Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2461-2480 of 2,818

Analytics

nurjannah A. malik, nurjannah; Husnul Khatimah; Nunung Andryani

Model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitin ini adalah Ingin mengetahui Pengaruh model contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Dompu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran dan data, serta penampilan dari hasilnya. Populasi ialah seluruh peserta didik yang berjumlah 79 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah siswa kelas X IPS yang berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sample. Data diperoleh melalui angket siswa dan data hasil belajar  kemudian dianalisis menggunakan rumus regresi linear sederhana. Berdasarkan data tersebut didapatkan hasil model persamaan regresi linier sederhananya adalah : ???? = 57,501 + 0,258 ???? yang dapat dijelaskan bahwa, hubungan variable bebas X (penggunaan model CTL )  dengan variabel terikat Y (hasil belajar)  adalah sangat kuat. Jadi, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh penggunaan model contextual teaching and learning (CTL)

Rahmi Anggun Pratiwi; Alfi Rahmi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak full day school terhadap konsetrasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara. Dilihat siswa tidak efektif dalam menyusaikann dirinya sendiri pada jam tambahan selama full day. Salah satunya kekurangan sekolah sepanjang hari ini siswa banyak kelelahan. Sekolah yang melaksanakan program full day school berdampak pada siswa yaitu kelelahan secara fisik, kelelahan mental, dan kelelahan emosional. Siswa juga merasa jenuh dan bosan, jenuh dalam belajar dan timbul rasa bosan dan lelah mengakibatkan kurangnya konsetrasi belajar siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa yang biasanya sekolah pulang siang sekarang pulang sore, di tambah lagi tugas atau pr yang diberikan guru mata pelajaran yang terlalu berlebihan hal ini berdampak tidak mampu siswa berkonsetrasi dan mudah lupa. Awal berlangsungnya program full day scool di sekolah banyak siswa yang mengeluh, lelah, beberapa minggu dilaksanakan full day school banyak sekali siswa yang tidak hadir dengan alasan sakit dan ada juga yang absen tanpa keterangan, setiap kelas pasti ada yang tidak hadir setiap harinya diatas lima orang. Jadi kesimpulan bawah full day school berdampak pada konsetrasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Pariaman.

Cici Marshela; Linda Yarni

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi SMA N 1 Harau yang merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kecamatan Harau. Salah satu yang tampak oleh peneliti permasalahan di SMA N 1 Harau yaitu permasalahan media sosial. Media sosial ini sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Pada permasalahan ini tidak bisa siswa disalahkan dengan sepenuhnya karena pada zaman sekarang belajar banyak menggunakan Handphone atau media sosial. Ketidaksesuaian prestasi belajar siswa dengan gaya belajar seringkali disebabkan oleh media sosial. Hal itu tentu terjadi karena gaya belajar anak yang tidak sesuai dengan dirinya dan juga kurangnya pengawasan terhadap anak. Media sosial merupakan suatu perangkat alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan data internet. Media sosial sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Selain pengaruh negative pada prestasi belajar, media sosial ini juga bisa membantu siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi merupakan hasil dari belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran. Prestasi belajar dapat dihasilkan atau ditunjukkan melalui angka dan juga berupa hasil-hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Peran orang tua dalam prestasi belajar sangat diharapkan untuk membantu siswa dalam menggunakan media sosial.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar, media sosial, dampak negatif dan dampak positif, dan peran guru di sekolah terhadap dampak penggunaan media sosial.

Dewita Sandri; Isnaniah; Tati Tisnawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMPN 1 Enam Lingkung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber wawancara terdiri atas 9 orang dengan 3 orang siswa kelas IX yang nilai matematikanya rendah sekaligus bertindak sebagai objek penelitian, 3 orang tua siswa, 2 guru wali kelas dan 1 orang guru BK. Dalam pengambilan data peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara. Setelah mendapatkan hasil dari wawancara, peneliti mendapatkan bahwa faktor rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika, diantaranya: (1) tidak cukupnya waktu istirahat siswa, (2) kurangnya motivasi belajar siswa, (3) siswa tidak tertarik terhadap matematika, (4) adanya 2 kegiatan sekaligus yaitu sekolah dan pesantren, (5) adanya pengaruh dari efek pasca covid-19 atau pembelajaran daring.

Sahnia Uli Silitonga; Liza Efriyanti; Yopie Chairawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Ice breaking merupakan salah satu teknik yang dapat dilakukan pendidik dalam proses pembelajaran. ice breaking sendiri merupakan permainan atau kegiatan yang nantinya dapat berfungsu sebagai pengubah suasana keheningan dalam proses pembelajaran, yang mana ice breaking sendiri nantinya dapat bersifat spontan atau tanpa persiapan dalam memecahkan kebekuan dalam suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini sendiri nantinya yaitu untuk melihat apakah ice breaking berpengaruh atau tidak terhadap hasil belajar TIK siswa di MTsN Al Wasliyah. Penelitian ini sendiri merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dibatasi pada siswa kelas 7 dengan sampel sebanyak 29 orang pada siswa kelas 7.1 dengan teknik total sampling, Teknik pengumpulan datanya yaitu dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini sendiri yaitu terdapat pengaruh ice breaking terhadap hasil belajar TIK siswa, yang mana hasil belajar TIK siswa sendiri meningkat atau lebih tinggi setelah menggunakan teknik ice breaking.

Meri Syafitri; Alfi Rahmi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Sekolah pada hakikatnya mempunyai perasaan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku dan berakhlak karimah. Sekolah juga mempunyai peranan penting untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan agar terhindar dari jeratan negative perkembangan arus globalisasi. Setiap orang juga memilki persepsi dan perilaku ketika interaksi dengan suatu objek tertentu dan mental kita juga ikut menentuka kecendrungan seseorang. Sekolah ini cukup menarik untuk diteliti karena masalah yang peneliti angkat tentang sikap dan perilaku siswa terdapat terdapat disekolah ini. Seperti berkelahi merokok pacaran, tetapi masih banyak pula siswa yang berkelakuan baik. melalui penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apa factor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa serta apa saja upaya mengatasinya. Sikap terbentuk melalui hasil belajar dari interaksi dan pengalaman seseorang dan bukan factor bawaan ( factor intren) seseorang. Sikap terbentuk oleh adanya interaksi social tang dialami oleh individu. Pada intinya seks bebas tersebut bisa terjadi nya karena lemahnya kontrol dari perilaku seks bebas tersebut dan juga lemahnya control yang berada di masyarakat setempat karena ada pergeseran nilai dan noorma yang ada dimasyarakat sekitar. Seks bebas itu sifatnya negative karena melanggar norma yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil yang dilakukan peneliti melihat perkembangan siswa terhadap lingkungan disekolah dan peneliti melakukan kegiatan sudah sebanyak beberapa kali dalam kondisi lingkungan serta proses pembelajaran hasil yang didapat siswa semangkin hari   semangkin baik dan mulai terjaga yang namanya jauh dari penyimpangan seks bebas dan peningkatan terhadap siswa semangkin terjaga namun yang belum bisa di perbaiki tentang sikap dan etika siswa di SMA SWASTA TUNAS BANGSA. Tujuan dari kegiatan tersebut agar peneliti mengetahui bagaimana perkembangan siswa apakah mereka tahu penyimpangan itu sangat bahaya untuk mereka maka dari itu peneliti mengambil lokasi tersebut untuk dijadikan penelitian.

Afrina Afrina; Linda Yarni

Peran guru BK saat ini sangat diperlukan dalam membina karakter siswa baik dari dalam maupun dari luar pembelajaran setelah pendemi covid 19 ini. Untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada siswa didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Karakter siswa merupakan ciri khas suatu perilaku yang nampak dari diri seseorang, dari karakter tersebut dapat dilihat performa yang nampak seperti dalam belajar, berbuat, berkarya, atau sejenisnya.  Karakter merupakan bentuk kepribadian yang melekat pada diri seseorang. Karakter bisa dibentuk dan diperkuat melalui proses pendidikan yang dapat dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran guru BK dalam membina karakter siswa setelah pandemi covid 19 di MTsN 1 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan data didapat melalui observasi dan wawancara. Lokasi penelitian ini bertempat di MTsN 1 Pasaman. Dengan penelitian ini dapat diketahui peran guru BK dalam membina karakter siswa adalah dengan memberikan nasehat, memberikan contoh yang baik kepada siswa dan bekerja sama dengan guru-guru dan staf lain untuk saling membantu.

Hatika Mutiasari; Linda Yarni

Pada saat sekarang ini kasus tentang bullying sedang marak-maraknya terjadi pada kalangan siswa disekolah, bullying hampir terus hadir dalam dunia pendidikan seakan-akan tidak ada hentinya. Bullying merupakan perilaku yang menggunakan kekuatan yang digunakan untuk melukai seorang indivindu atau beberapa orang secara fisik atau secara psikologis. Para siswa yang menjadi korban dari bullying sering mendapatkan masalah sebagai dampak dari tindakan bullying yang dilakukan pelaku seperti masalah pada mental dan kesehatan fisik. Biasanya masalah yang sering dialami korban bullying adalah masalah mental yaitu merasa tidak aman saat berada dilingkungan sekolah dan selalu merasa takut dengan pelaku yang berpengaruh pada penurunan minat belajar siswa disekolah karena selalu merasa terancam. Berbagai hal sudah diupayakan dengan baik oleh guru-guru termasuk guru bk yang sangat berpengaruh dalam merubah perilaku sisiwa, dalam penanganannya memang sudah berhasil karena harus beberapa kali siswa yang menjadi pelaku bullying masuk keruang bk sehingga mereka sadar jika tindakan bullying itu tidak boleh dilakukan. Namun ketika satu pelaku sudah diamankan, muncul pelaku lainnya melakukan tindakan bullying dengan cara yang berbeda, sehingga pihak sekolah melakukan berbagai tindakan agar siswa-siswa menjadi sadar jika tindakan bullying termasuk dalam tindakan tercela dan tidak boleh dilakukan oleh siswa sebagai siswa yang terpelajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian adalah cara alamiah untuk bisa memperoleh data dengan maksud dan tujuan tertentu.

Raudatussaadah Raudatussaadah; Nurwinda Aulia Nasution; Khafsah Situmorang; Riska Alfani

Journal of Management and Social Sciences 2023 CV. Aksara Global Akademia

Pendidikan luar sekolah merupakan mekanisme yang menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran sepanjang hayat. Pendidikan luar sekolah berperan dalam membantu sekolah dan masyarakat dalam memecahkan masalah pendidikan. Pendidikan luar sekolah (PLS) melengkapi pendidikan sekolah. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Dalam sejarah pendidikan bahwasana jalur pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga bidang yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan pembelajaran informal. Pendidikan luar sekolah sudah ada di Indonesia sebelum masa kemerdekaan, pendidikan luar sekolah dipraktikkan dan diintegrasikan ke dalam kehidupan setiap orang dalam masyarakat jauh sebelum muncul dan memasyarakatnya sistem sekolah. Pendidikan luar sekolah cakupannya sangat luas dimana setiap aktivitas pendidikan di luar sekolah yang melayani target didik guna mencapai tujuan belajar yang diselenggarakan oleh siapapun yang mampu dan untuk siapapun yang mau tanpa aturan rumit.

Peta Murni; M. Sahlan; Yostia Fatma; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Penelitian ini merupakan salah satu tugas pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 3 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Setiap guru yang mengikuti program ini harus melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya perubahan proses pembelajaran pada masa pandemic ini, dimana pembelajaran dilakukan secara daring mengakibatkan berbagai  permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Keterbatasan dalam proses  pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik menurun sehingga banyak diantara peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil  belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dilaksanakan secara Blended Learning (Singkron-Asingkron). Proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan pada tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap  perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian terlihat adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik, ini terlihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan lembar kerja peserta didik. Persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai nilai di atas atau sesuai KKM pada aspek pengetahuan di Siklus I adalah sebesar 75% dan pada siklus II adalah sebesar 88% dan pada siklus III 90 %, dapat dilihat peningkatan presentasi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 13%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar pada aspek keterampilan dapat dilihat dari hasil  belajar pra siklus yaitu sebesar 78% dan pada siklus II adalah 100%, terjadi  peningkatan sebesar 22% untuk hasil belajar aspek keterampilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  

Cici Marshela; Linda Yarni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Children are the seeds of the nation and state that will continue the struggle and ideals of the nation. Therefore, children need guidance and direction from an early age from their parents to face the various struggles they will achieve. While the family is the smallest group unit that is first encountered by children and it is from the family that children get non-formal education for the first time. Therefore, parenting is very important in educating children for their success in the future. Services and fulfillment carried out for children in orphanages are useful so that children can learn to be independent and not depend on others after leaving the orphanage. The education and skills obtained at the Aisyiyah Payakumbuh Orphanage have a strong personal attitude, are optimistic about themselves, and can open themselves up to always be enthusiastic about living the wheel of life. This type of research is descriptive qualitative, using data collection methods, namely observation and interviews. The purpose of this study is to find out how the parenting style of children at the Aisyiyah Payakumbuh Orphanage, the supporting factors and inhibiting factors in improving children's learning achievement at the Aisyiyah Payakumbuh Orphanage. Based on research conducted by researchers, the parenting style that is applied to children at the Aisyiyah Orphanage is democratic parenting, namely by giving affection, providing guidance, looking after, and also providing education and good parenting to children. In addition there are several factors inhibiting children's learning in improving learning achievement, namely limited funds or economy, then the supporting factors are the environment.

Alyatul Hapzia; Linda Yarni

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah utama dalam penelitian ini adalah dampak penggunaan handphone pada minat belajar siswa kelas X SMA N 1 Situjuah Limo Nagari. Karena pada saat sekarang ini minat belajar siswa sangat rendah dimana siswa hanya sibuk dengan handphonenya masing-masing. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak penggunaan handphone pada minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dengan cara melakukan wawancara dan observasi secara langsung dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.

Zhilal Mustadh’afin; Yayat Suharyat

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

This service aims to implement the Focus Group Discussion (FGD) teaching method on PAI material at the high school level. This service uses a qualitative descriptive method which is carried out in class XI, totaling 35 students which is carried out through the preparation, implementation and evaluation stages. The problems faced by students when learning tend to use the lecture method, especially in PAI lessons, students are only listeners without having to express students' opinions, this results in a decrease in student interest and activity when receiving lessons. The results of this service prove that students have empathy during the learning process and can express creativity in explaining material, hone students' confidence in expressing opinions and train students' cohesiveness with other students which makes the method effective. This model can be a stimulus for educators who want to apply the PAI learning method in the classroom.

Kartika Birawan; Amira Prameswati; Muhammad Gefika Abdulrafi; Siti Raina Az Zahra; Ahmad Fu’adin

Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menjelaskan kekeliruan yang dialami siswa serta menganalisis faktor penyebab kekeliruan siswa dalam mengerjakan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini termasuk dalam jenis eksploratif bersifat kualitatif yang dilakukan di salah satu bimbingan belajar di Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode tes tertulis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang merupakan siswa kelas IX. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesalahan siswa dalam menentukan solusi dari soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah: (1) Kekeliruan konsep, (2) Kesalahpahaman dalam memahami soal, (3) Kekeliruan hitung. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, kurangnya latihan menyelesaikan soa-soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan kurangnya ketelitian dalam menentukan solusi dari soal.

Nanda Elika Rahim; Muliawan Firdaus

The background of this research was class VIII MTs Al Washliyah Sei Mencirim  with learning difficulties in following the teaching of mathematics with a scientific approach introduced by Kemendikbud in Curriculum 2013. Such problems made researchers interested in conducting further research. The purpose of this study to determined the cause of students experiencing difficulties in the learning process of mathematics with a scientific approach. This research was a quantitative and qualitative research. Data obtained by observation, questionnaires, and interviews. The research instrument used was a questionnaire teachers and students, learning and activity observation sheet of students in the classroom, as well as interview guides teachers and students. The results showed that the form of learning difficulties for class VIII students that appeared in mathematics learning on flat sided space material with a scientific approach were students having difficulty understanding and solving flat sided space problems, difficulty in asking flat sided shape problems, difficulty in trying to solve problems. in the form of reasoning and difficulties in concluding the material that has been studied. The cause of the emergence of learning difficulties in mathematics learning material relations and presenting the relation with the approach of scientific because of the difficulties caused by teachers such as: (1) the teacher wasn’t directing students to ask and concluded, (2) teachers didn’t prepare the implementation stages observe well with the acquisition of a percentage 40%, (3) the issue of the reasoning given fairly difficult, (4) lack of skills and understanding of teachers in implementing the learning process with the approach of the scientific with the acquisition of a percentage of 40% and the difficulties that arise from the students themselves, such as: (1) lack of awareness of students to learn and willing to follow the learning process, (2) the fear that a dominant appears, (3) students experience language impairments, (4) students impaired recall, (5) students impaired reasoning.

Suci Rahmaida Sihombing; Sukriani Hasibuan; Yuda Mulia Ramadhan Sitepu

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan suatu wadah dimana kegiatan belajar masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan, keterampilan/keahlian, hobi, atau bakatnya yang dikelola dan diselenggarakan sendiri oleh masyarakat sekitar. Salah satu contohnya yaitu sebuah Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Paud Kartini Sidodadi  Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah-masalah pendidikan masyarakat serta kebutuhan akan pendidikan masyarakat, definisi PKBM terus disempurnakan terutama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan lembaga, sasaran, kondisi daerah serta model pengelolaan. Faktor penunjang keberhasilan pengembangan program PKBM di Paud Kartini Sidodadi  Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhan Batu meliputi: a) kemampuan mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan masyarakat (warga belajar), b) melayani kebutuhan dan minat warga belajar dalam kegiatan yang bervariasi atau sesuai kebutuhan dan minatnya, c) memobilisasi sumberdaya yang ada di masyarakat, d) membangun kemitraan dan kerjasama secara terbuka secara terbuka dengan berbagai lembaga atau oranisasi, sehingga PKBM mampu mengembangkan berbagai aktivitas pembangunan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan lokal, e) memonitor perkembangan kegiatan serta keberhasilan sehingga dijadikan dasar pengembangan program ke depan, f) mencatat berbagai kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang dikelembagaan  PKBM.

Deni Hendri Anto; Idmansyah Idmansyah; Dendi Dendi; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PAI siswa di kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Balingka pada soal ilmu tajwid, yang disebabkan kurang maksimalnya dalam mengunakan media pembelajaran. Ini dibuktikan dengan siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan berhubungan dengan ilmu tajwid dan sangat kaku dalam membaca Al- Qur‟an. Tujuan Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui ketercapaian penerapan Model Pembelajaran Problem Basic Learning pada materi al-Qur‟an surat Luqman ayat 13 dan 14 terhadap siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka, kedua, untuk mengatahui hasil belajar materi al-Qur‟an surat Luqman ayat 13 dan 14   siswa Kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka setelah penerapan model Pembelajaran Problem Basic Learning. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menjadikan siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka , sebagai sumber datanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian adalah pertama, Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Basic Learning apabila dilakukan dengan perencanaan dan penguasaan konsep yang baik akan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan. kedua, siswa menjadi aktif dalam pembelajaran dan mulai terlatih dengan pola berfikir tingkat tinggi. Ketiga, Model Pembelajaran Problem Basic Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus satu ketercapaian hasil belajar siswa pada rata-rata kelas sebesar 71,82, dan pada siklus dua rata-rata kelas 87,72. Sementara yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus satu 64 persen, dan pada siklus dua 90,9 persen. Ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Basic Learning mengalami peningkatan yang signifikan, dan penelitian terkait penggunaan Model Pembelajaran Problem Basic Learning dianggap berhasil.

Ulvi Aulia; Liza Efriyanti; Azan Munardi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Media pembelajaran berbasis video tutorial adalah pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan teknologi dan disajikan dalam bentuk video. Pembelajaran dengan menggunakan video tutorial tentunya akan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran dan guru juga akan mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun  karena Kurangnya kompetensi pendidik maupun peserta didik dalam pengembangan dan penggunaan teknologi pembelajaran sehingga menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat digunakan agar pembelajaran menarik dan tidak membosankan adalah dengan  memanfaatkan teknologi dimana menggunakan teknologi untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap hasil belajar siswa. hasil belajar bimbingan TIK pokok bahasan microsoft word. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan metode, angket, observasi, tes, dan wawancara.

Nurul Laila; Rani Febriyanni; Syarifah, Syarifah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran secara edutainment di desain sebaik mungkin agar siswa mampu bertahan dalam pembelajaran tanpa rasa jenuh, walupaun sebenarnya butuh kerja ekstra dalam mewujudkan pembelajaran yang terbaik. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan metode Pembelajaran Berbasis Edutainmentdalam proses pembelajaran dapat meningkatkan upaya meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan Metode Pembelajaran Berbasis Edutainment menjadi meningkat Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 71,5 dan ketuntasan klasikalnya mencapai 53.33%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata peserta didik adalah 78,18 dan ketuntasan klasiknya mencapai 80%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 37.77% . Hal ini menunjukkan bahwa hasil siswa sudah memenuhi target, sehingga peneliti berkesimpulan bahwa tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya  

Ratih Ayu Rianti; Dede Fitri Yani; Hasya Nur Auliya; Senia Putri Deliana; Shafa Aqilah Fahdah +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran matematika selalu dianggap hanya belajar tentang rumus dan mengerjakan soal yang begitu sulit untuk diselesaikan. Tetapi seharusnya pembelajaran matematika dapat mengasah seseorang untuk lebih berpikir kritis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan membaca, menganalisis, dan membuktikan konsep pada matematika dalam pembelajaran matematika. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah library research atau studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan internet searching terkait jurnal ilmiah, karya tulis ilmiah, buku, dan majalah yang berkaitan tentang pembelajaran matematika dan berpikir kritis. Hasil penelitian menyatakan bahwa Metematika merupakan ilmu yang memiliki peranan penting dalam menghadapi perkembang zaman. Pembelajaran matematika dapat meningkatkan berpikir kritis dengan menerapkan prinsip membaca, menganalisis, membuktikan. Penerapan prinsip membaca, menganalisis, dan membuktikan sangat penting dalam pembelajaran matematika terutama dalam meningkatkan berpikir kritis, karena kemampuan berpikir kritis memungkinkan individu agar terbiasa menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dengan menganalisis pemikirannya sendiri untuk memutuskan suatu pilihan dan menarik kesimpulan, sehingga tercetak para lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman.