Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2281-2291 of 2,291

Analytics

Februariyanti, Herny

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pemanfaatkan  komputer  sebagai  pendukung  alat  ukur,  akan memberikan  kemudahan  dalam penggunaanya, dan nantinya akan diperoleh alat ukur yang lebih akurat, lebih mudah penggunaannya. Hasil pengukuran. Hasil dapat ditampilkan secara digital oleh komputer di layar monitor. Dengan tampilan yang berbentuk  digital  akan  memudahkan  dan  mempercepat  dalam  mengamati  hasil  pengukuran.  Masalah penelitian  ini  adalah  bagaimana  cara  merancang  peralatan  ukur  keolengan  suatu  benda  secara  digital menggunakan  komputer dengan memakai parallel port sebagai media transfer data antara komputer dengan peralatan ukur. Masalah penelitian  ini adalah bagaimana cara merancang peralatan ukur keolengan  suatu benda  secara digital menggunakan   komputer dengan memakai parallel port  sebagai media  transfer data antara  komputer  dengan  peralatan  ukur. Metode  pengembangan  sistem  yang  digunakan  adalah  metode prototype.  Prototype merupakan  proses  pembuatan model  dari  alat  yang  akan  dibuat,  sehingga  pemakai dapat mengetahui hasil yang didapat. Dihasilkan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur  tingkat keolengan  suatu  benda,  tidak  dapat  digunakan  untuk  memperbaikinya  Hasil  pengukuran  ini  juga dipengaruhi oleh pergeseran alat pengukur dan benda kerja. Untuk mendapatkan hasil ukur yang optimal alat pengukur  dan benda kerja harus diusahakan tidak geser.

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tata kelola TI atau IT (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakan pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat ini proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi IT Governance ini dibuat guna meningkatkan kinerja TI layanan akademik yang ada di UNISBANK, dimana aktivitas layanan akademik tersebut menjadi tanggung jawab kerja suatu biro yang bernama BAAK dan pengadaan dan pengelolaan TI yang ada  menjadi tanggung jawab suatu divisi yaitu P2ICT. Perancangan IT Governance dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) versi 4.0, Dalam penelitian ini hanya dibahas 2 domain dari 4 domain yang ada di COBIT dengan pembahasan dibatasi pada tingkat control process saja, tidak membahas aktivitas-aktivitas yang terdapat di setiap control process. Domain yang dipilih dalam penelitian ini untuk dibuatkan rekomendasi pengelolaan TI adalah domain Deliver and Support (DS), Monitor and Evaluate (ME). Dari pemetaan model maturity tersebut diperoleh bahwa tingkat maturity untuk DS mendidik dan melatih users berada pada level maturity 4 (diatur), sementara untuk DS mengelola data berada pada tingkat maturity 3 (ditetapkan), Domain untuk Monitor dan evaluasi kinerja TI berada tingkat maturity 3 (ditetapkan). Berdasarkan pemetaan maturity tersebut dirancang rekomendasi IT Governance untuk masing-masing control process agar tingkat maturity dari masing-masing control process tersebut bisa lebih baik. Berdasarkan visi, misi, tantangan masa depan, dan tingginya harapan manajemen UNISBANK terhadap proses IT COBIT, dapat disimpulkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan UNISBANK setidaknya tingkat maturity pengelolaan IT yang dilakukan harus berada pada tingkat 4 – diatur (managed) dimana proses di monitor dan diukur manggunakan indikator tertentu.

Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pada kesempatan penelitian saat ini adalah berkaitan dengan pemrosesan citra digital untuk mengamati dan memberikan analisa berkaitan dengan sebuah proses dalam serangkaian pengolahan citra yaitu dalam fokus penelitian tentang morfologi. Morfologi merupakan suatu proses dalam pengolahan citra, yang dimaksudkan untuk memberikan pendekatan morfologi secara matematis, yang dapat diimplementasikan pada sebuah citra, dan digunakan untuk mengekstraksi komponen citra. Proses ini mampu untuk digunakan untuk merepresentasikan sebuah citra dan mampu mendeskripsikan bentuk / area yang terbentuk seperti tepian/batasan tepi citra, kulit/kerangka citra maupun tingkat kecembungan citra (convex hull). Beberapa penerapan teknik dalam proses morfologi ini diantaranya adalah pada proses preprosesing dan postprosesing, seperti penyaringan (filtering), penipisan (thinning) serta pengikisan (pruning) terhadap citra yang diamati. Beberapa teori berkaitan tentang hal itu membuat peneliti tertarik untuk mencoba mengimplementasikannya dalam sebuah citra yang dibentuk dalam model citra biner (binary image) dengan variasi proses morfologinya, sehingga diperoleh pengamatan citra yang optimal terhadap obyek utama.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemanfaatan penggunaan router Open Source sebagai router yang murah, handal, tepat guna yang dapat dikonfigurasi berdasarkan pada tingkat kebutuhan tanpa mengurangi efektifitas dankegunaannya merupakan salah satu alternatif tersendiri selain dapat mengurangi biaya operasional dalam pembelian software selain itu dapat menggunakan PC lama menjadi router yang mampu bersaing dengan router komersial lainnya. Perbandingan kedua router tersebut menunjukkan jumlah hasil tingkat kecepatandownstream dan upstream yang berbeda. Pada sisi Router Slackware lebih cepat bila dibandingkan dengan Router Mikrotik hal ini dibuktikan dengan hasil speed test dari sisi client yang telah ditest ke link internasional, kemudian dengan speedtest link IIX (local) dalam jaringan sesama provider kemudian speedtest ke server lain lintas provider menunjukkan tingkat hasil yang berbeda.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Komputer hanyalah sebuah mesin yang dapat mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya. Komputer tidak “burn-out” tetapi “wear-out” baik oleh cara penggunaan manusia yang salah ataupun oleh ketahanan komponen yang memang hanya memiliki kemampuan yang terbatas. Masalah yang ditimbulkan oleh komputer kadangkala merupakan masalah kecil yang tidak memerlukan tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai komputer. Untuk menyelesaikan hal itu, mungkin bisa diselesaikan olehseorang yang mempunyai pengetahuan sangat dasar tentang komputer. Tetapi kadangkala masalah-masalah tersebut juga membutuhkan tingkat kemampuan yang tinggi tentang komputer dan komponen-komponen sehingga memerlukan seorang teknisi khusus untuk perbaikannya. Program ini akan membantu dalammenyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan troubleshooting atau penyelesaian masalah perangkat keras (hardware) komputer secara cepat.

Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Media komputer sebagai alat bantu penyampaian informasi juga diharapkan siswa, khususnya siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama agar mereka tidak merasa bosan dengan mata pelajaranyang disampaikan oleh tenaga pengajar khususnya mata pelajaran Elektronika, dimana selama ini mata pelajaran Elektronika dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan karena hanya berisi materi teori yang sangat banyak sehingga membuat siswa kurang tertarik untuk mempelajari dan mendalami mata pelajaran Elektronika. Dengan adanya kendala - kendala tersebut diatas maka diperlukan suatu alat bantu yang akan mempermudah dalam proses belajar komponen dasar elektronika yang mampu merangsang siswa untuk belajar mandiri yang juga dilengkapi oleh soal-soal evaluasi sehingga kemampuan dari siswa dapat diketahui atau dipantau. Oleh karena itu perlu dibuat adanya suatu visualisasi yang ditampilkan lebih menarik sehingga siswa tidak merasa jenuh terhadap mata pelajaran elektronika. Aplikasi yang dibangun meggunakan aplikasi Borland delphi 6.0 sebagai bahasa pemrograman. Aplikasi akan memuat tampilan visual yang informatif tentang materi komponen elektronika dasar berdasarkan kurikulum yang ada. Menggunakan metode prototype, pembuatan model dari perangkat lunak yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Dihasilkan aplikasi visual yang interaktif tentang komponen elektronika. Mudah pemakaiannya tetapi adakelemahan dengan ketergantungan atas komponen BDE delphi. Komponen BDE harus terinstall terlebih dahulu sebelum aplikasi di jalankan

Sasongko, Jati; Wismarini, Th. Dwiati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Merancang dan memelihara aplikasi Web merupakan salah satu tantangan utama dalam industri perangkat lunak dari tahun 2000. Web Modeling Language (WebML), suatu pemodelan untuk menetapkan website yang kompleks ditingkatan konseptual. WebML memungkinkan uraian tingkat tinggi tentang  website di bawah dimensi orthogonal yang terpisah: isi datanya (structur model), halaman penyusunnya (compotition model), topologi dari relasi antar halaman (navigation model), tata letak dan persyaratan grafis untuk halaman yang dibuat (presentation model), dan pemilihan fitur untuk masing-masing isi (personalitation model). Semua konsep dari WebML dihubungkan dengan notasi grafis dan sintaksis XML. Spesifikasi WebML tidak terikat pada bahasa yang digunakan pada sisi-klien dalam mengirimkan aplikasi ke para pemakai, dan juga  platform yang digunakan pada sisi-server dalam memasukkan data ke site, tetapi dapat secara efektif digunakan untuk hasil implementasi halaman dalam pengaturan spesifikasi teknologi. WebML menjamin pendekatan model-driven pada pengembangan website, merupakan kunci utama dalam menggambarkan generasi CASE tool dalam membangun site yang kompleks, mendukung fitur tingkat lanjut seperti akses multi-device, personalisasi, dan manajemen evolusi.  

Wismarini, Th. Dwiati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

               Untuk membuat sebuah model produk yang berhubungan dengan cekatan/matras, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan tenaga kerja yang cukup banyak bila model tersebut tidak sederhana yaitu komplek. Bila ingin membuat sebuah model yang menyerupai bentuk aslinya, maka akan diperlukan semakin banyak peralatan yang dipakai untuk mendukung terbentuknya model yang menyerupai bentuk aslinya. Pemakaian AutoCad untuk design cetakan 2 dimensi sebagai dasar membentuk model 3 dimensi yang dimiliki oleh software Artcam Pro dalam membuat cetakan /moulding. Hasil akhir dari pembuatan cetakan model 3D dan pembacaan toolpath. Design produk yang dihasilkan oleh software ArtCam lebih mudah bila pemilihan model yang diambil memiliki kriteria yang dikenal secara umum, memiliki bentuk yang simetris, dan bila dikerjakan secara manual mengalami tingkat kesulitan pada proses simetris dan membutuhkan waktu penyelesaian yang begitu lama, dan nilai artistiknya akan hilang.Pemanfaatan software Artcam Pro dan Post Processor untuk Mesin Heidenhain (Mesin CNC) dalam membuat cetakan model 3 dimensi dapat membantu mempercepat dan mempermudah pemakai (user) didalam pembuatan cetakan model 3 dimensi dan membantu dalam peningkatan kualitas dan kuantitasmodel cetakan yang dihasilkan, sehingga model yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Resiko yang dihadapi oleh kebanyakan pengguna atau pemakai komputer sering kurang mendapatkan perhatian yang utama dalarn perlakuan antisipasi yang mungkin akan terjadi pada komputernya. Padahal perlakuan preventif atau pencegahan ini sangat penting sekali. Para pemakai komputer baru sadar dan baru melakukan perlakuan pengamanan secara represif setelah resiko teriadi dan menimbulkan akibatkan yang sangat merugikan baik pada dirinya secara langsung maupun secara tidak langsung. Para pengguna kurang begitu menyadari dan bahkan kurang peduli terhadap perlakuan system sekuritas terhadap komputernya, hal ini diakibatkan karena pengetahuan yang terbatas dari kebanyakan pemakai komputer. Untuk itu dalam penelitian ini perlu mengambil topik tentang aspek-aspek sekuritas pada system komputer. Hasil penelitian ini dapat melakukan identifikasi masalah sekuritas komputer, yaitu menentukan bagaimana komputer dapat rusak ditinjau dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengaruhnya terhadap pemakai (user), dan bagaimana langkah pencegahan sebelum terjadinya kerusakan, dan menentukan langkah penanggulangannya setelah terjadi kerusakan. Bentuk pengamanan tersebut dapat dilakukan dengan menentukan model tingkat pengamanan seperti melakukan kewaspadaan terhadap pemakai, pengamanan fisik baik fisik komputer maupun lingkungan yang terlibat. Setelah melakukan tindakan pengamanan fisik maka selanjutnya melakukan tindakaan pengamanan fungsi komputer. Ancaman yang sering dirasakan oleh pengguna komputer yang berhubungan langsung dengan keamanan data, aplikasi, dan system operasi adalah Virus komputer. Saat ini untuk proteksi data dari bentuk manipulasi data yang sedang berkembang adalah dengan cara metode enkripsi. Metode ini akan melakukan enkrip atau membual kode sandi tertentu dengan cara menyamarkan data.

Diartono, Dwi Agus

Dinamik 2002 Universitas Stikubank

Tiap-tiap pixel dalarn gray-scale image mempunyai a brightness dari 0 sarnpai 255, dimana 0 adalah untuk warna hitam dan 255 adalah untuk wama putih. Sebuah histogram menampilkan angka dari pixel-pixel dengan variasi level brightness, Nilai "0" pada histogram menunjukkan jumlah pixel hitam Nilai "255" pada kanan dari histrogram menunjukkan angka terhadap pixel yang berwarna putih. Histogram adalah kemungkinan distribusi tingkat kecerahan. Sebuah gambar memiliki kontras yang rendah pada saat melengkapi range yang mungkin tidak digunakan. Sebagai contoh dalam citra yang ditunjukkan diatas hanya menggunakan nilai 11 sampai 97 dart 0 sampai range 255. Dan citra yang ada tersebut maka dapat kita lakukan perubahan-perubahan dengan mendasarkan terhadap nilai-nilai yang kita dapatkan untuk kemudian kita rubah nilai tersebut dengan nilai baru dan dari nilai baru tersebut akan kita gambarkan kembali.

Mariana, Novita

Dinamik 2002 Universitas Stikubank

Perekonomian Indonesia dalam tahun ini dan tahun-tahun mendatang akan menghadapi tantangan-tantangan berat. Pertarna, bagaimana menstabilkan nilai rupiah pada tingkat yang wajar dan meredam tingginya iaju inflasi untuk mempercepat proses pemulihan perekonomian nasional. Kedua, bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat, baik dalam maupun luar negeri, terhadap perbankan nasional. Ketiga,bagaimana mendorong kembali kegiatan dunia usaha untuk membatasi kontraksi yang lebih dalam pada perekonomian. Keempat, bagaimana mengurangi penduduk miskin dari dampak krisis melalui penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net).