjauhi serta mendamaikan kegentingan, pertikaian yang saling berkaitan. Seumpama bentuk kegiatan akomodasi yang bermanfaat mempersiapkan perlengkapan guna melengkapi keperluan. provinsi jawa barat terdapat tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara oleh sebab itu pengunjung menggunakan fasilitas akomodasi yang tersedia di setiap daerah, wisatawan nusantara ramai menginap di villa sedangkan wisatawan mancanegara lebih memilih hotel berbintang. Penelitian ini memfokuskan bagaimana pengelompokan wisatawan daerah wisata akomodasi dan jenis wisatawan terbanyak yang ramai berkunjung menggunakan algoritma k-means, analisis ini memakai metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Teknik pengumpulan data atau pengumpulan data bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Dengan tujuan kiranya menjadi pengetahuan untuk wisatawan serta mampu mempublikasikan wisata di media sosial dan diharapkan akan lebih meningkat jumlah wisatawan yang berkunjung dan meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana di setiap daerah akomodas.Hasil dari penelitian ini bahwa daerah akomodasi yang ramai dikunjungi adalah Kota Bandung dengan jenis wisatawan yang datang yaitu pengunjung  dalam negeri (Nusantara).

Delta Aztianisa Salsabila; Rianti Jahera S.

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya dan aktivitas masyarakat Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kampung Naga adalah kekayaan budaya yang ada di Tasikmalaya. Budaya di Indonesia sangat beraneka ragam yaitu seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, dan senjata tradisional. Setiap masyarakat pasti memiliki budayanya sendiri dalam budaya pasti ada ciri khas tersendiri yang sudah melekat sejak nenek moyang ada dan sampai sekarang turun temurun Masyarakat Kampung Naga masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat seperti menjaga tatanan hidup masyarakat kampung. Masyarakat nya relative terbuka mereka bisa menerima perkembangan zaman walaupun yang mereka pegang teguh adalah adat, perkembangan zaman dan teknologi tidak membuat Kampung Naga kehilangan identitasnya. Melestarikan budaya di Kampung Naga ini menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat setempat karena masyarakat Kampung Naga identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya sebagian besar beraktivitas bertani. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menggunakan prosedur kualitatif sebagaimana mengacu pada teknik pengumpulan data berupa cerita, gambar, dan tulisan wawancara. Hasil penelitian ini adalah  aktivitas kehidupan di masyarakat Kampung Naga terdiri dari mata penceharian, membuat kerajinan tangan untuk wisatawan yang berkunjung. Budaya yang masih di junjung di Kampung Naga terdiri dari Upacara Adat dan pantangan – pantangan yang tidak boleh di lakukan di Kampung adat tersebut.

Nur Setya, Ichwan; Fatim Nugrahanti; Andi Rahman Putera

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The mail management system is a much-needed development in the current era of information technology development, especially in an agency. However, at the Tourism, Youth and Sports Office of Ngawi Regency, the management of correspondence which can manage incoming mail and outgoing mail numbers is still done manually, namely by recording it in a large book because it collects data every year.The problem that occurs is the difficulty in finding recorded data, which must be searched manually in a book with the risk that the book will be damaged due to search activity. Furthermore, when making outgoing letter numbers, there is also a problem when you need a letter number on a date that has already passed.This research was carried out by using the extreme programming method which is a derivative of the Agile method which uses an object-oriented approach. The stages involved in the extreme programming method are Planning, Design, Coding, and Testing. The results of this study are Information System for Management of Incoming Mail and Outgoing Mail Numbers Web-Based at the Tourism, Youth and Sports Office of Ngawi Regency.

Wahyu Kuntoro; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

  Pandemi yang terjadi pada tahun 2020 cukup berdampak pada perekonomian dunia, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat yang mengalami keterpurukan ekonomi baik dari sektor perdagangan, bisnis hingga sektor pariwisata merasakan dampak tersebut. Dampak menurunnya perekonomian juga sangat dirasakan oleh masyarakat di pedesaan.  Ditengah menurunnya kondisi ekonomi di masyarakat, kewirausahaan sosial diperlukan sebagai solusi untuk membangkitkan kembali kondisi ekonomi dan mengatasi masalah – masalah sosial di Indonesia terutama di pedesaan. Peningkatan ekonomi di pedesaan dapat dilakukan dengan hadirnya kewirausahaan sosial. Desa dengan potensi yang menarik dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat dengan diadakannya usaha berbasis desa wisata. Diperlukan peran masyarakat dan perhatian pemerintah guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis desa wisata. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dengan pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi tersebut adalah dengan melihat potensi yang ada pada desa dan dikembangkan menjadi desa wisata. Cangkringan sendiri memiliki ketujuh kriteria sesuai dengan peryataan Hadiwijoyo (2012). Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk terwujudnya Cangkringan menjadi desa wisata.  

Yeli Amelia Angelina; Adianto Adianto

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Wisata Danau Rusa merupakan salah satu wisata yang dikembangkan oleh  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. Konsep collaborative governance sangat penting dalam penerapan kolaborasi pengembangan destinasi wisata karena dalam kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah saja, melainkan melibatkan masyarakat dan pokdarwis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan wisata danau rusa di Kabupaten Kampar dan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Purwanti yaitu: 1.Principled Engagement (Keterlibatan Prinsip), 2. Shared Motivation (Motivasi Bersama), 3. Capacity for Join action (Kapasitas Untuk Bergabung). Hasil dari penelitian ini adalah program pengembangan destinasi wisata yang sudah berjalan dengan baik karena dibuktikan dengan adanya keterlibatan prinsip yang baik, motivasi bersama yang sudah dipahami, dan keterlibatan prinsip yang telah dijalankan oleh pihak yang berkolaborasi. Adapun faktor penghambatnya yaitu faktor sumber daya manusia, faktor partisipasi masyarakat dan anggaran yang minim.    

Fitrah Rohmatika; Zaili Rusli

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Adapun yang menjadi latar belakangnya adalah penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Riau dan ambruknya perekonomian sektor pariwisata akibat pandemi covid-19 tahun 2020-2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Dinas Pariwisata Provinsi Riau dalam mengembangkan kepariwisataan agar kunjungan wisatawan meningkat di era pandemi covid-19 tahun 2020-2021 dan faktor pendukung pengembangan tersebut. Konsep teori yang digunakan peneliti adalah konsep pengembangan oleh Geoff Mulgan (2009: 05) ada lima tahapan, yaitu: tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana data deskriptif jawaban dari informan penelitian dan dianalisa oleh peneliti. Informan diambil dengan teknik snowball sampling yaitu teknik pengambilan sumber data yang pada awalnya jumlahnya sedikit kemudian menjadi membesar. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu pengembangan kepariwisataan di era pandemi covid-19 tahun 2020-2021 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau telah dilaksanakan dengan baik dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2021 sebanyak 94,96% dan peningkatan lama tinggal wisman sebanyak 65,64% dari kelumpuhan sektor pariwisata di era pandemi covid-19 tahun 2020    

Tika Riyanto; Dadang Mashur

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Desa Rantau Langsat yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep ekowisata dalam hal ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisa kan dengan upaya – upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi local dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap kultur atau budaya. Hal tersebut yang mendasari perbedaan antara konsep ekowisata dengan model wisata konvensional yang telah ada sebelumnya. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat dan factor – factor apa saja yang mempengaruhi strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat. Penelitian ini berlokasi di Desa Rantau Langsat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dalam mengembangan ekowisata di Desa Rantau Langsat masih memiliki banyak kendala, serta factor penghambat dalam mengembangkan ekowisata yaitu sumber daya (anggaran), sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat.  

Vriandi Hapsara; Calvin Daniel Prasetio; Vinsensius Ferrer Joeng

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pengolahan makanan dasar merupakan salah satu mata kuliah yang ada di program studi pengelolaan perhotelan fakultas pariwisata Universitas Pelita Harapan dimana pada proses pembelajarannya terdapat rotasi menu makanan dari berbagai daerah di mancanegara. Makanan Indonesia memiliki beragam bumbu khas dari setiap daerah di Indonesia. Di mulai dari Aceh sampai Papua. Makanan dari setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri dan membuat daya tarik sendiri bagi wisatawan. Beberapa diantaranya sudah mendunia dan menjadi incaran banyak wisatawan mancanegara. Makanan Indonesia menjadi salah satu rotasi makanan yang dipelajari pada mata kuliah ini. Pengimplementasian rotasi menu makanan Indonesia menjadi fokus dalam penelitian ini, dimana rotasi ini diperlukan dalam mata kuliah pengolahan makanan dasar. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan diikutsertakan uji panelis terbatas padarotasi menu makanan Indonesia yang telah dirancang dapat digunakan untuk bahan ajar mata kuliah pengolahan makanan dasar. Dihasilkannya rotasi menu makanan Indonesia yang baru, dapat menjadi panduan bahan ajar yang digunakan untuk tahun ajaran kedepannya.   

Suprapto, Rhisa Aidilla; Salsabila, Rona Rafidah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Kawasan wisata pantai Pasir Putih merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Gresik, destinasi yang terletak di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kota Gresik ini memiliki lokasi yang strategis yaitu dekat dengan banyak destinasi wisata. Berdasarkan kondisi yang ada, Destinasi ini memiliki banyak potensi diantaranya memiliki panorama laut yang indah, jenis pasir putih dan lembut, serta ombak yang tenang sehingga cocok untuk mengembangkan objek wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung, serta keunggulan utama berupa sumber daya alam yang melimpah dan mendukung. Selain itu, terdapat beberapa permasalahan di lokasi yang memerlukan penataan ulang antara lain penataan parkir dan kemacetan yang disebabkan oleh pariwisata, infrastruktur yang kurang memadai, massa bangunan dan pemandangan di kawasan wisata yang kurang tertata dan tidak memiliki konsep. Zonasi yang berantakan dan beberapa area tidak memiliki fungsi khusus. Dengan potensi dan permasalahan yang ada, penerapan pendekatan Pariwisata Berkelanjutan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada dan menjadi wadah bagi segala rencana kegiatan yang fokus pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Dalegan, sosial budaya, dan lingkungan di kawasan wisata dan sekitarnya.

Kameda Delen

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) sebagai tulang punggung pariwisata di Bali. Bali adalah salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, menyumbang 43% dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2016. MICE merupakan sektor penting bagi pariwisata karena dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif, menggunakan data dari tinjauan pustaka dan wawancara dengan stakeholder industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi untuk menjadi destinasi MICE utama di Indonesia. Untuk meningkatkan potensi MICE di Bali, pemerintah dan stakeholder industri perlu bekerja sama untuk mengatasi hambatan tersebut dan mengembangkan strategi untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi MICE.

Raissa Shafa Argyanti; Syakilla Putri Syahrani

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Dalam pembelajaran tari tentunya kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satunya melalui lagu cangkurileung, dari lagu tersebut penari diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan kreativitas gerak melalui lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lagu cangkurileung yang digunakan pada pengembangan kesenian tari. Saung Angklung Udjo adalah salah satu destinasi yang rutin melaksanakan pertunjukan Kesenian Sunda. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seni pertunjukan Saung Angklung Udjo dilihat dari aspek nilai budaya pariwisata, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan Saung Angklung Udjo adalah seni pertunjukan kesenian khas Jawa Barat yang berlatar belakang budaya Sunda, seperti wayang golek, haleran, tari topeng, calung, angklung, dengan alat musik tradisional, seperti calung dan angklung. Seni pertunjukan tersebut, menggambarkan seni tradisional yang memiliki daya tarik wisata dengan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya, yaitu nilai kehidupan manusia, nilai hubungan manusia dengan alam sekitar, nilai manusia dari aspek waktu, nilai manusia dari makna kerja dan amal perbuatan, serta nilai hubungan manusia dengan manusia yang lain. Maka dapat disimpulkan jika penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pengembangan tari untuk meningkatkan kreativitas ini cocok dalam pembelajaran tari, serta stimulus diyakini dapat meningkatkan kreativitas para penari di Saung Angklung Udjo. Saung Aklung Udjo melakukan pertunjukan secara teratur serta mewariskan budaya sunda kepada anak-anak dengan mendidik mereka untuk menguasai seni tradisi sunda dan angklung secara gratis. Anak-anak tersebut akan tampil dalam pertunjukan, diberi honor sehingga diberi bantuan biaya sekolah. Saung Angklung Udjo di dirikan sebagai upaya untuk menyatukan kecintaan kepada anak-anak, seni tradisional, flora dan fauna, alam, serta lingkungan menjadi suatu harmoni, yang nyaman dilihat, didengar, dan dirasakan.  

Syifa Alifia Putri; Mercynda Tshania

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Ruang terbuka hijau yang dikenal dengan adalah suatu kawasan yang terbentang melintasi jalan setapak dan/atau kawasan yang dikelompokkan berdasarkan kenampakan yang bersifat terbuka dan ditanami tanaman baik buatan (ditanam dengan sengaja) maupun yang tumbuh secara alami. Kota Jakarta khusus nya Jakarta Selatan memiliki potensi yang besar untuk pemanfaatan ruang terbuka tersebut. Salah satu nya ialah Tebet Eco Park yang baru-baru ini ramai diperbincangkan. Tidak hanya sebagai taman pada umum nya, Tebet Eco Park menjadi sebuah destinasi wisata, baik untuk masyarakat Jakarta maupun luar Jakarta. Pemanfaatan ruang terbuka hijau ini, memiliki banyak makna. Dan juga sebagai rencana pemerintah untuk mejadikan Kota Jakarta sebagai Kota Sehat.

Anak Agung Gede Raka; Ni Luh Putu Trisna Ermawati; Ida Ayu Agung Nusantari; Cokorda Alit Surya Prabawa; Nurul Savika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan pariwisata adalah sebuah usaha pembangunan pada sektor pariwisata yang dilakukan untuk lebih meningkatkan daya tarik sehingga mampu menarik wisatawan yang lebih banyak untuk mengunjungi wisata tersebut. Kegiatan promosi dan rebranding yang baik dalam usaha pengembangan pariwisata akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, mendongkrak pendapatan daerah tersebut serta membantu peningkatan dan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata terfavorit serta menjadi daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Obyek Wisata Sangeh adalah salah satu destinasi wisata yang kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Namun seiring berjalannya waktu, Obyek Wisata Sangeh mengalami penurunan pengunjung yang disebabkan oleh adanya image bahwa Sangeh memiliki monyet yang galak dan kerap kali menyerang wisatawan yang berkunjung dengan mengambil barang milik wisatawan serta tidak adanya pengawasan yang ketat dari pengelola obyek wisata menyebabkan para wisatawan ragu untuk berkunjung. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan rebranding pada Obyek Wisata Sangeh. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam proses rebranding diantaranya yaitu, menjadikan Obyek Wisata Sangeh menjadi obyek wisata yang edukatif, meningkatkan keamanan bagi pengunjung serta dengan meningkatkan upaya promosi. Upaya- upaya pengembangan yang dilakukan oleh pihak pengelola dan pemerintah, akan mendorong dan mempermudah tercapainya proses rebranding yang berusaha diterapkan. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pengunjung yang menjadi tujuan dari rebranding pun dapat tercapai.    

Tiara Dita Puspita; Vivaldy Ismail

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dan daerah.Untuk itu diperlukan pembangunan dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia. Salah satu program dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan adalah dengan memprioritaskan pengembangan pada sector pariwisata di Indonesia.Untukmencapaitargettersebut, strategi pengembangan yang di gunakan adalah dengan menerapkan Digital Tourismyaitu, sebuah strategi yang efektif dalam proses pemasaran kepariwisataan.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif dipilih untuk memaparkan strategi pengembangan promosi pariwisata di Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukan, pariwisata berbasis masyarakat dan peran aktif masyarakat dalam mempromosikan wisatamelalu ipendekatan digital sangat berdampak dalam pengembangan potensi dan promosi pariwisata diIndonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata dan (Disparbud) diIndonesia dalam mempromosikan pariwisasat yang menggunakan 4 jenis promosi yaitup eriklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi,dan hubungan masyarakat.

Suwarti, Suwarti; Solichoel, Solichoel; Octafian, Ray

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan Pariwisata merupakan andalan bagi masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata yaitu agrobisnis pariwisata. Desa wisata wonolopo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, merupakan Desa Wisata rintisan dan sudah berkembang yang sangat berpotensi dan memiliki hasil bumi yang tidak dimiliki seperti daerah lain dan mempunyai keunikan tersendiri baik masyarakatnya maupun destinasinya. Dalam pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan model atau konsep On Site dan Off site menggunakan modul pelatihan dan Workshop dalam penyusunan agenda kegiatan. Pengabadian pada masyarakat ini merupakan suatu kegiatan yang berbentuk pelatihan dengan melakukan suveilan terhadap pengembangan pembuatan mengemas Paket Wisata dan pemasaran atau promosi secara Digital, dikaswasan desa wisata Wonolopo oleh masyarakat dan sekitarnya. Kegiatan pengabdain masyrakat ini diharapkan dapat berkelanjutan oleh para pelaku wisata, atau pengusaha pariwisata di Daerah Desa Wisata Wonolopo dan sekitarnya, dalam rangka memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi di seluruh dunia dalam berbagai ukuran dan dimensi. Adanya Sapta Pesona, tujuh syarat yang harus diterapkan dan disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata. Hal ini mengacu pada dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan ketujuh unsur tersebut. Desa Kebaron merupakan salah satu desa di Sidoarjo dengan lokasi wisata kebun jambu biji dan sangat kaya akan produk jambu biji. Di desa Kebaron di Sidoarjo ditanam berbagai varietas jambu biji di lahan seluas 5,5 hektar, ada sekitar 1.200 jambu biji. Salah satu kendala wisata petik jambu di desa Kebaroni adalah berkurangnya pengunjung pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan dan renovasi areal kebun dengan menambah infrastruktur penunjang. Berdasarkan analisis dengan mitra, ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi.

Sri Sulihingtyas Drihartati; Endah Dwi Hayati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kota Lama Semarang telah menjadi salah satu daya tarik wisata yang menarik minat wisatawan baik dari dalam kota Semarang maupun luar kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang merevitalisasi Kota Lama Semarang sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Selain memperbaiki kondisi fisik, pemerintah juga memperbaiki dan meningkatkan fasilitas di Kota Lama Semarang. Salah satunya adalah dengan menyediakan pemandu wisata yang juga memiliki peran penting dalam kemajuan pariwisata. Dengan demikian ketrampilan seorang pemandu wisata juga harus diperhatikan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketrampilan berbahasa dan teknik kepemaduan para pemandu wisata Kota Lama Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan praktek langsung di Kota Lama Semarang. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan ketrampilan berbahasa dan kepemanduan pemandu wisata Kota Lama Semarang meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pariwisata di kota Semarang. Kata Kunci: pariwisata, pemandu wisata, Kawasan Kota Lama Semarang.   Semarang Old Town has become one of the tourist attractions that attracts tourists both from within the city of Semarang and outside the city of Semarang. The Semarang City Government through Badan Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang revitalized Semarang Old City so that it became a comfortable place for tourists to visit. In addition to improving physical conditions, the government also improves and improves facilities in Semarang Old City. One of them is by providing tour guides who also have an important role in the progress of tourism. Thus the skills of a tour guide must also be considered and improved. This community service activity is carried out with the aim of improving the language skills and guidance techniques of the Semarang Old City tour guides. This activity is carried out by providing training and hands-on practice in Kota Lama Semarang. By participating in this activity, it is hoped that the language skills and guidance of the Semarang Old City tour guide will increase and in the end can increase tourism in the city of Semarang. Keywords: tourism. guide., Kota Lama Semarang.

AYYUB HAMDANU BUDI NURMANA MULYANA SLAMET; Sugiarto Sugiarto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

With the choice of tourists increasing and giving each other the concept of trust, with almost similar values, this makes tourists more curious and confused. The influence of quality, quality, price and persuasive persuasion will influence tourists continuously in weighing which one is the best, which is more in his heart. However, on the other hand, this condition actually shows the weakness of the Tourism Office that tourists are a determining factor for the future of one of the tourist attractions, with the confidence of tourists supporting the economy of the people in tourist sites, especially under the Semarang Regency Tourism Office. Currently the Semarang Regency Tourism Office uses posters and advertises through yellowpages as a medium for delivering information, from the promotional methods carried out there are still obstacles, including the use of posters and through yellowpages advertising, which is very limited in terms of size and information to be conveyed. Therefore, it requires a promotional media that is able to provide complete information about tourism profiles to potential tourists

Rika Riwayatiningsih; M. Anas; Rr. Forijati

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa Inggris merupakan bahasa global yang penggunaanya telah diakui oleh masyarakat dunia untuk komunikasi antar bangsa. Dalam bidang bisnis atau usaha, bahasa memiliki peran sebagai alat komunikasi paling penting utamanya dalam berbagai jenis pemasaran. Bahasa yang digunakan dalam memasarkan hasil usaha haruslah bahasa yang baik dan menarik perhatian konsumen karena iklan yang baik dan pemasaran yang baik akan membantu keberhasilan suatu produk. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk melatih komunikasi bahasa Inggris untuk keperluan pemasaran di sektor pariwisata khususnya di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Batu mangga di kabupaten Kediri. Pelatihan ini menggunakan metode project based learning yang diawali dengan kegiatan presenting dan modelling mengenai English taglines dan speking performance tentang produk yang dijual sesuai dengan gramatika ucapan bahasa Inggris dan juga teks dialog bahasa Inggris tentang transaksi jual beli produk. Peserta pelatihan menyimak dan kemudian mempraktekan bagaimana mendesain English taglines yang menarik dan berlatih menggunakan ungkapan bahasa Inggris mengenai produk yang di jual. Hasil dari kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu membawa masyarakat di KUB Batik Mangga di kabupaten Kediri berani mempromosikan dan memasarkan produk batik mereka ke sektor pariwisata internasional baik dalam kegiatan pameran maupun transaksi jual beli secara online.  

Wahyuningsih, Luh Gede Nita Sri; Mahardika, I Made Rai; Lestari, Ayu

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: The discipline of health protocols is one of the first steps for the revival of tourism in Bali, which during the pandemic period experienced very difficult phases for tourism activists as well as local, domestic and international tourists. Bali Rise is Bali's tag line to re-open itself to accept tourists from abroad, of course with a health protocol that has become an absolute price. Purpose: The purpose of this article review is to evaluate the application of health protocol discipline, especially in Bali. Method: the method used in this article review is to search for articles with the keywords health and tourism protocols. The inclusion criteria are literature on health protocols during a pandemic with a range of publication years from 2019 to 2021, while the exclusion criteria are review articles. The results of the literature search carried out deletion of double articles, screening of titles, abstracts, and full-text obtained 20 articles. Result: tourism activists in Bali have increased their attention to support the recovery of Bali tourism by participating in training and socialization of health protocols and even some tourist objects that make strict SOPs regarding the implementation of health protocols. Conclusion: tourism in Bali is ready to rise with the application of health protocol discipline