Publication Search

80,106 articles from 771 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2501-2520 of 3,146

Analytics

Dian Nugraheni; Evi Nur Mala Sari; Putri Dzakiyyatul Khotimah; Nida Rufaida; Asep Purwo Yudi Utomo +1 more

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Phrases can start with a preposition or a verb and also can just be the subject.  Phrases are in a syntactic function which is formed from a combination of words.  Often found in the text in a sentence, for example, is one of which is in the Book-Based Play and Learning Guide for Early Childhood Teachers.  This study discusses the analysis of the use of phrases in the textbook.  The aim is to find out the relevance of the sentence study of the types of phrases contained in book-based play and study guides for early childhood teachers.  This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection method uses observation techniques and examines how the language is applied, and the note-taking method is also used to record the structure being analyzed.  This study found that there are 3 verb phrases, 3 adjektiva phrases, 3 numeral phrases, 3 noun phrases, 3 exocentric phrases, and 3 endocentric phrases.  One of the benefits of this research is that we understand more about the types of phrases in each sentence.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Siti Rahmawati Kahar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini menekankan pada penggunaan edmodo sebagai salah satu bentuk aktifitas pembelajaran bahasa berbasis komputer (CALL activity), menginvestigasi pengaruhnya terhadap keinginan berkomunikasi (willingness to communicate/WTC dalam belajar bahasa inggris. Tujuan penelitian ini ada dua, satu sisi penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students’WTC) dan disisi lain penelitian ini mencoba untuk menemukan aktifitas-aktifitas pembelajaran yang terbaik yang dapat mempengarui keinginan siswa berkomunikasi (students’ WTC). Jumlah total partispan meliputi 27 siswa SMKN 4 Kendari. Dalam pengambilan sample, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengumpulan data terdiri atas close dan open ended kuesioner. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode campuran. Data kuantitatif berasal dari close ended kuesioner, sementara open ended kuesioner digunakan sebagai data kualitatif. Paired sample t - test digunakan untuk mencari pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan edmodo terhadap  keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Hal ini berbeda dengan hasil open ended kuesioner yang menunjukkan bahwa edmodo dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap keinginan mereka berkomunikasi. Perbedaan hasil ini dipengaruh oleh beberapa faktor yaitu persepsi siswa terhadap edmodo, teknologi, karakteristik keterampilan bahasa dan rancangan kegiatan pembelajaran. 

Sri Utami; Nurul Azizah

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2023 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Batch 1 Literacy Class is a program that aims to increase children's learning motivation and literacy through the use of online literacy platforms. In this program, various methods and strategies are used to create a fun, interactive learning environment and motivate children to be more actively involved in literacy activities. The method of implementing this program involves interactive stories, discussions, practical activities, and presentations of the participants' work. Each program session is focused on a different topic, such as organic farming, the role of farmers, the impact of climate change, and the challenges faced by farmers in dealing with locusts that attack crops.agriculture and climate change. Through stories and true stories, participants are invited to understand the importance of literacy in the context of agriculture and the environment. The results of this program show an increase in learning motivation and understanding of children's literacy. Participants showed high involvement in online literacy classes and were able to apply their knowledge and creativity in finding solutions to problems encountered in agriculture. In addition, the output of the study worksheet program and positive feedback from participants and parents are indicators of the program's success in increasing children's learning motivation and literacy. This program provides significant benefits for children's literacy development, increases their motivation to learn, and helps them develop essential literacy skills.

Sinaga, Filemon; Bezaleel, Michael; Prestiliano, Jasson

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak –Bagi semua anak, komunikasi dan interaksi merupakan fondasi penting untuk belajar dan berkembang tidak terkecuali bagi anak penyandang autis. Anak penyandang autis memiliki gangguan perkembangan neurobiologis yang menghambat proses interaksi, komunikasi, emosi dan kemampuan berperilaku yang tidak bisa disembuhkan namun bisa diterapi. Salah satu metode terapi yang umum digunakan adalah terapi visual. Terapi visual dapat membantu perkembangan komunikasi anak melalui gambar, akan tetapi mengingat alat terapi yang tergolong mahal menjadi masalah bagi orangtua dengan keadaan ekonomi yang sulit. Oleh karena itu, dilakukanlah perancangan video motion graphic sebagai media terapi bagi anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data berupa wawancara kepada SDLB Talenta Kids Salatiga dan orangtua serta observasi kepada anak penyandang autis. Hasil dari penelitian ini adalah video motion graphic sebagai alat bantu terapi komunikasi bagi anak autis yang terdiri atas 4 level terapi.

Putri Indah Pertiwi; Yayang Furi Furnamasari

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

The success of a nation is greatly influenced by its young generation. Teachers are the main actors in education in schools. Education is a human effort in order to develop the potential of students to the maximum. In the learning process, there are still many students who have learning difficulties. The focus of this writing discusses learning difficulties in terms of children who are lazy to learn. Teachers as educators must be able to analyze the problems of students who are lazy to learn and find solutions to overcome them. The success of a nation is greatly influenced by its young generation. Teachers are the main actors in education in schools. Education is a human effort in order to develop the potential of students to the maximum. In the learning process, there are still many students who have learning difficulties. The focus of this study discusses learning difficulties in terms of children who are lazy to learn. Teachers as educators must be able to analyze the problems of students who are lazy to learn and find solutions to overcome them. The role of the teacher is not only as teaching lessons that have been compiled in the curriculum, but also as a guide, class manager, motivator, facilitator, inspiration, and many other teacher tasks. The cause of students who are lazy to learn is caused by two factors, internal factors (within students) and external factors (outside of students). The method used in this study is descriptive qualitative by making observations and interviews and looking from other articles to support statements that have been found in the field.

Angelina Dea Miranda; Agung Setyawan

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning pada Siswa Kelas III SD Negeri III Bluluk” bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pecahan melalui model pembelajaran contextual teaching learning pada siswa kelas III SD Negeri III Bluluk. Penelitian ini disusun melalui metode penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara, dan tes. Dengan tindakan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model CTL, pada siklus 1 rata-rata nilai adalah 57,9. Kemudian peneliti melakukan perbaikan pada siklus 2, dan diperoleh rata-rata nilai 82. Dapat disimpulkan bahwa peneliti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan siswa kelas III SD Negeri III Bluluk..  

Indah Wulandari; Agung Setyawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pepmbelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran, 2) langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada siswa kelas 1 dengan menggunakan model picture and picture di SD Negeri Keleyan 1 Desa Socah yaitu siswa mengenal lambang bilangan 1-10 mencapai 85%.  

Richa Alfina Maulidiyah

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Materi Satuan Panjang Melalui Media Pembelajaran Tangga Pintar Satuan Panjang Pada Kelas IV SDN Kuluran” ini bertujuan untuk mengetahui apakah media pembelajaran tangga pintar satuan panjang ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi satuan panjang. Penelitian ini disusun melalui metode penelitian tindakan kelas, subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kulur an yang terdiri dari 13 siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara.

Rezeki Putra Gulo; Sariani Hia; Erwin Zai

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This PkM activity was held at Mutiara Indah Elementary School, Kualeu Village, Oinlase District, East Tengah Selatan District, So'e City. The method used is a field survey and library research. The PkM activities carried out were an attempt to "introduce the Free Learning Curriculum for Students at Mutiara Indah Elementary School". The background for organizing this activity, namely: Students at Mutiara Indah Elementary School do not yet understand and apply the Merdeka Curriculum in the learning process. This is because some teachers at Mutiara Indah Elementary School still do not understand in depth about this new curriculum, and some teachers even use K-2013. Referring to this problem, the PkM organizing team offered several ideas in the form of activities, namely: Conducting introductory education on the Free Learning Curriculum at Mutiara Indah Elementary School. This activity includes an explanation of the meaning, function, benefits, and how to apply the Independent Curriculum to learning activities in the classroom and outside the classroom.

Rizky Asrul Ananda; Agung Setyawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai mata pelajaraan IPS siswa, khususnya dalam hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaaran resitasi untuk meningkatkan materi mata pelajaran IPS pada kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal. Jenis penelitian ini adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertempat di kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 12 siswa yaitu terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 4 siswi perempuan. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan tes.

A.T. Hendrawijaya; Lutfi Ariefianto; Fuad Hasan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

It is necessary to build awareness to foster entrepreneurial motivation among the community at large, especially in the Study Group of Packages C citizens in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Studio (SKB). Given that motivation is one of the drivers of the growth and development of a person's entrepreneurial spirit, one of the most needed motivations is the desire to continue learning and adding skills. Therefore, in order for the learning community to improve their welfare, insight into entrepreneurship is needed, so that through counseling on entrepreneurial motivation, it is hoped that the learning community can foster an entrepreneurial spirit and develop creativity and innovation in entrepreneurship so that it can be used as a provision in their lives. This service activity was carried out at the Technical Implementation Unit of the Bondowoso Regency Learning Activity Center education office, which was located in the SKB Hall. The objectives of this community service are (1) to provide insight and knowledge about the importance of fostering entrepreneurial motivation; (2) to provide insight and knowledge about the importance of developing an entrepreneurial spirit; (3) to develop creativity and innovation in entrepreneurship. The methods used are lecture, question and answer and discussion methods. the results achieved by the service activities are the provision of insights and knowledge about the importance of entrepreneurship for learning citizens pursuing package C in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Center. Thus, through counseling, the learning community of pursuing package C is motivated to become entrepreneurs. Seeing the responses given by participants who are so positive and enthusiastic, shows that this activity is quite high and needs to be followed up with further activities, for that, it needs to be carried out periodically and continuously.

Winna Rahmayani

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

This study aims to analyze the learning interest of high class private elementary school students in Mathematics. Interest in learning is a key factor in student learning success, and a deep understanding of student interest in learning can help develop effective learning strategies. This study involved a sample of students from high class private elementary schools consisting of several age groups. Data was collected using a questionnaire specifically designed to measure students' interest in Mathematics. The questionnaire included questions regarding students' interest in the subject, confidence in solving mathematical problems, and students' perceptions of the relevance of mathematics in everyday life. The results of the data analysis showed that most of the high class private elementary school students had a negative interest in learning Mathematics. They have not shown high interest in this subject and have no strong confidence in solving math problems. In addition, students are also not aware of the relevance of Mathematics in their daily lives. It is hoped that the results of this research can provide valuable insights for educators and policy makers in increasing students' interest in learning Mathematics.

Febri Dwiyanto; Agung Setyawan

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penggunaan metode penugasan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa dalam menghitung luas persegi dan persegi panjang. Dengan Teknik dan instrument pengumpulan data yang dignakan peneliti adalah data yang diperoleh dengan cara observasi, pengamatan, dan hasil tes/penugasan, serta dalam penelitian ini jenis penelitiannya menggunakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa dengan metode penugasan terdapat peningkatan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika tentang menghitung luas persegi dan persegi panjang dan dengan metode penugasan ini motivasi belajar siswa jadi meningkat

Damayanti, Alif; Maulidina, Annisa; Moniaga, Friska Valentina; Armayza, M. Adnan; Mulyani, Heni +1 more

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Kota Bandung yang dilaksanakan guna mengetahui pengaruh komponen – komponen di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi. Metode kuantitatif korelasional menjadi metode yang digunakan pada penelitian yang dilakukan. Pada penelitian ini terdapat populasi yang diikutsertakan yaitu siswa kelas X Akuntansi Lembaga di SMKN 1 Bandung. Dengan populasi penelitian sebanyak 70 orang siswa. Analisis proses yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif koefisien korelasi. Adapun hasil data penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang diuji menggunakan koefisiensi korelasi dengan hasil kriteria penafsiran kuat atau erat. Kesimpulan yang dicapai dari proses penelitian menunjukan hasil signifikan korelasi antara lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa akuntansi yang hasil perhitungannya memperlihatkan bahwa antara variabel X dan variabel Y memiliki angka korelasi sebesar 0,547  yang menunjukkan adanya korelasi. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan lingkungan sekolah dengan prestasi siswa jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Kota Bandung bersifat kuat atau erat yang menunjukkan variabelnya berada di kriteria antara 0,41-0,61. Hasil penelitian yang dilakukan ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara lingkungan sekolah dengan presetasi belajar siswa jurusan Akuntansi kelas X.

Cahyati, Nur; Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini; Dinansyah, Dinansyah

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

The teaching skills of a teacher in learning are one of the important components that must be possessed by a teacher in carrying out learning activities which will be very decisive in the process of achieving learning outcomes for students. on PAI learning outcomes for grade VIII SMP PGRI 8 Denpasar in the 2020/2021 academic year. 2) The contribution of basic teaching skills for teachers to PAI learning outcomes for class VIII SMP PGRI 8 Denpasar in the 2020/2021 academic year. This research uses correlational quantitative research. Data collection techniques used in this research is to use questionnaires, observation and documentation. The results showed that: 1) There was a significant positive effect on the basic skills of teaching teachers to PAI learning outcomes for class VIII SMP PGRI 8 Denpasar, it is known that tcount > ttable is 4.107 > 1.687, so Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the correlation coefficient is significant. /significant 2) The variable of basic teaching skills of teachers (X) has a simultaneous contribution of 32.5% to the learning outcome variable (Y) which is classified as low and the remaining 67.5 is influenced by other factors not examined by the author.

Julia Ayu Puspita; Agung Setyawan

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Technological developments are increasing rapidly in the world of education, therefore human skills must also go hand in hand with these technological developments.  But besides that, there are also educators or teachers who have not taken advantage of the sophistication of this technology, so that it can also affect student learning interest.  So that it requires a memorable learning process that is interesting and fun which aims to increase student learning interest.  An example of an interesting and fun learning media is the powtoon learning media, which combines interesting audio, visual and animated media elements.  So that in this study the aim was to find out whether there was an influence from the use of powtoon learning media on learning interest in fifth grade students at SDN Socah 1. The type of research used by researchers was a type of qualitative research, with descriptive quantitative and descriptive qualitative data analysis methods, in this study  also used interview techniques, tests, observation, and documentation for data collection.  Then the results will show that the powtoon-based learning media has the effect of increasing students' interest in learning, especially in science subjects, because it is considered interesting and fun so that capturing material is easy to understand.

Alika, Putri; Permata Sari, Ira; Adnawi, Iqbal

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada sebuah lembaga pendidikan, manajemen pembelajaran sangatlah penting. Maka dari itu manajemen suatu program pendidikan harus dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan manajemen program pendidikan kesetaraan paket A di PKBM Melati Cibeber Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen pendidikan diantaranya akteditasi yang belum diperbarui, kekurangan peserta didik hingga keterbatasan waktu warga belajar dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penyelesaian masalah yang didapatkan dengan mendeskripsikan keadaan objek berdasarkan fakta dilapangan dan dituliskan dalam bentuk kata-kata. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu ketua PKBM Melati dan data sekunder yaitu kepustakaan dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Miles yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Pendidikan kesetaraan paket A meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada masing-masing aspek manajemen tersebut dikatakan cukup baik dalam meningkatkan mutu manajemen Pendidikan dan manajemen pembelajaran.

Sulaiman Romadhon; Agung Setyawan

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Model Project Based Learning berpengaruh untuk dapat meningkatkan hasil belajar PAI materi iman kepada malaikat kelas III di SDN BANYUANYAR 01. Penelitian ini dilakukan guna untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas III di SDN BANYUANYAR 01 dengan menggunakan Model Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan secara 2 siklus . peneliti menggunakan desain penelitian model Kurt Lewin . desain penelitian ini mempunyai 4 aspek yaitu : a). Perencanaan/Planning b). Tindakan/acting c). Pengamatan/Observing d). refleksi/Reflecting . Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN BANYUANYAR 01. Peneliti mengambil penelitian di kelas III pada mata pelajaran PAI SD. Sekolah ini terletak di JL. Mutiara, Kec. Sampang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Siswa kelas III berjumlah sebanyak 15 siswa. Terdiri dari 8 siswi perempuan dan 7 siswa laki-laki. Pada penelitian ini diperoleh hasil belajar siswa  kelas  III pada materi  Iman  kepada malaikat setelah diterapkannya model pjbl telah mengalami peningkatan. Jika   pada   pra   siklus   rata-rata   nilai   siswa   hanya   mendapatkan   nilai 72,4 (Cukup), maka pada siklus I telah meningkat menjadi 74.8 (Cukup), lalu ditingkatkan lagi untuk mencapai indikator kinerja menjadikan rata-rata nilai siswa  pada  siklus  II menjadi  88,6 ( Baik). dengan demikian, hasil yang diperoleh telah mencapai keberhasilan. dan diharapkan setelah adanya penelitian ini guru dapat menerapkan Model Project based learning pada pelajaran PAI materi Iman Kepada malaikat agar dapat menarik minat siswa serta dapat mengembangkannya menjadi pelajaran yang membuat siswa aktif dalam pembelajaran.

Rahmawati Solikin; Agung Setyawan

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan penelitian terhadap rendahnya aktivitas belajar siswa kelas I, guru sebegai fasilitator dan motivator untuk mendorong peserta didik agar terlibat aktif dan komunikatif dalam pemebelajaran dengan baik, Maka dari itu perlunya memilih pendekatan yang cocok untuk diterapkan yaitu pendekatan pakem sebagai salah satu untuk meningkatkan pemahaman siswa untuk menunjang prestasi dan profesional secara pribadi maupun individu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023, bertempat di SDN Tambaan 1, penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas I. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas I pada pembelajaran IPA materi penghematan air melalui pendekatan pakem di SDN Tambaan 1. Penelitian menggunakan model penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Hasil penelitian pada siklus I keaktifan siswa mencapai 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.