Dalam suatu target yang telah ditentukan, perlu ditetapkan penilaian sebagai bentuk perhatian terhadap kinerja para karyawan karena di saat yang bersamaan karyawan memerlukan penilaian tersebut sebagai umpan baliknya. Kinerja karyawan bisa dicapai oleh kelompok atau individu dalam suatu perusahaan secara kualitatif atau kuantitatif. Karena adanya bukti yang menunjukan bahwa penggunaan website sistem informasi pengelolaan dokumen (SIPMEN) juga memiliki peranan yang signifikan dalam kinerja karyawan dengan mengelola seluruh data pegawai dan melakukan evaluasi penilaian terhadap capaian kinerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang yang tersistem dan sangat efektif untuk mendata kinerja pegawai di BPS Karawang agar tidak banyak menghabiskan waktu dalam memproses Capaian Kinerja Pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang, di Jl. Cakradireja No.36, Nagasari, Kec. Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer melalui wawancara dengan para informan yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Pembahasan penilaian kinerja pada hasil kerja dan kehadiran memiliki cakupan mencapai 90% (cukup) karena adanya beberapa kendala yang dihadapi, jika melihat indikator lainnya, memiliki tingkat kinerja mencapai 100% (Baik). Hal ini disebabkan oleh ketersediaan dan kelengkapan yang telah memudahkan pelaksanaan prosesnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penulis mendapatkan pengetahuan serta wawasan baru mengenai penilaian kinerja pada karyawan Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang. Penulis juga dapat mengetahui proses penilaian kinerja hingga melakukan evaluasi kinerja kerja baik secara internal maupun dengan eksternal. Terdapat beberapa saran seperti mempercepat evaluasi pada kendala.
Bisnis keluarga adalah jenis usaha unik yang menghadapi sejumlah tantangan dan peluang. Tiga isu utama yang sering muncul dalam bisnis keluarga adalah prinsip kepemimpinan, kepemilikan, dan manajemen. oleh karena itu anggota keluarga sebagai pemegang ssaham memiliki peranan oenting dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, pemegang saham minoritas dalam perusahaan keluarga sering kali menghadapi tantangan dalam memperoleh perlindungan hukum yang memadai. Keterbatasan perlindungan hukum ini dapat berdampak pada hak-hak pemegang saham minoritas dan integritas operasional perusahaan keluarga secara keseluruhan. Dalam jurnal ini membahas bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dalam perusahaan keluarga yaitu di PT Citra Muamalat Mandiri dikaitkan dengan prinsip-prinsip manajement perusahaan keluarga. Oleh karena itu Penelitian ini menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan deduktif.
Pengumpulan data berupa teori-teori berbagai sumber dan kemudian menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Citra Muamalat Mandiri dalam melindungi pemegang saham minoritas sudah sesuai dengan UU yang berlaku.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan metode Luring terhadap peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri Lawe Sumur Tahun Pembelajaran 2021/2022. Jumlah Sampel dalam penelitian ini siswa 20 yaitu kelas X IPA 1 . Urutan dari kegiatan awal sampai dengan penutup merupakan metode penelitian pre-eksperiment dengan desain penelitian one group pretest posttest design. metode tersebut menggunakan desain penelitian dengan melakukan pretes, perlakuan, dan postes.Adapun hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Luring Sebagai Kemampuan Menulis Teks Argumentasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri Lawe Sumur Tahun Pembelajaran 2021/2022. Hal itu terbukti dari nilai rata-rata tes awal Pembelajaan Menulis Teks Argumentasi siswa adalah sebesar 54.75 dengan standar deviasinya sebesar 5.35 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan nilai rata-ratanya sebesar 79.50 dengan standar deviasinya sebesar 3.69 Berdasarkan data hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM bahasa Indonesia untuk SMA sebesar 75, maka Kemampuan Menulis Teks Argumentasi untuk tes akhir siswa termasuk dalam Kemampuan baik. Selain itu, pada nilai tobservasi > ttabel yakni 15.95 > 2,09 maka dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis di atas diperoleh kesimpulan bahwa ada Peningkatan Penerapan Metode Luring Sebagai Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri Lawe Sumur Tahun Pembelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Media Lagu Vocal Azzam ”Ibu” Terhadap Pembelajaran Menulis Cerpen Oleh Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Darul HasanahTahun Pembelajaran 2020/2021. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Darul Hasanah tahun pembelajaran 2020/2021 yang berjumlah keseluruhan 58 siswa, terdiri dari 2 kelas. Sampel dalam penelitian ini siswa 28 yaitu kelas X IPA 1 yang diambil menggunakan teknik purposif sampling atau pengambilan sampel yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tes awal Kemampuan Menulis Cerpen siswa adalah sebesar 45.71 dengan standar deviasinya sebesar 10.15 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan nilai rata-ratanya sebesar 79.29 dengan standar deviasinya sebesar 7.03 Berdasarkan data hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM bahasa Indonesia untuk SMA sebesar 75, maka Kemampuan Menulis Cerpen untuk tes akhir siswa termasuk dalam Kemampuan baik. Selain itu, pada nilai tobservasi > ttabel yakni 14.16 > 2,05 maka dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis di atas diperoleh kesimpulan bahwa ada Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen menggunakan Media Lagu Azzam “ Ibu” pada siswa Kelas X SMA Negeri 1 Darul Hasanah Tahun Pembelajaran 2020/2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Teknik Copy The Master Modifikasi dalam Meningkatkan Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawe Alas Tahun Pembelajaran 2021/2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Lawe Alas tahun pembelajaran 2021/2022 yang berjumlah keseluruhan 103 siswa, terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini siswa 27 yaitu kelas X IPS 1 yang diambil menggunakan teknik purposif sampling atau pengambilan sampel yang ditentukan. Adapun hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Copy The Master Modifikasi Sebagai Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawe Alas Tahun Pembelajaran 2021/2022. Hal itu terbukti dari nilai rata-rata tes awal Pembelajaran Menulis Cerpen siswa adalah sebesar 59.26 dengan standar deviasinya sebesar 6.63 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan nilai rata-ratanya sebesar 81.30 dengan standar deviasinya sebesar 5.20 Berdasarkan data hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM bahasa Indonesia untuk SMA sebesar 75, maka Pembelajaran Menulis Cerpen untuk tes akhir siswa termasuk dalam Kemampuan baik. Selain itu, pada nilai tobservasi > ttabel yakni 13.35 > 2,056 maka dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis di atas diperoleh kesimpulan bahwa ada Peningkatan Penerapan Metode Copy The Master Modifikasi Sebagai Upaya Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawe Alas Tahun Pembelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Teknik Mind Mapping Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas SMA Negeri 1 Badar Tahun Pembelajaran 2021/2022. Sampel dalam penelitian ini siswa 28 yaitu Kelas XI IPA Plus yang diambil menggunakan teknik purposif sampling atau pengambilan sampel yang ditentukan. Strategi yang digunakan dalam metodologi kuantitatif .Adapun alasan penelitian menggunakan teknik purposive adalah kelas tersebut merupakan kelas yang belum pernah dilakukan penelitian dengan judul yang sama. Adapun hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Teknik Mind Mapping Sebagai Keterampilan Menulis Cerpen pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Badar Tahun Keterampilan 2021/2022. Hal itu terbukti dari nilai rata-rata tes awal Keterampilan Menulis Cerpen siswa adalah sebesar 60.71 dengan standar deviasinya sebesar 7.16 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan nilai rata-ratanya sebesar 83.57 dengan standar deviasinya sebesar 5.65 Berdasarkan data hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM bahasa Indonesia untuk SMA sebesar 75, maka Keterampilan Menulis Cerpen untuk tes akhir siswa termasuk dalam Kemampuan baik. Pada nilai tobservasi > ttabel yakni 12.98 > 2,05 maka dengan demikian dari hasil pengujian hipotesis di atas diperoleh kesimpulan bahwa ada Peningkatan Penerapan Metode Teknik Mind Mapping Sebagai Upaya Keterampilan Menulis Cerpen pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Badar Tahun Keterampilan 2021/2022
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun jenis dan sumber data yang dibutuhkan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan promosi yang digunakan oleh Showroom Sultan Motor ada periklanan, promosi penjualan, penjualan personal dan hubungan masyarakat. Dari 9 informan yang telah di wawancarai, dimana Sultan Motor dalam mempromosikan produknya hanya terfokus pada media sosial saja dan ada beberapa konsumen yang kesulitan dalam melakukan pembelian kredit Motor karena terkendala syarat yang tidak memenuhi kriteria. Adapun kendala pada Showroom Sultan Motor Jambi: kondisi pasar, kondisi dan kemampuan penjual, modal, kondisi organisasi perusahaan. Adapun solusi yang dilakukan memberikan kepuasan kepada konsumen dan menanggapi dengan cepat setiap keinginan calon pembeli, memberikan solusi kepada konsumen jika tidak dapat melakukan pengkreditan karena beberapa hal yang tidak memungkinkan konsumen untuk melakukan kredit, dengan menawarkan system pembayaran yang lainnya, menambah pelanggan baru, sehingga tidak terfokus pada media sosial saja. Jika semua karyawan melakukan promosi maka peluang peningakatan penjualan juga bisa tercapai
Tangggung jawab sosial lingkungan merupakan komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan komunitas luas.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji mengenai tanggung jawab sosial lingkungan yang dilakukan oleh PT GARAM PERSERO berjalan sesuai dengan undang undang,tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam bentuk apa yang telah dilakukan oleh PT GARAM PERSERO. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Pendekatan Undang-Undang dan konseptual merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan bahan hukum dalam jurnal ini menggunakan studi kepustakaan. Metode analisis bahan hukum yang digunakan didalam jurnal ini merujuk pada deduktif yaitu menarik kesimpulan dari suatu permasalahan yang bersifat umum terhadap permasalahan konkret yang dihadapi..Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan oleh PT GARAM PERSERO melakukan sesuai perintah Pasal 74 UU No 40 Tahun 2009 Undang undang no 25 tahun 2007 tentang penanaman modal serta Peraturan pemerintah no 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas ini dilakukan dengan beberapa tahap dan jenis,diantaranya dari segi tanggung jawab sosial dan tanggung jawab lingkungan.
Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Kota Bandung yang dilaksanakan guna mengetahui pengaruh komponen – komponen di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi. Metode kuantitatif korelasional menjadi metode yang digunakan pada penelitian yang dilakukan. Pada penelitian ini terdapat populasi yang diikutsertakan yaitu siswa kelas X Akuntansi Lembaga di SMKN 1 Bandung. Dengan populasi penelitian sebanyak 70 orang siswa. Analisis proses yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif koefisien korelasi. Adapun hasil data penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang diuji menggunakan koefisiensi korelasi dengan hasil kriteria penafsiran kuat atau erat. Kesimpulan yang dicapai dari proses penelitian menunjukan hasil signifikan korelasi antara lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa akuntansi yang hasil perhitungannya memperlihatkan bahwa antara variabel X dan variabel Y memiliki angka korelasi sebesar 0,547 yang menunjukkan adanya korelasi. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan lingkungan sekolah dengan prestasi siswa jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Kota Bandung bersifat kuat atau erat yang menunjukkan variabelnya berada di kriteria antara 0,41-0,61. Hasil penelitian yang dilakukan ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara lingkungan sekolah dengan presetasi belajar siswa jurusan Akuntansi kelas X.
Pada sebuah lembaga pendidikan, manajemen pembelajaran sangatlah penting. Maka dari itu manajemen suatu program pendidikan harus dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan manajemen program pendidikan kesetaraan paket A di PKBM Melati Cibeber Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen pendidikan diantaranya akteditasi yang belum diperbarui, kekurangan peserta didik hingga keterbatasan waktu warga belajar dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penyelesaian masalah yang didapatkan dengan mendeskripsikan keadaan objek berdasarkan fakta dilapangan dan dituliskan dalam bentuk kata-kata. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu ketua PKBM Melati dan data sekunder yaitu kepustakaan dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Miles yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Pendidikan kesetaraan paket A meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada masing-masing aspek manajemen tersebut dikatakan cukup baik dalam meningkatkan mutu manajemen Pendidikan dan manajemen pembelajaran.
Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di industri rokok merupakan hal yang penting dalam upaya menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kabupaten Pasuruan, sebagai salah satu daerah yang memiliki industri rokok yang signifikan dan perlu dilakukan kajian untuk mengevaluasi pengelolaan limbah B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rokok di Kabupaten Pasuruan masih menghadapi beberapa tantangan dalam pengelolaan limbah B3. Pada umumnya, limbah B3 yang dihasilkan oleh industri rokok terdiri dari bahan kimia beracun seperti nikotin, logam berat, dan senyawa organik volatil. Sehingga, beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan limbah B3 di industri rokok Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini, disarankan adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, industri rokok, dan lembaga terkait lainnya untuk memperkuat pengawasan dan pemantauan terhadap pengelolaan limbah B3. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3 yang aman dan berkelanjutan. Kesimpulannya, pengelolaan limbah B3 di industri rokok Kabupaten Pasuruan masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk meningkatkan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesadaran lingkungan dalam rangka mencapai pengelolaan limbah B3 yang lebih baik.
Program KB sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kepadatan penduduk mengalami masalah tingginya angka unmet need di Indonesia serta berpeluang terhadap tingginya AKI dan AKB. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang KB. Usaha promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap catin tentang KB yaitu pemberian penyuluhan KB melalui program Inovasi Kelas Catin. Dalam peningkatan inovasi dan perkembangan di bidang teknologi, e-booklet digunakan sebagai media penyuluhan dengan kelebihan yang lebih praktis, mudah diakses melalui smartphone, tidak lapuk, serta mudah didistribusikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan KB dengan media e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap catin tentang KB di Puskesmas Kepanjen, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekataan one group pretest posttest design. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan catin sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar dalam kategori cukup dan meningkat setelah diberikan penyuluhan. Sikap catin sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar dalam kategori negatif dan meningkat positif setelah diberikan penyuluhan. Uji statistik didapatkan nilai p-value < 0,001. Kesimpulannya bahwa terdapat pengaruh penyuluhan KB dengan media e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap catin tentang KB di Puskesmas Kepanjen, Kabupaten Malang.
Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah adalah kegiatan berbasis pengetahuan diri yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga dengan tujuan untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan keluarga. Salah satu indikator PHBS dalam rumah tangga adalah penggunaan jamban sehat oleh keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PHBS serentak pada rumah tangga di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan jamban, stimulasi sederhana jamban dan pembentukan kerangka STBM. Populasi sasaran adalah warga Dusun Cung Belut sebanyak 142 Somah. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jamban sehat, pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat meningkat 75%, jumlah warga yang siap membuat jamban sehat sebanyak 6 orang dengan konsep stimulasi, terbentuklah kabinet STBM muda yang beranggotakan 15 orang anak. Kesimpulan gerakan PHBS serentak dalam rumah tangga efektif mengatasi permasalahan PHBS di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi atau hal penting yang harus dilakukan agar logistik halal di Indonesia dapat terlaksana atau tercapai secara efektif dalam lingkup logistik global. Adapun untuk metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (literature review) yang dimana menjelaskan fenomena dan data serta penelitian terdahulu, kemudian menarik kesimpulan dari permasalahan yang ada secara lebih akurat dan jelas dari fakta-fakta yang ada. Untuk hasil penelitian ini ialah terdapat beberapa hal penting yang dapat menjadi pendorong kesuksesan Logistik Halal di Indonesia yang diantaranya yaitu 1) Dukungan pemerintah untuk mendorong perkembangan Logistik Halal dengan memperketat kebijakan mengenai sertifikasi halal 2) Memberikan pelatihan dan peningkatan manajemen pengetahuan yang berperan meningkatkan kemampuan pegawai. 3) Pengembangan Lanjutan dalam hal teknologi meliputi pengembangan sistem pelacakan seperti penambahan sistem sensor DNA dan sertifikasi di pergudangan, distributor, dan penjual, serta sertifikasi di penyedia produk hingga penjual ditambah dengan penerapan sistem logistik lima titik pembelian untuk inovasi berkelanjutan dan pengurangan biaya.
Manajemen keuangan yang baik sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.[1] Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan dan memastikan kelangsungan bisnis dengan mengelola sumber daya finansial secara efektif dan efisien. Artikel ini akan membahas pentingnya manajemen keuangan bagi perusahaan, termasuk kebutuhan untuk mengelola anggaran, mengidentifikasi sumber daya finansial, mengelola risiko, dan melakukan analisis keuangan yang baik. Kesimpulannya, manajemen keuangan yang baik dapat membantu perusahaan mencapai kesuksesan finansial jangka panjang dan memaksimalkan nilai perusahaan.
Tujuan Utama: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyediakan User-Interface (UI) berbasis web yang dapat mengatasi tantangan dan memberikan kontrol data secara real-time. Oleh karena itu, kami telah membuat prototipe User Interface yang dapat mendemonstrasikan konsep situs web pengelola IoT dan memberikan bukti penerapan konsep tersebut. Platform yang diusulkan dimaksudkan untuk berkontribusi dalam meningkatkan persepsi pengguna terhadap perangkat IoT. Background problem: Dengan kemajuan yang berkembang dalam teknologi Internet of Things (IoT), yang menggabungkan berbagai perangkat dengan fungsi, kemampuan, dan protokol komunikasi yang berbeda, penting untuk menyediakan platform yang memungkinkan pengguna IoT untuk berinteraksi dengan perangkat IoT mereka secara langsung dan dapat kelola mereka dengan mudah melalui platform itu dari berbagai lokasi kapan saja untuk melindungi privasi mereka saat menggunakan perangkat IoT. Metode Penelitian: Metode eksperimental dan survei digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi persepsi pengguna terhadap penggunaan sebuah platform yang menggabungkan semua perangkat IoT mereka dan memungkinkan mereka mengelola perangkat berdasarkan preferensi mereka melalui platform tersebut dan melindungi privasi mereka. Temuan: Temuan menunjukkan perlunya membuat platform di mana pengguna dapat mengontrol berbagai perangkat IoT dari jarak jauh. Ini juga menunjukkan bahwa prototipe situs web adalah platform yang mudah digunakan, dan dapat digunakan dengan mudah tanpa pengalaman teknis apa pun. Pengguna dapat mengakses informasi tentang perangkat IoT yang terhubung serta mengontrolnya. Kesimpulan: Prototipe dapat digunakan untuk mendemonstrasikan konsep aplikasi web yang diusulkan, sementara hasil survei menunjukkan kebutuhan untuk platform yang mudah digunakan untuk mengontrol perangkat IoT dari jarak jauh dan meningkatkan persepsi privasi pengguna di lingkungan IoT.
Latar Belakang: Dua komponen utama pada analisismalware adalah analisis malware statis yang melibatkan pemeriksaan struktur dasar malware yang dapat dieksekusi tanpa mengeksekusinya sedangkan analisis malware dinamis bergantung pada pemeriksaan perilaku malware setelah menjalankannya di lingkungan yang terkendali. Analisis malware statis biasanya dilakukan oleh perangkat lunak anti-malware modern dengan menggunakan analisis berbasis tanda tangan atau analisis berbasis heuristik. Tujuan Utama: Tujuan dari penelitian ini adalah megusulkan dan mengevaluasi deep neural network untuk menganalisis file portabel secara statis guna mempelajari fitur-fitur dari portable executable malware untuk meminimalkan terjadinya false positive saat mengenali malware baru. Metode penelitian: Model yang diusulkan dalam penelitian ini adalah model Neural Network with Dropout terhadap model pohon keputusan untuk memeriksa seberapa baik kinerjanya dalam mendeteksi file PE berbahaya yang sebenarnya. Metode format-agnostik digunakan untuk mengekstrak fitur dari file. Dataset digunakan untuk melatih model yang diusulkan dan membandingkan hasil dengan dataset malware lain yang diketahui. hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jaringan saraf dalam yang sederhana untuk mempelajari fitur PE vektor tidak hanya efektif, tetapi juga kurang intensif sumber daya dibandingkan dengan metode deteksi heuristik konvensional. kesimpulan: Model yang diusulkan dalma penelitian ini mencapai AUC sebesar 99,8% dengan 98% true positive pada 1% false positive pada kurva ROC. Untuk menunjukkan bahwa model ini berpotensi melengkapi atau menggantikan perangkat lunak anti-malware konvensional maka untuk penelitian dimasa depan diusulkan untuk mengimplementasikan model ini secara praktis
Tujuan Utama: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan algoritma deteksi anomali yang lebih efektif dan akurat menggunakan Extended Isolation Forest (EIF) dan mengimplementasikannya ke dalam platform sumber terbuka Machine Learning (ML) H2O-3. Background problem: Algoritma Isolation Forest (IF) asli menghadirkan bentuk deteksi baru, meskipun algoritme mengalami bias yang berasal dari percabangan pohon. Perpanjangan algoritme menghilangkan bias dengan menyesuaikan percabangan, dan algoritme asli hanya menjadi kasus khusus. EIF diimplementasikan ke dalam platform sumber terbuka ML H2O-3. kebaharuan: Kebaruan dari penelitian ini adalah penggunaan algoritma EIF dalam deteksi anomali. Selain itu, penelitian ini juga mengimplementasikan EIF ke dalam platform sumber terbuka ML H2O-3 untuk dijalankan pada sistem komputasi terdistribusi dengan pustaka Map/Reduce. Research Method: Penelitian ini menggunakan metode deteksi anomali dengan fokus pada algoritma EIF. temuan: Hasil pengujian menunjukkan bahwa Extended Isolation Model perlu disesuaikan. Tes kinerja deteksi anomali mengungkapkan sedikit ketidaksempurnaan dalam deteksi struktur data jika dibandingkan dengan satu-satunya implementasi algoritma Python yang tersedia. Hasil ujian untuk tahap evaluasi dinyatakan lulus dan waktu komputasi secara logaritmik lebih kecil dengan jumlah utas. Kesimpulan: pada penelitian selanjutnya, algoritma dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menskalakan anomali deteksi untuk data dimensi tinggi. Ini dapat diimplementasikan dengan menambahkan parameter lain yang memungkinkan metode pemilihan fitur dalam perhitungan..
Hernia yang merupakan salah satu penyebab dari tingginya rawat inap, salah satu faktor yang memicu kasus hernia adalah faktor usia. Definisi dari hernia adalah suatu protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek di dinding rongga tersebut. Kasus hernia yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti prevalensi dan karakteristik pasien hernia inguinalis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama periode Januari 2021- April 2022. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Berdasarkan penelitian frekuensi kelompok terbanyak dalam penelitian ini adalah kelompok usia 0 sampai 11 tahun dengan presentase 34.4%. Terdapat tren peningkatan kejadian hernia sesuai dengan peningakatan usia pasien. kurva naik yang berarti semakin tingginya usia sejalan dengan kasus hernia inguinalis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi pasien hernia inguinalis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah 3% dengan rasio laki-laki : perempuan = 5:1 dan frekuensi terbanyak usia 0-11 tahun (34.4%).